• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Model Bisnis Layanan Haji PT Bank Syariah X Cabang Cibinong

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Model Bisnis Layanan Haji PT Bank Syariah X Cabang Cibinong"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN

NASRUDIN. Analisis Model Bisnis Layanan Haji PT Bank Syariah X Cabang Cibinong. Dibimbing oleh IRFAN SYAUQI BEIK dan HENDRI TANJUNG.

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang hukumnya wajib bagi umat Islam yang mampu (istitha‟ah) mengerjakannya. Mampu diartikan secara fisik, ilmu dan keuangan bahkan saat ini mampu memenuhi kuota keberangkatan. Data Kementerian Agama sampai dengan akhir Juni 2014 menunjukan bahwa jumlah pendaftar haji reguler sudah mencapai 2,9 juta calon haji atau daftar tunggu keberangkatan mencapai rata-rata 14 tahun. Untuk memfasilitasi jemaah calon haji, bank syariah membuka layanan haji untuk memberikan berbagai kemudahan baik perencanaan keuangan maupun jasa lainnya. Salah satunya adalah PT Bank Syariah X Cabang Cibinong, Kabupaten Bogor.

Tujuan penelitian ini adalah memetakan model bisnis layanan haji yang diterapkan oleh PT Bank Syariah X Cabang Cibinong, mengembangkan atau menyempurnakan model bisnis layanan haji dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal, menyusun alternatif strategi serta menentukan prioritas strategi untuk pengembangan model bisnis layanan haji. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis lingkungan, matriks evaluasi faktor eksternal (EFE), matriks evaluasi faktor internal (IFE), matriks kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman (SWOT), dan kombinasi proses hirarki analitik (AHP) dan SWOT (AWOT).

Berdasarkan potret model bisnis layanan haji di Bank Syariah X Kantor Cabang (KC) Cibinong, dapat diidentifikasi elemen-elemen model bisnis yang ada. Segmen nasabah haji reguler dibagi menjadi 2 kelompok yaitu jemaah perorangan dan jemaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Proposisi nilai yang ditawarkan adalah pelayanan prima dengan berbagai kemudahan dan kenyamanan transaksi. Untuk menyampaikan proposisi nilai ke nasabah, bank mengembangkan saluran distribusi yang bervariasi baik langsung maupun tidak langsung. Cara langsung dilakukan melalui sumber daya manusia (staf marketing haji dan customer service), outlet bank serta gerai pameran. Cara tidak langsung dilakukan melalui tenaga penjual alihdaya sales funding executive (SFE), mitra KBIH dan Kementerian Agama. Untuk membangun hubungan dengan nasabah, Bank Syariah X KC Cibinong menunjuk seorang staf khusus sebagai dedicated personal assistance. Staf tersebut menjadi duta haji bank dalam menyampaikan proposisi nilai yang ada dengan pendekatan kekeluargaan.

Proposisi nilai layanan haji yang ditawarkan oleh staf khusus bank membuat nasabah bersedia membeli atau membayar produk dan layanan haji yang diterima sehingga terjadi aliran pendapatan bagi bank. Aliran pendapatan bersumber dari ujrah talangan haji, imbal jasa antar kantor (IAK) atas dana setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) nasabah haji yang dikelola kantor pusat, selisih kurs penjualan mata uang Saudi Arabia Real (SAR), biaya administrasi pembatalan porsi haji dan biaya administrasi penutupan rekening tabungan haji.

Kesemua aliran pendapatan tersebut merupakan sumber pendapatan berbasis fee.

Dalam menawarkan proposisi nilai, bank memerlukan sumber daya utama baik sumber daya manusia, teknologi maupun channel kantor. Sumber daya

(2)

manusia terdiri atas staf pemasaran maupun staf operasional, teknologi seperti jaringan sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Kementerian Agama dengan bank, dan jaringan online yang dimiliki bank, serta channel kantor seperti kantor cabang utama, kantor cabang pembantu dan payment point. Untuk menyampaikan jasa layanan haji bank melakukan aktivitas utama baik pemasaran dan operasional. Aktivitas pemasaran seperti membangun relasi dan komunikasi dengan para pihak terkait haji, sosialisasi produk haji dan konsultasi haji, layanan talangan haji, penjualan mata uang SAR dan layanan lainnya. Aktivitas operasional seperti layanan pendaftaran dan pelunasan haji dengan entry Siskohat, pembukaan dan penutupan rekening, penyediaan souvenir, dan lain-lain.

