• Tidak ada hasil yang ditemukan

Burung Air

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Burung Air "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

JURNAL

EKSAKTA

- BIAGROTEK ISSN :2085 -

0&16

DAFTAR ISI

Survei Populasi

Burung Air

dan

Burung

Pantai

Migran di

Pesisir

Kabupaten Deli

Serdang Sumatera

Utara

Ferdinand Susilo dan

Hasri

Uji Antioksidan Terhadap EkstrakAkar

Som Jawa

(falinum Paniculatum,

Jacq, (Gaertn))

Rosliana Lubis

Iptek

Bersama

Masyarakat (InM)

Pengadaan

Benih

Cabe Sehat dan

Produksi Tinggi

A.

Rafiqi

Tantawi, Maimunah dan Ellen Lumisar Panggabean

Respon

Pertumbuhan Jarak

Pagar (Jatropha Curos

I)

Atas Pemberian Bahan

Organik Dibandingkan

Dengan Pemberian

Mikoriza di Lahan Marginal (The Growth

Response

Of Jatropha

Curcasto The

Provision Of

Organic Matter Compared With Mycorrhizaeon Marginal Land) Budi

Utomo

IrM Kelompok Tani

Sayuran Pada Kawasan

Agropolitan

Berbasis

Pertanian Organik

Ellen Lumisar Panggabean, Endang Sari Simanullang

don

Srti

Mardiana

l-11

Model

Pengembangan

Agribisnis

dan

Agroindustri Tanaman Kelapa yang Kompetitif di

Desa Panipahan Kecamatan Pasir

Limau

Kapas

Kabupaten

, Rokan Hilir

, Khairul Saleh

40-50

Pengaruh

Kondisi

Sosial

Ekonomi Masyarakat

Nelayan

Terhadap Lingkungan

Perumahan Nelayan

di

Desan

Lalang

dan Desa Medang,

Kecamatan

Medang Deras,

Kabupaten Batu Bara

Ina

Triesna Budiani Dien dan Neneng

YuliaBarky

t2-18

19-27

28-34

34-39

5l-71 Cangkang Sawit

Sebagai Bahan

Tambahan f

ine

Agregat (FA) Lapisan

Perkerasan

(AC) (WC)

Pada

Konstruksi Jalan

Raya

Kamaluddin Lubis dan Melloukey

Ardan

72-79

Kajian Tingkat Kenyamanan

Penggunaan Ruang

Sirkulasi Perkir

Pada Badan

Jalan (Studi

Kasus Kawasan

Kelurahan

Pasar

Baru Medan)

Nurmaidah dan Subur

Panjaitan

80-89

Pelaksanaan

Diklat

Basic Safety

Training

(BST)

di Akademi Maritim

Indonesia

Medan

Sebagai Upaya

Meningkatkan Hasil Belajar Mata Kuliah

Peningkatan

Hasil Belajar Teknik

Penyelamatan

Jiwa di Laut

Yusnidah

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2A12

90-98

(3)

SURVEI POPULASI BURUNG AIR DAN BURUNG PANTAI DI PESISIR KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA

Ferdinand

Susilo dan

Hasri Abdillah i. \

.+,.',

Staf Pengajar Fakultas Biologi Universitas Medan Area dan Staf Yayasan ahsia?i11tiia1r6., Rainforest Institute (SRI)

ABTRACT

The study population of water birds and migyatory shorebirds aimed to determine the species of watel birds and migratory shorebirds in coastal district Deli Serdang of Nortlt Sumatra, and the estimates population of these animals. Research conducted in May to October 2012 using the survey method and direct in theJield at three observatio;:t points which

is

determined by purposive

in

accordance

with

the characteristics

of

the study area, there are Tanjung Rejo, Percut and Bagan Serdang. The result showed that there

are

30 species

of

water birds and migratory shorebirds, including

into

six families.

Furthermore,

of all

species

found, only t5

species

of

water hirds and migratory shorebirds are found in the thirs observation point.

Key words : water bird, migratory shorebird, Deli Serdang, mangroye ABSTRAK

Penelitian populasi burung

air

dan burung pantai migran bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung

air

dan burung

pantai

miEyan

di

pesisir Kabupaten

Deli

Serdang Sumatera

Utara serla

estimasi populasi

dari

jenis-jenis satwa tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Ohober 2012 dengan menggunakan metode survei dan pengamatan langsung di lapangan (pesisir Kabupaten Deli ierdang) pada tiga titik pengamatan yang ditentukan secara purposive sesuai dengan karaheristik

wilayah kaiian yaitu Desa Tanjung Rejo, Desa Percut, dan Desa Bagan Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 spesies burung

air

dan pantai

migrin

yang termasuk ke dalam 6

famili.

Selain

itu dari

seluruh spesies yang ditemukan tersebui,

hanya 15

spesies burung

qir

dan

pantai

migran

yang

ditemukan

di ketiga titik

pengamatan"

Kata Kunci: burung air, burung pantai migran, Deli Serdang, mangrove

PENDAHULUAN Latar

Belakang

Burung air

merupakan jenis-jenis burung yang secara ekologis kehiduparuiya tergantung kepada keberadaan lahan basah

(Konvensi Ramsar, l97l). Burung

parltai

diartikan

sebagai sekelompok

burung

air

yang secara ekologis bergantung

pada

kawasan pantai sebagai tempat

mereka mencari

makan

dan/atau

berbiak.

Burung

pantai mlgran

adalah

burung pantai

yang

melakukan perjalanan jarak jauh,

dan

menggunakan

habitat yang

berbeda pada

musim yang

berbeda.

Hal ini

merupakan

rcspon terhadap perubahan musim

di

habitat asli satwa tersebut.

Kelom$ok burung

ini

biasanya melakukan perjalanan

dari

satu belahan

bumi ke

belahan bumi lainnya dan kemudian

kembali lagi

dalam

satu tahun yang sama, menyebar sepanjang daur

hidup

mereka

untuk

secara bersama- sama menghindari musim dingin.

