• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KUAT LENTUR MATERIAL GALVALUM PROFIL C SEBAGAI KOMPONEN BANGUNAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS KUAT LENTUR MATERIAL GALVALUM PROFIL C SEBAGAI KOMPONEN BANGUNAN "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KUAT LENTUR MATERIAL GALVALUM PROFIL C SEBAGAI KOMPONEN BANGUNAN

Andre Ferdian Saleh1, Sapto Budi Wasono2 dan Julistyana Tistogondo3

1 Andre Ferdian Saleh, Universitas Narotama, [email protected]

2 Sapto Budi Wasono, Universitas Narotama, [email protected]

3 Julistyana Tistogondo, Universitas Narotama, [email protected]

ABSTRAK

Profil C baja ringan adalah suatu produk yang terbuat dari bahan dasar baja dan sifat dasar baja ringan sangatlah kaku, jadi sangat kuat untuk menopang beban berat. Pemakaian profil C baja ringan bisa membuat proses pembangungan menjadi lebih cepat dan biaya pengerjaan bisa sangat singkat. Dan mengetahui nilai detail kuat lentur beton dengan menggunakan tulangan profil C baja ringan dan beton tulangan besi normal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan beton tulangan profil C baja ringan sebagai komponen bangunan. Di harapkan dalam penelitian ini, profil C baja ringan mendapatkan hasil uji kuat lentur dengan efektifitas dan kualitas yang optimal sehingga dapat diproduksi secara massal. Dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai kuat lentur beton tulangan profil C baja ringan dan beton tulangan normal mendapatkan nilai kuat lentur yang berbeda. Hasil tes kuat lentur benda uji balok beton diumur 7, 14 dan 28 hari untuk nilai kuat lentur beton tulangan normal 68 kg/cm², 92.5 kg/cm², 103.36 kg/cm² dan nilai beton tulangan profil C baja ringan 95.2 kg/cm², 106.08 kg/cm², 111.52 kg/cm².c

Kata kunci: Profil C baja ringan, Kuat lentur, Beton tulangan profil C baja ringan.

1. PENDAHULUAN

Baja ringan telah banyak digunakan untuk kontruksi perumahan di Indonesia. Baja ringan memiliki kelebihan di bandingkan dengan kayu. Diantaranya adalah dapat mempercepat proses kontruksi dan mengurangi biaya tenaga kerja, karena ringan cocok untuk struktur bangunan perumahan maupun gedung karena dapat mengurangi berat sendiri struktur.

Suatu bangunan memiliki inti bangunan yang biasa dinamakan struktur bangunan.

Struktur bangunan memiliki tugas untuk menahan dan meneruskan beban ke kolom dari struktur di atasnya seperti kuda-kuda, dinding, dan plat lantai yang disebut dengan balok.

Umumnya komponen penyusun balok terdiri dari beton, tulangan tarik, tulangan desak, dan tulangan geser. Bahan yang digunakan dalam struktur bangunan adalah tulangan baja atau profil baja dan beton. Baja merupakan material bangunan yang dapat menahan lentur dari bangunan tersebut jika diberikan beban. Kemudian beton memiliki sifat-sifat umum yaitu, kuat tekan yang tinggi, tahan terhadap api dan beton mudah dibentuk ketika pembuatan dibandingkan baja. Dua bahan tersebut jika disatukan maka akan semakin memperkuat konstruksi bangunan karena beton menahan gaya tekan dan baja akan memperkuat dan menahan gaya tarik. Dalam penelitian ini penyusun membuat benda uji untuk diteliti yaitu berupa balok dengan bahan pengisi beton ringan yang banyak dikembangkan saat ini. Pemilihan beton ringan sebagai bahan pengisi karena beton ringan memiliki berat jenis yang ringan yang dapat mengurangi berat bangunan. Semakin ringan suatu bangunan maka komponen struktur bangunan akan semakin ringan menahan bebannya sendiri (Wibawa, 2015). Penelitian ini didasari beberapa referensi dari penelitian terdahulu, diantaranya uji kuat lentur profil baja ringan galvalum tipe C yang

(2)

di grouting dengan variasi mortar (Firdausa dkk. 2020), investigasi eksperimental perilaku profil baja ringan berpenampang persegi akibat interaksi beban tekan memusat dan momen lentur (Kadir dkk. 2017), pengaruh bentuk badan profil baja ringan terhadap kuat tekan (Ruus dkk. 2017), analisis kuat lentur baja ringan dengan variasi bentuk sayap dan badan penampang (Sumampow dkk. 2019),

2. METODE PENELITIAN

Rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis digambarkan dalam skema metodologi (lihat gambar 1)

Gambar 1. Diagram Alir Penelitian

2.1 Pembesian Tulangan

Pembesian tulangan benda uji ada 2 macam jenis yaitu tulangan profil C baja ringan dan tulangan besi normal. Berikut detail gambar dan dokumentasi proses pembuatan tulangan masing-masing benda uji.

