• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pengaruh anomali kalender: pengujian - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pengaruh anomali kalender: pengujian - IBS Repository"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

Selama periode 1430 H sampai 1437 H, rata-rata abnormal return saham Indeks Harga Saham Gabungan pada bulan Ramadhan jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Ramadhan lainnya. Pada periode 1430 H sampai 1437 H, rata-rata abnormal return saham Indeks Harga Saham Gabungan pada periode akhir bulan Ramadhan jauh lebih tinggi dibandingkan periode awal bulan Ramadhan. Untuk menganalisis apakah pada periode 1430 H sampai 1437 H rata-rata abnormal return saham Indeks Harga Saham Gabungan pada bulan Ramadhan lebih tinggi secara signifikan dibandingkan bulan Ramadhan lainnya.

Gambar 4.5. Grafik Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Periode Awal
Gambar 4.5. Grafik Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Periode Awal

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Pembahasan

Bagi para akademisi, diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi, pengetahuan atau bahan referensi mengenai pengaruh Ramadan effect terhadap tingkat laba saham.

LANDASAN TEORI…

Tinjauan Pustaka

  • Behavioral Finance
  • Efisiensi Pasar Modal
    • Konsep Dasar Pasar Efisien
    • Bentuk Efisiensi Pasar Modal
    • Anomali Pasar…
    • Jenis Investasi
  • Pasar Modal
    • Definisi Pasar Modal
    • Instrumen Pasar Modal
  • Definisi dan Jenis Indeks Pada Bursa Efek Indonesia
  • Saham
    • Definisi Saham
    • JenisSaham
    • Return Saham
    • Abnormal Return, Actual Return dan Expected Return

Penelitian Terdahulu

Kerangka Pemikiran Teoritis

Pengembangan Hipotesis

  • Rata-rata Abnormal Return Saham Pada Bulan Ramadan
  • Rata-rata Abnormal Return Saham Pada Sebelum Bulan Ramadan
  • Rata-rata Abnormal Return Saham Pada Periode Awal Ramadan

METODOLOGI PENELITIAN

Objek Penelitian dan Jenis Penelitian

Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia periode 30 Desember 2008 sampai dengan 30 September 2016, yang selanjutnya dikonversikan menjadi 3 Muharram 1430 Hijriah hingga 28 Zulhiya 1437 Hijriah.

Desain Penelitian

Metode Pengambilan Sampel

Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata harga penutupan harian Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia yang kemudian dirata-ratakan per bulan untuk periode 1430 H sampai 1437 H sehingga diharapkan dapat diperoleh hasil yang akurat.

Variabel dan Operasional Variabel

  • Abnormal Return
  • Bulan Ramadan dengan Selain Bulan Ramadan
  • Sebelum dan Setelah Ramadan
  • Periode Awal dan Akhir Bulan Ramadan

Untuk dapat menghitung abnormal return, terlebih dahulu kita harus menghitung tingkat pengembalian sebenarnya (actual return). Sedangkan untuk menghitung Executed Return yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata return IHSG suatu periode (selama 1 tahun perhitungan tahun Hijriah) sebelum periode i. Dalam mengembangkan hipotesis 1 akan dibandingkan apakah dalam pengujian statistik terbukti terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return bulan Ramadhan dengan rata-rata abnormal return 11 bulan lainnya tahun Hijriah.

Dalam mengembangkan Hipotesis 2, rata-rata abnormal return bulan sebelum Ramadhan yaitu bulan Syaban dibandingkan dengan rata-rata abnormal return bulan setelah Ramadhan yaitu bulan Syawal selama periode pengamatan. Dalam mengembangkan hipotesis 3, pembentukan pola dilakukan dengan membandingkan apakah terdapat perbedaan rata-rata abnormal return periode awal dan akhir bulan Ramadhan selama periode pengamatan. Perbandingan rata-rata abnormal return ini dimaksudkan untuk menangkap pola-pola yang muncul selama periode pengamatan, terlepas apakah awal Ramadhan lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan akhir Ramadhan.

Metode Analisis Data

  • Uji Normalitas
  • Uji Statistik

Nilai rata-rata abnormal return rata-rata pada bulan selain Ramadhan dan bulan Ramadhan masing-masing mempunyai nilai persentase sebesar dan. Nilai rata-rata rata-rata abnormal return sebelum bulan Ramadhan dan setelah bulan Ramadhan masing-masing mempunyai nilai persentase sebesar dan. Nilai rata-rata abnormal return periode awal Ramadhan dan periode terakhir Ramadhan masing-masing mempunyai nilai persentase sebesar dan.

Artinya rata-rata abnormal return pada bulan Ramadhan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan rata-rata abnormal return pada tahun tanpa Ramadhan (kecuali bulan Ramadhan). Rata-rata abnormal return setelah Ramadhan lebih tinggi dibandingkan sebelum Ramadhan, namun tidak lebih tinggi secara signifikan. Rata-rata abnormal return periode akhir Ramadhan lebih tinggi dibandingkan periode awal Ramadhan, namun tidak jauh lebih tinggi.

