• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS GENDER - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS GENDER - Spada UNS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS GENDER

Disampaikan oleh:

Ismi Dwi Astuti Nurhaeni 08122623959

[email protected]

1

Sumber: March, Smyth, and Mukhopadhyay: A Guide to Gender-Analysis Frameworks.

(2)

PENELITIAN BERPERSPEKTIF GENDER

• Mencoba melakukan upaya sistematis untuk melihat persoalan perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki dalam suatu fenomena sosial.

• Metode untuk membantu dan membuka kerangka kerja pada persoalan perempuan disebut Metode Feminis (kita menghargai keanekaragamaan pandangan dan pendapat dan tidak ada

sebutan kebenaran mutlak)

• Cara pandang ini mengkritisi metode yang menyebutkan

bahwa kuantitas dapat menunjukkan kita kepada adanya sebuah kebenaran ilmiah (WRI, 2005)

2

(3)

.. LANJUTAN..

• Metode feminis mengajak kita untuk melihat, mendengar, dan selalu bertanya serta melakukan interaksi baik dengan pihak yang kita ajak bicara guna memahami cara pandangnya terhadap sesuatu maupun dengan diri sendiri ketika memahami sebuah peristiwa.

• Dengan metode ini, satu saja suara yang memberi makna pada sebuah peristiwa adalah sebuah data yang sangat berharga.

• Hal itu bisa dipertimbangkan sebagai realitas yang dapat berkontribusi terhadap pengayaan pemahaman kita.

• Segala teknik pengumpulan data dalam ilmu sosial bisa digunakan asal ada jaminan terdengarnya suara perempuan.

3

(4)

4

PENGERTIAN :

Gender analysis is a type of socio-economic analysis that uncovers how gender relations affect a development problem. The aim may just be to show that gender

relations will probably affect the solution, or to show how they will affect the solution and what could be done.

ACCESS ROLE CONTROL BENEFIT

§Culturally learned behaviors and expectation

§Culturally assigned roles SOCIAL

CONSTRUCTION

(5)

KEY CONCEPTS:

• Sex and gender

• Gender relation

• The division of labor between women and men

• Practical and strategic gender interests/ needs

• Gender analysis

• Access to, and control over, resources

• Status and role

• Condition and position

• Gender classifications of policies

5

(6)

THE GENDER-ANALYSIS FRAMEWORKS

• Harvard Analytical Framework

• Moser Framework

• Gender Analysis Matrix (GAM)

• Capacities and Vulnerabilities Analysis Framework

• Women's Empowerment (Longwe) Framework

• Social Relations Approach

• Gender Analysis Pathway, dll

6

(7)

CHOOSING A FRAMEWORK

The choice of a suitable framework will depend on:

the task in hand

The context

the resources available

Despite the many similarities, the gender frameworks differ in their scope and emphasis.

The interplay between these two sets of values and assumptions will determine which approaches and interventions you consider, and which you select.

You can also combine gender frameworks designed by others to create your own hybrid version, adapting different components of separate gender frameworks and adding your own ideas

7

(8)

THE GENDER-ANALYSIS FRAMEWORKS

1. Harvard Analytical Framework

v The Harvard Analytical Framework is a grid (also known as a matrix) for collecting data at the micro-level (i.e., at the community and household level).

v It is a useful way of organising information and can be adapted to many situations.

v The Harvard Analytical Framework has four main components.

8

(9)

HARVARD ANALYTICAL FRAMEWORK

• Kerangka peran gender atau kerangka analisis gender

• Dikembangkan pada tahun 1985 oleh Harvard Institute for International Development di Amerika Serikat

• Bekerja sama dengan USaid ketika pendekatan efisiensi dalam pembangunan perempuan sedang banyak mendapatkan perhatian.

• Tujuan: Menunjukan bahwa terdapat permasalahan ekonomi yang berkaitan dengan alokasi/pembagian peran serta akses sumber daya baik bagi laki-laki maupun perempuan.

• Ditujukan untuk mempermudah pembuat desain perencanaan proyek dalam menghasilkan peningkatan produktifitas dengan pemetaan peran dan sumber daya yang dimiliki baik oleh laki-laki maupun perempuan.

• Digunakan dengan cara didampingkan dengan matriks sebagai alat pengumpulan data pada level mikro (level komunitas dan rumah tangga).

The Activity Profile, The Access and Control Profile – Resource and Benefits, Influencing Factors, dan Checklist for Project – Cycle Analysis

9

(10)

HARVARD TOOL 1: THE ACTIVITY PROFILE

• The Activity Profile à profil kegiatan yang digunakan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor dalam pekerjaan yang memiliki hubungan produktif dan

reproduktif dengan fokus utama yaitu

“siapa melakukan apa”.

• Menemukan perbedaan peran dan jenis kegiatan yang dibedakan berdasarkan gender.

• Pemunculan perbedaan melalui gender dan golongan usia, gender dan alokasi waktu, serta gender dan fokus pekerjaan

10

(11)

HARVARD TOOL 2: THE ACCESS AND CONTROL PROFILE - RESOURCES AND BENEFITS

• The Access and Control Profile – Resource and Benefits à bertujuan mempermudah peneliti untuk melihat perbedaan akses dan kontrol yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan terhadap sumber daya dan juga

manfaat yang ditimbulkan dari adanya sebuah kegiatan ekonomi.

11

(12)

INFLUENCING FACTORS

Influencing Factors à faktor-faktor yang mempengaruhi pembagian jenis kegiatan, peran, serta kekuasaan dalam mengatur, mendistribusikan, serta menikmati sumber daya alam.

Faktor tidak hanya berkaitan pada gender, namun juga fenomena masa lampau dan kini.

