• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi di"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR KONSTRUKSI DI 35 KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014-2018

SKRIPSI

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA

STRATA SATU DALAM ILMU EKONOMI ISLAM

OLEH:

NURUL ISTIQOMAH NIM. 16810059

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2020

(2)

ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR KONSTRUKSI DI 35 KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014-2018

SKRIPSI

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA

STRATA SATU DALAM ILMU EKONOMI ISLAM

OLEH:

NURUL ISTIQOMAH NIM. 16810059

DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI:

Drs. SLAMET KHILMI, M.SI.

NIP. 19631014 199203 1 002

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2020

(3)

ii

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR

(4)
(5)
(6)
(7)

vi

HALAMAN MOTTO

“Selama ada keyakinan, semua akan menjadi mungkin”

(8)

vii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT dan shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW

Skripsi ini saya persembahkan kepada:

Kedua orang tua saya yang sangat saya cintai Bapak Kusno, dan Ibu saya Sarinem serta kakak-kakak saya Muhammad Hasan, Emmy Hidayati dan kakak ipar saya

Suyono, Sefia Trisdiana serta keponakan saya Harjuna Kamal Muadzana, Ayra Yasna Masithoh dan Maulana Ahmad Sagara.

Terimakasih yang sangat mendalam atas do‟a, pengorbanan, dan dukungan yang tiada tara. Hanya balasan doa dan beribu maaf yang bisa saya panjatkan. Semoga

selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT

Serta semua orang yang telah membantu saya dalam hal apapun, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua.

(9)

viii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN

Transliterasi kata-kata arab yang dipakai dalam penyusunan skripsi iniberpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan MenteriPendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan0543b/U/1987.

A. Konsonan Tunggal Huruf

Arab Nama Huruf Latin Nama

ا Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan

ة Ba‟ B Be

ت Ta‟ T Te

ث Tsa‟ Ś Es (dengan titik di atas)

ج Jim J Je

ح Ha‟ H Ha (dengan titik di bawah)

خ Kha‟ Kh Ka dan ha

د Dal D De

ذ Dzal Z Zet

ز Ra‟ R Er

ش Zai Z Zet

س Sin S Es

ش Syin Sy Es dan ye

ص Shad Ṣ Es (dengan titik di bawah)

ض Dhad Ḍ De (dengan titik di bawah)

ط Tha‟ Ṭ Te (dengan titik di bawah)

ظ Dhza‟ Ẓ Zet (dengan titik di bawah)

ع ‟Ain „ Koma terbalik di atas

غ Ghain Gh Ge dan ha

ف Fa‟ F Ef

ق Qaf Q Ki

ك Kaf K Ka

ل Lam L El

م Min M Em

ن Nun N En

و Wau W We

ي Ha‟ H Ha

ء Hamzah „ Apostref

ي Ya‟ Y Ye

B. Konsonan Rangkap karena Syaddah Ditulis Rangkap

ةدّدعتم Ditulis Muta’addidah

ةّدع Ditulis ‘iddah

(10)

ix C. Ta’Marbuttah

Semua ta’ marbuttah ditulis dengan h, baik berada pada kata tunggalataupun berada di tengah penggabungan kata (kata yang diikuti oleh katasandang “al”). Ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata arab yang sudahterserap dalam bahasa Indonesia, seperti shalat, zakat dan sebagainya kecualidikehendaki kata aslinya.

ةمكح Ditulis Hikmah

ةّلع Ditulis ‘illah

لولآاةمارك ی

ءا Ditulis Karamah al auliya’

D. Vokal Pendek dan Penerapannya

--- َ --- Fathah Ditulis A

--- َ --- Kasrah Ditulis I

--- َ --- Dammah Ditulis U

معف Fathh Ditulis Fa’ala

سكذ Kasrah Ditulis Zukira

تھری Dammah Ditulis Yazhabu

E. Vokal Panjang

1. fathah + alif Ditulis A

لھاج

ّّی

ة Ditulis Jahiliyyah

2. fathah + ya‟ mati Ditulis A

ىسنت Ditulis Tansa

3. kasrah + ya‟ mati Ditulis I

رك ی

م Ditulis Karim

4. dhammah + wawu mati Ditulis U

ضورف Ditulis Furud

F. Vokal Rangkap

1. fathah + ya‟ mati Ditulis Ai

مكىیث Ditulis Bainakum

2. fathah + wau mati Ditulis Au

لوق Ditulis Qaul

G. Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata yang Dipisahkan dengan Apostof

متوأأ Ditulis a’antum

تّدعأ Ditulis u’iddat

متسكش هئن Ditulis la’in syakartum

(11)

x H. Kata Sandang Alif + Lam

I. Bila diikuti huruf qamariyyah maka ditulis menggunakan huruf awal “al”

نآسقنا Ditulis Al-Quran

سبیقنا Ditulis Al-Qiyas

2. Bila diikuti huruf Syamsiyyah maka ditulis sesuai dengan huruf pertamaSyamsiyyah tersebut

ءبمّسنا Ditulis As-sama’

سمّشنا Ditulis Asy-syams

I. Penulisan Kata-Kata dalam Rangkaian Kalimat Ditulis menurut penulisannya

ض وسفنا يوذ Ditulis Zawi al-furud

ةىّسنا مھأ Ditulis Ahl as-sunnah

(12)

xi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penyusun sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR KONSTRUKSI DI 35 KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014-2018”

Tidak lupa sholawat serta salam saya panjatkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Semoga kita termasuk golongan umatnya dan mendapatkan syafaatnya kelak di Yaumul Qiyamah. Amiiin Yarabbal Alamin.

