• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pemikiran yu<s uf qarad{a <wi< tentang

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pemikiran yu<s uf qarad{a <wi< tentang"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

Yanti, Ayu Ariska 2023. Analisis Pemikiran Yu>suf Qarad{a>wi> Tentang Penyaluran Dana Zakat untuk Pembangunan Masjid, Tesis. Metode ini digunakan untuk menganalisis pemikiran Yu>suf Qarad{a>wi> tentang penyaluran dana zakat. Bagaimana hukum Istinbath Yu>suf Qarad{a>wi> tentang pembagian dana zakat untuk pembangunan masjid.

Bagaimana relevansi pemikiran Yu>suf Qarad{a>wi> tentang penyaluran zakat untuk pembangunan masjid di Indonesia. Menjelaskan hukum Istinbath Yu>suf Qarad{a>wi> tentang pembagian dana zakat untuk pembangunan masjid. Untuk menjelaskan relevansi pemikiran Yu>suf Qarad{a>wi> tentang penyaluran zakat untuk pembangunan masjid di Indonesia.

Penelitian ini membahas pendistribusian zakat fitrah berdasarkan teori keadilan Yu>suf Qarad{a>wi>. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan analisis pendapat Yu>suf Qarad{a>wi> tentang penyaluran dana zakat untuk pembangunan masjid.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian Terdahulu

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Tekhnik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data
  • Keabsahan Data

Sistematika Pembahasan

ZAKAT DAN ISTINBATH HUKUM DALAM ISLAM

Tinjauan umum Zakat

  • Pengertian Zakat
  • Dasar Hukum Zakat
  • Tujuan dan Syarat Zakat
  • Macam-macam Zakat
  • Orang-orang yang berhak menerima zakat

Zakat menurut istilah fikih berarti sejumlah harta dengan jumlah tertentu yang diwajibkan Allah untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Pajak ini disebut zakat karena membersihkan orang yang menghapusnya dari dosa dan membuat hartanya diberkati dan dilipatgandakan. Mahmud Shaltum, seorang ulama kontemporer dari Mesir, mendefinisikan zakat sebagai ibadah materi yang diwajibkan oleh Allah SWT, agar orang kaya membantu orang miskin dengan sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Pengertian ini juga sejalan dengan apa yang dirumuskan oleh Yu>suf Qarad{a>wi yang mengatakan bahwa zakat merupakan ibadah ma>liyah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok orang yang membutuhkan. Ya, orang-orang yang beriman, beramal saleh, menunaikan shalat, dan membayar zakat, mereka akan diberi pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang yang membutuhkan, orang-orang miskin, amil zakat yang dilunakkan (tobatnya), untuk (membebaskan) budak, untuk (membebaskan) orang-orang yang terlilit hutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang berada di jalan Allah. jalan mereka, sebagai kewajiban dari Allah.

Sedangkan menurut istilah zakat ma>l bermaksud jumlah harta yang akan dikeluarkan oleh orang Islam yang telah memenuhi syarat kepada yang berhak menerimanya. Menurut mazhab Maliki, zakat ma>l mengeluarkan zakat dari harta tertentu yang telah mencapai nisabnya, dan diberikan kepada yang berhak menerima zakat. Maksudnya, zakat ini dibelanjakan untuk tujuan menyucikan orang yang berpuasa daripada ucapan atau tingkah laku yang sia-sia.

Zakat fitrah diwajibkan ke atas setiap orang Islam yang berdikari dan mempunyai makanan yang mencukupi untuk dirinya dan orang yang nafkah menjadi tanggungjawabnya, iaitu cukup untuk mengeluarkan zakat fitrah. Allah SWT memberikan ketentuan kepada lapan golongan manusia yang berhak menerima zakat yang tercatat dalam Qs. Menurut ulama Siafiyyah dan Hanabilah, orang miskin ialah orang yang tidak mempunyai harta atau pekerjaan sama sekali, atau dia boleh menjadi orang yang mempunyai harta dan pendapatan yang kurang daripada separuh daripada keperluannya dan tanggungannya. 14.

Amil zakat adalah orang-orang yang memimpin pelaksanaan kegiatan zakat seperti pemungut, kasir, penunggu, pencatat, loket dan juga orang yang menyalurkan zakat kepada mustahiq.

