PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kedua: makna maknawi, iaitu apabila membaca al-Quran diharuskan oleh ketentuan tajwid, baik yang berkaitan dengan makhraj, sifat, dan sebagainya. Oleh itu, perlunya ilmu yang membincangkan tentang hukum bacaan al-Quran yang betul iaitu ilmu tajwid. Semasa belajar, pelajar dibekalkan dengan bahan hukum bacaan tajwid serta tatacara membaca al-Quran yang terdapat dalam kelas tajwid.
Namun setelah penulis melakukan observasi di lingkungan santri putri dan ternyata masih ada santri yang mengalami kesulitan dalam mempraktekkan membaca Al-Qur’an. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai, “Hubungan antara penguasaan hukum tajwid dengan kualitas membaca Al-Qur’an pada santri di Pondok Pesantren Darul A’mal.”
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang melakukan penelitian dengan judul “Kemampuan Mahasiswa Menerapkan Ilmu Tajwid (huruf makhorijul) dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an di MDA Al Muqarrabin Sukajadi Pekanbaru”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa MDA Al Muqarrabin Sukajadi Pekanbaru dalam menerapkan ilmu tajwid (makhorijul huruf) dalam membaca Al-Qur'an tergolong kurang baik dengan hasil persentase 67,25%. Penelitian relevan selanjutnya adalah penelitian oleh Taufik Maratigor, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, yang berjudul “Kemampuan Siswa Menerapkan Hukum Mad dalam Membaca Al-Qur’an di MTs Pondok Pesantren Darul Qur’an mengkaji 'an Desa Pertambangan Desa Tarai Bangun Kabupaten Kampar.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan santri MTS Pondok Pesantren Darul Qur'an dalam menerapkan hukum gila membaca Al Quran cukup baik dengan tingkat kelulusan 68%. Kesamaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang relevan terletak pada variabel terikatnya yaitu sama dalam pembacaan Al-Qur'an investigatif.
LANDASAN TEORI
Penguasaan Hukum Bacaan Tajwid
- Pengertian Penguasaan Hukum Bacaan Tajwid
- Indikator Penguasaan Hukum Bacaan Tajwid
- Mempelajari Hukum Bacaan Tajwid
- Tujuan Belajar Hukum Bacaan Tajwid
Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa penguasaan hukum tajwid tajwid adalah pemahaman terhadap pokok-pokoknya. Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran hukum bacaan tajwid adalah suatu proses mempelajari kaidah-kaidah dalam ilmu tajwid yang membuat siswa mengetahui cara membaca Al-Quran yang baik dan benar untuk dibaca. Sedangkan hukum membaca Iqlab adalah jika ada suster atau tanwin yang meninggal memenuhi huruf Iqlab yaitu ba.
Hukum membaca ikhfa' syafawi boleh berlaku apabila ada huruf mim mati bertemu dengan huruf ba. Maka dapat dimengerti bahwa tujuan mempelajari hukum tajwid adalah untuk dapat menjaga lidah dari tersalah lafadz dan dapat membaca al-Qur’an sesuai dengan hukum bacaan tajwid.
Kualitas Membaca Al-Qur‟an
- Pengertian Kualitas Membaca Al-Qur‟an
- Indikator Kualitas Membaca Al-Qur‟an
- Keutamaan dan Adab membaca Al-Qur‟an
Sedangkan pengertian membaca Al-Qur’an yang penulis ketahui adalah mampu membacanya dengan benar dan mengikuti kaidah ilmu tajwid. Peningkatan kualitas tajwid dapat dicapai melalui pengamalan kemampuan membaca Al-Qur’an secara terus menerus. Kemampuan membaca sedang, yaitu membaca Al-Qur'an dengan lancar dalam pengucapan huruf-hurufnya, tetapi dia tidak mengetahui bagaimana menerapkan kaidah-kaidah ilmu tajwid dengan benar.
Jadi, hafalan Al-Qur'an yang lancar dan fasih adalah membaca Al-Qur'an dengan benar, bersih (jelas) dan tidak terputus-putus. Membaca Al-Qur'an merupakan pekerjaan utama yang memiliki berbagai keistimewaan dan kelebihan dibandingkan dengan membaca Al-Qur'an. Orang yang membaca Al-Qur'an tentu mengharapkan pahala sekaligus berharap mendapat keuntungan.
Uraian di atas dapat dijadikan landasan yang relevan bahwa orang yang membaca Al-Qur'an berharap mendapat pahala atau kebajikan. Artinya: "Puasa dan Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat." Arti dari ayat di atas adalah tidak boleh menyentuh Al-Qur'an kecuali dalam keadaan suci.
