Dan juga shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, karena berkat rahmat dan hidayah beliau yang selalu menyertai penulis, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Investasi Ekuitas Pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di LQ45 Indeks di pasar saham indonesia dengan metode CAN SLIM Periode ini merupakan waktu yang tepat. Namun diantara keempat perusahaan di sektor perbankan, terdapat satu saham yang merupakan saham terbaik menurut hasil perhitungan CAN SLIM dan dapat menghasilkan return yang paling tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis investasi saham CAN SLIM.
Selain dua tipe dasar analisis saham yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal, terdapat kombinasi metode analisis fundamental dan teknikal yaitu metode CAN SLIM yang dikembangkan oleh William J. O'Neill (2002). Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Heni Kiswati (2009), dengan objek penelitian 5 (lima) saham perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar dalam indeks LQ45 menunjukkan bahwa metode CAN SLIM dengan kombinasi analisis fundamental dan analisis teknikal dapat membantu investor dalam menemukan saham unggulan. . saham. Hasil penelitian ini diperkuat dengan temuan Beyoglu dan Ivanov di Amerika (2008) yang menyatakan bahwa metode Can Slim dapat digunakan investor dalam mencapai strategi investasi jangka panjang.
Selain itu penelitian ini menggunakan metode CAN SLIM yang pertama kali dilakukan untuk kasus perbankan di Indonesia oleh Riska Amalia (2009). Oleh karena itu, untuk mengembangkan penelitian ini, peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Investasi Ekuitas Pada Perusahaan Sektor Perbankan Yang Terdaftar Pada Indeks LQ45 Di Bursa Efek Indonesia Dengan Menggunakan Metode CAN SLIM Period”. Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menganalisis investasi saham dan memaksimalkan return dengan metode CAN SLIM pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Diharapkan dengan adanya tulisan ini dapat membantu masyarakat umum untuk mengenal, mengetahui dan memahami analisa dengan metode CAN SLIM, khususnya bagi masyarakat umum yang belum mengetahui metode CAN SLIM.
PENDAHULUAN
- Masalah Penelitian
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Bab ini memuat hasil dari bab sebelumnya yaitu metodologi penelitian yang merupakan hasil penelitian dan pembahasan data yang diperoleh.
TINJAUAN PUSTAKA
Pasar Modal
- Pengertian Pasar Modal
- Instrumen Pasar Modal
- Risiko dari Pasar Modal
Pasar modal dapat diartikan sebagai tempat diperjualbelikannya surat-surat berharga yang umurnya lebih dari satu tahun. Objek yang menjadi instrumen dalam kegiatan jual beli di pasar modal adalah surat berharga yang disebut surat berharga. Daya beli berkaitan dengan kemungkinan terjadinya inflasi yang menurunkan nilai riil pendapatan.
The Dow Theory
Teori Dow bertujuan untuk mengidentifikasi tren harga pasar saham jangka panjang berdasarkan data historis harga pasar saham di masa lalu. Teori ini pada dasarnya menjelaskan bahwa pergerakan harga saham dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu sebagai berikut (Tandelilin, 2010). Tren sekunder (intermediate), yaitu pergerakan harga saham yang terjadi pada saat pergerakan harga berada pada tren primer.
Minor trend atau pergerakan harian adalah fluktuasi harga suatu saham yang terjadi setiap hari. Gambar tersebut menunjukkan bahwa harga saham pada tren primer cenderung naik, sedangkan harga saham pada tren sekunder cenderung turun selama beberapa minggu. Pergerakan harga saham dalam tren minor yang terjadi setiap hari biasanya tidak memberikan dampak yang kuat terhadap pergerakan harga dalam jangka panjang.
Untuk menggambarkan pola pergerakan harga saham pada tren primer, dalam Teori Dow terdapat dua istilah utama, yaitu (1) pasar dalam keadaan bergairah (bull market) dan (2) pasar lesu (bear market). Bull market terjadi ketika pergerakan harga saham pada tren primer cenderung bergerak naik, sedangkan bear market menunjukkan pergerakan harga saham pada tren primer yang cenderung turun.
Elliott Wave
- Prediksi Pasar Berdasarkan Pola Gelombang
Gelombang 1,3,5 disebut motif yang biasanya menunjukkan arah tren umum, dan gelombang 2,4 adalah koreksi. Gelombang impuls pertama: Harga murah dan akan menyebabkan harga naik. Hal ini terjadi karena sebagian pedagang merasa sudah waktunya untuk membeli. Gelombang Impuls ke-2: Pada titik ini, pedagang yang awalnya berada pada gelombang awal (naik) menganggap harga terlalu tinggi dan mengambil keuntungan.
