• Tidak ada hasil yang ditemukan

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...”( QS.Al-

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...”( QS.Al-"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana paradigma masyarakat mengenai komitmen dalam kegiatan perekonomian di Desa Nanga Mbaur Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Defenisi Operasional

Dalam hal ini pemerintah dapat melaksanakan kebijakan berdasarkan kepentingan tertentu untuk mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat. Transaksi ijon tidak seragam dan beragam, namun secara umum ijon merupakan bentuk kredit tunai yang dilunasi dengan hasil panen. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia yang berkaitan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.

Kajian Teori

  • Penelitian Relevan
  • Pengerian Ijon
  • Pengertian Masyarakat
  • Perekonomian Masyarakat Nanga Mbaur
  • Teori Yang Relevan

Jual Beli Barang Yang Tidak Ada” Jual beli barang yang terlihat adalah ketika mengadakan akad jual beli, maka benda atau barang yang diperjualbelikan itu ada disana. Sedangkan pekerja paksa disebut dengan “pemilik modal”, merekalah yang yang menguasai produksi pertanian di desa Nanga Mbaur.Petani dengan stratifikasi sosial yang tinggi tidak terlalu terhubung dengan pemilik modal karena tidak memiliki hutang atau kontrak dengan pemilik modal, mereka hanya mencari pemilik modal yang bersedia membeli produk pertanian dengan harga yang pantas. .tinggi dan sesuai pasar.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Lokasi Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Instrument Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
    • Teknik Keabsahan Data
  • Etika Penelitian

Selain masyarakat Lengkorandang, hadir juga Kepala Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Fokus penelitian ini adalah paradigma masyarakat mengenai jeratan hutang dalam kegiatan perekonomian di Desa Nanga Mbaur Kecamatan Sambirampas Kabupaten Manggarai Timur. Selama kurun waktu tersebut peneliti mengamati Kepala Desa Nanga Mbaur, para pengusaha atau pemilik modal dan petani untuk mengetahui informasi mengenai paradigma masyarakat Lengko Randang terhadap transaksi terikat di Desa Nanga Mbaur Kec.

Untuk mengetahui sejauh mana paradigma masyarakat mengenai jeratan hutang dalam kegiatan perekonomian di Desa Nanga Mbaur Kecamatan Sambirampas Kabupaten Manggarai Timur. Sistem ikatan sepertinya sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di tengah hiruk pikuk kehidupan masyarakat di Desa Nanga Mbaur. Dalam kehidupan bermasyarakat, kebutuhan setiap individu pasti berbeda-beda, sehingga karena perbedaan itulah masyarakat desa Nanga Mbaur saling membantu satu sama lain bahkan melalui transaksi gotong royong.

Oleh karena itu, masyarakat Desa Nanga Mbaur tidak terlepas dari melakukan transaksi berikat. Transaksi berikat ini sudah menjadi budaya masyarakat Kecamatan Nanga Mbaur. Mengenai pemilik modal, Abdul menyatakan: “Saya sebagai pemilik modal mendapat untung karena apa yang disebut transaksi terikat. Transaksi terikat ini nak, sudah menjadi kebiasaan saya karena pendapatan yang saya peroleh tidak cukup untuk menopang penghidupan saya disediakan.

Petani Refin berkata: “Transaksi yang dilakukan ini Nak, sudah menjadi kebiasaan saya karena penghasilan yang saya peroleh tidak cukup untuk biaya hidup saya.”

GAMBARAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN

Visi dan Misi Desa

Visi yang baik (visi keberhasilan) adalah gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita-cita dan gambaran yang ingin diwujudkan oleh suatu daerah. Berdasarkan permasalahan dan tantangan yang dihadapi Desa Nanga Mbaur sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dirumuskan visi pembangunan Desa Nanga Mbaur tahun ini, yaitu. Terwujudnya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, menjunjung tinggi nilai-nilai sosial budaya lokal dan bertumpu pada perencanaan partisipatif yang berbasis aset, berbasis warga, dan berkeadilan gender oleh seluruh elemen masyarakat, seperti masyarakat miskin, perempuan, pemuda dan lainnya. kelompok marginal.

