• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PERBANKAN SYARI’AH DENGAN METODE MAQAŞID SYARI’AH INDEX (MSI) PERIODE 2015-2019 (STUDI KASUS NEGARA MALAYSIA, INDONESIA DAN BANGLADESH) - Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PERBANKAN SYARI’AH DENGAN METODE MAQAŞID SYARI’AH INDEX (MSI) PERIODE 2015-2019 (STUDI KASUS NEGARA MALAYSIA, INDONESIA DAN BANGLADESH) - Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PERBANKAN SYARI’AH DENGAN METODE MAQAŞID SYARI’AH INDEX (MSI) PERIODE 2015-2019 (STUDI KASUS NEGARA MALAYSIA, INDONESIA DAN BANGLADESH)

TESIS

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR MAGISTER

DALAM ILMU EKONOMI ISLAM

OLEH:

ADNI DWI ASTUTI 18208010012

DOSEN PEMBIMBING:

Dr. MISNEN ADIANSYAH, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA 19710929 200003 1 001

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2022

(2)

ii

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PERBANKAN SYARI’AH DENGAN METODE MAQAŞID SYARI’AH INDEX (MSI) PERIODE 2015-2019 (STUDI KASUS NEGARA MALAYSIA, INDONESIA DAN BANGLADESH)

TESIS

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR MAGISTER

DALAM ILMU EKONOMI ISLAM

OLEH:

ADNI DWI ASTUTI 18208010012

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2022

(3)

iii

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR

(4)

iv

HALAMAN PERSETUJUAN TESIS Hal : Tesis Saudari Adni Dwi Astuti

Kepada

Yth. Bapak Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga

Di Yogyakarta

Assalamu’alaikum wr. Wb

Setelah membaca, meneliti dan mengoreksi serta menyarankan perbaikan seperlunya, maka kami berpendapat bahwa tesis saudari:

Nama : Adni Dwi Astuti NIM : 18208010012

Judul Tesis : Analisis Perbandingan Kinerja Perbankan Syari’ah Dengan Metode Maqaşid Syari’ah Index (MSI) Periode 2015-2019 (Studi Kasus Negara Malaysia, Indonesia Dan Bangladesh)

Sudah dapat diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam program studi Magister Ekonomi Syari’ah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar magister dalam Ilmu Ekonomi Islam.

Dengan ini kami mengharapkan agar tesis saudara tersebut dapat segera dimunaqosyahkan. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum wr. Wb

Yogyakarta, 07 Desember 2021 Pembimbing,

Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., AK., CA., ACPA NIP.19710929 200003 1 001

(5)

v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN

(6)

vi

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK

(7)

vii MOTTO

“To be Yourself in a world that is constantly trying to make your something else is a greatest accomplisment

"كحاجن لماوع نم ربكأ اللهاب كتقلاع نسح ّنإ"

(8)

viii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Alhamdulillah,

Hasil ini saya persembahkan untuk My daddy as my first love Alm Sugimin

Pundak terbesar dalam hidupku, kakak Adnan Widodo Dan pasak terkuat sekaligus kebanggaanku Mama Tercinta Wartini

(9)

ix

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

KEPUTUSAN BERSAMA

MENTERI AGAMA DAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor. 158 Th.1987 Nomor. 0543b/U/1987 TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Pendahuluan

Penelitian transliterasi Arab-Latin merupakan salah satu program penelitian Puslitbang Lektur Agama, Badan Litbang Agama, yang pelaksanaannya di mulai tahun anggaran 1983/1984. Untuk mencapai hasil rumusan yang lebih baik, hasil penelitian itu dibahas dalam pertemuan terbatas guna menampung pandangan dan pikiran para ahli agar dapat dijadikan bahan telaah yang berharga bagi forum seminar yang sifatnya lebih luas dan nasional.

Transliterasi Arab-Latin memang dihajatkan oleh bangsa Indonesia karena huruf Arab dipergunakan untuk menuliskan kitab agama Islam berikut penjelasannya (Al-Qur’an dan Hadis), sementara bangsa Indonesia mempergunakan huruf latin untuk menuliskan bahasanya. Karena ketiadaan pedoman yang baku, yang dapat dipergunakan oleh umat Islam di Indonesia yang merupakan mayoritas bangsa Indonesia, transliterasi Arab-Latin yang terpakai dalam masyarakat banyak ragamnya.

Dalam menuju ke arah pembakuan itulah Puslitbang Lektur Agama melalui penlitian dan seminar berusaha menyusun pedoman yang diharapkan dapat berlaku secara nasional.