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada pada skripsi ini, penyusun ucapkan terima kasih atas bantuan, dukungan, dan motivasi dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara khusus dengan kerendahan hati penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2. Bapak Dr. Afdawaiza, S.Ag., M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

3. Bapak Dr. Abdul Qoyyum S.E.I., M.Sc.Fin. selaku Kaprodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

4. Bapak Drs. Slamet Khilmi, M.SI. Selaku pembimbing skripsi yang telah membimbing hingga selesainya skripsi ini.

(13)
(14)

xiii DAFTAR ISI

JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ... ii

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI ... iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ... v

HALAMAN MOTTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN ... viii

KATA PENGANTAR ... xi

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GRAFIK ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

ABSTRACT ... xviii

ABSTRAK ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Sistematika Pembahasan ... 9

BAB II LANDASAN TEORI ... 11

A. Landasan Teori ... 11

1. Teori Tenaga Kerja ... 11

2. Konsep Tenaga Kerja menurut Perspektif Islam ... 13

3 . Penyerapan Tenaga Kerja ... 16

4. Upah Minimum ... 17

5. Produk Dosmetik Regional Bruto (PDRB) ... 21

B. Telaah Pustaka ... 26

C. Perumusan Hipotesis ... 32

1. Pengaruh Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Konstruksi. ... 32

2. Pengaruh PDRB terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Konstruksi. ... 33

(15)

xiv

3. Pengaruh Jumlah Penduduk terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Konstruksi. ... 33

D. Kerangka Pemikiran ... 34

BAB III METODE PENELITIAN ... 35

A. Metode Penelitian ... 35

1. Obyek Penelitian ... 35

2. Jenis dan Sumber Data ... 35

3. Populasi dan Sampel ... 36

4. Definisi Operasional Variabel ... 36

5. Teknik Analisis Data ... 38

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 44

A. Analisis Variabel Penelitian ... 44

1. Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah ... 44

2. Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah ... 45

3. Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah ... 47

4. Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah ... 48

B. Analisis Regresi Data Panel ... 50

1. Uji Statistik Deskriptif ... 50

2. Uji Pemilihan Model ... 52

3. Lagrange Multiplier Test (LM Test) ... 55

4. Hasil Estimasi Random Effect Model ... 55

C. Pengujian Hipotesis ... 57

BAB V PENUTUP ... 63

A. Kesimpulan ... 63

B. Saran ... 64

DAFTAR PUSTAKA ... 65 LAMPIRAN ... I

Lampiran 1. Data Panel ... I Lampiran 2. Hasil Regresi Data Panel ... IX

(16)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2018 ... 4

Tabel 2.0 Telaah Pustaka ... 26

Tabel 4.0 Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 51

Tabel 4.1 Hasil Uji Chow ... 53

Tabel 4.2 Hasil Uji Hausman ... 54

Tabel 4.3 Hasil Uji LM Test ... 55

Tabel 4.4 Random Effect Model ... 53

Tabel 4.5 Hasil Uji F ... 57

Tabel 4.6 Uji Koefisien Determinasi ... 58

Tabel 4.7 Uji t ... 59

(17)

xvi

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1.1 Jumlah Orang Bekerja dan Pertumbuhan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2018 ... 2 Grafik 1.2 Distribusi PDRB atas Harga Konstan (Seri 2010) di Provinsi

Jawa Tengah ... 3 Grafik 4.0 Data Tenaga Kerja Konstruksi Provinsi Jawa Tengah menurut

Kabupaten/Kota tahun 2014-2018 ... 44 Grafik 4.1 Data Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah menurut

Kabupaten/Kota tahun 2014-2018 ... 46 Grafik 4.2 Data PDRB di Provinsi Jawa Tengah menurut Kabupaten/Kota

tahun 2014-2018 ... 47 Grafik 4.3 Data Jumlah Penduduk di Provinsi Jawa Tengah menurut

Kabupaten/Kota Tahun 2014-2018 ... 49

(18)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran1 Data Panel ... I Lampiran 2 Hasil Regresi Data Panel ... IX

(19)

xviii ABSTRACT

This study aims to determine how the effect of minimum wages, GRDP, and total population on the absorption rate of labor in the construction sector in 35 districts / cities of Central Java Province in 2014-2018. This research is a quantitative study using panel data. Time series data used in this study were 2014-2018 and cross section data in this study were 35 districts / cities in Central Java Province. The type of data used in this study is secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The analysis method used is the panel data regression analysis method with the best model, namely the random effect model using Eviews 10 software. The results of this study show that the minimum wage variable and the population variable have a positive effect on labor absorption, while the GRDP variable has a negative effect on labor absorption. construction work in 35 Regencies / Cities in Central Java Province in 2014-2018.

Keywords: Minimum Wage, GRDP, Population, Construction Labor Absorption

(20)

xix ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh upah minimum, PDRB, dan jumlah penduduk terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi di 35 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2014- 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data panel. data time series yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahun 2014- 2018 dan data cross section dalam penelitian ini adalah 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi data panel dengan model terbaik yaitu random effect model dengan menggunakan software Eviews 10. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel upah minimum dan variabel jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel PDRB berpengaruh negative terhadap penyerapan tenaga kerja konstruksi di 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2018.

Kata Kunci: Upah Minimum, PDRB, Jumlah Penduduk, Penyerapan Tenaga Kerja Konstruksi

(21)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Permasalahan yang cukup sulit dihadapi oleh pemerintah pada zaman modern saat ini ialah permasalahan pengangguran dan penyerapan tenaga kerja. Lapangan pekerjaan yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang terus meningkat membuat semakin bertambahnya jumlah pengangguran.

Kondisi ini menghasruskan pemerintah membuat suatu kebijakan agar masalah pengangguran dapat terkendali sehingga terciptanya masyarakat yang semakin sejahtera.

