PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana menganalisis perbandingan kinerja keuangan antara BCA dan BCA Syariah berdasarkan rasio-rasio keuangan pada periode tersebut.
Penelitian Terdahulu
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dengan perbankan konvensional pada tahun 2005-2009 dengan menggunakan rasio keuangan yang terdiri dari CAR, NPL, ROA, ROE, BOPO dan LDR. Berdasarkan kriteria pengambilan sampel yang telah ditentukan maka diperoleh dua kelompok sampel penelitian yaitu 2 bank umum syariah dan 6 bank umum konvensional. Alat analisis statistik yang digunakan untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini adalah uji Independent Sample t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rasio keuangan bank syariah (ROA, ROE dan LDR) jauh lebih baik dibandingkan perbankan konvensional, sedangkan rasio-rasio bank syariah lainnya memiliki kualitas yang lebih rendah. Secara keseluruhan peringkat kinerja bank syariah masih diatas atau lebih baik dibandingkan bank konvensional. Penelitian dalam bentuk jurnal nasional ditulis oleh Dedi Suhendro dengan judul “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah VS Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Rasio Keuangan”.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan antara Bank Umum Syariah dengan Bank Umum Konvensional di Indonesia dengan menggunakan rasio keuangan periode tahun 2007 hingga 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata rasio keuangan pada rasio CAR dan ROA lebih unggul dibandingkan perbankan konvensional. .
Sistematika Penulisan
KAJIAN TEORI
Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan dengan baik dan benar.14 Kinerja bank merupakan bagian dari kinerja bank secara keseluruhan. Kinerja bank secara keseluruhan merupakan cerminan dari pencapaian yang dicapai bank dalam operasionalnya, seperti dalam hal keuangan, pemasaran, penghimpunan dan penyaluran dana, teknologi dan sumber daya manusia. Berdasarkan penjelasan di atas, maka kinerja keuangan bank merupakan gambaran mengenai kondisi keuangan bank pada suatu periode tertentu, baik dalam penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas. dan profitabilitas bank.
Penilaian terhadap aspek penghimpunan dana dan penyaluran dana merupakan kinerja keuangan yang berkaitan dengan peran bank sebagai institusi. Hasil kegiatan perusahaan periode berjalan harus dibandingkan dengan periode yang lalu, anggaran neraca dan laba rugi, serta rata-rata kinerja keuangan perusahaan sejenis. Kinerja bank yang baik pada akhirnya akan berdampak baik bagi pihak internal maupun eksternal bank tersebut.
Sehubungan dengan analisis kinerja keuangan, memuat beberapa tujuan untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan keuangan bank, khususnya kondisi likuiditas, kecukupan modal dan profitabilitas yang dicapai pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya, serta untuk mengetahui kemampuan bank. untuk memanfaatkan seluruh aset. dimiliki untuk menghasilkan keuntungan secara efisien.15. Analisis kinerja keuangan merupakan proses penilaian kritis yang meninjau data, menghitung, mengukur, menafsirkan dan memberikan solusi terhadap keuangan perusahaan untuk jangka waktu tertentu.
Laporan Keuangan
Secara umum ada dua pihak yang membutuhkan pelaporan keuangan dari perusahaan, yaitu pihak internal dan pihak eksternal. Laporan keuangan bisnis diperlukan untuk pihak internal bisnis, misalnya pemilik bisnis, manajemen, dan direktur perusahaan. Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan informasi mengenai posisi dan kinerja keuangan perusahaan serta mencerminkan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan.
20Aldila Septiana, “Analisis Laporan Keuangan, Konsep Dasar dan Deskripsi Laporan Keuangan” (Jawa Timur: Duta Media Publishing 2019) hal. Salah satu tujuan penilaian kualitas laporan keuangan adalah untuk menghasilkan analisis laporan keuangan yang mencerminkan keadaan perusahaan sebenarnya. Untuk memperoleh informasi laporan keuangan yang dapat dipahami oleh berbagai pihak, maka perlu dilakukan analisis laporan keuangan.
Bagi pihak manajemen dan pengelola perusahaan sendiri, laporan keuangan perusahaan dijadikan sebagai dasar pedoman politik perusahaan. Ada dua pihak yang memerlukan laporan keuangan, yaitu pihak internal bisnis (pemilik usaha, manajemen, dan eksekutif perusahaan) dan pihak eksternal (investor, kreditor, dan pemerintah).
Rasio Keuangan
Menganalisis rasio keuangan juga membantu kita memahami kinerja perusahaan baik secara keseluruhan maupun detail dari waktu ke waktu, termasuk sumber daya manusianya. Angka-angka kunci menggambarkan korelasi dan perbandingan antara jumlah-jumlah tertentu dalam suatu pos akuntansi dengan jumlah-jumlah lain dalam pos-pos akuntansi lainnya. Rasio juga dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan. 27 Analisis rasio merupakan bagian dari analisis keuangan.
Analisis rasio keuangan merupakan analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai estimasi yang terdapat dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan. Analisis rasio keuangan menghubungkan estimasi neraca dan laporan laba/rugi secara bersamaan, memberikan gambaran sejarah perusahaan serta penilaian terhadap kondisi suatu perusahaan tertentu. 28 Analisis laporan keuangan adalah penerapan alat dan teknik analisis untuk tujuan pelaporan keuangan secara umum dan data terkait untuk membuat estimasi dan kesimpulan yang berguna. Cara penggunaan rasio keuangan dapat menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara item tertentu dengan item lainnya.