Pesisir Deli Serdang

merupakan salah satu daerah penting bagi keberadaan

burung ak khususnya burung air

di Sumatera

Utara. Pesisir Timur

Sumatera

Utara, salah satunya Pesisir

Kabupaten

Deli Serdang telah ditetapkan

sebagai

Important Bird Ares. (Birdlife International, 2001). Tetah

d,itetapkannya

Pesisir Deli Serdang sebagai

daerah

penting burung menunjukkan

bahwa Pesisir

Deli

Serdang merupakan salah satu

kawasan yang mendukung

kehidupan

spesies burung temasuk burung

pantai

migran dan

secara internasional kawasan

ini juga penting dalarii

pelestarian keanekaragaman hayati.

(4)

JUMAI EKSAKA

: BIAGROTEK

Keberadaair

jenis brirung air

dan

hurung pantai migran di Pesisir Licli

lierdang didasarkan pada hasil

survey

helierapa peneliti yallg

menemukan keheradaan

dari satwa tersebut di

atas.

Menurut Susilo

(2007), terdapat bebcrapa

ienis kelonipok buzung air

penetap dan

hurung pantai nrigran yaitu 4

spesies

hurung patltai migran dan 6 spesies burung

air penetap.

BerdaSCIrkan

liasil

kegiatatt

Asian Waterbirtl Census (AWC)

tahun 2008

-

2010 yang dilakukan oleh Srrnraffa

Rainforest Institute di pesisir

Kabupaten

Deli

Serdang

terdapat 13

spesies burung

air

penetap

dan 23

spesies buzung pantai migran.

Data keberadaan jenis-jenis burung

air dar pantai migran di 'pesisir Deli Serdang nrenunjirkkan potensi

pesisir Percut

yang perlu dipertirlbangkan

untuk

dikelola dm

dikembangkan.

baik

dalam bidang penelititrn. ekowisata, clan kegiatan lainnya yang dapat mcndukung konservasi kawasan serta peniiigkatan perekonornian masyarakat lokal.

Narnun seiauh ini,

keberadaaR

bumng air dan burung pantai nrigran

di Surtratera Utara khususnya

di

Pesisir

Deli

Serdang

belum

mendapat pedratian serius

terutama dari pemerintah. peneliti

dan stakeholder

ditarnbah lagi

dengan masih

minimnya data=data yarg

lengkap mengenai populasi burirng

air

dan burung

pantai migran di

Pesisir

Timut

Sumatera

Utara. khususnya Kabupaten

Deli

Serdang.

Hal ini sebagai akibat dari

kurangnya

penelitian (data) yang komprehensif

dan

berkesinanr-birngan sefia

ketidaktahuan

akan arti penting burung air dan

pantai

migran

dalarn

dinamika pesisir

dan hutaii mangrove.

Untirk itu diperhikan

suatu kajian tentsng keberadarin jenis=jenis

liurung

air dan pantai

migtan di

pesisir

Deli

Serdang.

Adapun pcnelitian ini berfokus

pada tiga

hal utama yaitu identifikasi

jenis-jenis

burung air dan burung pantai tnigrafl'

penghitungan

(estimasi) populasi

derrgaur

penerapan aksi rehabilitasi

mangrove'

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2012

ISSN:2085"0646

rritoring dan

evaluasi keberadaan burung air clan burung pantai migran.

Tujuan Penelitian

Penelitiatr

populasi

burung

air

dan

burung pantai rnigran berlujuan

irntuk nrengidentifikasi

jenis-jenis

burung

air

dan

burung parltai rnigran serta

estimasi populasinya

di

pesislr

Deli

Serdang. Selain

itu penelitiari bertujuan untuk

meng-

identifikasi

ancaman

dan kondisi

habitat burung

air

dari bunurg pantai

migran

saat irri di pesisir Kabupaten

Deli

$erdang.

Urgensi Penelitian

Kehadirnn burung air dan

pantai

migran di

Sumatera

Utara

khususnya di

Pesisir Deli Serdang beimanfaat

bagi

kawasan dan ekosistem Pesisir Deli

Serdang.

Dalam

konteks kawasan, burung air dan pantai migran

memiliki

arti penting

sebagai aset, potensi dan

kebanggan

daerah. nasional serta internasional karena

berpotensi untuk

Pengembangan

ekowisata, dan pengelolaan

kawasan

dalam peningkatan

perekonomian masyarakat setempat. Korrteks ekosistem,

bururig air dan rnigran berperan

dalam

menentukan dinanrika

produktivitas

biomassa lahan basah 'dan ikut

menyediakan

pupuk alami bagi

vegetasi dan biota hutan pantai dengan pola makan serta

jenis pakan. Burung pantai

migran

yang bersifat predator (raptor)

berperan sebagai

pengendali hama alami.

Burung

mi$an

lainnya berperan dalam penyebaran Sunga

dan biii pohon. Dsngatl kata

lain,

bunmg migran memainkan

pcianannya

untuk

mcmperscpat

proffi *ltssi

yang

terjadi di

ekoeiffii

";ngGqtr

Berdaldtdi h.l Ersebut

diatas,

pedu dilah*an pmclitiffi Populasi

dan

Jaris Bwung Air daa Brmrng

Parrtai

Migran

di

Pesisir

lfubupata tleli

Serdang.

Selain

itu juga padajengka

panjang akan

diteliti penganrh r€habilitasi

terhadap

jurrrlah populasi burung air dan

pantai

migran, sefta studi Populasi

darl

monitorirrg

jumlah jenis. Hal ini

penting

diketahui untuk mendapatkan

model

(5)

pengelolaan kawasan pesisir dan ekosistem mangrove

Deli

Serdang berbasis ekologi

dalam rangka

mendtil<ung pembangunan

berkelanjutan (sustainable

development)

dan

pengelolaan kawasan

pesisir

terpadu

berbasis ekologi (ecologicul

integrated coastalmanagernent,

TINJAUAN PUSTAKA

Burung air

merupakan jenis-jenis burung yang seoara ekologis kehidupannya tergantung kepada keberadaan lahan basah

(Konvensi Ramsar, l97l). Burung

pantai

diartikan

sebagai sekelompok

burung

air

yang secara ekologis bergantung

pada

kawasan pantai sebagai tempat

mereka

mencari makan dan/ataa

berbiak,

berukuran kecil sampai sedang

dengan berbagai

bentuk dan ukuran paruh

yang

disesuaikan dengan keperluannya

untuk mencari dan memakan mangsanya.

