Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan kendala yang dihadapi pendidik SD dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tematik di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran tematik di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung, sebagian kegiatan pembelajaran di kelas bawah tidak menerapkan model pembelajaran tematik. Selama menjadi mahasiswa, beliau aktif dalam berbagai kegiatan intra dan ekstra di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung.
Hj.Nirva Diana, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
PENDAHULUAN
Alasan Memilih Judul
Pembelajaran tematik merupakan kurikulum yang masih baru, sehingga tenaga pengajar mengalami berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, baik bagi guru baru maupun guru lama. Keterbatasan yang dialami guru yaitu dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan dalam menyelesaikan penilaian hasil belajar perlu disesuaikan dengan tema pembelajaran.
Latar Belakang Masalah
Berdasarkan hasil penelitian di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung diperoleh informasi bahwa guru dalam pembelajaran tematik mengalami kesulitan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran tematik, menyelesaikan penilaian pembelajaran tematik berdasarkan mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain dan juga waktu dalam pembelajaran tematik. Karena proses pembelajaran yang kurang efektif10 maka guru masih memerlukan sosialisasi tentang kurikulum 2013. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa guru mengalami kendala yang berbeda-beda dalam pembelajaran tematik pada kurikulum 2013, baik pada guru yang sudah lama mengajar. adapun guru yang sudah lama mengajar. yang baru saja mengajar. Penelitian sebelumnya mengenai kemampuan guru dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar telah dilakukan di berbagai daerah yaitu SD Negeri Demangan Yogyakarta11, SD Muhammadiyah 03 Wajak Malang, Jawa Timur12.
Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti menyampaikan gagasan yang diwujudkan dalam bentuk penelitian yang berjudul “Analisis Hambatan Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung”.
Fokus Penelitian
Namun di Bandar Lampung belum ada penelitian dan penelitian terdahulu belum dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran tematik di kelas tinggi pada berbagai aspek yaitu 1) Aspek perencanaan;
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Signifikasi Penelitian
Data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari informan di lapangan, yaitu melalui observasi dan wawancara mendalam (in depth interview) 15 Wawancara dan observasi yang dilakukan dapat diperoleh dari informan yang dianggap cocok oleh peneliti. untuk penelitian. Sumber data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung dari informan di lapangan, seperti dokumentasi 16 Dokumen-dokumen tersebut berupa hubungan mengenai permasalahan yang diteliti di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung. Metode observasi adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui pengamatan langsung dan penginderaan terhadap objek penelitian17.
Panduan tersebut bertujuan untuk memudahkan melakukan wawancara, mengelola data yang diperoleh dari informan tersebut. Data yang diperoleh dari lapangan cukup banyak, oleh karena itu perlu dilakukan pencatatan secara cermat dan rinci. Langkah ini dilakukan agar data yang diperoleh dan direduksi dapat dengan mudah dipahami oleh peneliti dan orang lain.
Wawancara dilakukan untuk mendeskripsikan hasil wawancara wakil kepala kurikulum tentang hambatan pelaksanaan pembelajaran tematik kurikulum 2013 di SD Muhammdiyah 1 Bandar Lampung dan dilakukan dokumentasi untuk penguatan atau pembuktian dari uraian tersebut. data yang diperoleh. saat observasi dan wawancara. Keabsahan data yang diperoleh dari penelitian harus diuji agar data tersebut dapat diterima dan dipertanggungjawabkan. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan referensi keberadaan pendukung untuk membuktikan data yang ditemukan peneliti.
Triangulasi sumber artinya menguji keterandalan data yang dilakukan dengan cara memeriksa data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknis yaitu pemeriksaan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi karena bertujuan untuk memeriksa kebenaran data tertentu dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI
Pengertian Kurikulum 2013
Penggunaan metode pembelajaran yang kreatif dan menarik dapat meningkatkan minat siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Keunggulan Kurikulum 2013. a) Siswa dituntut lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah. Kelemahan Kurikulum 2013. a) Banyak pendidik yang beranggapan bahwa dengan Kurikulum 2013 tidak perlu lagi menjelaskan materi kepada siswa di kelas, padahal banyak mata pelajaran yang masih mendapat penjelasan dari pendidik.
31Eka Nirmala, “Hubungan Implementasi Kurikulum 2013 Dengan Kreativitas Yang Dihasilkan Siswa Pada Mata Pelajaran SBDP Kelas IV MIN 2 Bandar Lampung”. Guru harus dapat memahami bahwa perasaan dan sikap siswa dipandang dan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap proses pembelajaran. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama berlangsungnya proses belajar mengajar.
Pedagog adalah pendidik yang peranannya terutama terhadap peserta didik pada jenjang pendidikan dasar (pendidikan dasar dan menengah). Pendidik merupakan teladan atau panutan bagi peserta didik dan semua orang yang menganggapnya sebagai pendidik. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya mempunyai indikator penting: memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi akademik dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi non-akademik.
Kepribadian otoritatif memiliki indikator penting: menunjukkan perilaku yang memberikan pengaruh positif kepada siswa dan menunjukkan perilaku yang dihormati. Mampu berkomunikasi dan berkomunikasi secara efektif dengan siswa mempunyai indikator penting yaitu berkomunikasi secara efektif dengan siswa. Mampu berkomunikasi dan bersosialisasi secara efektif dengan orang tua/wali siswa dan masyarakat sekitar.
Berdasarkan konteks tersebut, diperlukan kreativitas guru agar dapat menjadi fasilitator dan mitra belajar bagi siswa.
