PENDAHULUAN
Masalah Penelitian
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
Apakah dana hibah umum mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten? Apakah pajak daerah, retribusi daerah dan dana hibah umum secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan menjadi bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam menulis artikel ilmiah serta memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pajak daerah, retribusi daerah dan sarana umum alokasi belanja daerah.
Sistematika Penulisan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa pajak daerah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah oleh Pemerintah Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga terlihat bahwa Dana Alokasi Umum (DAU) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten.
LANDASAN TEORI
Pendapatan Asli Daerah
Menurut Halim (2008:96), pendapatan asli daerah (PAD) adalah seluruh pendapatan daerah yang berasal dari sumber daya ekonomi asli daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah seluruh pendapatan daerah yang bersumber dari sumber daya ekonomi asli daerah.
Pajak Daerah
- Definisi Pajak Daerah
- Jenis-Jenis Pajak Daerah
- Jenis-Jenis Pajak Kabupaten atau Kota
- Subjek dan Wajib Pajak Kab. atau Kota
- Objek Pajak Kabupaten atau Kota
- Tarif Pajak Kabupaten atau kota
Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang menjadi konsumen tenaga listrik dan/atau pengguna tenaga listrik. Badan Pajak Pengambilan Mineral Kelas C adalah orang perseorangan atau badan yang melakukan pengambilan mineral kelas C.
Retribusi Daerah
- Definisi Retribusi Daerah
- Jenis-Jenis Retribusi Daerah
- Subjek Retribusi Daerah
- Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif
Pajak atas jasa usaha masing-masing berupa jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut asas komersial. Jenis-jenis pungutan jasa usaha adalah: pajak penggunaan kekayaan daerah, pajak pasar grosir dan/atau pertokoan, pajak tempat pelelangan, retribusi terminal, pajak tempat parkir khusus, pajak perumahan atau wisma atau cottage, pajak pembersihan pemandian. , pajak rumah potong hewan, biaya pelayanan kepelabuhanan kapal, pajak tempat hiburan dan olah raga, pajak penyeberangan perairan, pajak pengelolaan limbah cair, pajak penjualan hasil produksi usaha daerah. Jenis pajak perizinan tertentu adalah: pajak izin mendirikan bangunan, pajak izin gangguan, pajak izin jalan, dan pajak izin penjualan minuman keras.
Retribusi pelayanan publik didasarkan pada kebijakan daerah dengan mempertimbangkan biaya penyelenggaraan pelayanan, kapasitas masyarakat, dan aspek keadilan. Remunerasi atas jasa dunia usaha didasarkan pada tujuan memperoleh keuntungan yang cukup, serupa dengan keuntungan yang diperoleh pengusaha swasta sejenis yang beroperasi secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. Biaya izin tertentu didasarkan pada tujuan untuk menutupi sebagian atau seluruh biaya pengurusan izin terkait.
Dana Alokasi Umum
Kebutuhan fiskal sama dengan kapasitas fiskal Kebutuhan fiskal = Rp 100 miliar Kapasitas fiskal = Rp 100 miliar Alokasi dasar = Rp 50 miliar. Dalam hal kesenjangan fiskal negatif, besaran Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima daerah sama dengan alokasi dasar setelah memperhitungkan kesenjangan fiskal.
Belanja Daerah
- Definisi Belanja Daerah
- Klasifikasi Belanja Daerah
Kelompok belanja tidak langsung adalah belanja yang dianggarkan dan tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Kelompok belanja tidak langsung dibagi berdasarkan jenis belanja yang terdiri atas belanja pegawai, bunga, hibah, subsidi, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tak terduga.
Kelompok belanja langsung dibagi menurut jenis belanjanya, yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja investasi. Dana investasi adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Yang dimaksud dengan transfer adalah pengeluaran uang oleh entitas pelapor lainnya, misalnya belanja dana perimbangan pemerintah pusat dan dana bagi hasil pemerintah daerah.
Penelitian Terdahulu
Hasil hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial variabel pajak daerah berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah dan variabel pajak daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah. Penelitian yang dilakukan Panggabean (2009) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) terhadap belanja daerah di Kabupaten Toba Samosir. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2010) bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Distribusi Umum (DAU) terhadap Alokasi Belanja Daerah pada Daerah atau Kota di Jawa Tengah.
Pajak daerah secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan, sedangkan bea daerah tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi daerah. Daerah dan Dana Alokasi Umum dalam Alokasi Belanja Daerah pada Daerah atau Kota di Jawa Tengah. Dana Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah.
Rerangka Pemikiran
Hipotesis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pajak Daerah, Pajak Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama terlihat bahwa pajak daerah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten. Berdasarkan hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa pajak daerah berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten.
Berdasarkan Tabel 4.10, rata-rata total belanja daerah pemerintah kabupaten atau kota di Provinsi Banten adalah sebesar Rp. Berdasarkan Tabel 4.10, rata-rata total retribusi daerah pemerintah kabupaten atau kota di Provinsi Banten adalah Rp. Berdasarkan Tabel 4.10, rata-rata total dana alokasi umum pemerintah kabupaten atau kota di provinsi Banten adalah Rp.
