• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Hubungan Modal Kerja..., Rida Nurmaida Rojuli, Ma.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Hubungan Modal Kerja..., Rida Nurmaida Rojuli, Ma."

Copied!
151
0
0

Teks penuh

The purpose of research is to know about the development of liquidity, profitability and working capital at Bank Mandiri from year 1999 to 2006. And relationship between working capital and liquidity and also working capital and profitability at Bank Mandiri. The result of this research is relationship between working capital and liquidity and working capital and profitability is not significant.

Latar Belakang Masalah

BABI

PENDAHULUAN

Selain itu, modal kerja juga menunjukkan analisis tingkat keamanan kreditur dalam kaitannya dengan kemampuan bank dalam membayar seluruh kewajibannya. Jadi modal kerja sangat penting dalam suatu bank karena modal kerja mempengaruhi likuiditas dan profitabilitas, pengendalian terhadap likuiditas dan profitabilitas dalam suatu bank sangat penting dimana keduanya harus dilaksanakan secara bersamaan. Oleh karena itu penulis memberi judul skripsi “ANALISIS HUBUNGAN MODAL KERJA DENGAN LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS BANK MANDIRI PERIODE.

  • Bagaimana perkembangan tingkat likuiditas dan profitabilitas pada Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2006 ?
  • Bagaimana perkembangan modal kerja Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2006 ?
  • Bagaimana hubungan antara modal kerja dengan tingkat likuiditas Bank Mandiri?
  • Bagaimana hubungan antara modal kerja dengan tingkat profitabilitas Bank Mandiri?
    • Tujuan Penelitian
  • Mengetahui perkembangan tingkat likuiditas dan profitabilitas pada Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2006
  • Mengetahui perkembangan modal kerja Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2006
  • Mengetahui hubungan antara modal kerja dengan tingkat likuiditas Bank Mandiri
  • Mengetahui hubungan antara modal kerja dengan tingkat profitabilitas Bank Mandiri
    • Manfaat Penelitian
  • Menambah ilmu pengetahuan tentang perbankan khususnya modal kerja, likuiditas dan profitabilitas
  • Memberikan manfaat bagi rekan - rekan mahasiswa Indonesia Banking School dan bagi orang lain yang memerlukannya mengenai penelitian ini
  • Mengetahui bagaimana hubungan modal kerja dengan tingkat likuiditas dan profitabilitas yang dilihat dati efek penurunan atau peningkatan modal kerja
    • Sistematika Pembahasan

Dalam tulisan ini, penulis membatasi permasalahan pada Bank Mandiri dan hanya menekankan pada analisis hubungan antara modal kerja dengan likuiditas dan profitabilitas bank. Dengan adanya neraca dan laporan laba rugi, penulis akan menguji pengaruh pengurangan atau penambahan modal kerja terhadap tingkat likuiditas dan profitabilitas bank, sehingga permasalahan penelitiannya adalah sebagai berikut. Mengetahui hubungan modal kerja dengan tingkat likuiditas dan profitabilitas ditinjau dari pengaruh pengurangan atau penambahan modal kerja terhadap profitabilitas dilihat dari pengaruh penurunan atau penambahan modal kerja terhadap tingkat likuiditas dan profitabilitas Bank Mandiri.

LANDASAN TEORI

METODE PENELITIAN

ANALISA DAN PEMBAHASAN

PENUTUP

  • Tinjauan Pustaka
    • Pengertian Modal Kerja
  • Seluruh aktiva lancar atau modal kerja kotor (Gross working capital) atau konsep kuantitatif
  • Aktiva lancar dikurangi utang lancar atau (Net working capital) atau konsep kualitatif
  • Keseluruhan dana yang diperlukan untuk menghasilkan laba tahun berjalan atau Functional working capital atau konsep fungsional. Termasuk dana yang

Oleh karena itu, dalam menjalankan suatu bisnis, pengelolaan modal kerja merupakan suatu hal yang sangat penting. Kegagalan dalam mengelola modal kerja dapat mengakibatkan tertundanya kegiatan usaha perusahaan bahkan terhentinya kegiatan tersebut. Menurut Wibison, modal kerja adalah dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari dan diharapkan pengembaliannya dalam jangka pendek.

