• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN KTH PADAIDI DAN KTH SERO PADA HASIL HUTAN LEBAH MADU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN KTH PADAIDI DAN KTH SERO PADA HASIL HUTAN LEBAH MADU "

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Judul: Analisis Perbandingan Pendapatan KTH Padaidi dan KTH Sero Hasil Hutan Lebah Trigona di Kabupaten Barru. Analisis Perbandingan Pendapatan KTH Padaidi dan KTH Sero Muh Iqbar Aidil S Pada Hasil Hutan Lebah Madu Trigona Di Kabupaten Barru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar rasio pendapatan KTH Padaidi dan KTH Sero dalam produksi hasil hutan lebah trigona.

Hasil penelitian menunjukkan penerimaan pada KTH Padaidi sebesar Rp 13.715.000 dengan pengeluaran sebesar Rp 13.715.000 Analisis Perbandingan Muh Iqbar Aidil S Pendapatan KTH Padaidi dan KTH Sero Hasil Hutan Lebah Madu Trigona di Kabupaten Barru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan pendapatan KTH Padaidi dan KTH Sero terhadap produksi hasil hutan lebah madu trigona.

4.220.000, dari hasil selisih penerimaan dan pengeluaran maka total pendapatan KTH Padaidi adalah sebesar Rp. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis menyusun penelitian yang berjudul “Analisis Perbandingan Pendapatan KTH Padaidi dan KTH Sero Hasil Hutan Lebah Madu Trigona di Kabupaten Barru” dapat terselesaikan.

Latar Belakang

Meskipun sebaran Trigona di Indonesia sangat beragam, namun terdapat sekitar 31 spesies di Sumatera, sekitar 40 spesies di Kalimantan, sekitar 14 spesies di Jawa, dan sekitar 3 spesies di Sulawesi. Berbagai spesies lebah Trigona hidup berkoloni di mana ratu, pekerja, telur, toples madu, dan propolis dapat ditemukan di dalam sarangnya. Koloni lebah Trigona sp dapat ditemukan pada lubang-lubang pohon, lubang kayu dan pohon bambu serta pada lubang-lubang pada dinding sekitar rumah.

Lebah Trigona sp diketahui menghasilkan madu yang mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antibiotik, antitoksin, antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (Syariefa dkk, 2010). Produksi madu lebah Trigona sp dipengaruhi oleh besar kecilnya koloni, karena produksi madu dan produk lainnya bergantung pada jumlah lebah pekerja dalam koloni yang mencari makan dan mencari makan. 2 Di Sulawesi Selatan banyak terdapat kelompok tani hutan yang menjadikan lebah madu Trigona sebagai produk unggulan khususnya di Kabupaten Barru.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini agar masyarakat di desa lain juga dapat memaksimalkan potensi yang dapat dihasilkan dari produk Lebah Madu Trigona. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian bertajuk “Analisis Perbandingan Pendapatan KTH Padaidi dan KTH Sero Hasil Hutan Lebah Madu Trigona di Kabupaten Barru”.

Rumusan Masalah

Dari beberapa kelompok yang mengolah produk ini, terdapat beberapa kelompok yang belum mampu memaksimalkan pendapatan atau potensi pendapatannya dari produk yang dikelolanya.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini berguna untuk mendapatkan informasi perbandingan pendapatan antara KTH Padaidi dan KTH Sero pada produk Lebah Madu Trigona. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi kedua KTH untuk memaksimalkan pendapatan dari Produk Sampingan Madu Trigona ini, dan juga menjadi acuan bagi kelompok tani lainnya untuk memaksimalkan pendapatan dari produk tersebut. .

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Hasil Hutan Bukan Kayu
  • Lebah Madu Trigona
  • Madu
  • Kerangka Pikir Penelitian

Pemanfaatan HHBK yang lebih optimal dicapai dengan jenis HHBK yang lebih beragam sehingga lebih banyak produk yang dapat dipasarkan. Hasil pemanfaatan hasil hutan bukan kayu pada suatu daerah akan menambah variasi produk yang akan dipasarkan, sehingga diharapkan dapat menunjang perekonomian masyarakat pedesaan (Moko, 2008). Genus Trigona merupakan salah satu jenis lebah tak bersengat yang belum banyak dibudidayakan karena menghasilkan madu lebih sedikit dibandingkan dengan genus Apis.

