Makalah berjudul “Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan, Tata Kelola Perusahaan Terhadap Kebijakan Likuiditas (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode ini merupakan salah satu syarat akademik untuk menyelesaikan studi sarjana ( S1) mempelajari manajemen di STIE Indonesia Banking School Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kebijakan likuiditas yang ditentukan oleh memegang kas, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah: (a) Struktur Kepemilikan yang ditentukan oleh (1) Kepemilikan Orang Dalam, (2) Kepemilikan Asing dan (b) Tata Kelola Perusahaan ditentukan oleh (3) Ukuran Dewan, (4) Komposisi Dewan dan variabel kontrol dalam penelitian ini adalah (5) Ukuran Perusahaan, (6) Pertumbuhan Penjualan.
Latar Belakang Masalah
Menurut The Indonesian Institute Corporate Governance (IICG) pada tahun 2008, tata kelola perusahaan adalah serangkaian mekanisme yang mengatur suatu perusahaan agar operasional perusahaan berjalan sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan. Untuk menjawab pertanyaan bagaimana struktur kepemilikan dan tata kelola perusahaan mempengaruhi kebijakan likuiditas perusahaan di Indonesia.
Ruang Lingkup Masalah
Sampel yang digunakan berjumlah 38 perusahaan yang terdiri dari 14 subsektor makanan dan minuman, 4 subsektor rokok, 11 subsektor perusahaan farmasi, 6 subsektor kosmetik dan produk rumah tangga, dan 3 subsektor perlengkapan rumah tangga.
Perumusan Masalah
Apakah kepemilikan asing berpengaruh negatif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015. Apakah komposisi dewan direksi berpengaruh negatif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015?
Pembatasan Masalah
Apakah ukuran dewan direksi berpengaruh positif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015? Penelitian dilakukan terhadap laporan keuangan tahunan yang berisi kegiatan perusahaan selama satu tahun pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Landasan Teori
- Teori Keagenan
- Teori Sinyal
Teori sinyal didasarkan pada gagasan bahwa manajer yang berpengetahuan luas berupaya menyampaikan informasi kepada investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan (Brigham dan Houston, 2001). Manajer biasanya memiliki informasi yang lebih baik dibandingkan pihak luar (investor) jika investor tidak mendapatkan informasi yang cukup sehingga akan terjadi asimetri informasi antara manajer dan investor.
Likuiditas
- Pengertian Likuiditas
- Faktor-Faktor Mempengaruhi Likuditas
- Ukuran Likuiditas Berbasis Kas
- Cash Holdings (LnCH)
Ukuran ini dikenal sebagai rasio aset moneter terhadap kewajiban lancar. Rasio ini melengkapi rasio kas terhadap aset lancar untuk mempertimbangkan rasio ini dengan cepat untuk menguji likuiditas jangka pendek.
Struktur Kepemilikan
- Pengertian Struktur Kepemilikan
- Pengertian Insider Ownership
- Pengertian Foreign Ownership
- Asas Corporate Governance
- Struktur Corporate Governance
Semakin tinggi kepemilikan pihak asing maka semakin besar efektivitas dewan pengawas dalam mencapai tata kelola perusahaan yang baik. Jumlah anggota Dewan Pengawas harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan, sekaligus memperhatikan efektivitas pengambilan keputusan. Besar kecilnya dewan pengawas (board size) merupakan jumlah anggota dewan pengawas yang tepat dalam perusahaan untuk melaksanakan tugasnya (Clara, 2015).
Menurut Pedoman Umum Good Corporate Governance (GCG) Indonesia oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) tahun 2006, jumlah anggota direksi harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan dengan tetap mengedepankan efisiensi dalam pengambilan keputusan. membuat. Dewan Komisaris dipilih karena di Indonesia bertugas dan bertanggung jawab untuk memastikan perusahaan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan benar.
Penelitian Terdahulu
Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah cash holdings perusahaan yang diproksi dengan aset, setara kas/aset bersih, leverage dan tangibility, market-to-book, belanja modal/aset bersih. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cash holdings yang diukur dengan kas dan setara kas dan aset bersih, sedangkan variabel bebasnya adalah ukuran dewan direksi, dualitas CEO, kepemilikan orang dalam (1) bisnis keluarga, (2) bisnis non-keluarga. (3) piramida. Sampel penelitian ini adalah 189 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Karachi (KSE) periode 2008–2012.