Burung

pantai

juga

dapat diartikan

sebagai sekelompok burung ur

yang

memanfaatkan bagian

tepi

berlumpur dari

wilayah pasang surut dan lahan

basah.

Mereka pada umumnya memiliki

kaki

yang

panjang,

paruh membulat di

bagian ujung serta sayap yang membulat panjang.

Burung pantu (termasuk dalam

ordo

Charadriiformes) terdiri dari

cerek,

trinil, kedidi,

gajahan,

berkik, birulaut,

gagarrg-

bayam, kedidir, terik dan

beberapa

jenis lainnya. Burung pantai berbeda

dengan burung

laut (seperti

camar dan dara laut),

unggas air (seperti bebek) atau

burung perancah (seperti kuntul).

Sebagian ada yang

menyebutkan beberapa

individu dan kelompok

burung

pmtai

sebagai

burung

perancah (wader)

ktrena burung-burung

tersebut menghabiskan

sebagian besar

waktunya

rffiuk berendam kakinya (wading)

di

firan

dangkal untuk mencari makan.

Burung pantai

memiliki

ukuran dan

htslk

yang beragulm, yang

terkecil

adalah

Effii leher-merah (Calidris ruficollis)

5mg beratnya hanya 30 gr.,

sementara

,mE terbesar adalah Gajahan timur

,@&mazius madagascariensis)

yang

miliki berat 1.3 kg. Banyak

diantara

tftfrre 4, Nomor

1,

Januari 2012

burung-burung tersebut y,ahg memiliki bentuk p'aruh yang mencolok dan kaki

panjang.

Burung air sccara umum

dapat

dibagi menjadi dua kelompok

berbeda, yaitu

:

rf:

I.

Burung air penetaf, (resident waterbird)

2. Burung' airlburung pantai

migran

(mi gr at o ry w at e r b ir d/w ad e r s)

Burung air penetap

(resident

waterbird) memiliki karakteristik

yang berbeda dengan

burung pantu migran

dan

kelompok burung ini tidak

melakukan

perjalanan jaruk jauh. Mereka

hanya

melakukan perjalanan jarak

menengah

hingga menemukan habitat yang

cocok

untuk memperoleh makan dan

tempat

berbiak, tetapi peqalanan mereka

tidak

mengikuti

pola perubahan musim tertentu.

Mereka biasa tinggal di satu

lokasi

sepanjang tahun.

Burung ab migran yang

biasanya merupakan kelompok burung pantat adalah

burung air yang melakukan

perjalanan jarak

jauh,

dan menggunakan

habitat

yang

berbeda pada musim yang

berbeda.

Mereka biasanya melakukan

peqalanan

dari

satu belahan

bumi ke

belahan bumi lainnya dan kemudian

kembali lagi

dalam satu tahun yang sama, menyebar sepanjang daur

hidup

mereka

unfuk

seca{a bersama- sama menghindari

musim dirlgin.

Mereka

biasanya memiliki kesamaan

beberapa penampakan

fisik.

Mangrove merupakan habitat penting bagi sebagian besar

kelompok

burung air serta

beberapa

jenis

burung

daratan. Daerah ini dijadikan

sebagai

habitat untuk mencari makan, berbiak atau sekedar

beristirahat. Bagi

beberapa

jenis burung air, seperti Cangak (Ardea

spp.)

dan Bangau (Ciconiidae),

ekosistem

mangrove menyediakan ruang

yang

memadai untuk membuat sarang, terutama

karena tersedianya makanan dan

bahan pembuat sarang. Bagi

jenis-jenis

pemakan

ikan seperti kelompok burung Kuntul (Egretta spp.), mangrove

menyediakan

3

(6)

Jumal Eksakta - BIAGROTEK

tengerzm serta sumber makanan

yang berlimpah-

Untuk kelompok jenis burung

air

migran (Charadriidoe

dan Scolopacidae),

hamparan lumpur (mudJlat)

merupakan

habitat yang

sangat sesuai

untuk

mencari

makan. Di samping itu,

akar-akar

mangrove seperti jenis

Rhizophora

merupakan tempat istirahat yang

baik

selama air pasang dalam

musim

pengembaraanrrya.

Ekosistem

rawa rumput

seperti di Pulau Kimaam-Papua menyediakan habitat

untuk

burung-burung

pantai dan

migran.

Pada saat musim kemarau dan

air

menjadi

berkurang, ekosistem ini dapat

saja

menjadi habitat yang

sesuai

untuk

kedua kelompok burung diatas.

Danau-danau yang terdapat

di

wilayah Indonesia menjadi habitat

yang sangat baik untuk kelompok burung pantai

dan migran.

Danau-danau tersebut dapat berupa danau (alami dan buatan)

air

tawar dan payau

di

sekitar areal mangrove serta danau-danau

yang berhubungan

dengan

tata sungai yang menyediakan

habitat berlumpur yang luas pada saat surut seperti

di Danau Tapak

Tuan-Papua

dan

Danau Sentarum di Kalimantan Barat.

Lahan

basah

buatan di

Indonesia dapat

diartikan

sebagai pertambakan dan

persawahan yarrg menyediakan

habitat untuk kelompok burung pantai dan migran.

Pada saat kering, tambak dan

sawah

menyediakan hamparan lahan

yang

kering/basah

(lumpur) yang

menyediakan makanan bagi kelompok burung

ini.

Burung air

dan

burung air

migran

sangat bergantung pada daerah

berair

(lahan basah) dan pantai

dalam

mendukung kehidupan mereka. Hal ini

disebabkan

karena

sebagian

besar

hidup

mereka dihabiskan di

daerah-daerah

tersebut. Pengamatan dan

monitoring

terhadap burung

air

dan burung

air

migran

telah dilakukan selama 10

tahun belakangan

ini.