Trigona sp biasanya menghasilkan sedikit madu namun menghasilkan propolis lebih banyak dibandingkan jenis lebah lokal lainnya (Syariefa dkk, 2010). Lebah dari famili Trigona sp dapat bersarang pada lubang-lubang pohon, rongga pada lubang kayu dan pohon bambu, serta pada celah-celah dinding sekitar rumah (Yonisa, 2007). Trigona sp menghasilkan madu dengan mengonsumsi nektar dari bunga, menghasilkan propolis dengan mengonsumsi getah, dan menghasilkan bee pollen dari serbuk sari (Riendriasari, 2013).

Pakan yang dikonsumsi oleh Trigona sp juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam budidayanya karena pakan dapat menentukan kualitas produk peternakan lebah yang dihasilkan (Angraini, 2006). Nektar merupakan senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar nektar pada bunga, berbentuk cairan, manis alami dengan aroma yang lembut (Cahyaningrum, 2007).

Gambar 1. Kerangka pikir penelitian Pemanfaatan HHBK
Gambar 1. Kerangka pikir penelitian Pemanfaatan HHBK

METODE PENELITIAN

  • Waktu dan Tempat Penelitian
  • Alat dan Bahan Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini data atau sumber informasi banyak diperoleh dari instansi terkait dan dari sumber informasi lain seperti Dinas Kehutanan, konsultan kehutanan, group liaison, bahan pustaka, artikel, jurnal, fasilitas internet, dan hasil penelitian terdahulu. Populasi adalah suatu wilayah umum yang terdiri dari obyek/objek yang mempunyai sifat dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016). Sampel adalah sebagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang perlu diteliti (Ridwan, 2015).

Jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah 24 orang yang terdiri dari 12 orang anggota kelompok Padaidi Bosboer, dan 12 orang anggota kelompok Sero Bosboer. Metode analisis data kuantitatif merupakan metode yang digunakan ketika melakukan penelitian yang berkaitan dengan data numerik. Jenis metode ini memerlukan data numerik dalam jumlah besar dan dapat dihitung menggunakan rumus statistik.

Analisis kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa perkataan atau perkataan orang dan perilaku yang dapat diamati. Analisis penelitian kualitatif juga merupakan metode penelitian yang lebih menekankan pada pemahaman mendalam terhadap suatu masalah dibandingkan melihat masalah untuk penelitian generalisasi.

KEADAAN UMUM WILAYAH

  • Letak Geografi

Desa Kamiri, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, berjarak 35 km dari pusat Kabupaten Barru yang jika ditempuh dengan sepeda motor dapat memakan waktu sekitar 35 menit. Klasifikasi penduduk berdasarkan gender di Desa Coppo Kecamatan Barru dan Desa Kamiri Kecamatan Balusu dapat dilihat pada Tabel 1. Penduduk berdasarkan gender di Desa Coppo Kecamatan Barru dan Desa Kamiri Kecamatan Balusu Tahun 2021.

Berdasarkan Tabel 1, jumlah penduduk di Desa Coppo Kabupaten Barru pada tahun 2021 berjumlah 4.597 jiwa yang terdiri dari 2.215 laki-laki dan 2.382 perempuan. Jumlah penduduk Desa Kamiri Kecamatan Balusu pada tahun 2021 berjumlah 2.038 jiwa yang terdiri dari 1.012 laki-laki dan 1.026 perempuan. Tingkat pendidikan seorang petani juga mempengaruhi teknik pengelolaan cabang usahataninya, terutama dalam hal adopsi suatu teknologi.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Coppo Kecamatan Barru dan Desa Kamiri Kecamatan Balusu Tahun 2019. Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa persentase tingkat pendidikan penduduk tertinggi di Desa Coppo Kecamatan Barru adalah penduduk dengan pendidikan tinggi/sederajat. tingkat pendidikan yaitu sebanyak 437 orang (31,75%), sedangkan porsi terkecil penduduk yang berpendidikan tinggi/sederajat sebanyak 239 orang (17,37%). Hal ini menggambarkan bahwa rata-rata tingkat pendidikan masyarakat Desa Coppo cukup baik, hal ini sangat mempengaruhi pengelolaan lahan di dalam dan di luar kawasan hutan.

