• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Normalitas Pada Periode Awal Bulan Ramadan dengan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.3. Uji Normalitas

4.3.3. Uji Normalitas Pada Periode Awal Bulan Ramadan dengan

Tabel 4.6. Tabel Hasil Uji Normalitas Pada Periode Awal Bulan Ramadan dengan Periode Akhir Bulan Ramadan

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Awal ,207 8 ,200* ,901 8 ,297

Akhir ,306 8 ,027 ,833 8 ,064

Berdasarkan Tabel 4.6 pengujian normalitas dengan menggunakan kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk pada selain bulan Ramadan dengan bulan Ramadan menunjukkan nilai asymptotic sig kurang dari 0,05 atau 5%, hal ini menunjukkan data average abnormal return periode awal Ramadan dan periode akhir Ramadan telah terdistribusi normal, maka uji hipotesis yang akan digunakan adalah uji statistik parametrik, yaitu Paired Sample T-Test.

4.4 Hasil pengujian Hipotesis 4.4.1 Pengujian Hipotesis 1

Hipotesis 1 menunjukkan ada perbedaan rata-rata abnormal return antara selain bulan Ramadan dengan bulan Ramadan pada perioede Muharram 1430 Hijriah sampai Zulhijah 1437 Hijriah pada indeks saham IHSG di Bursa Efek Indonesia.

Untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis pertama dilakukan dengan membandingkan average abnormal return pada satu tahun selain bulan Ramadan (11 bulan Hijriah), dengan average abnormal return bulan Ramadan selama periode pengamatan. Untuk melihat signifikansi perbedaan average abnormal return selain bulan Ramadan dan bulan Ramadan dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dikarenakan data dari abnormal return tidak terdistribusi dengan normal. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut.

Tabel 4.7. Hasil Uji Wilcoxon Hipotesis 1

Berdasarkan output SPSS 23, hasil uji wilcoxon yang dilakukan terhadap rata- rata abnormal return selain bulan Ramadan dan bulan Ramadan, menunjukkan hasil dimana probabilitas signifikansinya sebesar 0,208 atau lebih besar dari 0,05, artinya

Ramadan - NonRamadan

Z -1,260b

Asymp. Sig. (2-tailed) ,208

bulan Ramadan dengan bulan Ramadan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti diantaranya yaitu, Küçüksille &

Özmutaf (2015), Syarifatul (2015), Husain (1998) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan signifikan terhadap Ramadan Effect. Artinya rata-rata abnormal return pada bulan Ramadan tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata abnormal return selama satu tahun tanpa Ramadan (selain bulan Ramadan). Namun bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Białkowski et al. (2012), Al-Hajieh, Redhead & Rodgers (2011), Yuniati ( 2014) dan Al-Ississ (2010) menemukan bahwa rata-rata abnormal return saham pada bulan Ramadan secara signifikan berbeda dengan abnormal return selama satu tahun selain bulan Ramadan.

4.4.2 Pengujian Hipotesis kedua

Hipotesis 2 menunjukkan ada perbedaan rata-rata abnormal return antara selain sebelum bulan Ramadan dengan setelah bulan Ramadan pada perioede Muharram 1430 Hijriah sampai Zulhijah 1437 Hijriah pada indeks saham IHSG di Bursa Efek Indonesia.

Untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis kedua dilakukan dengan membandingkan average abnormal return sebelum bulan Ramadan, dengan average abnormal return setelah bulan Ramadan selama periode pengamatan. Untuk melihat signifikansi perbedaan average abnormal return sebelum bulan Ramadan dan setelah

bulan Ramadan dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test dikarenakan data dari abnormal return terdistribusi dengan normal. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut.

Tabel 4.8 Hasil Uji Paired Sample T-Test Hipotesis 2

Paired Differences

t df

Sig. (2- tailed) Mean

Std.

Deviation

Std.