Istinbath Hukum

Yu>suf Qarad{a>wi> berasal dari keluarga yang taat beragama dan hidup sederhana. Ayahnya adalah seorang petani yang meninggal ketika Yu>suf Qarad{a>wi> berusia dua tahun, sehingga ia diasuh oleh pamannya. Pernyataan Yu>suf Qarad{a>wi> tentang penyaluran dana zakat untuk pembangunan masjid.

Menurut Yu>suf Qarad{a>wi>, al-Quran menerangkan ukuran zakat yang ketujuh dengan lafaz “di jalan Allah” maksud kalimah ini menurut bahasa adalah jelas. 8 Yu>suf Qarad{a>wi>, Al-Ijtihad al-Muashir Baina al-Indhibath wal Infirath, terj. Analisis Istinbath Hukum Pemikiran Yu>suf Qarad}a>wi> Agihan Dana Zakat Pembinaan Masjid.

Terkait sengketa hukum mengenai penyaluran dana zakat untuk pembangunan masjid, Yu>suf Qarad}a>wi> menggunakan dasar nash Al-Qur'an untuk memperkuat pendapatnya dan agar pendapatnya dapat dipertanggung jawabkan. Analisis relevansi pemikiran Yu>suf Qarad}a>wi> tentang penyaluran dana zakat pembangunan masjid di Indonesia dan dana zakat pembangunan masjid di Indonesia. Menurut Yu>suf Qarad}a>wi>, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang bercorak sosial ekonomi.

Prinsip hukum Yu>suf Qarad}a>wi> mengenai agihan dana zakat untuk pembangunan masjid adalah dengan menggunakan qiyas, berdasarkan Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 60 dan hadis Nabi. SAW. Pendapat Yu>suf Qarad}a>wi> tentang dana zakat yang disalurkan untuk membina masjid adalah sebahagian daripada fii sabilillah. Yu>suf Qarad}a>wi> membenarkan penyaluran dana zakat untuk pembinaan masjid di negara miskin yang berpenduduk padat, sehingga satu masjid boleh memuatkan puluhan ribu orang.

Kapita Pilih Zakat: Aksi Kolektif Pengkajian Zakat Melawan Kemiskinan (Yogyakarta: Grey Publishing, 2018)

Perbedaan pendapat tentang Sabilillah sebagai Mustahiq

PEMIKIRAN YU<SUF QARAD}A<WI< TENTANG

Biografi Yu>suf Qarad}a>wi>

Menurut Yu>suf Qarad{a>wi>, wajarlah kami memutuskan untuk meluaskan pengertian fii sabilillah kepada segala perbuatan yang mendatangkan faedah dan takarrub kepada Allah, kerana lebih tepat tidak menyempitkan maksud kalimah ini sahaja. kepada jihad dalaman. Menurut Yūsuf Qarad{a>wi>, dibolehkan menggunakan zakat untuk membina masjid di negara miskin yang berpenduduk padat, sehingga satu masjid boleh memuatkan puluhan ribu orang. 4. Yu>suf Qarad{a>wi adalah pakar dalam bidang fiqh yang kita ketahui dan memainkan peranan yang sangat penting dalam perkembangan teori hukum.

Sebagai seorang musjtahid, Yu>suf Qarad{a>wi mempunyai watak yang tersendiri dan berpengaruh dalam istinbath hukumnya, yang tidak jauh berbeza dengan pandangan imam-imam madzhab terdahulu. Lebih-lebih lagi, Yu>suf Qarad{a>wi menjauhkan diri daripada mazhab tertentu dan melemahkan mazhab yang dianggapnya tidak sesuai dengan pemikirannya. Yu>suf Qarad{a>wi sangat menghormati kewujudan ijma' yang mengesahkan kebenarannya sehingga kedudukan ijma' dalam hukum masih boleh menjadi alat untuk mengimbangi dan menghapuskan penyelewengan akal.

Telah kita lihat bahwa Yu>suf Qarad}a>wi> adalah seorang ulama fikih dan memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan teori hukum. Sebagai seorang mujtahid, Yu>suf Qarad}a>wi> memiliki karakter tersendiri dan berpengaruh dalam istinbath hukumnya, yang tidak jauh berbeda dengan pandangan para imam madzhab sebelumnya. Selain Al-Qur'an dan Hadits, Yu>suf Qarad}a>wi> juga menggunakan metode qiyas, yaitu menyamakan hukum yang sudah ada nashnya dengan hukum yang belum ada nashnya namun memiliki kesamaan illat keduanya. hukum .

