• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEUNTUNGAN PENJUALAN BIBIT SAWIT CV BAREK

N/A
N/A
Dita Imraatul Khairat

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS KEUNTUNGAN PENJUALAN BIBIT SAWIT CV BAREK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KEUNTUNGAN PENJUALAN BIBIT SAWIT CV BAREK GROUP (STUDI KASUS) DI KELURAHAN KANDANG MAS KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU

DISUSUN OLEH : NAIFA HERNIK

(2154201040)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

BENGKULU

2023

(2)

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (Case Study), yaitu penelitian tentang status subjek penelitian berkenaan dengan satu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Tujuan dari studi kasus adalah untuk memberikan deskripsi secara mendetail tentang latar belakang, sifat–

sifat, serta karakter yang khas dalam kasus, ataupun status individu, yang kemudian dari sifat–sifat yang khas tersebut akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum (Nazir, 2006:57).

Metode studi kasus digunakan dengan alasan untuk mengetahui lebih mendalam dan mendetail mengenai analisis keuntungan penjualan bibit sawit CV Barek Group di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Studi kasus dapat menjelaskan satu fase spesifik tentang status subjek.

Studi kasus dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi dan profil usaha kedua kerupuk opak dari aspek bisnis yang mencakup aspek operasional, aspek sumber daya manusia, aspek pemasaran, aspek keuangan dan untuk melihat keuntungan pada usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive), karena CV Barek Group merupakan salah satu tempat penjualan bibit sawit yang ada di Kota Bengkulu.

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu dari 10 Oktober 2023 sampai 10 Desember 2023.

C. Metode Penarikan Sampel

Menurut Martono (2011:74), populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah daan memnuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian, atau keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang akan diteliti. Populasi dari penelitian ini adalah pengusaha bibit sawit CV Barek

(3)

Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

D. Jenis dan Sumber Data

Data yang dicari dan dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder yang berhubungan dengan penelitian, yaitu :

1. Data Primer adalah data yang berasal dari sumber-sumber dasar yang didapatkan melalui proses wawancara langsung dengan informan kunci pada usaha bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu menggunakan panduan wawancara disertai dengan observasi lapangan

2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi pustaka dan instansi- instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu, UPT Balai Pembibitan, Dinas Pertanian Kota Bengkulu, dan Badan Pusat Statistik. Data yang dikumpulkan seperti jumlah penggunaan bibit bermutu, jumlah penyebaran varietas bibit, dan jumlah izin usaha industri bibit sawit di Kota Bengkulu.

E. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitiana ini menggunakan teknik observasi langsung, wawancara langssung dengan pihak-pihak terkait dan studi literatur.

1. Observasi langsung, yaitu melakukan pengamatan langsung pada usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu mengenai kegitan usaha yang dilakukan dan hal-hal lain terkait penelitian.

2. Wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait, yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan tujjuan untuk memperoleh informasi darikey informan yang terdiri dari pemilik usaha dan karwan

(4)

F. Definisi dan Operasional Variabel

1. Untuk menjawab dari tujuan pertama, yaitu menganalisis aktivitas usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, meliputi aspek operasional, aspek pemasaran dan aspek keuangan, maka variabel yang diamati yaitu :

a) Gambaran umum usaha dan sejarah usaha meliputi : latar belakang pendirian usaha, sejarah pendirian usaha, lokasi usaha, izin usaha yang telah dimiliki dan struktur organisasi usaha.

b) Aspek Operasional meliputi :

i. Aspek manajemen produksi meliputi : jenis dan kualitas bibit, sistem sistem pengadaan bahan baku dan bahan penolong, jumlah dan periode pembelian bahan baku dan bahan penolong, harga bahan baku dan bahan penolong, lokasi pembelian bahan baku dan bahan penolong, proses produksi yang di lakukan dan jumlah produksi yang dihasilkan.