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepemilikan kas dalam bentuk kas dan kas bank, sedangkan variabel bebasnya adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, kepemilikan individu, dan kepemilikan asing. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepemilikan tunai, yang dinyatakan sebagai rasio uang tunai terhadap surat berharga terhadap aset bersih, sedangkan variabel bebasnya adalah kepemilikan institusi asing.
Rerangka Pemikiran Teoritis
Pengembangan Hipotesis
- Pengaruh Insider Ownership Terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Foreign Ownership Terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Board Size Terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Board Composition Terhadap Kebijakan Likuiditas
Ha1: Kepemilikan orang dalam berpengaruh negatif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015. Ha2: Kepemilikan asing berpengaruh negatif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015. Ha3: Ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015.
H04: Komposisi dewan direksi tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015. Ha4: Komposisi dewan direksi berpengaruh negatif terhadap kebijakan likuiditas perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015.
Objek Penelitian
Populasi dan Sampel
Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang menerbitkan laporan tahunan berturut-turut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012-2015.
Metode Pengumpulan Data
Tipe, Jenis dan Sumber Data Penelitian
Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya .1 Variabel Dependen
- Variabel Independen
- Struktur kepemilikan
- Variabel Kontrol
Kepemilikan saham orang dalam secara umum disebut dengan kepemilikan manajer atau kepemilikan orang dalam, yang dapat diartikan sebagai kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajer perusahaan (Ira, 2012). Kepemilikan orang dalam menggambarkan porsi kepemilikan saham biasa yang dimiliki oleh manajer (dewan pengawas dan direktur) dalam perusahaan, diukur dengan persentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh dewan dan manajer. Ukuran dewan atau besar kecilnya dewan pengawas (board size) adalah jumlah anggota dewan pengawas yang sesuai untuk menjalankan tugasnya (Clara, 2015).
Menurut Bokpin, Isshaq dan Aboagye-Otchere (2011), ukuran dewan komisaris dengan menghitung jumlah komisaris dibentuk sebagai berikut. Susunan direksi atau besarnya komisaris independen merupakan bagian dari direksi perseroan yang bertanggung jawab dan melaksanakan pemberhentian pimpinan tertinggi Komite Kebijakan Manajemen Nasional (KNKG) pada tahun 2006.
Metode Analisis Data
- Analisis Deskriptif
- Analisis Persamaan Regresi
- Analisis Regresi Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Multikolinieritas
- Uji Autokorelasi
Pengujian ini dilakukan untuk mengatasi kelemahan uji common effect yaitu adanya ketidaksesuaian antara model dengan keadaan sebenarnya. Tes ini mendefinisikan bahwa suatu benda mempunyai nilai konstan yang tetap konstan selama periode waktu yang berbeda. Jika p-value > 5% maka H0 (joint effect model) diterima, jika p-value < 5% maka Ha (fixed effect model) diterima.
Uji Hausman dilakukan untuk memilih model terbaik dari penelitian, sehingga pengujian ini akan mengarah pada penggunaan model terbaik dengan menggunakan efek tetap atau efek acak. Multikolinearitas terjadi ketika terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel-variabel independen dalam suatu model regresi.
Uji Hipotesis
- Koefisien Determinasi ( Goodness of Fit )
- Uji Statistik t
Jika d terletak di antara dL dan dU serta 4-dL dan 4-dU, maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti. Nilai koefisien determinasi (R2) mencerminkan seberapa besar variasi variabel terikat Y yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas
Oleh karena itu, baik atau buruknya suatu persamaan regresi ditentukan oleh R2 yang bernilai antara 0 dan 1 (Nachrowi dan Usman, 2006). Ghozali (2007) menyatakan bahwa uji t-statistik pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh atau variabel penjelas/independen secara individual dalam menjelaskan variasi variabel independen.