Hal tersebut diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat yang didukung dengan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah, lembaga desa, peningkatan kapasitas sarana dan prasarana fisik seperti jalan, sekolah, irigasi, lingkungan hidup. sanitasi, fasilitas keagamaan. , fasilitas kesehatan, alat pertanian dan lain-lain, pengelolaan sumber daya alam seperti pemanfaatan kebun sebagai tempat tanam jangka panjang, produktivitas padi mencapai 7 hingga 9 ton per hektar, pulsa 1,5 hingga 2,5 ton per hektar, sawah pompa hujan, pengembangan mina padi. , pengelolaan peternakan dengan teknologi yang baik, pemanfaatan limbah peternakan dan pertanian menjadi biogas dan pupuk organik, peningkatan kapasitas masyarakat, lembaga sosial, warga dan aparat. Lebih lanjut diharapkan perencanaan pembangunan dilakukan berdasarkan potensi yang ada, yang bersumber dari data akurat dan responsif yang dikumpulkan secara partisipatif dalam bentuk bank data desa yang merupakan sumber dari seluruh data yang ada di desa, yaitu dikelola bersama antara warga dan masyarakat, yang dapat menjadi acuan lahirnya pengelolaan RPJMD dan APBDe yang berkualitas, menuju terciptanya warga negara yang mandiri dan berdaulat.˝. Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan atau dilaksanakan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan agar tujuan pembangunan dapat terwujud dan berhasil, sehingga seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan (interested groups) mengetahui program dan hasil yang akan dicapai. diambil darimu di masa depan.

Sejalan dengan visi yang ditetapkan dan mempertimbangkan kondisi objektif Desa Nanga Mbaur, maka misi pembangunan dirumuskan sebagai berikut. Mendorong peningkatan kapasitas perangkat desa dan lembaga desa melalui hubungan koordinasi dan pelatihan yang baik. Mendorong terciptanya hubungan harmonis antara warga dan pemerintah serta bersinergi dalam menciptakan suasana kondusif melalui kegiatan sosial.

Mengupayakan tersedianya database desa yang akurat dan berbasis warga dengan Bank Data Desa.

Sistem Kebudayaan Masyarak

Sistem Mata Pencaharian

Sistem Kemasyarakatan

Dengan demikian, kebutuhan sehari-hari menjadi faktor yang paling dominan dalam transaksi terikat. Pendapat berikut diungkapkan oleh Bpk. Abdul yang juga pemilik modal atau uang, “transaksi terikat adalah pembayaran dalam jangka waktu tertentu, sehingga apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan kenyataan pada saat petani melakukan pembayaran kepada saya.” (wawancara 15 Januari 2017). Ijon merupakan transaksi produk pertanian yang proses pembayarannya dilakukan tepat waktu atau bertahap. Dengan transaksi yang terikat maka masyarakat dapat menunjang kehidupannya.

Transaksi berikat sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga masyarakat bahkan tidak menyadarinya. Transaksi obligasi adalah penjualan hasil pertanian padi, oleh petani kepada saya secara bertahap sesuai hasil kesepakatan bersama, hasil kesepakatan disini adalah harga yang diminta petani kepada saya sebagai pemilik uang (wawancara dengan pihak modal) pemilik, Januari 2017). Hasil pertanian yang kami peroleh kurang memuaskan bagi saya, namun karena saya sudah melakukan transaksi terikat dengan pemilik modal di awal dan berjanji, maka tidak ada alasan bagi saya untuk membayar sesuai perjanjian yang saya miliki dengan modal yang dijanjikan. . pemilik (wawancara dengan petani, Januari 2017).

Bermula dari kebutuhan para petani yang begitu banyak hingga transaksi terkait muncul di tengah kehidupan masyarakat. Petani dari Haradi “transaksi terkait ini menjual hasil pertanian yang masih berada di sawah atau perkebunan yang masih hijau”. Pemilik ekuitas diungkapkan oleh Abdul bahwa “dalam transaksi terkait ini, saya sebagai pemilik ekuitas merasakan keuntungan karena permintaan yang saya dapatkan dari petani sangat tinggi.”

Saiful mengatakan, “dengan transaksi yang terikat, sebagai kepala rumah tangga yang pekerjaannya hanya sebagai petani, saya bisa membantu diri saya sendiri.” Pak. Abdul yang juga pemilik modal atau uang mengatakan: “Transaksi rangkap tiga adalah pembayaran pada waktunya, jadi apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan kenyataan ketika petani melakukan pembayaran kepada saya.” Petani tersebut, Saiful, mengatakan bahwa “hasil pertanian yang kami peroleh kurang memuaskan bagi saya, namun karena saya sudah melakukan transaksi pengikatan dengan pemilik modal di awal dan sudah berjanji, maka tidak ada alasan bagi saya untuk melakukannya. membayar sesuai perjanjian yang saya janjikan kepada pemilik modal.”.

