ANALISIS PER, DER DAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAN:
STUDI KASUS PERUSAHAAN PEMBIAYAAN BEI
Rahel Rangga1, Rahmawati Umar2, Syarief Dienan Yahya3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aims to analyze the effect of investment decisions, funding decisions and dividend policies on the value of finance companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This study took a sample of finance companies listed on the Indonesian stock exchange for the period 2015- 2019, which met the predetermined criteria and obtained 14 companies. This research method used quantitative and data analysis techniques used multiple regression. The results of this study indicated that investment decisions have a positive and significant effect on firm value, while funding decisions and dividend policy have a negative and insignificant effect on firm value.
Keywords: Investment Decisions, Funding Decisions, Dividend Policy, Firm Value.
PENDAHULUAN
Tujuan perusahaan yang utama adalah memperhatikan kesejahteraan pemilik perusahaan dengan cara mengoptimalkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi calon investor yang ingin menginvestasikan dana pada perusahaan.
Nilai perusahaan dipasar modal akan meningkat apabila ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang tinggi kepada pemegang saham. Nilai perusahaan yang sudah terdaftar go public di pasar modal tercermin dalam bentuk harga saham perusahaan.
Sumiati (2019) Tujuan perusahaan adalah mencapai profit maksimum.Namun, berdasarkan the investment-vihicle-model adalah memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham. Hal ini meruuk pada asumsi dasar yang menggarisbawahi teori manajemen keuangan bahwa pihak manajemen mempunyai satu tujuan utama yaitu menciptakan nilai bagi pemegang saham.
Menciptakan nilai bagi pemegang saham ini sebetulnya merupakan tuuan akhir yang harus dicapai oleh manajer.
Keputusan dividen yang sesungguhnya merupakan bagian dari keputusan pendanaan yaitu pendanaan yang berasal dari internal perusahaan berupa laba ditahan. Besar kecilnya laba ditahan ditentukan oleh laba bersih dan kebijakan dividen yang ditetapkan
oleh perusahaan. Jika kebijakan dividen yang ditetapkan perusahaan besar, maka laba ditahannya kecil jika dividennya kecil, maka laba ditahan akan besar dan sebaliknya, sehingga investor yang tidak bersedia berspekulasi akan lebih menyukai dividen daripada capital gain.
Hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan.Faktor tersebut yaitu Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen.Akan tetapi hasil penelitian tersebut masih memberikan hasil yang berbedah-bedah, sehingga perlu diteliti lebih lanjut.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis PER, DER dan DIVIDEN Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Kasus Perusahaan Pembiayaan BEI”.
Berdasarkan simpulan dari latar belakang yang diuraikan sebelumnya, maka yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1). Apakah Keputusan Investasi berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 2). Apakah Keputusan Pendanaan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 3). Apakah Kebijakan Dividen
berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 4).
Apakah Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen berpengaruh simultan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia 2) Untuk mengetahui pengaruh Keputusan Pendanaanterhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia 3) Untuk mengetahui pengaruh Kebijakan Dividen terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia 4) Untuk mengetahui pengaruh simultan Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia.
Penelitian yang dilakukan ini diharapakan dapat memberikan manfaat yaitu sebagai berikut: 1) Manfaat Teoritis, Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan (firm value) yang dapat digunakan bagi pada praktisi atau akademisi di bidang manajemen keuangan dalam melakukan penelitian dimasa mendatang 2) Manfaat Praktis, Secara praktis informasi dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan investor dalam pengambilan keputusan, khususnya bagi para investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan Pembiayaan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan para investor akan merasa tepat untuk menginvestasikan hartanya pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. penelitian ini juga diharapkan memberikan kontribusi bagi pihak manajemen dalam mengambil Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen dalam rangka memaksimalkan Nilai Perusahaan.