1. Menggunakan material tulangan profil C baja ringan merk kencana dengan ukuran tinggi profil 7,5 cm lebar 3,5 cm ketebalan 1 mm. Ukuran detail tulangan profil C baja ringan dengan panjang 50 cm (2 buah) dan begel reng baja ringan dengan jarak sengkang 20 cm (3 buah).

Mulai

Pengadaan material dan alat kerja

Pembesian tulangan profil C baja ringan dan tulangan besi normal

Proses pengecoran benda uji beton

Perawatan benda uji beton serta bongkar bekisting

Pengetesan benda uji beton

Selesai

(3)

Gambar 2. Detail Gambar Tulangan Profil C Baja Ringan

2. Menggunakan material tulangan besi normal dengan ukuran besi 12 mm (4 buah) ditulangan utama dan begel besi 10 mm (4 buah) dengan jarak sengkang 15 cm.

Gambar 3. Detail Gambar Tulangan Besi Normal

2.2 Mix Design

Berikut ini adalah tabel komposisi takaran material semen, pasir dan kerikil serta volume air per meter kubiknya (m3) pada mutu Ready Mix Beton K.225 standar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tabel 1: Komposisi Campuran Beton untuk 1 m3 Mutu K.225 No Ready Mix Beton K.225 SNI Berat

1 Semen 371 kg

2 Pasir 698 kg

3 Split/kerikil 1047 kg

4 Air 215 Ltr

Sumber: SNI Standar Nasional Indonesia

(4)

3. PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengujian Beton (Berat Satuan Beton)

Hasil pengujian berat beton tulangan normal dan beton tulangan profil C baja ringan mendapatkan nilai berat beton yang berbeda diumur 14 dan 28 hari yang dilakukan PT.

Anugerah Beton Indonesia Manunggal. Berikut tabel dan grafik hasil pengujian berat beton.

Tabel 2: Hasil Pengujian Berat Beton Tulangan Normal dan Benton Tulangan Profil C Baja Ringan

Benda Uji Balok di Umur

Beton Tulangan Normal 4 Ø12 mm & Ø10-150

Beton Tulangan Profil C ( 75 x 35 x 1mm )

7 hari 33.35 kg 33.35 kg

14 hari 33.63 kg 33.60 kg kg

28 hari 33.72 kg 33.65 kg Sumber: Hasil analisis, 2021

Gambar 4. Grafik Hubungan Antara Berat Satuan Beton Tulangan Normal dan Beton Tulangan Profil C Baja Ringan (Sumber: Hasil analisis, 2021)

3.2 Hasil Pengujian Beton (Gaya Lentur)

Hasil pengujian gaya lentur beton tulangan normal dan beton tulangan profil C baja ringan mendapatkan nilai gaya lentur beton yang berbeda dilakukan oleh PT. Anugerah Beton Indonesia Manunggal. Berikut tabel dan grafik hasil pengujian gaya lentur beton.beton.

33.1 33.2 33.3 33.4 33.5 33.6 33.7 33.8

BU usia 7 hari BU usia 14 hari

BU usia 28 hari

Tul. Ø 12 mm

Tul. Profil C baja ringan

(5)

Tabel 3: Hasil Pengujian Gaya Lentur Beton Tulangan Normal dan Beton Tulangan Profil C Baja Ringan

Benda Uji Balok di Umur

Beton Tulangan Normal 4 Ø12 mm & Ø10-150

( P ) (%)

Beton Tulangan Profil C ( 75 x 35 x 1mm )

( P )

7 hari 5100 kg 7140 kg

14 hari 7140 kg 7956 kg kg

28 hari 7752 kg 8364 kg

Sumber: Hasil analisis, 2021

Gambar 5. Grafik Hubungan Antara Gaya Lentur Beton Tulangan Normal dan Beton Tulangan Profil C Baja Ringan (Sumber: Hasil analisis, 2021)

3.3 Hasil Pengujian Beton (Momen Lentur)

Hasil pengujian beton momen lentur tulangan normal dan beton tulangan profil C baja ringan mendapatkan nilai momen lentur beton yang berbeda dilakukan PT. Anugerah Beton Indonesia Manunggal. Berikut tabel dan grafik hasil pengujian momen lentur beton.

Untuk menentukan nilai (M) berlaku rumus sebagai berikut:

M = ¼. P . (Lo – L1) ...(1) M = ¼ . P . (45 – 15)

Tabel 4: Hasil Pengujian Momen Lentur Beton Tulangan Normal dan Beton Tulangan Profil C Baja Ringan

Benda Uji Balok di Umur

Beton Tulangan Normal 4 Ø12 mm & Ø10-150

( M )

Beton Tulangan Profil C ( 75 x 35 x 1mm )

( M ) 3 7 hari 38250 kg/cm 53550 kg/cm

kg

0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000

BU usia 7 hari

BU usia 14 hari

BU usia 28 hari

Tul. Ø 12 mm

Tul. Profil C baja ringan

(6)

14 hari 53550 kg/cm 59670 kg/cm 28 hari 58140 kg/cm 62730 kg/cm Sumber: Hasil analisis, 2021

Gambar 6. Grafik Hubungan Antara Momen Lentur Beton Tulangan Normal dan Beton Tulangan Profil C Baja Ringan (Sumber: Hasil analisis, 2021) 3.4 Hasil Pengujian Beton (Tegangan Lentur)

Hasil pengujian tegangan lentur beton tulangan normal dan beton tulangan profil C baja ringan mendapatkan nilai tegangan lentur beton yang berbeda dilakukan oleh PT.

