• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Manajerial Masing-Masing Variabel

BAB 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.3. Implikasi Manajerial

4.3.4 Implikasi Manajerial Masing-Masing Variabel

Implikasi Manajerial masing-masing variabel (dalam jutaan rupiah)

Varia bel

Rata-rata Kab/Kota di Banten

Rata-rata per Kabupaten atau Kotamadya Kab. Lebak Kab.

Pandeglang

Kab.

Serang

Kab.

Tangerang

Kota.

Cilegon

Kota.

Tangerang BD 786.120.1 613.376,8 624.754,1 767.327,4 1.411.600,5 447.604,4 857.657,3 PD 52.938,7 5.629,4 4.602,8 32.148,1 110.642,9 71.001,7 93.607,4 RD 38.686,2 24.925,6 15.630,2 53.646,9 93.132,7 19.336,9 24.845,2 DAU 460.598,9 476.917,2 499.232,2 556.962,8 656.064,0 209.355,4 365.061,6 Sumber: DJPK, Data diolah

4.3.4.1 Belanja Daerah (BD)

Berdasarkan Tabel 4.10 total rata-rata untuk Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten sebesar Rp 786.120.100.000. Total rata-rata untuk Belanja Daerah terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kotamadya Tangerang. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kotamadya Tangerang telah mampu dengan baik dalam menyelenggarakan pemerintahan dan melakukan kegiatan pembangunan di daerah yang berdampak lebih meningkatnya pelayanan dan kesejahteraan masyarakat daerah tersebut dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya lain di Provinsi Banten. Oleh karena pengeluaran belanja daerah untuk Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kotamadya Tangerang, maka Pemerintah Kabupaten dan Kotamadya Tangerang memerlukan dana yang sangat besar juga untuk mengolasikan ke belanja daerahnya. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten dan Kotamadya Tangerang harus lebih menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerahnya, yakni yang berasal dari Pajak Daerah dan Retribusi

Daerahnya. Selain itu, Pemerintah Kabupaten dan Kotamadya Tangerang akan mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah Pusat berupa Dana Perimbangan yang salah satunya berasal dari Dana Alokasi Umum. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten dan Kotamadya Tangerang harus lebih mengutamakan sumber dananya yang berasal dari Pendapatan Asli Daerahnya itu sendiri dibandingkan dengan dana bantuan dari Pemerintah Pusat supaya Pemerintah Kabupaten dan Kotamadya Tangerang lebih mandiri dalam menjalankan segala kegiatannya sehingga prinsip kemandirian dalam otonomi daerah dapat tercapai.

Berdasarkan tabel 4.10 total rata-rata terendah untuk Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten yakni, berasal dari Pemerintah Kotamadya Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Hal ini, mengindikasikan bahwa dana yang dialokasikan untuk belanja daerah ke Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya tersebut masih kurang dibandingkan dengan Kabupaten Tangerang dan Kotamadya Tangerang. Oleh karena itu, Pemerintah Kotamadya Cilegon serta Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang harus lebih bekerja keras untuk menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber Penerimaan daerahnya terutama yang berasal dari Pendapatan Asli Daerahnya seperti dari pajak daerah dan retribusi daerahnya, agar tingkat pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di Pemerintah Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang meningkat.

4.3.4.2 Pajak Daerah (PD)

Berdasarkan Tabel 4.10 total rata-rata untuk Pajak Daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten sebesar Rp 52.938.730.000. Total rata-rata untuk Belanja Daerah terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kotamadya Tangerang serta Cilegon. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kotamadya

Tangerang dan Cilegon telah mampu untuk mandiri dalam membiayai belanja daerahnya jika dilihat dari Pendapatan yang berasal dari Pajak Daerahnya dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya lainnya di Provinsi Banten. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten dan Kotamadya Tangerang serta Kotamadya Cilegon harus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerahnya lagi yang berasal dari pajak daerah, supaya Pemerintah Daerah tersebut tidak terlalu bergantung dengan dana bantuan dari Pemerintah Pusat dalam membiayai belanja Pemerintah Daerahnya tersebut.