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hukum istinbath Yu>suf Karad}a>wi> berdasarkan Surat At-tawba ayat 60 al-Qur'an, Hadits Abu Daud karya Ziad Ibnul-Harits asy-Suda' . Saya, Kias. Menurut Yu>suf Karad}a>wi>, jika ada kegiatan Islam yang tidak memiliki hukum yang termasuk dalam bidang jihad dengan nash, maka hal tersebut dapat qiyaskan dengan peristiwa yang memiliki makna yang sama dan sudah memiliki hukum yang tercantum dalam teks. Menurut Yu>suf Karad}a>wi> pengertian fii sabilillah sebagai penerima zakat diartikan sebagai semua jenis jihad karena bidang kebudayaan dan pendidikan saat ini lebih utama, namun dengan syarat jihad harus sesuai dengan

Adapun pendapat Yu>suf Qarad}a>wi> kurang relevan jika direalisasikan di Indonesia, dimana setiap pelosok daerah di Indonesia sudah memiliki bangunan masjid meskipun sederhana, namun jika di Indonesia, masih ada daerah yang sudah memiliki masjid yang kondisinya perlu diperbaiki.

Pemikiran Yu>suf Qarad}a>wi> tentang penyaluran dana zakat

Metode Ijtihad yang digunakan Yu>suf Qarad{a>wi>

ANALISIS PEMIKIRAN YU<SUF QARAD}A<WI<

Analisis Istinbath hukum pemikiran Yu>suf Qarad}a>wi> tentang

Istinbat hukum adalah keabsahan yang digunakan sebagai kriteria seorang mujtahid dalam melakukan ijtihad hukum tertentu. Menurut Yu>suf Qarad}a>wi>, sebelum melakukan ijtihad, mujtahid harus mempelajari terlebih dahulu tentang kehidupan sosial, hal ini dilakukan agar mujtahid mengetahui kehidupan di sekitarnya dan melakukan ijtihad sesuai dengan kehidupan di masyarakat, sehingga kemudian ijtihad akan bermanfaat dan bukan ijtihad kosong. Pada sub-bab di atas, Yu>suf Qarad}a>wi> memperluas makna fii sabilillah dengan menjelaskannya bukan sebagai jihad dalam bentuk pertempuran bersenjata saja, tetapi sebagai jihad dalam segala bentuk kebaikan sebagai ungkapan keridhoan Allah. karena menurut Yu>suf Qarad} a>wi> pemaknaan jihad hanya dalam bentuk peperangan bersenjata sudah tidak relevan lagi saat ini.

Ditinjau dari hadits, telah dijelaskan bahwa zakat hanya dimaksudkan untuk delapan kelompok asnaf sebagaimana yang diatur oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, salah satunya adalah fii sabilillah. Dalam definisi kelompok fii sabilillah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, ada yang mengartikan fii sabilillah sebagai perang bersenjata dalam upaya mempertahankan Islam. Penggunaan metode qiyas dalam pendistribusian dana zakat adalah dengan memberlakukan pemberian dana zakat untuk pembangunan masjid.

Penyelesaian masalah ini adalah penyaluran dana zakat yang diperuntukkan kepada golongan fii sabilillah atau jihad di jalan Allah, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60, yang berhubungan dengan manusia. Hukum ashal isu ini ialah golongan fii sabilillah termasuk dalam lapan golongan asnaf yang berhak menerima zakat. Far'u ialah peristiwa yang belum mempunyai hukum yang akan dibandingkan dengan peristiwa yang sudah ada hukum bertulis.

Far'u dalam hal ini adalah penyaluran dana zakat untuk pembangunan masjid yang termasuk dalam kelompok fii sabilillah. Alasannya, pendistribusian zakat untuk pembangunan masjid diperbolehkan karena masjid merupakan tempat jihad di jalan Allah. Analisis relevansi pemikiran Yu>suf Qarad}a>wi> terhadap penyaluran dana zakat untuk pembangunan masjid di Indonesia.

Analisis relevansi Pemikiran Yu>suf Qarad}a>wi> tentang

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait

The purpose of this study is to: a) Improve the ability of physics teachers in living the classroom learning atmosphere; b) Improving the ability of social studies teachers