PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Program
Manfaat Program
Hal ini dapat memberikan informasi kepada mahasiswa yang dapat membuat produk makhluk gurita dengan bahan utama gurita yang dapat memanfaatkan potensi lokal. Adanya kerjasama antara mahasiswa dan masyarakat sehingga dapat saling membantu dalam produksi kerupuk gurita, khususnya masyarakat sekitar pantai atau para nelayan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Mendapatkan ilmu dan wawasan mulai dari perencanaan, penciptaan produk hingga pemasaran yang dapat dijadikan pengalaman untuk masa depan.
Luaran yang Diharapkan
KAJIAN TEORI
Konsep Biaya Produksi
Biaya produksi adalah seluruh biaya dan sumber daya ekonomi yang dikeluarkan selama proses produksi untuk menghasilkan suatu produk mulai dari bahan mentah hingga bahan jadi. Oleh karena itu manajemen harus mengevaluasi berbagai faktor biaya produksi untuk menciptakan efisiensi dan. Dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah segala pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan produk jadi yang dihasilkan oleh perusahaan.
Biaya produksi yang dimiliki setiap perusahaan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu biaya eksplisit dan biaya tersembunyi (imputed cost). Biaya produksi tidak langsung merupakan biaya selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi di pabrik. Biaya produksi merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan ketika suatu perusahaan akan memproduksi suatu produk.
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai teori-teori biaya produksi agar suatu usaha dapat menghitung biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu keluaran suatu barang. Pemanfaatan sumber daya alam sebagai salah satu faktor biaya produksi tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena dapat menimbulkan kerugian di kemudian hari, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Al-Baqarah: 205 berikut ini.
Konsep Harga Jual
Selain itu, produsen diharapkan dapat menyesuaikan tingkat upah pekerja dalam kisaran faktor produksi dengan mempertimbangkan jumlah output yang diperoleh pada setiap periode kegiatan produksi.17. Harga berpengaruh langsung terhadap laba operasi, laba operasi diperoleh dari total pendapatan dikurangi total biaya. Jadi harga mempengaruhi total pendapatan dan total biaya, sehingga pada akhirnya harga mempengaruhi keuntungan atau keuntungan usaha tersebut.
Metode penetapan harga yang sering digunakan adalah: Cost-based pricing, break even pricing (BEP) atau Target Pricing adalah harga yang ditentukan dari titik impas, dan Perceived Value Pricing adalah harga yang ditentukan oleh kesan (persepsi) pembeli terhadap produk yang ditawarkan. Harga menjadi tolak ukur bagi konsumen ketika mereka mengalami kesulitan dalam menilai kualitas produk kompleks yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, jika konsumen menginginkan barang tersebut. Kesalahan dalam penetapan harga dapat menimbulkan berbagai akibat, tindakan penetapan harga yang melanggar etika dapat menyebabkan pelaku usaha tidak menyukai pembeli.
Bahkan, pembeli bisa saja melakukan reaksi yang mencoreng nama baik penjual, jika otoritas harga tidak terletak pada pelaku usaha, melainkan pada kewajiban pemerintah, lalu menetapkan harga yang tidak diterima pembeli. yang diinginkan (dalam hal ini sebagian masyarakat) dapat menimbulkan reaksi penolakan. Bagi banyak orang atau sebagian kelompok, reaksi penolakan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai tindakan yang terkadang berujung pada anarki atau kekerasan yang melanggar norma hukum. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian yang besar terhadap konsep harga yang adil dan mekanisme pasar yang sempurna. Penetapan harga dalam hukum Islam harus adil karena keadilan merupakan salah satu prinsip dasar dalam semua transaksi Islam.
Islam mewajibkan seseorang untuk berlaku adil dan beramal shaleh, dimana berbuat adil harus diutamakan dibandingkan beramal shaleh. Dalam perdagangan, persyaratan wajar yang paling mendasar adalah penentuan kualitas dan ukuran (ukuran dan skala). Oleh karena itu, dalam perdagangan, Islam melarang adanya kecurangan atau sekedar menciptakan kondisi yang dapat menimbulkan keraguan yang dapat menimbulkan misrepresentasi atau gharar.19.
Harga terkesan murah jika sesuai dengan yang kita bayangkan, sebaliknya menjadi mahal karena produk tidak dapat memenuhi ekspektasi. Keseimbangan antara keuntungan yang dihasilkan dan kepuasan konsumen perlu dijaga. Dapat kita simpulkan bahwa penetapan harga memerlukan informasi yang akurat berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam menjalankan suatu usaha dan menyeimbangkan nilai tambah dengan harga yang harus dibayar konsumen.
Analisis Tingkat Keuntungan
Untuk mencapai titik impas dengan harga jual Rp 15.000 per buah, perusahaan harus mampu menjual produknya sebanyak 91 buah/4 bulan.
METODE PELAKSANAAN
Pangsa Pasar
Kerupuk gurita selain renyah dan gurih juga disukai banyak orang dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Untuk mewujudkan hal tersebut yaitu melalui media sosial (WhatsApp, Instagram, marketplace) dan pemasaran langsung di minimarket. Dengan kedua cara tersebut produk kerupuk gurita dapat berkembang dengan cepat, karena di era modern ini banyak masyarakat yang membeli makanan dengan cara memesan secara online, sedangkan cara yang kedua adalah dengan membiarkannya di dalam.
