• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Efisiensi dan Persaingan Industri Perbankan di Indonesia Efficiency and Competition Analysis of Indonesian Banking Industry

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Efisiensi dan Persaingan Industri Perbankan di Indonesia Efficiency and Competition Analysis of Indonesian Banking Industry "

Copied!
141
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Artinya bank dalam negeri lebih efisien dibandingkan bank asing dan bank campuran (Januar H dan Rieska Indah A, Kertas Kerja, Desember 2013). Kelompok bank pembangunan daerah berada di peringkat keenam (BPD Jabar & Banten), di bawahnya ada BUSN Non Devisa (BTPN) di peringkat ketujuh, di peringkat kedelapan ada bank campuran (Bank DBS Indonesia), dan di peringkat kesembilan ada bank campuran (Bank DBS Indonesia). bank asing. bank (Bank Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd.).

Tabel 1.1. JUMLAH BANK SESUAI KELOMPOK 2008-2012
Tabel 1.1. JUMLAH BANK SESUAI KELOMPOK 2008-2012

Identifikasi Masalah

Indeks statistik H secara umum memberikan gambaran bahwa hampir semua negara, khususnya industri perbankan, berada dalam pasar monopoli. Khusus di Republik Dominika berada pada pasar persaingan sempurna, sedangkan di berbagai negara perbankan masih berada pada pasar monopoli.

Tujuan Penelitian

Bentuk sumber daya produksi bagi bank dapat berupa aset pihak ketiga (TPA), misalnya giro, deposito, tabungan; penyaluran kredit kepada dunia usaha; tenaga kerja layanan pelanggan yang terampil, jujur ​​dan sopan; kemajuan teknologi digital. Pertanyaan yang dapat diajukan untuk dikaji dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana tingkat efisiensi dan persaingan perbankan berdasarkan pooling menurut ketentuan Bank Indonesia yang dilakukan oleh Badan Statistik Perbankan Indonesia”.

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Secara Teoritis
  • Manfaat Secara Praktis

Memberikan masukan kepada lembaga regulator di industri perbankan mengenai efisiensi dan tingkat persaingan yang sehat di bidang jasa keuangan khususnya industri perbankan, sehingga mampu mendorong perbaikan/kemajuan perekonomian Indonesia. Memberikan masukan kepada pemerintah agar efisiensi dan pengawasan persaingan yang sehat dalam penyediaan jasa keuangan khususnya perbankan harus diberikan pengecualian, dan memberikan kesempatan kepada bank yang mempunyai modal cukup untuk melakukan investasi dalam meningkatkan efisiensi dan persaingan yang sehat.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

Kajian Pustaka

  • Analisis Efisiensi
  • Analisis Persaingan
    • Pendekatan Struktural: Teori SCP
  • Definisi Bank
    • Jenis Bank
    • Penentuan Suku Bunga

Terkait faktor kedua, jika bank bisa meningkatkan efisiensi operasional maka NIM akan berkurang. Kinerja suatu perusahaan dinilai efisien dan efektif apabila dapat mencapai tujuannya secara optimal. Perusahaan dengan efisiensi yang tinggi akan mampu menekan biaya produksi sehingga harga jual produknya menjadi lebih murah.

Perusahaan yang mempunyai skala ekonomi tinggi akan mampu memproduksi produk lebih banyak sehingga biaya per unitnya akan lebih rendah. Mereka menyatakan bahwa pasar dengan pelaku industri yang mematok harga lebih rendah dibandingkan pesaingnya akan mampu menarik lebih banyak pelanggan. Penguasaan pasar yang lebih besar akan meningkatkan keuntungan. 2004) melakukan penelitian serupa dengan yang dilakukan Smirlock di Amerika Latin.

Suku bunga pinjaman yang tinggi akan mengurangi permintaan pinjaman karena akan menjadi mahal bagi peminjam. Oleh karena itu, pada prinsipnya tingkat bunga adalah harga penggunaan uang, yang biasanya dinyatakan dalam persentase (%) untuk jangka waktu tertentu.

Tabel 2.1. STRUKTUR PASAR
Tabel 2.1. STRUKTUR PASAR

Penelitian Sebelumnya

Pasar perbankan di Indonesia pada tahun itu hanya terkonsentrasi pada beberapa bank besar dan berada pada pasar persaingan monopolistik. Pasar perbankan yang kompetitif di Indonesia masih merupakan pasar monopoli bagi semua bank dan tingkat efisiensi bank lokal belum mampu bersaing dengan bank asing. Namun tingkat persaingan cenderung lebih rendah.Kedua, kelompok perbankan di Indonesia masih berada dalam pasar monopoli atau oligopoli kolusif.

Mulyaningsih dan Anne mempublikasikan penelitiannya pada tahun 2011 berdasarkan data sektor perbankan di Indonesia, dengan data survei berkisar antara tahun 2001 hingga 2009. Di sisi lain, penggunaan pendekatan non-struktural menunjukkan bahwa struktur persaingan bank umum di Indonesia cukup tinggi namun belum mencapai persaingan sempurna. Penelitian Ratna Sri W dan Boedi Armanto terhadap sektor perbankan di Indonesia periode 2001-2006 menyimpulkan bahwa kinerja bank umum secara keseluruhan membaik setelah tiga tahun API.