Dalam memberikan layanan kepada jemaah calon haji, bank melakukan kemitraan dengan pihak lain. Kemitraan utama dibagi menjadi 2 kategori yaitu pihak internal dan eksternal. Mitra internal merupakan unit kerja terkait haji yang ada di kantor pusat seperti Haji and Umrah Group (HUG) dan Financing Operation Group (FOG). Mitra eksternal terdiri atas KBIH dan Kementerian Agama. Dalam memberikan proposisi nilai layanan haji tidak akan berjalan tanpa adanya biaya. Struktur biaya dalam bisnis dan layanan haji terdiri atas biaya operasional dan biaya pemasaran. Biaya operasional meliputi biaya sumber daya manusia, biaya produk seperti bagi hasil tabungan haji, biaya proses terkait pembiayaan, administrasi pembiayaan dan monitoring pembiayaan. Biaya pemasaran meliputi biaya promosi, biaya gathering haji, biaya souvenir, dan fee mitra.

Dalam rangka menyempurnakan model bisnis layanan haji Bank Syariah X KC Cibinong di masa depan dan relevan dengan kondisi bisnis saat ini, diperlukan beberapa elemen model bisnis kanvas yang menjadi objek pengembangan.

Berdasarkan wawancara dan analisis responden yang berpengalaman dan ahli dalam bisnis dan layanan haji, terpilih tiga elemen model bisnis kanvas yaitu aliran pendapatan, aktivitas utama dan kemitraan utama. Ketiga elemen tersebut dilakukan analisis lingkungan eksternal dan internal dengan matriks EFE, matriks IFE, perumusan alternatif strategi dengan matriks SWOT dan prioritas strategi dengan metode AWOT.

Berdasarkan hasil analisis AWOT, didapatkan prioritas strategi dari elemen aliran pendapatan adalah mengembangkan fitur produk haji dan umrah, dan bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk memenfaatkan instrumen keuangan haji. Prioritas strategi dari elemen aktivitas utama adalah meningkatkan komunikasi dan pemasaran produk haji dan umrah, menjadikan nasabah haji sebagai endoser/referral, dan pemasaran produk kerja sama dengan induk perusahaan. Terakhir, prioritas strategi dari elemen kemitraan utama adalah berkerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan lembaga/organisasi Islam, serta kantor pusat melakukan kerja sama kemitraan dengan BPKH.

Kata kunci: AHP, bank syariah, layanan haji, model bisnis kanvas, SWOT

Referensi

Dokumen terkait

Sistem One Day Service merupakan nilai lebih yang ditawarkan oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Jember kepada nasabah dimana untuk mendapatkan porsi haji bisa dilakukan dalam

Penelitian yang berjudul “Analisis Persepsi Kepuasan Nasabah Atas Kualitas Layanan Jasa Perbankan Pada PT Bank Syariah Mandiri Tbk Cabang Jember” ini bertujuan

Beberapa prinsip syariah yang banyak dipakai dalam model bisnis perbankan syariah adalah prinsip bagi hasil (mudharabah), penyertaan modal (musyarakah), pembiayaan

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Kokon Adi Astono sebagai Pelaksana Marketing Support Haji bahwasahnya kendala-kendala yang dihadapi Bank Syariah Mandiri Cabang Ungaran

1) Strategi pemasaran yang dilakukan oleh BNI Syariah Cabang Takalar khususnya pada produk tabungan haji yaitu dengan memilih merumuskan pasar yang dituju yaitu

Maka dari itu merujuk pada permasalahan yang telah penulis uraikan di atas mengenai kesenjangan yang terjadi antara nasabah BCA Syariah Kantor Cabang Unit Layanan

Bank X Syariah Kantor Cabang Medan” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera

i MEKANISME PEMBUKAAN TABUNGAN TASBIH HAJI PADA BANK SUMSEL BABEL SYARIAH CABANG PALEMBANG LAPORAN AKHIR Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Guna Menyelesaikan