Judul Skripsi: Analisis Dampak Sponsorship Event dan Iklan Terhadap Brand Image Produk Rokok Sampoerna A Mild. Penulis ingin mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Dampak Sponsorship Event dan Iklan Terhadap Brand Image Produk Rokok Sampoerna A Mild”. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi dampak Event Sponsorship dan Iklan Brand Image Sampoerna A Mild.
HM Sampoerna Tbk.”, hasil yang dicapai bahwa brand image rokok Sampoerna A-mild di mata konsumen dapat dikatakan cukup baik, namun tidak terdapat pengaruh antara sponsorship event terhadap brand image rokok HM Sampoerna. Atas dasar itulah penulis ingin melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Sponsor Acara dan Iklan Terhadap Citra Merek Rokok PT Sampoerna A Mild.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perumusan Masalah
Pembatasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan Skripsi
LANDASAN TEORITIS
Tinjauan Pustaka
- Brand Image
- Marketing Communication
- Event Sponsorship
- Advertising
Keterkaitan antar Variabel Penelitian
- Hubungan Event Sponsorship denganBrand Image
- Hubungan Advertising dengan Brand Image
Penelitian Terdahulu
Rerangka Pemikiran dan Hipotesis
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis dan Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau menggambarkan sesuatu, baik itu ciri-ciri maupun fungsinya (Malhotra, 2004). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak sponsorship acara dan iklan terhadap citra merek Rokok Sampoerna A Mild. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Cross Sectional, yaitu desain penelitian berupa pengumpulan data dari suatu sampel tertentu yang dilakukan hanya satu kali saja (Malhotra, 2004), atau lebih tepatnya Single Cross Sectional, dimana kegiatan pengumpulan data dilakukan. hanya dari satu responden pada satu waktu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang akan menguji pengaruh sponsorship event dan periklanan terhadap brand image Rokok Sampoerna A Mild secara umum.
Populasi dan Sampel
- Sampel Unit
- Metode Pengambilan Sampel
Jenis metode non-probability sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dimana peneliti memilih sampel secara purposif secara subyektif dan pertimbangan tertentu digunakan dalam pemilihan sampel yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian yang dikembangkan (Ferdinand, 2006). Peneliti memilih menggunakan metode ini karena memahami bahwa informasi yang diperlukan dapat diperoleh dari kelompok sasaran tertentu yang mampu memberikan informasi yang diinginkan yaitu. Responden mengetahui adanya iklan rokok Sampoerna A Mild “Go Ahead” baik di televisi, media cetak maupun media sosial (billboard).
Definisi Operasional
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengolahan Data
- Uji Statistik Deskriptif
- Uji Validitas dan Reabilitas
- Uji Asumsi Klasik
Uji instrumen yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah menguji validitas dan reliabilitas kuesioner yang akan digunakan sebagai alat pengukuran. Bartlett's Test of Sphericity, merupakan uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis bahwa variabel tidak berkorelasi dengan populasi. Nilai MSA yang lebih besar dari 0,50 menunjukkan bahwa variabel tersebut masih dapat diprediksi dan dapat dianalisis lebih lanjut.
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi suatu alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika dilakukan pengukuran berulang kali (Dwi Priyatno, 2008). Tujuan uji normalitas adalah untuk memeriksa apakah variabel terikat dan variabel bebas dalam suatu model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang mempunyai sebaran data normal atau mendekati normal. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguji normalitas adalah uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memeriksa apakah terdapat korelasi antar variabel independen (variabel bebas) dalam model regresi.
Dalam penelitian ini, teknik untuk mengetahui adanya multikolinearitas pada model regresi dapat dilihat dari nilai toleransi dan Variance Inflation Factor (VIF). Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak ada heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji Glejser. Uji Glejser menyarankan regresi nilai absolut dari residual pada variabel independen (Gujarati, 2003). Jika variabel independen secara statistik berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu nilai Ut Absolut (AbsUt), maka terdapat indikasi heteroskedastisitas (Ghozali, 2005). Uji autokorelasi digunakan untuk melihat apakah terdapat hubungan linier antara kesalahan suatu rangkaian pengamatan dengan waktu (time series data).
Pada penelitian ini tidak dilakukan uji autokorelasi karena data yang digunakan pada penelitian ini termasuk data cross sectional dan tidak akan mempengaruhi hasil uji regresi berganda.