Penelitian terhadap satwa

ini sangat sedikit dilakukan di

Pesisir Percut.

Hal ini

disebabkan karena belum

ISSN:20E5-0el6

banyaknya informasi mengenai keberadaan burung air dan burung air migran

ini.

Namun demikian

beberapa

penelitian telah dilakukan

untuk mengetahui

lebih jauh

tentang satwa

ini.

Susilo (2007) mencatat, terdapat sedikitnya

4

spesies burung

air migran

dan

6

spesies

burung air

penetap

di pesisir Pecut

Sei

Tuan. Berdasarkan AWC 2009

(Asian

Waterbird Census), terdapat 5

spesies

burung air

penetap

dan 9

spesies burung

air

pantai migran.

AWC

merupakan suatu kegiatan pemantauan

burung air

tahunan

yang bersifat sukarela dan

dikoordinasi

oleh Wetlands Intemational di

bawah

payung International Waterbird

Census

(IwC).

Hasil monitoring dan

pengamatan

yang dilakukan oleh Yayasan AKASIA Indonesia di muara sungai percut

(lt{

03o 43' 33- ;

E

098o 47'

27")

yang merupakan hamparan

lumpur (mudflat), sejak

tahun

2006

sampai dengan sekarang didapatkan 7 spesies burung air penetap dan 17 spesies

burung afu migran. Yayasan AKASIA Indonesia merupakan lembaga

swadaya masyarakat

yang memiliki perhatian di bidang lingkungan hidup. Selain itu, lembaga tersebut melakukan

beberapa

kegiatan

di

bidang lingkungan terutama

di wilayah pesisir seperti rehabilitasi

dan peningkatan kapasitas masyarakat tentang

ekosistem mangrove dengan

melakukan penanaman dan pelatihan-pelatihan.

METODE PENELITIAN Lokasi

dan

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di

pesisir

dan hamparan lumpur (mudJlat)

pesisir

Deli Serdang Sumatera Utara.

Pada

umumnya pemilihan obyek

penelitian

dilakukan dengan sengaja

(purposive)

sesuai dengan pertimbangan

tujuan

penelitian yaitu lokasi yang

terdapat

mudflat dan hutan mangrove

yang merupakan

habitat alami burung air

dan

burung air migran.

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2012 4

(7)

Lokasi pengamatan untuk

data primer

terdiri

dari 3

titik

pengamatan yaitu

Percut, dan Bagan Serdang Tanjung Rejo,

(Gambar

l).

h' tss s{as es $

LECH{OA

ll

Yrgu*i tdrngrow

0

Ttflt Penu{nrelrn

ELI*FFffi: FF?& L{NOSAIT ET tiII JUM T,qHLr,l $i{

nhrDt.h rill!tK! t[]Lr

dliilIkll

d

0l &ll ttmrtltf{}Iltn nnt I mrAt [xnrIt ]ttt*[q *x*tt!

Gambar1.Petalokasipenelitiandantitikpengamatan@zl

Penelitian ini

dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu:

1. Survey awal (penelitian

pendahuluan),

dilakukan untuk mengumpulkan

data

sekunder pada lokasi penelitian

dan mengetahui

kondisi

masyarakat sekitar

lokasi penelitian. Kegiatan

survey dilakukan pada

bulan April2}l2.

2. Pengumpulan data primer

dengan pengamatan secara langsung burung air

dan burung air migran pada titik pengamatan yang berlangsung

pada

bulan Mei s/d Oktober 2012

(musim migrasi).

Metode

Pengumpulan

dan

Analisis

Data Penelitian

ini

menggunakan metode

observasi (pengamatan) langsung

ke lokasi-lokasi yang potensial sebagai habitat satwa

ini untuk

mengumpulkan data

jenis

Can data

populasi burung air

dan burung

pantai migran. Selain itu dilakukan juga

observasi terhadap

aktivitas-aktivitas rnasvarakat

yang ada di sekitar

habitat

hmmg ini yang diperkirakan

akan

Ecngancam

keberadaan

burung air

dan

hrung pantai migran

serta kelangsungan

habiuml'a.

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2012

Pengumpulan data

burung air

dan

burung air migran

menggunakan metode

survey dan

pengamatan langsung dengan

menggambarkan serta

mengidentifikasi

ciri-ciri fisik (warna bulu, bentuk

paruh,

wama matao panjang kaki, dll),

dan

karakteristik khusus dari satwa

tersebut (Gambar

6). Ciri

dan

gambaran dari

satu

jenis

burung yang teramati

di

lapangan

di

catat dalam tabel pengamatan.

Dan selanjutr:ya data y ang diperoleh dilapangan

dibuat dalam bentuk tabulasi

dengan

tujuan mempermudah dalam

proses identifi kasi selanj utmya.

Untuk

dapat mengidentifikasi suatu

jenis burung pantai tertentu, akan

sangat bermanfaat

jika kita juga

dapat mengenali' bagian-bagian

tubuh dari

burung tersebut.

Kita

hendaknya mengetahui

topografi

dari

seekor burung pantai, yaitu

suatu

gambaran (peta) yang

menunjukkan

bagian-bagian tubuh, bulu tertentu

dari

burung tersebut. Peta tersebut bias

saja sangat sederhana ataupun kadang-kadang

sangat rumit. Semakin banyak kita mengetahui peta seekor burung

pantai,

semakin mempermudah kita

untuk

melakukan identifikasi.