Anugerah Beton Indonesia Manunggal. Berikut tabel dan grafik hasil pengujian tegangan lentur beton:

Untuk menentukan nilai (

σ

lt ) berlaku rumus sebagai berikut:

σ

lt = M / W ...(2) ket. W = (Momen perlawanan penampang)

= 1/6 . B . T² = 1/6 . 15 . 15²

= 562.5 cm³

Tabel 5: Hasil Pengujian Tegangan Lentur Beton Tulangan Normal dan Beton Tulangan Profil C Baja Ringan

Benda Uji Balok di Umur

Beton Tulangan Normal 4 Ø12 mm & Ø10-150

( σlt )

Beton Tulangan Profil C ( 75 x 35 x 1mm )

( σlt )

7 hari 68 kg/cm² 95.2 kg/cm²

14 hari 92.5 kg/cm² 106.08 kg/cm² kg

28 hari 103.36 kg/cm² 111.52 kg/cm² Sumber: Hasil analisis, 2021

0 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000

BU usia 7 hari

BU usia 14 hari

BU usia 28 hari

Tul. Ø 12 mm

Tul. Profil C baja ringan

(7)

Gambar 7. Grafik Hubungan Antara Momen Lentur Beton Tulangan Normal dan Beton Tulangan Profil C Baja Ringan (Sumber: Hasil analisis, 2021)

4. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai kuat lentur beton tulangan profil C baja ringan dan beton tulangan normal yang telah dilakukan di PT. Anugerah Beton Indonesia Manunggal, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Hasil pengujian kuat lentur beton tulangan profil C baja ringan lebih baik dari hasil kuat lentur beton tulangan besi normal, hasil tes kuat lentur benda uji balok diumur 7, 14 dan 28 hari untuk nilai kuat lentur beton tulangan normal 68 kg/cm², 92.5 kg/cm², 103.36 kg/cm² dan nilai beton tulangan profil C baja ringan 95.2 kg/cm², 106.08 kg/cm², 111.52 kg/cm². Terdapat perbedaan hasil kuat lentur pada masing-masing satuan benda uji beton.

Hasil pengukuran berat benda uji beton tulangan profil C baja ringan lebih baik/ringan dari hasil pengukuran berat benda uji beton tulangan besi normal, hasil pengukuran berat benda uji balok diumur 7, 14 dan 28 hari untuk nilai berat satuan beton tulangan normal 33.35 kg, 33.63 kg, 33.72 kg dan nilai beton tulangan profil C baja ringan 33.35 kg, 33.60 kg, 33.65 kg.

Perbedaan hasil tegangan kuat lentur antara benda uji beton tulangan profil C baja ringan dan benda uji tulangan besi normal yaitu lebih tinggi nilai benda uji beton yang menggunakan tulangan profil C baja ringan. Dan hasil pengukuran berat satuan benda uji beton juga lebih ringan benda uji beton yang menggunakan tulangan profil C baja ringan.

5. DAFTAR PUSTAKA

1. Firdausa, F., Sri R.A., Ahmad S., dan Puryanto. 2020. "Uji Kuat Lentur Profil Baja Ringan Galvalum Tipe C Yang Di Grouting Dengan Variasi Mortar". Jurnal Rekayasa Sipil Vol.14 No.3: 173-178.

2. Kadir, A.M., Dedi P., Eddy, S.S., dan Harkali S. 2017. "Investigasi Eksperimental Perilaku Profil Baja Ringan Berpenampang Persegi Akibat Interaksi Beban Tekan Memusat Dan Momen Lentur". Majalah Ilmu dan Teknologi Metalurgi Vol.28 No.1:

33-48.

0 20 40 60 80 100 120

BU usia 7 hari

BU usia 14 hari

BU usia 28 hari

Tul. Ø 12 mm

Tul. Profil C baja ringan

(8)

3. Ruus, K., Banu D.H., dan Ronny P. 2017. "Pengaruh Bentuk Badan Profil Baja Ringan Terhadap Kuat Tekan". Jurnal Sipil Statik Vol.5 No.5: 249-262.

4. Sumampow, G.S., Banu D.H., dan Ronny P. 2019. "Analisis Kuat Lentur Baja Ringan Dengan Variasi Bentuk Sayap dan Badan Penampang". Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10: 1245-1250.

5. Wibawa, S.A., dan Haryanto Y.W. 2015. "Studi Perilaku Mekanik Kekuatan Beton Ringan Terhadap Kuat Lentur Balok". Jurnal Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Referensi