PENDAHULUAN
Indentifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
82 Observasi Siswa Muslim dan Non Muslim pada 16 November 2020, di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara. 85 Observasi Siswa Muslim dan Non Muslim pada tanggal 17 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara.
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Tujuan Interaksi Sosial
Misalnya, anak-anak mungkin tidak dapat menghidupi dirinya sendiri dan bertahan hidup tanpa bantuan orang tua dan orang lain yang bertanggung jawab. Dengan demikian jelas bahwa interaksi sosial merupakan alat atau kebutuhan mendasar untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga kelangsungan hidup manusia dalam masyarakat.
Bentuk-bentuk Interaksi
15 Eka Setiawati dan Suparno, “Interaksi Sosial dengan Teman Sebaya pada Anak Homeschooling dan Sekolah Reguler (Studi Deskriptif Komparatif)” dalam Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, Vol.12 No. 1 (Mei 2010), hal. 57. 17 Eka Setiawati dan Suparno, “Interaksi Sosial dengan Teman Sebaya pada Anak Homeschooling dan Sekolah Reguler (Studi Deskriptif Komparatif)” dalam Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, Vol.12 No. 1 (Mei 2010), h.
Siswa Muslim
Siswa atau disebut juga pembelajar merupakan salah satu komponen manusia yang mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar. Siswa akan menjadi faktor penentu dan mereka akan mempunyai kesempatan untuk mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Islam adalah agama yang diasosiasikan dengan Nabi Muhammad SAW dan kitab Al-Quran (Al-Quran).
Segala sesuatu yang berasal dari Tuhan mempunyai kualitasnya, dan semakin kita mempelajarinya, semakin kita menyadari bahwa kita tidak mempunyai kendali atas hal tersebut. Jika menyangkut pekerjaan manusia, semakin banyak kita mempelajarinya, semakin baik kita menguasainya, tidak seperti pekerjaan mesin, semakin banyak kita mempelajarinya, semakin baik kita menguasainya. Kita akan mendapatkan kendali yang lebih besar atas mesin sepeda motor, dibandingkan dengan tenaga manusia, ketika kita meneliti sepeda motor, dan kita bahkan akan mampu membuat replika sepeda motor jika kita meneliti sepeda motor.
Demikian pula, semakin banyak kita mempelajari Al-Qur'an, semakin kita sadar bahwa kita tidak akan pernah mampu memahaminya, dan faktanya seluruh disiplin ilmu terus berkembang. Meskipun Al-Qur'an telah dipelajari sejak abad ke-8, namun umat manusia belum mampu menciptakan sesuatu yang sebanding dengan Al-Qur'an.
Siswa Non Muslim
Sel telah dipelajari oleh manusia selama ribuan tahun, namun mereka belum pernah mampu mereproduksi atau mempelajarinya. Karena dia adalah karya Tuhan, dimaksudkan untuk dipelajari dan diselidiki serta diteliti untuk kepentingan umat manusia, agar ilmu pengetahuan manusia berkembang pesat, bermutu tinggi dan sesuai dengan kecenderungan kodrat kita, maka dia disebut “Anak”. manusia." Mukmin, Yahudi, Shaabi, Nasrani, Majusi dan musyrik, Allah akan memutuskan di antara mereka pada hari itu.
Artinya: Dan mereka berkata, "Hidup ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia, kami mati dan kami hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kami selain masa," dan mereka tidak mengetahuinya, mereka hanyalah sangkaan (Q.S. al-- Jatsiyah ayat 24). Sekumpulan penyembah api, yang dikenali sebagai Al-Majus, percaya bahawa dunia ini diperintah oleh dua tokoh Tuhan, iaitu Tuhan Cahaya dan Tuhan Kegelapan, yang masing-masing mengawal kosmos untuk kebaikan dan kejahatan, kebahagiaan dan kesengsaraan. untuk menjalankan. dan sebagainya. Menurut Mazhab Hanafi, Ahli Kitab adalah yang pertama sekali berpegang kepada mana-mana kepercayaan samawi yang mempunyai kitab-kitab suci seperti Taurat, Injil, Suhuf, Zabur dan lain-lain serta yang tidak. .