Sitem Religi atau Kepercayaan Masyarakat

Sistem Bahasa Masyarakat

Sistem Kesenian Masyarakat

  • Sistem Pengetahuan Masyarakat

Berdasarkan dua pendapat pemilik modal yang telah dijelaskan di atas, nampaknya transaksi terkait ini merupakan transaksi produk pertanian secara bertahap dengan tujuan membantu masyarakat kurang mampu agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Terkait petani, Saiful mengatakan bahwa “dengan adanya transaksi terkait, saya sebagai kepala rumah tangga yang pekerjaannya hanya bertani bisa membantu saya” (wawancara 21 Januari 2017). Mengenai petani, Saiful mengatakan, “hasil pertanian yang kami peroleh kurang memuaskan bagi saya, namun karena saya melakukan transaksi awal dengan pemilik modal dan berjanji, maka tidak ada alasan bagi saya. membayar sesuai perjanjian yang saya janjikan kepada pemilik modal” (wawancara 21 Januari 2017).

Berdasarkan dokumentasi, wawancara dan observasi disini, kehidupan masyarakat di Desa Nanga Mbaur berprofesi sebagai petani dan pendapatan yang mereka terima tidak dapat memenuhi kebutuhannya, sehingga mereka melakukan transaksi terkait untuk dapat memenuhi kebutuhannya.

PARADIGMA MASYARAKAT TENTANG IJON DALAM

DAMPAK SISTIM IJON DALAM KEGIATAN

PENUTUP

Saran

Ijon merupakan transaksi produk pertanian yang proses pembayarannya dilakukan secara tepat waktu atau bertahap. Adanya transaksi berikat memungkinkan masyarakat memperoleh penghidupan. Hal ini saya lakukan untuk menghindari segala macam wabah belalang dan untuk memfasilitasi segala macam kebutuhan yang saya perlukan (wawancara 20 Januari 2017). Berapa kali Anda menggunakan sistem transaksi berikat? . Sudah tidak bisa dihitung lagi nak, karena aku sudah banyak melakukan perdagangan terikat pada wawancara tanggal 20 Januari 2017). Saya hanya mempunyai 1 bidang sawah nak, bisa dibilang kecil sekali dan penghasilan yang saya peroleh tidak begitu besar karena keterbatasan lahan, jadi saya melakukan transaksi sendiri-sendiri.

Transaksi padi terikat ini nak, sebagai buruh sawa tentunya saya membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit, mulai dari membajak sawah, pemeliharaan seperti penyiraman pupuk, penyemprotan hingga panen hasilnya, oleh karena itu saya melakukan transaksi ini padi terikat untuk memudahkan pekerjaan sawah yang saya lakukan agar terhindar dari segala macam hama dan penyakit wereng. Tentu saja saya mengalami surplus nak, karena apa yang saya harapkan ketika hasil pertanian dikembalikan kepada saya sudah sesuai. Kehidupan masyarakat dalam jual beli terikat adalah melakukan jual beli hasil pertanian, buah atau bibit yang belum siap dipanen sebagai sarana untuk mendapatkan uang dengan mudah, seseorang tentunya dapat menukarkan uangnya dengan hasil pertanian dari penjual dengan harga a nilai yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Banyak sekali permasalahan dalam proses transaksi berikat sehingga hal tersebut tidak menjadi kendala bagi masyarakat untuk melakukan transaksi berikat karena paradigma masyarakat sudah menjadi konsekuensi bagi mereka. Petani Pak Yunus “transaksi terikat ini nak, sebagai buruh sawah tentunya saya membutuhkan banyak pembiayaan, mulai dari membajak sawah, pemeliharaan seperti menyiram pupuk, menyemprot hingga memanen hasilnya, oleh karena itu saya melakukan transaksi berikat ini untuk mempermudah pekerjaan, saya bekerja di sawah, untuk menghindari segala macam hama dari wereng dan untuk memudahkan segala macam kebutuhan yang saya perlukan.” Pak Ismail selaku pemilik modal berkata: “Tentu saja saya akan mendapat untung nak, karena apa yang saya harapkan ketika hasil pertanian dikembalikan kepada saya adalah sesuai dengan keinginan saya.”

Referensi

Dokumen terkait

Abstract Individualized prediction of remission for biologics using explainable artificial intelligence Division of Rheumatology, Department of Internal Medicine, University of Ulsan

Engelbrecht helped develop inclusive education standards and support programmes for South African teachers and she took up advisory and executive roles in several professional bodies,