Keberhasilan pembangunan daerah dapat diukur melalui penyerapan tenaga kerja suatu daerah tersebut. Secara keseluruhan, penyerapan tenaga kerja dapat mendorong keberhasilan pembangunan suatu negara. Untuk memajukan perekonimian suatu negara, ketenagakerjaan menjadi hal yang sangat penting dimana bagi pemerintah suatu tenaga kerja menjadi sangat krusial untuk menjalankan perekonomian dari segala lini, seperti dari segi pajak, daya beli, pemasukan serta untuk konsumsi rumah tangga. Maka dari itu, memperluas inovasi dan memperbanyak lapangan perkerjaan dalam lingkup pasar tenaga kerja diperlukannya suatu kebijakan dari pemerintah.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu dari sekian banyak daerah yang memiliki potensi daya ekonomi yang cukup besar apabila dilihat dari segi perekonomian Indonesia. Dengan jumlah 35 Kabupaten/kota membuat

(22)

2

provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu dari sekian banyak provinsi di Pulau Jawa yang menjadi pusat perekonomian.

Berdasar data sensus penduduk pada tahun 2015, banyaknya jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 35.557.249 jiwa. Dilihat dari banyaknya jumlah penduduk tersebut menjadikan Provinsi Jawa Tengah berpotensi dapat menyerap banyak tenaga-tenaga kerja.

Berikut grafik mengenai kondisi Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengahdari tahun ke tahun.

Grafik 1.1

Jumlah Orang Bekerja dan Pertumbuhan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2018

Sumber: Badan Pusat Statistik, (data diolah)

Grafik 1.1 diatas dapat dilihat dalam hal jumlah orang bekerja yang berada di Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan. Namun, pada beberapa tahun masih mengalami penurunan pada jumlah tenaga kerja. Maka dalam hal ini dapat diasumsikan bahwa di Provinsi Jawa Tengah ketersediaan kesempatan kerja masih belum optimal. Dilihat dari tingkat pertumbuhan yang

18000000 8.0%

%

17500000 7.2 6.0%

17000000 4.9% 4.5% 4.1% 4.0%

16500000 3.0%

16000000 2.4%

1. 62.0%%

15500000 -0.2%0.1% 0.5% 0.5%

-0.4% 0.0%

15000000 -0.7%

-1.8% -2.0%

14500000 -2.8%

14000000 -4.0%

-5.2%

13500000 -6.0%

2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 Tenaga Kerja (Jiwa) Pertumbuhan (Persen)

(23)

3

fluktuatif, mengindikasikan bahwa kebijakan dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah masih belum bisa berjalan dengan baik.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah salah satu faktor yang penting untuk mempengaruhi pningkatan penyerapan tenaga kerja. Jika suatu nilai PDRB mengalami peningkatan, maka semua unit ekonomi pada suatu wilayah tersebut akan mengalami peningkatan dilihat dari jumlah nilai tmabah output atau penjualan. Apabila suatu perusahaan melakukan penjualan yang semakin besar, maka dapat mendukung perusahaa agar dapat menambah permintaan tenaga kerja supaya produksi perusahaan tersebut meningkat untuk mendorong laju peningkatan penjualan. (Feriyanto, 2014). Distribusi PDRB di Jawa Tengah dapat dilihat dari grafik 1.2 sebagai berikut:

Grafik 1.2

Distribusi PDRB atas dasar Harga Konstan (Seri 2010) di Provinsi Jawa Tengah

Sumber : BPS, (data diolah)

Grafik 1.2, diatas menunjukkan distribusi PDRB di Provinsi Jawa Tengah terlihat meningkat setiap tahunnya dan terlihat cukup stabil. Meningkatnya

1000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0

2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 Tahun

Triliun Rupiah

(24)

4

PDRB setiap tahunnya menunjukkan kondisi yang bagus. Maka dari itu keadaan di Jawa Tengah dapat menjadi semakin bagus dan semakin produktif. Peningkatan PDRB ini berpotensi dapat menyerap tenaga kerja dan menjadikan perekonomian daerah menjadi lebih berkembang.

Kondisi dan arah kebijakan ekonomi menjadi faktor yang berpengaruh terhadap penetapan upah minimum di berbagai negara, seperti promosi pertumbuhan ekonomi, (Tarmada, 2011). Dari waktu ke waktu, fenomena upah minimum di Indonesia selalu mengalami kenaikan. Pada dasarnya, tujuan dari penetapan dan peningkatan upah minimum adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh, (Sitomurang, 2010; Febrianica dan Pratomo, 2015; Wiryawan, 2016). Upah minimum di Indonesia khususnya di Jawa Tengah selalu meningkat setiap tahunnya (BPS, 2017). Hal tersebut ditunjukkan pada tabel 1.1 dibawah ini:

Tabel 1.1 Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2018

Tahun Upah Minimum Provinsi

2014 910000

2015 910000

2016 1367000

2017 1486065

2018 1605396

Sumber: Badan Pusat Statistik, (data diolah)

Tabel 1.1 diatas memperlihatkan banyaknya upah minimum provinsi Jawa Tengah dimana setiap tahunnya (dari tahun 2014-2018) meningkat. Bagi perusahaan dan tenaga kerja, hal yang sangat penting adalah upah. Dari sisi perusahaan, bagian dari produksi dan kewajiban perusahaan yang wajib

(25)

5

diberikan untuk pekerjanya adalah upah, sementara dari segi tenaga kerja upah merupakan penghasilan dan salah satu sumber agar kebutuhan hidup terpenuhi.

Sejalan dengan selalu meningkatnya UMP di Jawa Tengah, maka untuk para produsen sangat perlu untuk memperhatikan bagaimana supaya keuntungan meningkat tanpa mempengaruhi jumlah pekerjanya.

Infrastruktur merupakan faktor penting dalam pembangunan perekonomian. Dalam jangka pendek, ketersediaan Infrastruktur akan meningkatkan output ekonomi sedangkan dalam jangka panjang, akan meningkatkan produktivitas (Permana, 2010; Stupak, 2018). Sejalan dengan hal tersebut, World Development Report World Bank (1994) dan Todaro (2000) menjelaskan bahwa faktor yang paling penting dalam menentukan tingkat kecepatan dan perluasan pembangunan ekonomi adalah ketersediaan infrastruktur dalam suatu negara. Infrastruktur yang memadai akan memberikan dampak positif dan akan mempengaruhi perekonomian masyarakat di suatu daerah karena akan memudahkan aktivitas masyarakat dalam distribusi aliran barang. Infrastruktur yang memadai akan membentuk sistem transportasi yang cepat, mudah, murah, lancar, efektif dan efisien.