Dalam seminar yang diadakan pada tahun ajaran 1985/1986 telah dibahas beberapa makalah yang disajikan oleh para ahli, yang kesemuanya memberikan sumbangan yang besar bagi usaha ke arah itu. Seminar itu juga membentuk tim yang

(10)

x

bertugas merumuskan hasil seminar dan selanjutnya hasil tersebut di bahas lagi dalam seminar yang lebih luas, Seminar Nasional Pembakuan Transliterasi Arab-Latin tahun 19985/1986. Tim tersebut terdiri dari 1) H. Sawabi Ihsan, MA, 2) Ali Audah, 3) Prof.

Gazali Dunia, 4) Prof. Dr.H.B. Jassin, dan 5) Drs. Sudarno, M.Ed

Dalam pidato pengarahan tanggal 10 Maret 1986 pada seminar tersebut, Kepala Litbang Agama menjelaskan bahwa pertemuan itu mempunyai arti penting dan strategis karena:

1. Pertemuan ilmiah ini menyangkut pertimbangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan ke-Islaman, sesuai dengan gerak majunya pembangunan yang semakin cepat.

2. Pertemuan ini merupakan tanggapan langsung terhadap kebijaksanaan Menteri Agama Kabinet Pembangunan IV, tentang perlunya peningkatan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan agama bagi setiap umat beragama, secara ilmiah dan rasional.

Pedoman transliterasi Arab-Latin yang baku telah lama didambakan karena amat membantu dalam pemahaman terhadap ajaran perkembangan Islam di Indonesia.

umat Islam di Indonesia tidak semuanya mengenal dan menguasai huruf Arab. Oleh karena itu, pertemuan ilmiah yang diadakan kali ini pada dasarnya juga merupakan upaya untuk pembinaan dan peningkatan kehidupan beragama, khususnya umat Islam Indonesia.

Badan Litbang agama, dalam hal ini Puslitbang Lektur agama, dan Instansi lain yang ada hubungannya dengan kelekturan, amat memerlukan pedoman yang baku tentang transliterasi Arab-Latin yang dapat dijadikan acuan dalam penelitian dan pengalih-hurufan, dari Arab ke Latin dan seballiknya.

Dari hasil penelitian dan penyajian pendapat para ahli diketahui bahwa selama ini masyarakat masih mempergunakan transliterasi yang berbeda-beda. Usaha penyeragamannya sudah pernah dicoba. Baik oleh instansi maupun perorangan, namun hasilnya belum ada yang bersifat menyeluruh, dipakai oleh seluruh umat Islam Indonesia. oleh karena itu, dalam usaha mencapai keseragaman, seminar menyepakati adanya Pedoman Transliterasi Arab-Latin baku yang dikuatkan dengan Surat

(11)

xi

Keputusan Menteri Agam dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk digunakan secara nasional.

Pengertian Transliterasi

Transliterasi dimaksudkan sebagai pengalih hurufan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Transliterasi Arab-Latin di sini ialah penyalinan huruf-huruf Arab dengan huruf-huruf Latin beserta perangkatnya.

Prinsip Pembakuan

Pembakuan pedoman transliterasi Arab-Latin ini disusun dengan prinsip sebagai berikut:

1. Sejalan dengan Ejaan Yang Disempurnakan

2. Huruf Arab yang belum ada padanannya dalam huruf Latin dicarikan padanan dengan cara memberi tambahan tanda diakritik, dengan dasar “satu fonem satu lambang”

3. Pedoman transliterasi ini diperuntukkan bagi masyarakat umum

Rumusan Pedoman Transliterasi Arab-Latin

Hal-hal yang dirumuskan secara kongkrit dalam pedoman transliterasi Arab- Latin ini meliputi:

1. Konsonan

2. Vokal (tunggal dan rangkap) 3. Maddah

4. Ta’marbutah 5. Syaddah

6. Kata sandang (di depan huruf syamsiah dan qamariah) 7. Hamzah

8. Penulisan kata 9. Huruf kapital 10. Tajwid

Berikut penjelasannya secara berurutan:

(12)

xii 1. Konsonan

Fonem konsonan bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan dengan huruf dan sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lagi dengan huruf dan tanda sekaligus.

