PENDAHULAN
Rumusan Masalah
Bagaimana menganalisis pembelajaran tematik siswa SD di SDN 140 Seluma di era new normal Covid-19. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Siswa Kelas Bawah SDN 140 Seluma.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan para peneliti khususnya dalam bidang pendidikan dan analisis pembelajaran tematik siswa SD di SDN 140 Seluma di era new normal Covid-19.
LANDASAN TEORI
Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tatap Muka
Pembelajaran tatap muka merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara siswa dengan guru, serta siswa antar siswa.36. Salah satu permasalahan pembelajaran tatap muka/sekolah adalah memerlukan biaya pendidikan yang lebih tinggi.
Covid 19 di Era New Normal
Dalam siaran persnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Ajaran Era Covid-19 yang menyebutkan bahwa pada era new normal, pembelajaran tatap muka adalah pembelajaran tatap muka. hanya diperbolehkan berwarna hijau. wilayah zona. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada masa Covid-19 dibatasi pada seluruh kegiatan, termasuk kegiatan olah raga dan ekstrakurikuler, tidak dapat dilaksanakan pada masa transisi.
Kajian Pustaka
Tujuan penelitian yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana analisis tematik pembelajaran siswa kelas bawah SDN 140 Seluma di era new normal Covid-19.54. Penerapan pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 pada kelas bawah di SDN 140 Seluma disesuaikan dengan buku pedoman guru dan buku siswa. Penilaian tematik pembelajaran pada tingkat bawah meliputi proses (sikap terhadap pembelajaran, tugas, dll) dan hasil (ulangan harian, UTS dan UAS).
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas bawah SDN 140 Seluma adalah faktor internal dan eksternal. Hasil wawancara dan observasi (observasi) yang dilakukan peneliti dengan guru (guru kelas) menunjukkan bahwa dari jumlah siswa kelas bawah, hanya sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar pada pembelajaran tematik. Hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan belajar pada pembelajaran tematik.
Pembelajaran Tematik Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pembelajaran Tematik Kelas 3 MI Modern Al-Azhary AJjibarang) (Disertasi PhD, IAIN Purwokerto).
Kerangka Berfikir
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau metode kualitatif lainnya. Penelitian kualitatif merupakan suatu proses penelitian yang mampu menghasilkan data deskriptif berupa tuturan, tulisan dan perilaku orang yang diamati. Penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian yang dapat digunakan untuk menggali dan memahami makna yang muncul dari permasalahan sosial atau kemanusiaan.
Proses penelitian kualitatif ini mencakup upaya-upaya penting seperti: mengajukan pertanyaan, mengembangkan prosedur, mengumpulkan data spesifik dari informan atau partisipan. Hal ini memungkinkan dokumentasi implementasi program secara sistematis sehingga dapat digunakan sebagai landasan pengembangan teori induktif. Alasan lain penerapan tipe kualitatif ini adalah untuk memperoleh informasi yang lebih detail dan memperoleh pemahaman makna yang lebih mendalam.
Oleh karena itu penerapan penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana sesuatu itu (fenomena) dan melaporkannya sebagaimana adanya.
Tempat dan Waktu Penelitian
Memungkinkan dilakukannya analisis induktif yang bertujuan untuk eksplorasi, penemuan dan logika induktif, untuk menemukan teori berdasarkan pola dan kenyataan yang sebenarnya terjadi.62. Penelitian ini menguraikan hasil penelitian berupa mendeskripsikan fakta-fakta yang terdapat di lapangan mengenai berbagai hal terkait analisis pembelajaran tematik di SDN 140 Seluma di era new normal Covid-19.
Sumber Data
Oleh karena itu, dalam memilih sumber data, peneliti harus benar-benar mempertimbangkan kelengkapan informasi yang akan dikumpulkan dan validitasnya.63. Sebagai guru dan pendidik pembelajaran tematik kelas dasar (kelas 1, 2 dan 3), Anda pasti mempunyai informasi lebih nyata tentang proses pelaksanaan pembelajaran tematik di era new normal di SDN 140 Seluma. Siswa memperoleh data analisis pembelajaran tematik pada saat pembelajaran tatap muka/di era new normal yaitu pada kelas dasar (kelas 1, 2, dan 3).