Tingkat profesionalitas pekerja dalam bidang infrastruktur dapat mencapai pembangunan infrastruktur yang memadai (Adi dan Adillah, 2012).

Salah satu upaya peningkatan kualitas pekerja yaitu melalui sistem quality assurance dalam bentuk sertifikasi. Sistem tersebuat merupakan hasil tindak lanjut dari UU 18/1999 Pasal 15 PP 28/200 tentang Usaha dan Peran

(26)

6

Masyarakat Jasa Konstruksi, yang mengharuskan tenaga kerja konstruksi untuk mengikuti sertifikasi ketrampilan kerja atau sertifikasi keahlian kerja yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Tenaga kerja ahli berbeda dengan tenaga kerja biasa. Tenaga ahli sendiri dinilai berdasarkan kualifikasi tenaga kerja yang lebih banyak bekerja dengan ilmu pengetahuan, konsep dan pemikiran (Musyafa. 2015).

Beberapa penelitian sebelumnya mengenai penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi seperti penelitian Achmad Naufal Fachreza (2017) dalam penelitiannya “Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi di Kabupatem/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2015” periode yang digunakan yaitu tahun 2011-2015 menggunakan data panel. Adapun variabel yang digunakan antara lain variabel dependenmya adalah penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel independennya adalah jumlah penduduk, PDRB, dan upah minimum. Penelitian ini menggunakan alat analisis Ordinary Least Square (OLS). Dengan hasil penelitiannya dimana variabel PDRB, upah minimum, dan jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja konstruksi.

Ma‟ruf Hanuraga (2018) melakukan penelitian yang berjudul

“Pengaruh Upah Minimum Provinsi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi di Indonesia: Studi 6 Provinsi di Jawa”, periode yang digunakan yaitu tahun 2006-2015 menggunakan data panel. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penyerapan tenaga kerja konstuksi,

(27)

7

sedangkan variabel indepennya adalah upah minimum provinsi. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis regresi linear data panel dengan metode Random Effect. Hasil penelitian menunjukkan variabel upah minimum provinsi berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja di 6 provinsi di Pulau Jawa tahun 2006-2015.

Berdasarkan keterangan yang telah dijelaskan, penyerapan tenaga kerja konstruksi berkaitan dengan berbagai variabel seperti PDRB, Upah Minimum, Jumlah Penduduk. Hal tersebut melatarbelakangi penyusun untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi di 35 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah 2014-2018”.

B. Rumusan Masalah

Mengacu pada latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalahnya dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi di Provinsi Jawa Tengah?

2. Bagaimana pengaruh PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi di Provinsi Jawa Tengah?

3. Bagaimana pengaruh jumlah penduduk terhadap penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi di Provinsi Jawa Tengah?

(28)

8

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang diatas, tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk menguji dan mengetahui bagaimana pengaruh upah minimum terhadap penyerapan teaga kerja sektor konstruksi di Provinsi Jawa Tengah

2. Untuk menguji dan mengetahui bagaimana pengaruh PDRB terhadap penyerapan teaga kerja sektor konstruksi di Provinsi Jawa Tengah

3. Untuk menguji dan mengetahui bagaimana pengaruh jumlah penduduk terhadap penyerapan teaga kerja sektor konstruksi di Provinsi Jawa Tengah

D. Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan memberikan informasi untuk membuat kebijakan. dan bagi penyusun selanjutnya, diantaranya:

1. Bagi pemerintah provinsi Jawa Tengah, penelitian ini dapat memudahkan pemerintah dalam hal merencanakan suatu kebijakan untuk pembangunan daerah.

2. Sebagai referensi untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti tema serupa.

3. Sebagai bahan informasi untuk pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal penyerapan tenaga kerja.

(29)

9

E. Sistematika Pembahasan

Berisi tentang hubungan pembahasan setiap bab secara berurutan. Bab satu dengan bab lain serta sub bab pembahasan dengan sub bab pembahasan lain. Sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah:

BAB I: Berisi Pendahuluan yang menjelaskan latar belakang masalah, secara keseluruhan pada pendahuluan ini menjelaskan mengenai teori yang mendasari penelitian, isu-isu, dan hasil dari penelitian sebelumnya.

Selanjutnya adalah rumusan masalah, yang berisi tentang pertanyaan penelitian yang disajikan secara detail pada tiap variabel dalam penelitian.

Kemudian berisi tujuan penelitian yang berdasarkan rumusan masalah, dan manfaat penelitian, serta yang terakhir adalah sistematika pembahasan.

BAB II: Dalam bab ini berisi Landasan teori yang melandasi penelitian, menguraikan teori dengan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, hubungan antara tiap variabel x dengan variabel y serta menguraikan teori perspektif ekonomi Islam. Selanjutnya bab ini menguraikan tabel telaah pustaka yang berisi ringkasan hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Dalam bab ini juga berisi pengembangan hipotesis yang diuraikan secara jelas dan berisi argumen teoritis secara singkat maupun uraian tentang hasil penelitan sebelumnya yang menampilkan hubungan tiap variabel. Terakhir dalam bab ini adalah kerangka pemikiran yang menggambarkanarah hubungan tiap variabel independen terhadap variabel dependen yang ditampilkan dalam bentuk gambar maupun skema.

(30)

10

BAB III: Berisi Metode Penelitian yang menjelaskan jenis penelitian, populasi dan sampel, sumber dan jenis data, defini operasional variabel, dan yang terakhir adalah teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian.