Teknik Pengujian Regresi
- Teknik Regresi Linear Berganda
- R square
- Uji Koefisien Regresi Parsial (Uji t)
- Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama (Uji F)
Dalam model regresi, R square digunakan untuk mengukur sejauh mana model mampu menjelaskan variasi variabel dependen (Ghozali, 2001). Secara umum, R-kuadrat untuk data cross-sectional relatif rendah. Untuk regresi berganda, nilai R squared yang diamati adalah Adjusted R Squared, bukan Rsquared, karena nilai Adjusted R Squared dapat bertambah atau berkurang jika ditambahkan variabel independen ke dalam model regresi (Ghozali, 2001). Menurut Ghozali (2005), uji t-statistik pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh suatu variabel independen secara individu dalam menjelaskan variabel dependen. Artinya secara parsial variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Artinya secara parsial variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak (Dwi. Priyatno, 2008).
Hipotesis Penelitian
Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel 4.7 terlihat bahwa seluruh indikator pada variabel Event Sponsorship, Advertising dan Brand Image mempunyai Kaiser Meyer-Olkin (KMO), Measure of Sampling Adequacy (MSA) dan matriks komponen faktor loading nilai lebih besar dari 0,5. Berdasarkan uji validitas tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator pada variabel sponsorship acara, periklanan dan citra merek mempunyai nilai pemuatan faktor matriks komponen Kaiser Meyer-Olkin (KMO), Measure of Sampling Adequacy (MSA) lebih dari 0,5. Berdasarkan hasil pada tabel 4.10 dapat diambil kesimpulan yaitu berdasarkan analisis yang telah dilakukan untuk hasil koefisien Cronbach’s Alpha seluruh variabel untuk masing-masing Event Sponsorship sebesar 0,830, Advertising sebesar 0,737 dan Brand Image sebesar 0,738.
Persamaan regresi ini menjelaskan pengaruh antara variabel dependen Event Sponsorship dan Advertising terhadap variabel independen Sampoerna A Mild Brand Image. Berdasarkan tabel 4.11 di atas terlihat nilai kepentingan peristiwa sebesar 0,146; untuk Periklanan 0,054; dan untuk citra merek sebesar 0,079. Dengan demikian, jika Sampoerna A Mild melakukan perubahan positif dalam Sponsor Acara, maka akan berdampak langsung pada peningkatan brand image.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti ingin memberikan gambaran lebih detail yang dituangkan dalam implikasi manajemen, yang bertujuan untuk memberikan pertimbangan untuk membantu perusahaan meningkatkan brand image Sampoerna A Mild dilihat dari variabel Event Sponsorship dan Advertising. Pada variabel Citra Merek terdapat dua indikator yang mempunyai nilai mean rendah yaitu indikator atribut produk dan indikator kepribadian merek. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa variabel Periklanan mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap variabel terikat Citra Merek.
Hal ini juga sesuai dengan uji T yang dilakukan sebelumnya, dimana variabel Iklan berpengaruh terhadap citra merek sedangkan Sponsor Acara tidak berpengaruh terhadap citra merek.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
- Profil Perusahaan
- Poduk Sampoerna A Mild
- Event A Mild Wanted
Sampoerna memproduksi sejumlah merek rokok kretek ternama, seperti A Mild, Sampoerna Kretek dan Dji Sam Soe.PT. Tujuan Sampoerna adalah memberikan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan selalu mencari tahu apa yang diinginkan konsumen, dan menyediakan produk yang dapat memenuhi harapannya. Sampoerna telah mendapatkan reputasinya atas kualitas, inovasi, dan keunggulan. Visi Sampoerna digambarkan dengan “Filosofi Tiga Tangan”. Ketiga Tangan yang masing-masing mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra usaha, serta masyarakat luas merupakan tiga kelompok kepentingan yang harus dianut oleh Perusahaan guna mencapai tujuan menjadi Perusahaan. perusahaan paling terkemuka di Indonesia.
Kesuksesan Sampoerna tidak lepas dari dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam memberikan kontribusi, kami fokus pada kegiatan pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana dan kegiatan sosial karyawan. Pada tahun 2011, Sampoerna menguasai pangsa pasar sebesar 31,1% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan Hasil Audit Nielsen Retail Setahun Penuh 2011. 34;Sampoerna") dan anak perusahaannya memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan rokok di Indonesia, yang meliputi rokok kretek lintingan , rokok kretek mesin dan rokok putih. Rokok kretek menguasai sekitar 92% pasar rokok di Indonesia. Merek rokok kretek Sampoerna antara lain Dji Sam Soe, A Mild, Sampoerna Kretek dan U Mild.