Akan tetapi, mengaji bagi wanita tidak diwajibkan menggunakan mukena seperti dalam shalat, tetapi tetap harus menutupi aurotnya. Perintah membaca ta'awudz sebelum membaca Al-Qur'an terdapat dalam Surat An-Nahl ayat 98. Sedangkan perintah membaca basmallah sebelum membaca Al-Qur'an terdapat dalam Al-Qur'an yaitu Surat Al- Alak ayat 01.
Hubungan Penguasaan Hukum Bacaan Tajwid dengan Kualitas
Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kutipan di atas, penulis dapat memahami bahwa hipotesis penelitian adalah dugaan sementara yang belum diketahui kebenarannya berdasarkan permasalahan dalam penelitian dan peneliti perlu membuktikan kebenaran klaim tersebut. Ha menunjukkan bahwa secara yuridis ada hubungan antara penguasaan tajwid dengan kualitas bacaan Al-Qur'an pada santri putri Pondok Pesantren Darul A'mal, sedangkan Ho menunjukkan tidak ada hubungan antara penguasaan tajwid Al-Qur'an hukum dengan kualitas bacaan. Al-Qur'an di santri putri Pondok Pesantren Darul A'mal. Dalam penelitian ini, hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah: “Ada hubungan antara penguasaan hukum tajwid dengan kualitas bacaan Al-Qur’an pada santri putri Pondok Pesantren Darul A’mal.”
METODE PENELITIAN
- Rancangan Penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Variabel Bebas
- Variabel Terikat
- Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
- Rancangan Instrumen
- Pengujian Instrumen
- Teknik Analisis Data
- Uji Prasyarat
- Uji Hipotesis
A'mal atau tidak ada hubungan antara penguasaan hukum bacaan tajwid dengan kualitas bacaan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Darul A'mal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas imrithi putri di Pondok Pesantren Darul A’mal yang berjumlah 154 santri (4 kelas). Ho : Tidak ada hubungan antara penguasaan hukum bacaan tajwid dengan kualitas bacaan Al-Qur'an.
Asrama Islam Darul A'mal sudah mulai maju, karena sudah banyak santri mukim KH. Pesantren Darul A'mal Metro Lampung didirikan oleh dua kyai, yang pertama bernama KH. Ustadz yang mengajar di Pesantren Darul A'mal Metro Lampung ini semuanya adalah alumni Pesantren tersebut.
Tes tertulis digunakan untuk memperoleh data variabel X yaitu penguasaan hukum tajwid, dan tes praktik digunakan untuk memperoleh data variabel Y yaitu kualitas bacaan Al-Quran santri di Darul A'mal. Pondok Pesantren. Ho : Tidak ada hubungan antara penguasaan hukum tajwid dengan kualitas membaca Al-Qur'an pada santri putri Pondok Pesantren Darul A'mal. Ha : Ada hubungan antara penguasaan hukum tajwid tajwid dengan kualitas bacaan Al-Quran pada santri putri Pondok Pesantren Darul A'mal.
Dengan demikian 57,157 > 52,192 atau Chi kuadrat hitung > Chi kuadrat tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara penguasaan hukum bacaan tajwid dengan kualitas bacaan Alquran pada santri putri Darul A 'mal pesantren. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguasaan hukum tajwid dengan kualitas tajwid Al-Qur'an di kalangan santri putri Pondok Pesantren Darul A'mal. Jika dibandingkan dengan 57,157 > 52,192 atau Chi square hitung lebih besar dari Chi square tabel, maka hasil di atas menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan antara penguasaan hukum bacaan taywid dengan kualitas bacaan Al . - Al-Qur'an pada siswa Pesantren Darul Islam.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Deskripsi Lokasi Penelitian
- Deskripsi Data Hasil Penelitian
Setiap lembaga pasti memiliki cerita dan sejarah sebelum didirikan dan berkembang pesat, salah satunya adalah pendiri Pondok Pesantren Darul A'mal Metro, Pondok yang didirikan oleh KH. Pada tahun 1987, ia memutuskan ingin membuka lembaran baru dalam hidupnya, yaitu mendirikan pesantren. Pondok yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU) dan mengikuti ideologi Ahlussunah wal Jama'ah (ASWAJA). Pesantren dibangun mulai dari mushola kecil yang digunakan untuk tempat ibadah, dan gubuk (rumah) untuk tempat istirahat baginya bersama keluarganya, bersama para santrinya.