Error Mean

95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair

1

Sebelum - Setelah

,0004217 381

,0042006 905

,001485

1684 -,0030901270 ,0039336

033 ,284 7 ,785

Berdasarkan output SPSS 23, hasil uji Paired Sample T-Test yang dilakukan terhadap rata-rata abnormal return sebelum bulan Ramadan dengan setelah bulan Ramadan, menunjukkan hasil dimana probabilitas signifikansinya sebesar 0,785 atau lebih besar dari 0,05, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara average abnormal return sebelum bulan Ramadan dengan average abnormal return setelah bulan Ramadan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dikemukakan Halari et al. (2015) yang menyatakan bahwa tidak menemukan perbedaan rata-rata abnormal return sebelum bulan Ramadan dengan setelah bulan Ramadan. Ia tidak menemukan pengaruh yang signifikan terhadap After Ramadan Effect. Rata-rata abnormal return pada bulan Seletah Ramadan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Sebelum

Ramadan, namun tidak berbeda secara signifikan. Namun bertentangan dengan hasil Penelitian tentang adanya perbedaan abnormal return sebelum bulan Ramadan dengan abnormal return setelah bulan Ramadan dilakukan oleh Mustafa (2008) menemukan bahwa rata-rata abnormal return saham pada bulan Ramadan secara signifikan berbeda dengan abnormal return selama satu tahun selain bulan Ramadan.

Ia menemukan bahwa return bulan setelah Ramadan (bulan Zil Qa’ad atau Zulqaida atau Zulkaidah) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelum Ramadan (bulan Shawwal atau Syawal) atau yang disebut dengan After Ramadan Effect.

4.4.3 Pengujian Uji Hipotesis 3

Hipotesis 3 menunjukkan ada perbedaan rata-rata abnormal return antara periode awal bulan Ramadan dengan periode akhir bulan Ramadan pada perioede Muharram 1430 Hijriah sampai Zulhijah 1437 Hijriah pada indeks saham IHSG di Bursa Efek Indonesia.

Untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis ketiga dilakukan dengan membandingkan average abnormal return periode awal bulan Ramadan, dengan average abnormal return periode akhir bulan Ramadan selama periode pengamatan.

Untuk melihat signifikansi perbedaan average abnormal return periode awal bulan Ramadan dan periode akhir bulan Ramadan dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test dikarenakan data dari abnormal return terdistribusi dengan normal. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut.

Tabel 4.9 Hasil Uji Paired Sample T-Test Hipotesis 3

Paired Differences

t df

Sig. (2- tailed) Mean

Std.

Deviation

Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair

1

Awal - Akhir

- ,00126949 19

,00341380 58

,00120696 26

-,0041235050 ,001584 5212

-1,052 7 ,328

Berdasarkan output SPSS 23, hasil uji Paired Sample T-Test yang dilakukan terhadap rata-rata abnormal return periode awal bulan Ramadan dengan periode akhir bulan Ramadan, menunjukkan hasil dimana probabilitas signifikansinya sebesar 0,328 atau lebih besar dari 0,05, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara average abnormal return periode awal bulan Ramadan dengan average abnormal return periode akhir bulan Ramadan.

Walaupun nilai average abnormal return pada periode akhir lebih besar dibandingkan periode awal Ramadan, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang menemukan bahwa terdapat perbedaan abnormal return periode awal bulan Ramadan dengan abnormal return periode akhir bulan Ramadan dilakukan oleh Yuniati (2014) dan Al-Ississ (2010).

4.5 Pembahasan Hasil Pengujian Hipotesis

4.5.1 Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Saham Pada Bulan Ramadan Dengan Selain Bulan Ramadan.

Dalam pengujian hipotesis 1 dari hasil tabel 4.7 dapat dilihat signifikansi sebesar 0,208 yaitu lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata abnormal return yang signifikan pada saat bulan Ramadan jika dibandingkan dengan rata-rata abnormal return selama satu tahun selain bulan Ramadan. Rata-rata abnormal return selama Ramadan lebih tinggi tetapi tidak secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan hipotesis 1 diatas tidak tepat. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Küçüksille & Özmutaf (2015) dan Syarifatul (2015) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan signifikan terhadap Ramadan Effect. Artinya rata-rata abnormal return pada bulan Ramadan tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata abnormal return selama satu tahun tanpa Ramadan (selain bulan Ramadan).