Berdasarkan Tabel 4.10 total rata-rata untuk Pajak Daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten sebesar Rp 52.938.730.000. Total rata-rata untuk Pajak Daerah terendah berasal dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah tersebut belum mampu untuk mandiri dalam membiayai belanja daerahnya jika dilihat dari Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari Pajak Daerah dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya lainnya di Provinsi Banten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang harus lebih bekerja ekstra keras untuk menggali dan mengoptimalkan Penerimaan daerahnya terutama yang berasal dari Pendapatan Asli Daerahnya yang berasal dari Pajak Daerah dengan cara melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi.

4.3.4.3 Retribusi Daerah (RD)

Berdasarkan Tabel 4.10 total rata-rata untuk Retribusi Daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten sebesar Rp 38.686.240.000. Total rata-rata untuk Retribusi Daerah terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Serang. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Serang telah mampu untuk

mandiri dalam membiayai belanja daerahnya jika dilihat dari Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari Retribusi Daerah jika dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya lainnya di Provinsi Banten. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Serang harus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerahnya yang berasal dari retribusi daerah lagi, supaya Pemerintah Daerah tersebut tidak terlalu bergantung dengan dana bantuan dari Pemerintah Pusat dalam membiayai belanja Pemerintah Daerahnya tersebut.

Berdasarkan Tabel 4.10 total rata-rata untuk Retribusi Daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten sebesar Rp 38.686.240.000. Total rata-rata untuk Retribusi Daerah terendah berasal dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Lebak Kotamadya Tangerang dan Cilegon. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah tersebut belum mampu untuk mandiri dalam membiayai belanja daerahnya jika dilihat dari Pendapatan yang berasal dari Rertibusi Daerahnya dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya lainnya di Provinsi Banten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Kotamadya Tangerang serta Cilegon harus lebih bekerja ekstra keras untuk menggali dan mengoptimalkan Penerimaan daerahnya terutama yang berasal dari Pendapatan Asli Daerahnya yang berasal dari Retribusi Daerah dengan cara melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi.

4.3.4.4 Dana Alokasi Umum (DAU)

Berdasarkan Tabel 4.10 total rata-rata untuk Dana Alokasi Umum Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten sebesar Rp 460.598.900.000. Total rata-rata untuk Dana Alokasi Umum terbesar berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak masih bergantung terhadap dana bantuan dari Pemerintah Pusat yang berasal dari

Dana Alokasi Umum dalam membiayai belanja daerahnya jika dilihat dari Pendapatan yang berasal dari Dana Alokasi Umum dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya lainnya di Provinsi Banten. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak harus lebih menggali dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerahnya, supaya Pemerintah Daerah tersebut tidak terlalu bergantung dengan dana bantuan dari Pemerintah Pusat dalam membiayai belanja Pemerintah Daerahnya tersebut.

Berdasarkan Tabel 4.10 total rata-rata untuk Dana Alokasi Umum Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten sebesar Rp 460.598.900.000. Total rata-rata untuk Dana Alokasi Umum terendah berasal dari Pemerintah Kotamadya Cilegon dan Tangerang. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Daerah tersebut lebih mampu untuk mandiri dalam membiayai belanja daerahnya dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya lainnya di Provinsi Banten, maka prinsip kemandirian dalam otonomi daerah dapat tercapai.

Bab V

Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan rangkaian proses penelitian, maka dapat diperoleh jawaban atas perumusan masalah sebagai berikut :

1. Pajak daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten.

2. Retribusi daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten.

3. Dana Alokasi Umum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten.

4. Seluruh variabel independen yaitu pajak daerah, retribusi daerah serta dana alokasi umum secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian serta kesimpulan, maka saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah:

1) Bagi Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten

Bagi Pemerintah Daerah berusaha untuk lebih menggali dan mengoptimalkan tingkat Pendapatan Asli Daerahnya masing-masing yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber utama pendanaan. Khususnya, bagi Pemerintah

Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang harus lebih menggali dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya yang berasal dari pajak daerah dengan cara melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kotamadya Tangerang dan Cilegon harus lebih menggali dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerahnya yang berasal dari retribusi daerah. Bagi Pemerintah Kabupaten atau Kotamadya di Provinsi Banten harus menjadikan Dana Alokasi Umum sebagai dana pendukung untuk membiayai belanja daerahnya sehingga dengan semakin besarnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dalam hal ini berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber utama pendanaan dan didukung dengan Dana Alokasi Umum yang didapatkan, maka tingkat kemampuan daerah untuk memenuhi kewajiban dan kebutuhan daerahnya yang bersumber dari ketiga faktor tersebut juga akan semakin tinggi serta juga prinsip kemandirian dalam otonomi daerah dapat tercapai.

