Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha Jasuke di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Survei ini dilakukan pada bulan Maret hingga April 2020 di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden Jasuke Business yang diambil dengan teknik sensus sampling. Hasil survei menunjukkan rata-rata pendapatan Usaha Jasuke di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang adalah Rp per bulan.
Berdasarkan hasil uji Analisis Kelayakan, usaha yang dijalankan memenuhi standar kelayakan usaha, dimana analisis R/C usaha Jasuke sebagai responden semuanya > 1 (rata-rata 1,76). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha Jasuke di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2020 di Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden usaha Jasuke yang diambil melalui teknik sensus sampling.
The results showed that the average income earned by Jasuke businesses in Percut Sei Tuan Deli Serdang Regency Rp.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Kerangka Pemikiran
Jagung manis (Zea mays sacharata) merupakan tanaman pangan terpenting kedua setelah padi. Menurut Rahmi dan Jumiati dalam Agustyari, jagung manis yang biasa dikenal dengan jagung manis merupakan tanaman tahunan yang termasuk dalam tanaman sayuran dan merupakan salah satu jenis jagung yang baru dikembangkan masyarakat di Indonesia. Jagung manis di Indonesia sangat populer dan banyak dikonsumsi karena mempunyai rasa yang lebih manis serta produksi dan harga yang lebih tinggi.
Selain itu, permintaan jagung manis meningkat drastis dari tahun ke tahun, terutama di kota-kota besar. Kabupaten Deli Serdang memiliki Sub Terminal (STA) Agribisnis yang masih aktif dengan salah satu komoditas unggulan berupa jagung manis. Selain itu, perusahaan Jasuke ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan banyak dicari oleh masyarakat. Produk “JASUKE” merupakan makanan ringan yang terbuat dari jagung manis yang direbus dan dicampur dengan susu, keju, dan mentega.
Produk “JASUKE” merupakan makanan ringan yang terbuat dari jagung manis rebus yang dicampur dengan susu dan keju, yang mempunyai berbagai varian rasa yang berbeda.
TINJAUAN PUSTAKA
- Jagung
- Susu
- Keju
- Usaha Jasuke
- Modal
- Pendapatan
- Penyusutan
- Penerimaan
- Keuntungan
- Analisis Kelayakan
- Konsep Biaya
- Penelitian Terdahulu
Sadam DB Sultan (2015) berjudul “Analisis Pendapatan Usahatani Jagung Manis pada Kelompok Tani Sukamaju I di Desa Bulupontu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi” Besarnya produksi jagung manis di Desa Bulupountu Jaya tidak dapat menjamin pendapatan usahatani yang tinggi. Tingginya input produksi juga disebabkan karena harga yang diterima petani jagung lebih rendah dibandingkan harga yang dibayar konsumen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh petani jagung manis di Desa Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi pada bulan September sampai November 2015.
Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan (dan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh petani jagung manis di Desa Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi adalah sebesar Rp. Berikut penelitian yang dilakukan oleh Novini Nur Adhifa (2016) yang meliputi Analisis Pendapatan Pendapatan usahatani bayam organik petani mitra KSU Lestari dan ADS Kabupaten Bogor bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan dan efisiensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan total biaya petani bayam organik petani mitra ADS lebih besar dibandingkan pendapatan petani mitra KSU Lestari .
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Aswita (2009) dengan judul “Analisis Pertanian Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Wortel Di Desa Gajah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo”. Produksi, luas lahan, pupuk, tenaga kerja, pendidikan, dan pengalaman bertani secara simultan berpengaruh nyata terhadap pendapatan budidaya wortel, sedangkan secara parsial yang berpengaruh nyata adalah produksi, luas lahan, pupuk, tenaga kerja, dan pengalaman bertani di daerah penelitian. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Aishah (2013) dengan judul “Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kedelai di Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani kedelai menunjukkan bahwa 46 Petani Kedelai Baru dan Petani Benih Kedelai dan Petani Kedelai Lama menderita kerugian pendapatan pertanian dibandingkan total biaya.
