• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis manajemen pelayanan segi dimensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis manajemen pelayanan segi dimensi"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

Panorama Bengkulu dapat diukur dengan menggunakan Dimensi Realibilty dan Dimensi Tangible dan hasilnya nasabah merasa cukup puas dengan manajemen layanan yang tersedia pada bank syariah pada masa new normal. Pelayanan yang diberikan bank syariah pada masa new normal tetap sama, hanya cara pemberian pelayanannya saja yang berbeda.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Tangible adalah kemampuan suatu bank syariah dalam memberikan pelayanan kepada nasabah yang terlihat langsung dari bentuk fisiknya. Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia yang merupakan gabungan dari Bank Bri Syariah (BRIS), Bank Mandiri Syariah (BMS) dan Bank Negara Indonesia (BNIS) yang mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Februari. , 2021 .

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dapat dijadikan sumber informasi atau dapat dijadikan data sekunder dan bahan penyumbang pemikiran tentang Manajemen Pelayanan Bank Syariah. Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi pimpinan Bank Syariah Indonesia untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Bank khususnya pengelolaan layanan Bank Syariah pada Masa New Normal.

Penelitian Terdahulu

Perbedaan kedua penelitian ini adalah penelitian yang berjudul “Dimensi CARTER dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan BPRS Bhakti Sumekar Sumenep” mempunyai objek penelitian pada satpam, kasir, customer service. Persamaannya adalah kedua penelitian tersebut menggunakan dimensi CARTER dalam mengukur kualitas layanan yang diberikan bank syariah.

Sistematika Penulisan

Latar Belakang Masalah Pada bagian ini memberikan penjelasan mengapa Anda tertarik melakukan penelitian dan pentingnya melakukan penelitian. Ada empat hal penting yang perlu diperhatikan pada bagian ini yaitu populasi, sampel, teknik penentuan besar sampel, dan teknik pengambilan sampel. Bagian ini hendaknya tidak menjelaskan pengertian populasi, namun menjelaskan siapa populasi penelitian dan berapa besar populasinya.

Bagian ini tidak menjelaskan pengertian monster, melainkan menjelaskan siapa dan berapa jumlah monster. Bagian ini menjelaskan teknik yang digunakan untuk menentukan besar atau jumlah sampel dan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian.

KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI

Bank Syariah

Bank syariah mulai dikenal di Indonesia oleh masyarakat di luar negeri dan memperoleh ketegasan dalam pendiriannya setelah terbitnya UU.no. 7 Tahun 1992 yang diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 yang menyatakan bahwa keberanian dan berfungsinya bank bagi hasil atau bank syariah diperkuat dengan Fatwa MUI yang dengan jelas menyatakan bahwa bunga (riba) adalah haram.17. Sejarah Perkembangan Bank Syariah di Indonesia menjadi tolok ukur keberhasilan eksistensi perekonomian Syariah di Indonesia Bank Muamalat Indonesia menjadi bank Syariah pertama dan menjadi pionir bagi bank-bank Syariah lainnya yang sebelumnya telah menerapkan sistem Syariah di Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia merupakan bank syariah pertama dan pionir bagi bank syariah lainnya, dan sudah menerapkan sistem ini di tengah menjamurnya bank konvensional. Bank Syariah merupakan lembaga intermediasi sekaligus menyelenggarakan jasa keuangan yang dikelola dan dioperasikan berdasarkan prinsip-prinsip Islam, etika dan nilai-nilai Islam, khususnya bebas dari bunga (riba), bebas dari segala kegiatan spekulatif yang tidak produktif termasuk perjudian (maysir), bebas dari segala bentuk kegiatan spekulatif yang tidak produktif termasuk perjudian (maysir). hal-hal yang kurang jelas dan dapat menimbulkan keragu-raguan (gharar) dan mempertahankan cabang Serang)', ISLAMICONOMIC: Journal of Islamic Economics lt; https://doi.org/10.32678/ijei.v7i1.34>.

Manajemen Pelayanan

Pelayanan yang baik belum tentu pelanggan atau konsumen akan tertarik dengan produk yang dijual perusahaan jika tidak menarik. Konsumen bisa saja membeli produk dari perusahaan lain yang kualitas pelayanannya sangat memuaskan, sehingga perusahaan tersebut bisa saja kehilangan konsumen atau pelanggannya.23. Manajemen pelayanan pada suatu perusahaan atau perbankan syariah hendaknya lebih diperhatikan dan ditingkatkan untuk menjaga citra baik dan responsif bagi perusahaan.

