ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA SURAT BANK INDONESIA (SBI), SECURITY GRADE DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP ORDER UTANG KORPORASI SEKTOR PERBANKAN. Judul Skripsi: Analisis Pengaruh Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Peringkat Obligasi dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Yield Obligasi Korporasi Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2017. Apabila diketahui bahwa hasil skripsi ini merupakan hasil plagiarisme atau penyalinan karya orang lain, maka saya bersedia bertanggung jawab dan bersedia pula menerima sanksi sesuai dengan peraturan STIE Indonesia Banking School.
Demi pengembangan keilmuan, saya setuju untuk memberikan hak non-eksklusif, bebas hak cipta kepada STIE Indonesia Banking School atas karya ilmiah saya yang berjudul: Analisis Pengaruh Suku Bunga, Peringkat Obligasi dan Debt-Equity Ratio (SBI) (DER ) terhadap Imbal Hasil Obligasi Korporasi sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2017. Tesis ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi dari program studi Manajemen Sekolah Perbankan Indonesia STIE. Bapak Khairil Anwar SE., M.S.M., selaku Wakil Presiden II Bidang Administrasi dan Umum STIE Sekolah Perbankan Indonesia.
Teman-teman duta STIE Indonesia Banking School yang telah memberikan pembelajaran dan pengalaman baik. Seluruh dosen dan staf STIE Indonesia Banking School yang telah memberikan fasilitas dan pembelajaran selama perkuliahan.
Latar Belakang
Yield to Maturity dapat didefinisikan sebagai tingkat pengembalian gabungan yang akan diterima investor jika membeli obligasi pada harga pasar saat ini dan menahannya hingga jatuh tempo (Hartono: 2010, p. 164). Penggunaan suku bunga SBI karena setiap kali terjadi perubahan suku bunga SBI yang bermasalah (yang direncanakan), maka akan ada reaksi langsung terhadap perubahan harga sekuritas tersebut, meskipun suku bunga pasar relatif tetap. Sedangkan kenaikan suku bunga SBI menyebabkan investor menuntut return yang lebih tinggi atas risiko di masa depan, sehingga imbal hasil obligasi yang ditawarkan akan meningkat yang diikuti dengan turunnya harga obligasi (Septiyanto, 2016).
Hasil penelitian Wibowo (2016), Septiyanto (2016) dan Dewi (2016) menyatakan bahwa suku bunga berpengaruh negatif terhadap harga pasar obligasi. obligasi dari Indonesia Banking School, sehingga hal ini menunjukkan bahwa investor mempertimbangkan tingkat suku bunga dalam memutuskan untuk melakukan transaksi obligasi. Penulis termotivasi melakukan penelitian ini untuk menguji konsistensi hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan mengenai pengaruh Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Peringkat Obligasi dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return obligasi, karena terdapat beberapa perbedaan hasil penelitian: penelitian, tetapi juga kesenjangan dan fenomena penelitian.
Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti berencana untuk melakukan penelitian yang berjudul 'Analisis Pengaruh Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Peringkat Obligasi dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Yield Obligasi Korporasi Sektor Perbankan Terhadap Yield Obligasi Korporasi Sektor Perbankan pada periode pasar modal Indonesia.” Konsisten dengan penelitian sebelumnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Suku Bunga (SBI), Peringkat Obligasi dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap return obligasi korporasi pada periode tersebut. sektor perbankan pada tahun periode penelitian.
Identifikasi Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis
Agar penyusunan penelitian ini sesuai dengan kaidah penulisan dan literatur dalam penyajiannya, maka penulis menjelaskan secara sistematis setiap pokok bahasan dalam laporan ini.
PENDAHULUAN
LANDASAN TEORI
METODE PENELITIAN
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
PENUTUPAN
Landasan Teori
- Teori Sinyal (Signaling Theory)
- Agency Theory
- Obligasi
- Suku Bunga SBI
- Peringkat Obligasi
- Debt to Equity Ratio (DER)
Bunga kupon obligasi selalu ditentukan berdasarkan suku bunga komersial yang berlaku. Obligasi tanpa jaminan (debentures atau unsecured bond) adalah obligasi yang diterbitkan tanpa menggunakan agunan tertentu. Obligasi yang dapat diperdagangkan adalah obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menerima obligasi tersebut secara penuh sebesar nilai nominalnya sebelum jatuh tempo.