Dibawah ini daftar huruf Arab itu dan transliterasinya dengan huruf Latin

Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama

ا

Alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan

ب

Ba b Be

ت

Ta T Te

ث

Ṡa es (dengan titik di atas)

ج

Jim J Je

ح

Ḥa ha (dengan titik dibawah)

خ

Kha Kh ka dan ha

د

Dal D De

ذ

Żal Ż zet (dengan titik diatas)

ر

Ra R Er

ز

Zai Z Zet

س

Sin S Es

ش

Syin Sy es dan ye

ص

Şad Ş es (dengan titik di bawah)

(13)

xiii 2. Vokal (tunggal dan rangkap)

Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong

1) Vokal Tunggal

Vokal tunggal bahas Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya sebagai berikut:

ض

Dad D de (dengan titik di bawah)

ط

Ţa Ţ te (dengan titik di bawah)

ظ

Ẓa Z zet (dengan titik di bawah)

ع

‘ain koma terbalik (diatas)

غ

Gain G Ge

ف

Fa F Ef

ق

Qaf Q Ki

ك

Kaf K Ka

ل

Lam L El

م

Mim M Em

ن

Nun N En

و

Wau W We

ه

Ha H Ha

ء

Hamzah Apostrof

ي

Ya Y Ye

(14)

xiv

Tanda Nama Huruf Latin Nama

ﹷ fatḥah A A

ﹻ Kasrah I I

ﹹ Dhammah U U

2) Vokal Rangkap

Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:

Tanda Nama huruf Gabungan

huruf Nama

...ْ ي fatḥah dan ya Ai a dan i

...ْ و fatḥah dan wau Au a dan i

Contoh:

َْبَتَكْ - kataba

َْلَعَف - fa’ala

َْرِكُذ - żukira

ُْبَه ذَي - yażhabu

َْلِئُس - su’ila

َْف يَك - kaifa

َْل وَه - haula

3. Maddah

Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:

Harakat dan

Huruf Nama

Huruf dan Tanda

Nama

...َى...ا fatḥah dan alif atau ya ā a dan garis di atas

(15)

xv

... ِى kasrah dan ya ī i dan garis di atas

... ُو dhammah dan wau ū u dan garis di atas

Contoh:

َْلاَق - qāla

ىَم َر -ramā

َْل يِق - qīla

ُْل وُقَي - yaqūlu

4. Ta’marbutah

Transliterasi untuk ta marbuṭah ada dua:

1. ta marbuṭah hidup

Ta marbuṭah yang hidup atau mendapat harakat faṭhah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah “t”.

2. ta marbuṭah mati

Ta marbuṭah yang mati atau mendapat harakat sukun, transliterasinya adalah “h”.

3. Kalau pada kata yang terakhir dengan ta marbuṭah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al serta bacaan kedua kata itu terpisah maka ta marbuṭah itu di transliterasikan dengan ha (h)

Contoh:

لافطلأاْةضور - raudah al-ātfāl

ةر ّونملاْةنيدملا -al-Madīnah al-Munawwarah / al- Madīnatul-

Munawwarah

ةحلط - Ţalḥah

5. Syaddah

Syaddah atau tasydid yang dalam tulisan Arab dilambangkan dengan sebutan tanda, tanda syaddah atau tasydid, dalam transliterasi ini tanda syaddah

(16)

xvi

tersebut dilambangkan dengan huruf, yaitu huruf yang sama dengan huruf yang diberi tanda syaddah itu.

Contoh:

اَنَّب َر - rabbanā

َْل َّزَن - nazzala

َّْرِبلا - al-birr

َّْجَحلا - al-hajj

َْمِعُن - nu’ima

6. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu لا , namun dalam transliterasi ini kata sandang itu dobedakan atas kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiah dan kata sandang yang diikuti huruf qamariah.

1) Kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiah

Kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiah ditrans-literasikan sesuai dengan bunyinya, yaitu huruf /1/ diganti dengan huruf yang sama dengan huruf yang langsung mengikuti kata sandang itu.

2) Kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariah

Kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariah ditrans-literasikan sesuai aturan yang digariskan di depan dan sesuai dengan bunyinya. Baik diikuti huruf syamsiah maupun huruf qamariah, kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikuti dan dihubungkan dengan tanda sempang.

Contoh:

ُْلُج َّرلا - ar-rajulu

ُْةَدِيَّسلا - as-sayyidatu

ُْس مَّشلا - asy-syamsu

ُْمَلَقلا -al-qalamu

ُْع يِدَبلا - al-badī u

ُْلَلاَجلا - al-jalālu

(17)

xvii 7. Hamzah

Dinyatakan di depan bahwa hamzah ditransliterasikan dengan apostrof.

Namun, itu hanya berlaku bagi hamzah yang terletak di tengah dan di akhir kata. Bila hamzah itu terletak di awal kata maka dilambangkan, karena dalam tulisan Arab berupa alif.

Contoh:

َْن وُذُخ أَت - ta’khużūna

ُْء وَّنلا - an-nau’

ْ ئ يَش - syai’un

َّْنإ - inna

ُْت رِمُأ - umirtu

َْلَكَأ - akala

8. Penulisan kata

Pada dasarnya setiap kata, baik fail, isim maupun harf ditulis terpisah.

Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dangan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain karena ada huruf dan harakat yang dihilangkan maka transliterasi ini, penulisan kata tersebut dirangkaikan juga dengan kata lain yang mengikutinya.

Contoh:

َْاللَّْنَأْ َو

َْن يِق ِزا َّرلاْ ُر يَخْ َوُ َلْ wa innallāha lahuwa khairurrāziqīn

َْو

َْنا َزى يمِلاْ َوَْل يَك لاْاوُف وَأ Fa auful-kaila wal-mīzān

ل يِلَخلاُْم يِها َر بِا Ibrāhīm al-Khalīl-Ibrāhīmul-Khalīl

اَهاَس رُمْ َوْاَها َر جَمِْاللْ ِم سِب Bismillāhi majrehā wa mursāhā

9. Huruf kapital

Meskipun dalam sistem tulisan Arab huruf kapital tidak dikenal, dalam transliterasi ini huruf tersebut digunakan juga. Penggunaan huruf kapital seperti apa yang berlaku dalam EYD, diantaranya: Huruf kapital digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bilamana nama diri itu didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf

(18)

xviii

kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya.

Contoh:

ْ ل وُس َرْ َّلَِّاْ دَّمَحُمْاَم َو Wa mā Muhammadun illā rasl

ْ اك َراَبُمَْةَّكِبِبْيِذَّلَلْ ِساَّنلِلَْع ِض ُوٍْت يَبَْل َّوَأَّْنَأ Inna awwal baitin wudi’a linnāsi lallażī bibakkata mubārakan

ُْنا رُقلاِْه يِفَْل ِز نُأْيِذَّلاَْناَضَم َرْ ُر َش Syahru Ramadānal-lażī unzila fihil Qur’ānu

ْ دَقَل َو

ن يِبُم لاِْقُفُلأاِبُْها َرْ Wa laqad ra’āhu bil-ufuqil- mubīni

َْن ي ِمَلاَعلاْ ِّب َرِْللهُْد مَح لا Alhamdu lillāhi rabbil‘ālamīn

Penggunaan huruf awal kapital untuk Allah hanya berlaku bila dalam tulisan Arabnya memang lengkap demikian dan kalau penulisan itu disatukan dengan kata lain sehingga ada huruf atau harakat yang dihilangkan, huruf kapital tidak dipergunakan.

ْ ب ي ِرَقْ ح تَفْ َوِْاللَْنِمْ ر صَن Nasrun minallāhi wa fathun qarīb

ا ع يِمَجْ ُر مَلأاِْلله Lillāhi al-amru jamī an

Lillāhil-amru jamī an

ْ م يِلَعٍْئ يَشِّْلُكِبُْاللْ َو Wallāhu bikulli syai’in la

10. Tajwid

Bagi mereka yang menginginkan kefasihan dalam bacaan, pedoman transliterasi ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Ilmu Tajwid.

Karena itu peresmian pedoman transliterasi ini perlu disertai dengan pedoman tajwid.

(19)

xix

KATA PENGANTAR ميحرلا نمحرلا الله مسب

م نا دهشأو الله هلا لا نأ دهشأ .نيلسرملاو أيبنلاا فرشلاا ىلع ملاسلاو ةلاصلا .نيملعلا بر اللهدمحلا دمح

دعب اما الله لوسر

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada peneliti, dan senantiasa membimbing peneliti dalam melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya dapat menyusun tesis yang berjudul “Analisis Perbandingan Kinerja Perbankan Syari’ah Dengan Metode Maqoshis Syari’ah Index (MSI) Periode 2015-2019 Studi Kasus Negara Malaysia, Indonesia Dan Bangladesh.

Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun manusia menuju jalan yang penuh kebahagiaan iman dan Islam untuk menuju kehidupan akhirat.

Peneliti menyadari bahwa tesis ini jauh dari kesempurnaan. Peneliti berharap tesis ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Dalam penelitian tesis ini, peneliti bermaksud untuk mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A., selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2. Bapak Dr. Afdawaiza Syarifuddin, S.Ag., M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

3. Bapak Dr. M. Ghafur Wibowo, S.E., M.Sc., selaku Ketua Program Studi Magister Ekonomi Islam UIN Sunan Kaliaga Yogyakarta

(20)

xx

4. Bapak Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., selaku Dosen Pembimbing Tesis yang senantiasa memberikan arahan, nasihat, masukan, saran serta motivasi dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

5. Segenap dosen Jurusan Magister Ekonomi Syari’ah yang telah memberikan ilmunya dari awal perkuliahan sampai akhir.

6. Seluruh Staff Tata Usaha (TU) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah membantu secara administrasi dalam penyelesaian tesis ini.