Manajemen layanan merupakan proses yang sangat penting untuk mencegah masalah terkait manajemen layanan. Dimensi kepatuhan sangat penting untuk dimasukkan dalam pengukuran kualitas pelayanan pada lembaga perbankan syariah karena kepatuhan bank syariah terhadap prinsip syariah merupakan wujud eksistensi umat Islam.25.

Covid-19

Dalam mengukur kualitas layanan dari perspektif Islam, Othman dan Owen menjelaskan enam dimensi dalam mengukur kualitas layanan di lembaga keuangan Islam. Virus jenis baru ini diketahui berasal dari Wuhan, Tingkok, yang ditemukan pada akhir Desember 2019.26. Wabah ini telah dikategorikan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena peningkatan penularan dari manusia ke manusia telah menyebar luas di seluruh dunia. WHO resmi menyatakan Covid-19 sebagai pandemi pada 9 Maret 2020.27.

Banyak dampak yang akan timbul dari semakin banyaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Salah satunya adalah Indonesia akan mengalami kerugian besar di bidang perekonomian. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang positif terhadap Covid-19, tidak dapat dipungkiri nilai tukar rupiah akan melemah terhadap dolar AS dan mata uang asing lainnya.

New Normal

Namun dunia usaha tidak bisa selamanya tinggal diam karena roda kehidupan akan selalu berjalan dan perekonomian harus terus berjalan di tengah wabah Covid-19. Masyarakat harus bisa menjaga metabolisme tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari Covid-19. Pengertian new normal menurut pemerintah Indonesia adalah suatu pola, tatanan kehidupan baru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah wabah Covid-19.

Menurut Achmad Yurianto, new normal sendiri merupakan suatu tatanan, kebiasaan dan tingkah laku atau sikap yang merupakan penyesuaian atau adaptasi terhadap lingkungan yang baru dan bersih. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan new normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap beraktivitas normal namun tetap menjaga protokol kesehatan yang berguna dalam mencegah tertular Covid-19. . 19.29.

Dimensi Reliability (Keandalan)

Setiap jasa mempunyai bentuk pelayanan yang dapat diandalkan, karena dalam pemberian jasa, setiap pegawai atau pegawai diharapkan mempunyai ketrampilan dalam pengetahuan, keahlian, kemandirian, ketrampilan dan profesionalisme yang tinggi dalam bekerja, sehingga kegiatan pekerjaan yang dilakukan menghasilkan suatu hasil yang memuaskan. bentuk yang sangat memuaskan. pelayanan, tanpa ada komplain atau keluhan.kesan luar biasa terhadap pelayanan yang diterima pelanggan. Syarat kehandalan pegawai atau pegawai dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, mudah dan lancar merupakan syarat dalam melakukan penilaian terhadap pelanggan yang dilayani untuk menunjukkan keinginan pegawai atau pegawai untuk memahami maksud dan uraian pekerjaan yang ada di dalamnya. perhatian dan fokus setiap pegawai dalam memberikan pelayanannya. Hakikat keandalan pelayanan adalah setiap pegawai atau pegawai mempunyai kemampuan yang handal dalam mengetahui rincian tata cara kerja, mekanisme kerja, memperbaiki berbagai kekurangan yang tidak sesuai dengan tata cara kerja serta mampu menunjukkan dan memberi arah yang tepat untuk setiap bentuk. pelayanan yang belum dipahami oleh masyarakat atau pelanggan, agar dapat memberikan dampak positif terhadap pelayanan yaitu pegawai harus memahami, menguasai, mandiri, handal dan profesional dalam pekerjaan yang dilakukannya.

Hubungan antara dimensi layanan dan keandalan sangat penting dalam dinamika kerja suatu organisasi. Keandalan merupakan wujud kualitas atau karakteristik pegawai yang mempunyai prestasi kerja yang tinggi.Keandalan dalam pemberian pelayanan terlihat dari kehandalan dalam pemberian pelayanan.