(8)

W il

Jurnaf Eksalda - BIAGROTEK

HASIL

DAIY

PEMBAIIASA}I

Jenis den Distribusi Burung Air dan Burung

Pantai

Migran

Dari survei yang telah

dilakukan selama

6 bulan ini,

tercatat sebanyak 30 spesies burung

ur yangterdiri

dad

6 fsqlili yaitu Famili

Phalacrocoracidae

(l

"spesies),

Ardeidae (8 spesies); Ciconiidae

(2

spesies), Charadriidae (3

spesies), Scolopacidae

(11

spesies) dan

Laridae

(5

spesies). Dari seluruh spesies

yang

ditemukan tersebut, harrya t5

spesies

burung air yang

ditemukandi ketigaiokasi survei yaitu Cangak

Besar(Ardea alba),

Kuntul

P erak(Egrett

a

intermerJia),

Kun:ul Kecil(Egretta garzetta), Kokokan

L,a,Lrt

(Butorides striata), Bambangan Kuning (Ixobrychus sinensis), Bangau

tsluwok

(Mycteria cinerea), Bangau

Tong-tong

(Leptaptilos javanicus)

Cerekpasir Mongolia (Charadrius mongolus), Gajahan Penggala (Numenius

phaeopts),

Gajahan Erasia (Numenius arquata),

Birulaut

Ekor-

blorok (Limosa lapponica), Trinil Kaki-

merah,

(Tringa iatanus), Trinil

Bedaran (Xertus' cinereus),

Kedidi Golgol (Calidris ferruglnea) dan Daralaut Biasa

(Sterna

hirundo)- ''Ienis-jenis lainnya

hanya ditemukan'':

di satu atdu dua

lokasi survei.Perbedaan'

distribusi burung air ini

bukan menunjukkan bahwa spesies tertentu

memiliki penyebaran yang lebih

luas

dibanding

spesies

lainnya

dan

juga tidak rnenunjukkan bahwa

spesies-spesies tersebut

tidak

terdapat

di lokasi

survei.Hal

ini terjadi

kemungkinan disebabkan pada

waktu survei dilakukan

spesies tersebut

secara kebetulan tidak terlihat

atauprm 'tidak betada di lokasi tersebut.

Sebanyak 15

spesies

bunmg air yang tercatat merupakan spesies

yang

dilindungi oleh

penrndang-undangan

di

Indonesia

yaitu UU No.5

Tahun 1990

(A) dan PP No.7 Tahun 1999

(B).Mengacu

pada kriteria

keterancam-punahan secara

global yang ditetapkan oleh IUCN

(International

Union

far

Conservatian

of

Nature) terdapat

2

spesies burung

*ir

yang

tergolong rentan (YulnerablelYu) yaitu

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2A12

ISSN:2085-0646

Bangau Bluwok (ltfyeteria. cinerea)

dan Bangau

Tongtong

(Leptaptilos

jwanicus)

sefifl2

spesies

bu{rng

pantai migran yang

tergolong mendekbti teratrcam

{Near ThreotenedlNT)

yaitu Birulaut

Ekor-hitam

(Limoso limosa)

darr..

Tiinillumpur

Asia (Limnodromus semipalmatus). Selanjutnya

bila mengacu pada kriteria

CITES

(Cowention on Internatianal Trade of

Endangered

Speries qf Wild Fauna and Flora),

Baugau

Bluwok

merupakan satwa

yang

tergotrong

Appendix yang

berarti bahwa

spesies,ini sudah

terancam punah

dan ber{appak apa}ila

diperdagangkan

dan

perdagangan

hanya diijinkan

hanya dalam kondisi tertentu rnisalnya untuk riset

ilmiah.

Estimasi

Populasi

Burung Air

Desa Tanjung Rejo

Survei yang dilakuhan di

Desa

Tanjung Rejo telah befiasil

rnencatat sebanyak 19 spesies burung air dan

Sjenis

diantaranya merupakan

kelompok

burung pantai migran.

Total

estimasi populasi dan

jurnlah spsies burung air

.yang tercatat selarna periode

Mei -

Oktober 2012 adalah 315

individu

dengan 15 spesies pada bulan

Mei,

228

individu

dengan 14 spesies pada bulan Juni" 280

individu

dengan 14 spesies pada

bulan Juli, 330 individu

dengan 12 spesies pada

bulan

Agustus,

725 individu

dengan

18

spesies pada

bulan

September, dan 861

individu

dengan 13 sepesies pada bulan Oktober.

Dari data yang diperoleh,

spesies

burung air dengan estimasi

populasi

tertinggi adalah Cangak B€sar QT

individu), Kuntul Kecil (16 individu),

dan

Bangau Bluwok Q9 individu),

serta

Dtralartr Biasa (47 indiyidu).

Sedangkan spesies

brrrmg migran denga't

estirnasi populasi tertinggi adalah Gajahan Penggala

(215 individu),

C€rekpasir

Mongolia

(142

individu), Trinil

Kaki-merah (81

individu), Birulaut Ekor-blorck (96 individu)" Trinil

Bedaran (34

individu),

dan Gajahan Erasia (197

individu).

i

1

I I

ft

o

(9)

-

Tabel

1.

Estimasi populasi burung

air di

Dcsa Tanjung da pen matan Bulan

Mei -

Oktober 2012

ISSN:Z0AS -0646

Rejo, Kecarnatan Percut Sei Tuan Bukifi

3 7 0 0 0 0 J 0 0

{s!

4 0 J

l0

2 4 9 J 0

I

2 3 4 5 6 7 8

-,...r'..rr::ir'.::.r.:)i--..,..ii..:,i' :r.:..1r,..-r. .l i:,.j,. .,. r:.

PecLrkpad i l{ecil(P h al acr o c or ax ni

iei) ?

1

0 27

0

l3

6 0 0 0

0 2 6 0 0 7 0 0

!