Kerangka Pemikiran

Sebagai negara yang memiliki banyak bank formal dan legal yang beroperasi di Indonesia, studi persaingan bank dapat dilakukan dengan menggunakan model yang banyak digunakan. Model ini dikenal dengan model Panzar-Rosse dan akan diperoleh nilai indeks H-statistik dari model ini. Hasil perhitungan indeks H-statistic ini akan menentukan persaingan perbankan dalam pasar terukur.

Berdasarkan hasil penelitian di beberapa negara, terlihat hampir semua bank berada pada pasar monopoli. Rinciannya, empat bank BUMN, dua puluh enam bank BPD, tiga puluh satu bank BUSN valas, 23 bank BUSN non devisa, 13 bank campuran, dan 10 bank asing. Dalam persamaan ini juga digunakan tiga variabel kontrol yaitu berupa rasio: kredit/total aset (cf1); DPK/total aset (lih. 2); ekuitas/total aset (lih. 3).

Hipotesis Penelitian

Sedangkan variabel independennya terdiri dari rasio: beban bunga/DPK (w1); BTK/total aset (w2); modal fisik/total aset (w3).

METODOLOGI PENELITIAN

  • Ruang Lingkup Penelitian
  • Operasionalisasi Variabel
  • Metode Penelitian
    • Mengukur Efisiensi
    • Mengukur Persaingan
  • Metode Alat Analisis
  • Pengujian Hipotesis

Di Indonesia, bank asing biasanya merupakan salah satu kelompok bank yang memiliki NIM relatif kecil sehingga banyak nasabah peminjam yang tertarik ke bank asing. Untuk tingkat efisiensi nasional, kelompok perbankan asing akan dikecualikan dari efisiensi di tingkat nasional. Pada kelompok bank ini yang relatif stabil dari segi efisiensi adalah bank Fama International.

Nilai persaingan yang relatif paling rendah adalah pada kelompok perbankan Campuran, meskipun berada pada angka 0,41709. Kelompok perbankan Persero mempunyai nilai koefisien yang paling besar pengaruhnya terhadap persaingan antar kelompok perbankan yaitu bank asing. kelompok perbankan BPD, maka persaingan dalam kelompok tersebut mempunyai pengaruh positif yang paling besar.

Tabel 3.2. OPERASIONALISASI VARIABEL
Tabel 3.2. OPERASIONALISASI VARIABEL

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Anda bisa memulai dari total 19 kantor wilayah, dengan 452 cabang dan 5.687 kantor pembantu. Untuk kelompok perbankan BPD, bank se-Jawa Barat dan Banten terbagi menjadi 4 wilayah dengan total 61 cabang dan 307 kantor cabang pembantu. Jumlah ATM di cabang atau cabang pembantu sebanyak 420 buah, disertai 66 buah ATM terpisah.

Sedangkan Standard Chartered Bank dengan total aset miliaran Rp memiliki 1 cabang ditambah 7 kantor cabang pembantu dan 20 kantor teller serta 32 ATM di kantor cabang. Sedangkan bank asing ketiga berdasarkan kepemilikan aset adalah Citibank dengan nilai Rp miliar dengan 1 kantor cabang disertai 9 kantor cabang pembantu dan 11 kantor kas. Jumlah ATM di kantor cabang sebanyak 100 ditambah 2 ATM mandiri.

Analisis Efisiensi

  • Analisis Efisiensi Kelompok Bank Secara Nasional
  • Efisiensi Kelompok Bank Persero
  • Efisiensi Kelompok Bank BPD
  • Efisiensi Kelompok BUSN Devisa
  • Efisiensi Kelompok BUSN Nondevisa
  • Efisiensi Kelompok Bank Campuran
  • Efisiensi Kelompok Bank Asing

Berdasarkan perhitungan dengan rumus CIR, Bank Hana pada tahun 2014 menempati posisi bank devisa BUSN paling efisien. Sedangkan bank lain yang masuk dalam kategori efisien pada tahun 2012 adalah bank BTPN. Dan pada tahun 2014, Nobu National Bank berhasil meningkatkan efisiensi hingga menjadi yang paling efisien di grupnya.

Pada tahun 2012, Bank Woori Indonesia hanya menggunakan sekitar 21% pendapatan operasional untuk melakukan aktivitas perbankan. Sementara itu, bank Sumitomo Mitsui Indonesia menjadi yang paling efisien dibandingkan bank lain dalam kelompok yang sama sebagai bank campuran pada tahun 2014. Kelompok bank asing ini juga memiliki tingkat efisiensi pada tahun 2015 dengan rata-rata nilai CIR yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kelompok bank lainnya.

