ANALISIS BIAYA VOLUME LABA Oleh:
Nama: 1. Astrid Aulia Farizki 2. German P.B. Sianipar 3. Zahara
PROGRAM STUDI : MEGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
2023 M / 1444 H
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
BAB II PEMBAHASAN ... 3
A. Defemisi Analisis Biaya Volume Laba ... 3
B. Analisis Titik Impas ... 4
C. Pemanfaatan Analisis Biaya Volume Laba Untuk Perencanaan ... 6
D. Margin Of Safety ... 7
E. Kegunaan Analisis Biaya Volume Laba ... 7
F. Operating Leverage ... 8
G. Shut Down Point ... 9
H. Contoh Soal ... 9
BAB III PENUTUP ... 12
A. Kesimpulan ... 12
B. Saran ... 12
DAFTAR PUSTAKA ... 13
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen perusahaan memiliki berbagai hal untuk dipikirkan dan dilakukan guna mencapai tujuan perusahaan. salah satu hal penting yang harus sellau diingat oleh setiap pengelola perusahaan adalah perusahaan tidak sendirian ketika beroperasi di suatu wilayah tertentu, pasti ada pesaing. Jadi, setiap perusahaan harusa membangun strategi yang tepat untuk memenangkan persaingan, tujuan perusahaan tersebut tidak akan tercapai. Karena itu diantara berbagai fungsi manajemen, yang paling penting adalah fungsi manajemen strategis.
Ada begitu banyak strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan.
diantara berbagai konsep strategi yang ada, salah satunya adalah konsep strategi kompetitif yang menekankan pada keunggulan biaya.
Keunggulan biaya adalah strategi kompetitif yang menyebabkan perusahaan sukses dengan pesaing dengan cara membuat produk pada biaya yang paling rendah.Cost leader akan menghasilakan laba yang cukup pada harga yang rendah, sehingga membatasi pertumbuhan persaingan dalam industry melalui keberhasilan perang harga dan merusak profitabilitas pesaing.cost leader umumnya memiliki pangsa pasar yang relatif besar dan cenderung menghindari segmen pasar yang kosong dengan menggunakan keunggulan harga untuk menarik pasar.
2 B. Rumusan Masalah
1. Apa itu analisis biaya volume laba?
2. Apa itu analisis titik impas?
3. Bagaimana pemanfaat analisis biaya volume laba untuk perencanaan?
4. Apa itu margin of safety
5. Apa saja kegunaan analisis biaya volume laba?
6. Apa itu operating laverege?
7. Apa itu shut down point?
8. Bagaimana contoh soal dari analisis biaya volume laba?
3
BAB II PEMBAHASAN
A. Defenisi Analisis Biaya Volume Laba
Analisis biaya volume laba merupakan suatu alat yang sangat berguna untuk perencanaan dan pengambilan keputusan (Hansen, 2011, p. 274). Analisis ini dapat membantu perancanaan laba jangka pendek yang dapat memecahkan permasalahan berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh perubahan biaya variabel dan tetap terhadap laba.
2. Menentukan besarnya kapasitas produksi yang harus dijul agar tidak mengalami kerugian.
3. Mengetahui besarnya tambahan laba jika penjualan produk.
4. Menentukan komposisi produk terjual agar laba maksimal.
Analisis biaya volume laba adalah metode analisis untuk melihat hubungan antara besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan dan besarnya volume penjualan serta laba yang diperoleh selama satu periode tertentu.
Analisis biaya volume laba sangat membantu manajer perusahaan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan fungsinya. Analisis ini membantu manajer untuk melihat hubungan diantara 5 unsur berikut ini (Garrison, 2013, p.
322);
1. Harga produk yaitu harga yang ditetapkan selama suatu periode tertentu secara konstan
4
2. Volume atau tingkat aktivitas yaitu banyaknya produk yang dihasilakan dan direncanakan akan dijual selama suatu periode tertentu.
3. Biaya variable per unit yaitu besarnya biaya produk yg dibebankan secara lansung pada setiap unit barang yang diproduksi.
4. Total biaya tetap yaitu keseluruhan biaya periodic selama suatu periode tertentu
5. Bauran produk yang dijual yaitu proporsi relative produk produk perusahaan yang akan dijual.
Model yang dapat digunakan dalam analisis biaya-volume laba ini adalah Anlisis titik lmpas dan analisis grafis hubungan antara biaya, kualitas dan laba.