TINJAUAN LITERATUR
Indrarini (2019) Nilai perusahaan merupakan nilai persepsi terhadap tingkat manajer dalam mengelolah sumber daya
perusahaan yang dipercayakan kepada yang sering dihubungkan dengan harga saham. Nilai perusahaan merupakan suatu yang sangat penting bagi perusahaan karena dengan peningkatan nilai perusahaan akan diikuti dengan peningkatan harga saham yang mencerminkan peningkatan kemakmuran harga saham. Pasar akan dipercaya tidak hanya pada kinerja perusahaan pada saat ini, tetapi juga pada prospek perusahaan yang akan datang dengan adanya peningkatan nilai perusahaan.
Bagi seorang manajer, nilai perusahaan merupakan tolak ukur atas prestasi kinerja yang telah dicapainya.Peningkatan nilai perusahaan menunjukkan peningkatan kinerja perusahaan. Secara tidak langsung, hal tersebut dipandang sebagai suatu kemampuan untuk meningkatkan kemungkinan pemegang saham yang merupakan tujuan perusahaan. Bagi investor, peningkatan nilai perusahaan akan membuat investor tersebut tertarik untuk berinvestasi dalam perusahaan sehingga membuat harga saham perusahaan mengalami peningkatan.
Utomo (2019) Nilai perusahaan merupakan nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang beroperasi, adanya kelebihan jual dia atas nilai likuiditas adalah nilai dari organisasi manajemen yang menjalankan perusahaan tersebut. Nilai perusahaan juga dapat dianggap nilai pasar atas surat berharga, utang dan ekuitas perusahaan yang beredar.
Franita (2018) Nilai perusahaan dinilai mampu dalam menggambarkan kesejahteraan pemegang saham melalui jumlah sahamnya.
Jumlah saham yang besar menggambarkan kemakmuran perusahaan, namun menghasilkan nilai perusahaan yang tinggi bukan hal yang mudah bagi manajemen.
Adanya banyak faktor internal dan eksternal membuat para manager harus bekerja ekstra dalam meningkatkan laba dan memaksimalkan nilai perusahaan.
Maulana (2016) terdapat beberapa konsep yang menjelaskan nilai perusahaan, yaitu nilai nominal, nilai instrinsik, nilai likuidasi, nilai buku dan nilai pasar.Nilai nominal adalah nilai yang tercantum secara formal dalam anggaran dasar perseroan. Nilai pasar adalah merupakan harga yang terjadi dari proses tawar-menawar di pasar saham. Nilai buku adalah nilai perusahaan yang dihitung dengan konsep dasar akuntansi. Nilai likuidasi
adalah nilai jual seluruh aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban yang harus dipenuhi.
Keputusan pendanaan merupakan keputusan mengenai sumber dana yang akan digunakan oleh perusahaan. keputusan pendanaan adalah kebijakan yang menganalisis kondisi sumber pendanaan baik melalui hutang maupun modal yang akan dialokasikan untuk mendukung aktivitas operasi perusahaan.
Suroto (2015) Keputusan pendanaan berkaitan dengan keputusan perusahaaan dalam mencari dana untuk membiayai investasi dan menentukan komposisi sumber pendanaan. Pendanaan perusahaan dapat dikelompokkan berdasarkan sumber dananya, yaitu pendanaan internal dan pendanaan eksternal. Pendanaan internal merupakan pendanaan yang berasal dari dalam perusahaan berupa laba yang ditahan, sedngkan pendanaan eksternal adalah pendanaan utang, ekuitas dan hybrid securities. Keputusan pendanaan merupakan suatu kebijakan yang sangat penting bagi perusahaan karena menyangkut perolehan sumber dana untuk kegiatan operasi perusahaan. Keputusan ini akan berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. Struktur modal perusahaan merupakan komposisi antara hutang perusahaan dan modal sendiri perusahaan, perusahaan harus menentukan struktur modal yang optimal dalam keputusan pendanaannya.
