• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis keefektifan belajar matematika melalui

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis keefektifan belajar matematika melalui"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan upaya dan sumber daya finansial yang signifikan; hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungannya di masa depan. Kebanyakan siswa mengatakan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang paling mereka benci, hal ini dikarenakan tingkat kesulitannya yang tinggi dan cara belajarnya yang membosankan sehingga membuat siswa bosan dalam proses pembelajaran di kelas. Jika hal ini tidak dilakukan, siswa akan menghadapi berbagai jenis masalah karena hampir semua mata pelajaran melibatkan matematika.

Guru sebagai motivator dan fasilitator mampu menghilangkan rasa takut siswa, hal ini dapat diatasi dengan menciptakan suasana belajar mengajar yang tidak membosankan dan mudah dipahami siswa. Keberhasilan proses pembelajaran di kelas tidak lepas dari kemampuan guru dalam mengembangkan model dan strategi pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif dalam proses pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat harus mampu mencakup seluruh aktivitas siswa tanpa adanya perbedaan status.

Model pembelajaran yang digunakan hendaknya mendorong siswa untuk kreatif, kritis dan berpikir logis. Jadi, jika siswa kreatif maka siswa tersebut dapat dikatakan aktif dalam proses belajar mengajar di kelas.

Identifikasi Masalah

Efektivitas adalah tercapainya sasaran pembelajaran dengan merumuskan rencana pengajaran, pengorganisasian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil proses belajar mengajar (Sumirgo dan Iskandar, 2003: 27). Pada penelitian sebelumnya yang berjudul “Penggunaan pembelajaran matematika dengan kepemimpinan heroik tim siswa dan strategi pembelajaran reconnecting yang dilengkapi dengan tugas-tugas terstruktur dapat mencapai minat belajar siswa”. Penelitian ini memberikan kesimpulan yang menunjukkan bahwa pembelajaran melalui strategi Student Team Heroic Leadership dan reconnection memperoleh minat belajar.

Pendidikan matematika sebagian besar masih berpusat pada guru, artinya siswa kurang berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Bagaimana siswa menyelesaikan pembelajarannya dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran heroic student team Leadership pada materi pecahan di kelas VII SMP Budi Satrya Medan T.P. Bagaimana tujuan belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang dicapai melalui strategi pembelajaran heroic student team Leadership pada materi pecahan di kelas VII SMP Budi Satrya Medan T.P. Bagaimana hubungan timbal balik (interaksi) siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran heroic student team Leadership pada materi pecahan di kelas VII SMP Budi Satrya Medan T.P.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui ketercapaian tujuan belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran kepemimpinan heroik tim siswa pada materi pecahan di Kelas VII SMP Budi Satrya Medan T.P. Untuk mengetahui hubungan timbal balik (interaksi) siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran kepemimpinan heroik tim siswa pada materi pecahan di Kelas VII SMP Budi Satrya Medan T.P.

Manfaat Penelitian

LANDASAN TEORITIS

KerangkaTeoritis

  • Pengertian Analisis
  • Pengertian Keefektifan
  • Pengertian Belajar
  • Pembelajaran

Pada dasarnya efektivitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai siswa. Belajar merupakan tingkah laku atau usaha seseorang untuk mengubah pola dari tidak tahu menjadi tahu. Belajar juga dapat diartikan sebagai perubahan pola tingkah laku dari suatu kegiatan yang dilakukan, yang akan diperoleh dari diri sendiri.

Abdurrahman mengatakan bahwa “Belajar adalah suatu proses seseorang berusaha memperoleh suatu bentuk tingkah laku yang relatif tetap.” Sebaliknya R. Gagne dalam Slameto (2003: 5) mengatakan bahwa belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya dalam berinteraksi dengan lingkungannya.” . ". Hal ini juga didukung oleh Ngalim Purwanto (1990:9) yang mengatakan bahwa: “Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman”.

Dalam kegiatan belajar, anak yang berhasil dalam belajar adalah mereka yang berhasil mencapai tujuan belajar atau tujuan pembelajaran. Sudjana (1990) mengatakan hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang timbul misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, munculnya pengetahuan baru, perubahan sikap, kebiasaan, keterampilan, penghargaan terhadap perkembangan kualitas sosial, emosional dan pertumbuhan fisik. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah keterampilan yang diperoleh siswa baik dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Artinya pembelajaran dan hasil belajar merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan. Dimana hasil belajar dapat dicapai melalui upaya dalam proses pembelajaran itu sendiri melalui tes yang diberikan. Pendekatan pembelajaran matematika merupakan suatu metode yang digunakan guru untuk melaksanakan pembelajaran agar siswa dapat menyesuaikan konsep-konsep yang disajikan dalam pembelajaran.

Strategi adalah suatu strategi, suatu taktik yang mengharuskan seorang guru mempunyai rencana agar apa yang diajarkan kepada siswa dapat diterima atau ditanggapi dengan tepat. Pada saat pertemuan tatap muka, setiap siswa diminta mempersiapkan pertanyaan (pertanyaan) yang akan ditanyakan/disajikan kepada siswa pada kelompok lain. Pembelajaran dengan menerapkan strategi kepemimpinan heroik diawali dengan manfaat, dan kesadaran setiap individu dan kelompok untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan heroik, dan siswa memiliki kesadaran untuk mengambil sikap untuk menyemangati diri sendiri dan teman-temannya.