Hal ini disebabkan sering terjadi perubahan cuaca pada musim tanam sehingga hasil produksi kedelai lebih buruk dibandingkan musim tanam tahun 2011 dan 2010. Faktor yang diperkirakan mempengaruhi produksi kedelai di desa Cipeuyeum adalah tanah, benih, urea. , KCL , MOL, pupuk cair, latar belakang, kerja dan insektisida. Namun setelah dilakukan analisis terhadap model estimasi, terdapat multikolinearitas pada model tersebut. Variabel independen yang mempunyai permasalahan multikolinearitas adalah tanah. Berjudul “Analisis Pendapatan dan Kelayakan Budidaya Jagung di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi” Hasil analisis menunjukkan bahwa budidaya jagung di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi layak dibuktikan dengan nilai R/C yang diperoleh. pada 4 ,14 R/ C = TR TC = R/C Tabel 1. Purwanto dengan judul “Analisis Produksi dan Pendapatan Budidaya Jagung Hibrida di Desa Modo Kecamatan Bukal Kabupaten Buol”.
Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 518,995 > Ftabel 3,719 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Rata-rata pendapatan responden dari budidaya jagung hibrida di Desa Modo adalah Rp. Indofood Fritolay Makmur dan Petani Non Mitra di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan pertanian petani cabai rawit merah yang bermitra dengan PT Indofood Fritolay Makmur dan menganalisis tingkat pendapatan pertanian cabai merah petani lada yang tidak bermitra dengan PT Indofood Fritolay Makmur. Analisis kualitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan mengkaji kinerja usaha pertanian. Analisis kuantitatif meliputi analisis biaya, pendapatan, pendapatan usahatani dan rasio R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai merah yang dilakukan oleh petani mitra di Desa Cigedug juga dapat disimpulkan lebih menguntungkan karena mempunyai nilai pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan petani non mitra. Besarnya pendapatan pertanian cabai rawit merah pada 8 petani mitra adalah sebesar Rp, sedangkan pendapatan pertanian cabai merah pada petani non mitra adalah sebesar Rp.
Nilai R/C Ratio terhadap total biaya petani mitra sebesar 3,69, sedangkan nilai R/C Ratio terhadap total biaya petani non mitra di Desa Cigedug sebesar 2,43.
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Metode Pengambilan Sampel
- Metode Pengumpulan Data
- Metode Analisis Data
- Defenisi Dan Batasan Operasional Variabel
Lokasi penelitian sengaja ditentukan yaitu sengaja ditentukan dengan dasar bahwa populasi penjual Jasuke banyak terdapat di Kecamatan Percut Sei Tuan.Dari hasil survei pendahuluan yang dilakukan peneliti di Kecamatan Percut Sei Tuan dilakukan, populasi penjual jajanan Jasuke berjumlah 18 orang. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah metode sensus, menurut Arikunto jika jumlah populasi kurang dari 100 orang maka diambil jumlah sampelnya, namun jika jumlah populasi lebih dari 100 orang maka diambil 10-15%. atau 20-25 dapat diambil % dari jumlah penduduk. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 18 orang pedagang Jasuke di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dan seluruh populasi dijadikan sampel.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara tatap muka kepada pedagang jasuke di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan dan observasi langsung. pedagang jasuke di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Kuesioner adalah serangkaian pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam bentuk laporan tentang kepribadiannya atau hal-hal yang mereka ketahui. Wawancara adalah pengumpulan data melalui tanya jawab, yang dilakukan secara sistematis dan berdasarkan tujuan penelitian, yang dijadikan sampel untuk melengkapi data dan informan yang diperlukan.
