PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Industri Rumah Tangga
Home industri juga bisa diartikan sebagai housekeeping, termasuk dalam kategori usaha kecil yang biasanya dikelola oleh keluarga. Sedangkan kegiatan tersebut terpusat pada lingkungan keluarga atau suatu wilayah tempat tinggal seseorang dan dilakukan secara musiman, pesanan bersifat terbatas (lokal), dan sebagian kecil terus diperdagangkan dan sebagian kecil diekspor (Sartini Pawe, 2007).
Biaya Produksi
Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi pada fungsi produksi, dimana fungsi produksi merupakan fungsi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. 12 tenaga kerja tidak langsung Biaya tenaga kerja tidak langsung bukanlah biaya tenaga kerja langsung melainkan biaya overhead pabrik.
Penerimaan Usaha Industri Tahu
Pendapatan Usaha Industri Tahu
Tujuan suatu perusahaan dalam memproduksi barang adalah memperoleh pendapatan dari hasil penjualan produksinya sebagai sumber pendapatan atau pendapatan utama (Suwadi, 2018). Analisis pendapatan merupakan total pendapatan yang dimiliki unit usaha yang diperoleh dari penjualan hasil produksi.
Keuntungan Usaha Industri Tahu
Usaha kecil (industri dalam negeri) selalu mempunyai laporan keuangan dimana biaya-biaya tersebut biasanya digolongkan sebagai biaya variabel. Biaya variabel (VC) adalah biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh output yang diperoleh, misalnya biaya tenaga kerja dan lain-lain. Untuk menentukan harga jual yang sesuai, pengusaha harus mengetahui harga dasar yaitu biaya penerimaan barang, biaya ini ditambah dengan biaya-biaya lain dan keuntungan yang diharapkan maka keluarlah harga jual. 17 Pendekatan harga pokok produksi jenis ini mengacu pada harga pokok penjualan, total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual, atau harga beli barang yang dijual. Biaya total (TC) merupakan penjumlahan dari biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC) (Soekartawi, 2002).
Analisis Kelayakan
Kelayakan merupakan penelitian yang dilakukan secara mendalam untuk mengetahui apakah usaha yang dikelola akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Kelayakan juga dapat diartikan bahwa perusahaan yang dikelola akan memberikan keuntungan finansial dan non finansial sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Layak artinya akan memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, namun juga bagi investor, kreditor, pemerintah dan masyarakat luas (Kasmir & Jakfar, 2007).
Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha industri kecil tahu di Desa Danawinangun Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon layak usaha, dilihat dari: (1) Nilai R/C sebesar 1,46 artinya pengusaha kecil tahu layak usaha, (2) Nilai BEP Produksi sebesar 26 kg/produksi, sedangkan tahu yang dihasilkan sebesar 27,5 kg/produksi yang berarti pengusaha industri tahu kecil layak untuk dibudidayakan, (3) Nilai BEP sebesar Rp. 11.251 per piring, sedangkan harga jualnya Rp. 24.000 per piring, artinya pengusaha industri kecil tahu layak untuk mendapatkannya, (4) Nilai ROI sebesar 49% sedangkan bunga bank yang berlaku sebesar 1% per bulan, artinya pengusaha industri kecil mengetahui bahwa hal tersebut layak untuk ditekuni. Berdasarkan perhitungan kelayakan usaha R/C sebesar 1,75 artinya setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1,00 maka akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 0,75 sedangkan perhitungan B/C yaitu perbandingan keuntungan terhadap total biaya sebesar 0,75 atau 0,75 > 0. Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi yang dikeluarkan industri tahu selama satu bulan adalah Rp.
Kerangka Pemikiran
Kerangka Rasional Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tahu Ajeng Mulya Abadi (Studi Kasus Industri Pertanian Tahu Ajeng Mulya Abadi di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto). Rekapitulasi hasil total biaya variabel selama 3 tahun terakhir yang dikeluarkan oleh Tahu Ajeng Mulya Abadi. Total laba bersih Tahu Ajeng Mulya Abadi selama 3 tahun terakhir adalah Rp.
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Tahu merupakan bahan baku Tahu Ajeng Mulya Abadi di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Biaya produksi pada home industri Tahu Ajeng Mulya Abadi 3 tahun terakhir di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Kelayakan Industri Rumah Tangga Tahu Ajeng Mulya Abadi setiap tahun selama 3 tahun terakhir di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.
