ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, OPINI AUDIT DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP AUDIT DELAY PADA
PERUSAHAAN LQ 45 PERIODE TAHUN 2016-2019
Khansa Mardhia Matovani
Dosen Pembimbing: Nurlita Novianti, MSA., Ak., CA.
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono 165, Malang 65145, Indonesia E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang apakah terdapat pengaruh dari ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit, dan reputasi auditor terhadap audit delay pada perusahaan LQ 45 periode tahun 2016-2019. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 periode tahun 2016-2019 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah sampel penelitian ini adalah 180 observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Sedangkan profitabilitas, opini audit, dan reputasi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Implikasi dari penelitian ini digunakan oleh pihak manajemen perusahaan dan para investor dalam mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi audit delay perusahaan. Dalam penelitian ini faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay adalah faktor ukuran perusahaan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka audit delay juga akan semakin kecil begitu pula sebaliknya. Maka dari itu, pihak manajemen perusahaan dapat memperhatikan ukuran perusahaannya dalam melakukan rencana audit sehingga audit delay dapat diminimalisir.
Kata kunci: audit delay, ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit, reputasi auditor.
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of company size, profitability, audit opinion, and auditor’s reputation on the audit delay of LQ 45 company between 2016 and 2019. From the population of LQ 45 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) between 2016 and 2019, 180 observable samples are used in this study, and analyzed by multiple linear regression using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) software. The test results indicate that company size has a significant effect on audit delay. Whilst, profitability, audit opinion, and auditor’s reputation have no significant effect on audit delay. It implies that the larger the size of a company, the shorter the audit delay, and vice versa. Therefore, company management and investors should strongly consider the factor of company size to minimize audit delay on their audit plan.
Keywords: audit delay, company size, profitability, audit opinion, auditor’s reputation.
keuangan agar diungkap dalam waktu yang cepat. Hal tersebut susah untuk dilakukan karena auditing merupakan pekerjaan yang membutuhkan waktu sehingga terkadang ada kemungkinan tertundanya laporan keuangan. Publikasi laporan keuangan yang berfungsi sebagai informasi sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis di pasar modal sehingga jika terjadi keterlambatan akan sangat berpengaruh (Lestari dan Saitri, 2017).
PENDAHULUAN
Kemungkinan terjadinya keterlambatan dalam menyampaikan laporan auditor independen sangat mungkin terjadi. Keterlambatan dalam menyampaikan laporan auditor independen tersebut dapat diketahui sebagai audit delay. Audit delay dapat membawa pengaruh yang buruk bagi perusahaan, karena jika laporan auditor mengalami keterlambatan, hal tersebut dapat mempengaruhi ekonomi perusahaan secara langsung.
Tertundanya penyampaian laporan keuangan dapat berpengaruh kepada relevansi informasi yang terdapat di dalamnya karena salah satu hal yang menjadi syarat suatu informasi dapat Pihak yang membutuhkan laporan
keuangan pada umumnya ingin laporan
dikatakan relevan adalah laporan tersebut disampaikan secara tepat waktu. Maka dari itu, relevansi sebuah laporan keuangan terancam akan hilang jika perusahaan terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan tersebut (Ervilah dan Fachriyah, 2015).
profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Lalu penelitian yang dilakukan oleh Kusumawardani (2013) menemukan audit delay dipengaruhi oleh kondisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan opini auditor. Sedangkan untuk hasil dari pengujian secara parsial adalah kondisi perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan opini auditor memiliki pengaruh pada audit delay.
Penelitian mengenai audit delay pada umumnya telah banyak dilakukan oleh para peneliti sebelumnya, namun para peneliti masih berdebat perihal faktor- faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay perusahaan. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dan Laksitho (2015) yang melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010- 2013 menemukan bahwa ukuran perusahaan, jenis industri, pendapat auditor, dan reputasi kantor akuntan publik secara signifikan mempengaruhi variabel audit delay. Sedangkan faktor profitabilitas dan solvabilitas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap audit delay.
Penelitian yang dilakukan oleh Apriliane (2015) menemukan bahwa ukuran perusahaan dan opini audit memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan reputasi auditor memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap audit delay, kemudian ukuran perusahaan, opini audit, dan reputasi auditor secara simultan memiliki pengaruh terhadap audit delay.
Perbedaan hasil penelitian tersebut membuat peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai audit delay dengan fokus pada empat variabel yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit dan reputasi auditor. Ukuran perusahaan dan profitabilitas dapat menggambarkan nilai suatu perusahaan sehingga kedua hal tersebut merupakan faktor-faktor yang dianggap penting dan dapat mempengaruhi audit delay dari pihak internal perusahaan.
