Dinyatakan bahwa penelitian ini telah diteliti dan diuji di hadapan Penguji Tesis (S1) pada tanggal 31 Januari 2022 di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Tujuan penulisan skripsi penulis adalah untuk memenuhi persyaratan penyelesaian program sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiah Makassar.
Keywords: Situational Leadership Style and Work Spirit
Rumusan masalah
Apakah gaya kepemimpinan situasional yang terdiri dari gaya kepemimpinan terindikasi (X1) berdampak terhadap peningkatan semangat kerja karyawan CV. Apakah gaya kepemimpinan situasional yang terdiri dari gaya kepemimpinan delegasi (X4) berdampak terhadap peningkatan semangat kerja karyawan CV.
Tujuan penelitian
Apakah gaya kepemimpinan situasional yang terdiri dari gaya kepemimpinan penjualan (X2) berdampak terhadap peningkatan semangat kerja karyawan CV. Apakah gaya kepemimpinan situasional yang terdiri dari gaya kepemimpinan partisipatif (X3) berdampak terhadap peningkatan semangat kerja karyawan CV.
Manfaat Penelitian
- Pengertian Manajemen
Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM) adalah suatu kumpulan pengetahuan tentang bagaimana mengelola sumber daya manusia, termasuk aspek perencanaan. Sedangkan pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Hasibuan (2005:10) adalah “ilmu dan seni mengelola hubungan dan peran personel agar efektif dan efisien dalam membantu mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat”.
Indikator gaya kepemimpinan
Sifat seorang pemimpin sangat berpengaruh pada gaya kepemimpinannya untuk menentukan keberhasilannya menjadi pemimpin yang sukses dan ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin tersebut. Untuk menentukan keberhasilan menjadi seorang manajer yang sukses ditentukan oleh kemampuan pribadinya.Kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan sifat atau sifat yang ada di dalamnya.
Tipe Manajemen Kepemimpinan
- TASK MANAGEMENT
- TEAM MANAGEMENT
- IMPOVERISHED MANAGEMENT
- MIDDLE OF THE ROADMAP MANAGEMENT
- Teori situasional
- Pengertian Semangat Kerja
Menurut Harbani Pasalong (2013:57), ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau menyebabkan semangat kerja karyawan, antara lain: Dan jika semangat kerja dibiarkan turun sesekali maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih.
Tinjauan Empiris
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara gaya manajemen terhadap kepuasan kerja.
Kerangka pemikiran
Model Hipotesis
Sehubungan dengan latar belakang dan rumusan masalah penelitian, maka jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kuantitatif.
Fokus Peneliti
Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Populasi dan Sample 1. Populasi
- Sampel
Metode Penggumpulan data 1. Kuesioner atau angket
Variabel dan Definisi Operasional
Pemimpin dan bawahan mempunyai hubungan yang erat dalam proses pengambilan keputusan. bawahan dalam merumuskan gagasan konsep tugas. pelaksanaan proses tugas pada setiap bawahan. Secara operasional, konsep ini diartikan sebagai suatu gaya yang dipadukan dengan situasi yang ada mengenai perilaku pemimpin terhadap bawahan atau pengikutnya. Ini adalah jenis gaya kepemimpinan di mana tugas-tugasnya tinggi dan hubungan-hubungannya rendah, di mana pemimpin mendefinisikan peran-peran dan memberi tahu bawahannya apa, bagaimana, kapan dan di mana harus melakukan berbagai tugas.
Merupakan tipe gaya kepemimpinan yang mempunyai orientasi tugas yang tinggi, dimana pemimpin memberikan arahan dan dukungan. Merupakan jenis gaya kepemimpinan yang mempunyai tugas rendah, orientasi hubungan tinggi, dimana pemimpin dan pengikut mengambil keputusan bersama-sama, dengan peran utama pemimpin adalah fasilitasi dan komunikasi. D). Secara operasional, konsep ini diartikan sebagai keadaan atau kelompok spiritual yang menimbulkan kepuasan mendalam dalam diri.
Menurut Sugiyono, skala pengukuran digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial tersebut telah ditentukan secara khusus oleh penelitian, yang kemudian dijadikan sebagai variabel penelitian. Kemudian indikator-indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak penyusunan item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan dan pertanyaan.
