• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis ABC - Manajemen Logistik

N/A
N/A
Annisa Clarasinta

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis ABC - Manajemen Logistik"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS ABC

Helen Andriani, S.Si, Apt, M.Sc, Ph.D

Manajemen Logistik Kesehatan

FKM UI

(2)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Introduction

Sinonim : Metode ABC / Analisis pareto (Pareto analysis

Hukum Pareto (Pareto’s Law / Ley de Pareto)  Vilfredo Pareto

(1848-1923).

Sebuah grup selalu memiliki

persentase terkecil (20%) yang

bernilai atau memiliki dampak

terbesar (80%), e.g: 20% dari

total barang biasanya bernilai

80% dari total nilai.

(3)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Pola distribusi pendapatan

penduduk pada dasarnya sama di seluruh negara dan di sepanjang sejarah. …hanya sebagian yang

sangat kecil dari penduduk memiliki sebagian besar dari pendapatan

seluruh penduduk, dan sebaliknya pula, sebagian besar penduduk

hanya memiliki sebagian saja dari pendapatan seluruh penduduk.”

Vilfredo Pareto

(4)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Metode dalam manajemen persediaan ( inventory management) untuk mengendalikan sejumlah kecil barang, tetapi mempunyai nilai investasi yang tinggi.

Metode pembuatan grup atau penggolongan

berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga terendah, dan dibagi menjadi 3 kelompok besar yang

disebut kelompok A, B dan C.

DEFINISI

(5)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

TUJUAN

X

X

Cost-benefit

Produktivitas

Fungsi-fungsi produksi

Digunakan dalam pengelolaan pembelian, stok barang, penjualan,

dsb

Pembelian obat yang mahal Efektif dan efisien

Penyerapan

anggaran obat non esensial

(6)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Prinsip Pengelompokan ABC

1

Menggolongkan barang berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga terendah

2

Dibagi menjadi kelas-kelas besar terprioritas  A, B, C, dan seterusnya secara berurutan dari

peringkat nilai tertinggi hingga terendah

3

Kelas A memiliki jumlah jenis barang yang sedikit, namun memiliki nilai yang sangat tinggi.

4

Fokus pada item-item yang bernilai tinggi (kelompok A)

5

Berikan kontrol yang secukupnya untuk item-item yang bernilai rendah (kelompok C)

(7)

Kelompok A (Always)

Jumlah unit berkisar 15-20% dari  total seluruh barang, tetapi

merepresentasikan 75-80% dari total nilai uang.

Paling cepat laku.

Dalam beberapa kasus merupakan obat yang sangat mahal.

Nilai jual yang tinggi  pengawasan ekstra dan

pengendalian yang baik agar tidak mudah dicuri orang.

Dikalkulasi ulang paling sedikit 6

bulan.

(8)

Kelompok B (Better)

Jumlah unit berkisar 20-25% dari total seluruh barang, tetapi

merepresentasikan 10-15% dari total nilai uang.

 

Penjualannya agak lambat Dalam beberapa kasus

merupakan obat yang lebih

murah dibandingkan kelompok A.

Cukup dikendalikan dengan

menggunakan kartu stok saja,

tidak perlu dimonitoring seketat

kelompok A.

(9)

Kelompok C (Control)

Jumlah unit berkisar 60-65% dari total seluruh barang, tetapi

merepresentasikan 5-10% dari total nilai uang.

Penjualannya paling lambat Dalam beberapa

kasus merupakan obat yang paling

murah dibandingkan kelompok A dan B. 

Obat selalu tersedia maka

pengendalian pada tingkat ini tidak begitu berat. 

Secara periodik dimonitor untuk

menentukan apakah obat tersebut semestinya disingkirkan dari

persediaan. 

(10)
(11)

Kurva Analisis ABC

(12)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

STEP

Menentukan jumlah

1

unit untuk setiap tipe barang.

STEP 2

Menentukan harga per unit untuk setiap

tipe barang.