Sebaliknya, gagasan Ahl al-Kitab hanya terbatas pada Yahudi dan Nasrani, menurut Imam Syafii dan Hanbali. Selain itu, Ali Zimmah adalah kelompok non-Muslim yang mengacu pada komunitas Yahudi atau Kristen yang berdomisili di wilayah Muslim dan menikmati perlindungan dari otoritas Muslim (yang dapat ditemukan dalam Al-Qurtubi, al-Tabari dan Ibnu Katsir, yang menjelaskan lebih luas tentang pemahaman kelompok non-Muslim sebagaimana dimaksud, 'al-Mausu'ah al-Muyassarahfi al-20.
Pendidikan Agama Islam
- Tujuan Pendidikan Agama Islam
- Fungsi Pendidikan Agama Islam
Pada bab pertama telah dibahas mengenai interaksi sosial antara siswa non muslim dengan siswa non muslim di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara. 77 Observasi Observasi Siswa Muslim dan Non Muslim pada tanggal 14 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara. 78 Observasi Observasi Siswa Muslim dan Non Muslim pada tanggal 14 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara.
80 Observasi observasi siswa muslim dan non muslim pada tanggal 14 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara. 83 Observasi observasi siswa muslim dan non muslim pada tanggal 17 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara. 86 Observasi Observasi Siswa Muslim dan Non Muslim Tanggal 17 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara.
88 Observasi Siswa Non Muslim (Ni Putu) dengan Siswa Muslim pada tanggal 16 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara. Peneliti melakukan observasi untuk mengamati keakraban siswa muslim dan non muslim di SMP N 64 Bengkulu Utara.
Interaksi Sosial antara Siswa Muslim dan NonMuslim berdasarkan
- Bersikap Lemah Lembut dan Sopan Santun
- Saling Tolong Menolong dalam Kebaikan
- Toleransi antara Umat Beragama
Penelitian Terdahulu
Kerangka Berfikir
Dari kerangka diatas terlihat bahwa penulis akan menyelidiki interaksi sosial Berdasarkan permasalahan yang telah penulis jelaskan sebelumnya pada Bab I, terdapat perbedaan pendapat tentang interaksi sosial ini Dalam hal interaksi sosial antara mahasiswa muslim dan non muslim, peneliti akan meneliti untuk mencari tahu apa. Oleh karena itu, peneliti akan mendalami dan mendalami lebih dalam mengenai interaksi sosial siswa muslim dan non muslim di SMP N 64 Bengkulu Utara dari sudut pandang pendidikan Islam.
METODE PENELITAN
- Definisi Operasional Variabel
- Setting Penelitian
- Informan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
75 Observasi Kedekatan Silaturahmi Siswa Non Muslim (Carrel dan Elizabeth) dengan Siswa Muslim Tanggal 16 November 2020 di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara. Selain itu, sikap gotong royong juga terjadi antara pelajar muslim dan non muslim. Lamanya silaturahmi juga menjadi faktor keterbukaan yang terjadi antara mahasiswa muslim dan non muslim.
Berdasarkan hasil observasi peneliti, peneliti mengamati adanya hubungan erat antara siswa muslim dan non muslim di SMP N 64 Bengkulu Utara. Begitu pula ketika pelajar Muslim dan non-Muslim bertemu, mereka bersikap baik, lemah lembut, dan sopan. Selalu terjalin rasa saling menghormati antara santri muslim dan non muslim dalam kegiatan ibadah, pendapat dan adat istiadat.
Dengan menjaga toleransi tersebut maka frekuensi hubungan antara santri muslim dan non muslim menjadi sangat erat. Ternyata ada santri muslim dan non muslim yang mempunyai hubungan sangat erat, mereka seperti sahabat baik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Memang berdasarkan hasil observasi peneliti, terdapat guru bimbingan agama untuk siswa agama non muslim. Peneliti membuktikan adanya keterbukaan antara mahasiswa muslim dan non muslim berdasarkan temuan wawancara dengan salah satu mahasiswa. Dalam pembelajaran agama Islam, siswa non-Muslim diperbolehkan keluar atau tinggal di kelas.” 66.