ii. Aspek sumber daya yaitu tenaga kerja dan peralatan. Untuk tenaga kerja manusia (tenaga kerja langsung) meliputi : jumlah tenaga kerja, jenis kelamin, tingkat pendidikan, sistem pembagian kerja, lama bekerja dan sistem pengupahan tenaga kerja. Untuk peralatan meliputi : jenis dan harga peralatan yang digunakan, harga peralatan yang digunakan, jumlah peralatan yang digunakan serta penyusutan alat yang terdiri dari nilai sisa dan umur ekonomis mesin dan peralatan.

c) Aspek Pemasaran , meliputi :

i. Produk, yaitu mengamati kebijakan usaha terhadap produk yaitu meliputi spesifikasi produk (mutu produk, penggunaan merek dan pengemasan produk).

ii. Harga, yaitu mengamati kebijakan usaha terhadap harga yang meliputi metode penetapan harga yang digunakan serta alasan menggunakan metode tersebut.

iii. Distribusi, yaitu mengamati kebijakan usaha terhadap saluran distribusi yang dilakuakan, jenis saluran yang digunakan serta daerah yang menjadi sasaran distribusi.

(5)

iv. Promosi, yaitu mengamati kegiatan promosi yang dilakukan dan metode promosi yang dilakukan oleh pemilik usaha.

d) Aspek Keuangan

i. Sumber Modal, meliputi dari mana saja modal awal usaha

ii. Jumlah modal usaha meliputi berapa besar jumlah modal pada awal usaha.

2. Untuk tujuan kedua yaitu mendeskripsikan proses sertifikasi bibit sawit, variabel yang diamati adalah 1) syarat-syarat produsen bibit sawit sertifikasi, 2) Permohonan Sertifikasi bibit, 3) Pemeriksaan Lapangan dan 4) Memperoleh Label dan Segel Sertifikasi.

3. Untuk tujuan ketigas yaitu, menganalisis besarnya keuntungan dan pendapatan pada usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Dalam melakukan analisis keuntungan usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dilakukan dengan menggunakan data mulai dari tanggal 10 Agustus - 10 November 2023. Adapun variabel yang digunakan untuk mencapai tujuan ketiga adalah :

a. Penerimaan/penghasilan pada tanggal 10 Agustus - 10 November 2023 b. Jumlah produksi dan penjualan pada tanggal 10 Agustus - 10 November 2023 c. Harga jual bibit sawit yang ditetapkan (Rp/bibit)

d. Biaya pengeluaran yang dilakukan oleh usaha bibit sawit CV Barek Group yaitu : i. Biaya Variabel, adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan

perubahan volume kegiatan (Mulyadi, 2009:15). Biaya produksi variabel yaitu biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan proses produksi, terdiri atas :

a) Biaya bahan baku, yaitu biaya pembelian bibit sawit kepada penangkar bibit.

b) Biaya overhead pabrik (BOP) variabel, yaitu biaya tidak langsung selain bahan baku dan tenaga kerja seperti biaya bahan penolong, biaya listrik, biaya PDAM, biaya kemasan dan label, biaya pemakaian pulsa, biaya gas dalam satuan Rp/bulan.

(6)

c) Biaya pemasaran, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran produk yang jumlahnya berubah dalam volume produksi seperti biaya transformasi pemasaran, biaya pemakaian pulsa dalam satuan Rp/bulan.

ii. Biaya tetap (fixed cost), adalah biaya yang jumlah total dikeluarkannya tetap tanpa dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dihasilkan, yaitu :

a) Biaya overhead pabrik (BOP) tetap, yaitu biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk yang di hasilkan, yaitu biaya penyusutan peralatan dan mesin dalam satuan Rp/bulan.

b) Biaya administrasi dan umum tetap, yaitu biaya operasi usaha diluar kegiatan penjualan seperti biaya tenaga kerja tetap dan gaji pimpinan usaha dalam satuan Rp/bulan.

Untuk menganalisa keuntungan, jumlah biaya yang dikeluarkan untuk produk yang terjual pada usaha penjualan bibit sawit maka dilakukan pendekatan biaya per unit produk. Untuk analisa titik impas, variabel yang diamati adalah :

a. Biaya tetap, meliputi biaya administrasi dan umum, dan biaya overhead pabrik tetap dalam satuan Rp/bulan.

b. Biaya variabel, meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, BOP variabel, transportasi.

c. Harga jual, merupakan jumlah uang yang meyatakan nilai tukar suatu kesatuan benda tertentu. Harga jual untuk menentukan titik impas adalah harga jual dari usaha bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dalam satuan Rp/bibit.

d. Penerimaan, merupakan harga jual dikalikan dengan jumlah produk yang dijual selama periode penelitian (Rp/bibit).