BAB IV: Bab ini bersi tentang hasil dan pembahasan yang menjelaskan tentang objek penelitian, deskripsi variabel penelitian, pembahasan dari hasil analisis, menjelaskan hasil olah data dan pengujian hipotesis. Selanjutnya menguraikan konsep teoritis untuk memperkuat argumen, yang berasal dari hasil penelitian sebelumnya maupun berdasarkan data dan fakta.

BAB V: Dalam bab ini berisi Penutup yang menyimpilkan dari semua jawaban atas dasar rumusan masalah dengan kata-kata yang isinya berupa saran untuk pihak yang terkait sebagai pengambil kebijakan dan untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti hal serupa.

(31)

63 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan oleh penyusun, maka dapat diperoleh kesimpulan dan saran sebagai berikut:

1. Variabel upah minimum berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependen tenaga kerja konstruksi di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2018. Sehingga kenaikan pada upah minimum akan meningkatkan tingkat penyerapan tenaga kerja konstruksi.

2. Variabel PDRB memiliki hubungan negatif dengan variabel dependen tenaga kerja konstruksi. Dari hasil estimasi tersebut dapat diketahui bahwa kenaikan tingkat penyerapan tenaga kerja konstruksi tidak dipengaruhi oleh peningkatan atau penurunan dari variabel PDRB.

3. Variabel jumlah penduduk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependen tenaga kerja konstruksi di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2018. Sehingga kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan tingkat penyerapan tenaga kerja konstruksi.

(32)

64

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, penyusun dapat memberikan saran sebagai berikut :

1. Kepada pemerintah dan swasta diharapkan mampu memperluas lapangan pekerjaan khususnya pada sektor konstruksi sehingga dengan luasnya lapangan kerja maka dapat membantu dalam meningkatkan pendapatan daerah khusunya dari sektor konstruksi.

2. Kepada lembaga penyedia data, hendaknya mengupdate data secara keseluruhan. Sehingga para peneliti tidak kesulitan untuk mencari data yang dibutuhkan. Dan untuk peneliti agar berhati-hati dan lebih cermat saat mengambil data dari berbagai sumber data.

3. Kepada peneliti yang akan meneliti hal serupa agar mensortir variabel terbaik untuk menggambarkan penyerapan tenaga kerja konstruksi agar lebih representative dan dapat menjadi penelitian acuan bagi peneliti lainnya.

(33)

65

DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Jawa Tengah (www.bpsjateng.go.id)

Baek, J dan Park, W. 2015. Minimum wage introdution and employment:

Evidence from South Korea. Economic Letters 139 (2015) 18-21

Bazen, S dan Gallo, J. L. 2009. The State-Federal Dichotomy in the Effects of Minimum Wages on Teenage Employment in the United States.

Economics Letters 105 (2009) 267-269.

Burt. 1963. Labor market, Unions and Government Policies. Discussion Paper No.1159.

Chuzna, A. 2013. Pengaruh Laju Pertumbuhan Sektor Industri, Investasi, dan Upah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri di Jawa Tengah Tahun 1980-2011. Economics Development Analysis Journal 2 (3) (2013) Dumairy. 1996. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga

Fachreza, A. N. 2017. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2015. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 15, No.2. Universitas Muhammadiyah Malang.

Falla, F. M. 2014. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor Industri Kecil Menengah di Provinsi Jawa Tengah Tahun 1994-2013. Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.

Gujarati, D.N. dan D. C. Porter. 2009. Basic Econometrics. 5th ed. New York:

McGraw-Hill Irwin.

Hafner, M., Taylor, J., Pankowska P., Stepanek, M., Nataraj, S., dan Stolk, C. V.

2016. The Impact of the National Minimum Wage on Employment: A Meta-Analysis. Research Report RAND Europe, October, 1-38.

Hanuraga, M. 2018. Pengaruh Upah Minimum Provinsi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi di Indonesia: Studi 6 Provinsi di Jawa.

Skripsi. Universitas Jember.

Haryanto. 2012. Dampak Investasi Infrastruktur Transportai Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Ekonomi dan Distribusi Pendapatan Masyarakat di Provinsi Jawa Barat. Disertasi. Institut Pertanian Bogor.

Indradewa, I. G. A dan Natha, K. S. 2012. Pengaruh Inflasi, PDRB dan Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Bali. Jurnal Ilmiah. Bali. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Udayana.

(34)

66

Kuncoro, H. 2002. Upah Sistem Bagi Hasil dan Penyerapan Tenaga Kerja. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 1 (2002).

Lang, K dan Kahn, S. 1998. The Effect of Minimum-Wage Laws on The Distribution of Employment: Theory and Evidence. Journal of Public Economics 69 (1998) 67-82.

Lemos, S. 2009. Minimum Wage Effect in a Developing Country. Labour Economics 16 (2009) 224-237.

Mankiw, N.Gregory. 2003. Teori Makroekonomi. Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Menon, N dan Rodgers, Y. V. D. M. 2017. Child labor and the Minimum Wage:

Evidence from India. Journal of Comparative Economics.

Musyafa A. 2015. Identifikasi Kompetensi Tenaga Ahli Pelaksana Konstruksi Perumahan di Yogyakarta. Jurnal Ilmiah. DIY:Universitas Islam Indonesia, Daerah Istimewa Yogakarta.

Nury, E., & Maman, S. (2014). Ekonometrika Pendekatan Teori dan Terapan.

Jakarta: Salemba empat.

Permana, C. D., dan Asmara A. 2010. Analisis Peranan dan Dampak Investasi Infrastruktur terhadap Perekonomian Indonesia: Analisis Input-Output.

Jurnal Manajemen dan Agribisnis Vol. 7 No.1.

Priyono, J. 2018. Analisis Pengaruh Penyerapan Tenaga Kerja dan Upah Minimum Pekerja Terhadap Jumlah Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2015. Jurnal Ilmiah. Fakultas Ekonomi. Universitas 17 Agustus Surabaya.