Konsep dan Jenis Modal Kerja

Dalam konsep ini, teori modal kerja didasarkan pada kebutuhan kuantitatif dana yang diinvestasikan pada aset lancar. Menurut konsep ini peranan modal kerja dilihat dari fungsinya, yaitu setiap investasi harus menghasilkan pendapatan. Modal kerja darurat, yaitu modal kerja yang besarnya berubah karena keadaan darurat yang sebelumnya tidak diketahui.

Penentuan Besamya Modal Kerja

Menurut Ahmad, kebutuhan modal kerja akan dipengaruhi oleh besar kecilnya usaha atau kegiatan usaha, bahwa semakin besar kegiatan usaha maka semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan, hal-hal lain tetap. Faktor lain yang mempengaruhi jumlah modal kerja adalah faktor ekonomi, peraturan pemerintah mengenai uang ketat atau kredit ketat, suku bunga yang berlaku, peredaran uang, dan kebijakan perusahaan. Untuk merencanakan dan mengetahui jumlah modal kerja yang dibutuhkan, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah modal kerja yang dibutuhkan.

Sumber Modal Kerja

Pengubahan aktiva tersebut menjadi uang tunai atau piutang akan menyebabkan peningkatan modal kerja sebesar hasil penjualan. Keempat, penjualan saham atau obligasi, yaitu untuk menambah kebutuhan dana atau modal kerja, perusahaan juga dapat menerbitkan saham baru atau meminta p~a. Hasil usaha perusahaan dan keuntungan dari penjualan aktiva tetap dan surat berharga atau saham tentunya dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk digunakan kembali guna memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

Konsep Likuiditas

  • Pengertian Manajemen Likuiditas
  • Teori-Teori Manajemen Likuiditas
  • Tujuan dalam Analisa Likuiditas
  • Pengukuran Likuiditas Bank

Menurut Taswan dan Sudarsi (1998), manajemen likuiditas adalah proses penyiapan dana untuk memenuhi kewajiban pembayaran tunai dengan biaya yang wajar. Masalah likuiditas berkaitan dengan masalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi. Oleh karena itu, suatu bank dapat dikatakan likuid apabila bank tersebut mempunyai kemampuan dalam memenuhi kewajiban hutangnya, membayar penarikan simpanan, pinjaman bank yang jatuh.

Cash Ratio

  • Konsep Profitabilitas
    • Pengertian dan Pentingnya Profitabilitas
    • Pengukuran Profitabilitas Bank
  • Hubungan Modal Kerja, Likuiditas dan Profitabilitas .1 Hubungan antara Modal Kerja dengan Likuiditas .1 Hubungan antara Modal Kerja dengan Likuiditas
    • Hubungan antara Modal Kerja, Likuiditas dan Profitabilitas
  • Hull PeneHtian Relevan Sebelumnya
  • Kerangka Penelitian
  • Hipotesis

Hubungan antara modal kerja dengan likuiditas adalah semakin besar kemampuan perusahaan dalam menutup utang lancar dengan modal kerja, maka semakin besar pula kemampuan bank dalam membayar utangnya. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan modal kerja dan likuiditas yang tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Rasio modal kerja terhadap likuiditas dari beberapa penelitian terdahulu dan sumber yang ada menunjukkan bahwa suatu perusahaan mempunyai modal kerja bersih selama perusahaan tersebut mempunyai aktiva lancar dan kewajiban lancar.

Kondisi modal kerja sejak tahun 1994 meningkat pada tahun 1996, hal ini disebabkan adanya deregulasi perbankan. Terdapat pengaruh timbal balik antara modal kerja dan likuiditas, namun tingkat likuiditas tidak dapat mempengaruhi perubahan modal kerja. Dalam penelitian Sudana dan Widyaningrum (2003) mengenai penelitian yang menghubungkan kebijakan investasi modal kerja dan dampaknya terhadap profitabilitas sebelum dan pada saat krisis.