7. Segenap staff Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan tesis ini.

8. Kedua malaikat saya Bapak Alm. Sugimin dan Ibu Wartini serta kakak Adnan Widodo yang selalu memberikan dukungan hingga tesis ini dapat terselesaikan.

9. Sahabat-sahabat seperjuangan sepersambatan dan sepermainan, secara umum kelas Magister Ekonomi Syari’ahA 2018, dan secara khusus pada Fitriah yusuf, Firda ‘Alia Mayasari, Rohmatun Nafiah, Karimatul Amaly, Ahmad Faih, Muh. Alim Fasieh, Ahmad Fathurozy dan Muh. Syaiful Anwar yang selalu memberikan masukan dan hiburan dalam tahap pengerjaan tesis ini dan dengan ikhlas mendukungku hingga kini. Semoga persahabatan kita tetap terjalin hingga nanti.

10. Semua pihak yang tak dapat disebutkan tetap banyak memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Semoga amal dan jasa mereka semua mendapat balasan yang sebaik-baiknya dari Allah SWT. Semoga tesis ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca

(21)

xxi

pada umumnya. Peneliti sangat menyadari tentu masih banyak kekurangan dalam penyusunan tesis ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat peneliti harapkan demi perbaikan tesis ini.

Yogyakarta, 06 Januari 2022 Peneliti,

Adni Dwi Astuti NIM:18208010012

(22)

xxii DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR... iii HALAMAN PERSETUJUAN TESIS ... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ...v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI UNTUK KEPENTINGAN

AKADEMIK ... vi MOTTO ... vii HALAMAN PERSEMBAHAN... viii TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... ix KATA PENGANTAR ... xix DAFTAR ISI ... xxii DAFTAR TABEL...xxv DAFTAR GRAFIK ... xxvi BAGAN ... xxvii ABSTRAK ... xxviii ABSTRACT ... xxix BAB I ...1 PENDAHULUAN ...1 A. LATAR BELAKANG...1 B. RUMUSAN MASALAH...8 C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN ...9 D. MANFAAT PENELITIAN ...9 E. SISTEMATIKA PEMBAHASAN ...10 BAB II ...12 KERANGKA TEORI ...12 A. LANDASAN TEORI ...12 1. Kinerja Keuangan...12 2. Kinerja Maqaşid Syari’ah ...17 B. TELAAH PUSTAKA ...27 C. PENGEMBANGAN HIPOTESIS ...33 BAB III ...36 METODE PENELITIAN ...36

(23)

xxiii

A. JENIS PENELITIAN ...36 B. SUMBER DAN JENIS DATA ...36 C. LOKASI PENELITIAN ...37 D. POPULASI DAN SAMPEL ...37 1. Populasi ...37 2. Sampel ...37 E. TEKNIK ANALISA DATA ...39 I. PENGUJIAN HIPOTESIS...46 a. Analisis Deskriptif ...47 b. Uji Normalitas ...47 c. Uji Beda ...48 BAB IV ...49 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...49 A. DESKRIPSI UMUM...49 1. Perbankan Syari’ah Di Indonesia ...49 2. Perbankan Syari’ah Di Malaysia ...50 3. Perbankan Syari’ah Di Bangladesh ...52 B. DESKRIPSI DATA PENELITIAN ...53 1. Rasio Kinerja Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan Bangladesh .54 a. Ḥifẓu-l-mal ...54 b. Ḥifẓu-l-Iman ...56 c. Ḥifẓu-l-‘Aql ...58 d. Ḥifẓu-l-Nafs ...59 2. Indikator Kinerja Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...61 a. Ḥifẓu-L-Mal (Harta) ...61 b. Hifdhzu-L-Iman (Akal)...62 c. Ḥifẓu-L-‘Aql (Akal) ...63 d. Ḥifẓu-l-Nasl (Keturunan) ...64 C. HASIL ANALISIS DATA ...65 1. Nilai Maqaşid Syari’ah Index Perbankan Syari’ah ...65 2. Perbedaan Kinerja Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...66 b. Uji Normalitas Dan Homogenitas ...67 c. Uji Beda Anova ...69 D. PEMBAHASAN ...70