Pada awal berdirinya pondok pesantren Darul A'mal, santri pertama berjumlah kurang lebih sepuluh orang santri yang tinggal di istananya. Syamsudin Thohir yang setia berjuang bersama KH. Khusnan Musthofa Ghufron, sejak kecil ikut serta dalam pembangunan perintisan pesantren Darul A'mal. Hal itu ia lakukan karena tidak ingin mengganggu pihak lain, ia sangat serius mengabdikan jiwa dan raganya, bahkan hartanya, untuk pasrah demi pendirian gunung Pesantren Darul A.
Dengan semangat juang yang tinggi beliau terus berjuang hingga akhir hayatnya.Hingga saat ini Asrama Darul A'mal terus berkembang pesat, sepeninggal beliau Gus Umar Anshori Khusnan memegang tongkat estafet kepemimpinan. Asrama Islam yang terhampar di lahan seluas ± 5 hektar ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik dari segi sektor maupun dari sektornya. Pesantren Darul A'mal berdiri di atas tanah seluas 5 hektar, terletak di Pesantren Mulyojati 16b Metro Barat di kota Metro Lampung, dengan jarak kurang lebih 70 km dari ibu kota provinsi Lampung yaitu Bandar Lampung, pondok pesantren ini. Sekolah ini terletak di Desa Mulyojati yang dikelilingi oleh sungai dan sawah.
Ada beberapa kriteria ustadz yang bisa diterima mengajar di Pondok Pesantren Darul A'mal Metro Lampung. Penulis telah melakukan penelitian langsung ke lokasi yaitu Pesantren Darul A’mal pada hari Sabtu tanggal 7 Desember 2019 di kelas putri Imrithi C. Data yang diperoleh penulis melalui tes tertulis dan tes praktek telah dikumpulkan. Langkah selanjutnya penulis menganalisis data dengan menggunakan rumus chi-square, untuk mengetahui hubungan penguasaan hukum tajwid tajwid dengan kualitas bacaan Al-Qur'an pada mahasiswi di Darul A. Pondok Pesantren. Pondok Pesantren.
Pembahasan
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa teori dalam jurnal Aquami yang berbunyi “Memahami dan mengamalkan Al-Quran adalah dengan mempelajari cara membaca Al-Quran yang baik dan benar. membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, yang disebut Ilmu Tajwid Angka ini berarti variabel penguasaan hukum tajwid (X) berhubungan dengan variabel kualitas membaca Al-Qur'an (Y) sebesar 63,2 %.
Diantara kedua tes tersebut, beberapa siswa hanya menyelesaikan salah satu tes yaitu tes tertulis. Diketahui bahwa setelah dianalisis menggunakan Chi-square dengan aplikasi SPSS diperoleh hasil 57,157, sedangkan nilai Chi-square tabel dengan taraf signifikan 5% adalah 52,192. Keeratan hubungan dalam penelitian ini sebesar 63,2%, yang artinya ada hubungan yang cukup kuat antara variabel penguasaan hukum bacaan tajwid dengan kualitas bacaan Al-Qur'an. Pembelajaran ilmu tajwid perlu ditingkatkan agar siswa mampu menguasai hukum-hukum tajwid dan dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid.
Santri harus belajar membaca Al-Qur'an, selain itu jadwal mengaji dengan guru masing-masing, agar kemampuan membaca Al-Qur'an siswa meningkat. Aquami. “Hubungan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dengan Keterampilan Menulis Huruf Arab Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Di Madrasah Ibtidaiyah Quraniyah 8 Palembang”. Aplikasi Pembelajaran Ilmu Wakaf Tajwid dan Huruf Makhorijul Berbasis Android, Jurnal Global Sisfotek 5, No.2/ September.
PENUTUP
Kesimpulan
Tes tertulis dan tes praktik di kelas Imrithi C untuk putri memberikan hasil yang tidak seimbang.
Saran
- Tabel instrumen yang digunakan
- Tabel indikator penguasaan hukum bacaan tajwid
- Tabel interpretasi koefisien nilai r
- Tabel nilai tes tertulis dan tes praktik
- Tabel hasil uji normalitas dengan SPSS
- Tabel hasil uji homogenitas dengan SPSS
- Tabel hasil uji hipotesis (chi kuadrat) dengan SPSS
Abu Zakariya an-Nawawi, Muhyidin.Al-Adzkar an-Nawawi.Beirut: Dar al-Kutb al-Islamiyah, 2004. Membangunkan Aplikasi Pembelajaran Iqra’ dan Tajwid Berdasarkan Kaedah Asy-Syafi’i Menggunakan Sistem Multimedia. " Garut: Jurnal STT-garut 12, No. Zuhairi, Kuryani, Dedi Irwansyah et al. Garis Panduan Penulisan Tesis Pelajar Institut Agama Islam Negeri Metro: IAIN Metro, 2018.