Perubahan fenomena masa lampau dan masa kini digunakan sebagai petunjuk pelihatan terhadap hambatan dan peluang yang akan didapatkan oleh laki-laki/perempuan.

Yang termasuk kedalam faktor: norma masyarakat/hirarki sosial, kondisi demografi, struktur institusi, kondisi ekonomi general, politik internal dan eksternal , parameter legal, edukasi dan pembinaan, dan sikap dalam komunitas pembangunan.

12

(13)

HARVARD TOOL 4: CHECKLIST FOR PROJECT-CYCLE ANALYSIS

• Checklist for Project – Cycle Analysis à berisi sejumlah

pertanyaan yang didesain untuk menilai proposal proyek atau area intervensi proyek yang dipilah berdasarkan gender.

• Digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai perbedaan alokasi gender yang

menimbulkan perbedaan kondisi sosial bagi perempuan dan laki- laki. Tentunya berfokus kepada kegiatan ekonomi.

13

(14)

14

(15)

15

(16)

16

(17)

KOMPONEN KERANGKA POP

Refuge Population Profile and Context Analysis à pembagian peran dan tanggung jawab berdasarkan gender selama berada dalam wilayah pengungsian.

• Profil populasi serta konteks sosial dan budaya yang dimiliki baik oleh pengungsi maupun tuan rumah juga dilihat.

• Bertujuan melihat bagaimana latar belakang yang dibawa oleh pengungsi dan dimiliki oleh tuan rumah akan berpengaruh kepada perubahan peran dan akses sumber daya selama dipengungsian berdasarkan gender.

• Tahapan dalam menentukan siapa yang disebut sebagai pengungsi, melalui:

1. norma masyarakat/hirarki sosial, 2. Kondisi/faktor demografi,

3. struktur institusi,

4. kondisi ekonomi general, 5. politik internal dan eksternal, 6. parameter legal,

7. edukasi dan pembinaan, dan

8. sikap dalam komunitas pembangunan.

(18)

KOMPONEN KERANGKA POP

The Activities Analysis à nyaris sama dengan komponen pertama dalam kerangka Harvard yang disebut The Activities Profile.

• Berfokus kepada “siapa yang melakukan apa”.

• Melihat perbedaan peran dan jenis kegiatan yang dilakukan pada masa sebelumnya dan masa kini (sebelum dan setelah berstatus menjadi pengungsi).

• Melihat perbedaan melalui perbedaan waktu pelaksaan kegiatan, durasi, hingga hasil yang dihasilkan dari kegiatan yang dilakukan pada masa lampau dan masa kini.

(19)

KOMPONEN KERANGKA POP

Use and Control of Resource Analysis à nyaris sama dengan komponen pada Harvard dengan nama The Access and Control Profile – Resource and Benefits.

• Membimbing peneliti dalam melihat apa jenis sumber daya (donor), bagaimana sumber daya didistribusikan, dan siapa yang berperan dalam pengaturan pendistribusian.

• Perbedaan yang terjadi dalam penggunaan dan kontrol sumber daya tentunya lagi-lagi dibedakan oleh gender yang dimiliki

(20)

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

1. Pengguna mampu mendapatkan kejelasan data mengenai pembagian jenis peran, kerja, akses, dan kontrol terhadap sumber daya dan juga manfaat yang ditimbulkan dari adanya kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya secara rinci.

2. Membantu merancang perencanaan proyek dengan lebih efisien dengan keadilan gender yang optimal.

3. Melihat fungsi laki-laki dan perempuan yang pembedaannya terfokus pada gender yang dimiliki.

4. Mudah dilakukan bagi penelitian isu gender tingkat dasar dengan level mikro.

1. Menimbulkan kebiasan terhadap pengoptimalan gender dalam masyarakat (belum tentu pemegang kekuasaan sumber daya menjadi penikmat sumber daya yang sesunguhnya).

2. Sulit digunakan pada perancangan dengan jumlah data besar.

3. Hanya ditujukan untuk menangani kasus setara dan statis, namun melupaan kasus tidak setara dan dinamis (kolaborasi, persaingan, negosiasi, dll).

4. Tidak memperhitungkan perubahan waktu atau musim dan lebih menitikberatkan kepada efisiensi dari pada kesetaraan

5. Faktanya, persoalan kesenjangan gender tidak hanya berkaitan dengan pengaturan kegiatan ekonomi maupun sumber daya. Sehingga kerangka tidak dapat digunakan pada keseluruhan perencanaan, meskipun terdapat perbedaan gender didalamnya.

6. Perlu untuk dipadukan dengan instrumen penelitian lainnya untuk melihat komponen selain gender, seperti Yaitu pengetahuan, kapasitas pekerjaan, kesehaan, dan modal sosial budaya.

Referensi

Dokumen terkait

Protocol on Access to Genetic Resources and the Fair and Equitable Sharing of Benefits Arising from their Utilization to the Convention on Biological Diversity (Protokol

• Spreadsheets are a common tool for resource planning, cost estimating, cost budgeting, and cost control. • Many companies use more sophisticated and centralized

Pengaturan internasional melalui Nagoya Protocol on Access to Genetic Resources and the Fair and Equitable Sharing of Benefits Arising from Their Utilization to

respected and applied in connection with forest management rights, access to forest resources, sharing of benefits, etc. National Law No. - Approved ILO Convention 169 on

Later, The Nagoya Protocol on Access to Genetic Resources and the Fair and Equitable Sharing of Benefits Arising from their utilization to the CBD is an

An online resource bank and community forum where teachers can access thousands of Cambridge support resources, exchange lesson ideas and materials, and join subject-specific

An online resource bank and community forum where teachers can access thousands of Cambridge support resources, exchange lesson ideas and materials, and join subject-specific

All networking environments and operating systems use some type of access rights settings to control access to the network and its resources.. Access rights are similar to security