Perusahaan memutuskan untuk menggunakan jasa suatu KAP dan dalam Kemudian penelitian yang
dilakukan oleh Prameswari dan Yustrianthe (2017) menemukan bahwa ukuran perusahaan, reputasi kantor akuntan publik, opini audit dan solvabilitas memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap audit delay sedangkan variabel
hal ini perusahaan pasti juga akan melihat reputasi KAP tersebut. Sedangkan untuk opini audit yang diberikan oleh auditor di akhir proses audit dapat menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar atau tidak, dan hal tersebut dapat berpengaruh terhadap audit delay perusahaan. Maka dari itu, opini audit dan reputasi auditor merupakan dua variabel penting yang berasal dari pihak eksternal perusahaan yang dapat berpengaruh terhadap audit delay.
antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan menyampaikan hasil yang diperoleh kepada pemakai yang memiliki kepentingan.
Audit Delay
Audit delay atau dapat disebut sebagai audit report lag sering terjadi dalam perusahaan besar maupun perusahaan kecil yang dapat disebabkan oleh isi laporan keuangan yang tidak maksimal. Audit delay atau audit report lag adalah perbedaan waktu antara berakhirnya tahun fiskal dengan tanggal diterbitkannya laporan audit. Berdasarkan Bustamam dan Kamal (2010) audit delay dapat didefinisikan sebagai lamanya waktu penyelesaian audit dan dapat dihitung sejak tanggal penutupan tahun buku sampai tanggal diterbitkannya laporan audit. Utami (2006) juga mengemukakan pengertian audit delay sebagai lamanya waktu untuk menyelesaikan audit yang terhitung dari tanggal ditutupnya tahun buku hingga tanggal diterbitkannya laporan audit tersebut.
TELAAH PUSTAKA
Teori Keagenan (Agency Theory)
Teori keagenan (agency theory) adalah teori yang menjelaskan tentang hubungan antara agen (pihak manajemen suatu perusahaan) dan prinsipal (pemilik perusahaan). Teori keagenan memiliki tujuan utama yaitu untuk menjelaskan bagaimana pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan kontrak dapat menyusun kontrak dengan tujuan meminimalisir biaya sebagai dampak dari informasi yang tidak simetris dan kondisi yang tidak pasti.
(Yanthi, Merawati dan Munidewi, 2020)
Audit Ukuran Perusahaan
Menurut Mulyadi (2014) definisi dari audit adalah suatu proses sistematik yang digunakan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif dari pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, serta bertujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian
Brigham dan Houston (2011) mengemukakan bahwa ukuran perusahaan adalah ukuran besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat diindikasikan atau dinilai dari total aset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak dan lain-lain.
Kemudian, Heni dan Wahidahwati (2014)
menyatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap kinerja sosial perusahaan. Hal tersebut terjadi karena perusahaan besar berpandangan lebih jauh sehingga lebih aktif dalam mengembangkan kinerja sosial perusahaan.
yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang tersedia, yaitu penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan lain- lain. Perhitungan rasio tersebut dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Kurniasih (2012) menjelaskan bahwa indikator yang digunakan untuk mengukur ukuran perusahaan dapat diukur dengan rumus sebagai berikut:
ROA =
Rasio ini menunjukkan volume penjualan sebagai alat ukur untuk perputaran aset. Semakin besar rasio tersebut maka dapat dikatakan semakin baik, yang artinya perputaran aset lebih cepat dalam memperoleh laba. Rasio return on assets akan digunakan sebagai indikator profitabilitas pada penelitian ini, dikarenakan return on assets dapat menghitung profitabilitas berdasarkan jumlah seluruh aset yang dimiliki, sehingga hasil yang diperoleh dapat menggambarkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
Ukuran Perusahaan (Size) = Ln Total Asset
Metode pengukuran tersebut menunjukkan bahwa ukuran perusahaan ditetapkan melalui ukuran aset. Ukuran aset tersebut diukur sebagai logaritma dari total aset. Indeks ini dipilih pada penelitian ini karena pada dasarnya semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin besar pula asset perusahaan tersebut, sehingga total aset lebih jelas dalam menggambarkan ukuran perusahaan.
Opini Audit Profitabilitas
Mulyadi (2014) berpendapat bahwa opini auditor merupakan pendapat yang diberikan oleh auditor kepada klien tentang kewajaran pada laporan keuangan auditan, dalam semua hal yang material dan berdasarkan atas kesesuaian penyusunan laporan keuangan dengan prinsip akuntansi berterima umum.