Sebelum jatuh tempo, penerbit mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang diterbitkan pada saat suku bunga cenderung turun. Suku bunga SBI merupakan salah satu mekanisme yang digunakan Bank Indonesia untuk mengendalikan stabilitas nilai rupiah. Suku bunga SBI berfluktuasi tergantung perekonomian negara dan suku bunga ini mempunyai pengaruh terhadap suku bunga komersial.
Obligasi yang memiliki peringkat non-investment grade disebut obligasi sampah. Hasil pemeringkatan tersebut akan dijadikan tolak ukur dalam membandingkan satu obligasi dengan obligasi lainnya, serta membandingkan struktur lain seperti suku bunga dan metode penjaminan.
Penelitian Terdahulu
Likuiditas SBI dan tingkat suku bunga imbal hasil obligasi hingga jatuh tempo pada perusahaan yang terdaftar. Perusahaan dan rasio utang terhadap ekuitas sehubungan dengan imbal hasil hingga jatuh tempo obligasi korporasi yang terdaftar di. Perusahaan, umur obligasi dan tingkat inflasi imbal hasil obligasi korporasi di Bursa Efek Indonesia .
Pembentukan Hipotesis
- Pengaruh Tingkat Suku Bunga (SBI) Terhadap Yield Obligasi
Tingkat Suku Bunga (SBI) tidak berpengaruh positif terhadap Yield Obligasi
Tingkat Suku Bunga (SBI) berpengaruh positif terhadap Yield Obligasi
- Pengaruh Peringkat Obligasi Terhadap Yield Obligasi
Pertama, karena rating merupakan salah satu indikator risiko gagal bayar, maka hal ini berpengaruh langsung terhadap tingkat suku bunga dan biaya modal utang perusahaan. Pemeringkatan obligasi sangat berguna bagi calon investor yang ingin menanamkan modalnya dalam bentuk obligasi, karena dengan melihat pemeringkatan tersebut investor dapat mengetahui kemungkinan imbal hasil yang akan diterimanya dan risiko apa yang harus ditanggungnya. Obligasi dengan peringkat rendah adalah obligasi yang lebih berisiko sehingga harus memberikan imbal hasil yang lebih tinggi untuk mengkompensasi kemungkinan risiko yang lebih besar.
Dengan demikian, obligasi yang memiliki peringkat tinggi akan memiliki risiko gagal bayar yang relatif lebih rendah sehingga berdampak pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi (Purwanti dan Purwidianti, 2017). Ho2 : Peringkat obligasi tidak berpengaruh negatif terhadap return obligasi Ha2 : Peringkat obligasi berpengaruh negatif terhadap return obligasi.
- Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Yield Obligasi
Meningkatnya kewajiban jangka panjang akan mengakibatkan semakin besarnya kewajiban perusahaan untuk membayar kembali atau risiko gagal bayar. Semakin besar tingkat risiko gagal bayar, maka semakin besar pula keuntungan yang dibutuhkan (high risk, high return). Dengan demikian, semakin tinggi rasio utang terhadap ekuitas (DER) suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula imbal hasil obligasi yang ditawarkan.
Penelitian Oktavian, et.al (2015) mengatakan hal yang sama bahwa debt to equity rasio (DER) mempunyai dampak terhadap imbal hasil.
Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh positif Terhadap Yield Obligasi
Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif terhadap Yield Obligasi
- Kerangka Pemikiran
- Objek Penelitian
- Metode Pengambilan Sampel
- Variabel Terikat (Dependent Variabel)
- Variabel Bebas (Independent Variabel)
- Model Penelitian
- Uji Asumsi Klasik .1 Uji Normalitas
- Regresi Data Panel
- Pengujian Hipotesis (Uji t)
- Gambaran Umum Objek Penelitian
- Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian .1 Statistik Deskriptif
- Uji Normalitas
- Analisis Regresi Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
- Goodness of Fit Test .1 Uji F
- Pengujian Hipotesis (Uji t)
- Pengaruh Tingkat Suku Bunga (SBI) terhadap Yield Obligasi
- Pengaruh Peringkat Obligasi (RATING) Terhadap Yield Obligasi
- Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Yield Obligasi
- Implikasi Manajerial
- Kesimpulan
- Keterbatasan Penelitian
- Saran
Berdasarkan tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh tingkat suku bunga SBI, peringkat obligasi dan debt to equity ratio (DER) terhadap return obligasi korporasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan bersifat kuantitatif berupa suku bunga SBI, peringkat obligasi, debt to equity ratio (DER) dan imbal hasil obligasi korporasi. Variabel independen atau variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga SBI, peringkat obligasi dan debt to equity (DER).
Jika tingkat suku bunga (SBI), peringkat obligasi, dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) diasumsikan konstan, maka imbal hasil hingga jatuh tempo (YTM) yang dihasilkan adalah 11,23716. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas Suku Bunga (SBI), Peringkat Obligasi dan Debt to Equity Ratio (DER) dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap imbal hasil obligasi sebesar 6,42%. Pengaruh tingkat suku bunga (SBI) terhadap imbal hasil obligasi terlihat pada Tabel 4.9 menunjukkan nilai probabilitas 1.0000 > 0.05 bahwa SBI berpengaruh positif tidak signifikan terhadap imbal hasil obligasi.
Hasil ini didukung oleh penelitian Septiyanto (2016) bahwa tingkat suku bunga SBI tidak berpengaruh terhadap imbal hasil obligasi karena faktor yang lebih kuat seperti jatuh tempo. Oleh karena itu, kenaikan atau penurunan suku bunga SBI tidak mempengaruhi besar kecilnya imbal hasil obligasi. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian Ginting (2014) dan Desnitasari (2013) yang menyatakan bahwa suku bunga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap imbal hasil obligasi.
Hasil penelitian ini mendukung teori Brigham (2010) yang menyatakan bahwa peringkat obligasi berbanding terbalik dengan Yield To Maturity (YTM). Temuan penelitian ini didukung oleh Oktavian, et.al (2015) yang menyatakan debt to equity (DER) tidak berpengaruh terhadap imbal hasil obligasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai pengaruh tingkat suku bunga (SBI), peringkat obligasi dan debt to equity (DER) terhadap imbal hasil obligasi korporasi sektor perbankan, diperoleh hasil yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dan kemungkinan digunakan oleh investor dan berbagai pihak berkepentingan lainnya untuk mencari informasi mengenai pengaruh suku bunga (SBI), peringkat obligasi dan debt to equity (DER) terhadap imbal hasil obligasi.
Dari hasil analisis regresi suku bunga (SBI), peringkat obligasi dan debt to equity (DER) terhadap suku bunga obligasi korporasi ditemukan hanya sebesar itu. Variabel peringkat obligasi Indonesia Banking School yang berpengaruh negatif signifikan dan variabel lain yang tidak berpengaruh signifikan yaitu suku bunga (SBI) dan debt to equity (DER). Suku bunga ditetapkan terlebih dahulu sehingga suku bunga variabel tidak mempengaruhi suku bunga obligasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat suku bunga (SBI), peringkat obligasi dan debt to equity ratio (DER) terhadap imbal hasil obligasi korporasi pada sektor perbankan periode 2014-2017. Pengaruh peringkat obligasi, jatuh tempo, likuiditas dan tingkat suku bunga SBI terhadap imbal hasil obligasi hingga jatuh tempo pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek indonesia. Pengaruh Peringkat Obligasi, Debt to Equity Ratio dan Ukuran Perusahaan terhadap Yield to Maturity Obligasi Korporasi dengan Suku Bunga SBI sebagai Variabel Moderasi.
Pengaruh tingkat suku bunga SBI, nilai tukar, rasio utang terhadap ekuitas terhadap ukuran perusahaan, peringkat obligasi.