Penelitian yang dilakukan oleh Küçüksille & Özmutaf (2015) menyelidiki return saham selama bulan Ramadhan di Turkish Stock Market selama periode tahun 1988 sampai dengan 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa return saham selama Ramadan tidak secara signifikan lebih tinggi dibandingkan selama sisa tahun dengan kata lain, tidak terjadi Ramadan Effect. Bulan Rajab memiliki rata-rata return tertinggi, dan terendah pada bulan Rabiul Akhir, sementara bulan Ramadan berada

pada urutan keempat rata-rata return bulanan tertinggi. Dari hasil penelitian Syarifatul (2015) tentang reaksi abnormal return terhadap Ramadan Effect di Bursa Efek Indonesia periode 2013 sampai 2014, menyatakan bahwa bulan Ramadan di Indonesia tidak berbeda dengan bulan lain di luar Ramadan dilihat dari sisi pasar modal.

4.5.2 Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Saham Sebelum Bulan Ramadan Dan Setelah Bulan Ramadan.

Dalam pengujian hipotesis 2, dari hasil tabel 4.8 dapat dilihat signifikansi sebesar 0,785 yaitu lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata abnormal return yang tidak signifikan pada saat sebelum bulan Ramadan jika dibandingkan dengan rata-rata abnormal return setelah bulan Ramadan. Rata-rata abnormal return setelah bulan Ramadan lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum bulan Ramadan, tetapi tidak lebih tinggi secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan hipotesis 2 diatas tidak tepat.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Halari et al.

(2015) yang menyatakan bahwa tidak menemukan pengaruh yang signifikan terhadap After Ramadan Effect. Rata-rata abnormal return pada bulan Seletah Ramadan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Sebelum Ramadan, namun tidak berbeda secara signifikan.

4.5.3 Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Saham Pada Periode Awal Ramadan dan Akhir Ramadan.

Dalam pengujian hipotesis 3, dari hasil tabel 4.9 dapat dilihat signifikansi sebesar 0,328 yaitu lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata abnormal return yang signifikan pada saat periode awal bulan Ramadan jika dibandingkan dengan rata-rata abnormal return periode akhir bulan Ramadan. Rata-rata abnormal return periode akhir bulan Ramadan lebih tinggi dibandingkan dengan periode awal bulan Ramadan, tetapi tidak lebih tinggi secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan hipotesis 3 diatas tidak tepat.

Gambar 4.5 Grafik Perbedaan Rata-rata Abnormal Return Periode Awal dan Periode Akhir Ramadan

Sumber : Diolah penulis menggunakan Microsoft Excel (2016)

Hasil berbeda ditunjukkan oleh penelitan Al-Ississ (2010). Dari penelitiannya menunjukkan bahwa periode akhir Ramadan memiliki rata-rata return yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode lain selama Ramadan yang terbukti secara signifikan. Pada penelitian ini total rata-rata abnormal return sebelum Ramadan sebesar -0,000522 sementara setelah Ramadan sebesar 0,000371.

4.6 Implikasi Manajerial

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai pengaruh Ramadan Effect terhadap kegiatan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (yang dicerminkan dari ada atau tidaknya perbedaan rata-rata abnormal return saham antara bulan Ramadan dengan selain bulan Ramadan, antara bulan sebelum dan bulan setelah Ramadan serta antara periode awal dan periode akhir bulan Ramadan) pada indeks IHSG periode 1430 H sampai 1437 H atau 2009 sampai 2017, terdapat beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan dan bisa dimanfaatkan bagi pihak investor, pihak manajerial, dan pihak-pihak yang berkepentingan. Sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa implikasi manajerial yang dapat diterapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bulan Ramadan di Indonesia termasuk periode yang istimewa, seperti halnya

di Negara Timur Tengah atau negara mayoritas berpenduduk muslim lainnya.

Walaupun Indonesia bukan negara yang menganut syariat islam, sebagian besar penduduk dan pelaku pasar merayakan Ramadan. Bulan Ramadan di Indonesia dapat merubah kebiasaan masyarakat pada umumnya yang

disebabkan oleh perubahan pola hidup dan kebiasaaan yang dilakukan pada bulan ini. Salah satunya adalah semakin meningkatnya konsumsi masyarakat pada bulan Ramadan dan dalam menyambut Hari Raya umat Islam Idul Fitri.