(24)

xxiv

BAB V ...83 PENUTUP ...83 A. KESIMPULAN ...83 B. SARAN ...84 DAFTAR PUSTAKA ...85 LAMPIRAN ...90

(25)

xxv

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Kriteria Sampel Penelitian ...38 Tabel 3. 2 Daftar Bank Penelitian ...39 Tabel 3. 3 Konsep Maqaşid Syari’ah ...40 Tabel 4. 1 Rasio Kinerja Ḥifẓu-l-Mal Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh...54 Tabel 4. 2 Rasio Kinerja Ḥifẓu-l-Iman Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...577 Tabel 4. 3 Rasio Kinerja Ḥifẓu-l-‘Aql Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...58 Tabel 4. 4 Rasio Kinerja Ḥifẓu-l-Nafs Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...60 Tabel 4. 5 Indikator Kinerja Ḥifẓu-l-Mal Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...61 Tabel 4. 6 Indikator Kinerja Ḥifẓ u-l-Iman Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia

dan Bengladesh ...62 Tabel 4. 7 Indikator Kinerja Ḥifẓu-l-‘Aql Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...63 Tabel 4. 8 Indikator Kinerja Ḥifẓu-l-Nasl Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...64 Tabel 4. 9 Rangking Maqaşid Syari’ah Index ...65 Tabel 4. 10 Analisis Deskriptif ...67 Tabel 4. 11 Test of Normality ...68 Tabel 4. 12 Test of Homogenity of Variance...68 Tabel 4. 13 Statistik Deskriptif ...69 Tabel 4. 14 ANOVA ...69 Tabel 4. 15 Maqaşid Syari’ah Index Perbankan Syari’ah Indonesia, Malaysia dan

Bangladesh ...711

(26)

xxvi

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Grafik Pertumbuhan Perbankan Syari'ah ...2 Grafik 2 TOP IFDI Market 2019 ...4 Grafik 3 Indikator Utama Perbankan Syari'ah Indonesia ...49

(27)

xxvii BAGAN

Bagan 1 Klasifikasi Maqaşid Syari’ah berdasarkan Abdul Najjar Majid ...22 Bagan 2 Kerangka Pemikiran...34

(28)

xxviii ABSTRAK

Penilaian kinerja perbankan menjadi salah satu cara untuk menilai dan mengetahui keadaan internal perbankan, khususnya perbankan Syari’ah. Berbagai metode penilaian kinerja yang digunakan menggunakan elemen-elemen keuntungan dan mengesampingkan penghitungan nilai kemaslahatan. Sehingga dibutuhkan penghitungan kinerja yang menggunakan dasar islami untuk penghitungan nilai kemaslahatan. penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja perbankan yang sesuai dengan dasar islami menggunakan metode maqaşid Syari’ah index. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer sebagai data utama yang diambil melalui laporan tahunan perbankan. Penilaian kinerja menggunakan metode Maqaşid Syari’ah Index dengan menggunakan 10 sampel perbankan (Indonesia, Malaysia dan Bangladesh) periode 2015 – 2019. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengukuran kinerja dengan menggunakan maqaşid Syari’ah index memberikan pengaruh baik terhadap kinerja perbankan. Namun, kebijakan dan keadaan sebuah negara memberikan pengaruh yang mampu mempengaruhi keadaan kinerja tersebut. Seperti halnya Indonesia yang lebih unggul dalam nilai pendidikan sebesar 3.16. Sedangkan Malaysia dan Bangladesh mengungguli pada indikator harta.

Kata kunci: Bank Syari’ah, Kinerja Perbankan, Maqaşid Syari’ah Index

(29)

xxix ABSTRACT

Assessment of banking performance is one way to assess and determine the internal state of banking, especially Islamic banking. The various performance appraisal methods use profit elements and override the calculation of benefit values. So it takes a performance calculation that uses an Islamic basis for calculating the benefit value. This study aims to measure banking performance in accordance with the Islamic basis using the maqaşid Syari’ah index method. This research is a quantitative research using primary data as the main data taken through the banking annual report. Performance assessment uses the Maqasid Shariah Index method using 10 banking samples (Indonesia, Malaysia and Bangladesh) for the 2015 – 2019 period. The results of the study explain that performance measurement using the Maqasid Syari’ah index has a good influence on banking performance. However, the policies and circumstances of a country have an influence that can affect the state of performance. As with Indonesia, which is superior in education with a value of 3.16. Meanwhile, Malaysia and Bangladesh outperformed the wealth indicator.

Keywords: Islamic Bank, Banking Performance, Maqaşid Sharia Index

(30)

1

BAB I

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Perbankan merupakan salah satu lembaga yang berkontribusi penting dalam menyelaraskan, menyesuaikan dan mengimbangkan unsur pembangunan. Sebagaimana fungsi tersebut, pergerakan perbankan memberikan nuansa baru dalam dunia bisnis. Pertumbuhan perbankan selalu berkembang khususnya perbankan Syari’ah. Secara global pasar keuangan Syari’ah mengalami peningkatan hingga 50% lebih cepat apabila dibandingkan dengan perbankan konvensional. Bukan hanya berkembang di negara muslim, perbankan Syari’ah juga berkembang di negara barat seperti contohnya Inggris. Dalam sejarah pelaksanaannya negara ini telah menyediakan layanan keuangan islam selama kurang lebih 30 tahun dan merupakan acuan utama negara barat dalam bidang ini.