Hasil uji abnormal mean return pada akhir periode Ramadhan tidak terbukti lebih tinggi secara signifikan dibandingkan awal periode Ramadhan. Rata-rata abnormal return setelah Ramadhan lebih tinggi dibandingkan sebelum Ramadhan, namun tidak lebih tinggi secara signifikan.

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Statistik Deskriptif

  • Statistik Deskriptif Pada Bulan Ramadan dengan Selain
  • Statisik Deskriptif Pada Saat Sebelum Bulan Ramadan dengan
  • Statistik Deskriptif Pada Periode Awal Bulan Ramadan dengan

Rata-rata abnormal return yang positif merupakan indikasi bahwa reaksi pelaku pasar pada bulan Ramadhan adalah positif, dengan nilai rata-rata abnormal return pada bulan Ramadhan lebih tinggi dibandingkan bulan Ramadhan lainnya. Tabel di atas menunjukkan bahwa tidak terdapat penyimpangan antara nilai yang diperoleh dengan nilai yang diharapkan, hal ini disebabkan adanya standar deviasi rata-rata abnormal return. Nilai simpangan baku yang lebih tinggi dari nilai rata-rata menunjukkan hasil yang buruk karena simpangan baku mencerminkan variasi atau perbedaan data yang relatif besar dibandingkan nilai rata-rata. Hal ini menunjukkan fluktuasi yang besar.

Rata-rata abnormal return yang negatif menunjukkan bahwa respon pelaku pasar pada bulan Ramadhan adalah negatif meskipun nilainya. Dari tabel diatas terlihat bahwa tidak terdapat penyimpangan antara nilai yang diperoleh dengan nilai yang diharapkan, karena standar deviasi rata-rata abnormal return sebelum bulan Ramadhan adalah sama dan untuk rata-rata abnormal return setelah bulan Ramadhan adalah sama. Ramadhan pun sama. Nilai rata-rata abnormal return periode awal bernilai negatif dan meningkat pada periode terakhir Ramadhan yang memiliki nilai rata-rata positif, menunjukkan bahwa respon pelaku pasar positif pada periode terakhir Ramadhan.

Nilai persentase maksimum mean abnormal return pada periode awal Ramadhan dan periode akhir Ramadhan masing-masing sebesar 0,0040722 dan nilai persentase minimumnya masing-masing sebesar dan. Pada tabel di atas terlihat tidak terdapat penyimpangan antara nilai yang diperoleh dengan nilai yang diharapkan, karena standar deviasi rata-rata abnormal return pada periode awal Ramadhan adalah sebesar.

Tabel 4.1.  Descriptive Statistics  Bulan Ramadan Dengan Selain Bulan  Ramadan
Tabel 4.1. Descriptive Statistics Bulan Ramadan Dengan Selain Bulan Ramadan

Uji Normalitas

  • Uji Normalitas Pada Bulan Ramadan dengan Selain Bulan
  • Uji Normalitas Pada Saat Sebelum Bulan Ramadan dengan
  • Uji Normalitas Pada Periode Awal Bulan Ramadan dengan
  • Pengujian Hipotesis 3

Untuk menguji hipotesis pertama dilakukan dengan membandingkan rata-rata abnormal return dalam satu tahun, tidak termasuk bulan Ramadhan (11 bulan Hijriah), dengan rata-rata abnormal return pada bulan Ramadhan selama periode pengamatan. Berdasarkan output SPSS 23, hasil uji Wilcoxon yang dilakukan terhadap rata-rata abnormal return kecuali bulan Ramadhan dan bulan Ramadhan menunjukkan hasil dimana probabilitas signifikansi sebesar 0,208 atau lebih besar dari 0,05 yaitu. Untuk menguji hipotesis kedua dilakukan dengan membandingkan rata-rata abnormal return sebelum bulan Ramadhan dengan rata-rata abnormal return setelah bulan Ramadhan pada periode pengamatan.

Untuk melihat signifikansi perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah Ramadhan. Bulan Ramadan dilakukan dengan uji Paired Samplet-Test karena data return non normal berdistribusi normal. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang disampaikan Halari dkk. 2015) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata abnormal return sebelum bulan Ramadhan dan setelah bulan Ramadhan. Hipotesis ketiga kami uji dengan membandingkan rata-rata abnormal return periode awal Ramadhan dengan rata-rata abnormal return periode akhir Ramadhan pada periode observasi.

Untuk melihat signifikansi perbedaan mean abnormal return periode awal Ramadhan dan periode akhir Ramadhan, kami melakukan uji Paired Sample T-test karena data abnormal return berdistribusi normal. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang menemukan bahwa terdapat perbedaan abnormal return periode awal Ramadhan dan abnormal return periode akhir Ramadhan yang dilakukan oleh Yuniati (2014) dan Al-Ississ ( 2010). ).

