ALTERI\ATIF MEMILIH GUBERNUR YANG BERKUALITAS DAN ANTISIPASI PELANGGARAN
PILKADA LANGST]NG
Oleh
:H.M. Ali Mansyur Abstract
The Constitution
of
the Republic of Indonesia ChapterI
Verse 2 stipulates :Authority lies on
thepeople's
hand andis
implementedin
accordancewith
the Conctitution(UUD)."
Indonesia is a state of law (Recthstaat) in the sense that any act involvedin
the operation of statelife
and the nationlife
must bebased on and is accountable by law. Exess of Pilkada
(GovernorElection/Major Election) in
theform
ofviolation
and conflicts sofar
isstill
reasonable, and the settlement by low is a corcect measura
Kata kunci: Femilihan Gubernur,
pelanggaran,Pilkada Langsung
Pendahuluanlndonesia adalah negara yang berdasarkan
hukum
(Rechtstaat)artnya
=gala
tindakan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bemegara barus dilaksanakan atas dasarhukum
dan dipertanggungjawabkan
kepadahuh-um. Konsekuensi dari label tersebut, salah satunya
menyangkut:emilihan pemimpin baik
padatingkat
negafamaupun
daerahpropinsi /
rabupaten
lkota
sesuai dengan amanatUUD NKRI
1945 PasalI ayat2
yartg -:enl"atakan o' kedaulatan ditangan rakyat dan dilaksanakan menurutUUD"
-<suai dengan dinamika
politik
dan perubahan masyarakat sebagai imbas dari:.rbrmasi terjadinya euphoria
dernokrasisasidibidang politik
melalui:emokrasi
langsungyaitu Pilpres, Filgub, Pilbup / walikota yang dipilih
-:ngsung oleh rakyat rnelalui pemungUtan suala merupakan
bentukiErriibatan
langsung dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.\funculnya
eksespilkada yang
berupa pelanggaran/ konflik
yang:$,e"ti
selamaini masih dalam
batas-bataskewajaran, dan
setiap terjadi*ge,an
penyelewengandalam pilkada telah
ditempuhjalur hukum
dalam rny,'elesaiannyadan ini
merupakan langkahyang tepat. Oleh karena itu
x.;"'elenggaraanpilkada yang
langsung,umum,
bebas, rahasia,jujur,
dano*'" luberjurdil)
adalahnilai
atau semangat yang harus terus diupayakan agar:;ol-
raengalami pengingsutannilai dari
sebuahproses demokrasi
yang*lr3g
dibangunini.
AFmftf
ffen ilih Gubemur...(H.M. Ali MansyuiPilkada
danKepemimpinan Umat
Pilkada merupakan sarana demokrasi, terutama untuk memilih pemimpin yang dikatakan dari, oleh, dan untuk rakyat.
Masalahkepemimpinan dikatakan
samatuanya dengan sejarah manusia,
sampaidikatakan bahwa dunia / umat manusia didunia ini pada
hakekatnyaditentukan oleh beberapa orang sajq yakni yang berstatus
sebagai"Pemimpin"
karenaitu misi
Pilkada yang arah dan tujuannya untukmemilih pemimpin pada level yang
ada hendaknyamampu
menemukan,memilih profil
yang amanah,jujur
bertanggungjawab,
yang mampu mengayomi dan melindungi umat.truD NKRI
Ps 18,UU No
32 tahun 2004 dan PPNo
6 tahun 2005jo
PP
No l7
tahun2005
dan PPNo 25
tahun 2007 merupakan rambu-rambuyang
seharusnyadipatuhi dalam
prosespilkada agar tidak gagal
dalammemilih pemimpin, dimutrai dari tahap pencalonan, pelaksanaan
dan pengesahanhasil pilkada
tersebut.Indikator /
Parametercalon
pemimpin(Gubemur) yang ideal diantaranya harus
memiliki
syarat :a. Profil calon pemimpin yang
amanah artinya konteksini
mengingatkankita
agarmemilih
pemirnpinitu
yangterbaik
menurut ukuran manusia dan menurut ukuran dariAllah
swt.b. Mampu berinteraksi dengan lingkungan, artinya seorang
pemimpin hendaknya mampu menempatkandiri di
tengah-tengah masyarakat dan menyatukan dirinya dengan sistem / tata sosial yang berlaku.c.
Mampu menjadi contoh/teladanyang
baik, artinya calon pemimpin yangdipilih
adalahyang sikap, tingkah laku dan
perbuatanyaharus
sesuai dengan nonna yang berlaku.d.