Metode Penentuan Informan
Jenis dan Sumber Data
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka-angka, atau data kuantitatif yang diberi nomor (Scoring) (Sugiyono, 2015). Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, diagram, dan gambar. Data kualitatif penelitian ini berupa nama dan alamat objek penelitian (Sugiyono, 2015). Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama, baik dari individu, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan peneliti (Husein Omar, 2013). Sedangkan data sekunder adalah data yang telah diolah oleh data primer dan dilanjutkan atau disajikan oleh pengumpul data primer atau oleh pihak lain, misalnya dalam bentuk tabel atau diagram (Husein Umar, 2013).
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Definisi Operasional
Dari Gambar 3 diatas terlihat bahwa proses pengolahan tahu pada industri Tahu Ajeng Mulya Abadi adalah. Pendapatan pada industri rumahan tahu Ajeng Mulya Abadi pada umumnya merupakan perkalian antara jumlah cetakan tahu (Py) yang diproduksi dalam 3 tahun terakhir dan harga jual (Y). 48 Tabel 9. Kelayakan Industri Rumah Tangga Tahu Ajeng Mulya Abadi 3 Tahun Terakhir di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.
KEADAAN UMUM DAN WILAYAH PENELITIAN
Sejarah Berdirinya Usaha Tahu
Kemudian Pak Ahmad Jaelani mulai berkecimpung di bisnis tahu setelah beberapa tahun menjadi karyawan di sebuah pabrik tahu di Jawa Timur. Ini menjadi modal dasar bagi Pak. Ahmad Jaelani akan membangun usaha sendiri di Kabupaten Jeneponto. Dengan modal tersebut Pak Ahmad Jaelani mulai berpikir untuk meningkatkan volume produksi sehingga harus menambah tenaga kerja dan membeli peralatan untuk mempercepat proses produksi.
Struktur Organisasi
Saat memulai usaha Pak Ahmad Jaelani banyak menemui kendala baik dari segi permodalan maupun infrastruktur, harga bahan baku kedelai yang fluktuatif dan keterbatasan modal sehingga usahanya mengalami penurunan produksi pada saat itu. Saat itu, Pak Ahmad Jaelani mengambil keputusan yang pada akhirnya mengurangi jumlah bahan baku yang diolah dari 40-50 kilogram menjadi 30-40 kg. Pada tahun 2016, Bapak Ahmad Jaelani mempunyai modal yang cukup kurang lebih Rp. Selanjutnya Bapak Ahmad Jaelani kini memiliki 8 orang karyawan yang terdiri dari 4 orang karyawan bagian produksi, 3 orang karyawan bagian penggorengan tahu, dan 1 orang karyawan pengantar olahan tahu.
Deskripsi Produk Usaha Tahu
Batas Wilayah Dan Topografi
Secara topografis Kecamatan Balang mempunyai topografi dataran rendah dengan ketinggian ± 0 – 500 m diatas permukaan laut. Setelah itu, Kecamatan Balang mempunyai tanah liat berwarna hitam dan sedikit tanah berbatu. Sumber air yang digunakan masyarakat masih bergantung pada hujan dan dalam kondisi baik Beriklim kering atau tropis dengan rata-rata curah hujan 90 – 140 hari dengan suhu udara 28 ˚C – 32 ˚C.
Kondisi Industri
Biaya tetap yang dikeluarkan pada usaha tahu Ajeng Mulya Abadi merupakan biaya yang besarnya tetap dalam rentang volume kegiatan. Jadi dapat diketahui biaya produksi tahu pada Home Industry Tahu Ajeng Mulya Abadi selama 3 tahun terakhir adalah sebesar Rp. Usaha tahu Ajeng Mulya Abadi sudah mulai berkembang sehingga diharapkan mampu semakin maju dan membuka lapangan kerja.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Identitas Responden
Langkah-langkah pengolahan tahu di Industri Tahu Ajeng Mulya Abadi. Alat yang digunakan cukup sederhana. Berdasarkan data pada Tabel 3 diatas terlihat bahwa total biaya tetap Usaha Tahu Ajeng Mulya Abadi adalah sebesar Rp. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa industri tahu Ajeng Mulya Abadi layak untuk diusahakan atau menguntungkan dari segi ekonomi.