I 2 6

l8

I 8 I 2 0 Cangak Abo (Ardea cinerea)

Cangak Merah (Arclea yturpurea) Cangak Besar (Ardea alba) Kuntu I P erak(E gr eil a interm e tli a) K Lrntul Kecil(E gr e t t a garz e tt cr)

Kokokan Laut(R ut or id e s s tr i at a)

Bambangan Kuning (Ixobrychus s inens is) UnidentiJied Egrets & Llerons

t7

0 0 70 142 215 197 96

8l

13 0 0 0 744

47 0 47 861 20

I 0 59 r

l8

182 151

6l

73 27 2 0

l7

631 35

0 35 72s

16 0 0

3l

33 35 96 20 39 5 0

l0

25 263

l5 2t 36 330 29

I

0 43 98

l2

1,)

I9 42 34

I

2 0

230

7 0 7 280

5

1

0

4t

l3

J 9

5I 68 0 0 0 0

144 0 43 43 228 l2

0 0 56

6

r06

J 22

l3

0

a

_)

0

8l 234

()

16 25 31s 9

l0

Bangau BIuwok (Mycteria cinerea)

1I t2 l3 t4 l5

16

t7 I8

t9

Bangau Tongtong (Lepktptilos javanicus) Unidentified Storks

Total Burung

Air

(Egrets, I,Ierons & Storks) Cerekpasir Mongolia (Charadrius mongolus)

Ca.j ahan Pen ggal a(Nr m e n ius Tthcte opuls) Cajahan Erasia (Nurneniu,s urquata)

B iru lar"rt Ekor-b lorok (Limos a I appon icct) Trini I Kaki- nerah(Tr in get t e tem u,s)

Trini I Bedaran(Xc nus cinereus\

T"rin i I Pantai(A c ti t is hstpoleuc os) Ked id

i

Colgol(C al idr is .fb rnryin e u) Unident iJied Sh or e hird,s

-

LVacler,s

T'otal Burung Migran (Shorehirds

-

ll/acters)

Daralaut Biasa (Sterna hirunck) Unidentified Terns

Total Burung Daralaut (Terns) Jurnlah Jenis Desa Percut

Pada survei

di

Desa Percut tercatat sebanyak

27

spesies burung

air,

sebanyak 13

jenis

diantaranya merupakan kelompok

burung pantai migran. Total

estimasi

populasi dan jumlah

spesies

burung

arr

I'ang tercatat selama periode

Mei OLtober

2012

adalah 544

individu

dengan i

7

spesies pada

bulan Me| 662

indiviclu densan

20

spesies pada

bulan Juni,

1246 :nEiividu dengan 22 spesies pada bulan Juli,

ii7: individu dengan Zl spesies

pada

huian Aeustus, 1020 individu

dengan

2i

spesies pada

bulan

September,

dan

1002

individu dengan 18

spesies

pada

bulan Oktober.

Spesies burung

air

dengan estimasi populasi

tertinggi

adalah Cangak Merah (7

individu), Cangak Besar (44 individu), Kuntul Perak (8 individu), Kuntul Kecil

(16 individu), dan Bangau Bluwok

(2g

individu), serta Daralaut Biasa

(74

individu)

danDaralaut

Kecil

(17

individu).

Sedangkan spesies burung

migran

dengan estimasi

populasi tertinggi

adalah

Kedidi

Besar (297

individu),

Cerekpasir

Mongolia

(491 individur), Gajahan Erasia

(421

individu), Birulaut Ekor-blorok

(173

individu), Trinil

Kaki-merah (81

individu),

trbfurne 4, Nomor

1,

Januari 2012

(10)

Jurnal Eksakta -"8IAGROTEK

Kedidi Golgol (163 individu),

Gajahan Penggala

ltlZ individu), Birulaut

Ekor-

hita; (59 individu), Trinil Bedaran

(48

individu), individu).

ISSN:2085-0646 Lumpur Asia

(23

6 229

fi23

*72

087 119

.fi7

JA

4''4

#8.5

t,1

23

Tabel2.

Estimasi

populasi burung air di

Desa Percut, Kecamatan

Percut Sei Tuan

Pada

Bulan Mei

-

2012

ffiffii

K*na(P hal au o c or ax ni ger)

,2

0

Cangak Abu(Arde a cinere a) Cangak },/rer ah(r4r d e a Pur Pur e a)

Can gak B esar(Ar d e a al b a)

K, gntul P erak(E gr e t t a int erme di a) Kuntul Kecil(E gr e t t a garze tt a) Kokokan Latt(But or ide s s tr i at a)

Bambangan Kuning (Ixobrychus s inensis) Unidentified Egrets & Herons

Baqgpu Bluwok(Myc teria cinere,a).,, B ;,+^du Toirgton g (Lep t o ptil o s j av an i c us)

Unidentffied

Storl<s

,'rr

-Total Buiung Air (Egrets,

Herons

aJ 4

5 6 7 8

10 11

#3 d1 ae

,'9 i4 d2

07

0o

oo

00

"0

2P iP

&s

116

oo

CIl

6P 7{

65 7l

'2

0

|

'..2

44 07

14

lt 82

8

)J

20 00 8

{le

.o

oo

&8155 osp

0 4eg

#1

4fp #t

1fP

#1

#s

+2

5 0 7 11

t2

13

l4

15

t6 .t7

18

t9

20

2l

22 23

620 68 yzl 570

857

00 28 40

74

20 00 34

74

,,l

J1

',.r0

:,9 J .,

,0

15

01

3p

35 0 3s9

9fl

3N

azs

70

.ve

7?

&t

,0

1

2

5

0 58

6 0 70 0

32 4

t6

J

I ,0

ds

00

7!

73

16 3{

i-,

48

\7,r3

i

.19

- )[

o,f1 0

6:!

t73

87

81

24

,4

9

05 01 .,)

Lz

033 0z

43

193

39

459

09 43 00

47

46 t70

78

93

148

24

25 26 27 9 10

Storks) .

i,

,,

'rsi ,-.i .