Lima jenis interaksi yang dapat terjadi dalam proses pembelajaran adalah: 1) interaksi antara guru dan siswa; 33Dirman dan Cici Juarsih, Pengembangan Kurikulum: Dalam Rangka Penerapan Standar Proses Pendidikan Peserta Didik (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014), hal. Pembelajaran tematik atau terpadu merupakan salah satu metode pembelajaran dalam kurikulum 2013 yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa.
Pembelajaran yang ditentukan oleh salah satu tema tersebut dapat membuat siswa fokus dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tematik merupakan konsep pembelajaran yang melibatkan banyak mata pelajaran untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik memberikan keluasan dan kedalaman penerapan kurikulum serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menciptakan kedinamisan dalam pembelajaran.
Dari penjelasan di atas terlihat bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang disusun berdasarkan tema-tema sesuai dengan model pembelajaran terpadu, dengan melibatkan mata pelajaran yang berbeda-beda untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Pembelajaran tematik yang menekankan keterlibatan langsung menjadikan siswa lebih kritis dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Siswa yang mengikuti pendidikan diharapkan mampu memahami materi pelajaran dan konsep yang diajarkan.
Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran tematik dipengaruhi oleh sejauh mana pembelajaran direncanakan sesuai dengan minat, bakat dan juga kebutuhan siswa. Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai peserta didik.
Hambatan Pembelajaran Tematik dan Cara Mengatasinya
Pelatihan yang dimaksud adalah berbasis pengetahuan, memperbanyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan pembelajaran tematik juga merupakan pelatihan yang dapat dilakukan oleh guru, pelatihan ini dapat dilakukan dimana saja. Faktor mendidik dalam hal ini yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan guru, seperti sikap guru terhadap siswa, kemampuan dan kecerdasan guru, baik dari segi kemampuan mengelola pembelajaran maupun kemampuan guru dalam menugaskan materi. Cara mengatasi dalam kegiatan belajar mengajar siswa adalah minat dan motivasi siswa dalam belajar.
Pembelajaran tematik merupakan model pembelajaran terpadu yang digunakan dan dikembangkan di sekolah dasar atau madrasah. Dengan demikian, siswa diharapkan mendapat pembelajaran yang bermakna dan berguna bagi kehidupannya sehari-hari. Pembelajaran tematik digambarkan dari keseluruhan ciri atau ciri-ciri pembelajaran yang diamati dalam proses pembelajaran, yang meliputi berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, tidak ada pemisahan materi pelajaran yang jelas, penyajian konsep dari mata pelajaran yang berbeda, bersifat fleksibel, pembelajaran hasilnya konsisten dengan minat dan.
Hal ini sesuai dengan ciri-ciri peserta didik di sekolah atau di madrasah, yaitu mempunyai kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas berpikir, menalar, dan memecahkan masalah. Kajian pelaksanaan pembelajaran tematik pada tingkat dasar diuraikan dalam beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Penilaian hasil belajar siswa harus dilakukan secara berkesinambungan agar perkembangan hasil belajar dapat terpantau.
Dalam hal ini SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung ditetapkan sebagai tempat penelitian mengenai pelaksanaan pembelajaran tematik. Untuk mencapai hasil yang maksimal, peneliti fokus menganalisis hambatan guru dalam pelaksanaan pembelajaran tematik.
Tinjauan Pustaka
Perbedaan penelitian yang dilakukan Nur Khasanah dengan penelitian yang terfokus pada masalah pembelajaran tematik kelas 1 dan lokasi penelitian pada penelitian Nur Khasanah yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang. Penelitian yang dilakukan oleh Ulfa Ulil Azmi dengan judul “Penerapan Pembelajaran Tematik di Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri” 64 Membahas bagaimana pelaksanaan pembelajaran tematik kelas 1 dan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Keluhan terkait hal ini masih dirasakan oleh para pendidik sehingga perlu adanya workshop terkait pembelajaran tematik integratif.
Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Ulfa Ulil Azmi dengan penelitian ini terfokus pada pelaksanaan pembelajaran tematik kelas 1 dan lokasi penelitian pada penelitian Ulfa Ulil Azmi yang dilakukan di Madrasah Negeri (MIN) Doko Gampengrejo Kediri. Penelitian yang dilakukan oleh Alfin Kholifatur Rosyidah dengan judul “Masalah Pembelajaran Tematik Integratif Kelas IV di SDN Tumpang 01 Kabupaten Malang” 65 Membahas permasalahan dalam implementasi kurikulum 2013. Kabupaten Malang.
Perbedaan penelitian yang dilakukan Alfin Khilifatur Rosyidah dengan penelitian yang fokus pada Ketuntasan Belajar Tematik Integratif Kelas IV dan lokasi penelitian pada penelitian Alfin Khilifatur Rosyidah yang dilakukan di SDN Tumpang 01 Kabupaten Malang. Alfin Kholifatur Rosyida, Permasalahan Pembelajaran Tematik Integratif Kelas IV SDN Tumpang 01 Kabupaten Malang, (Skripsi: UIN Maulana Malik Ibrahim), 2015. Icshan Ansory dkk, Implementasi Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 03 Wajak, Majalah untuk Pendidikan Dasar, Vol.
Nur Khasanah, Masalah Pembelajaran Tematik Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang, (Skripsi: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). Nurul Hidayah, Pembelajaran Tematik Integratif di Sekolah Dasar, Jurnal Terampil: Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, Vol.