Tridewi (2015) Keputusan pendanaan berhubungan dengan perolehan dana bagi keputusan investasi yang telah dipilih padakeputusan investasi. Pada dasarnya, pendanaan dapat dilakukan dengan berbagai sumber dana, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam perusahaan. Menurut Modigliani dalam Tridewi (2015), menyatakan bahwa pendanaan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Apabila pendanaan didanai melalui hutang, peningkatan tersebut terjadi akibat dari efec tax deductible. Artinya, perusahaan yang memiliki hutang akan membayar bunga pinjaman yang dapat mengurangi penghasilan kena pajak, yang dapat memberikan manfaat bagi para pemegang saham.
Sudaryo (2017) Keputusan investasi adalah keputusan terhadap aktiva yang kan dikelolah oleh perusahaan. Keputusan invesasi merupakan keputusan yang paling penting karena keputusan investasi ini berpengaru langsung terhadap besarnya laba investasi dan
aliran kas perusahaan untuk waktu-waktu yang akan datang.
Nuzula (2020) Investasi adalah penanaman dana atau modal di masa sekarang dengan harapan akan menerima sejumlah aliran pembayaran yang menguntungkan di kemudian hari. Dana dikelola dengan cara membeli sekurutas atau aset keuangan yaitu berupa saham, obligasi, atau derivitate seperti option dan futures contract.
Ilham (2020) Investasi didefinisikan sebagai komitmen sejumlah uang atau sumberdaya lainnya yang dilakukan saat ini dengan harapan memperoleh manfaat di kemudian hari. Investasi biasa dikaitkan dengan beberapa aktifitas terkait dengan penanaman uang pada berbagai macam alternatif aset baik yang yang tergolong sebagai aset real seperti tanah, emas, properti atau yang berbentuk aset finansial yang berbentuk surat berharga seperti saham, obligasi dan reksadana.
Keputusan investasi merupakan keputusan mengenai penanaman modal dimasa sekarang untuk mendapatkan hasil atau keuntungan di masa yang akan datang.
Menurut signalling theory, pengeluaran investasi memberikan sinyal positif mengenai pertumbuhan di masa yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan harga saham yang digunakan sebagai indikator nilai perusahaan. Keputusan Investasi dalam penelitian ini diproksikan dengan Price Earnings Ratio (PER) dimana rasio ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap laba yang dilaporkan. Semakin tinggi rasio PER suatu saham akan menunjukkan harga saham semakin tinggi terhadap pendapatan bersih per sahamnya yang mengartikan bahwa investasi di perusahaan juga tinggi dan menunjukkan sinyal pertumbuhan pendapatan perusahaan di masa yang akan datang. Hal tersebut akan dianggap sebagai good news yang nantinya akan mengubah persepsi para investor terhadap kinerja perusahaan sehingga dapat meningkatkan harga saham yang akhirnya akan memengaruhi nilai perusahaan.
Darmawan (2018) Kebijakan dividen adalah kebijakan yang diambil oleh manajemen keuangan untuk menentukan besarnya perbandingan laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen tunai, dividen smoothing yang dibagikan, dividen saham, pemecahan saham,
dan penarikan kembali saham yang beredar.
Salah satu kebijakan manajemen adalah memutuskan apakah keuntungan yang diperoleh perusahaan selama tahun buku akan diberikan semua atau dibagi dalam perbandingan tertentu untuk dividen dan sisanya akan disimpan sebagai laba yang ditahan untuk kepentingan investasi di masa depan.
Fauziah (2017) Kebijakan dividen merupakan merupakan keputusan penempatan laba, apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada investor sebagai dividen atau ditahan dalam bentuk laba yang ditahan untuk pembiayaan investasi dimasa yang akan datang, laba yang ditahan adalah sumber dana yang penting untuk biaya pertumbuhan perusahaan. Dividen adalah pembagian kepada pemegang saham dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dipegang oleh masingmasing pemilik.
Gitosudarmo (2017) Kebijaksanaan perusahaan dalam membagi keuntungan kepada para pemegang saham membawa arti dalam dua hal yaitu, dana yang di bagikan kepada para pemegang saham. Hal ini ditunjukkan oleh pembayaran kepada pemegang saham, dan dana untuk membelanjai kebutuhan perkembangan usaha.