Seperti dalam penelitian Al-Hajieh et al. (2011), pada umumnya positive mood pada bulan Ramadan dapat meningkatkan tendensi untuk berinvestasi karena diikuti oleh perasaan seperti optimisme, kebahagiaan dan harapan.

Tetapi positive mood ini tidak mampu untuk memberikan pengaruh yang positif pula kepada pasar modal Indonesia. Sehingga tidak terjadi perbedaan jika investor ingin melakukan investasi di pasar modal baik di bulan Ramadan atau bulan lainnya. Hal ini disebabkan karena sebagian besar investor di pasar modal Indonesia didominasi oleh investor asing dibandingkan investor domestik. Selain itu banyak investor muslim di Indonesia lebih menghindari diri dari kegiatan berspekulatif di bulan suci umat muslim.

2. Sedangkan hasil pengujian rata-rata abnormal return bulan setelah Ramadan tidak terbukti lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan bulan sebelum Ramadan. Perbedaan yang tidak signifikan ini dikarenakan tingginya konsumsi masyarakat menjelang dan ketika hari raya Idul Fitri. Pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan saat hari biasa (ketika bukan hari raya atau menjelan hari raya), menyebabkan sumber dana yang biasanya digunakan investor untuk investari menjadi berkurang. Hari raya Idul Fitri berlangsung

pada hari pertama dan kedua pada bulan Syawal. Karena berkurangnya tingkat investasi di awal bulan Syawal ini menyebabkan rata-rata abnormal return bulan Syawal atau setelah Ramadan tidak lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata abnormal return bulan Syaban atau sebelum Ramadan.

3. Hasil pengujian rata-rata abnormal return periode akhir Ramadan tidak terbukti lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan periode awal bulan Ramadan. Hal seperti ini dapat terjadi dikarenakan pola konsumsi masyarakat pada saat akan menjelang hari raya Idul Fitri meningkat.

Peningkatan konsumsi ini diakibatkan oleh suka cita masarakat menyambut hari raya, hari yang ditunggu-tunggu, akan segera tiba. Penyambutan datangnya hari raya dilakukan masyarakat antara lain dengan cara;

mempersiapkan kebutuhan sandang atau pakaian yang akan dikenakan di hari raya, mempersiapkan berbagai hidangan khas hari raya mulai dari makanan berat hingga makanan ringan serta minuman, mempersiapkan uang untuk dibagikan kepada sanak saudara terutama anak kecil, mempersiapkan dekorasi rumah, serta hal hal lain untuk memeriahkan.

Dengan asumsi pendapatan yang tetap dan meningkatnya pola konsumsi masyarakat mendekati perayaan Idul Fitri, masyarakat cendrung melakukan pengurangan dalam berinvestasi. Walaupun rata-rata abnormal return periode akhir Ramadan lebih tinggi dibandingkan periode awal

Ramadan, dengan adanya peningkatan pola konsumsi masyarakat, maka perbedaan rata-rata abnormal return menjadi tidak signifikan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan tentang perbedaan Rata-rata Abnormal Return antara bulan Ramadan dan selain bulan Ramadan, bulan Sebelum Ramadan dan Setelah Ramadan serta periode awal dan akhir bulan Ramadan dengan objek penelitian indeks IHSG periode 1430 H sampai 1437 H (2009 sampai 2016), dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return pada saat bulan Ramadan jika dibandingkan dengan rata-rata abnormal return selama satu tahun selain bulan Ramadan. Hal ini berarti tidak terjadi Ramadan Effect di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan, yaitu 1430 H sampai 1437 H atau sama dengan 2009 sampai 2016.

2. Rata-rata abnormal return Setelah Ramadan tidak terbukti secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan abnormal return sebelum Ramadan di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan, yaitu 1430 H sampai 1437 H. Rata-rata abnormal return Setelah Bulan Ramadan lebih tinggi dibandingkan dengan Sebelum Bulan Ramadan, tetapi tidak lebih tinggi secara signifikan.

3. Rata-rata abnormal return periode akhir bulan Ramadan tidak terbukti secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan abnormal return periode awal bulan Ramadan di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan, yaitu 1430 H sampai 1437 H. Rata-rata abnormal return periode akhir bulan Ramadan lebih tinggi dibandingkan dengan periode awal bulan Ramadan, tetapi tidak lebih tinggi secara signifikan.