Kerangka Konseptual

Strategi Kepemimpinan Heroik merupakan strategi yang dapat mendidik siswa untuk berpikir sistematis, mampu menemukan solusi berbeda terhadap suatu permasalahan yang dihadapinya, belajar menganalisis suatu permasalahan, serta dapat menjadikan siswa mempunyai jiwa pembimbing yang heroik.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Waktu Penelitian

Subjek dan Objek Penelitian

  • Subjek Penelitian
  • Objek Penelitian

Instrumen Penelitian

  • Uji Validitas
  • Uji Reabilitas
  • Tingkat Kesukaran Tes
  • Analisis Daya Pembeda
  • Kelompok Unggul dan Asor

Hal ini dilakukan untuk melihat ketuntasan belajar siswa melalui hasil pelaksanaan tes sebelum dan sesudah melakukan tindakan. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah. Dalam penelitian ini kita berharap soal-soalnya mendapat nilai P yang artinya soal sedang. Untuk mengetahui kesempurnaan belajar siswa (individu) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan seperti yang dikemukakan oleh Trianto (2009:24).

Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar, apabila kelas telah mencapai 85% dan tingkat inkuiri 65%, maka ketuntasan belajar klasikal telah tercapai. Tujuan pembelajaran diartikan sebagai ketuntasan proses belajar klasikal siswa dengan persentase ketuntasan sampai dengan 85%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan matematika siswa melalui strategi pembelajaran heroik kepemimpinan tim siswa.

Untuk menganalisis keefektifan pembelajaran matematika siswa melalui strategi pembelajaran heroic Leadership tim siswa, peneliti menggunakan tingkat ketercapaian hasil belajar siswa yang tuntas, pencapaian aktivitas siswa dalam menggunakan strategi pembelajaran heroic Leadership tim siswa, dan prestasi guru. aktivitas dalam menggunakan strategi pembelajaran heroik kepemimpinan tim siswa, dan reaksi siswa terhadap pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran manajemen heroik tim siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa dengan instrumen 10 soal, diperoleh hasil penelitian sebagai gambaran ketuntasan belajar siswa. Angka ketuntasan di atas terlihat dari banyaknya siswa kelas VII-3 yang mendapat pembelajaran dengan Strategi Pembelajaran Heroic Leadership Tim Siswa yang ditunjukkan dengan hasil belajar siswa.

Berdasarkan tabel dan grafik di atas terlihat bahwa aktivitas belajar siswa tertinggi terdapat pada indikator 19 yaitu “Antusias dan aktif dalam proses pembelajaran” yang mencapai 4,52. Dilihat dari tingkat hasil belajar, siswa mencapai ketuntasan sebesar 86,11%, sedangkan yang belum tuntas mencapai 13,89% dengan rata-rata nilai 85,13 yang menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa tercapai. Jadi ada tingkat keberhasilan siswa dalam membawa materi pembelajaran sampai kelas penuh setelah mendapat pembelajaran dengan strategi pembelajaran heroic student team Leadership.

Berdasarkan analisis data yang diperoleh, dapat diambil beberapa kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagai berikut. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran pada materi pecahan, (a) hasil tes menunjukkan hasil belajar siswa mencapai ketuntasan 86,11%, sedangkan yang belum tuntas mencapai 13,11% menunjukkan ketuntasan hasil belajar siswa tercapai, (b) Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran dapat dinyatakan efektif dengan diperolehnya skor indikator dengan kategori “baik” dan “sangat baik”. Kepada guru matematika, ketika mengerjakan matematika khususnya pada pembelajaran pecahan, guru harus mampu menggunakan strategi pembelajaran student team heroic leader dan khususnya untuk.

Teknik Analisis Data

  • Pengolahan Data Kuantitatif
  • Pengolahan Data Kualitatif
  • Ketercapaian Ketuntasan Siswa

Pembahasan Penelitian

  • Analisis Ketercapaian Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Namun nilai rata-ratanya masih belum mencapai angka sempurna, hal ini dikarenakan ada beberapa soal yang membuat nilai siswa rendah, salah satu soal yang membuat nilai siswa rendah adalah soal nomor 7, siswa masih kesulitan dalam memahami. soal operasi pembagian saat menghitung pecahan tertentu. Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan bahwa pada saat mengerjakan soal, siswa kurang teliti dalam memahami soal. Berdasarkan hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran yang direncanakan telah tercapai, sesuai dengan prasyarat yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam proses penelitian dan pengumpulan data yang telah dilakukan, hubungan timbal balik (interaksi) antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa sudah sangat efektif. Terdapat interaksi mengenai penyaluran materi dan respon siswa yang cukup baik terhadap hal-hal yang disampaikan. Kesulitan siswa dalam mempelajari materi pecahan adalah siswa masih kesulitan dan kebingungan dalam melakukan operasi perhitungan pada pecahan biasa dan pecahan campuran karena kurangnya pemahaman terhadap pembahasan materi.

Jadi rata-rata hasil observasi seluruh indikator dapat dinyatakan efektif, artinya efektivitas pembelajaran matematika dapat dianalisis melalui model pembelajaran Peringkat 1. Disarankan untuk selalu melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar yang bertujuan untuk memotivasi. siswa dan melatih siswa untuk belajar secara aktif.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Gambar

Tabel 3.1   Daftar Nama Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Abstract- The aim of this paper is to study of dependence of EL brightness on the applied voltage and dependence of threshold voltage on temperature of ZnS: Mn thin film EL devices The