Berkat fokus dan investasi pada portofolio merek, pada tahun 2011 kelompok merek inti perusahaan berhasil mempertahankan posisinya di antara 15 merek rokok teratas di Indonesia dan kami berhasil meningkatkan pangsa pasar hingga 31,1%. Grup merek Sampoerna A, yang mencakup merek terkemuka Sampoerna AMild, mempertahankan posisinya sebagai merek rokok nomor satu di Indonesia, di tengah kuatnya pertumbuhan segmen SKM LTLN yang terjangkau. Sampoerna A Mild yang termasuk dalam kategori rokok kretek ringan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1988. A Mild memiliki dua jenis varian yaitu A Mild dan A Mild Mentho.
EventA Mild Wanted telah hadir selama lima tahun, dimulai pada tahun 2007, dan telah melahirkan nama-nama besar di industri musik tanah air.
Data Penelitian dan Analisa Data
- Data Penelitian
- Deskripsi Profil Responden
Iklan yaitu Bermakna, Khas, dan Kredibel masing-masing mempunyai nilai faktor sebesar 0,868 sehingga dinyatakan valid. Sedangkan untuk variabel Citra Merek, indikator permintaannya adalah Fitur Produk (0,893), Manfaat Konsumen (0,838), dan Fitur Produk. Kepribadian (0,706), sehingga dianggap valid. Untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel Sponsor Acara dan Iklan secara terpisah terhadap citra merek digunakan uji t pada Tabel 4.15. Pengaruh iklan dan citra merek menunjukkan bahwa penggunaan iklan cukup efektif dalam membentuk citra merek.
Dari uji ANOVA atau uji F diperoleh Sig sebesar 0,000 yang berarti angka tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara Event Sponsorship dan Advertising secara bersama-sama (simultan) terhadap Brand Image. Koefisien regresi ES sebesar 0,245 dan bertanda positif menunjukkan bahwa variabel Sponsor Acara berbanding lurus dengan Citra Merek. Koefisien regresi AD sebesar 0,568 dan bertanda positif menunjukkan bahwa variabel Periklanan berbanding lurus. Setiap kenaikan satu satuan pada variabel ES (Event Sponsorship) dapat meningkatkan brand image sebesar 0,254 dengan asumsi variabel lain tetap.
Setiap peningkatan satu satuan pada variabel AD (Periklanan) dapat meningkatkan citra merek sebesar 0,568, dengan menganggap variabel lain konstan. Dengan demikian, jika Sampoerna A Mild melakukan perubahan positif pada iklannya, maka akan berdampak langsung pada peningkatan citra mereknya. Melalui artikel ini, peneliti selanjutnya dapat menggunakan artikel ini sebagai bahan praktis dan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya, selain itu dapat digunakan sebagai perbandingan dan generalisasi perusahaan lain melalui sponsorship acara, periklanan dan citra merek.
Untuk penelitian selanjutnya penulis dapat menggunakan keputusan pembelian atau loyalitas konsumen sebagai variabel terikat lebih lanjut yang dipengaruhi oleh Citra Merek dan juga sponsorship acara dan periklanan sebagai variabel bebas.
Analisis Hasil Data Penelitian
- Analisis Deskripif
- Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Linear Berganda
Implikasi Manajerial
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan penulis pada bab sebelumnya, maka dapat kita simpulkan sebagai berikut. Acara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah acara pencarian bakat musik bertajuk “A Mild Live Wanted 2012”. Iklan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah iklan edisi A Mild “Go Ahead” yang berupa media televisi, media cetak, dan media luar angkasa (billboard).
Kesimpulan penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya pada Tabel 2.2. Kesimpulannya adalah variabel Event Sponsorship tidak berpengaruh terhadap brand image rokok Samperna A Mild, sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tristania Widiati (2008). Samperna A Mild, sesuai dengan temuan penelitian Septa Adi Sasetyo (2012), Heri Satrya Wangsa (2008) dan juga Muhammad Imanudin (2001).
Saran