Sastrohadiwiryo, 2005. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional. Jurnal Ilmiah. Jakarta.

Simanjuntak. P. 2001. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta:

LPFEUI.

Stupak, J.M. 2018. Economic Impact od Infrastructure Investment. Congressional Research Service. Analyst in Macroeconomic Policy 7-2344.

Subagiarta. 2006. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: FE UNJ.

Sudarsono. 1990. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Jakarta:LP3ES.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sukirno, S. 2000. Mikroekonomi: Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta.

(35)

67

Sumarsono, S. 2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Todaro, M.p, dan Smith, S, C. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga.

Edisis Ketujuh. Jakarta: Erlangga.

Wiryawan, I.W.G. 2016. Dilematika Kebijakan Upah Minimum dalam Pengupahan di Indonesia. Journal Advokasi, Vol.6, No. 1.

World Bank. 1994. World Development Report 1994 : Infrastructure for Development. New York: Oxford University Press.

http://documents.worlbank.org/curated/en/687361468340136928/World- Development-Report-1994-infrastructure-for-development-executive- summary.

Zavodny, M., 2000. The Effect of The Minimum Wage on Employment and Hours. Labour Economics 7 (2000) 729-750.

(36)

I LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Panel

Kabupaten/Kota Tahun Upah Minimum PDRB Jumlah Penduduk (ribu jiwa)

Tenaga Kerja Konstruksi

Kabupaten Cilacap 2014 1125000 83391500 1685631 55900

Kabupaten Cilacap 2015 1287000 88357607 1694726 71947

Kabupaten Cilacap 2016 1608000 92858650 1703390 77869

Kabupaten Cilacap 2017 1693689 95264187 1711627 86021

Kabupaten Cilacap 2018 1841209 98172613 1719504 82175

Kabupaten Banyumas 2014 1000000 29367687 1620772 61127

Kabupaten Banyumas 2015 1100000 31164876 1635909 96954

Kabupaten Banyumas 2016 1350000 33051047 1650625 98352

Kabupaten Banyumas 2017 1461400 35147313 1665025 99040

Kabupaten Banyumas 2018 1589000 37414501 1679124 71124

Kabupaten Purbalingga 2014 1023000 13397713 889172 26535

Kabupaten Purbalingga 2015 1101600 14130612 898376 43705

Kabupaten Purbalingga 2016 1377500 14816430 907507 56691

Kabupaten Purbalingga 2017 1522500 15612286 916427 64310

Kabupaten Purbalingga 2018 1655200 16458708 925193 42656

Kabupaten Banjarnegara 2014 920000 11629846 896038 22395

(37)

II

Kabupaten Banjarnegara 2015 1112500 12266046 901826 26817

Kabupaten Banjarnegara 2016 1265000 12932885 907410 40013

Kabupaten Banjarnegara 2017 1370000 13663267 912917 70719

Kabupaten Banjarnegara 2018 1490000 14438150 918219 53458

Kabupaten Kebumen 2014 975000 15163092 1180894 37569

Kabupaten Kebumen 2015 1157500 16115554 1184882 49258

Kabupaten Kebumen 2016 1324600 16923720 1188603 56225

Kabupaten Kebumen 2017 1433900 17792465 1192007 61641

Kabupaten Kebumen 2018 1560000 18773834 1195092 54571

Kabupaten Purworwejo 2014 910000 10312938 708006 21985

Kabupaten Purworwejo 2015 1165000 10862646 710386 21985

Kabupaten Purworwejo 2016 1300000 11421552 712686 33007

Kabupaten Purworwejo 2017 1445000 12028190 714574 37344

Kabupaten Purworwejo 2018 1573000 12668118 716477 34485

Kabupaten Wonosobo 2014 990000 10828169 773391 15582

Kabupaten Wonosobo 2015 1166000 11334080 777122 23381

Kabupaten Wonosobo 2016 1326000 11941199 780793 32452

Kabupaten Wonosobo 2017 1457100 12405049 784207 35831

Kabupaten Wonosobo 2018 1585000 13017628 787384 32672

Kabupaten Magelang 2014 1152000 17936288 1233701 41484

Kabupaten Magelang 2015 1255000 18864652 1245496 54760

Kabupaten Magelang 2016 1410000 19882244 1257123 69120

Kabupaten Magelang 2017 1570000 20937301 1268396 92430

Kabupaten Magelang 2018 1742000 22074996 1279625 56307

Kabupaten Boyolali 2014 1116000 17148351 957913 58722

(38)

III

Kabupaten Boyolali 2015 1197800 18170384 963690 83987

Kabupaten Boyolali 2016 1403500 19139359 969325 83987

Kabupaten Boyolali 2017 1519289 20249399 974579 86142

Kabupaten Boyolali 2018 1651650 21407484 979799 44247

Kabupaten Klaten 2014 1026600 21424522 1154028 36537

Kabupaten Klaten 2015 1170000 22558976 1158795 46473

Kabupaten Klaten 2016 1400000 23725741 1163218 54372

Kabupaten Klaten 2017 1528500 24989903 1167401 57080

Kabupaten Klaten 2018 1661632 26381363 1171411 51967

Kabupaten Sukoharjo 2014 1150000 20449010 856861 40459

Kabupaten Sukoharjo 2015 1223000 21612078 864207 41517

Kabupaten Sukoharjo 2016 1396000 22847983 871397 45063

Kabupaten Sukoharjo 2017 1513000 24163939 878374 45891

Kabupaten Sukoharjo 2018 1648000 25570865 885205 36653

Kabupaten Wonogiri 2014 954000 16107795 945682 40154

Kabupaten Wonogiri 2015 1101000 16977199 949017 42341

Kabupaten Wonogiri 2016 1293000 17869145 951975 48860

Kabupaten Wonogiri 2017 1401000 18820498 954706 49633

Kabupaten Wonogiri 2018 1542000 19839039 957106 38832

Kabupaten Karanganyar 2014 1060000 20262444 848326 37974

Kabupaten Karanganyar 2015 1226000 21286287 856198 46238

Kabupaten Karanganyar 2016 1420000 22436294 864021 53115

Kabupaten Karanganyar 2017 1560000 23731952 871596 53892

Kabupaten Karanganyar 2018 1696000 25150278 879078 50670

Kabupaten Sragen 2014 960000 20169825 875615 39621

(39)