Cerek.Besar (Pluvialis squatarqla),

Cereii,pasit Mongolia(C haradrius mongolus) cuiahan Penggala(Nz menius phaeopus) Caj

uii|

Er asia(Num enius ar quat a)

B irulput Eko t -hitam(L i m o s a I i m o s a)

B irul +ut' Eko t -blor ok(L i m o s a I app on i c a)

f

r,tplL{ati- mer a\(Tr in ga t e t anu s) TriniLB edaran (Xenus c in e r e u s) Trinit

i

antai(A c t it i s hy p ol euc o s)

Trini I Pemb alik-bafi(Ar e n ar i a in t er p r e s)

Trinillumpur

Asia(Limnodromus semipalmatus)

reaiai

B esar (C al idr is t e nuir o s tr i s) Kedidi G olgol(C al idr i s ferrugin e a)

Unident ifi e d Shor eb ir ds

-

Waders

Total Burung Migran

(Shorebir&

Waders)

Daralaut

Sayap-putih(Chlidonias leucopterus)

DaraLut T ir am(G e I o c he I i d on n il o t i c a) Daralaut Biasa(St ern a hir un d o) Daralaut Kecil(S t ern a alb ifr o n s)

Unidentified Terns

Total Burung Daralaut (Terns)

0 269

463

na

438

,r1

h42

i.),9

6 2 0

1

0 r6E 261 ,J57

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2012

' ,i

(11)

-

Desa Bagan Serdang

Pada survei

di

Desa Bagan Serdang tercatat sebanyak 20 spesies burung air dan 10

jenis

diantaranya merupakan kelompok burung migran. Total estimasi populasi dan

jumlah

spesies

burung ar yang

tercatat selama periode

Mei -

Oktober 2012 adalah 583

individu

dengan 13 spesies pada bulan

Mei,

371

individu

dengan 16 spesies pada bulan

luni,373 individu

dengan 12 spesies pada

bulan Juli, 307 individu

dengan 15 spesies pada

bulan Agustus, 375 individu

dengan 15 spesies pada

bulan

September,

dan 909 individu

dengan

16

spesies pada bulan Oktober.

1

Cangak Besar (Ardea alba)

2

KuntulPerak(Egrettaintermedia)

3

Kuntul Kecil(Egretta garzetta)

4

KokokanLaut(Butorides striata)

5

Bambangan Kuning (Ixobrychus sinensis) Unidentified Egrets & Herons

6

Bangau Bluwok(Mycteria cinerea)

7

Bangau Tongtong(Z eptoptilos javanicus)

8 9 10

l1

t2 l3

14

l5

16 17

Unidentified Storlcs

Total Burung

Air

(Egretsr

llerons &

Storks) Cerekpasir Mongolia(Charadrius mongolus) Cerekpasir Besar(Charadrius les chenaultil Gajahan P enggala(Numenius phaeopus)

Gaj ahan Er asia(Num en i us ar quat a) Birulaut Ekor-blorok (Limos a I apponic a) Trinil Kaki- merah(Tringa te t anus) Trini I Bedaran (Xenus c iner e us)

Trinillumpur Asia(Limnodromus s emipalmatus) Kedidi Besar(C alidris tenuirostris)

Kedidi Golgol(C alidris ferrugine a) Unidentified Shorebirds - Waders

Total Burung

Migran

(Shorebirds

-

Waders)

Daralaut Biasa(S t ern a hir und o\

Daralaut Kecil(S t ern a al b ifr on s) Daralaut Benggala(Sre rna bengalens is)

Unidentified Terns

Total Burung

I)aralaut

(Terns)

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2012

Spesies burung

air

dengan estimasi populasi

tertinggi

adalah Cangak Besar (27

individu), Kuntul Kecil (18 individu),

dan

Bangau Bluwok (34 individu),

serta Daralaut Biasa

(35 individu)

dan Daralaut Benggala (17

individu).

Sedangkan spesies

burung migran

dengan estimasi populasi

tertinggi adalah Kedidi Besar

(213

individu), Cerekpasir Mongolia

(209

individu),Gajahan Erasia (109 individu), Birulaut Ekor-blorok (76 individu), Trinil Kaki-merah (77 individu), Kedidi

Golgol

(29 individu), Gajahan Penggala

(67

individu), dan Trinil Bedaran

(123

individu).

23 J 16

0 0 14

l0

0 0 66 209

0 20 109

7 35 26 0 0 0 65 471

12 4 8 22 46

17

27

00 96 04 l0 14

13

31

34

20 00

1l 0 18

7 0 9 26

0 0

7t 5l

0 JJ 12 6 38 16 0 42

6 13 217

17 0 2 0 19

J

1

I

2 0 J 19

0 0 36 77

5 54

J

'59

3Z

28 9 72

0 0 339

0 0 0 0 0

8 0

1l

5 0 0 7 0 0 31 185

l2

67 5 76 24 123

27

2t3

24 0

756 35

0 17 70 182 74

18 J

t7

7 5 77

84 29 0 6 21

l4

39 36 0 142

Tabel3.

Estimasi populasi burung

air di

Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu pada Bulan

Mei *

Oktober 2012

I

18

i9 :0

ZJ 15 25 29 0 219

22 0 0 56 78

2 0

289 0 0 0 0 0

I

tr--

(12)

Jurnal Eksakta - BIAGROTEK

Pada saat survei yang dilaksanakan pada Bulan

Mei di

Desa Percut, ditemukan

trr*ttg air dengan

bendera

warna

pada

kakiknya (Leg-Flag). Burung

air

dari jenis

Birulaut Ekor-blorok (Limosa

lapponica)

ini ditemukan

dengan bendera berwarna

hitam (bagian atas) dan putih

(baeian

bawah) Vu"g dipasang di kaki (tibia)

sebelJh kanan.

Kombinasi

warna bendera

ini

menunjukkan lokasi dimana burung air tersebut ditangkap dan

ditandai

(dipasang bendera

pada kakiknya)'

Setelah temuan

ini dikonfrrmasi ke Australasian

lMader

Studies tGrouP (AWSG)

diPeroleh

informasi bahwa burung air

Yang

ditemukan ini ditangkap dan ditandai

di

Chongming Dao,

Shanghai,

Chila-yang berjar-ak ..t it* 3.916 km dari

lokasi

temuan di Desa Percut.