Tehnik Analisis data 1. Analisis deskriptif
- Misi Perusahaan
- RUDIANTO 2. SYAFII
- Kondisi Pasar
- Rencana Pemasaran
- Aspek Produksi a. Alokasi Usaha
Daeng Kuliner Makassar didirikan pada tanggal 12 Mei 2006 dan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, didirikan atas dasar kerja keras dan semangat yang besar. Daeng Kuliner Makassar didukung oleh 7 (tujuh) toko yang tersebar di berbagai titik di kota Makassar dan luar Makassar yaitu wr. Daeng Culinary Makassar berlandaskan prinsip saling pengertian, saling menghormati dan toleransi terhadap perbedaan untuk mengupayakan kebaikan sejati bagi semua pihak.
Daeng Kuliner Makassar merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, sebagai kantor pusat pengelolaan restoran yang tersebar di seluruh kota Makassar, selama ini CV. Mbak Daeng 3 berlokasi di Jalan Abdesir dan telah beroperasi selama 3 tahun, didirikan oleh Ahmad Tonang pada tahun 2017. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengiriman barang dari supplier atau gudang termasuk menentukan ekspedisi dan rute untuk memastikan pengiriman dilakukan pada tepat waktu dan efisien serta barang diterima oleh masing-masing cabang sesuai dengan yang ditentukan oleh toko.
Daeng Culinary Makassar dan melaksanakan kegiatan persuratan, pendokumentasian dan pengarsipan surat, laporan dan kwitansi pembayaran supplier. Pasar Daeng Kuliner hanya ada di wilayah Makassar, jenis usaha di bidang makanan dan minuman ini mempunyai banyak peluang yang menjanjikan, karena makanan dan minuman merupakan kebutuhan primer manusia, seiring dengan banyaknya tenaga kerja lokal dan warga di wilayah Makassar dan sekitarnya. Mas Daeng yang terletak di Jln.. e) Restoran Lesehan Pa' Daeng yang terletak di Jln.. f) Wr. Ayam balap yang berlokasi di Jln.
HASIL PENELITIAN
Indikator pertama banyak responden yang menjawab setuju dengan jumlah 58 responden dan skor aktual 392 poin dan nilai persentase 87%. Pada 2 indikator kedua banyak responden yang menjawab dengan jawaban setuju dengan jumlah 63 responden dan skor aktual 382 poin dan nilai persentase 85%. 3. Selanjutnya indikator ketiga banyak responden yang menjawab dengan jawaban setuju dengan jumlah 55 responden dan skor riil 390 poin dan nilai persentase 87%.
Keempat 4 indikator sebagian besar dijawab dengan jawaban setuju dengan jumlah responden sebanyak 55 orang dan skor aktual sebesar 387 poin serta nilai persentase sebesar 86%. Indikator pertama banyak responden yang menjawab dengan jawaban setuju dengan jumlah 50 responden dan skor aktual 400 poin dan nilai persentase 89%. Keempat 4 indikator sebagian besar dijawab dengan jawaban setuju dengan jumlah responden sebanyak 50 orang dan skor aktual sebesar 412 poin serta nilai persentase sebesar 92%.
Pada lima indikator kelima mayoritas responden menjawab dengan jawaban afirmatif, dengan jumlah 62 responden dan skor aktual sebesar 388 poin dan nilai persentase sebesar 86%. Keempat enam indikator menjawab sebagian besar dengan jawaban setuju, dengan jumlah responden sebanyak 77 orang dan skor aktual sebesar 373 poin serta nilai persentase sebesar 83%. Pada ketujuh indikator kelima mayoritas responden menjawab dengan jawaban afirmatif, dengan jumlah 63 responden dan skor aktual sebesar 383 poin dan nilai persentase sebesar 85%.