Sumber sekunder adalah sumber yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen, atau dari penelitian yang sudah ada.
Fokus Penelitian
Fokus penelitian adalah garis terbesar yang menjadi pusat penelitian siswa, sehingga observasi dan analisis hasil penelitian akan lebih terfokus.65 Penelitian ini difokuskan pada analisis tematik pembelajaran siswa kelas bawah di SDN 140 di masa new normal Covid-19 yang subjek utamanya adalah siswa kelas bawah 1, 2 dan 3 di SDN 140 Seluma.
Teknik Pengumpulan Data
Fokus penelitian merupakan garis terbesar dalam jantung penelitian siswa, sehingga observasi dan analisis hasil penelitian akan lebih terfokus 65 Penelitian ini difokuskan pada analisis pembelajaran tematik siswa kelas bawah di SDN 140 pada masa new normal Covid Era -19, yang tujuan utamanya adalah siswa kelas bawah 1, 2 dan 3 di SDN 140 Seluma.. ada beberapa kendala yang dihadapi guru dan siswa. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data jika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti dan juga jika peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam dan jumlah responden sedikit. Teknik pengumpulan data ini didasarkan pada laporan diri atau setidaknya berdasarkan pengetahuan dan/atau keyakinan pribadi.
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data ketika peneliti atau pengumpul data mengetahui secara pasti informasi apa yang akan diperolehnya. Oleh karena itu, pada saat melakukan wawancara, pengumpul data menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang juga disiapkan alternatif jawabannya. Agar setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama, maka diperlukan pelatihan bagi calon pewawancara.68 Dalam penelitian ini, sumber datanya adalah siswa dan guru di SDN 140 Seluma.
Data statistik merupakan suatu dokumen yang mencatat berbagai perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu di Indonesia.
Uji Keabsahan Data
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan dapat diketahui analisis pembelajaran tematik siswa kelas bawah SDN 140 Seluma era new normal Covid-19 tahun ajaran 2022/2023. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nina Fatmiyanti, guru Kelas I A SDN 140 Seluma mengenai kesesuaian pembelajaran tematik pada pembelajaran tatap muka di era new normal, berikut yang diperoleh peneliti: Selama pembelajaran tematik di era new normal era normal, upaya guru mengatasi siswa yang kesulitan belajar di kelas pada pembelajaran tematik di era new normal.
Menurut Ibu Aliya Zakaria dalam meningkatkan pelaksanaan pembelajaran tematik pada siswa kelas bawah, dan harapan guru kepada siswa setelah hasil wawancaranya. Menurut guru, metode dan pendekatan media pada saat pelaksanaan pembelajaran tematik di kelas bawah disesuaikan dengan materi dan kegiatan. Namun dalam pelaksanaan di kelas, masih ada beberapa siswa yang masih bingung dengan pembelajaran tematik ini.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SDN 140 Seluma, ditemukan kendala dalam penerapan pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 sebagai berikut:
Teknis Analisis Data
DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
Deskripsi Data
Wawancara juga dilakukan dengan pertanyaan yang sama kepada Ny. Aliya Zakaria, guru kelas IB SDN 140 Seluma, berikut hasil wawancaranya. Selama pelaksanaan pembelajaran di kelas siswa cukup antusias dan hasil belajar cukup baik, Peneliti juga menanyakan tentang media pembelajaran yang digunakan guru pada saat pembelajaran.Berikut hasil wawancara dengan Ibu Harijah , guru kelas II C SDN 140 Seluma. Hasil wawancara sama dengan yang diberikan oleh Ny. Kalmi, Ny. Nina, Ny. Aliya, Ny. Sidarmi, Ny. Kiki dan Ny. Eni diberikan.
Berbeda dengan pendapat Ibu Eni Purwanti guru kelas III B, berikut hasil wawancara dengan informan. Soal-soal pada buku tematik diselesaikan di rumah sehingga pada saat pembelajaran di sekolah materi dapat dilanjutkan kembali, sedangkan pada buku tematik yang sudah dikerjakan diperbaiki 85 Sedangkan perubahan yang terjadi pada siswa pada pembelajaran tematik di era new normal dan strategi guru serta apa yang harus ditingkatkan pelaksanaan pembelajaran tematik di era new normal. “Dan untuk permasalahan pembelajaran di new normal, pembelajaran tematiknya sama saja kak, dengan daring, mungkin yang membedakan hanya cara penyampaiannya saja.” 89.