Gambar

2. Burung air

berbendera w'ama yang ditemukan di Desa Percut

Temuan ini menunjukkan

bah'*-a

Pesisir Timur Kabupaten Deli

Serdang'

salah satunYa Pesisir Desa

Percut

merupakan tuluh tuto jalur terbang

dan lokasi persinggahan burung-burung air dari Cina dalam masa bermigrasinYa'

Gangguan dan Ancaman TerhadaP

Burung Air

Secara umum, gangguan

dan

ancaman terhadap

burung air di

seluruh

lokasi survei relatif sama'

Perubahan

fungsi hutan mangrove lenjadi perfebunan sawit, pertambakan

hingga

menjadi areal Pemukiman

meruPakan

*.rr* terbesar dihadaPi burung

air'

Volume 4, Nomor

1,

Januari 2012

ISSN:2085-0646

Adanya

aktivftas

lpetangkapad

perburuan

,burung atr,

kf,msusrrya

bunlng

pantai

,migran, iuga sangat

mengaxcam

kel-estarian populasi

burung air ini'

Selain mendapatkan

informasi dari

masyarakat

mengenai seringnya terjadi

aktivitas

p"r"-*buk*

bunrng, tirn

juga

n*enemukan

i*gt*g di

lapangan,jaring yang dlpasang

oleil -"oknum" rrrasyarakat

untuk

rnenartlkap

burung pahtai migran'

.Selain

itu, atiii*itas'nela1tiirffig'rnencari

ikan'

udang'ataupun hasil' Bttt i fia*lD@j+-i !"k11ut

kawian burung

air rriiel$ddii

&idkbhid'an beristirahat, j,rgu i#PAh t"Bfert@gu

keb eradaan burun-Erb$t{1i&3ild IHi'

KESIMPULAN

Terdapat

30

spesies Qti$iry="{1 aan burung pantai migran vdhg

tti#ibitiFbIka:

ke dalam 6 famili. Terddfrit 'I5

Jenrs

Ur*ng air dan pantai ,"iflidrdl,,,

yung

aii"*iri pada keti$ tittk.Eikdihatan

;il, 5;d-t*e# *t,t (aryy, -7n a,

icunt,i

Pe, ak

@fi

ena

intermehl,A,Runtut

Kecil (Egretta garzetta), Kbkillqil- if'aut

(ai*riai' striia),'Bbmbdl["{h,$,*tn*

Qxobrychus sinensis), BafiEii{L.lgliifiok

iuyciria cinerea), Bang*u

Totrg-tong

iLiptoptilos iavanicus) .

'Cerekpasir

iut*gotiu

(Char adr tus mongolus), Gaj ahan Peng-gala (Numenius phaeopu.s), Gajahan gras-ii (Numenius arquata),

niru]ayt

Ekor-

blorok (Limosa lapponica), T!"'1 Kaki-

merah (Tringa totanus), Trinil

Bedaran

(Xenus

itreiutl, Kedidi Golgol

(C.alidris

ferrugtnea) dan Daralaut Biasa

(Sterna hirundo).

10

(13)

DAFTAR PUSTAKA

[AKASIA Indonesia] Yayasan

Amaiiah

Konservasi Alam Indonesia.

20A7.

Fauna Ekosistem

Mangrove Kecamatan

Percut Sei Tuan

2003- 2007.

Badan Pusat Statistik Kabupaen Deli Serdang. 2009, Kecanratan

percut Sei Tuan Dalam Angka 2008.

Abbott

RT. dan

Morris PA.

l9gS. Shells

of The Atlantic and Gulf

Coasts and

The West Indies. 4th

Edition.

Houghton Mifflin Company. New

York.

Brower

JE.

Zw

JH. Ende

CN.

1990. Field and Laboratory Methods

for

General

Ecology. Edisi Ketiga. Wm

C.

Brown

Publishers.

United

States

of

Amerika.

Dance SP. 1977. The Encyclopedia of

Shells. Bland Ford press. London.

Gosner

KL.

1990. Guide

to

Identification

of Marine and

Estuarine

Invertebrates.

Wiley-Interscience.

Division

of John tiViley and Sons Inc.

22323New York.

Jutting WSS dan Benthem V.

1955.

Systematic studies on the non marine

mollusoa of The

Indo-Australis

Achipelago. dalam, Treubia A Journal of Zoology,

Hydrobiology

and Oceanography of The

Indo-

Australia Archipelago. Vol 23 part

1-2. Museum Zoology Bogoriense.

Krebs C. J. 1989. Ecologieal Methodology.

Harper and Row. New York.

KozloffEN.

1987. Marine Invertebrates

of

The Pasific northwest.

University of

Washington Press. London.

Odum E.P. 1993.

Dasar-dasar Ekologi.

Jilid 3. Penerjemah Samingan

T.

Gajah Mada University

press.

Jogjakarta.

Pennak RW. 1978. Fresh

Water Invortebrates

of The United

States

Protozoa to Molusca" 3th

Edition.

John

Wiley

and Sons Inc. New

york.

Sowerbys, 1996.

Book of

Shells. Crowrr Publisher, Ine. New York.

\blume 4, Nomor

1,

Januari 2A12

11

Referensi

Dokumen terkait

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat jawa yang ada di desa Percut Sei Tuan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang betjumlah ±. 3610

Kesesuaian Habitat dan Distribusi Burung Air di Percut Sei Tuan, Sumatera Utara.. Sekolah

Analisis Saluran Pemasaran Susu Sapi di Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.. Universitas

Objek penelitian ini adalah air sumur gali di Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang kadar mangan (Mn) cukup tinggi, pada salah satu

Muhammad Prawira : Kajian Saluran Irigasi Tersier di Desa Percut Daerah Irigasi Bandar Sidoras Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dibimbing oleh SUMONO dan

Judul Tesis : ANALISIS RISIKO KANDUNGAN MANGAN PADA AIR MINUM DARI SUMUR GALI TERHADAP PARKINSON LIKE SYNDROME DI DESA AMPLAS KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI

Di lain pihak, moni- toring populasi dan habitat jenis-jenis burung air di daerah pesisir pantai utara Jawa Barat serta kajian sosial ekonomi masyarakat desa pesisir sebagai

Sosialisasi Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat Dusun 13 Desa Percut, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara tentang pentingnya menjaga kebersihan sanitasi yang