Bentuk kerjasama siswa muslim dan non muslim dalam pembelajaran khususnya pembelajaran kelompok seperti dijelaskan oleh Ibu Mardianti berdasarkan hasil wawancara sebagai berikut. Dengan mengajar agar interaksi sosial siswa muslim dan non muslim tetap terjaga, saya menyetarakan seluruh siswa tanpa membeda-bedakan. Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti menemukan bahwa frekuensi hubungan siswa muslim dan non muslim yang terjadi di SMP Negeri 64 sangat erat kaitannya, bahkan ada yang diantara keduanya.
Hal ini memang terjadi dari hasil observasi yang telah dilakukan peneliti, ditemukan bahwa siswa muslim dan non muslim bersifat lemah lembut. Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dikemukakan bahwa toleransi di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara sebagian besar diajarkan kepada siswa muslim dan non muslim sehingga saling menghormati antar agama selalu terjaga.
Pembahasan Hasil Penelitian
Hal ini juga diperkuat dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti, memang benar siswa muslim dan non muslim bersikap terbuka dalam banyak hal terutama dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran Ibu Mardianti menjelaskan bahwa dalam mengerjakan tugas kelompok, siswa muslim dan non muslim akan dibagi menjadi satu kelompok. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru SMP Negeri 64 Bengkulu Utara, peneliti menemukan interaksi sosial antara siswa muslim dan non muslim dalam perspektif Pendidikan Agama Islam yaitu lemah lembut dan sopan.
Peneliti menemukan bahwa siswa SMP Negeri 64 Bengkulu Utara selalu diajarkan bersikap ramah dan sopan kepada guru, siswa muslim dan non muslim. Pengamatan peneliti menunjukkan bahwa baik siswa Muslim maupun non-Muslim bertemu dengan gurunya. Dari wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa, peneliti dapat menyimpulkan bahwa sikap saling tolong menolong antara siswa muslim dan non muslim berjalan dengan baik.
87 Observasi Guru, Siswa Muslim dan Muslim pada tanggal 16 November 2020 di SMA Negeri Bengkulu Utara 64. Selain itu, selama periode observasi peneliti menemukan bahwa baik siswa muslim maupun non muslim ikut serta dalam membersihkan ruang kelasnya.
Analisis Hasil Penelitian
Hasil observasi peneliti, komunikasi antara siswa muslim dan non muslim SMP Negeri 64 Bengkulu Utara dengan siswa non muslim menjadikan kontak tersebut bermakna bagi kehidupan bermasyarakat. Di SMP Negeri 64 interaksi siswa muslim dan non muslim sebagaimana diutarakan Sudariyanto di atas adalah bertemu, ngobrol, dan bermain bersama. Dari hasil observasi tersebut ditemukan adanya siswa muslim dan non muslim yang memiliki hubungan yang sangat erat, mereka seperti sahabat baik.
Selama observasi, peneliti menemukan siswa Muslim dan non-Muslim saling membantu di luar kelas, terlihat ketika sekolah dalam keadaan bersih. Siswa Muslim juga akan bertepuk tangan sebagai apresiasi terhadap siswa non-Muslim di pesta mereka. Pembukaan kelompok di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara kepada siswa muslim dan non muslim dapat disimpulkan bahwa siswa non muslim dan non muslim sangat terbuka dalam berinteraksi, mudah bercerita (terbatas) melalui media sosial dan tatap muka , mereka juga selalu bersama seolah-olah sudah menjadi teman dekat.
Peneliti dapat menyimpulkan bahwa siswa muslim, siswa muslim dan non muslim saling bekerja sama dengan baik dalam proses pembelajaran, tanpa membeda-bedakan agama di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara bagi siswa muslim dan non muslim. Dari frekuensi hubungan individu dan kelompok di SMP Negeri 64 Bengkulu Utara terhadap siswa muslim dan non muslim, peneliti dapat menyimpulkan bahwa keeratan hubungan siswa muslim dan non muslim di SMP N 64 Bengkulu menunjukkan Utara.