Hal ini tercermin dalam perencanaan pos laba yang ditahan.
Menurut Van Horne dalam Harmono (2018) Kebijakan dividen adalah presentase laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen tunai, penjagaan stabilitas dividen dari waktu ke waktu, pembagian dividen saham, dan pembelian kembali saham. Rasio pembayaran dividen (dividen payout ratio) ikut menentukan besarnya jumlah laba yang ditahan perusahaan harus dievaluasi dalam kerangka tujuan pemaksimalan kekayaan para pemegang saham.
Menurut Weston & Copeland dalam Suroto (2017) Kebijakan dividen merupakan kebijakan yang berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk membagi pendapatan yang dihasilkan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham atau memegangnya sebagai laba ditahan untuk investasi dimasa mendatang. Perusahaan yang memiliki kemampuan membayar dividen dinilai masyarakat sebagai perusahaan yang menguntungkan. Rakhimsah dan Barbara
dalam Suroto (2017), menyatakan bahwa semakin tinggi dividend payout ratio, maka nilai perusahaan akan semakin tinggi pula, karena dividend payout ratio yang tinggi menunjukkan tingkat pembagian dividen yang menjanjikan.
Sebelumnya telah dilakukan beberapa penelitian dengan masalah yang sama, namun sebagai bahan perbandingan dan kajian akan dikemukakan beberapa diantaranya.
Natalia (2016) melakukan penelitian terhadap pengaruh keputusan invastasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen pada nilai perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014, yang menunjukkan bahwa Keputusan Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan, Keputusan Pendanaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan, Kebijakan Dividen berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Mengacu pada latar belakang yang diuraikan pada bab sebelumnya, maka hipotesis dari penelitian ini adalah:
H1: Terdapat pengaruh Keputusan investasi terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
H2: Terdapat pengaruh pendanaan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
H3: Terdapat pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
H4: Terdapat pengaruh secara simultan Keputusan Pendanaan, Keputusan.
Investasi dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
Adapun model penelitian dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 1. Model Penelitian
Sumber: Rahel Rangga (2020).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dimana metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Penelitian ini mengambil objek penelitian yaitu perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia yang dipublikasikan di www.idx.co.id.
Waktu penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 2 (dua) bulan dari bulan September hingga November 2020.
Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka yang dapat diolah dengan menggunakan matematika atau sistematik.
Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019.
Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari data laporan keuangan tahunan perusahaan pembiayaan yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019 dengan mengakses pada situs resmi BEI yaitu www.idx.com.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indinesia yang diakses melalui website www.idx.co.id dengan menggunakan teknik sampling jenuh atau sensus dimana semua anggota populasi
dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel atas dasar kesesuaian karakteristik sampel dengan pemilihan sampel yang ditentukan. Kriteria pemilihan sampel sebagai berikut: 1).
Perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2). Telah menerbitkan laporan keuangan selama periode penelitian tahun 2015-2019selama berturut-turut. 4).
Perusahaan pembiayaan yang selama tahun 2015-2019 yang mempunyai data lengkap untuk dianalisis.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan perhitungan analisis regresi berganda, maka diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Berganda
Model
Unstandardiz ed
Coefficients
Standardize d
Coefficients
T Sig.
B Std.
Error Beta 1 (Constant) 134.
017
61.823 2.168 .034
Keputusan investasi
.014 .003 .459 4.164 .000
Keputusan pendanaan
.087 .140 .069 .624 .535
Kebijakan dividen
- .002
.003 -.054 -.492 .625
Sumber: data diolah (2020).
Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 1 maka diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y=134,017+0,014+0,087-0,002
Uji F dilakukan untuk menguji apakah semua variabel independen yang diamati berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil analisis uji F yang diperoleh sapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Hasil Uji F
Model
Sum of
Squares Df Mean
Square F Sig.
1 Regression 1723015.389 3 574338.463 5.996 .001b Residual 6321864.426 66 95785.825
Total 8044879.814 69
Sumber: data diolah (2020).
