• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FIQH JINAYAH OLEH : WAHYU NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS FIQH JINAYAH OLEH : WAHYU NIM"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Bin Abdul Jalil. dalam bukunya yang berjudul Sistem Ekonomi Islam (Dasar-Dasar Sistem Ekonomi Islam) menerjemahkan karangan Muhammad Sharif Chaudry yang diterjemahkan oleh Suherman Rosyidi. Kedua Perppus tersebut di atas mulai berlaku pada tanggal 18 Oktober 2002 dan selanjutnya disahkan pada tanggal 4 April 2003 menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 dan Nomor 16 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut pengesahan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sangat bias dan diskriminatif terhadap umat Islam.

Fraksi lain juga menentang pengesahan Perpres No. 1 dan 2 Tahun 2002 untuk menghapuskan secara hukum tindak pidana terorisme. Partai Reformasi Nasional menghindari kekosongan formal dan akhirnya mengumumkan keputusan bulat untuk mengesahkan Perps 1 dan 2 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Pandangan lain menyebutkan bahwa aksi terorisme merupakan kejahatan yang sangat merugikan dan mengancam kesehatan dan perdamaian bangsa.

Dalam hal ini penulis menjelaskan berbagai jenis hukuman mati yang akan dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana terorisme dalam pengertian hukum agama khususnya Islam. Bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah dan berdaulat dengan cara mengganggu ketertiban umum, termasuk tindak pidana. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam rangka tindak pidana terorisme adalah preventif, kebijakan internasional, kebijakan nasional, upaya preventif, upaya preventif, upaya represif.

Hirabah merupakan salah satu bentuk hudud, yaitu tindak pidana yang jenis, besarnya, dan pidananya ditentukan berdasarkan syariah. Pengawasan pemerintah dan aparat hukum terhadap bentuk dan gejala tindak pidana terorisme harus ditingkatkan. Sanksi terhadap pelaku kejahatan teroris Dilihat dari perspektif Fiqh Xinaya dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003. [Tesis.

Definisi Istilah

Tinjauan Penelitian Relevan

Tesis yang ditulis oleh Ahmad Zainut Tauhid, mahasiswa jurusan Syariah dan Hukum, yang tesisnya berjudul “Hukuman Mati Bagi Pelaku Kejahatan Teroris Dalam Perspektif Fiqh Jinayah”, menjelaskan bagaimana pemikiran Jinayah Fiqh mengenai hukuman mati bagi pelaku teroris. kejahatan. Penelitian yang ingin penulis kaji adalah dari penelitian-penelitian terdahulu di atas yang membahas mengenai bom bunuh diri dalam hukum Islam, hukuman mati bagi tindak pidana terorisme dan tindak terorisme dalam sudut hukum pidana positif dan fiqh jinayah. Perbandingan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah bagaimana kebijakan hukum Indonesia berkembang untuk mengatasi terorisme, apa yang dimaksud dengan konsep moderasi beragama dan bagaimana pemikiran fiqih jinayah terhadap tindakan terorisme.

Tinjauan Teori

Penegakan hukum merupakan suatu proses yang didasarkan pada penggunaan diskresi terhadap keputusan-keputusan yang tidak diatur oleh hukum. Salah satu jenis data yang dikumpulkan secara unik dan spesifik adalah data primer untuk memenuhi kebutuhan penelitian yang sedang berlangsung. Meskipun pelaku kejahatan bisa hidup aman di negara-negara yang tidak memiliki hubungan dekat dengan masalah ekstradisi ini.

Peristiwa teroris yang terjadi di Indonesia menjadi pertanda bahwa Indonesia telah menjadi sasaran aktivitas organisasi teroris internasional dan nasional. Salah satu upaya pencegahan kejahatan adalah penggunaan penjara atau penggunaan hukum pidana dengan sanksi. Terkait dengan terorisme, artinya terorisme merupakan salah satu landasan yang paling kuat, kekerasan yang bersumber dari perilaku keagamaan dan realisasi diri yang ekstrim, tidak hanya kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan non fisik seperti saling curiga.

Prinsip-prinsip Fiqh di atas menjadi dasar untuk mengenali berbagai permasalahan adat di satu sisi dan ajaran Islam di sisi lain, yang tidak dapat diberikan landasan hukum tekstual. Dalam konteks Islam di Indonesia, penyusunan ajaran agama dengan menggunakan masyarakat Indonesia dan adat istiadat serta kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan syariat merupakan ciri masyarakat Islam di Indonesia yang terlihat dalam bahasa lain. Pribumisasi dengan demikian merupakan bagian dari proses bergulat dengan peristiwa sejarah yang tidak mengubah esensi Islam.