2) Bagi penelitian selanjutnya:

a. Bagi penelitian selanjutnya disarankan agar memasukkan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi belanja daerah seperti misalnya, pendapatan dari perusahaan milik daerah (BUMD) serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah.

b. Bagi penelitian selanjutnya disarankan agar variabel dari total belanja daerah dipisah menjadi dua variabel yakni, variabel belanja langsung dan variabel belanja tidak langsung.

Daftar Pustaka

Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Halim, Abdul. 2008. Akuntansi Keuangan Daerah. –Cetakan Ketiga- Jakarta: Salemba Empat.

Indonesia Banking School. 2010. Pedoman dan Teknik Penyusunan Skripsi. Edisi Kedua.

Jakarta.

Mardiasmo. 2006. Perpajakan. Edisi Revisi, C.V. Andi Offset.

Pakpahan, Rolan. (2009). “Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Belanja Daerah Pemerintahan Kabupaten atau Kotamadya di Sumatera Utara”, Skripsi Akuntansi, Universitas Sumatera Utara.

Panggabean, Henri Edison. (2009). “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah di Kabupaten Toba Samosir”, Thesis Akuntansi, Universitas Sumatera Utara.

Rahmawati, Nur Indah. (2010). “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Alokasi Belanja Daerah pada Pemerintah Kabupaten atau Kota di Jawa tengah”, Skripsi Akuntansi, Universitas Diponegoro.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 34 tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Republik Indonesia, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Edisi Pertama- Yogyakarta : Penerbit Graha Ilmu.

Sekaran, Uma. 2006. Research Methods for Business: A Skill Building Approach. 3rd Edition.

New York. John Willey and Sons Inc.

Sidik, Machfud. (2002). Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam rangka meningkatkan Kemampuan Keuangan Daerah. Orasi Ilmiah dengan Thema “Strategi Meningkatkan Kemampuan Keuangan daerah Melalui Penggalian Potensi Daerah Dalam Rangka Otonomi Daerah” Acara Wisuda XXI STIA LAN Bandung Tahun Akademik 2001/2002 - di Bandung

Sianturi, Agave. (2010). “Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pengalokasian Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten atau Kota di Sumatera Utara”, Skripsi Akuntansi, Universitas Sumatera Utara.

Sugiyono. 2009. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Widardjono, Agus. 2007. Ekonometrika : Teori dan Aplikasi untuk Ekonomi dan Bisnis. Edisi Kedua. Yogyakarta : Penerbit EKONISIA.

Winarno, Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews. Edisi Kedua. UPP STIM YKPN.