Oleh karena itu, penekanan diberikan pada penggunaan rasio keuangan ketika mengukur rasio profitabilitas, dimana angka setelah rasio dihitung. Perhitungan rasio menjadi lebih jelas antara lain jika dikaitkan dengan pola historis perusahaan, yang dihitung selama beberapa tahun untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut membaik atau memburuk, atau membuat perbandingan dengan perusahaan lain dalam bidang yang sama. industri. Analisis rasio merupakan analisis yang menunjukkan hubungan antar pos-pos dalam laporan keuangan atau pos-pos antara laporan keuangan dengan laporan laba rugi.
Hasil analisis rasio dapat digunakan untuk menilai kinerja manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan (laba) dan kemampuan manajemen dalam memperkuat sumber daya perusahaan secara efektif. Analisis rasio ini diharapkan dapat mengungkap hubungan antara unsur-unsur tertentu, yang kemudian dapat diambil kesimpulannya. Mengingat peran penting Analisis Rasio Keuangan dalam menilai laju usaha dan perkembangan usaha suatu perusahaan sangat besar, maka pengetahuan diimbangi dengan keterampilan dalam menganalisis dan.
http://jurnal.stieimalang.ac.id/index.php/JAK/article/view/173/97. . Menafsirkan data dari laporan keuangan sangat bermanfaat bagi perusahaan sebagai acuan dalam mengambil keputusan mengenai kebijakan perusahaan untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan. Analisis rasio keuangan akan memberikan informasi yang lebih mudah dibaca dan diperkirakan dibandingkan laporan keuangan. Dapat dilihat juga bagaimana kegiatan perusahaan berkembang sebagai cerminan kinerja manajemen di masa lalu, sekarang, dan masa depan berdasarkan perubahan yang terjadi di lingkungan internal perusahaan dan lingkungan eksternal. Perbandingan laba bersih dengan total aktiva, dimana laba bersih adalah laba setelah pajak dan total aktiva adalah total aktiva pada pos-pos neraca dan laporan laba rugi pada laporan tahunan suatu perusahaan.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
Metode Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perbandingan Kinerja Keuangan BCA dan BCA
PENUTUP
Saran
“Dampak Covid-19 Terhadap Tingkat Efisiensi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia Dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA).” Jurnal Ilmu Akuntansi 4, No. “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah vs Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Rasio Keuangan.” “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia.”
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan kinerja keuangan antara Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional di Indonesia dengan menggunakan alat analisis komparatif yaitu teknik laporan keuangan berupa rasio keuangan yang terdiri dari Untuk menyajikan CAR, ROA, LDR dan BOPO selama suatu periode. tahun. periode. Hasil rasio CAR menunjukkan bahwa Bank Umum Konvensional lebih baik dibandingkan dengan Bank Umum Syariah yang berarti Bank Umum Konvensional lebih baik dari segi permodalan. Rasio ROA menunjukkan bahwa bank umum konvensional lebih baik dibandingkan bank umum syariah, hal ini menunjukkan bahwa keuntungan dan utilisasi aset lebih baik pada bank umum konvensional.
Hasil rasio LDR pada bank umum konvensional dan bank umum syariah sama-sama menunjukkan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih. Hasil rasio BOPO menunjukkan bahwa bank umum syariah lebih tinggi dibandingkan bank umum konvensional, namun hal ini menunjukkan bahwa biaya operasional pada bank umum syariah bermasalah. Sedangkan bank umum diartikan sebagai bank yang mempunyai kegiatan usaha secara konvensional atau menganut prinsip syariah di tempat kegiatannya berlangsung. menyediakan layanan pembayaran. www.ojk.com).30 Terdapat dua jenis bank umum dalam sistem lembaga keuangan di Indonesia, yaitu bank primer, konvensional, dan bank konvensional.
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti merumuskan masalah dan tujuan penelitian ini yaitu untuk dapat mengetahui perbandingan kinerja keuangan antara bank umum konvensional dan bank umum syariah. 39 Dedi Suhendro, “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah VS Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Rasio Keuangan,” Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 3, no. Accounting Indo N E S I a 131 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia,” Jurnal Akuntansi Indonesia 3, no.
53 Nonie Afrianty Evandri Notalin dan Asnaini, “Dampak Covid-19 Terhadap Tingkat Efisiensi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Hasil CAR Report menunjukkan bahwa bank umum konvensional lebih baik dibandingkan bank umum syariah, yang berarti bank umum konvensional lebih baik dari segi permodalan. Hasil rasio LDR pada bank umum konvensional dan bank umum syariah menunjukkan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya bila diperlukan.
Penelitian ini hanya menggunakan empat rasio untuk mengukur kinerja keuangan bank umum konvensional dan bank umum syariah, peneliti selanjutnya dapat menggunakan beberapa rasio lain pada tahun yang berbeda. Jurnal Akuntansi Indo N E S I a 131 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Di Indonesia.” Jurnal Akuntansi Indonesia 3, no.