Mampu meyakinkan orang iain, artinya calon pemimpin tersebut mampu membangki&anmotivasi
kepada rakyatnya, karenaitu
calon pemimpin harus membekalidiri
dengan: Kematangan (mature), Social background, ages,fisic,
spiritualisme, social culture dsn environment'd. Mampu mendinamisir Organisasi, artinya
mengembangkan,menumbuhkan dan
mengaktualisasikanorganisasi (negara,
propinsi, kabupatenlkota).e. Mampu
mengarahkan, menggerakkandan mengendalikan
organisasi menuju established dan consistent.f. Memiliki
kepribadian/
sifat yang merupakan syaratideal
seorang calon pemimpin antaralain
:l. JuIr
(Sidiq)2.
Wajar3.
Tegas (Tablig)JURI{AL HUKUM KHAIRA UMMAH, VOL 2, NO, 1, MARET 2007, Hal. 1 - 6
4.
Sederhana5.
Jiwa Besar (Amanah)6.
Pandanganjauh
kedepan (Fathonah)7.
Mawasdiri
8.
Sense of responsibilityyangtinggi
Berbagai
indikator di
atas, bersifat redaksional ideal yang tentunyajika
menuntut terpenuhi secarakumulatif mungkin tidak
ada dantidak
pernah menemukan sosokyang demikian,
setidaknya dalam tatanan wacana telahditempuh langkah-langkah menuju terpilihnya pemimpin yang
terbaik, :.Japun dalam kenyataan terkadang bertolak belakang,dalam
duniapolitik
:aerupakan misteri diluar jangkauan manusia.
Betapa
mulia dan
menggembirakanjika kita
mendapatkan pemimpin:'ang ideal tersebut, sehingga dekat dengan kemakmuran,
keadilan, k:tentraman, kedamaian, dan ketenanganhidup
sernua warganyadi
wilayah:ropinsi,
kabupaten/kota tersebut.Pilkada
dan PenguatanMesin Politik
Pilkada
memilih
gubernur/
wagub, bupati/
wabup,walikota /
wawali.;.:restinya atau
seharusnya mampu menghidupkankembali mesin politik
:
,:g diistirahatkan setelah pemilihan legislatif oleh para parpol,
yang;^;i:aiigus membangun
kembali citra parpol
dirnata konstituenyang
sempat".:un:.k akibat
berbagai kasusyang
menimpa berbagaioknum elit
partai:- -ri:k
vangterlibat berbagn
kasusdi
DPR/DPRDdi
nnasalalu.
Meskipun- -.jel
pertarungan arftara pihak-pihak yang berkompetisi dalampernilu
dan::-:ies
langsungitu
berbeda denganpilkada
langsung,model
pertarungan'., ,n'| pilkada langsung
trebihpada
rnasalahpertarungan figur
kandidatL::;-,1
daerahyang
diusungoleh parpol,
bukan pada pertimbangan antarai:;t:,:i'a" kandidat yang diusung parpol yang
besar perolehannya pada:':*i:n legislatif belum tentu dengan mudah meienggang
sebagaitrt:*?-e dalam pilkada langsung, kalau paryol yang menjadi
mesin :,:-*; r\
a tidak dimenej dengan baik.lrlang-undang No. 32 Tahun 2A04
tentarrg Pemerintahan Daerah:xi :,:
mensyaratkancalon kepala
daerahharus diusung partai politik
nn:-.: .ebumk
apapiln citra parpol tetap menjadi entrypoint (pintu
masuk)r-ll-"--":
kepala daerah, sebelum melangkahke
arena pertarungan pilkada,nrjj:::.
Tidak ada lembaga apapun yang dapat mengusung kandidat kepalarrr:-: ie,al
harusmelalui
parpol. Walaupun sekarang dimungkinkan calon:=:':-:::l
dalam tataran praktek belum adajuklaknya,
Jika calonitu
telah''::i --.'.r
,rnehparpol untuk mengikuti pilkada
langsung langsung harus:"r.- :::::-na* ililah
pesanUU.
Begitulah strategisnya peranparpol
yangmenurut saya semestinya pengajuan calon
juga
diberikan kepada representasi rakyat yang bersifat non partisan (yang memakili kelompok professional non partai ), harus dapat diwujudkan.Bgnyi
Undang-undang harus ditaati dan dilaksanakan demi kepentingan bangsadan negara, hanya
sajajika
seandainyapilkada langsung
yangcalonnya hanya bisa diajukan oleh parpol, kemudian diikuti
dengan berfungsinya mesinpolitik
parpol, yang tidak hanya melempar calon, namunparyol terlibat
langsung, datam mendekati,kader
dan konstituennya untukai4ut
bersama-sama menentukancalon
sekaligus memenangkan kandidat yang diusulkan tersebut dalam pilkada langsung, tentu akan mempunyai arti lain, bukan sebaliknya parpol mengusung calonlain diluar
partai yang samasekali tidak memiliki kontribusi kepada parpol saat
memperjuangkan eksistensinyadimata
konstituen.Gejala inilah yang menurut
saya kurang lazim dantidak
profesional. Denganistilah lain
peran besar yang diberikanUU
kepadaparpol turut
bertanggungjawab
terhadap pelaksanaan tugas kepala daerahterpilih,
bukan lemparbatu
sembunyi tangan.ini yang
sayaar,ggup belum rnenjadi
bukti
tanggungjawab
langsungdari
parpotr terhadaphasil pilkada. Istiiah lain yang kita sering
dengarparpol hanya
dijadikan kendaraanrnentlju
singgasanadamper kencono untuk
selanjutnya bebas urusanbukan
tanggungjawab parpol dan
diserahkan sepenuhnya kepadapublik,
namun seharusnya parpol ikut bertanggung jawab.Antisipasi
Felanggaran /Konflik Pilkada Langsung
Pemilihan
kepala daerah secara langsungyang
merupakan perwujudan pasal18
ayat(4) UUD NKRI
1945jo UU No.
