• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis kinerja keuangan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "analisis kinerja keuangan"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Seluruh staf dosen dan staf administrasi Fakultas Ekonomi Universitas “45” Makassar yang telah memberikan ilmu selama penulis menempuh studi hingga penulisan skripsi ini. Kepada seluruh sahabat dan sahabatku yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan studi hingga selesainya disertasi ini.

Pengertian Kinerja dan Manajemen Keuangan

Pengertian manajemen keuangan menurut Margareta yaitu pengelolaan keuangan adalah pengaturan kegiatan keuangan yang dilakukan perusahaan dengan menjadi sumber dana untuk membiayai kebutuhan operasional perusahaan. Konsep lanjutan dari manajemen keuangan adalah penerapan fungsi manajemen di bidang keuangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan keuangan.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan (financial statement) merupakan produk akhir dari proses atau kegiatan dalam suatu entitas akuntansi bisnis. Secara umum laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan posisi keuangan.

Rasio Keuangan

Jenis rasio yang digunakan adalah Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio. Rasio yang digunakan adalah rasio hutang, rasio total hutang/ekuitas dan rasio hutang/ekuitas jangka panjang.

Pengertian Rasio-Rasio Likuiditas

Semakin tinggi rasio lancar maka semakin baik posisi kreditur, karena hutang perusahaan semakin besar kemungkinannya untuk dibayar tepat waktu. Di sisi lain, rasio lancar yang tinggi tidak selalu merupakan hal yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang saham, terutama ketika terdapat kelebihan saldo kas dan jumlah piutang dan persediaan terlalu besar. Rasio lancar sebesar 200% hanya sekedar aturan atau rule of thumb dan akan dijadikan sebagai titik tolak penelitian atau analisa lebih lanjut.

Rasio lancar ini menunjukkan tingkat keamanan (margin of security) kreditur jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang tersebut. Riyanto mengatakan, untuk perusahaan non kredit, rasio lancar kurang dari 2:1 dianggap kurang baik, karena jika aset lancar turun, misalnya hingga lebih dari 50%, maka total aset lancar tidak lagi cukup untuk menutup aliran arus. utang. Apabila pedoman rasio lancar 2:1 atau 200% ditetapkan sebagai rasio minimum yang akan dipertahankan suatu perusahaan, maka perusahaan dalam melakukan penarikan pinjaman jangka pendek harus selalu berpedoman pada pedoman tersebut.

Setiap kali, perusahaan perlu mengetahui berapa maksimum kredit jangka pendek yang dapat ditarik, agar pedoman rasio lancar tidak dilanggar. Jika perusahaan menetapkan bahwa rasio lancar yang harus dipertahankan adalah 3:1 atau 300%, ini berarti setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 harus dijamin dengan aset jangka pendek sebesar Rp 3,00 atau dijamin dengan modal kerja bersih sebesar Rp 2,00. Jika rasio lancar tinggi tetapi rasio cepat rendah, itu menunjukkan investasi yang sangat besar pada saham.

Pengertian Rasio-Rasio Solvabilitas

Hasil rasio ini tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah rasio perusahaan baik, terlalu likuid atau kurang likuid, namun rasio ini lebih mencerminkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang lancarnya lebih tepat waktu dibandingkan dengan dua rasio sebelumnya. Baik perusahaan insolven maupun tidak likuid, keduanya akan menghadapi permasalahan keuangan pada suatu saat, yaitu pada saat harus memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang bangkrut namun likuid tidak akan serta merta mengalami kesulitan keuangan, namun perusahaan yang tidak likuid akan segera mengalami kesulitan karena akan segera menghadapi tagihan dari para kreditornya.

Namun jika usahanya tidak berhasil maka pada akhirnya perusahaan juga akan menghadapi masalah (Riyanto. Rasio ini adalah perbandingan antara total utang dengan total aset yang dinyatakan dalam persentase.