Dimana sampel yang digunakan berjumlah 126 perusahaan yang terbagi dalam 3 kelompok kebijakan investasi modal kerja yaitu konservatif, agresif dan moderat. Dan pada saat krisis, rata-rata ROA bernilai negatif, baik pada kelompok perusahaan yang menerapkan kebijakan konservatif, agresif maupun moderat, dimana hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata ROA antara kelompok perusahaan yang menerapkan kebijakan konservatif. dan kebijakan yang moderat. kebijakan investasi modal kerja dan agresif yang dibuktikan dengan hasil uji Fhitung < Ftabet. Penelitian Luhur dan Pujiastuti (1996) menjelaskan analisis perkembangan profitabilitas modal kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas modal kerja.

Dalam penelitian ini pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara rasio modal kerja terhadap tingkat likuiditas dan profitabilitas Bank Mandiri.

Ho : Tidak terdapat hubungan signifikan antara modal kerja dengan tingkat likuiditas

Ho : Tidak terdapat hubungan signiftkan antara modal kerja dengan tingkat profitabilitas

BABID

METODE PENELITIAN

  • Pemilihan Objek Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data .1 Data yang dihimpun
    • Metode Pengambilan Sampel
    • Teknik Pengumpulan Data
  • Pengukuran Variabel Penelitian .1 Rasio Likuiditas
  • Quick Ratio
    • Metode Analisis Data
    • l.l Uji t

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Tahunan Bank Mandiri tahun 1999-2006 yang diperoleh langsung dari perpustakaan Bank Sentral Mandiri di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Data yang diperoleh berupa data laporan keuangan Bank Mandiri yaitu neraca dan laporan laba rugi periode 1999-2006. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari pengumpulan data sekunder yaitu berupa data Laporan Keuangan Tahunan Bank Mandiri yaitu.

Dalam penelitian ini analisis korelasi digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan pengaruh modal kerja terhadap likuiditas dan profitabilitas Bank Mandiri periode 1999-2006. Mengukur modal kerja sebagai variabel independen (variabel X), dan mengukur likuiditas dan profitabilitas sebagai variabel dependen (variabel Y). Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengolah data yang ada yaitu laporan keuangan tahunan Bank Mandiri selama 8 tahun dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2006 yang dilakukan dengan menggunakan teknik kuantitatif.

Data kuantitatif akan diolah dengan menggunakan teknik statistik, teknik statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik parametrik karena menggunakan data rasio. Dalam penelitian ini modal kerja merupakan variabel independen, sedangkan ukuran likuiditas dan profitabilitas merupakan variabel dependen. Penelitian regresi ini dilakukan karena data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rasio yaitu rasio likuiditas dan rasio profitabilitas.

Maka dalam penelitian ini untuk menguji hasil perhitungan koefisien korelasi yang telah dilakukan diperlukan pengujian ulang yaitu dengan menggunakan uji t.

BABIV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian .1 Sejarah Singkat Bank Mandiri

  • Ruang Lingkup Kegiatan Bank Mandiri

Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya bank milik Inggris) juga dinasionalisasi dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan kegiatan bank tersebut. Pada tahun 1965, bank-bank umum milik negara tersebut digabung menjadi Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV menjadi Bank Bumi Daya. Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960 dan pada tahun 1965 perusahaan ini digabungkan dengan Bank Negara Indonesia sehingga membentuk Bank Negara Indonesia Unit II.

Pada tahun 1968 Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Divisi Ekspor-Impor Bank Negara Indonesia Unit II yang akhirnya menjadi BankExim, bank pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. Kini, Bank Mandiri merupakan penerus tradisi perbankan dan jasa keuangan yang telah berpengalaman lebih dari 140 tahun. Berkat kerja keras lebih dari 21.000 karyawan yang tersebar di 909 cabang dan didukung oleh anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang investment banking, perbankan syariah dan bancassurance, Bank Mandiri menawarkan solusi keuangan komprehensif untuk perusahaan swasta dan BUMN, usaha komersial, kecil dan mikro. serta pelanggan.

Berdasarkan Pasal 3 perubahan Anggaran Dasar Bank Mandiri, ruang lingkup kegiatan Bank Mandiri meliputi usaha (kegiatan) di bidang perbankan. Dengan bantuan konsultan Hay Management, Bank Mandiri telah menyeleksi 16.673 pegawai dari total 26.597 pegawai di empat bank hasil merger. Proses seleksi pegawai Bank Mandiri dilakukan secara adil dan transparan melalui screening test dan wawancara.