Uji Instrumen Penelitian
- Hipotesis
Berdasarkan tabel uji validitas di atas diketahui bahwa seluruh item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur variabel-variabel yang membahas tentang gaya kepemimpinan, gaya kepemimpinan menjual, gaya kepemimpinan kolaboratif, gaya kepemimpinan delegasi, dan semangat kerja karyawan. Berdasarkan hasil uji regresi di atas diperoleh konstanta a = 23,266 dan gaya kepemimpinan berbicara (X1) sebesar 0,527, gaya kepemimpinan menjual (X2) sebesar 0,338, gaya kepemimpinan kooperatif (X3) sebesar 0,722 dan final gaya kepemimpinan delegasi (X4) sebesar 0,523. Nilai konstanta semangat kerja karyawan sebesar 23,266 yang menunjukkan bahwa jika variabel X1,
Koefisien X4 sebesar 0,523 artinya jika setiap terjadi peningkatan X4 (gaya kepemimpinan delegasi maka semangat kerja pegawai meningkat sebesar 0,523 atau sebaliknya, setiap kali terjadi penurunan pada variabel X4 (gaya kepemimpinan delegasi maka semangat kerja pegawai menurun) . dengan 0,523. Variabel yang paling dominan dalam meningkatkan semangat kerja karyawan adalah variabel gaya kepemimpinan partisipasi X3 dengan nilai koefisien sebesar 0,722 dan nilai beta sebesar 500 yang mempunyai kontribusi signifikan terhadap peningkatan semangat kerja karyawan. Hasil analisis regresi variabel gaya kepemimpinan X1 terhadap Y yang terindikasi menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel sebesar 4,310.
Hasil analisis regresi variabel gaya kepemimpinan partisipasi sebesar 2,834 lebih besar dari t tabel sebesar 0,207, hal ini menunjukkan bahwa variabel Kepemimpinan Delegasi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat Semangat Kerja Pegawai.
Pembahasan
Koefisien Hasil perhitungan uji statistik (t) untuk variabel gaya kepemimpinan yang menceritakan penjualan X2 vs Y menunjukkan nilai thitung 3,205 lebih besar dari t tabel 0,207. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X2 berpengaruh signifikan terhadap Y.
Hasil perhitungan uji statistik (t) variabel gaya kepemimpinan kooperatif yang mendelegasikan X4 kepada Y menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,834 lebih besar dari t tabel sebesar 0,207. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Taman Malang” Sedangkan kepemimpinan yang merupakan gaya yang digunakan oleh pengelola jasa konstruksi Mall Olimpic Garden Malang yang meliputi gaya kepemimpinan bercerita, menjual, kerjasama dan delegasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja para karyawan.
Hal ini terlihat dari nilai F hitung > F tabel (9,036>2,37) atau sig F < 0,05) dan secara parsial gaya kepemimpinan tell and sales tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja pegawai. Gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja. Sedangkan variabel yang paling dominan adalah gaya kepemimpinan delegasi dengan nilai T hitung sebesar 3,257 lebih tinggi dibandingkan variabel lainnya. Gaya kepemimpinan mana yang sebaiknya diterapkan pada orang atau sekelompok orang tergantung pada tingkat kematangan orang yang akan dipengaruhi oleh pemimpin tersebut.
Saran
Berdasarkan hasil uji analisis data statistik (uji persamaan regresi), disimpulkan bahwa tidak ada satu cara terbaik untuk mempengaruhi perilaku masyarakat. Dengan ini saya mohon kesediaannya untuk bekerjasama dalam mengisi kuesioner penelitian ini.
PETUNJUK PENGISIAN
IDENTITAS RESPONDEN
PERTANYAAN
Atasan bersedia menerima dan mendengarkan pendapat bawahan mengenai keputusan dan kebijakan yang akan diambil. Atasan menjelaskan (menginstruksikan) lebih dari sekedar menginstruksikan bagaimana melakukan pekerjaan yang baik dan mendapatkan hasil yang optimal. Atasan dan bawahan saling bertukar pikiran (berdiskusi) dalam mengambil suatu keputusan, sehingga memerlukan waktu yang lama dalam mengambil keputusan.
Atasan tidak banyak berkomunikasi dengan bawahan mengenai pekerjaan, kecuali dalam beberapa hal yang mereka anggap penting.Atasan memberikan kebebasan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri. Atasan selalu memantau perilaku bawahan dalam pelaksanaan tugas kerja, selalu memberikan instruksi yang jelas dan tegas untuk menjamin pekerjaan selesai tepat waktu.
JUMLAH SKOR AKTUAL SKOR IDEA
TOTAL
NO JENIS KELAMIN JUMLAH PERSENTASE
NO PENDIDIKAN JUMLAH PERSETASE