Pengertian Rasio-Rasio Aktivitas

Piutang suatu perusahaan dalam hal ini jenis perusahaan simpan pinjam sangat erat kaitannya dengan besar kecilnya pinjaman yang diberikan. Kedudukan kreditur dan perkiraan waktu penagihan dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran piutang tersebut, yaitu dengan membagi jumlah pinjaman yang diberikan dengan rata-rata piutang. Dihitung dengan membagi harga pokok penjualan (cost of good sales) dengan rata-rata persediaan.

Pengertian Rasio-Rasio Profitabilitas

Rasio margin laba kotor terhadap margin laba kotor berguna untuk mengetahui laba kotor perusahaan dari setiap barang yang terjual. Net Profit Margin (NPM) menggambarkan besarnya laba bersih yang diperoleh perusahaan dari setiap penjualan yang dilakukan. Return on Investment atau pengembalian aset menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset yang digunakan.

Return On Investment (ROI) dalam analisis keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai teknik analisis keuangan yang komprehensif. Analisis laba atas investasi (ROI) ini merupakan teknik analisis yang biasa digunakan oleh manajer bisnis untuk mengukur efektivitas operasional perusahaan secara keseluruhan. Return On Investment (ROI) sendiri merupakan suatu bentuk rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh dana yang diinvestasikan pada aset yang digunakan untuk operasionalnya dalam menghasilkan keuntungan.

Dengan demikian, Return on Investment (ROI) menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi perusahaan (net operating income) dengan jumlah investasi atau aset yang digunakan untuk itu. Return on equity atau return on net worth mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan atau mengetahui besarnya return yang diberikan perusahaan untuk setiap rupee ekuitas dari pemiliknya. Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka teori, maka kerangka sederhananya dapat diuraikan sebagai berikut.

Metode Pengumpulan Data

Data kualitatif, data berupa informasi tentang sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan pembagian tugas dan wewenang (Job Description). Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka, seperti laporan keuangan perusahaan yang meliputi neraca dan laporan laba rugi. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan melalui wawancara dengan manajer dan karyawan perusahaan terkait dengan masalah yang sedang dibahas.

Data sekunder yaitu data berupa dokumen dan laporan yang ditulis oleh perusahaan serta informasi lain yang berkaitan dengan permasalahan yang dibicarakan.

Metode Analisis

Jenis rasio yang digunakan adalah Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio. a) Rasio lancar (current rasio). Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang menunjukkan seberapa jauh perusahaan dibiayai dengan hutang atau dengan kata lain seberapa besar kekayaan atau investasi perusahaan yang dibiayai oleh kreditur, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio yang digunakan adalah margin laba kotor, margin laba bersih, laba atas investasi dan laba atas ekuitas.

Defenisi Operasional

Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi atau kewajiban jangka pendek. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh manfaat dari penggunaan modalnya.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan empat aspek rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas.

Gambaran Umum Perusahaan .1 Sejarah Umum Perusahaan .1 Sejarah Umum Perusahaan

Struktur Organisasi Perusahaan

Tugas Dan Wewenang Dalam Organisasi

Evaluasi, negosiasi, pengadaan dan penanganan pertanyaan terkait kebutuhan sumber daya/logistik perusahaan.

Analisis Rasio Likuiditas Perusahaan

Rasio Lancar (Current Ratio)

Untuk menganalisis tingkat likuiditas PT CBA Chemical Industry Makassar selama tiga tahun terakhir (tahun yang penulis gunakan adalah Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio). Seperti pada tahun 2010, rasio lancar sebesar 13,85 atau 1,385%, artinya kewajiban lancar perusahaan sebesar Rp 1 ditanggung atau dijamin oleh aset lancar sebesar Rp. Pada tahun 2012, rasio lancar perusahaan meningkat sebesar 516%, dimana rasio lancar pada tahun 2011 sebesar 709%, dan pada tahun 2012 meningkat menjadi 1,225% yang berarti utang jangka pendek perusahaan senilai Rp 1 dapat dijamin dengan lancar. aset 1.225.

Berdasarkan hasil analisis Current Ratio pada PT CBA Chemical Industry Makassar diatas terlihat bahwa tingkat likuiditas perusahaan mengalami naik turun, karena Current Ratio perusahaan sebesar 13,85% pada tahun 2010 dan mengalami penurunan pada tahun 2011 dengan Current Ratio sebesar 7,09% sedangkan rasio lancar meningkat menjadi rasio lancar sebesar 12,25 pada tahun 2012.