Untuk menghindari perbedaan pemahaman terhadap istilah-istilah dalam judul penelitian ini, maka definisi operasional variabel-variabel dijelaskan di bawah ini. Usaha Jasuke berupa makanan ringan berbahan dasar jagung manis rebus yang dicampur susu, keju, dan mentega, tersedia dalam berbagai rasa dengan menggunakan modal dan faktor produksi (Rp). Biaya tetap merupakan biaya yang digunakan dalam pengolahan yasuka dan besarnya tidak dipengaruhi oleh besarnya output yang dihasilkan, yang diukur dalam Rupee (Rp).
Biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produksi, seperti jagung, susu, keju, mentega, selai, gelas, sendok, dan kertas, diukur dalam rupee (Rp). Total biaya adalah total biaya, termasuk biaya tetap dan biaya variabel, yang dikeluarkan oleh Jasuke dan dinyatakan dalam Rupee (Rp). Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atau dibayarkan untuk suatu produk atau jasa, diukur dalam Rupee (Rp)/gelas.
Pendapatan adalah sejumlah uang yang diterima dari penjualan yasuka yang diukur dalam rupee (Rp).
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Gambaran Umum Lokasi Deli Serdang
- Letak Geografik Kecamatan Percut Sei Tuan
Karakteristik Sampel Penelitian
- Jenis Kelamin
- Umur
- Pendidikan Gambaran Keadaan Tingkat Pendidikan
Sampel dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Jasuke yang menjalankan usaha penjualan jasuke di Kabupaten Deli Serdang (Kecamatan Percut Sei Tuan). Kriteria yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah pedagang jasuke yang berjualan jasuke di pinggir jalan dan menggunakan gerobak sebagai ciri khas pedagang jasuke.Jumlah sampel yang diambil sebanyak 18 sampel. Gambaran status gender sampel pedagang jasuke di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut.
Berdasarkan Tabel 4 terlihat bahwa jumlah sampel Usaha Jasuke terbanyak adalah laki-laki dengan persentase sebesar 85% dan jumlah sampel Usaha Jasuke terendah adalah perempuan dengan persentase sebesar 15%. Gambaran situasi umur sampel pedagang Jasuke di wilayah penelitian disajikan pada Tabel 5 sebagai berikut. Berdasarkan Tabel 5 terlihat bahwa umur sampel pedagang Jasuke tertinggi terdapat pada kelompok umur 21-32 tahun dengan persentase sebesar 43%, dan jumlah sampel pedagang Jasuke terendah terdapat pada kelompok umur 45 tahun. -56 tahun. dengan 27 persen.
Pendidikan Gambaran umum tingkat pendidikan perusahaan Jasuke sampel di wilayah penelitian dapat dilihat pada sampel perusahaan Jasuke di wilayah penelitian pada Tabel 6. Berdasarkan Tabel 6 terlihat bahwa tingkat pendidikan sampel terbesar Jumlah pedagang Jasuke berada pada tingkat SMA dengan persentase sebesar 66% dan jumlah pedagang Jasuke yang paling sedikit terdapat pada tingkat Sekolah Dasar dengan persentase sebesar 12%. Untuk perusahaan Jasuke di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang nilai R/C perusahaan Jasuke sebesar 1,76 atau R/C > 1 yang berarti perusahaan Jasuke layak untuk dijalankan.
Perusahaan Jasuke yang berada di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang hendaknya melakukan pencatatan keuangan termasuk data arus masuk dan keluar produksi, sehingga perusahaan Jasuke dapat melihat kenaikan atau penurunan yang terjadi pada keadaan keuangan dan laba yang diperoleh. Pelaku usaha Jasuke di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang harus lebih kreatif untuk menarik perhatian konsumen. Menurut Anda apa alasan orang membeli jaket ini? Apakah karena rasanya atau karena murahnya jasuke?
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Pendapatan
- Analisis Biaya
- Biaya Variabel Usaha Jasuke
- Biaya Total Produksi Usaha Jasuke
- Total Penerimaan (TR) Usaha Jasuke
Analisis Pendapatan Usaha Jasuke
Analisis Kelayakan
- Net Revenew Cost Ratio
Kesimpulan
Saran