Tabel 4.5. Tabel Hasil Uji Normalitas Pada Sebelum Bulan Ramadan dengan  Setelah Bulan Ramadan
Tabel 4.5. Tabel Hasil Uji Normalitas Pada Sebelum Bulan Ramadan dengan Setelah Bulan Ramadan

Pembahasan Hasil Pengujian Hipotesis

  • Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Saham Pada Bulan
  • Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Saham Sebelum Bulan
  • Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Saham Pada Periode Awal

Dari hasil penelitian Syarifatul (2015) mengenai respon abnormal return terhadap Ramadan effect pada pasar saham Indonesia periode 2013 hingga 2014, terlihat bahwa bulan Ramadhan di Indonesia tidak berbeda dengan bulan-bulan non Ramadhan lainnya. perspektif pasar modal. Saat menguji hipotesis 2 terlihat dari hasil pada tabel 4.8 signifikansi sebesar 0,785 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan rata-rata abnormal return sebelum bulan Ramadhan dibandingkan dengan rata-rata abnormal return setelah bulan Ramadhan.

Rata-rata abnormal return pada bulan setelah Ramadhan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelum Ramadhan, namun tidak berbeda nyata. Saat menguji Hipotesis 3, hasil Tabel 4.9 menunjukkan signifikansi sebesar 0,328 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return pada periode awal Ramadhan dibandingkan dengan rata-rata abnormal return pada periode akhir Ramadhan.

Penelitiannya menunjukkan bahwa akhir periode Ramadhan memiliki rata-rata return yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode lain selama Ramadhan. Pada penelitian ini mean total abnormal return sebelum Ramadhan sebesar -0.000522 sedangkan setelah Ramadhan sebesar 0.000371.

Gambar 4.5 Grafik Perbedaan Rata-rata  Abnormal Return  Periode Awal  dan Periode Akhir Ramadan
Gambar 4.5 Grafik Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Periode Awal dan Periode Akhir Ramadan

Implikasi Manajerial

Pada penelitian ini total rata-rata abnormal return sebelum Ramadhan sebesar -0.000522, sedangkan setelah Ramadhan sebesar 0.000371. disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan kebiasaan yang dilakukan pada bulan ini. Sedangkan hasil pengujian rata-rata abnormal return pada bulan setelah Ramadhan tidak terbukti lebih tinggi secara signifikan dibandingkan bulan sebelum Ramadhan. Akibat menurunnya tingkat investasi pada awal bulan Syawal, maka rata-rata abnormal return bulan Syawal atau setelah Ramadhan tidak jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata abnormal return bulan Syaban atau sebelum Ramadhan.

Ramadhan, seiring meningkatnya pola konsumsi masyarakat, perbedaan rata-rata abnormal return menjadi tidak signifikan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return pada bulan Ramadhan dibandingkan dengan rata-rata abnormal return pada tahun non Ramadhan. Tidak terlihat bahwa rata-rata abnormal return pasca Ramadhan lebih tinggi secara signifikan dibandingkan abnormal return sebelum Ramadhan di pasar saham Indonesia selama periode pengamatan 1430 hingga 1437 jam.

Rata-rata abnormal return periode akhir bulan Ramadhan tidak terbukti lebih tinggi secara signifikan dibandingkan abnormal return periode awal bulan Ramadhan di pasar saham Indonesia pada periode pengamatan yaitu 1430 H. sampai tahun 1437 H. Bagi peneliti selanjutnya, indikator yang digunakan untuk mengukur reaksi pasar modal pada penelitian ini hanyalah abnormal return.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai perbedaan Abnormal Average Return antara bulan Ramadhan dengan bulan selain bulan Ramadhan, bulan sebelum Ramadhan dan setelah Ramadhan serta periode pada bulan Ramadhan. awal. dan akhir bulan Ramadhan dengan objek penelitian indeks IHSG periode 1430 H sampai dengan 1437 H (2009 sampai 2016), dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Artinya Ramadan Effect tidak terjadi di pasar saham Indonesia pada periode pengamatan yaitu 1430 Hijriah hingga 1437 Hijriah atau sama dengan tahun 2009 hingga 2016.

Saran

Bagi penelitian selanjutnya sebaiknya dilakukan penelitian seperti survei terhadap investor dan pelaku pasar modal, mencari data mengenai perilaku investor atau melakukan penelitian terdahulu mengenai perilaku investor di pasar modal Indonesia. Kajian yang relevan berisi informasi tentang perilaku investor dalam melakukan kegiatan investasi di pasar modal sebelum, saat, dan setelah bulan Ramadhan. Sentimen Investor dan Dampak Pergeseran Kalender: Studi Kasus Dampak Ramadhan terhadap Pasar Islam di Timur Tengah, (April 2016).

Penerapan model Garch (generalized autoregressive conditional heteroscedasticity) untuk menguji pasar modal yang efisien di Indonesia (Studi pada harga penutupan indeks saham periode LQ 45. Husnan, Suad (2005), Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Kelima , Penerbit UPP AMP YKPN, Yogyakarta Uji efisiensi dan peningkatan efisiensi buruknya bursa efek Indonesia pada masa dan pasca krisis moneter pada saham LQ.

Menguji efektivitas pasar semi strong form terhadap pelaksanaan stock split periode 2007-2011 di Bursa Efek Indonesia. Respon Abnormal Return dan Trading Volume Activity Terhadap Ramadhan Effect (Studi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode.

Referensi

Dokumen terkait