• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Pengaruh Tingkat Suku Bunga..., Evan Marlindo, Ak.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisa Pengaruh Tingkat Suku Bunga..., Evan Marlindo, Ak."

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Sholawat dan salam kepada hamba Allah nabi besar Muhammad a.s. yang telah memberikan petunjuk dalam berperilaku agar tetap berada di jalan-Nya. Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat kelulusan dalam meraih gelar sarjana Ekonomi, Program Studi Akuntansi, STIE Indonesia Banking School, Jakarta. Tuan dan Nyonya. Dosen, Staf dan Karyawan STIE Indonesia Banking School khususnya Bapak. Erric Wijaya, SE, SAYA dan Bpk. Taufiq Hidayat, SE, Ak, MBankFin yang telah membantu dan memberikan saran dalam penulisan skripsi ini.

Bergandengan tangan dari Lampung M Hasmi dan Indra A.K yang selalu berbagi suka dan duka serta membantu dalam penulisan skripsi ini. Anak-anak EO (Chandra, lsti, Egi, Ario, Sri, Tyas, Bayu) dan anak-anak The Big 5 (Tejo, Paul, Phorus, Firman) yang telah memberikan motivasi dan berbagi cerita seputar skripsinya. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan seluruhnya telah membantu memberikan dukungan, motivasi, saran dan doa agar penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Segala saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan oleh penulis agar skripsi ini dapat menjadi lebih baik.

BABI

PENDAHULUAN

1. 1 LAT AR BELAKANG MASALAH

  • MASALAH PENELITIAN
    • Perumusan Masalah
  • Apakah tingkat suku bunga SBI berpengaruh signifikan terhadap IHSG?
  • Apakah nilai tukar Rupiah per US Dollar berpengaruh signifikan terhadap IHSG?
  • Apakah tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah per US Dollar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IHSG?
    • TUJUAN PENELITIAN
  • Untuk mengetahui pergerakan tingkat suku bunga SBI terhadap pergerakan IHSG
  • Untuk mengetahui pergerakan nilai tukar Rupiah per US Dollar terhadap pergerakan IHSG
  • Untuk mengetahui bagaimana pergerakan tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah per US Dollar secara bersama-sama terhadap
    • KONTRIBUSI dan MANFAAT PENELITIAN
  • Penelitian ini akan menambah tentang ilmu ekonomi, terutama di bidang akuntansi keuangan pasar modal, bagaimana suatu variabel
  • Penelitian ini dapat memberikan informasi lebih kepada investor maupun caJon investor untuk mengambil keputusan dalam

Suku bunga yang dapat dikendalikan oleh Bank Sentral Indonesia (BI) adalah suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Di bawah ini dapat dilihat perkembangan suku bunga SBI selama periode Januari 2004 sampai dengan September 2007 pada gambar 1.2. Terdapat pengaruh negatif yang signifikan nilai tukar rupiah dan suku bunga SBI individu terhadap indeks harga saham LQ 45.

Peneliti mencoba melihat dampak suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika terhadap IHSG. Maka penelitian ini diberi judul “Analisis Pengaruh Suku Bunga SBI dan Nilai Tokar Rupiah per Dollar Amerika Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia”. Dalam penelitian ini peneliti hanya mencoba melihat pengaruh suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika terhadap IHSG dengan tujuan agar penelitian lebih fokus dan terarah.

Memiliki suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah per Dollar Amerika secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IHSG?