Pada awal 2018, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 3,6% dan diharapkan mampu meningkat pada tahun selanjutnya. Akan tetapi pada April 2019, IMF mencatat pertumbuhan ekonomi global mengalami penurunan hingga 3,3%. Penurunan ekonomi ini menjadi salah satu akibat dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Tingginya harga bea cukai beberapa komoditas mengakibatkan

(31)

2

Grafik 1 Grafik Pertumbuhan Perbankan Syari'ah

penurunan ekonomi hingga 0,3% dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan.

Di Tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik. Islamic Financial Services Industry Stability Report (2019) mencatat perkembangan tiga sektor industri (Perbankan, pasar modal dan takaful) mencapai USD 2,19 atau sekitar 6,9% di tahun 2018. Namun, industri perbankan Syari’ah secara global hanya mengalami 0,9% peningkatan dari ketiga sektor industri tersebut.

Walaupun perbankan dunia hanya mengalami 0,9% peningkatan di tahun 2018, namun beberapa negara mampu meningkatkan peranan perbankan Syari’ah hingga tingkat exceptional di tahun 2019. Negara tersebut mencangkup Bangladesh, Brunei Darussalam, Indonesia, Iran, Kuwait, Malaysia, Saudi Arabia, Sudan dan United Arab Emirates yang mengalami perkembangan perbankan hingga 40% dalam jangka waktu yang singkat.

(32)

3

Sumber : Data diolah dari IFCI (2019)

Berdasarkan data dalam Grafik 1, beberapa negara mengalami perkembangan positif hingga di atas 40% di antaranya adalah Bangladesh, Brunei Darussalam, Indonesia dan Sudan. Apabila dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia mampu mencapai perkembangan terpesat hingga 57,8% dalam jangka waktu yang minim.

Di tahun 2019, IFCI - Islamic Finance Country Index mencatat bahwa perbankan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi apabila dibandingkan dengan negara lainnya. Di tahun 2018, Indonesia menunjukkan pertumbuhan perbankan Syari’ah kurang dari 30%. Akan tetapi di tahun 2019 memberikan pertumbuhan perbankan Syari’ah hingga 81,93%. Nilai pertumbuhan tersebut mengungguli nilai perbankan Malaysia yang dikenal dengan sistem keislamannya sebesar 0,88%.

Tingginya peningkatan pertumbuhan perbankan Indonesia dapat dipengaruhi beberapa pertimbangan penilaian seperti jumlah bank Syari’ah pada negara, jumlah unit usaha Syari’ah, Bank Pengkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS), lembaga keuangan Syari’ah non bank (seperti asuransi), reksadana dan lainnya. Berdasarkan data Kementrian PPN / BAPPENAS pada 17 Oktober 2019, hal tersebut sesuai dengan perkembangan keuangan Syari’ah Indonesia baik dari segi institusi, produk dan layanan. Tercatat hingga Juni 2019 Indonesia memiliki aset keuangan Syari’ah (selain saham Syari’ah dan baitul-maal wa tamwil)

(33)

4

mencapai USD 94,44 miliar dengan total aset perbankan sebesar Rp 500 Triliun atau 6% dari total pangsa keuangan Syari’ah.

Memiliki perkembangan yang stabil dari tahun ke tahun menjadikan Malaysia sebagai negara panutan dalam sistem keuangannya yang islami. Berdasarkan Katadata.co.id Malaysia memiliki tingkat pertumbuhan kuantitatif, pengetahuan, Tata kelola, kesadaran dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang mencapai nilai relatif tinggi apabila dibandingkan dengan sistem negara islam lainnya.

Grafik 2 Top IFDI Market 2019

Data diolah : sumber data IFDI 2019

Dalam laporan IFDI 2019, Malaysia menjadi negara dengan sistem keuangan terbaik. Dalam penelitiannya, Malaysia mampu menempati tingkat tertinggi dalam beberapa faktor seperti pengembangan kuantitatif, pengetahuan, pemerintahan maupun kesadaran akan implementasi keuangan Syari’ah.

Perkembangan kinerja perbankan yang kian tahun kian memberikan arah yang baik merupakan gambaran global dari negara tersebut. hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal

(34)

5

maupun eksternal. salah satu faktor internal yang menggambarkan keadaan perbankan secara lengkap adalah dengan memantau kinerja perbankan. Semakin pesat perkembangan maka diperlukan kinerja yang baik untuk mendasari pertumbuhan tersebut (Wasyith, 2017).