Analis Finansial Usaha Tahu
Penerimaan Usaha Tahu Ajeng Mulya Abadi
Sedangkan jumlah produksi terendah terjadi pada tahun 2018 yang hanya mampu memproduksi 71.000 kg tahu dan memproduksi 28.400 cetakan dengan harga jual Rp 50.000/cetakan. Data pendapatan menunjukkan bahwa dengan meningkatnya jumlah produksi tahu, maka jumlah pendapatan dari usaha tahu juga akan meningkat. Sedangkan pendapatan terendah terjadi pada tahun 2018 yaitu Rp, hal ini disebabkan karena jumlah produksi kedelai pada tahun tersebut masih rendah dan kondisi pasar yang masih terbatas.
Keuntungan Usaha Tahu Ajeng Mulya Abadi
Analisis KelayakanUsaha Tahu Ajeng Mulya Abadi
Berdasarkan Tabel 12 terlihat tingkat kelayakan industri rumah tangga tahu Ajeng Mulya Abadi sebesar 1,41. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kelayakan industri rumah tangga tahu Ajeng Mulya Abadi lebih dari satu yang berarti usaha tahu Ajeng Mulya Abadi yang bersifat usaha atau dengan kata lain telah mencapai kelayakan ekonomi melalui pembagian antara jumlah pendapatan dan total. biaya. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis R/C Ratio untuk mengetahui tingkat kelayakan industri Tahu Ajeng Mulya Abadi. Jadi dari hasil analisis diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 1,41 atau lebih tinggi. Artinya setiap rupiah biaya produksi tahu akan menghasilkan 1,41 rupiah. Jadi dapat disimpulkan bahwa home industri Tahu Ajeng Mulya Abadi layak untuk diusahakan dan layak untuk dikembangkan. Dengan demikian berdasarkan hasil analisis data maka hasil perhitungan kelayakan usaha industri rumah tangga tahu Ajeng Mulya Abadi dikatakan layak yaitu R/C Ratio > 1.
Analisis break even point
50 Berdasarkan data di atas terlihat bahwa perusahaan tahu Ajeng Mulya Abadi di Kecamatan Balang akan mengalami titik impas atau pengembalian modal ketika perusahaan tahu tersebut mampu memproduksi 7.144 cetakan dan jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah maka bernilai Rp. Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis kelayakan finansial Perusahaan Tahu Ajeng Mulya Abadi di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto yang telah dianalisis dan disajikan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa produksi. Analisis Keuangan Usaha Tahu Ajeng Mulya Abadi (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Usaha Tahu Ajeng Mulya Abadi di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto) Hari/Tanggal.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Analisis kelayakan R/C rasio usaha tahu Ajeng Mulya Abadi sudah dinyatakan layak atau efisien yang dilihat dari angka R/C rasio sebesar 1,41 yang berarti setiap rupiah biaya yang dikeluarkan dalam produksi tahu akan menghasilkan 1,41 rupiah jadi bisnis tahu ini layak untuk dijalankan.
Saran
2013. Analisis Industri Rumah Tangga Tempe di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. Tesis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta. Analisis Kelayakan Usaha Tahu Bandung Kayun-Yun, Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 1) 4 orang pegawai bagian produksi dibayar dengan sistem besaran borongan sebesar Rp 2.500/form. 200 kg kedelai/hari menghasilkan 80 bentuk.
Beliau juga mendapat amanah sebagai delegasi Fakultas Pertanian dalam kerjasama Express Learning (kerja sama LEX antara Indonesia, Singapura dan Jepang) pada tahun 2018. Atas ijin ALLAH SWT dan doa serta ikhtiar dalam menjalankan kegiatan akademik di Universitas Muhammadiyah Makassar, Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dengan menulis skripsi dengan judul “Analisis Kelayakan Finansial Industri Tahu Dalam Negeri (Studi Kasus Industri Tahu Dalam Negeri Ajeng Mulya Abadi di Desa Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto).”
Identitas Responden
Daftar Koesioner
Biaya Variabel
Biaya Tetap
SPPT (Pajak)
Total Penerimaan
Total Pendapatan
Kelayakan Financial R/C Racio
Peta Lokasi Penelitian
Dokumentasi Penelitian