www.djpk.depkeu.go.id www.banten.bps.go.id www.bantenprov.go.id www.bkn.go.id

Daftar Lampiran

1) Data Variabel Penelitian (dalam jutaan rupiah) Kabupaten atau

Kotamadya Tahun

belanja daerah

pajak daerah

retribusi daerah

dana alokasi umum Kabupaten Lebak 2009 851,163.00 7,312.00 45,502.00 576,191.00 Kabupaten Lebak 2008 559,467.00 5,809.00 27,376.00 554,305.00 Kabupaten Lebak 2007 705,214.00 5,792.00 18,975.00 507,640.00 Kabupaten Lebak 2006 564,769.80 5,146.51 17,930.56 458,050.00 Kabupaten Lebak 2005 368,270.47 4,087.30 14,844.37 288,400.00 Kabupaten Pandeglang 2009 726,107.00 5,337.00 24,171.00 618,800.00 Kabupaten Pandeglang 2008 639,649.00 5,337.00 29,931.00 580,210.00 Kabupaten Pandeglang 2007 783,260.00 4,789.00 8,248.00 524,411.00 Kabupaten Pandeglang 2006 601,844.52 3,524.40 7,427.00 458,050.00 Kabupaten Pandeglang 2005 372,909.79 4,027.00 8,374.00 314,690.00 Kabupaten Serang 2009 953,823.00 30,431.00 66,492.00 582,554.00 Kabupaten Serang 2008 682,388.00 37,033.00 71,296.00 675,627.00 Kabupaten Serang 2007 887,233.00 33,260.00 50,594.00 605,720.00 Kabupaten Serang 2006 762,283.13 34,016.56 48,261.84 548,389.00 Kabupaten Serang 2005 550,909.79 26,000.00 31,590.64 372,524.00 Kabupaten Tangerang 2009 2,069,906.00 143,349.00 142,800.00 855,237.00 Kabupaten Tangerang 2008 1,265,698.00 119,127.00 52,300.00 774,454.00 Kabupaten Tangerang 2007 1,557,316.00 101,865.00 100,070.00 693,643.00 Kabupaten Tangerang 2006 1,260,616.35 107,961.88 96,161.27 508,216.00 Kabupaten Tangerang 2005 904,466.18 80,911.85 74,332.34 448,770.00 Kota Cilegon 2009 629,688.00 73,180.00 14,782.00 295,340.00 Kota Cilegon 2008 426,754.00 72,981.00 12,938.00 251,936.00 Kota Cilegon 2007 510,251.00 68,945.00 27,535.00 223,328.00 Kota Cilegon 2006 404,438.19 77,001.18 27,275.38 170,875.00 Kota Cilegon 2005 266,891.14 62,901.50 17,153.97 105,298.00 Kota Tangerang 2009 1,219,650.00 113,100.00 26,520.00 496,391.00 Kota Tangerang 2008 800,085.00 98,730.00 27,182.00 445,217.00 Kota Tangerang 2007 845,382.00 92,800.00 24,071.00 376,145.00 Kota Tangerang 2006 798,035.32 92,156.78 22,155.11 293,447.00 Kota Tangerang 2005 615,134.20 71,250.00 24,297.66 214,108.00

2) Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

b. Uji Autokolerasi

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 0.504801 Prob. F(2,24) 0.6099

Obs*R-squared 1.211057 Prob. Chi-Square(2) 0.5458

Test Equation:

Dependent Variable: RESID Method: Least Squares Date: 06/05/11 Time: 23:15 Sample: 1 30

Included observations: 30

Presample missing value lagged residuals set to zero.

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -6808.540 81377.19 -0.083666 0.9340

PAJAK_DAERAH 0.053874 0.736598 0.073139 0.9423 RETRIBUSI_DAERAH -0.175101 1.313439 -0.133315 0.8951 DANA_ALOKASI_UMU

M 0.022400 0.195637 0.114500 0.9098

RESID(-1) -0.197739 0.209175 -0.945329 0.3539 RESID(-2) 0.024693 0.213179 0.115833 0.9087 R-squared 0.040369 Mean dependent var -3.59E-11 Adjusted R-squared -0.159555 S.D. dependent var 123195.3 S.E. of regression 132659.9 Akaike info criterion 26.60582 Sum squared resid 4.22E+11 Schwarz criterion 26.88606 Log likelihood -393.0873 Hannan-Quinn criter. 26.69547 F-statistic 0.201920 Durbin-Watson stat 1.970871 Prob(F-statistic) 0.958507

0 1 2 3 4 5 6 7

-400000 -200000 0 200000

Series: Residuals Sample 1 30 Observations 30 Mean -3.59e-11 Median 26766.81 Maximum 199936.9 Minimum -380952.1 Std. Dev. 123195.3 Skewness -0.864233 Kurtosis 4.294975 Jarque-Bera 5.830696 Probability 0.054185

c. Uji Heterokedastisitas

Heteroskedasticity Test: Glejser

F-statistic 2.388559 Prob. F(3,26) 0.0918

Obs*R-squared 6.481711 Prob. Chi-Square(3) 0.0904 Scaled explained SS 5.967628 Prob. Chi-Square(3) 0.1132

Test Equation:

Dependent Variable: ARESID Method: Least Squares Date: 06/05/11 Time: 23:16 Sample: 1 30