Sartono (2015) berpendapat bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aset, atau modal sendiri. Profitabilitas suatu perusahaan dapat dinilai dengan berbagai cara berdasarkan pada laba dan aset atau modal yang akan dibandingkan satu dengan lainnya. Menurut Harahap (2015) rasio profitabilitas adalah rasio
Reputasi Auditor
Reputasi auditor menunjukkan prestasi dan kepercayaan publik terhadap auditor atas nama besar yang dimiliki auditor. Craswell, Jere, dan Stephen (1995) mengemukakan bahwa klien pada umumnya berpandangan bahwa auditor yang berasal dari Kantor Akuntan Publik besar dan memiliki afiliasi dengan Kantor Akuntan Publik internasional berkualitas lebih baik karena terdapat karakteristik yang berkaitan dengan kualitas, seperti pelatihan, pengakuan internasional, serta adanya peer review. Johnson dan Lys (1990) menggambarkan bahwa kualitas suatu auditor akan meningkat bersamaan dengan besarnya Kantor Akuntan publik.
disebabkan karena pada perusahaan besar pengendalian internal dan sumber daya yang tersedia juga akan semakin baik, sehingga perusahaan berusaha bagaimana caranya supaya audit delay dapat diminimalisir dan laporan keuangan dapat disampaikan dengan lebih cepat.
Sesuai dengan uraian di atas, maka peneliti mencoba untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay. Rumusan hipotesis yang akan diajukan adalah sebagai berikut:
H1: Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay.
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay
HIPOTESIS PENELITIAN Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Candraningtiyas, Sulindawati, dan Wahyuni (2017) dan Prameswari dan Yusrianthe (2015) menyatakan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh terhadap audit delay. Berbeda dengan kedua penelitian tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dan Laksitho (2015) dan Pinatih dan Sukartha (2017) justru menunjukkan hal sebaliknya, yaitu variabel Profitabilitas memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada audit delay.
Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Alfiani dan Nurmala (2020), ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap audit delay. Nadia dan Djati (2020) juga mengatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap audit delay.
Akan tetapi, Setyarani (2020) dalam penelitiannya menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap
audit delay. Perusahaan dengan tingkat
profitabilitas tinggi akan cenderung memiliki audit delay yang rendah karena di saat laba yang dihasilkan semakin tinggi Semakin besar ukuran suatu
perusahaan maka audit delay perusahaan tersebut akan semakin kecil. Hal tersebut
maka laporan keuangan dapat disampaikan dengan lebih cepat. Sebaliknya, jika tingkat profitabilitas perusahaan rendah maka audit delay akan semakin tinggi.
Pada saat laba yang dihasilkan rendah atau bahkan terjadi kerugian maka laporan keuangan dapat mengalami keterlambatan karena auditor harus lebih berhati-hati dalam proses audit yang dilakukan.
Jika auditor memberikan opini wajar tanpa pengecualian maka proses audit dapat selesai dengan lebih cepat dan laporan keuangan dapat segera disampaikan karena tidak ada masalah dengan opini wajar tanpa pengecualian.
Hal yang berbeda akan terjadi jika auditor memberi opini selain wajar tanpa pengecualian, maka proses audit harus berjalan lebih lama karena kemungkinan adanya proses negosiasi dari pihak perusahaan dengan pihak auditor. Maka dari itu, audit delay akan semakin kecil jika opini yang diberikan adalah opini wajar tanpa pengecualian. Sebaliknya, jika opini yang diberikan adalah opini selain wajar tanpa pengecualian maka audit delay juga akan semakin besar.
Sesuai dengan uraian di atas, maka peneliti mencoba untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh profitabilitas terhadap audit delay.
Rumusan hipotesis yang akan diajukan adalah sebagai berikut:
H2: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay.
Pengaruh Opini Audit Terhadap Audit
Delay Sesuai dengan uraian di atas, maka
peneliti mencoba untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh opini audit terhadap audit delay. Rumusan hipotesis yang akan diajukan adalah sebagai berikut:
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dan Laksitho (2015) menjelaskan bahwa ukuran perusahaan, tipe industri, opini audit, reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Selain itu, penelitian oleh Kusumawardani (2013) menjelaskan bahwa ukuran KAP dan opini auditor memiliki pengaruh pada audit delay.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian oleh Prameswari dan Yusrianthe (2015) dan Iskandar dan Trisnawati (2010) justru menunjukkan hal sebaliknya, yaitu variabel opini auditor tidak memiliki pengaruh signifikan atas audit delay.
H3: Opini Audit berpengaruh negatif terhadap audit delay.