Dengan demikian, transformasi pemahaman Islam yang tidak sesuai dengan kearifan dan budaya lokal merupakan pemikiran Islam radikal yang menjauhi semangat moderasi beragama, karena semangat moderasi adalah semangat kritis, fleksibel dan religius. Pemahaman keagamaan yang konservatif ditandai dengan adanya kesediaan menerima praktik dan perilaku yang tidak hanya menekankan pada kebenaran paradigma keagamaan tradisional, namun juga paradigma ideal. Menurut ulama Syafi'i, al baghyu (pemberontak) adalah seseorang yang menuduh seorang imam membangkang dan ingin menjauhkan diri dari imam yang sah, atau yang tidak diakui oleh kekuasaan, pendapat, dan pemimpin lainnya.

Contohnya kedudukan Ali bin Abi Talib yang tidak mahu memberikan taat setia kepada Abu Bakar, atau kedudukan Ibn Omar dan Abdullah bin Zubayr yang tidak melihat kesahihan pemerintahan Yazid bin Muawiya. Pendidikan agama perlu dipertingkatkan khususnya kesederhanaan agama bagi meningkatkan keimanan dan persaudaraan antara lain bagi mengelak ajaran yang tidak sepatutnya.

Metodologi Penelitian

PERKEMBANGAN POLITIK HUKUM INDONESIA DALAM

Kebijakan Pemberantasan Terorisme

  • Kebijakan Internasional
  • Kebijakan Nasional
  • Upaya Pencegahan
  • Upaya Represif

Terdapat dua pandangan mengenai kegiatan teroris yang terjadi saat ini, yaitu pertama, terorisme adalah kegiatan politik, baik yang berlatar belakang politik, tujuan politik, maupun kegiatan yang disponsori oleh kepentingan politik. Kedua pandangan di atas mempengaruhi seluruh peraturan yang dibuat untuk memberikan pencegahan dan pemberantasan segala tindakan terorisme. Terkait penggunaan terorisme, Resolusi no. 7 Tahun 1984 relatif penting dalam disiplin terorisme, mengatur tindakan-tindakan yang melibatkan terorisme.

Sebagai negara yang taat hukum, sudah menjadi tanggung jawab negara untuk menangkap dan menangkap pelaku kejahatan. Hal ini menunjukkan bahwa semua tempat yang termasuk dalam wilayah ditemukannya tersangka, jika ada petunjuk harus ditangkap. mencurigai atau mengambil langkah lain untuk menjamin proses pemuatan atau repatriasi. Tindakan internasional agar tindakan terorisme yang dilakukan di negara lain dapat dituntut berdasarkan hukum pidana negara tersebut.

Aksi terorisme yang terjadi di wilayah Indonesia yang diawali dengan bom Bali 1 dan disusul kaburnya Bank Niaga Niaga Medan baru-baru ini yang mengakibatkan tewasnya anggota Bridan, hampir semua negara menyatakan konkrit dan keprihatinannya. mendukung upaya Indonesia mengungkap permasalahan bom Bali, khususnya dalam proses penangkapan penyintas teroris dan mengadili mereka. Konsep Barat dan Islam dalam definisi terorisme sangat sulit diterima oleh Indonesia karena situasi politik di negara-negara Islam sangat berbeda dengan situasi dan perkembangan di lapangan di Indonesia. Begitu pula budaya masyarakat di negara-negara tersebut dan di Barat berbeda dengan budaya Indonesia.

Upaya pencegahan kejahatan terutama merupakan upaya keselamatan masyarakat (pertahanan sosial) untuk membantu masyarakat menghindari kejahatan atau mengendalikan kejahatan yang terjadi dalam batas toleransi.

KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM MEMINIMALISIR

Toleransi

Berbeda dengan dharuriyyat, kelompok hajiyyat bukanlah salah satu hal esensial yang dibutuhkan; cukuplah dengan membiarkan manusia terhindar dari kesulitan hidup, dalam hal ini dengan menolong dan menolong sesama manusia. Runtuhnya salah satu gedung pencakar langit pada 11 September 2001 menarik perhatian dunia Barat dan Islam. Pemerintah AS dan negara-negara Barat telah mengubah undang-undang anti-terorisme mereka untuk memberikan wewenang lebih besar kepada pejabat negara untuk melakukan penyelidikan dan investigasi.

Di sisi lain, nilai kemanusiaan dalam komunitas internasional menjadi salah satu rumor utama yang kerap diusung Amerika Serikat dan afiliasinya dalam pernyataan kontra-terorisme (perang melawan terorisme). Menanggapi langkah Amerika Serikat yang memaksa negara-negara memperbarui undang-undang anti-terorismenya untuk memenuhi keinginan dan kepentingan AS. Di Kanada, pemerintah yang didominasi Partai Liberal telah memperkenalkan undang-undang untuk mengubah undang-undang anti-terorisme.