Keunggulan dari kerupuk gurita ini adalah sumber bahan bakunya kaya, sehingga mudah didapat, kualitas produk terjamin karena tidak mengandung bahan pengawet, mengandung protein dan vitamin yang baik untuk tubuh, rasanya renyah. , enak dan tahan lama. Kekurangan dari produk ini adalah harga gurita dipasaran masih cukup tinggi, jika cuaca mendung atau hujan proses pengeringan memakan waktu lama dan menghambat proses produksi.
Lokasi Usaha
Selain itu lokasinya juga tidak jauh dari kawasan kampus IAIN Bengkulu sehingga produk ini dapat dipromosikan kepada mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Alat dan Bahan
Dalam pembuatan produk ini peralatan yang digunakan seperti pada tabel diatas yaitu panci, saringan, spatula, timbangan, mangkok, wajan, loyang persegi panjang, kompor gas, tabung gas, pisau, talenan, nampan plastik, gunting, besar stoples. dan kolam besar. Untuk membuat produk wirausaha ini menggunakan bahan dasar gurita dengan penambahan tepung terigu, tepung tapioka dan penyedap rasa.
Proses Pembuatan
Gurita dimasak terlebih dahulu, kemudian digiling dengan penggiling daging di toko agar daging gurita halus dan bebas serat. Tambahkan sedikit air, lalu aduk adonan dan tambahkan aroma untuk memberikan rasa pedas. Masukkan adonan ke dalam wadah berukuran ¼ mangkuk, lalu masukkan ke dalam loyang yang sudah kita olesi minyak goreng agar adonan tidak menempel di pinggir loyang saat dikukus.
Keluarkan adonan yang sudah matang dari loyang, lalu letakkan di atas nampan, tunggu hingga dingin dan jemur sebentar. Susun potongan-potongan tersebut di atas nampan, lalu keringkan adonan tersebut di bawah sinar matahari selama 3 hingga 6 hari hingga menjadi kerupuk gurita mentah yang benar-benar kering. Goreng kerupuk gurita hingga berwarna kuning keemasan dengan menggunakan api sedang agar kerupuk gurita matang merata.
Proses Pemasaran
Kinerja program sebagai hasil keluaran yang ditargetkan adalah produknya sendiri yaitu kerupuk cumi. Lokasi yang disebutkan adalah Jalan Padat Karya 32, N0.37 RT.14/RW.04, Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Kerupuk cumi akan cepat kering jika cuaca bagus, yaitu jika cuaca panas akan kering seharian, begitu pula sebaliknya jika cuaca kering.
Dalam proses pemasarannya, produk ini dipromosikan dengan cara menyebarkan brosur kerupuk cumi melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram serta marketplace dan minimarket. Alur penjualan online adalah postingan produk kerupuk cumi yang sangat menarik, setelah postingan akan ada pemesanan dari konsumen, pengiriman produk dan pembayaran di tempat. Dalam PKM ini, hasil yang dicapai berdasarkan luaran program yaitu produk biskuit cumi termuda telah mendapat izin dari Dinas Kesehatan Nasional Swedia dengan PIRT no.
PIRT merupakan izin edar yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan terhadap produk makanan dan minuman yang memenuhi standar keamanan pangan. Karena sudah ada nomor PIRT, berarti sudah diberikan izin untuk produk industri rumah tangga yang dikeluarkan oleh Dinas. Berdasarkan tabel produksi dan penjualan kerupuk gurita di atas, sistem pemasaran dalam PKM menggunakan dua sistem penjualan yaitu offline dan online.
Secara offline, kami memasarkan makanan dengan menempatkan makanan di warung dan mini market dan konsumen membeli langsung dari tempat produksi di Jalan Padat Karya 32, N0.37 RT.14/RW.04, Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Sedangkan secara online melalui media sosial yaitu dengan menyebarkan brosur kerupuk gurita melalui WhatsApp, Instagram dan marktplaats/Facebook. Dan mengingat besarnya animo masyarakat terhadap kerupuk gurita sebagai makanan ringan, sehat dan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan pelajar, hal ini mendorong kami untuk meningkatkan kualitas kerupuk gurita.
Dengan memproduksi Kerupuk Gurita diharapkan dapat menghasilkan jajanan baru yang berbahan dasar olahan gurita yaitu kerupuk gurita dengan berbagai varian rasa yang sebelumnya kurang dikenal masyarakat, sehingga menjadi jajanan ringan alternatif terbaru dikalangan masyarakat Bengkulu. . Berdasarkan Program Kreativitas Mahasiswa (SCP) di atas dapat disimpulkan bahwa Biaya Produksi adalah segala biaya dan sumber daya ekonomi yang dikeluarkan selama proses produksi untuk menghasilkan suatu produk mulai dari bahan mentah sampai dengan bahan jadi. Jika biaya produksi efisien dan harga jual bagus maka akan berdampak positif terhadap pendapatan dan mempengaruhi laba.
Seorang pengusaha hendaknya memperhatikan biaya produksi dan mengutamakan harga jual yang baik dan adil berdasarkan prinsip Islam agar dapat menjaga keberlangsungan usahanya, sehingga konsumen memperoleh kepuasan, sehingga dapat menjadi pelanggan jangka panjang. Uji sensori, kimia dan fisik kerupuk gurita dengan penambahan daging gurita (Octopus cynea) dengan konsentrasi berbeda.