Dimensi Tangible (Fisik)

Artinya dalam memberikan pelayanan, setiap pelanggan yang menginginkan pelayanan dapat merasakan pentingnya bukti fisik yang ditunjukkan oleh pengembang jasa agar pelayanan yang diberikan oleh pegawai dapat memuaskan. Bentuk bukti fisik pelayanan biasanya berupa sarana dan prasarana pelayanan yang tersedia, teknologi pelayanan yang digunakan, kinerja penyedia pelayanan sesuai dengan karakteristik pelayanan yang diberikan dalam tampilan layanan. kinerja pekerjaan yang dapat diberikan dalam bentuk jasa fisik yang dapat dilihat. Maka bank syariah dalam memberikan pelayanan harus dilaksanakan dengan baik agar nasabah merasa bahwa pelayanan yang dibutuhkan nasabah dapat diapresiasi dengan baik.Bentuk bukti fisik pelayanan biasanya berupa sarana dan prasarana pelayanan yang tersedia, teknologi pelayanan. digunakan, penyedia jasa yang sesuai dengan ciri-ciri jasa yang ditawarkan dalam tampilan prestasi kerja yang dapat diberikan dalam bentuk jasa fisik yang terlihat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam suatu organisasi yang maju dan modern, pertimbangan pengembang jasa selalu mengedepankan bentuk kualitas dan kondisi fisik yang dapat dicapai.

Tempat Dan Waktu Penelitian

Metode Penelitian

Informan penelitian

Sumber Data

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari informan berupa data tertulis dan literatur yang relevan dengan penelitian ini, seperti buku, jurnal ilmiah dan berita yang berkaitan dengan penelitian ini.

Teknik Pengumpulan Data

Dokumentasi merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang peneliti untuk mencari informasi atau data yang diperlukan berupa foto, catatan, dokumen dan buku.

Teknik Analisis Data

  • Sejarah Berdirinya Bank Syariah Indonesia (BSI)

Bank syariah berperan penting sebagai fasilitator dalam seluruh kegiatan perekonomian dalam ekosistem industri halal. Bahkan, antusiasme akselerasi juga tercermin dari banyaknya bank syariah yang melakukan transaksi korporasi. Semakin cepat respon Bank Syariah Indonesia maka dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat akan semakin terasa.

Untuk menarik minat semua orang khususnya generasi muda, Bank Syariah Indonesia harus mampu memaksimalkan teknologi digital. Jika Bank Syariah Indonesia mampu memberikan layanan tersebut, kemungkinan besar generasi muda akan sangat tertarik dan memilih bank syariah.

GLOBAL ISLAMIC BANK Misi

32 Wawancara Indah dan Dian (karyawan), 6 Desember 2021 di Bank Syariah Indonesia Kc. Panorama Bengkulu. Kami selalu memberikan pelayanan kepada nasabah tepat waktu, jarang atau tidak pernah terlambat sesuai jam operasional Bank Syariah. Ya, menurut saya Bank Syariah Indonesia (BSI) cukup strategis karena letaknya dekat dengan panorama pasar.

Pengelolaan pelayanan Bank Syariah dari dimensi Reliability dan Tangible mendapat respon yang baik dari nasabah, seperti pelayanan yang tepat waktu, pelayanan yang cepat, akurat, hati-hati, memberikan pelayanan yang nyaman kepada nasabah, fasilitas yang memadai, seperti tempat duduk yang nyaman dan waktu yang baik. Bank syariah dari New Normal ini juga memfasilitasi penyediaan fasilitas cuci tangan, pendeteksi suhu tubuh, dan hand sanitizer. Dari seluruh hasil wawancara yang peneliti lakukan baik kepada karyawan maupun nasabah bank syariah.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Ismail, Menaxhim Bankar (Jakarta: Kencana, 2004) Jayanti, Nur Dwo, 'Kualitas Pelayanan (Keandalan, Daya Tanggap, Keamanan, Empati, Tangibles) di Legend Premium Coffee Yogyakarta', Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta for. Mujanarko, Sri Wihoho, „Pandemi COVID-19: Isu dan Refleksi di Indonesia', Pandemi COVID-19: Isu dan Refleksi di Indonesia, 2017. Munajim, Ahmad dan Saeful Anwar, „Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Menjadi Bank Syariah Klien', Ilmiah Indonesia.

Purwanto, Hery, „MANAJEMEN LAYANAN PERBANKAN SYARIAH'AH Hery Purwanto Fakultas Syariah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo'. RASYIDIN, DIDIN, “FUNDING TO DEPOSIT RATIO (FDR) SEBAGAI PENILAIAN KESEHATAN SYARIAH KOMERSIAL (Studi Kasus Bank BJB Syariah Cabang Serang)”, ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam. Santi, Mei, ’Bank Konvensional Vs Bank Syariah’, EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syariah & Bisnis Islam, 2.1.

Referensi