B. Analisis Titik Impas
Titik impas (break even point) adalah keadaan yang menunjukkan bahwa jumlah pendapatan yang diterima perusahaan (pendapatan total) sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan (biaya total) (Siregar, 2013, p. 318) . Dengan kata lain, titik impas adalah keadaan dimana total pendapatan sama dengan total biaya, atau laba sama dengan nol. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam analisis Titik Impas ini, antara lain:
1. Pendekatan Persamaan
Dalam analisis biaya, kualitas dan laba, hal yang harus diperhatikan adalah biaya harus dapat diklasifikasikan kedalam biaya tetap dan biaya variabel. Laba dapat ditentukan dengan persamaan berikut:
Laba=Penjualan-Biaya variabel –Biaya tetap
5
Penjualan Titik Impas : TR = TC + Laba Penjualan Titik Impas : TR = TC + O TR (total renue) :Prece x Quality
TC (Total Cost) : TFC (Total fixed cost) + (total variable cost) TVC : variable cost per unit x quality
P x Q =TFC VC/ u x q
2. Pendekatan Contribution Margin
Contribution margin merupakan selisih antara hasil penjualan dan seluruh komponen biaya variabel (produksi administrasi dan penjualan).
Apabila contribution margin positif menunjukan bahwa hasil penjualan dapat digunakan untuk menutupi seluruh biaya variabel dan seluruh atau sebagian biaya tetap, maka kelebihannya adalah laba yang di peroleh.
Dengan mengetahui besarnya contribution margin per unit, maka dapat dianalisis kontribusi setiap unit barang yang terjual untuk menutupi biaya tetap. Apabila perusahaan menginginkan penjualan pada titik impas maka contribution margin totalnya harus sama dengan
biaya tet ap total. Hal ini akan tercapai apa bila kualitas penjualannya = biaya tetap total dibagi contribution marigin per unit.
Total biaya Tetap
Q Titik impas = --- CM Perunit
3. Pendekatan Grafik
6
Hubungan biaya kuantitas dan laba dapat dianalisis dengan menggunakan grafik dua sumbu, sumbu vertikal menunjukkan variabel devenden (biaya dan penjualan dalam rupiah)
Dan sumbu horizontal menunjukkan variabel independent (penjualan dalam unit Langkah-langkahnya sbb.:
a. Buatlah grafik sejajar dengan sumbu horizontal untuk menunjukan biaya tetap total
b. Pilih volume penjualan tertentu diatas nol dan berilah titik yang menunjukan biaya total,
c. Pilihlah volume penjualan tertentu diatas nol, dan beri titik yang menujukan penjualan dalam rupiah, lalu buatlah garis lurus melalui titik ini (garis penjualan).
C. Pemanfaatan Analisis Biaya Volume Laba Untuk Perencanaan
Dengan menggunakan konsep yang telah dijelaskan di atas, maka dengan analisis biaya kuantitas dan laba dapat ditentukan tingkat penjualan yang seharusnya dianggarkan untuk mencapai sejumlah laba tertentu.
Biaya tetap + target laba
Penjualan (ubit) = --- Contribution margin per unit
7
Untuk menentukan volume penjualan dengan target laba tertentu, apabila faktor PPH badan dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
TFC+ target laba/1-tarif pajak Penjualan (unit) = ---
Contribution margin perunit D. Margin Of Safety
Margin of Safety adalah unit penjualan atau yang diharapkan dapat dijual di atas volume impas. Selain itu, margin of safety juga dapat didefinisikan sebagai pendapatan yang diperoleh atau pendapatan yang diharapkan akan diperoleh perusahaan di atas volume impas (Siregar, 2013, p. 318).
Sales per budget – sales per TI Margin of sefety ration=______________________________
Sales per budget
Suatu perusahaan yang mempunyai MOS yang besar lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang mempunyai MOS Rendah, karena MOS memberikan gambaran kepada manajemen berapakah penurunan penjualan yang dapat ditolelir sehingga perusahaan tidak menderita rugi tetapi juga belum memperoleh laba.
E. Kegunaan Analisis Biaya Volume Laba
1. Analisis keputusan investasi
Hasil analisis ini akan membantu dalam memberikan informasi kepada manajemen dalam memecakan masalaj investasi,seperti
8
penambahan atau penggantian fasilitas pabrik, investasi aktiva akan tetap dan penggantian atau penambahan aktiva tetap.
2. Analisis keputusan menutup usaha
Hasil analisis memberikan informasi kapan sebaiknya suatu usaha di hentikan. Perlu diingat bahwa perusahaan yang selalu dalam keadaan TI tidak harus menutup usahanya,hal in didasarkan bahwa perusahaan masih menerima sisa kas (pengeluaran lebih kecil dari pada penerimaan).Hal ini dikarenakan biaya yang terjadi pada suatu periode pada dasarnya terdiri dari biaya tunai dan biya tenggelam, sedangkn suatu usaha harus dihentikan apabila penghasilan yang diperoleh sudah tidak dapat menutup biaya tunainya saja.