Gambaran Umum Objek Penelitian
Analisis Dan Pembahasan Hasil Penelitian .1 Statistik Deskriptif
- Kebijakan Likuiditas
- Struktur Kepemilikan
- Penentuan Model Regresi Data Panel
- Uji Normalitas
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Multikolinieritas
- Uji Autokorelasi
- Uji Heterokedastisitas
- Analisis Regresi Linier Berganda
- Uji Hipotesis
- Koefisien Determinasi ( Adjusted R 2 )
- Uji Statistik t
Kepemilikan asing (FO) memiliki nilai mean sebesar 0,496 yang berarti kepemilikan asing pada saham sampel perusahaan manufaktur. Pertumbuhan penjualan (GROWTH) memiliki nilai rata-rata sebesar 0,148277 yang berarti perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami rata-rata peningkatan penjualan sebesar 14,8% per tahun selama periode 2012-2015. Hal ini menunjukkan jika Insider Ownership (IO) meningkat sebesar 1% maka secara rata-rata akan diikuti dengan penurunan kepemilikan kas sebesar 8.525178 unit dengan asumsi variabel lain tetap.
Hal ini menunjukkan bahwa jika Kepemilikan Asing (FO) meningkat sebesar 1% maka secara rata-rata akan diikuti oleh penurunan Cash Holdings sebesar 2.627466 unit dengan asumsi variabel lain tetap. Hal ini menunjukkan bahwa jika Board Composition (BC) meningkat sebesar 1% maka secara rata-rata akan diikuti oleh penurunan Cash Holdings sebesar 0,475863 satuan dengan asumsi variabel lain tetap.
Pembahasan Hasil
- Pengaruh Insider Ownership terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Foreign Ownership terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Board Size terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Board Composition terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Firm Size terhadap Kebijakan Likuiditas
- Pengaruh Sales Growth terhadap Kebijakan Likuiditas
Dalam penelitian Bokpin, Isshaq & Aboagye Otchore (2011), kepemilikan asing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holdings. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan asing berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap cash holding. Tauringana (2007) yang menyatakan kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap cash holding yang merupakan proksi kebijakan likuiditas berbeda dengan hasil penelitian Bokpin, Aboagye-Otchore (2011), Luo & Hachiya (2005) dan Hamidullah (2012) . ) yang menyatakan bahwa kepemilikan asing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding yang merupakan proksi kebijakan likuiditas.
Dalam penelitian Bokpin, Isshaq & Aboagye-Otchere (2011) dan Kusnadi (2003), ukuran dewan direksi berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh komposisi dewan terhadap cash holdings tidak signifikan.
Implikasi Manajerial
Pengaruh yang tidak signifikan terjadi karena kepemilikan kas dan pertumbuhan penjualan tidak berhubungan karena perusahaan dengan laba yang tinggi akan memberikan tingkat keuntungan investasi yang rendah sehingga berdampak pada peningkatan kas perusahaan (Hamidullah, 2012). Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa investor asing di Indonesia yang sebagian besar bersifat institusional lebih menyukai saham perusahaan dengan tingkat pembagian dividen yang tinggi dan investor asing di Indonesia memiliki nilai rata-rata yang tinggi yaitu 49,6%. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa terdapat beberapa perusahaan yang tidak memiliki komisaris independen, dimana perusahaan tersebut tidak mematuhi peraturan tata kelola perusahaan yang berlaku dan harus memiliki minimal 30% dari jumlah seluruh anggota dewan komisaris.
Semakin besar dewan komisaris independen maka pengawasan terhadap kas akan semakin ketat dan obyektif, hal ini akan menyebabkan kepemilikan kas semakin berkurang. Oleh karena itu, penting untuk memiliki komisaris independen di perusahaan untuk mendorong penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sehingga pengawasan terhadap likuiditas menjadi lebih ketat dan likuiditas dapat tetap terjaga.
Kesimpulan
Hal ini dikarenakan jumlah komisaris independen harus dapat memastikan mekanisme pengawasan berfungsi secara efektif, sehingga pengawasan terhadap kas semakin ketat seiring dengan bertambahnya jumlah komisaris independen.
Saran
The composition of the Board for the corporate governance tidak veluduh negativa tadap Cash Holdings proksi dari beyeda likuiditas. Effects of corporate governance attributes on cash holdings for new and old economy firms: The Brazilian case. The Impact of Board Attributes and Insider Ownership on Corporate Cash Holdings: Evidence from Pakistan, Vol.
Makalah yang dibahas pada Pertemuan Dialog Kebijakan tentang Tata Kelola Perusahaan di Negara Berkembang dan Negara Berkembang. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2008-2010.
BIOGRAPHY