32 Tahun 20A4dffi
PPNo.
6Tahun 2005 tentang pemilihan,
pengangkatandan
pemberhentian kepala daerah danwakil
kepaia daerah. InsyaAllah
akan berjalan lancar, damai dantertib
tanpapelanggaran
yangsignifikan
dankonflik yang signifftan
yangberkepanj angan apabila :
l.
Semua prosespilkada dilaksanakan
sesuai dengan ketentuannormatif yuridis formal
berjalan sesuai aturanmain dan
ditaatioleh
semua calondari partai pengusung dan pendukung dengan melaksanakan
azas langsung, umum, bebas, rahasia,jujur
danadil
serta ditegakkannya sanksi yang tegas, bagi pelanggar dalam pilkada tanpa pandang bulu.2. Upaya
sosialisasi/
pemahaman berdemokrasikepada rakyat
sebagaipemilih harus terus dilalarkan untuk memberikan
proses kedewasaanpolitik dimana dalam
demokrasiyang
adahanya 2 yakni kalau
tidak kalah ya menang.3. Jika konflik telatr terjadi walaupun sudah diusatrakan
semaksimalmungkin, maka penyelesaian konflik dapat ditempuh
melaluiJIJRNAL HUKUM KHAIRAUMMAH,VOLL, NO.1, MARET 2007, Hal.l
'6
penyelesaian
politik dan
penyelesaianhukum,
dengan catatanpoli
tidak bolehmengibiri
fungsi hukum, sehingga penyelesaian secarapolir
sekaligus pula penyelesaian secara hukum.Jika penyelesaian disebut sebagaimana
no 3
diatastidak
tercapai makajalan terakhir
harus diselesaikanmelalui jalur hukum (itigasi)
dengan mengajukan gugatanke
pengadilan sampai pada keputusanhakim
yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.seandainya berdasarkan kenyataan
terjadi
pelanggaranpilkad4
makaharus dilakukan diversifikasi dengan stekeholder yang
berkompetendiantaranya untuk menangani pelanggaran pidana oleh polisi,
pelanggaran
proses oleh KPUD dan
penyelesaianhukum final
olehpengadilan sehingga harus dihindarkan terjadinya konflik
berkepanjangan, baik yang bersifat horizontal maupun vertikal.
Keputusan
terakhir
yang bersifatfinal,
dalam pandanganpolitik
maupunyuridis harus
diamankandan
dilaksanakandan dilaksanakan
dengan penuh tanggungjawab
dan mempunyai kekuatanhukum
yang mengikat kepada semua pihak baik bersifat intemal maupun ekstemal.Kesuksesan
pilkada yang
demokratis, .Lman,tertib, dan damai
akan menjadi modal besardi
dalam menggapai cita-cita pernbangunandi
daerah sebagaimanayang diamanatkan oleh UUD NKRI 1945 dan
semangatotonomi
daerah sesuai denganUU Nomor 32
Tahun2004 menuju
daerah1-ang maju makmur dan sejahtera.
Cinta dan Damailah
Indonesiaku
! 4.5.
6.
lffi
lrrnil'ih Gubemur...(H.M. Ali Mansyur)Daftar
PustakaAthur sarphin :
1965, Strategi Manajemenf, Mc.Graw-Hill
Ina-usA
A.W. Wrjaya;
1986,Peranan Motivasi dalam Kepemimpinan,
Akademika Presindo, JakartaAdqn I Indrawijaya :1986, Prilaku organisasi, Sinar Baru
Bandung, Cetakan Ke-3Miftah
Toha:
1983, Kepemimpinan dalam Manaiemen, Rajawali, Jakarta.Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945
UU
No.
32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerahuu No, 6
Tahun 2005jo
PPNo.
17 Tahun 2005 Jo PPNo 25 Tabn2007
tentang PenYeleng garaan Pilkada
JURNAL HUKUM KHAIRA IJMMAH, V}L 2, NO. 1, MARET 2007, Hal' I ' 6