PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah: Bagaimanakah perbedaan kinerja keuangan antara BNI Konvensional dan BNI Syariah berdasarkan metode rasio keuangan CAR, ROA, LDR dan BOPO pada periode tersebut. 12 Dedi Suhendro, “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah vs Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Rasio.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Bagi peneliti, diharapkan penelitian ini dapat memperluas pengetahuan dan wawasan peneliti mengenai kinerja keuangan bank baik BNI Konvensional maupun BNI Syariah. Bagi pengguna jasa perbankan baik syariah maupun konvensional dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk melihat bagaimana kinerja keuangan perbankan syariah dan kinerja keuangan perbankan konvensional.
Penelitian Terdahulu
Artikel jurnal berjudul “Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah dengan Pendekatan Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan bank umum konvensional dan bank umum syariah dengan menggunakan pendekatan likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas.
Sistematika Penulisan
Untuk pemerintah; Diharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan berupa upaya penyempurnaan regulasi atau aturan yang dapat membuat bank umum syariah berkembang lebih cepat dan lebih baik serta dapat memberikan edukasi lebih kepada masyarakat akan pentingnya bertransaksi melalui Bank Umum Syariah.21. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan mana yang lebih unggul dibandingkan BNI Konvensional dan BNI Syariah berdasarkan metode Rasio Keuangan yaitu dengan membandingkan laporan keuangan satu sama lain dengan menghitung besaran CAR, ROA, LDR dan rasio BOPO.
KAJIAN TEORI
Pengertian Kinerja Keuangan
Pengertian kinerja keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu ditinjau dari pengumpulan dan penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas. Kinerja keuangan merupakan gambaran pencapaian keberhasilan suatu perusahaan, yang dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan.
Menurut Rudianto, kinerja keuangan merupakan hasil atau prestasi yang dicapai manajemen perusahaan dalam menjalankan fungsinya mengelola kekayaan perusahaan secara efektif selama periode tertentu. Kinerja keuangan sangat diperlukan oleh perusahaan untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat keberhasilan perusahaan berdasarkan aktivitas keuangan yang telah dilakukan. Menurut Mulyadi, pengertian kinerja keuangan adalah penentuan efisiensi operasional suatu organisasi dan pegawainya secara berkala berdasarkan tujuan, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.”
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Sawir yang menyatakan bahwa kinerja keuangan merupakan suatu kondisi yang mencerminkan kondisi keuangan suatu perusahaan berdasarkan tujuan, standar dan kriteria yang telah ditetapkan. Menurut Wiratna, kinerja keuangan merupakan hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan, hasil pekerjaan tersebut dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama. Setiap pekerjaan yang telah selesai harus dievaluasi/diukur secara berkala. Dari rangkaian definisi kinerja keuangan di atas dapat diambil kesimpulan sederhana bahwa kinerja keuangan adalah pencapaian perusahaan dalam suatu periode yang menggambarkan kesehatan keuangan perusahaan dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas.
Penilaian Kinerja Keuangan
8 Bagi investor, informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasinya pada perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Dengan nilai bisnis yang tinggi maka investor akan melirik perusahaan tersebut untuk menanamkan modalnya sehingga akan terjadi kenaikan harga saham atau dapat dikatakan harga saham merupakan fungsi dari nilai perusahaan. Untuk mengukur pencapaian yang dicapai suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, yang mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatannya.
Memberikan bimbingan dalam pengambilan keputusan dan kegiatan organisasi pada umumnya dan departemen atau bagian organisasi pada khususnya.
Tujuan Pengukuran Kinerja Keuangan
Penilaian hasil keuangan dapat mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan, untuk menentukan atau mengukur efisiensi setiap bagian, proses atau produksi dan untuk menentukan tingkat keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan yang bersangkutan, untuk menilai dan mengukur hasil kerja setiap bagian yang diberi wewenang dan tanggung jawab, serta menentukan apakah sebaiknya digunakan kebijakan atau prosedur baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.25.
Pengukuran Kinerja Keuangan
Caranya dengan membandingkan komponen-komponen yang ada pada neraca yaitu jumlah aktiva lancar dengan jumlah kewajiban lancar (hutang jangka pendek). Penilaian dapat dilakukan dalam beberapa periode sehingga dapat dilihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar liabilitas atau utang yang jatuh tempo pada saat jatuh tempo.
Artinya kemampuan membayar kewajiban yang jatuh tempo sesuai jadwal yang telah ditentukan (tanggal dan bulan tertentu). Artinya, jumlah liabilitas yang kurang dari atau sama dengan satu tahun dibandingkan dengan total aset lancar. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar tanpa mempertimbangkan persediaan atau piutang.
Meninjau dari waktu ke waktu kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dengan membandingkannya dalam beberapa periode. Untuk melihat kelemahan perusahaan, dari masing-masing bagian aktiva lancar dan kewajiban lancar. Menjadi alat pemicu bagi manajemen untuk meningkatkan kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas saat ini.