IV

Kabupaten Sragen 2015 1105000 21390871 879027 42120

Kabupaten Sragen 2016 1300000 22625822 882090 44826

Kabupaten Sragen 2017 1422585.52 23976752 885122 44907

Kabupaten Sragen 2018 1546492.72 25355125 887889 30574

Kabupaten Grobogan 2014 935000 15064457 1343985 72984

Kabupaten Grobogan 2015 1160000 15962619 1351429 81599

Kabupaten Grobogan 2016 1305000 16682630 1358404 89001

Kabupaten Grobogan 2017 1435000 17659254 1365207 103781

Kabupaten Grobogan 2018 1560000 18702306 1371610 107067

Kabupaten Blora 2014 1009000 12227201 848387 28627

Kabupaten Blora 2015 1180000 12882588 852108 37229

Kabupaten Blora 2016 1328500 15914663 855573 42418

Kabupaten Blora 2017 1438100 16866149 858865 44594

Kabupaten Blora 2018 1564000 17607942 862110 37510

Kabupaten Rembang 2014 985000 10284274 614065 24345

Kabupaten Rembang 2015 1120000 10850269 619173 25062

Kabupaten Rembang 2016 1300000 11423008 624096 25997

Kabupaten Rembang 2017 1408000 12138569 628922 27054

Kabupaten Rembang 2018 1535000 12855231 633584 25016

Kabupaten Pati 2014 1013027 23365214 1225603 43564

Kabupaten Pati 2015 1176500 24770325 1232889 51974

Kabupaten Pati 2016 1310000 26130205 1239989 54015

Kabupaten Pati 2017 1420500 27608968 1246691 55385

Kabupaten Pati 2018 1585000 29194707 1253299 49796

Kabupaten Kudus 2014 1150000 62600681 821109 49753

(40)

V

Kabupaten Kudus 2015 1380000 65029938 831303 50358

Kabupaten Kudus 2016 1608200 66679583 841499 50840

Kabupaten Kudus 2017 1740900 68817635 851478 51563

Kabupaten Kudus 2018 1892500 71048114 861430 49684

Kabupaten Jepara 2014 1000000 16374715 1170785 38283

Kabupaten Jepara 2015 1150000 17210366 1188289 39281

Kabupaten Jepara 2016 1350000 18080635 1205800 40211

Kabupaten Jepara 2017 1600000 19054541 1223198 42138

Kabupaten Jepara 2018 1739360 20169685 1240600 40092

Kabupaten Demak 2014 1280000 14078420 1106209 46755

Kabupaten Demak 2015 1535000 14913000 1117905 46755

Kabupaten Demak 2016 1745000 15672483 1129298 56546

Kabupaten Demak 2017 1900000 16584028 1140675 56912

Kabupaten Demak 2018 2065490 17474052 1151796 54206

Kabupaten Semarang 2014 1208200 27264113 987597 42138

Kabupaten Semarang 2015 1419000 28768327 1000887 42760

Kabupaten Semarang 2016 1610000 30292468 1014198 43106

Kabupaten Semarang 2017 1745000 32004085 1027489 44025

Kabupaten Semarang 2018 1900000 33857649 1040629 43122

Kabupaten Temanggung 2014 1050000 11867680 738881 23295

Kabupaten Temanggung 2015 1178000 12489395 745825 23856

Kabupaten Temanggung 2016 1313000 13116364 752486 24894

Kabupaten Temanggung 2017 1431500 13754615 759128 25947

Kabupaten Temanggung 2018 1557000 14452019 765594 25701

Kabupaten Kendal 2014 1206000 23536834 934627 26816

(41)

VI

Kabupaten Kendal 2015 1383450 24762325 942283 31852

Kabupaten Kendal 2016 1639600 26139415 949682 34712

Kabupaten Kendal 2017 1774867 27665643 957024 37810

Kabupaten Kendal 2018 1929458 29186390 964106 36307

Kabupaten Batang 2014 1146000 11693897 736497 34956

Kabupaten Batang 2015 1270000 12328239 743090 40710

Kabupaten Batang 2016 1467500 12948191 749720 44763

Kabupaten Batang 2017 1603000 13666580 756079 46824

Kabupaten Batang 2018 1749900 14448523 762377 41845

Kabupaten Pekalongan 2014 1145000 12630369 867701 35020

Kabupaten Pekalongan 2015 1271000 13234564 873986 36087

Kabupaten Pekalongan 2016 1463000 13921652 880092 36992

Kabupaten Pekalongan 2017 1583697.5 14679129 886197 37013

Kabupaten Pekalongan 2018 1721637.55 15524821 891892 27601

Kabupaten Pemalang 2014 1066000 13898669 1284171 60569

Kabupaten Pemalang 2015 1193400 14673696 1288577 62987

Kabupaten Pemalang 2016 1325000 15469801 1292609 64512

Kabupaten Pemalang 2017 1460000 16343954 1296281 65004

Kabupaten Pemalang 2018 1588000 17286697 1299724 54183

Kabupaten Tegal 2014 1000000 18958841 1420106 64935

Kabupaten Tegal 2015 1155000 19999475 1424891 65021

Kabupaten Tegal 2016 1373000 21182917 1429386 66348

Kabupaten Tegal 2017 1487000 22322100 1433515 66390

Kabupaten Tegal 2018 1617000 23552548 1437225 47779

Kabupaten Brebes 2014 1000000 25074172 1773373 61583

(42)