Rasio Cepat ( Quick Ratio)

Pada tahun 2010, rasio cepat perusahaan sebesar 10,69% yang berarti kewajiban lancar perusahaan sebesar Rp. 1 dijamin dengan aset lancar selain persediaan sebesar Rp. Pada tahun 2011, rasio cepat perusahaan mengalami penurunan sebesar 612%, dari 1.069 pada tahun 2010 menjadi 457% pada tahun 2011, hal ini berarti setiap kewajiban jangka pendek perusahaan, kecuali persediaan sebesar Rp 1, dapat dijamin dengan aktiva lancar sebesar 457. Sedangkan , pada tahun 2011. rasio cepat perusahaan mengalami peningkatan sebesar 371% yaitu dimana pada tahun 2011 rasio cepat sebesar 457% kemudian pada tahun 2012 meningkat menjadi 828% yang berarti kewajiban jangka pendek perusahaan kecuali persediaan sebesar Rp.

Berdasarkan hasil analisis rasio cepat pada PT CBA Chemical Industry Makassar di atas dapat dilihat bahwa tingkat likuiditas perusahaan berada di atas 100% pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 berdasarkan perhitungan rasio cepat. Artinya perusahaan dapat menjamin seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang lebih likuid pada saat jatuh tempo.

Rasio Kas (Cash Ratio)

Analisis Rasio Solvabilitas

Debt to ratio (Rasio Utang)

Analisis Ratio Aktivitas

Artinya dalam hal ini mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola persediaan, barang dalam proses dan barang jadi, serta kebijakan manajemen dalam pengelolaan aset lainnya dan kebijakan pemasaran. Memberikan wawasan mengenai kualitas piutang (piutang) perusahaan dan kinerja perusahaan dalam menagih piutang usaha tersebut. Pada tahun 2010, perputaran piutang PT CBA Chemical Industry Makassar mencapai 6,76 kali, artinya aset yang tertanam dalam piutang bisa perputaran 6,76 kali dalam satu tahun.

Pada tahun 2011, perputaran piutang PT CBA Chemical Industry Makassar meningkat sebesar 8,63 kali lipat dari perputaran piutang, yang berarti aset yang tertanam dalam piutang tersebut mampu berputar sebanyak 8,63 kali dalam satu tahun. Dari hasil analisis di atas dapat diketahui bahwa perkembangan perputaran saham perusahaan dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut. Pada tahun 2010, perusahaan mencapai perputaran persediaan sebesar 4,67 kali yang berarti terjadi penggantian persediaan barang dagangan sebanyak 4,67 kali dalam satu tahun.

Sedangkan pada tahun 2012, perputaran piutang hanya mencapai 4,59 kali yang berarti 4,59 kali persediaan barang diganti dalam satu tahun.

Analisis Ratio Profitabilitas

Berikut adalah tabel perkembangan gross profit margin PT CBA Chemical Industry Makassar dari tahun 2010 – 2012. Dari hasil analisis diatas dapat diketahui bahwa gross profit margin perusahaan antar tahun adalah sebagai berikut. Pada tahun 2010, margin laba kotor perseroan mencapai 17,1%, yang berarti setiap Rp 1,00 terjual akan menghasilkan laba kotor sebesar Rp 17.

Sedangkan margin laba kotor perusahaan hanya sebesar 10,8% pada tahun 2012, yang berarti pendapatan perusahaan sebesar . Berikut perhitungan net profit margin PT CBA Chemical Industry Makassar dari tahun 2010 - 2012. Berikut tabel perkembangan net profit margin PT CBA Chemical Industry Makassar dari tahun 2010 - 2012.

Dari hasil analisis di atas terlihat bahwa tingkat laba bersih perusahaan selama bertahun-tahun adalah sebagai berikut. Berikut perhitungan laba atas investasi PT CBA Chemical Industry Makassar dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.

Saran

Referensi

Dokumen terkait

You can also enter a further full-text search term within your initial set of results to refine your search.. You can drill down further on your search results to find exactly what