H1
H2
H3
H4
Keputusan Investasi 1) ( X
Keputusan Pendanaan (X2)
Kebijakan Dividen (X3)
Nilai Perusahaan
) Y (
Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 2 dapat diketahui nilai signifikan sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 yang mengartikan bahwa Ho ditolak yang artinya variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan.
Merupakan pengujian untuk menunjukkan pengaruh secara individu variabel bebas yang ada dalam model terhadap variabel terikat.
Tabel 3. Hasil Uji T
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 134.017 61.823 2.168 .034
Keputusan investasi
.014 .003 .459 4.164 .000
Keputusan pendanaan
.087 .140 .069 .624 .535
Kebijakan dividen
-.002 .003 -.054 -.492 .625
Sumber: data diolah (2020).
Pengaruh keputusan investasi terhadap nilai perusahaan daril hasil statistik uji t untuk variabel keputusan investasi diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari toleransi kesalahan α = 0,05. Maka nilai signifikan lebih kecil dari nilai 0,05 dan koefisien determinasi bernilai positif sebesar 0,014maka Ho diterima yang artinya penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, hal ini ditunjukkan dari nilai t yang diperoleh sebesar 4.164 dan nilai signifikan sebesar 0.000.Hasil penelitian ini sejalan dengan penilitian yang dilakukan oleh Natalia (2016) dengan judul Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014, yang menyatakan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif dan signivikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan signaling theory yang menyatakan pengeluaran investasi
memberikan sinyal positif terhadap pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan apabila seorang manager yang berhasil meningkatkan keputusan investasi yang tepat, maka akan meningkatkan investasi yang optimal yang nantinya akan dapat meningkatkan nilai perusahaan.
Pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan dari hasil uji statistik t pada variabel keputusan pendanaan diperoleh nilai 0,535 lebih besar dari toleransi kesalahan α = 0,05. Oleh karena itu nilai signifikan dari variabel keputusan pendanaan lebih besar dari 0,05 dan koefisien determinasi sebesar 0,087 maka Ho ditolak yang artinya bahwa veriabel keputusan investasi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, hal ini ditunjukkan dari hasil uji t sebesar 0.624 dan tingkat signifikan sebesar 0.535.Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suroto (2015) yang berjudul pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan yang menyatakan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan trade off theory menyatan bahwa menager akan meningkatkan tingkt utang sampai suatu titik dimana nilai perlindungan pajak bunga tambahan benar-benar terimbangi oleh tambahan biaya masalah keuangan, artinya pengaruh utang akan meningkatkan nilai perusahaan hanya sampai pada titik optimal. Setelah titik tersebut, penggunaan utang justru dapat menurunkan nilai perusahaan karena kenaikan keuntungan dari penggunaan utang tidak sebanding dengan finansial atau kewajiban biaya bunga dari utang.
Pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dari hasil uji statistik t pada variabel kebijakan dividen diperoleh nilai 0,625 lebih besar dari toleransi kesalahan α = 0,05. Oleh karena itu nilai signifikan dari variabel kebijakan dividen bernilai negatif sebesar 0,002, menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya variabel kebijakan dividen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, hal ini ditunjukkan dari hasil uji t dimana hasil yang didapat sebesar 0.492 dan tingkat signifikan sebesar 0.05.Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Natalia (2016) dengan judul Pengaruh
Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014, bahwa kebijakan dividen berpengaruh berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini berarti bahwa dividen sebagian besar labanya ditahan untuk keperluan reinvestasi perusahaan dan para investor tidk terlalu mempertimbangkan jadi tidak terlalu berpengaruh pada nilai perusahaan. Penelitian ini juga sesuai dengan dividen irrelevance theory, yang dikemukakan oleh Modigliani bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga pasar saham atau nilai perusahaan tetapi ditentukan oleh labah bersih sebelum pajak. Nilai perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dan resiko bisnis, sedangkan bagaimana membagi arus pendapatan menjadi dividen dan laba yang ditahan tidak mempengaruhu nilai perusahaan, dengan demikian pemegang saham dikatakan indifferent antara dividendan laba ditahan.
Pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai F sebesar 5.996 dengan signifikan sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa model dapat digunakan untuk memprediksi Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan Dan Kebijakan Dividen terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Pembiayaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Hasil Uji Adjusted (R2) diperoleh nilai sebesar 0,178. Hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi oleh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan Dan Kebijakan Dividen 17,8%, dan sisanya 82,2%
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (2016) dengan judul pengaruh keputusan invstasi, pendanaan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan padaperusahaan LQ 45 di bursa efek Indonesia yang menyatakan keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkn keputusan pendanaan dan kebijakan dividen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis yang telah dijelaskan pada bab sebelumya, maka kesimpulan dari penelitian ini: 1) Keputusan Investasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia 2) Keputusan Pendanaan secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia 3) Kebijakan Dividen secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Pembiayaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. 4) Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan sebesar 17,8%, dan sisanya sebesar 82,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Darmawan. (2018). Manajemen Keuangan:
Memahami Kebijakan Dividen, Teori Dan Prakiknya di Indonesia.
Yogyakatra: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Negeri Sunan Kalijaga.
Faranita, R. (2018) Mekanisme Corporate Governance Dan Niai Perusahaan Studi Untuk Perusahaan Telekomunikasi.Medan : Lembaga Penelitian Dan Penulisan Ilmia Aqli.
Fauziah, F. (2017).Kesehatan Bank, Kebijakan Dividen Dan Nilai Perusahaan Teori Dan Kajian Empiris. Samarinda: RV Pustaka Horizon.
Gitosudarmo, I. (2017). Manaemen Pemasaran Edisi Kedua Cetakan Ke Empat. Yogyakarta: IKAPI.
Harmono. (2018). Manajemen keuangan berbasis balanced scorecard edisi satu cetakan ketujuh. Jakarta: Bumi Aksara.
Ilham, R. N. (2020). Manajemen Investasi (Legal Investment Versus Fake Investment). Sukabumi, Jawa Barat:
CV Jejak, Anggota IKAPI.
Indrarini, S. (2019). Nilai Perusahaan Melalui Kulalitas Laba (Good Corporate &
Kebijakan Perusahaan).
Surabaya: Soeindo Media Pustaka.
Maulana, M. R., Hermanto. & Nyoman, I.
(2016). Pengaruh Keputusan Investasi,
Keputusan Pendanaan Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan LQ 45 Di Bursa Efek Indonesia Di Tahun 2011-2015.Jurnal Ilmu Manajemen Dan Bisnis.4(2). Hal 2950.
Natalia, V. (2016). Penagruh Keputusan Pendanaan, Keputusan Investasi Dan Kebijakan Dividen Pada Nilai Perusahaan Manufaktur Yang Go Public Di Bursa Efek Indinesia Periode 2010-2014. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas:
Surabaya.
Nuzula, F. N & Nurlaily, F. (2020).
DasarDasar Manajemen
Investasi.Malang : UB Press.
Sudaryo, Y., Sjarif, D & Sufiati, A. N.
(2017).Keuangan Di Era Otonmi Daerah. Yogyakarta: ANDI.
kedua. Yogyakarta: Deepublish.
Sumiati.(2019). Manajemen
Keuangan Persahaan.Malang: UB Press.
Suroto.(2015). Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan
(Studi Empiris Pada Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Februari 2010Januari 2015). Serat Acitya - Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang. Vol.
4 (3).
Tridewi, A. W. (2015). Pengaruh Keputusan Investasi, Pendanaan Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan
Sektor Costumer Goods Dan Basic Industry And Chemicals Yang Tercatat Aktif Di Bursa Efek Indinesia Tahun 2012-2014. Jurnal Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Utomo, M. N. (2019) Ramah Lingkungan Dan Nilai Perusahaan. Suraba CV.
Jakad Publising Surabaya.