Bank Mandiri mengembangkan landasan teknologi informasi yang terintegrasi untuk kebutuhan manajemen risiko kredit, retail banking dan delivery system.

Analisis dan Pembahasan Basil Penelitian

  • Basil Pengukuran dan Tren Variabel Penelitian terhadap Likuiditas, Profitabllitas dan Modal Kerja
    • Variabel Likuiditas
  • Analisis Likuiditas dan Profitabilitas Bank Mandiri
    • Analisis Likuiditas
    • Analisis Profitabilitas
  • Analisis Modal Kerja Bank Mandiri

Perkembangan Quick Ratio Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001 mengalami penurunan dan berhasil meningkat dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006. Sedangkan utang pajak mengalami penurunan dari Rp 3,182 miliar pada tahun 1999 menjadi Rp 336 miliar pada tahun 2000, yang sementara itu terutang dalam waktu dekat. pinjaman berjangka meningkat dari Rp 272 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 1,583 miliar pada tahun 2006.

Penurunan Quick Ratio dari tahun 1999 ke tahun 2001 disebabkan oleh penurunan aset kas dari Rp. 14,749 miliar pada tahun 1999 menjadi. Pada tahun 2005, imbal hasil aset mengalami penurunan akibat penurunan laba bersih yang cukup besar yaitu menjadi Rp 603 miliar. dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan laba usaha dari Rp. 7,525 miliar menjadi Rp. 1,233 miliar pada tahun 2005 Pada tahun 2006, imbal hasil aset kembali meningkat walaupun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan laba bersih yang cukup signifikan dari Rp 603 miliar menjadi Rp 2,421 miliar pada tahun 2006.

Pada tahun 2001, rasio modal kerja bersih mengalami penurunan yang disebabkan oleh penurunan modal kerja akibat perbedaan jumlah aktiva lancar dan kewajiban lancar yang tidak terlalu tinggi (Rp 43 miliar). Pada tahun 2002, rasio modal kerja bersih mengalami penurunan karena aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek turun menjadi Rp238,204 miliar dan Rp198,277 miliar, sehingga modal kerja juga turun menjadi Rp39,928 miliar. Pada tahun 2005, rasio modal kerja bersih mengalami penurunan yang disebabkan oleh penurunan modal kerja akibat perbedaan kecil antara aset lancar dan liabilitas jangka pendek, meskipun pada tahun 2005 aset lancar dan liabilitas lancar meningkat.

Pada tahun 2006, rasio modal kerja bersih kembali meningkat karena aset lancar dan kewajiban lancar meningkat menjadi DKK 254,549 miliar. Rp dan 216,741 miliar. Rp, sehingga modal kerja juga meningkat menjadi Rp 37,808 miliar. Rp.

Kesimpulan

BABY

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Perkembangan variabel likuiditas Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai 2006 berfluktuasi naik turun. Perkembangan Cash Ratio dipengaruhi oleh pergerakan
  • Perkembangan variabel profitabilitas Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai 2006 berfluktuasi naik turun. Perkembangan Return on Asset dipengaruhi oleh net
  • Perkembangan variabel modal kerja Bank Mandiri dari tahun 1999 sampai 2006 berfluktuasi naik turun. Perkembangan Net Working Capital Ratio dipengaruhi
    • Saran
  • Posisi modal kerja sekarang tidak dapat digunakan untuk memprediksi likuiditas dan profitabilitas dimasa datang. Perlu ada proyeksi Laba/Rugi dan Cash Flow
  • Penelitian mengenai modal kerja pada bank kurang diperlukan karena utuk menilai modal kerja perlu diketahui aktiva lancar dan pasiva lancar sedangkan
  • Jdana, I Made dan M Enny Widyaningrum (2003), "Analisis Kebijakan lnvestasi