Pengaruh Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay
Kurniawan dan Laksitho (2015) telah melakukan penelitian dengan hasil yang menjelaskan bahwa reputasi KAP secara signifikan mempengaruhi audit delay. Selain itu, penelitian oleh Prameswari dan Yusrianthe (2015), Candraningtiyas, Sulindawati, dan
Wahyuni (2017), Pinatih dan Sukartha (2017), Iskandar dan Trisnawati (2010), dan Kusumawardani (2013) juga menunjukkan reputasi KAP memberikan pengaruh pada audit delay.
di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2017-2019 3. Perusahaan LQ 45 yang
memiliki informasi lengkap mengenai data-data yang diperlukan dalam penelitian.
Sesuai dengan uraian di atas, maka peneliti mencoba untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh reputasi auditor terhadap audit delay. Rumusan hipotesis yang akan diajukan adalah sebagai berikut:
Variabel Penelitian
Variabel independen yang digunakan untuk penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan (X1), Profitabilitas (X2) Opini Audit (X3) dan Reputasi Auditor (X4). Dalam penelitian ini, audit delay (Y) merupakan variabel yang dipengaruhi.
H4: Reputasi Auditor berpengaruh negatif terhadap audit delay.
METODE PENELITIAN Metode Analisis Data
Jenis dari penelitian ini adalah penelitian pengujian hipotesis (hypothesis testing). Data yang akan digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) (www.idx.com) dan berbagai sumber literatur lainnya.
Penelitian ini menggunakan populasi yang terdiri dari perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebagai metode penentuan sampel. Kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda merupakan hubungan antara dua atau lebih variabel independen dan variabel dependen yang dilihat secara linear. Selanjutnya, penulis menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS).
HASIL PENELITIAN Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai variabel-variabel dalam penelitian.
1. Merupakan perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017- 2019
2. Perusahaan melakukan listing
Tabel Hasil Statistika Deskriptif Variabel Kontinyu
Variab
el N Mini
mum
Maksi mum
Me an
Std.
Dev iasi
Grafik Histogram Audit Delay Audit
delay 1 8 0
15 139 64.
02
23.9 9
Hasil analisis deskriptif variabel menunjukkan rasio untuk ukuran perusahaan diperoleh nilai tertinggi sebesar 30.10 dan nilai terendah sebesar 20.44 dengan rata-rata sebesar 24.24 dan simpangan data pada rata-ratanya sebesar 1.90. Medco Energi Internasional Tbk tahun 2017 memiliki nilai ukuran perusahaan terendah dalam penelitian ini, sedangkan Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
tahun 2019 memiliki nilai ukuran perusahaan tertinggi.
Profita bilitas
1 8 0
-0.06 0.74 0.0
8 0.10
Ukuran perusa haan
1 8 0
20.44 30.10 24.
24 1.90
Diketahui nilai tertinggi audit delay sebesar 139 hari pada Medco Energi Internasional Tbk tahun 2019 dan nilai terendah audit delay sebesar 15 hari pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
tahun 2018 dengan rata-rata sebesar 64.02 dan simpangan data pada rata-ratanya sebesar 23.99.
Grafik Histogram Ukuran Perusahaan Hasil analisis deskriptif variabel ROA diperoleh nilai tertinggi sebesar 0.74 dan nilai terendah sebesar -0.06 dengan rata-rata sebesar 0.08 dan simpangan data pada rata-ratanya sebesar 0.10. XL Axiata
Tbk. tahun 2018 memiliki nilai ukuran perusahaan terendah dalam penelitian ini, sedangkan Astra International Tbk. tahun 2019 memiliki nilai ukuran perusahaan tertinggi.
tanpa modifikasia n
Opini selain wajar tanpa modifikasia n
104 57.8
Reputasi auditor Non-Big
Four 44 24.4
Big Four 136 75.6
Grafik Histogram Profitabilitas
Hasil Analisis Regresi Secara keseluruhan dari data
penelitian diketahui bahwa pendapat yang diberikan oleh auditor kepada klien mengenai kewajaran pada laporan keuangan auditan dengan kategori opini wajar tanpa pengecualian sebanyak 76 atau 42.2% dan kategori opini selain wajar tanpa pengecualian sebanyak 104 atau 57.8%. Variabel reputasi auditor menjelaskan prestasi dan kepercayaan publik yang disandang auditor atas nama besar yang dimiliki auditor dengan KAP kategori non-Big Four sebanyak 44 atau 24.4% dan kategori Big Four sebanyak 136 atau 75.6%.