F. Operating Leverage
Operating leverage (OL) adalah ukuran besarnya penggunaan biaya tetap dalam sebuah perusahaan,semakin tinggi FC, maka semakin tinggi OL dan semakin besar sensivitas laba bersih terhadap perubahan pnjualan.Apabila perusahaan memiliki OL yang tinggi, maka sedikit saja peningkatan penjualan akan mengasilkan peningkatan presentase yang besar dalam laba. Degree of Operating Leverage (DOL) dapat ditentukan dengan formula sbb,:
Contribution margen
DOL = --- Laba bersih
9
Misalnya DOL 2Kali, artinya setiap tambahan penjualan akan menambah laba bersih 25%.
G. Shut Down Point
Titik penutupan usaha merupakan suatu keadaan yang mana contribution margen perusahaan hanya bisa digunakan untuk menutup biaya tetap yang bersifat tunai.
Biaya tetap tunai
SDP (unit) = --- Contribution margin perunit
H. Contoh Soal
Soal:
PT XYZ adalah perusahaan yang memproduksi dua jenis produk, yaitu P1 dan P2. Data penjualan, biaya variabel, dan biaya tetap per produk adalah sebagai berikut:
• Jumlah unit produk P1 yang terjual: 500 unit
• Jumlah unit produk P2 yang terjual: 300 unit
• Harga jual per unit produk P1: Rp 100.000
• Harga jual per unit produk P2: Rp 150.000
• Biaya variabel per unit produk P1: Rp 60.000
• Biaya variabel per unit produk P2: Rp 80.000
• Biaya tetap: Rp 50.000.000
10
Hitunglah laba bersih perusahaan PT XYZ berdasarkan data di atas dan tentukan juga break-even point dalam jumlah unit untuk mencapai titik impas.
Jawaban:
Langkah 1: Hitung pendapatan total
Pendapatan total = (Jumlah unit produk P1 terjual × Harga jual produk P1) + (Jumlah unit produk P2 terjual × Harga jual produk P2)
Pendapatan total = (500 unit × Rp 100.000) + (300 unit × Rp 150.000) Pendapatan total = Rp 50.000.000 + Rp 45.000.000 Pendapatan total = Rp 95.000.000 Langkah 2: Hitung biaya variabel total
Biaya variabel total = (Jumlah unit produk P1 terjual × Biaya variabel per unit produk P1) + (Jumlah unit produk P2 terjual × Biaya variabel per unit produk P2) Biaya variabel total = (500 unit × Rp 60.000) + (300 unit × Rp 80.000) Biaya variabel total = Rp 30.000.000 + Rp 24.000.000 Biaya variabel total = Rp 54.000.000
Langkah 3: Hitung laba kontribusi
Laba kontribusi = Pendapatan total - Biaya variabel total Laba kontribusi = Rp 95.000.000 - Rp 54.000.000 Laba kontribusi = Rp 41.000.000
Langkah 4: Hitung laba bersih
Laba bersih = Laba kontribusi - Biaya tetap Laba bersih = Rp 41.000.000 - Rp 50.000.000 Laba bersih = -Rp 9.000.000
11
Jadi, berdasarkan data tersebut, PT XYZ mengalami kerugian sebesar Rp 9.000.000. Untuk mencapai titik impas (break-even point), jumlah unit yang harus terjual adalah saat laba bersih menjadi nol. Dalam kasus ini, perusahaan harus menjual produk sebanyak 500 unit P1 dan 375 unit P2 untuk mencapai titik impas.
12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Analisis biaya volume laba menghasilkan informasi dampak perubahan harga jual, biayadan / atau volume penjualan terhadap laba bersih. Dalam penyusunan anggaran, berbagai kemungkinan pilihan harga jual, volume penjualan, dan biaya selalu dihadapi oleh manajemen. Dalam proses penyusunan anggaran, manajemen memerlukan berbagai parameter. Berbagai parameter tersebut memberikan bantuan yang penting bagi manajemen,dalam mempertimbangkan berbagai usulan kegiatan dalam proses penyusunan anggaran perusahaan.
B. Saran
Demikianlah serangkaian bentuk makalah yang penulis buat, penulis menyadari bahwadalam makalah ini tak kuasa dengan kesalahan – kesalahan yang ada, baik itu dari segipenulisan, gaya bahasa yang ditampilkan atau juga sistematika pengambilan referensi. Untukitu penulis meminta kritik yang bersifat membangun, dan saran guna untuk memperbaiki sertamengevaluasi makalah ini.
Semoga Makalah yang dibuat ini bisa mendatangkan kemanfaatanbagi penulis khususnya, serta pembaca pada umumnya
13
DAFTAR PUSTAKA
Garrison. (2013). Akuntansi Manajerial. Salemba Empat.
Hansen, D. R. (2011). Akuntansi Manajerial. Salemba Empat.
Siregar, B. (2013). Akuntansi Manajemen. Salemba Empat.