Gelombang Impuls 3 : Harga bergerak dalam waktu yang lama dan pada tahap ini saham sudah banyak menarik perhatian masyarakat sehingga menyebabkan harga semakin naik, dan biasanya harga akan naik lebih tinggi dibandingkan saat gelombang 1. Gelombang Impuls 4 : Harga turun lagi karena beberapa pedagang mengambil keuntungan karena harganya terlalu tinggi. Namun seperti terlihat di foto, gelombangnya pendek sehingga masih banyak yang menahan sahamnya, terutama trader yang membeli di gelombang ketiga.
Namun ada sebagian masyarakat yang masih merasa harga masih dalam tren naik (bullish), sehingga gelombang ini cenderung lemah. Gelombang Impuls ke-5: Harga kembali naik karena sebagian trader melihat ada trend yang jelas sehingga mempertimbangkan untuk mengikuti trend tersebut, padahal sebenarnya sudah sangat overvalued.
CAN SLIM
- C = Current Quarterly Earning per Share (EPS)
- A = Annual Earnings Increases
- N = New Product, New Management, New High
- S = Supply and Demand
- L = Leader or Laggard
- I = Institutional Sponshorship
- M = Market Direction
Menurut Tandelilin, informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan kepada seluruh pemegang saham perusahaan tersebut.” Untuk melakukan analisis tersebut, saham-saham yang dipilih harus mampu menunjukkan persentase pertumbuhan laba dimana EPS minimal 25%. Laba perusahaan yang anjlok selama 2 triwulan berturut-turut harus lebih diperhatikan karena akan berisiko bagi investor.
Tingkat pertumbuhan EPS sebesar 25% sampai dengan 50% atau lebih dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir dapat menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan tersebut signifikan. Selain tingkat pertumbuhan EPS tahun-tahun sebelumnya, seharusnya juga diikuti dengan besarnya laba tahun ini (current earnings) pada triwulan terakhir. Kombinasi kedua faktor tersebut dapat membentuk saham unggulan atau setidaknya saham yang berpeluang sukses lebih tinggi.
Pertumbuhan laba tahunan dihitung dengan menggunakan rasio PEG, jika PEG < 1 maka harga saham tersebut undervalued dan perusahaan memiliki rasio pertumbuhan yang baik. Perubahan kondisi industri baru seperti melimpahnya barang dan harga yang murah, transportasi yang semakin lancar, perkembangan teknologi, munculnya imperialisme modern, atau hal-hal lainnya dapat mempengaruhi saham. Dalam setiap transaksi komersial dalam perekonomian pasti terdapat permintaan, penawaran, harga dan jumlah suatu barang atau jasa yang saling mempengaruhi.
Permintaan dan penawaran akan saling bertemu dan akan menjadi titik temu dalam kaitannya dengan harga dan kuantitas (jumlah barang). Jika volume perdagangan di atas normal selama lebih dari satu hari, hal ini menandakan adanya pembelian yang solid dan kemungkinan harga saham terus naik. Posisi “pemimpin pasar nomor satu” tidak serta merta dipegang oleh perusahaan terbesar atau perusahaan dengan merek ternama, namun dipegang oleh perusahaan terbaik dalam hal pertumbuhan laba per saham triwulanan. saham, laba atas ekuitas (ROE). ), margin keuntungan, pertumbuhan penjualan. dan fluktuasi harga saham di bursa.
Perusahaan yang berada pada kategori terbaik mampu menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, sementara perusahaan lain kesulitan mengejar posisi tersebut. Itulah sebabnya kita harus berinvestasi pada perusahaan yang baik dan merupakan pemimpin di industrinya. Untuk menganalisis situasi pasar saham dengan benar, harus dilakukan dengan mengikuti perkembangan pasar saham, memahami apa yang rata-rata dilakukan pasar saham setiap hari, menafsirkan indeks harian, mengamati pergerakan harga dan volume perdagangan, serta langkah-langkah lainnya.
