BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.4. Metode Alat Analisis
Ukuran tersebut berupa rasio konsentrasi yang dapat digunakan untuk mengetahui besarnya pangsa pasar sebuah perusahaan. Besaran pangsa pasar perusahaan dapat dikategorikan dapat menguasai pasar. Apabila nilai pangsa pasarnya semakin rendah maka penguasaan pangsa pasar perusahaan makin kecil. Konsentrasi rasio ini yang paling sering digunakan sebagai kajian biasanya hanya diambil peran empat perusahaan yang memiliki output terbanyak.
Untuk kategori industri perbankan ini akan digunakan CR-4. dengan rumusan sederhana:
CR-k= [total output (Kredit) Bank-k/Total kredit tersalurkan nasional] x 100%
Banyaknya pelaku pasar akan dapat mendorong kompetisi dalam menjual produknya.
Untuk mengukur tingkat kompetisi industri ini akan digunakan model P-R. Adapun model estimasi dari dua persamaan dibawah ini merupakan penyederhanaan model yang dilakukan oleh Januar-Riesta. Adapun model tersebut adalah:
𝑙𝑜𝑔 (𝑝𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡 ) =∝ + ∑3𝑛=1βnlogwn+ ∑3m=1logCFm+ ε ……..(9)
Dengan menggunakan persamaan di atas maka dapat dibuat beberapa analisis bagi perusahaan dalam memainkan harga di pasar (Bikker and Haaf,2002). Pertama, apabila H- stast berada pada kisaran 0 dan 1 maka kelompok bank tersebut berada pada persaingan monopolistik. Sedangkan apabila berada pada angka 1 maka berada pada pasar persaingan sempurna. Namun apabila H nilainya kurang dari 0 artinya kelompok bank tersebut pada pasar monopoli.
digunakan untuk membandingkan efisiensi antara satu bank dengan bank yang lain dalam setiap kelompok. Pada tahap selanjutnya dapat juga dibadingkan antara kelompok bank dengan kelompok bank yang lain, sehingga akhirnya dapat juga dibuat perhitungan tingkat efisiensi perbankan secara nasional.
Perolehan hasil tingkat efisiensi ini diukur menggunakan rasio antara besaran nominal penggunaan dana operasional dibagi dengan perolehan dana operasional. Apabila nilai besarannya secara persentase makin rendah artinya secara internal sebuah bank efisien dalam operasionalisasi kinerjanya. Sedangkan apabila semakin besar nilai perhitungannya artinya sebuah bank semakin kurang efisien. Demikian juga untuk mengukur kelompok bank, maupun untuk ukuran pasar perbankan secara nasional.
Apabila sebuah bank yang dinilai efisien maka dapat menjadikan bank tersebut mampu bersaing dengan bank lain baik pada satu kelompok yang sama ataupun kelompok yang sama. Bank yang efisien akan dapat lebih banyak disenangi oleh nasabah baik penyimpan maupun peminjam. Hal ini dapat dengan mudah dilihat selisih antara suku bunga simpanan dengan suku bunga pinjaman, atau seringkali dikenal dengan net interest margin (NIM) yang tidak terlalu besar. Di Indonesia biasanya bank Asing merupakan salah satu kelompok bank yang mempunyai NIM relatif kecil, sehingga banyak nasabah peminjam yang menjadi tertarik dengan bank asing. Namun demikian sampai saat ini bank asing belum diperkenankan membuka cabang ke cakupan wilayah yang lebih luas. Oleh karena itu untuk tingkat efisiensi secara nasional kelompok bank Asing akan dikeluarkan dari efisiensi tingkat nasional. Oleh karena itu pada pengukuran efisiensi ini tidak menggunakan uji hipotesa secara statistik.
Pada metode yang kedua, pengukuran persaingan pasar perbankan menggunakan model konsentrasi rasio dan yang paling banyak digunakan CR-4. Untuk persaingan menggunakan model rasio konsentrasi tidak menggunakan uji hipotesis secara statistik.
Namun demikian untuk model persaingan bank selanjutnya pada penelitian ini menggunakan regresi data panel akan menggunakan uji hipotesa.
Pada metode pengolahan data panel dipilih metode tidak seimbang (unbalanced panel). Metode ini dipilih untuk mengantisipasi sakling keterkaitan antar kelompok bank, pada target yang bias jadi sama atau hampir sama. Tahap berikutnya dalam estimasi adalah memilih Metode Fixed Effect (MET) dan Metode Random Effect (MER). Oleh karena itu penelitian ini mencoba menggunakan satu metode yang sebaiknya digunakan.
Pilihan MET adalah untuk mengkaji adanya perbedaan intercept setiap individu dan waktu. Sedangkan penggunaan MER perbedaan antar individu yang diteliti diakomodir melalui error term. Kedua pilihan ini menggunakan pertimbangan banyaknya individu yang melebihi jangka waktu penelitian. Uji Haussman digunakan untuk mendukung digunakannya random effect (Nachrowi dan Usman, 2006).
Model Efek Tetap (MET) merupakan model regresi yang menggunakan variabel dummy sebagai variabel bebas, sehingga dapat diestimasi dengan menggunakan ordinary least square (OLS). Dengan menggunakan OLS maka akan diperoleh estimator yang konsisten dan tidak bias. Apabila sebuah penelitian mempunyai N individu dan T waktu, maka model tersebut akan mempunyai parameter sebanyak: (N-1) parameter ɣ, (T-1) parameter δ, sebuah parameter α, dan sebuah parameter β. Dan untuk mengetahui apakah α konstan pada setiap id an t ataukah berubah-ubah, maka kita dapat membendingkan hasil F
dengan nilai F tabel. Apabila hasil F hitung > F tabel, maka kita dapat menerima bahwa α tidak konstan pada setiap id an t, sehingga MET lebih baik.
Pada Model Efek Random (MER) perbedaan karakteristik individu dan waktu diakomodir menggunakan error dari model. Random error pada MER perlu diurai menjadi error komponen individu, error komponen waktu dan error gabungan. Estimasi MER dapat menggunakan OLS, namun demikian dapat juga menggunakan metode Generalized Least Square (GLS). Menggunakan perangkat eviews keduanya tersedia fasilitasnya.
Untuk memilih metode yang tepat antara MET dan MER berdasarkan data yang tersedia harus dipilih yang mana? Ada beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan dasar pemilihan model, misalnya MER dipilih karena mempunyai parameter lebih sedikit, sehingga derajat bebasnya menjadi lebih besar. Sementara menggunakan MET parameter yang digunakan lebih banyak sehingga derajat bebasnya menjadi lebih kecil.
Meskipun demikian MET mempunyai beberapa kelebihan, misalnya: MET dapat membedakan efek individual dan efek waktu. MET tidak perlu mengasumsikan bahwa komponen error tidak berkorelasi dengan variabel bebas yang sulit untuk dipenuhi. Oleh karena itu pemilihan model ini membutuhkan pertimbangan untuk tujuan analisis. Beberapa ahli Ekonometrika memberikan pilihan menggunakan jalan tengah yaitu: pertama, jika data panel yang dimiliki mempunyai jumlah waktu (T) lebih banyak dibandingkan jumlah individu (N) maka disarankan menggunakan MET; kedua, jika data panel yang dimiliki mempunyai jumlah waktu (T) lebih sedikit daripada jumlah individu (N) maka disarankan menggunakan MER. Pada fasilitas eviews terdapat uji Hausman, gunanya adalah untuk melihat konsistensi pendugaan dengan OLS. Apabila MER menggunakan uji dapat digunakan sebagai bentuk uji kelayakan model panel.