STEP

Mengalikan harga per

3

unit dengan jumlah unit untuk

menentukan total nilai uang dari masing-masing tipe

barang.

STEP

Menyusun urutan

4

tipe barang menurut besarnya

total nilai uang, dengan urutan

pertama tipe

barang dengan total nilai uang paling

besar.

Prosedur Klasifikasi Barang

(13)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Prosedur Klasifikasi Barang

Menghitung persentase

kumulatif barang dari banyaknya tipe barang

Step 5

Menghitung persentase

kumulatif nilai uang barang dari total nilai uang.

Step

6

Membentuk kelas-

kelas berdasarkan persentase barang dan persentase nilai uang barang.

A (<70%) B (71-90%) C (90-100%)

Step 7

Menggambarkan kurva analisis ABC

(bagan Pareto) atau menunjuk tingkat

kepentingan masalah.

Step

8

(14)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Contoh 1

Sumber : Wahyuni, T. 2015. Penggunaan Analisis ABC untuk Pengendalian Persediaan Barang Habis Pakai : Studi Kasus Di Program Vokasi UI. Jurnal Vokasi Indonesia.

(15)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Contoh 2

Sumber : Wahyuni, T. 2015. Penggunaan Analisis ABC untuk Pengendalian Persediaan Barang Habis Pakai : Studi Kasus Di Program Vokasi UI. Jurnal Vokasi Indonesia.

(16)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Perhitungan Analisis ABC

Microsoft Excel Software:

● Production and Operation Management (POM for Windows)

● Computer Model for Operation Management (CMOM)

● Quantitatif System Bisnis (QSB)

(17)

The Power of PowerPoint - thepopp.com

Daftar Pustaka

• Anonim, 2008. Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi.

Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Depkes RI, Jakarta

• Quick, J. 1997. The Selection, Distribution and Use of

Pharmaceuticals in Managing Drug Supply, 2

nd

Edition, hal 273-286, Kumarian Press Book on International

Development.

• Wahyuni, T. 2015. Penggunaan Analisis ABC untuk

Pengendalian Persediaan Barang Habis Pakai : Studi

Kasus Di Program Vokasi UI. Jurnal Vokasi Indonesia.

(18)

Any Questions?

Thank You! 

Referensi

Dokumen terkait

Cari batas atas pengelompokan pixel dengan cara memindai histogram dari nilai keabuan tertinggi ke nilai keabuan terendah (255 sampai 0) untuk menemukan pixel pertama yang

Tabel VII Pengelompokan Sediaan Obat Rutin dengan Pola Penyakit ISPA bagian atas Berdasarkan Analisis ABC Nilai Investasi Tahun 2010 di Instalasi Rawat Jalan dr.. Doris

Cari batas atas pengelompokan pixel dengan cara memindai histogram dari nilai keabuan tertinggi ke nilai keabuan terendah (255 sampai 0) untuk menemukan pixel pertama yang

Setelah dapat dihitung sikap karyawan terhadap aitem pertanyaan atau dimensi iklim organisasi ke-I, maka dilakukan interpretasi skor dari nilai terendah hingga nilai

Setelah dapat dihitung sikap karyawan terhadap aitem pertanyaan atau dimensi iklim organisasi ke-I, maka dilakukan interpretasi skor dari nilai terendah hingga nilai

Tabel 7 menunjukkan bahwa nilai akurasi tertinggi pada C=1000 sama dengan pengelompokan C=10 yaitu akurasi terting-gi terdapat pada pengelompokan SVM menggunakan data Training

Carilah nilai tertinggi dan terendah (tertinggi 64 dan terendah 34). Jika 1 orang di kelas yang membuat plot, sangat mudah dengan menanyakan nilai terbesar secara

Jumlah sampel, nilai tertinggi, nilai terendah, dan rata-rata nilai hasil belajar siswa No Uraian Kelas Eksperimen Kelas Kontrol 1 Jumlah sampel 39 40 2 Nilai tertinggi