Indeks LQ45
Kondisi keuangan perseroan dan prospek pertumbuhan perusahaan saham gabungan harus baik, serta frekuensi dan jumlah hari perdagangan transaksi di pasar reguler juga harus baik. Duduk di jajaran LQ45 merupakan suatu kebanggaan bagi perseroan karena berarti para pelaku pasar modal mengakui dan meyakini bahwa tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar perseroan cukup baik. Namun bagi yang sudah ada di dalamnya harus terus bekerja keras untuk mempertahankannya karena stok tersebut akan dipantau setiap 6 bulan sekali dan akan dilakukan peninjauan, biasanya pada awal Februari dan awal Juli.
Saham-saham yang masih memenuhi kriteria akan tetap berada pada kisaran LQ 45, sedangkan saham-saham yang sudah tidak memenuhi kriteria akan digantikan dengan saham-saham yang memenuhi kriteria. Pemilihan saham LQ45 harus wajar, oleh karena itu BEI memiliki komite penasihat yang terdiri dari para ahli dari BAPEPAM, perguruan tinggi, dan profesional di bidang pasar modal. Tujuan dari indeks LQ45 adalah untuk melengkapi IHSG dan, khususnya, untuk memberikan analis keuangan, manajer investasi, investor dan pengamat pasar modal lainnya sarana yang objektif dan dapat diandalkan untuk memantau pergerakan harga saham yang diperdagangkan secara aktif.
Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Beyoglu dan Ivanov di Amerika (2008) menunjukkan bahwa penggunaan metode Can Slim dalam berinvestasi dapat memberikan strategi investasi jangka panjang. Perbandingan analisis pergerakan harga saham dengan metode Can Slim dan Elliott Wave (Studi Kasus pada PT Bank Central Asia Tbk., di Bursa Efek Indonesia). Metode Can Slim jauh lebih baik dibandingkan Elliott Wave sebagai alat analisis investasi karena Can Slim didasarkan pada kenyataan.
Analisis pergerakan harga saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada indeks LQ45 di BEI menggunakan metode Can Slim.
Kerangka Pemikiran
METODOLOGI PENELITIAN
Sampel
Desain Penelitian
Metode Pengambilan Sampel
- Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Observasi Tidak Langsung
- Penelitian Kepustakaan
Variabel Operasional
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
- Tahapan Pembobotan
- Tahapan Pengukuran
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum
Hasil Pengolahan dan Anlisis Data
- C = Current Quarterly Earning Per Share (EPS)
- A = Annual Earnings Increases
- N = New Product, New Management, New High
- S = Supply and Demand
- L = Leader or Laggard
- I = Institutional Sponshorship
- M = Market Direction
PT Bank Negara Indonesia Tbk
- Gambaran Umum
- Hasil Pengolahan dan Anlisis Data
- C = Current Quarterly Earning Per Share (EPS)
- A = Annual Earnings Increases
- N = New Product, New Management, New High
- S = Supply and Demand
- L = Leader or Laggard
- I = Institutional Sponshorship
- M = Market Direction
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
- Gambaran Umum
- Hasil Pengolahan dan Anlisis Data
- C = Current Quarterly Earning Per Share (EPS)
- A = Annual Earnings Increases
- N = New Product, New Management, New High
- S = Supply and Demand
- L = Leader or Laggard
- I = Institutional Sponshorship
- M = Market Direction
PT Bank Mandiri Tbk
- Gambaran Umum
- Hasil Pengolahan dan Anlisis Data
- C = Current Quarterly Earning Per Share (EPS)
- A = Annual Earnings Increases
- N = New Product, New Management, New High
- S = Supply and Demand
- L = Leader or Laggard
- I = Institutional Sponshorship
- M = Market Direction
Pembobotan CAN SLIM
Maximize Return
Implikasi Manajerial
KESIMPULAN DAN SARAN
Keterbatasan Penelitian
Oleh karena itu, hanya mengandalkan data laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia dan informasi lain dari website perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas pada perusahaan sektor perbankan yang memiliki indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia.
Saran
Penelitian selanjutnya mungkin menggunakan beberapa metode analisis penelitian yang mempunyai kriteria analisis yang sama untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik. Perbandingan analisis pergerakan harga saham dengan metode Can Slim dan Elliott Wave (Studi kasus pada PT. Analisis pergerakan harga saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di BEI dengan menggunakan metode Can Slim."
English for Business and Banking, George Mason University 2012 Basic Activist Training Program (BATPRO) STIE Indonesia.