Included observations: 30

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -15157.03 43734.33 -0.346571 0.7317

PAJAK_DAERAH 0.541938 0.391668 1.383667 0.1782 RETRIBUSI_DAERAH -0.626814 0.702381 -0.892413 0.3804 DANA_ALOKASI_UMU

M 0.229322 0.104836 2.187423 0.0379

R-squared 0.216057 Mean dependent var 94908.68 Adjusted R-squared 0.125602 S.D. dependent var 76542.86 S.E. of regression 71574.66 Akaike info criterion 25.31844 Sum squared resid 1.33E+11 Schwarz criterion 25.50526 Log likelihood -375.7765 Hannan-Quinn criter. 25.37820 F-statistic 2.388559 Durbin-Watson stat 2.496565 Prob(F-statistic) 0.091808

d. Uji Multikolinieritas

Pajak Daerah Retribusi Daerah

Dana Alokasi Umum Pajak Daerah 1.000000 0,515908 0,063606

Retribusi Daerah

0,515908 1.000000 0,645432 Dana Alokasi

Umum

0,063606 0,645432 1.000000

3) Hasil Analisis Regresi Berganda

Dependent Variable: BELANJA_DAERAH Method: Least Squares

Date: 06/05/11 Time: 23:11 Sample: 1 30

Included observations: 30

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -80537.41 79500.45 -1.013043 0.3204

PAJAK_DAERAH 4.093644 0.711975 5.749698 0.0000 RETRIBUSI_DAERAH 2.674281 1.276791 2.094533 0.0461 DANA_ALOKASI_UMU

M 1.186471 0.190572 6.225837 0.0000

R-squared 0.895169 Mean dependent var 786120.1 Adjusted R-squared 0.883073 S.D. dependent var 380495.8 S.E. of regression 130108.7 Akaike info criterion 26.51369 Sum squared resid 4.40E+11 Schwarz criterion 26.70052 Log likelihood -393.7054 Hannan-Quinn criter. 26.57346 F-statistic 74.00635 Durbin-Watson stat 2.354371 Prob(F-statistic) 0.000000

4) Hasil Statistik Deskriptif

Belanja Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Dana Alokasi Umum Mean 786.120.100.000 52.938.730.000 38.686.240.000 460.598.900.000 Maximum 2.069.906.000.000 143.349.000.000 142.800.000.000 855.237.000.000 Minimum 266.891.140.000 3.524.400.000 7.427.000.000 105.298.000.000 Std. Dev. 380.495.800.000 43.467.960.000 31.669.740.000 182.131.700.000

Observations 30 30 30 30

CURICULUM VITAE

Personal Data

Name : Mohamad Hafiz

Sex : Male

Place/Date of Birth : Jakarta, 24 April 1988

Handphone : 085693633310

Religion : Moslem

Address : Jl. Anggrek Bulan H 19 rt 08/06 Komp. Pinang Griya Permai Kelurahan dan Kecamatan Pinang, Tangerang

Status : Single

Personal Interest : Sports and Travelling

Formal Education

1994-2000 : SDI Al-Hasanah 2000-2003 : SLTPN 161 Jakarta 2003-2006 : SMAN 47 Jakarta

2006- 2011 : Indonesia Banking School, Majoring in Accounting

Courses

2004 : Bimbingan Belajar LBH-LIA

2011 : TBI English course General English – IELTS Preparation with Certificate

Work Experiences

2007 : Internship in BPR Blitar, Jawa Timur

2008 : Internship in Bank Indonesia, KBI Semarang

Other Experiences

2007 : Service Excellent Training 2008 : Customer Service Training 2009 : Basic Treasury Training 2009 : Credit Analayst Training 2010 : Trade Financing Training

Organizational Experiences

2003-2004 : Pengurus OSIS SLTPN 161 Jakarta 2003-2005 : Ketua Kelas

2002 : Anggota Team Volley SLTPN 161 Jakarta 2002 : Anggota Team Basket SLTPN 161 Jakarta 2004-2006 : Anggota Team Futsal SMAN 47 Jakarta 2004 : Panitia Paket 47

2003-2007 : Anggota Karang Taruna Komplek Pinang Griya Permai