METODOLOGI PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 4 kabupaten dan 2 kota yang diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode purposive sampling merupakan suatu metode pengambilan sampel dimana sampel dipilih berdasarkan kriteria yang sesuai. data yang diperlukan untuk penelitian.
Metode Pengumpulan Data
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data sekunder adalah pengumpulan dokumentasi berupa buku, peraturan perundang-undangan, jurnal, laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah, artikel di internet, dan penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. Selain itu, peneliti juga mengumpulkan data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan dan juga dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten.
Operasional Variabel
- Variabel Bebas
- Variabel Terikat
Selain itu, peneliti juga mengumpulkan data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Anggaran, Kementerian Keuangan dan juga dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten. a) Pajak daerah. Pajak daerah merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah (Mardiasmo, 2006:6). b) Pajak daerah. Retribusi Daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau izin tertentu yang khusus diberikan dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi atau perusahaan (Mardiasmo c) Dana Alokasi Umum.
Dana Alokasi Umum (DAU) adalah dana yang diperoleh dari pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dialokasikan dengan tujuan untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi ( Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004). Variabel terikat atau dependen adalah variabel yang memberikan reaksi atau tanggapan apabila dikaitkan dengan variabel bebas (Sarwono, 2006:54). Belanja Daerah sesuai UU No. 33 Tahun 2004 terdiri dari seluruh kewajiban daerah yang diakui sebagai penurunan nilai kekayaan bersih pada periode tahun anggaran yang bersangkutan.
Metode Analisis Data
- Teknik Pengolahan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik Pengujian Hipotesis
- Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Uji F (simultan atau serentak)
- Uji t (pengujian parsial)
- Uji R ² (Koefisien Determinasi)
Nilai dana alokasi umum tertinggi pada kabupaten atau kota di provinsi Banten adalah Rp, yaitu untuk pemerintah kabupaten tangerang. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Banten harus lebih meningkatkan dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah yang berasal dari pajak daerah. Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua terlihat bahwa pajak daerah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah atau kota di Provinsi Banten.
Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Banten harus lebih meningkatkan dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah yang berasal dari pajak daerah. Berdasarkan Tabel 4.10, rata-rata total pajak daerah pemerintah kabupaten dan kota di provinsi Banten adalah Rp. Seluruh variabel independen yaitu pajak daerah, retribusi daerah dan dana alokasi umum secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah pemerintah kabupaten atau kota di provinsi Banten.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pembahasan Hasil Penelitian
- Hasil Pengolahan Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Regresi Linier Berganda
- Pengujian Persamaan Model Regresi
- Uji F (Simultan atau serentak)
- Uji t (Uji parsial) dan Uji Hipotesis
- Uji Koefisien Determinasi
Nilai belanja daerah tertinggi pada Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah Rp yaitu pada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Nilai belanja daerah terendah pada Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah Rp yaitu pada Pemerintah Kota Cilegon. Nilai pajak daerah tertinggi pada Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah Rp yaitu pada Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Nilai retribusi daerah tertinggi pada kabupaten atau kota di Provinsi Banten yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah Rp yaitu pada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Rata-rata (mean) Dana Hibah Umum seluruh Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah Rp. Nilai terendah Dana Alokasi Umum Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten adalah Rp yaitu pada Pemerintah Kota.
Implikasi Manajerial
- Pengaruh Pajak Daerah terhadap Belanja Daerah
- Pengaruh Retribusi Daerah terhadap Belanja Daerah
- Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap
- Implikasi Manajerial Masing-Masing Variabel
- Belanja Daerah
- Pajak Daerah
- Retribusi Daerah
- Dana Alokasi Umum
Rata-rata jumlah belanja daerah terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang. Rata-rata jumlah belanja daerah terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang, dan Cilegon. Rata-rata total pajak daerah terendah berasal dari pemerintah Lebak, Pandeglang, dan Serang.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum mampu mandiri dalam membiayai belanja daerahnya jika dilihat dari pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak daerah dibandingkan dengan pemerintah Kabupaten atau Kota lain di Provinsi Banten. Rata-rata total dana alokasi umum terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang, dan Lebak. Dana Alokasi Umum dalam pembiayaan belanja daerah dilihat dari pendapatan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota lain di Provinsi Banten.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Pemerintah daerah berupaya untuk lebih menggali dan mengoptimalkan tingkat Pendapatan Asli Daerah masing-masing yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber pendanaan utama. Bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang, agar Pemerintah Kota Tangerang dan Cilegon lebih menggali dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah yang bersumber dari retribusi daerah. Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Atau Kota Di Sumatera Utara”, Tesis Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Daerah Di Kabupaten Toba Samosir”, Tesis Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Dana Alokasi Umum (GAF) Terhadap Alokasi Belanja Daerah Pada Pemerintahan Kabupaten Atau Kota Di Pusat Java", Tesis Akuntansi, Universitas Diponegoro. Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Alokasi Belanja Modal Pada Pemerintahan Kabupaten Atau Kota Di Sumatera Utara”, Tesis Akuntansi Universitas Sumatera Utara.