VII

Kabupaten Brebes 2015 1166550 26572835 1781379 75612

Kabupaten Brebes 2016 1310000 27930986 1788880 90317

Kabupaten Brebes 2017 1418100 29527029 1796004 93085

Kabupaten Brebes 2018 1542000 31094897 1802829 90010

Kota Magelang 2014 1145000 4992113 120438 1765

Kota Magelang 2015 1211000 5247341 120792 1934

Kota Magelang 2016 1341000 5521526 121112 2165

Kota Magelang 2017 1453000 5820532 121474 2568

Kota Magelang 2018 1580000 6145870 121872 2263

Kota Surakarta 2014 1170000 26984359 510105 11638

Kota Surakarta 2015 1222400 28453494 512226 12596

Kota Surakarta 2016 1418000 29975873 514171 13568

Kota Surakarta 2017 1534985 31685480 516102 13597

Kota Surakarta 2018 1668700 33506170 517887 9424

Kota Salatiga 2014 1423500 7378043 181304 7026

Kota Salatiga 2015 1287000 7759182 183815 7154

Kota Salatiga 2016 1450953 8168242 186420 7312

Kota Salatiga 2017 1596844.87 8629396 188928 7358

Kota Salatiga 2018 1735930.06 9104841 191571 6656

Kota Semarang 2014 1165000 103109875 1672994 40216

Kota Semarang 2015 1685000 109110690 1701114 52216

Kota Semarang 2016 1909000 115542561 1729083 61938

Kota Semarang 2017 2125000 123107015 1757686 62812

Kota Semarang 2018 2310087.5 131137260 1786114 61562

Kota Pekalongan 2014 1044000 5755282 293718 10987

(43)

VIII

Kota Pekalongan 2015 1291000 6043096 296404 10987

Kota Pekalongan 2016 1500000 6367273 299222 11068

Kota Pekalongan 2017 1623750 6706279 301870 12004

Kota Pekalongan 2018 1765178.63 7087916 304477 10519

Kota Tegal 2014 1066603.43 8491325 244978 7814

Kota Tegal 2015 1206000 8953880 246119 7821

Kota Tegal 2016 1385000 9445031 247212 7839

Kota Tegal 2017 1499500 10006893 248094 7894

Kota Tegal 2018 1630500 10599407 249003 7822

(44)

IX Lampiran 2. Hasil Regresi Data Panel

1. Common Effect Model

Dependent Variable: LOGTENAGAKERJAKONSTRUKSI Method: Panel Least Squares

Date: 10/04/20 Time: 21:21 Sample: 2014 2018

Periods included: 5

Cross-sections included: 35

Total panel (balanced) observations: 175

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

LOGUPAHMINIMUM 0.390182 0.115854 3.367863 0.0009

LOGPDRB -0.142156 0.045911 -3.096358 0.0023

LOGJUMLAHPENDUDUK 1.339292 0.046367 28.88434 0.0000

C -10.93528 1.592391 -6.867206 0.0000

R-squared 0.892089 Mean dependent var 10.47879

Adjusted R-squared 0.890196 S.D. dependent var 0.793977 S.E. of regression 0.263097 Akaike info criterion 0.190007 Sum squared resid 11.83666 Schwarz criterion 0.262345 Log likelihood -12.62560 Hannan-Quinn criter. 0.219349 F-statistic 471.2153 Durbin-Watson stat 0.440408 Prob(F-statistic) 0.000000

2. Fixed Effect Model

Dependent Variable: LOGTENAGAKERJAKONSTRUKSI Method: Panel Least Squares

Date: 10/04/20 Time: 21:21 Sample: 2014 2018

Periods included: 5

Cross-sections included: 35

Total panel (balanced) observations: 175

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

LOGUPAHMINIMUM 1.077469 0.264096 4.079839 0.0001

LOGPDRB -0.945143 0.522645 -1.808382 0.0727

LOGJUMLAHPENDUDUK -2.926483 2.285159 -1.280647 0.2025

C 51.05068 28.99169 1.760873 0.0805

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.968112 Mean dependent var 10.47879

Adjusted R-squared 0.959500 S.D. dependent var 0.793977 S.E. of regression 0.159786 Akaike info criterion -0.640487 Sum squared resid 3.497806 Schwarz criterion 0.046723

(45)

X

Log likelihood 94.04263 Hannan-Quinn criter. -0.361735 F-statistic 112.4123 Durbin-Watson stat 1.480814 Prob(F-statistic) 0.000000

3. Random Effect Model

Dependent Variable: LOGTENAGAKERJAKONSTRUKSI Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 10/04/20 Time: 21:22

Sample: 2014 2018 Periods included: 5

Cross-sections included: 35

Total panel (balanced) observations: 175

Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

LOGUPAHMINIMUM 0.465074 0.083096 5.596834 0.0000

LOGPDRB -0.167404 0.085236 -1.963999 0.0512

LOGJUMLAHPENDUDUK 1.353575 0.087932 15.39350 0.0000

C 11.76517 1.309643 -8.983493 0.0000

Effects Specification

S.D. Rho

Cross-section random 0.215911 0.6461

Idiosyncratic random 0.159786 0.3539

Weighted Statistics

R-squared 0.703267 Mean dependent var 3.292438

Adjusted R-squared 0.698062 S.D. dependent var 0.294518 S.E. of regression 0.161835 Sum squared resid 4.478566 F-statistic 135.0921 Durbin-Watson stat 1.163335 Prob(F-statistic) 0.000000

Unweighted Statistics

R-squared 0.891756 Mean dependent var 10.47879

Sum squared resid 11.87329 Durbin-Watson stat 0.438806

Gambar

Grafik 1.1  Jumlah  Orang  Bekerja  dan  Pertumbuhan  di  Provinsi  Jawa  Tengah Tahun 2003-2018 .............................................................
Tabel 1.1 Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah tahun 2014-2018

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Analisis Pengaruh Upah, Tingkat Pendidikan, Jumlah Penduduk dan Pdrb Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Berau Kalimantan Timur.. Retrieved from