Sekutu AS lainnya, seperti Australia dan Inggris, juga berupaya memperbarui undang-undang anti-terorisme yang mengatur konsolidasi dan pelaksanaan kekuasaan atau otoritas oleh aparat penegak hukum. Terakhir, pada tanggal 18 Oktober 2002, sebagai respons terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1438, pemerintah Indonesia mengeluarkan dua peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (PERPPU). Sejak awal, kedua Perppu ini menjadi peraturan perundang-undangan yang sangat kontroversial, kontroversial di depan umum.

Perppu ini merupakan salah satu asas pokok yurisprudensi yang diterima dunia internasional sebagai kebenaran universal, terkandung dalam UUD 1945 dan secara tegas dilindungi oleh asas retroaktif (asas tidak boleh menggunakan huruf), jelas melanggar (Pasal 28). Undang-undang penjelas Perppu merupakan undang-undang yang bertugas membatasi kekuasaan dan tidak memberikan penjelasan atas pemaksaan kemauan dan kepentingan politik. Pencegahan kejahatan dengan menggunakan sistem peradilan pidana merupakan suatu cara yang sudah ada dan sudah tua dalam peradaban manusia, namun hal ini tidak menjamin bahwa kejahatan dijadikan sebagai salah satu cara untuk memberantas kejahatan.

Anti Radikalisme dan Kekerasan

Tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat takhayul agama di kalangan sebagian umat Islam di era ini yang terkesan kurang bijak karena kuat dan yakin terhadap agamanya. Islam adalah keyakinan yang bersumber dari wahyu bahwa setelah wafatnya Nabi tidak akan ada lagi, sedangkan budaya periklanan adalah apa yang akan terjadi dalam penciptaan manusia yang dapat berubah sesuai dengan kebutuhan hidup manusia. Islam Native mengacu pada bagian sejarah Islam di negara asal dan negara lain, termasuk Indonesia.

Idea bahawa agama adalah musuh budaya, atau sebaliknya, bahawa budaya adalah musuh agama, seperti yang dinyatakan di atas, tidak sesuai dengan standard agama. Amalan dan tingkah laku agama yang sesuai dengan adat dan tradisi tempatan boleh digunakan untuk melihat sejauh mana kesediaan pemahaman ini menerima amalan agama yang sesuai dengan budaya tempatan. Dalam hal Hirabah, ulama berselisih pendapat. Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'I, Imam Ahmad dan Zaidiyah berselisih pendapat tentang hukuman ke atas Muhrabin bergantung kepada perbuatan yang dilakukannya.

Menurut Imam Abu Hanifa, Imam Syafii, Imam Ahmad dan Syiah Zaydiyya, hukumannya ialah memotong tangan dan kaki dengan menyilangnya, iaitu memotong tangan kanan dan kaki kiri. Manakala Imam Malik berpendapat menurut tafsiran huruf au dalam Surah al-Ma’idah ayat 33, hukuman bagi muharibi yang mengambil harta ini diserahkan kepada hakim untuk memilih hukuman yang terdapat dalam Surah al-Ma’idah ayat 33. , asalkan. ia bukan buangan. Menurut Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Syiah Zaidiyah, Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad dari golongan Hanafiyah, hukumannya ialah hukuman mati (hukuman mati) bagi orang yang disalib, tanpa memotong tangan dan kaki.

33 ddk muhammad amin suma, penjenayah Islam di Indonesia, peluang, prospek dan cabaran, cet l (barat pejaten: pustaka firdaus, 2001).h 60-61. 36 Ini bermakna bahawa dendam orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan menyebabkan kerosakan di muka bumi ini dibunuh atau disalib (dipotong tangan dan kakinya secara bertimbal balik) atau dibuang negeri dari negeri tempat mereka tinggal. Jika mereka melakukan pembunuhan, kecurian atau rogol, mereka mesti dibicarakan mengikut jenayah yang mereka lakukan.

Akomodatof Terhadap Budaya Lokal

PANDANGAN FIQH JINAYAH TERHADAP TINDAK PIDANA

Hukuman Tehadap Terorisme

PENUTUP

Saran

Saya jadikan Wahyu Chandra Satriana, Luh Putu Eka Pramestiani.” Jurnal Fakultas Hukum Universitas Dwijendra 17, no. Konsep keadilan harga dari sudut pandang Al-Ghazali dan Thomas Aquinas.” Skripsi; Fakultas Syariah dan Hukum Islam, 2020.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

The small rate of non-Performing Loans shows a good quality of financial transaction which shows a good prospect to the investors who want to invest in the FinTech-P2P lending in