5.2 Saran

1. Bagi investor, hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan strategi yang tepat pada saat mendekati, selama dan selepas bulan Ramadan. Sebaiknya investor tetap objektif dan menggunakan analisis yang cermat, baik itu analisis teknikal maupun fundamental sebagai dasar pengambilan keputusan investasi sehingga pengalokasian dana untuk investasi dapat lebih efektif dan dapat memaksimalkan keuntungan yang diperoleh.

2. Bagi peneliti selanjutnya, dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk mengukur reaksi pasar modal hanya abnormal return. Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya menggunakan indicator pengukuran saham yang lain seperti pengujian harga saham, Trading Volume Activity (TVA), Security Return Variability (SRV) serta indikator lainnya agar dapat memperdalam analisa Ramadan Effect yang terjadi di Indonesia (Yuniati, 2014).

3. Bagi penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian seperti survey kepada investor dan para pelaku pasar modal, melakukan pencarian data tentang perilaku investor atau memiliki penelitian terdahulu tentang perilaku invesor di pasar modal Indonesia. Penelitian yang dimaksud adalah yang didalamnya memuat tentang perilaku investor dalam melakukan kegiatan investasi di pasar modal menjelang, selama dan setelah bulan Ramadan.

Penelitian ini berguna untuk memperkuat bukti dari hasil penelitian sehingga penelitian yang dilakukan dapat lebih akurat, sesuai dengan kenyataan yang terjadi dan dapat lebuh memberikan manfaat.

DAFTAR PUSTAKA

Alatiyat, M. (2016). Ramadan Effect On UAE Stock Market MSc Finance &

Banking, (April).

Al-Hajieh, H., Redhead, K., & Rodgers, T. (2011). Investor Sentiment and Calendar Anomaly Effects : A Case Study of the Impact of Ramadan on Islamic Middle Eastern Markets, (April 2016).

https://doi.org/10.1016/j.ribaf.2011.03.004

Al-Ississ, M. (2010). The Impact of Religious Experience on Financial M, 1–34.

Alteza, M. (2007). Efek Hari Perda gangan Terhadap Return Saham : Suatu Telaah atas. Jurnal Ilmu Manajemen, 3, 31–42.

Ambarwati, S. D. A. (2009). Pengujian Week-Four, Monday, Friday dan Earnings Management Effect Terhadap Return Saham. Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 13(167), 1–14.

Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia (The Intelligent Guide to Indonesian Capital Market). Jakarta: Mediasoft Indonesia.

Bank Indonesia, 2009, Outlook Ekonomi Indonesia 2009 - 2014 : Krisis Finansial Global dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia, Biro Riset Ekonomi, Bank Indonesia.

Białkowski, J., Etebari, A., & Wisniewski, T. P. (2012). Fast profits : Investor sentiment and stock returns during Ramadan Je, 36, 835–845.

https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2011.09.014

Bodie, Zvi., Alex Kane, dan Alan J, Marcus (2007), Essentials of Investments, 6th Edition: Mc Graw Hill.

Bodie, Zvi., Alex Kane, dan Alan J, Marcus (2011), Investments and Portofolio Management, 9th Edition: Mc Graw Hill.

Eliyawati, W. Y. (2014). Penerapan Model Garch (Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) Untuk Menguji Pasar Modal Efisien Di Indonesia (Studi pada Harga Penutupan (Closing Price) Indeks Saham LQ 45 Periode 2009-2011), 7(2), 1–10.

Fama, E. F. (1970). Efficient Capital Markets: a Review of Theory and Empirical Work. The Journal of Finance. https://doi.org/10.1111/j.1540- 6261.1970.tb00518.x

Firmansyah, Erry. (2010). Metamorfosa Bursa Efek. Edisi Pertama. Jakarta : Bursa Efek Indonesia 2010.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21.

Edisi Ketujuh. Semarang: Universitas Diponegoro.

Gujarati, D. N. (2007). Dasar-Dasar Ekonometrika (3 ed.). Jakarta: Erlangga.

Gumanti, T. A., & Utami, E. S. (2002). Bentuk Pasar Efisiensi Dan Pengujiannya.

Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 4, 54–68.