Peneliti juga menanyakan kepada siswa tentang pemahaman siswa terhadap pembelajaran tematik, bagaimana siswa belajar dan bagaimana mereka lebih memilih belajar di rumah atau di sekolah. Di bawah ini adalah hasil wawancara dengan Syarif siswa kelas 1A SDN 140 Seluma.
Analisis Data
Media pembelajaran juga sering digunakan oleh guru kelas bawah untuk menunjang penyampaian materi, khususnya guru kelas 3 yang sudah mampu memanfaatkan IT dalam media pembelajaran. Pada proses pembelajaran tematik di kelas 1 dan 2 masih terdapat kendala karena masih ada yang belum menguasai keterampilan dasar: membaca, menulis dan berhitung, sedangkan di kelas 3 dengan jumlah siswa yang terlalu banyak proses pembelajaran juga terhambat karena harus ada pengelolaan kelas yang baik. . . Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan berbagai siswa, terlihat bahwa siswa lebih senang dengan pembelajaran tematik dibandingkan pembelajaran KTSP karena beban belajarnya ringan.
Selain itu, orang tua merasa pembelajaran tematik terlalu santai untuk dipelajari karena siswa tidak diberi banyak tugas. Penerapan pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 tidak bisa sepenuhnya sempurna, karena pembelajaran tematik menyesuaikan dengan karakteristik siswa dan keadaan di lapangan. Siswa yang kesulitan belajar ketika tidak memahami materi hanya diam dan tidak mau bertanya dan ketika guru bertanya siswa tidak dapat menjawab.
Ia juga berharap agar siswa-siswa dari kelas bawah dapat mengikuti pelajaran dengan baik, cerdas, taat kepada Tuhan, menyayangi adik-adiknya, dan semuanya mampu naik kelas.
Keterbatasan Penelitian
Penerapan pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 di SDN 140 Seluma yang dilaksanakan sesuai dengan kompetensi pada kurikulum 2013 dan sesuai dengan beberapa ciri pembelajaran tematik antara lain berpusat pada siswa, dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa ( pengalaman langsung). Pengaruh teman di sekitar tempat tinggalnya mempengaruhi siswa yang mengalami ketidakmampuan belajar untuk bermain sehingga siswa menjadi enggan untuk belajar. Apakah ada kesesuaian (relevansi) materi pembelajaran pada pembelajaran tematik yang bapak/ibu ajarkan untuk mencapai SK dan KD?
Seberapa konsistenkah materi pembelajaran tematik yang bapak ajarkan dengan tujuan SK dan KD? Siswa dengan ketidakmampuan belajar cenderung mengganggu teman-temannya ketika sedang mengerjakan tugas dalam kegiatan pembelajaran dan tidak serius dalam belajar, sehingga mereka akan kesulitan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Siswa yang mengalami kesulitan belajar akan lambat memahami penjelasan guru, lambat mengerjakan pekerjaan rumah.
Agak sulit, pelajaran bahasa indonesia. Menurutnya pembelajaran tematik itu sulit, terutama pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
PENUTUP
Saran
Guru diharapkan lebih mengoptimalkan potensi siswa yang mengalami kesulitan belajar dan tidak mengalami kesulitan belajar dengan memperbanyak media atau pembelajaran yang memuat kegiatan menarik. Banyak siswa yang kesulitan mengikuti KBM hanya diam, tidak mau bertanya, dan setelah dilakukan penilaian tertulis nilainya nol. Siswa yang mudah memahami materi pembelajaran akan mudah mengikutinya dan memahami apa yang dijelaskan guru.
Namun jika siswa kurang terampil maka ia akan diam saja setelah diberikan latihan dan tidak dapat memberikan respon. Banyak siswa yang kesulitan mengikuti KBM yang diam, tidak mau bertanya, setelah mendapat evaluasi tertulis nilainya rendah dan banyak yang mendapat nilai nol.