Laporan Keuangan
- Pengertian Rasio Keuangan
- Jenis Rasio Keuangan
Menurut Munawir, laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca serta perhitungan laba rugi dan perubahan ekuitas. Laporan keuangan merupakan suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan. Menurut Harahap, laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Secara umum laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan selama suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan.26. Kualitas laporan keuangan adalah informasi yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan disajikan secara wajar. Wokas, “Analisis Laporan Keuangan Dalam Evaluasi Kinerja Keuangan Korporasi Pada Bank Perkreditan Rakyat (Bpr) Dana Raya Manado,” Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi 13, no.
Jadi, analisis rasio keuangan adalah proses pengamatan indeks-indeks yang berkaitan dengan transaksi akun-akun dalam laporan keuangan seperti neraca keuangan, laporan laba rugi, dan laporan arus kas untuk tujuan menilai kinerja keuangan suatu perusahaan. Analisis rasio merupakan analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai estimasi yang terdapat dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio. Tujuan analisis rasio adalah agar mempunyai nilai manfaat bagi investor sesuai dengan fungsi laporan keuangan bagi investor untuk menilai perkembangan efek bersifat ekuitas di pasar modal.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Perbandingan Rasio ROA
Jika dilihat perbandingan antara BNI Konvensional dan BNI Syariah dari tahun ke tahun, nilai rasio ROA mengalami fluktuasi, namun pada tahun 2013 hingga tahun 2019, BNI Konvensional memiliki rasio ROA yang lebih tinggi dibandingkan dengan BNI Syariah. Jadi dapat disimpulkan pengelolaan laba dan aset BNI Konvensional lebih baik dibandingkan dengan BNI Syariah. Setelah menggunakan nilai persentase total, diperoleh hasil bahwa GNI konvensional lebih tinggi yakni 2,87% sedangkan GNI Syariah 1,43%.
Hal ini menunjukkan bahwa GNI konvensional mempunyai laba dan utilisasi aset yang lebih baik pada rasio ROA ini karena semakin besar jumlah ROA maka tingkat keuntungannya semakin baik.
Perbandingan Rasio LDR
Berdasarkan nilai persentase total yang dihitung, diperoleh hasil bahwa BNI Konvensional memiliki nilai rasio LDR yang lebih tinggi, yaitu rata-rata sebesar 88,16%. Artinya bank konvensional BNI lebih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat penagihan.
Perbandingan Rasio
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK UMUM KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH (STUDI TERHADAP 3 BANK UMUM KONVENSIONAL DAN 3 BANK UMUM SYARIAT) (n. Efisiensi Bank Umum Syariah di Indonesia dengan Pendekatan Data. Perbandingan Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return tentang Aset (ROA) pada Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah. Pendahuluan".
“Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah vs Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Rasio Keuangan.” Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 3, no. ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK UMUM KONVENSIONAL DENGAN BANK UMUM SYARIAH BERDASARKAN RASIO KEUANGAN PERIODE BERJALAN. Kinerja keuangan Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional sangat menarik untuk dikaji karena terdapat perbedaan pada masing-masing rasio keuangan.
Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah versus Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Rasio Keuangan,” Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 3, No. bank umum konvensional lebih baik dibandingkan kinerja keuangan bank umum syariah. Jurnal Akuntansi Indo N E S I a 131 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Di Indonesia Analisis Faktor-Faktor Yang.
PENUTUP
Saran
Alamat Korespondensi: Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Bank Umum di Indonesia.” Jurnal Aplikasi Manajemen 11, no. Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah Dengan Pendekatan Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas." Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi 5, No. "Pengaruh Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Di Indonesia.” Jurnal Akuntansi Indonesia 3, no.
Hasil rasio LDR pada bank umum konvensional dan bank umum syariah sama-sama menunjukkan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih. Hasil rasio BOPO menunjukkan bahwa bank umum syariah lebih tinggi dibandingkan bank umum konvensional, namun hal ini menunjukkan bahwa biaya operasional pada bank umum syariah bermasalah. Berdasarkan penelitian sebelumnya, rasio keuangan bank umum syariah lebih baik dibandingkan dengan rasio keuangan bank umum konvensional.8 Dibandingkan.
Penelitian ini menggunakan laporan keuangan sebagai subjek penelitian pada bank umum konvensional (Bank BRI, BCA dan BNI) dan bank umum syariah (Bank BRI Syariah, BCA Syariah dan BNI Syariah) yang tersedia di website OJK pada tahun tersebut. Sumber : Data diolah Statistik Perbankan Indonesia (SPI) www.ojk.go.id.. 1) Analisis Kinerja Keuangan Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah. Rasio ROA menunjukkan bank umum konvensional lebih baik dibandingkan bank umum syariah yang berarti menguntungkan.
Hasil rasio LDR pada bank umum konvensional dan bank umum syariah sama-sama menunjukkan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya sesuai permintaan. 32 Pembiayaan Bank Umum Syariah Versus Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Rasio Keuangan.” Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 3, no.