Sehingga penulis ingin memberikan saran bagi pihak perbankan dan bagi penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya. Harus ada proyeksi laba/rugi dan arus kas untuk memprediksi likuiditas dan profitabilitas masa depan, bukan posisi modal kerja saat ini. Penelitian mengenai modal kerja pada bank kurang diperlukan karena untuk menilai modal kerja perlu mengetahui aktiva lancar dan kewajiban lancar, sedangkan untuk menilai modal kerja perlu mengetahui aktiva lancar dan kewajiban lancar, sedangkan dalam laporan keuangan bank tidak ada pembagian menjadi lancar. . Aktiva dan Kewajiban Lancar seperti pada perusahaan, sehingga sulit untuk mengetahui apa saja Aktiva dan Kewajiban Lancar menurut pihak bank, sehingga jika anda ingin melakukan penelitian dengan melihat posisi Aktiva Lancar dan Kewajiban Lancar Bank, anda harus bertanya langsung kepada bank masing-masing atau melihat penelitian bank mengenai distribusi aset dan kewajiban lancar.

Santoso, Joko, Setyadi (19&9) Analisis Efektivitas Penggunaan Modal Kerja Untuk Meningkatkan Likuiditas dan Profitabilitas Perusahaan pada PT. “Modal kerja dikaitkan dengan profitabilitas pada masa ekonomi sebelum krisis dan krisis”, Jumal Mojalah Elrtmomi UniversitDS Airlangga.

I KLASIFIKASI AKTIVA LANCAR DAN PASIVA LANCAR SERTA PERHITUNGAN RASIO MODAL KERJA

AKTIVA Kas

AJIBAN DAN EKUITAS ajlban

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 (Jumlah dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain). Laporan laba konsolidasi untuk tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 1999 merupakan hasil usaha Bank Mandirl dan PT Bank Bumi Daya (Persero) dan anak perusahaan, dahulu PT Bank Dagang Negara (Persero) dan anak perusahaan.

PT BANK IIANDIRI (PERIERO) DAN ANAK-ANAK PERUSAHAAN Neraca Konsolldall (lanjutan)

PENOAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Ptndapetan Bwlga

HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK-ANAK

NERACA KONSOLIDASI

GUI1

11.104.?21 II.CII'I.GI1

LJAILIT8 AND IHMEHOL.DERS' EQUTY

PT BANK IIANDIRI (PERIERO) TBK. AND SUBSIDIARIES CONIOUDATED 8TATIIII!NT8 OF PROFIT AND L088 (continued)

MINORITY INTERESTS IN NET

PROFIT)ILOSS OF CONS~ TED

EARNNGI PER SHARE

34;IIANK IIANDIRI (PERIERO) TBK. DAN ANAK PERUIAHAAN NIRACA KONIOUDAIIAN (lenjutM)

LA8A PER SAHAM

PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (lanjutan)

PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan)

2AII-

Gambar

Tabel Coefficient

Referensi

Dokumen terkait

Analisis sumber dan penggunaan modal kerja dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan modal dimasa mendatang dan kemungkinan sumber- sumber modal yang ada dapat

Yulia Fitri Amelia: Analisis Kebutuhan Modal Kerja pada CV... Yulia Fitri Amelia: Analisis Kebutuhan Modal Kerja

Indra Gunawan: Analisis Kebutuhan Modal Kerja pada PT... Indra Gunawan: Analisis Kebutuhan Modal Kerja

Pulungan: Analisis sumber dan penggunaan modal kerja pada PT... Pulungan: Analisis sumber dan penggunaan modal kerja

Peris Henky Sipayung: Analisis sumber dan penggunaan modal kerja pada UD... Peris Henky Sipayung: Analisis sumber dan penggunaan modal kerja

Ummi Habiba Siregar: Analisis Kebutuhan Modal Kerja pada CV... Ummi Habiba Siregar: Analisis Kebutuhan Modal Kerja

ANALISIS KEBUTUHAN MODAL KERJA UNTUK MENENTUKAN MODAL KERJA OPTIMAL PADA KOPERASI UNIT DESA PAKIS KABUPATEN

Berdasarkan dari formulasi yang digunakan diatas maka besarnya kebutuhan modal kerja pada tahun 2016 sebagai berikut : Kebutuhan Modal Kerja = Keterkaitan dana x Rata-rata kas Dalam