Gambar 1.1  Perkembangan IHSG Januari 2004- September 2007
Gambar 1.1 Perkembangan IHSG Januari 2004- September 2007

LANDASAN TEORI DAN PEMIKIRAN TEORITIS

  • TINJAUAN PUST AKA
  • Menyediakan sumber pendanaan atau pembiayaan Uangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara
  • Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi
  • Memungkinkan penyebaran kepemilikan perusahaan sampat lapisan masyarakat menengah
  • Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik
  • Alternatif investasi yang memberikan keuntungan dengan risiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi
  • Mendorong pengelolaan perusahaan dengan iklim terbuka, pemanfaatan manajemen professional, dan penciptaan iklim berusaha
  • Sebagai indikator tren pasar
  • Sebagai indikator tingkat keuntungan
  • Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat
  • lndeks LQ-45, yitu indeks yang terdiri atas 45 saham pilihan dengan mengacu pada dua variable, yaitu Iikuiditas perdagangan dan kapitalisasi
  • Jakarta Islamic Index, merupakan indeks yang terdiri atas 30 saham, yang mengakomodasi syariah investasi dalam islam atau indeks yang
  • Indeks Pap an Utama dan Papan Pengembangan, yaitu indeks harga saham yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEl,
  • lndeks KOMPAS I 00, merupakan Indeks Harga Saham basil kerjasama Bursa Efek Indonesia dengan harian KOMP AS . Indeks ini meliputi 100
  • Indirect Quote
  • Direct Quote
  • Kurs Nominal
  • Kurs Riil
  • Sistem fixed, dimana otoritas moneter selalu mengintervensi pasar untuk mempertahankan nilai tukar mata uang asing tertentu. Intervensi
  • Sistem crawling peg, di mana otoritas moneter mengaitkan mata uang dalam negeri terhadap satu atau beberapa mata uang asing. Nilai tukar
  • Perbedaan suku bunga
  • Nilai tukar sebagai suatu harapan

Nilai tukar adalah harga relatif mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Nilai tukar ditentukan berdasarkan jumlah unit mata uang asing yang diperlukan untuk membeli satu unit mata uang dalam negeri. Model ini disebut harga satu unit mata uang asing, dengan kata lain model ini menjelaskan berapa unit uang dalam negeri yang ada.

Quote rate menunjukkan kesediaan untuk membeli atau menjual mata uang asing pada harga atau kurs yang tetap. Oleh karena itu harga ini disebut harga beli (bid) dan harga jual (ask). Kurs beli merupakan harga dimana para dealer yang terdiri dari bank dan money changer bersedia membeli mata uang asing. Bank sentral juga tidak perlu melakukan intervensi di pasar, karena nilai tukar ditentukan oleh interaksi antara penawaran dan permintaan mata uang yang bersangkutan.

Sistem tetap, dimana otoritas moneter selalu melakukan intervensi di pasar untuk mempertahankan nilai tukar tertentu. Sistem pasak, dimana otoritas moneter mematok mata uang lokal ke satu atau lebih mata uang asing. Kelola sistem mengambang, dimana otoritas moneter tidak terikat pada nilai tukar tertentu.

Jika suku bunga di satu negara naik sementara di negara lain tetap, maka investor mempunyai alasan tambahan untuk membeli mata uang tersebut. Setiap kali ada tanda-tanda bank sentral akan menambah jumlah uang beredar, maka nilai mata uang akan turun. Setiap kali pemerintah mencoba menyita, membekukan, atau mengenakan pajak baru atas kepemilikan swasta atas suatu mata uang, nilai mata uang tersebut akan menurun.

Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membeli atau menjual mata uang dalam upaya mempengaruhi nilai tukar. Respon spekulan terhadap kebijakan pemerintah dapat menaikkan atau menurunkan nilai mata uang.

2 .2 PENELLTIAN SEBELUMNY A

KERANGKA PEMIKIRAN

HIPOTESIS

Tingkat suku bunga SBI berpengaruh signifikan terhadap IHSG

DAB Ill

METODOLOGI PENELITIAN

Teknik Pengumpulan Data

Data sekunder diperoleh melalui website Bank Indonesia mengenai suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah per tanggal Dolar Amerika Serikat, serta Yahoo Finance dan Bursa Efek Jakarta untuk indeks harga saham gabungan.

METODE ANALISIS DATA

Multikolinearitas adalah adanya hubungan linier yang lengkap atau tertentu antara beberapa atau seluruh variabel yang menjelaskan model regresi (Gujarati, 2003). Uji ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linier sempurna antar variabel bebas dalam penelitian ini. Variabel yang mempunyai nilai VlF antara I dan I 0, maka tidak terjadi permasalahan multikolinearitas pada model regresi.