Uji Koefisien Determinasi
Hasil pengujian koefisien determinasi secara ringkas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Hasil Uji Koefisien Determinasi
Pemeriksaan goodness of fit dalam regresi linier berganda menggunakan nilai adjusted R2. Nilai adjusted R2 diperoleh 0.048 yang menunjukkan variasi keragaman variabel Audit Delay mampu dijelaskan oleh variabel ukuran Statistika Deskriptif Variabel Dummy
Variabel Frekuens i
Persentas e (%) Opini audit
Opini wajar 76 42.2
Mod el R
R Squa re
Adjust ed R Squar e
Std.
Error of the Estim ate
Durbi n- Wats on
1 .26
3a .069 .048 23.412 1.012
perusahaan, profitabilitas, opini audit dan reputasi auditor kerja sebesar 4.8% dan sisanya sebesar 95.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar dari penelitian.
audit delay dan tidak terdapat pengaruh reputasi auditor terhadap audit delay.
Tabel Hasil Uji Parsial
Variabel Koefisien t
Pengujian Model dan Hipotesis
Konstan 129.278 5.486
Pengujian model dan hipotesis dilakukan untuk menguji model dan hipotesis yang diajukan.
Ukuran Perusahaan -2.613 -2.729
Profitabilitas -12.811 -0.705
Opini audit 5.691 1.501
Variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit, dan reputasi auditor berpengaruh terhadap variabel audit delay secara parsial atau individu jika nilai | t | pada masing-masing variabel independen lebih besar dibanding t0.05; 175
yaitu 1.974 atau nilai p-value pada masing- masing variabel independen lebih kecil dibanding alpha sebesar 0.05. Pada variabel ukuran perusahaan nilai | t | yaitu 2.729 lebih besar dibanding 1.974 dan nilai p-value 0.007 lebih kecil dibanding 0.05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay. Variabel profitabilitas, opini audit, dan reputasi auditor diperoleh masing-masing nilai | t | yaitu 0.705;
1.501; dan 1.244 dimana ketiga nilai tersebut lebih kecil dibanding 1.974 dan nilai p-value berturut-turut sebesar 0.482;
0.135; dan 0.215 dimana lebih besar dibanding 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh profitabilitas terhadap audit delay, tidak terdapat pengaruh opini audit terhadap
Reputasi auditor -5.451 -1.244
Model persamaan regresi linier berganda yang diperoleh dari tabel 7 sebagai berikut:
audit delay = 129.278 - 2.613 ukuran perusahaan - 12.811 profitabilitas + 5.691 opini audit - 5.451reputasi auditor
Berdasarkan tabel 7, dapat dijelaskan bahwa lamanya audit delay suatu perusahaan sebesar 129.278 apabila ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit, dan reputasi auditor diasumsikan tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Koefisien regresi variabel ukuran perusahaan sebesar -2.613 menunjukkan bahwa setiap terjadi kenaikan ukuran perusahaan maka audit delay akan menurun sebesar 2.613 dengan asumsi variabel independen profitabilitas, opini audit, dan reputasi auditor konstan.
Pengujian Asumsi Klasik Asumsi Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan uji One Sample
Kolmogorov Smirnov pada taraf signifikasi 5%. Residual data penelitian dinyatakan normal apabila memiliki nilai p-value >
0.05. Hasil pengujian normalitas disajikan pada tabel 8:
Multikolinieritas
Variabel VIF Keterangan Ukuran
Perusahaan
1.082 Non
Multikolinieritas Profitabilitas 1.108 Non
Multikolinieritas Tabel 4.6 Hasil Pengujian Asumsi
Normalitas Opini audit 1.152 Non
Multikolinieritas Unstandardized
Residual Reputasi
auditor
1.165 Non
Multikolinieritas Test Statistic 0.057
Asymp. Sig (2-
tailed) 0.200
Berdasarkan hasil pengujian multikolinieritas, diketahui bahwa nilai VIF untuk keempat variabel dibawah 10.
Berdasarkan pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi multikolinieritas.
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2020 (Lampiran 4)
Hasil pengujian One Sample Kolmogorov Smirnov didapatkan nilai test statistic sebesar 0.057 dan p-value sebesar 0.200 dimana nilai p-value lebih besar dari 0.05 yang berarti residual data berdistribusi normal sehingga dapat disimpulkan model regresi telah memenuhi persyaratan normalitas.