G. Teknik Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama adalah analisis deskriptif yaitu untuk mendeskripsikan profil usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Data-data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan informan kunci yaitu pimpinan

(7)

usaha, tenaga kerja pada usaha bibit sawit dan pihak usaha yang memakai jasa pada usaha penjualan bibit sawit ini kemudian ditabulasikan, hasil tabulasi data tersebut akan dinarasikan secara deskriptif.

Sedangkan analisis data kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan penelitian yang kedua yaitu menganalisis keuntungan usaha penjualan bibit sawit CV Barek Group yang ada di Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Data-data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan informan kunci yaitu pimpinan usaha, tenaga kerja pada usaha penjualan bibit sawit kemudian akan dihitung dengan rumus yang telah ditentukan dan hasil yang didapatkan akan dikomparasikan atau dibandingkan antar usaha. Analisa data yang dilakukan mencakup:

1. Biaya Total (Total Cost)

Biaya total adalah penjumlahan dari semua jenis biaya yang ada, dengan kata lain biaya total merupakan penjumlahan seluruh biaya yang dikeluarkan, baik untuk fixed cost maupun variable cost. Besarnya biaya total dapat dihitung menggunakan rumus yaitu:

TC = TFC +TVC Keterangan :

TC = Biaya Total (Rp) TFC = Biaya tetap total (Rp) TVC = Biaya Variabel (Rp)

Dalam menghitung biaya tetap atau fixed cost, terdapat didalamnya biaya penyusutan. Yaitu nilai penyusutan alat dan investasi yang digunakan dalam usaha penjualan bibit sawit. Nilai penyusutan akan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method). Metode garis lurus (straight line method) ini menghasilkan jumlah beban penyusutan yang sama setiap tahun sepanjang umur manfaat suatu harta tetap. Biaya Penyusutan dirumuskan sebagai berikut:

Biaya Penyusutan =

Nilai beli - nilai sisa Umur ekonomis

(8)

Keterangan :

Nilai beli (harga perolehan) = seluruh pengeluaran yang dikorbankan untuk mendapatkan aktivitas tetap tersebut

Nilai sisa (residu) = estimasi nilai tunai aset yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya

Umur Ekonomis = estimasi atau perkiraan lamanya waktu penggunaan aset tetap tersebut

2. Total Pendapatan

Pendapatan yang diperoleh yaitu hasil dari penjualan bibit sawit. Cara untuk menghitung pendapatan yaitu dengan mengalikan jumlah bibit yang diproduksi dengan harga jual bibit, dirumuskan sebagai berikut:

TR = Q x P Keterangan :

TR = Total Pendapatan (Rp) Q = jumlah produksi

P = harga jual / bibit (Rp/bibit) 3. Keuntungan

Menurut Hanafie (2010: 203), keuntungan bisa diartikan sebagai selisih antara Total pendapatan (TRi) dan biaya-biaya (B). TRi didapatkan dengan mengalikan mengalikan jumlah bibit yang diproduksi dengan harga jual bibit. Biaya yang dimaksud dalam pengertian ini yaitu biaya keseluruhan, baik itu biaya tetap maupun biaya tidak tetap (biaya variabel). Dalam bentuk matematika, keuntungan dituliskan menggunakan rumus sebagai berikut :

K = TRi - B

= TRi - BT - BV Keterangan :

K = Keuntungan B = Biaya

TRi = Total pendapatan BT = Biaya Tetap

BV = Biaya Variabel / tidak tetap

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis aspek organisasi menunjukkan bahwa tersedinya sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pabrik secara keseluruhan, selain itu

Kedua. sistem evaluasi merup-eken sub-sistem dari program pelatihan dan akan terkait dengan esp-ek-aspek manajemen sumber daya manusia lainnya ''perencanaan SDM. rekruitmen dan