Tabel 4.2.1. CIR BANK SECARA NASIONAL
Tabel 4.2.1. CIR BANK SECARA NASIONAL

Analisis Persaingan Perbankan

  • Persaingan Bank Secara Nasional

Namun jika dikaji dari segi pengelompokan perbankan, kondisi masing-masing kelompok perbankan masih berada dalam pasar monopoli atau bisa disebut juga dengan oligopoli rahasia. Kelompok perbankan Persero yang terdiri dari empat bank milik negara merupakan lembaga intermediasi yang mampu menghimpun dan menyalurkan kredit dalam jumlah terbesar. Kelompok perbankan asing mempunyai pengaruh negatif yang paling besar terutama dalam hal standar biaya tenaga kerja, karena mengikuti standar ketenagakerjaan bank induk.

Kelompok bank BPD bisa saja mempunyai beban kerja yang berbeda-beda tergantung kantor pusat bank BPD. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada kelompok perbankan BUSN non valuta asing, yang mempunyai pengaruh positif paling besar adalah persaingan pada kelompok perbankan Persero. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada kelompok perbankan Campuran, persaingan dalam kelompok yang sama merupakan pengaruh positif terbesar.

Gambar 4.3. CR-4 Nasional
Gambar 4.3. CR-4 Nasional

Analisis Kebijakan

Ariyanto, Taufik (2004), “Profil Persaingan Bisnis di Industri Perbankan Indonesia”, Jurnal Perbanas Finance & Banking, Vol. Febriyani, A., dan Rahadian Zulfadin, (2003), “Analisis Kinerja Bank Devisa dan Non Devisa di Indonesia”, Tinjauan Ekonomi dan Keuangan, Vol. Hamza, R Abbes, (2011), “Validasi Model Panzar-Rosse dalam Menentukan Karakteristik Struktural Industri Perbankan Tunisia”, Jurnal Ekonomi dan. 259-268, tersedia online di http://www.academicjournals.org/JEIF. 2006), “Efisiensi Industri Perbankan Polandia: Bank Asing versus Domestik”, Jurnal Perbankan dan Keuangan, Vol.30, No.7.

Januar Hafidz dan Rieska Indah Astuti, (2013), “Tingkat Persaingan dan Efisiensi Intermediasi Perbankan Indonesia”, Kertas Kerja Bank Indonesia, Desember. 2010), “Pengaruh struktur pasar terhadap kinerja sektor perbankan Indonesia”, Program Pascasarjana Undip, Tesis, tidak dipublikasikan. Sovago, S., (2011), “Mengidentifikasi penawaran dan permintaan di pasar pinjaman korporasi Hongaria”, Magyar Nemzeti Bank Sesekali Makalah. 2006), “Struktur pasar, karakteristik dan kinerja bank umum di Indonesia”, Akuntabilitas, Volume 6 No.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Jika dihitung berdasarkan pengelompokan bank dan dibandingkan, bank yang relatif paling efisien rata-rata merupakan kelompok bank BPD yang paling efisien, sedangkan BUSN non devisa adalah yang paling tidak efisien. Untuk kelompok perbankan Persero, BRI merupakan bank yang paling efisien sedangkan bank BNI paling tidak efisien. Di antara kelompok perbankan BPD, BPD Jawa Timur paling efisien, sedangkan BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung paling tidak efisien.

Pada kelompok BUSN non devisa, Bank Kesejahteraan Ekonomi yang paling efisien, sedangkan Bank Anglomas Internasional yang paling tidak efisien, kecuali pada tahun 2012, Bank Mitraniaga. Kelompok bank campuran yang paling efisien adalah Sumitomo Mitsui Indonesia, sedangkan yang relatif paling tidak efisien adalah Commonwealth Bank, kecuali pada tahun 2012, Agris Bank. Ltd, sedangkan yang paling tidak efektif adalah The Royal Bank of Scotland N.V., kecuali pada tahun 2014, Bank of America, NA.

Saran

  • Saran secara akademis
  • Saran Bagi Operasional Perbankan
  • Saran Kebijakan

Cetorelli, (2003), "The Effects of Regulatory Reform on Competition in the Banking Industri", Journal of Money, Credit and Banking, Vol. Bikker, Jacob A., en Khatarina Haaf (2002a), "Competition, Concentration and Their Relationship: an Empirical Analysis of the Banking Industry", Journal of Banking and Finance, January, Vol. Bikker, Jacob A., (2010), "Measuring Performance of Banks: An Assessment", Journal of Applied Business and Economics, Volume 11, No.

Cetorelli, N., (2003), "The Real Effects of Bank Concentration and Competition in Europe", Prepared for the Federal Reserve Bank of Cleveland and Journal of Money, Credit and Banking 2003 Annual Conference on Bank Consolidation and Competition, May 21-23 . Philip Davis (2000), "Competition, competitiveness and market structure in European banking sectors on the eve of EMU", Journal of Banking &. Rezitis, Anthony N., (2006), "Productivity Growth in the Greek Banking Industry: A Non-Parametric Approach", Journal of Applied Economics, Vol.

Referensi

Dokumen terkait