Asumsi Autokorelasi
Uji asumsi autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terdapat korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode t-1. Model regresi yang baik, tidak terjadi autokorelasi. Pengujian dilakukan menggunakan uji Durbin Watson dimana tidak terdapat autokorelasi jika nilai Durbin Watson berada diantara nilai dU dan 4-dU. Hasil pengujian autokorelasi disajikan pada tabel 10:
Asumsi Multikolinieritas
Asumsi multikolineritas bertujuan mengetahui apakah terdapat hubungan linier antar variabel independen. Model regresi bebas dari masalah multikolineritas jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10. Hasil pengujian
multikolinieritas disajikan pada tabel 9: Tabel Hasil Pengujian Asumsi Autokorelasi
Tabel Hasil Pengujian Asumsi
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 .263a .069 .048 23.412 1.012
Hasil pengujian Durbin Watson didapatkan nilai sebesar 1.012 dan nilai tabel durbin watson untuk variabel independen sebanyak empat dan ukuran sampel sebanyak 180 didapatkan nilai dL
= 1.73 dan nilai dU = 1.81. Nilai durbin watson sebesar 1.012 lebih kecil dari nilai dU sehingga dapat disimpulkan terdapat autokorelasi dan asumsi non autokorelasi tidak terpenuhi.
Grafik Scatterplot
Pembahasan Hasil Penelitian
Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay
Berdasarkan hasil penelitian atas data empiris didapatkan secara parsial pada variabel ukuran perusahaan didapatkan nilai | t | yaitu 2.729 lebih besar dibanding 1.974 dan nilai p-value 0.007 lebih kecil dibanding 0.05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay. Koefisien regresi variabel ukuran perusahaan sebesar -2.613 menunjukkan bahwa setiap terjadi kenaikan ukuran perusahaan maka audit delay akan menurun sebesar 2.613 dengan asumsi variabel independen profitabilitas, opini audit dan reputasi auditor konstan.
Asumsi Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas dilakukan menggunakan grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi menggunakan grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED menunjukkan tidak ada pola tertentu sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas.
Hasil penelitian mendukung penelitian oleh Kurniawan dan Laksitho (2015) yang menemukan bahwa ukuran perusahaan secara signifikan mempengaruhi audit delay. Hasil penelitian juga mendukung penelitian oleh Candraningtiyas, Sulindawati, dan
Wahyuni (2017) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap audit delay. Hasil penelitian sejalan dengan pendapat Dyer dan McHugh (1975) yang menyatakan bahwa manajemen perusahaan besar memiliki insentif yang lebih besar untuk mengurangi audit delay maupun penundaan pelaporan karena diawasi secara ketat oleh investor, serikat buruh, dan regulator.
Delay
Variabel opini audit diperoleh nilai
| t | yaitu 1.501 dimana nilai tersebut lebih kecil dibanding 1.974 dan nilai p-value berturut-turut sebesar 0.135 di mana lebih besar dibanding 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh opini audit terhadap audit delay.
Hasil penelitian mendukung penelitian oleh Prameswari dan Yusrianthe (2015) yang menunjukkan variabel opini auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Hasil penelitian juga mendukung penelitian oleh Iskandar dan Trisnawati (2010) yang menunjukkan variabel opini auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Proses pemberian pendapat terhadap kewajaran suatu laporan keuangan merupakan tahap akhir dalam proses audit, sehingga jenis opini apapun yang diberikan tidak akan mempengaruhi lamanya audit delay yang terjadi.
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay
Variabel profitabilitas diperoleh nilai | t | yaitu 0.705 di mana nilai tersebut lebih kecil dibanding 1.974 dan nilai p- value berturut-turut sebesar 0.482 di mana lebih besar dibanding 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh profitabilitas terhadap audit delay. Artinya tinggi atau rendahnya profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Hasil penelitian mendukung penelitian oleh Kurniawan dan Laksitho (2015) yang menyatakan variabel profitabilitas memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap audit delay. Hasil peneltian juga mendukung penelitian oleh Pinatih dan Sukartha (2017) yang menunjukkan variabel profitabilitas memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap audit delay. Besaran laba tidak mempengaruhi proses penyelesaian audit.
Pengaruh Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay
Variabel reputasi auditor diperoleh nilai | t | yaitu 1.244 di mana nilai tersebut lebih kecil dibanding 1.974 dan nilai p- value berturut-turut sebesar 0.215 dimana lebih besar dibanding 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh reputasi auditor terhadap audit delay. Hasil penelitian mendukung penelitian oleh Saemargani dan Mustikawati (2015) yang Pengaruh Opini Audit Terhadap Audit
menunjukkan variabel reputasi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
(2017) yang menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay.
PENUTUP Untuk hasil dari pengujian
hipotesis 3, variabel opini audit perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay sehingga hipotesis 3 ditolak.
Hal tersebut berarti bahwa apapun opini yang diberikan auditor terhadap laporan keuangan perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay perusahaan tersebut.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Iskandar dan Trisnawati (2010) dan Prameswari dan Yusrianthe (2017) yang menunjukkan bahwa opini audit tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis 1, variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh secara signifikan negatif terhadap audit delay sehingga hipotesis 1 diterima. Hal ini dapat berarti bahwa perusahaan dengan ukuran yang lebih besar akan memiliki audit delay yang lebih kecil dan begitu pula sebaliknya.