Halari, A., Tantisantiwong, N., Power, D. M., & Helliar, C. (2015). Islamic Calendar Anomalies: Evidence from Pakistani Firm-Level Data. Quarterly Review of Economics and Finance.

https://doi.org/10.1016/j.qref.2015.02.004

Horne, James C. Van dan John M. Wachowicz. (2005). Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, Salemba Empat, Jakarta

Husain, F. (1998). A Seasonality in the Pakistani Equity Market : The Ramadhan Effect, 1(Spring), 77–81.

Husnan, Suad (2005), Dasar-Dasar Teori Portofolio Dan Analisis Sekuritas, Edisi Kelima, Penerbit UPP AMP YKPN, YogYakarta.

Jogiyanto, HM (2013) Teori Portofolio Dan Analisis Investasi, Edisi Kedelapan, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Jones, Charles P. (2014). Investment Principles and Concepts (12 ed.). Singapore:

John Willey & Sons, Inc.

Khajar, I. (2008). Pengujian Efisiensi dan Peningkatan Efisiensi Bentuk Lemah Bursa Efek Indonesia Pada Saat dan Sesudah Krisis Moneter Pada Saham-Saham LQ- 45, (3), 144–164.

Küçüksille, E., & Özmutaf, M. N. (2015). Is There Ramadan Effect in Turkish Stock Market ?, (3), 137–142.

Maulida, F. A., & Vidyamukti, R. (2012). Pengujian Efisiensi Pasar Bentuk Setengah Kuat Terhadap Pelaksanaan Stock Split Periode 2007-2011 Di Bursa Efek Indonesia.

Mustafa, K. (2008). The Islamic Calendar Effect in Karachi Stock Market, 1–13.

Nachrowi, D N dan Usman, H. (2006). Pendekatan Populer Dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi Dan Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI

Nofsinger, J. R. (2003). Social Mood and Financial Economics. The Journal of Behavioral Finance, 6(3), 129–143. https://doi.org/10.1207/s15427579jpfm0603 Ricciardi, V., & Simon, H. K. (2000). What is Behavioral Finance? The Business, Education and Technology Journal, 2(2), 26–34.

https://doi.org/10.1063/1.882926

Sarwoko. (2005). Dasar-Dasar Ekonometrika. Yogyakarta: Andi

Sekaran, U., & Bougie, R. (2010). Research Methods For Business: A Skill Building Approach, Fifth Edition. West Sussex: John Wiley & Sons Ltd.

Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Subramanyam,K.R., Wild, John J. (2010). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta:

Salemba Empat.

Syarifatul, A. (2015). Reaksi Abnormal Return Dan Trading Volume Activity Terhadap Ramadhan Effect ( Studi pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2014 ), 27(1), 1–10.

Tandelilin, Eduardus. (2010). Portofolio dan Investaso: Teori dan Aplikasi. Kanisius, Yogyakarta.

Tangjitprom, N. (2011). The Calendar Anomalies of Stock Return in Thailand.

Journal of Modern Accounting and Auditing, 7(6), 565–577.

Vachhrajani, H., Desai, J., & Desai, K. (2014). The “ Monsoon Effect ” in Indian Equity Market, 1–28.\ Winarno, W. W. (2011). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Winarno, W. W. (2011). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews.

Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Yuniati, R. A. N. (2014). Ramadan Anomaly Effect Pada Jakarta Islamic Index Berdasarkan Perspektif Behavioral Finance Theory, XIX(1), 60–72.

http://www.bps.go.id/index.php/publikasi/1177 diakses pada 2 Mei 2016 pukul 09.10 WIB

http://www.idx.co.id/id-id/beranda/publikasi/statistik.aspx diakses pada tanggal 20 Juni 2015 pada pukul 10.30 WIB

http://www.idx.co.id/id-id/beranda/informasi/bagiinvestor/indeks.aspx diakses pada tanggal 16 Mei 2016 pukul 10.00 WIB

http://finance.yahoo.com/quote/%5EJKSE/history?period1=1161882000&period2=1 444669200&interval=1d&filter=history&frequency=1d. Diakses pada Tanggal 20 Juni 2015 pukul 10.00 WIB

http://www.datacon.co.id/PasarModal1-2009.html

Dokumen terkait