Autokorelasi merupakan korelasi antar anggota rangkaian pengamatan terhadap waktu (Gujarati, 2003), terjadi bila nilai variabel masa lalu mempunyai pengaruh terhadap nilai variabel saat ini atau yang akan datang, sehingga masalah ini dapat timbul pada data. Uji yang digunakan untuk mendeteksi autokorelasi menggunakan uji Breusch-Goqfrey Serial Correlation 1M dengan selisih lag sebesar 2. Uji ini menguji apakah dalam model regresi variansinya tidak konstan atau berubah secara sistematis seiring dengan perubahan nilai variabel bebas (Gujarati, 2003 ).

Dalam analisis regresi deret waktu, jika model regresi memuat satu atau lebih nilai masa lalu dari variabel terikat di antara nilai-nilai yang menjelaskannya, maka model ini disebut model autoregresif (Gujarati, 2003). Variabel terikatnya (Yt) tidak. hanya dipengaruhi oleh variabel independen pada saat itu (Xt), namun dapat dipengaruhi oleh variabel independen masa lalu (Xt-1) atau oleh variabel dependen masa lalu (Yt-1). Terdapat dua perbedaan waktu antara variabel terikat dan variabel bebas yang digunakan dalam pembuatan model ini, yaitu model autoregresif, model ive dan model lag terdistribusi.

Atau disebut juga uji signifikansi simultan, dimaksudkan untuk melihat kemampuan variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Jadi dalam pengujian ini kita akan melihat apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel dependen. Untuk melihat seberapa besar variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas adalah dengan melihat nilai koefisien determinasi berganda yang disesuaikan (adjusted R2), nilai R2 antara 0 sampai 1.

Semakin besar nilai adjust R2 (mendekati 1) maka kualitas model regresi semakin baik, karena variabel independen dapat lebih menjelaskan hubungannya dengan variabel dependen.

BABIV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN

  • Nilai Tukar Rupiah per US Dollar

Nilai terendah IHSG 707.76 terjadi pada bulan Juni 2004 sedangkan nilai tertinggi IHSG 2294.85 tercatat pada bulan Juli 2007. Berdasarkan data yang diperoleh Bappepam terlihat bahwa pertumbuhan IHSG dari tahun 2004 hingga tahun 2007 selalu diatas 15%. IHSG merupakan salah satu faktor pendorong PDB Indonesia, pada tahun 2007 kapitalisasi PDB mencapai 67%, meningkat dari 37%.

Kenaikan IHSG tahun 2005 merupakan kenaikan yang paling kecil selama periode pengamatan, karena pada tahun 2005 kondisi perekonomian Indonesia sedang dilanda I. Pada tahun tersebut terjadi kenaikan harga BBM sebanyak dua kali, pada kenaikan kedua hampir 100%. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa pertumbuhan IHSG pada tahun tersebut sangat rendah dibandingkan tahun-tahun lainnya, karena pengaruh faktor ekonomi.

Pada variabel suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) periode Juni 2004 sampai dengan September 2007 terjadi fluktuasi. Tingginya suku bunga SBI merupakan dampak dari kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga untuk meningkatkan inflasi akibat kenaikan bahan bakar pada akhir tahun 2005. Masyarakat sudah terbiasa dengan harga komoditas yang tinggi, namun gejolak perekonomian akan kembali terjadi jika terjadi kenaikan harga secara tiba-tiba, terutama kenaikan harga BBM.

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga mengalami fluktuasi, namun pergerakannya relatif stabil karena masih berada pada kisaran Rp9.200/$, begitu pula dengan rata-rata nilai tukar Dolar AS yang sebesar Rp9.236/$. Sama halnya dengan IHSG dan SBI, kenaikan harga BBM mempengaruhi nilai tukar dolar AS. Rupiah sedang terdepresiasi (melemah), keadaan ini tidak baik karena dibutuhkan rupiah yang semakin banyak untuk mendapatkan 1 dollar AS.