Pihak manajemen perusahaan dalam membuat rencana audit harus mempertimbangkan ukuran perusahaan supaya audit delay bisa diminimalisir.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dan Laksitho (2015) dan Candraningtiyas, Sulindawati, dan Wahyuni (2017) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap audit delay.
Sedangkan hasil dari pengujian hipotesis 4 menunjukkan bahwa variabel reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay sehingga hipotesis 4 ditolak. Hal itu berarti bahwa besaran audit delay tidak dipengaruhi oleh reputasi dari auditor yang melakukan audit laporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Saemargani dan Mustikawati (2015) yang menunjukkan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Hasil dari pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa variabel profitabilitas perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay sehingga hipotesis 2 ditolak.
Hal ini dapat diartikan bahwa kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dan Laksitho (2015) dan Pinatih dan Sukartha
Keterbatasan Penelitian dan Saran Peneliti menyadari bahwa terdapat keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian ini yang dilakukan pada
tahun 2020 ini tidak bisa mengambil data dari tahun yang sama karena laporan keuangan perusahaan LQ 45 untuk periode tahun tersebut belum tersedia.
Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan data dari laporan keuangan tahun yang paling baru dan jika memungkinkan laporan keuangan tersebut tersedia di tahun yang sama dengan dilakukannya penelitian.
mampu dijelaskan oleh variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit dan reputasi auditor kerja sebesar 4.8% dan sisanya sebesar 95.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar dari penelitian.
Nilai adjusted R2 yang rendah sebesar 4.8% mengindikasikan masih terdapat banyak variabel independen lain yang dapat memengaruhi audit delay. Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya menambah atau menggunakan variabel-variabel lain yang berpengaruh terhadap audit delay.
2. Berdasarkan kriteria pengambilan sampel ditentukan, terdapat 45 perusahaan sampel dipilih dari daftar perusahaan LQ 45 yang sesuai dengan kebutuhan penelitian, sehingga dalam 3 tahun penelitian diperoleh 180 data pengamatan yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini, sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah periode waktu menjadi lebih dari 3 tahun dengan begitu data pengamatan yang diperoleh akan lebih banyak sehingga data lebih variatif.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, S. (2014). Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik (4th ed.). Jakarta:
Salemba Empat.
Alfiani, D., & Nurmala, P. (2020).
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas dan Reputasi Kantor Akuntan Publik terhadap Audit Delay. Journal of Technopreneurship on Economics and Business Review. 1(2). 79-99.
3. Penelitian ini hanya menggunakan 4 variabel independen yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, opini auditor, dan reputasi auditor.
Dalam penelitian ini audit delay
Apriliane, M. D. (2015). Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris pada
Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2008 - 2013). Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Perusahaan Perbankan yang
Terdaftar di BEI Tahun 2012-2015.
E-Journal S1 Ak, 8(2), 1-11.
Arens, A. A., Randal, J. E., & Mark , S. B.
(2015). Auditing dan Jasa
Assurance (Terjemahan) (15th ed.).
Jakarta: Erlangga.
Craswell, A. T., Jere, R., & Stephen, L. T.
(1995). Auditor Brand Name Reputations and Industry Specialization. Journal of Accounting and Economics, 20, 297-322.
Bambang, R. (2012). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan.
Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada.
Dyer, J. C., & McHugh, A. J. (1975). The Timeliness of The Australian Annual Report. Journal of Accounting Research, 13(2), 204- 219.
Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2011).
Essential of Financial Management (Dasar-dasar Manjemen
Keuangan) (10th ed.). (A. A.
Yulianto, Trans.) Jakarta: Salemba Empat.
Ervilah, & Fachriyah, N. (2015). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 3(1), 1-23.
Bursa Efek Indonesia, Laporan Keuangan Tahunan 2016, 2017, 2018, dan
2019. (diakses di
http://www.idx.co.id)
Fanny, M., & Saputra, S. (2005). Opini Audit Going Concern : Kajian Berdasarkan Model Prediksi Kebangkrutan, Pertumbuhan Perusahaan, Dan Reputasi Kantor Akuntan Publik (Studi Pada
Emiten Bursa Efek Jakarta). Jurnal dan Prosiding SNA - Simposium Nasional Akuntansi, 8.
Bustamam , & Kamal, M. (2010).
Pengaruh Leverage, Subsidiaries dan Audit Complexity terhadap Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Telaah dan
Riset Akuntansi, 3(2), 110-122. Firdawanti, R. P., & Miradji, M. A.