Persentase tingkat pendidikan penduduk tertinggi di Desa Kamiri Kecamatan Balusu Kabupaten Barru adalah penduduk yang berpendidikan SLTA/sederajat yaitu sebanyak 359 orang (31,24%) dan persentase terkecil adalah penduduk yang berpendidikan ijazah sarjana. . tangga. Hal ini menggambarkan bahwa rata-rata tingkat pendidikan penduduk desa Kamiri cukup baik. Selain pengklasifikasian penduduk berdasarkan jenis kelamin dan tingkat pendidikan, penduduk juga dapat diklasifikasi berdasarkan jenis gaya hidup.

Klasifikasi penduduk di Desa Coppo Kecamatan Barru dan Desa Kamiri Kecamatan Balusu dapat dilihat pada Tabel 3. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian di Desa Coppo Kecamatan Barru dan Desa Kamiri Kecamatan Balusu Tahun 2020. Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa sebanyak 874 jiwa (31,58%) mata pencaharian masyarakat di Desa Coppo Kabupaten Barru adalah pedagang.

Gambar 3. Peta Kecamatan Balusu
Gambar 3. Peta Kecamatan Balusu

HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Karakteristik Responden
  • Penerimaan
  • Pengeluaran

20 Berdasarkan Tabel 6 terlihat total pendapatan responden dalam satu tahun (2 kali panen) Madu Trigona adalah sebesar Rp 1.494.583. Penerimaan responden tertinggi dalam satu tahun adalah Rp. Berdasarkan Tabel 7 terlihat total pendapatan responden dalam satu tahun (2 kali panen) untuk madu adalah sebesar Rp 1.050.000.

21 tertinggi dalam setahun adalah Rp. Total pengeluaran dalam satu tahun untuk produksi madu Trigona pada kelompok tani hutan Padaidi dapat dilihat pada Tabel 8. Total pengeluaran dalam satu tahun untuk produksi Madu Trigona dari Kelompok Tani Hutan Sero dapat dilihat pada Tabel 9 . .

Pendapatan responden Kelompok Tani Hutan Padaidi terhadap hasil hutan Lebah Madu Trigona dapat dilihat pada Tabel 10. Berdasarkan Tabel 10 terlihat bahwa total pendapatan responden dalam satu tahun dari produksi lebah madu Trigona adalah IRP dengan rata-rata pendapatan yang dihasilkan setiap responden sebesar Rp 1.142.917. Pendapatan terbesar sebesar Rp 22.000, pendapatan tersebut diperoleh dari jumlah botol yang diproduksi dalam setahun.

Pendapatan responden dalam satu tahun kelompok petani hutan Sero terhadap hasil hutan Lebah Madu Trigona dapat dilihat pada tabel 11. Berdasarkan tabel 11 diketahui total pendapatan dalam satu tahun dari produksi lebah madu Trigona adalah sebesar Rp. pendapatan rata-rata sebesar Rp 787.500. Pendapatan tertinggi yang diperoleh responden dalam setahun sebesar Rp 1.000.000.

Sedangkan pendapatan responden terendah adalah Rp 600.000 dengan hasil panen 8 botol dalam satu tahun. Dari tabel 12 terlihat omset pada KTH Padaidi sebesar Rp. dengan biaya sebesar Rp. berdasarkan hasil selisih pendapatan dan pengeluaran, maka total pendapatan KTH Padaidi adalah Rp. Sedangkan total pendapatan di KTH Sero adalah Rp dengan pengeluaran sebesar Rp 9.450.000.

Tabel 5. Tingkat Pendidikan Responden  No  Tingkat Pendidikan
Tabel 5. Tingkat Pendidikan Responden No Tingkat Pendidikan

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Kesimpulan
  • Saran

DAFTAR PUSTAKA

Gambar

Gambar 1. Kerangka pikir penelitian Pemanfaatan HHBK
Gambar 2. Peta Kecamatan Barru
Gambar 3. Peta Kecamatan Balusu
Tabel 1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Penggolongan Jenis Kelamin di Desa  Coppo Kecamatan Barru, dan Desa Kamiri, Kecamatan Balusu, Tahun  2021
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, rangkuman hasil dalam Tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata responden mengalami konflik peran dari segi konflik intrasender dan ekspektasi dan