Nilai tukar terendah terjadi pada bulan Januari 2004 yaitu Rp 8.395/$, Rupiah terapresiasi (menguat) terhadap Dollar Amerika. Nilai tersebut berkisar antara 1 sampai 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah per Dolar AS tidak berkorelasi atau tidak terdapat masalah multikolinearitas.

Tabel 4 .2  Descriptive  Statistic s
Tabel 4 .2 Descriptive Statistic s
  • Regresi tinier berganda

Dengan demikian, seluruh uji hipotesis klasik terlaksana dan tidak ada masalah, model regresi linier memenuhi kriteria penduga terbaik, linier, tidak bias, dan efisien (BLUE). Nilai Cnya besar namun nilainya tidak signifikan artinya jika variabel lain nol maka tidak berpengaruh terhadap lliSG. Nilai sebesar -44.82216 menunjukkan bahwa ketika SBI meningkat sebesar 1% dengan asumsi variabel lain tetap maka nilai lliSG akan mengalami penurunan sebesar 44.82216 poin.

Nilai sebesar -0,207275 menunjukkan bahwa ketika nilai tukar Rupiah per Dolar AS naik (Rupiah melemah) sebesar 1 Rupiah, dengan asumsi variabel lain tetap maka nilai IHSG akan turun sebesar 0,207275 poin.

Tabel  4.7  White Heteroskedasticity Test
Tabel 4.7 White Heteroskedasticity Test

SBI 0.0373

  • Uji F (simultan)
  • E. of regression 53.30262 Akaike info criterion Sum squared resid 116488 Schwarz criterion

Nilai tukar rupee terhadap dolar AS memiliki nilai probabilitas 0,000. Nilai ini berada di bawah taraf signifikansi 5% (0,05). Dengan demikian Ho2 ditolak atau dengan kata lain nilai tukar Rupee terhadap Dollar Amerika secara individual berpengaruh signifikan terhadap IHSG pada tingkat signifikansi 5%. Dapat disimpulkan H03 ditolak atau dengan kata lain Suku Bunga SBI dan Nilai Tukar Rupee terhadap Dollar Amerika secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa variabel indeks harga saham gabungan sebesar 98,63o/o dapat dijelaskan oleh variabel tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah per dollar Amerika.

Tabel 4.10 Uji F
Tabel 4.10 Uji F

4 .3 ANALISIS BASIL

BABV

KESIMPULAN DAN SARAN

5. 1 KESIMPULAN

  • Pergerakan variabel tingkat suku bunga SBI dan Kurs US Dollar mengalami fluktuasi, sedangkan variabel indeks harga saham gabungan
  • Uji parsial
  • Uji simultan
    • SARAN
  • Untuk Investor

Berdasarkan hasil penelitian (dapat dilihat pada tabel 4.10), nilai probabilitas F sebesar 0,000, nilai tersebut kurang dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar dollar Amerika berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan. Variabel suku bunga SBI dan nilai tukar dollar Amerika dapat menjelaskan hubungannya dengan indeks harga saham gabungan.

Variabel suku bunga SBI dapat diganti dengan suku bunga antar bank qffer atau suku bunga obligasi Pemerintah. Penggunaan model penelitian yang dimodifikasi lebih lanjut, karena penelitian ini hanya menggunakan model regresi berganda dengan penambahan model autoregresif. Agar memperhatikan faktor-faktor non-fundamental seperti tingkat suku bunga SBI dan nilai tukar Rupiah per dolar AS sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi.

DAFTAR PUSTAKA

UNPAD

LAMPI RAN

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

I Constant] 17i5.81

LAMP IRAN Regresi awal

White Heteroskedasticity Test

USD"2 -0.374615

LAMP IRAN

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test

RESID(-1) -0.107638 RESID(-2) -0.200016

While tteteroakeclasticlty Test

SBI"2 -3271238

SBI*USD 113.5043

USD"2 -0.007017

Referensi

Dokumen terkait