(2020). Pengaruh Opini Auditor, Audit Tenure, Audit Delay Terhadap Ketepatan Publikasi Laporan Keuangan. Majalah Ekonomi, 25(1), 62-66.
Candraningtiyas, E. G., Sulindawati, N. E.,
& Wahyuni, M. A. (2017).
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, dan Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Audit Delay Pada
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis
Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (8th ed.). Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Indonesia. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 12(3), 175-186.
Johnson, W. B., & Lys, T. (1990). “The Market for Audit Services”.
Journal of Accounting and Economics, 281-308.
Gitman, J. L. (2012). Principles Of Managerial finance (13th ed.).
United States: Pearson Education.
Kasmir. (2016). Analisis Laporan
Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Hackston, D., & Milne, M. J. (1996).
Some Determintants of Social and Enviromental Disclosures in New Zealand Companies. Accounting, Auditing and Accountability Journal, 9(1), 77-108.
Kurniawan, A. I., & Laksito, H. (2015).
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan LQ 45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2010 - 2013). Diponegoro Journal of Accounting, 4(3), 1-13.
Hanafi, M. M. (2016). Manajemen Keuangan (2nd ed.). Yogyakarta:
BPFE. Kusumawardani, F. (2013). Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Manufaktur.
Accounting Analysis Journal, 2(1), 52-58.
Harahap, S. S. (2015). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hartono, J. (2015). Teori Portofolio dan Analisis Investasi (5th ed.). Jakarta:
Rajawali Press.
Lestari, K. A., & Saitri, P. W. (2017).
Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas,
Solvabilitas, Kualitas Auditor Dan Audit Tenure Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015.
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, 23(1), 1-11.
Heni, O., & Wahidahwati. (2014). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Intellectual. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, 3(5).
Irham, F. (2014). Analisa Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Iskandar, M. J., & Trisnawati, E. (2010).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Report Lag Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek
Muhardi, W. R. (2013). Analisis Laporan Keuangan Proyeksi dan Valuasi Saham. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. (2014). Auditing (6th ed.).
Jakarta: Salemba Empat.
Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Akuntansi, 19(1), 50-67.
Munawir. (2014). Analisa Laporan
Keuangan. Yogyakarta: Liberty. Rai, A. G. (2008). Audit Kinerja Pada Sektor Publik: Konsep Praktik Studi Kasus. Jakarta: Salemba Empat.
Mutchler, J. F., Hopwood, W., & McKeon, J. C. (1997). The Influence of Contrary Information and Mitigating Factors on Audit Opinion Decisions on Bankrupt Companies. Journal of Accounting Research, 35, 295-310.
Saemargani, F. I., & Mustikawati, R. I.
(2015). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran KAP, dan Opini Auditor Terhadap Audit Delay. Jurnal Nominal, 4(2), 1-15.
Nadia, I., & Djati, K. (2020). Factors Affecting Audit Delay on Companies In Indonesia. Journal of Accounting Science and Technology. 1(1). 61-77.
Sartono, A. (2015). Manajemen
Keuangan: Teori dan Aplikasi (3rd ed.). Yogyakarta: BPFE.
Peng Wi. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Auditor Switching (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016 – 2018). Akunteknologi: Jurnal Ilmia Akuntansi dan Teknologi, 12(1).
Setyarani, T., & Nursiam, A.
(2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lamanya Waktu Penyelesaian Audit (Audit Delay) (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2017 )(Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Pinatih, N. C., & Sukartha, I. M. (2017).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay Perusahaan Di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana, 19(3), 2439-2467.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Prameswari, A. S., & Yustrianthe, R. H.
(2017). Analisis Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan
Sutrisno. (2012). Manajemen Keuangan:
Teori, Konsep, dan Aplikasi.
Yogyakarta: Ekonisia.
Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Kanisius.
Tarigan, M. U., & Susanti, P. B. (2013).
Pengaruh Kompetensi, Etika dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit. Jurnal Akuntansi, 13(1), 803-832.
Utami, W. (2006). Analisis Determinan Audit Delay Kajian Empiris di Bursa Efek Jakarta. Bulletin Penelitian, 9(1), 19-31.
Warren, C. S., Reeve, J. M., & Duchac, J.
E. (2016). Accounting (26th ed.).
United States: Cengage Learning.
Yanthi, K. D. P., Merawati, L. K., &
Munidewi, I. A. B. (2020).
Pengaruh Audit Tenure, Ukuran KAP, Pergantian Auditor, dan Opini Audit Terhadap Audit Delay.
Jurnal Kharisma, 2(1), 148-158.