Kinerja perbankan mengacu pada kapasitas dalam menghasilkan profitabilitas berkelanjutan (Rozzani & Rahman, 2013). Sehingga kinerja perusahaan menjadi salah satu penilaian yang dapat dilakukan untuk mengetahui keadaan sebuah perusahaan. Selain hal tersebut kinerja juga dapat menggambarkan tingkat kesehatan bank dan menjadi penentu keputusan untuk perusahaan pada masa mendatang.

Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan menganalisis modal yang dimiliki secara efisien serta penggunaannya untuk kebutuhan perusahaan (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2008: 4).

Analisis keuangan menjadi salah satu aspek yang digunakan dalam penilaian kinerja keuangan baik untuk melihat dari sisi modal, leverage, dividen dan pengeluaran lainnya. Pengukuran kinerja perbankan ditujukan untuk membuktikan apakah bank telah mencapai tujuan utama yaitu keuntungan dan tingkat kesesuaian Syari’ah yang mencangkup pada kepentingan stakeholder, dan kesejahteraan masyarakat (Zamani, 2017).

Beberapa penilaian kinerja memiliki fokus pada rasio keuangan seperti Rate of Asset (ROA) atau Rate of Equity (ROE), serta penghitungan rasio keuangan menggunakan CAMEL (Capital, Asset, Management, Earning dan Liquidity) ataupun EVA (Economic Value Added) (Sukardi dkk., 2016). Akan tetapi, penghitungan tersebut

(35)

6

memberikan nilai yang kurang sesuai dengan kinerja pada perbankan Syari’ah. Fahmi Ali H. Dan Kamaruzzaman N. (2019) menjelaskan bahwa alasan pendirian perbankan Syari’ah adalah untuk menyamaratakan kekayaan, penerapan etika dan nilai Syari’ah, ekonomi moral islam dan Islamic Worldview. Sehingga penghitungan yang dilakukan dengan menggunakan cara konvensional belum sesuai dengan tujuan perbankan Syari’ah sendiri.

Secara umum, kinerja perbankan mengutamakan pencapaian rasio keuangan yang mana hal tersebut akan berfokus pada program jangka pendek serta mengabaikan aspek non keuangan dan aset tetap (Ramadhan

& Mutia, 2016). Selain hal tersebut, pengabaian faktor non keuangan dapat mempengaruhi kinerja jangka panjang karena akan mempengaruhi kinerja perbankan selanjutnya (Sukardi dkk., 2016).

Berdasarkan alasan-alasan tersebut diperlukan pengukuran kinerja yang sesuai dengan kebutuhan perbankan Syari’ah. Pengukuran kinerja untuk perbankan Syari’ah tidak hanya berfokus pada penghitungan rasio keuangan, namun juga mencangkup pada faktor non keuangan seperti faktor religius, faktor sosial, serta faktor lingkungan (Ramadhan & Mutia, 2016). Bedoui dan Mansour (2014) menyatakan bahwa kinerja yang diterapkan dalam islam memiliki kaitan dengan etika dan tidak hanya berfokus pada keuangan, akan tetapi mencangkup pada semua aspek kehidupan seperti sosial, personal, ekonomi dan intelektual.

Maqaşid Syari’ah dinilai penting sebagai dasar penilaian kinerja perbankan Syari’ah, memiliki lima prinsip utama yang mencakup agama

(36)

7

(نيدلا), jiwa (سفنلا), akal (لقعلا), keturunan (لسنلا) dan harta (لاملا) sehingga mampu memberikan kesejahteraan, baik untuk ekonomi maupun sosial (Zaheer & Rasool, 2017).

Pengukuran kinerja yang didasarkan pada maqaşid Syari’ah dapat menjadi salah satu pendekatan strategis untuk mengupayakan kinerja perbankan Syari’ah sesuai dengan ketentuan agama secara keseluruhan dan dapat diimplementasikan sebagai bentuk kebijakan yang komprehensif (Sukardi dkk., 2016). Sajjad Zaheer dan Warda Rasool (2017) menjelaskan Maqaşid Syari’ah Index (MSI) dapat digunakan sebagai acuan pengukuran kinerja bank Syari’ah. Berdasarkan lima aspek utama maqaşid Syari’ah, pengukuran kinerja perbankan dapat dilakukan sesuai dengan kegiatan dan transaksi yang perbankan.

Haussem Eddie Bedoui dan Walid Mansour (2014) menilai kinerja perbankan dengan menggunakan metode maqaşid Syari’ah pentagon-shaped berdasarkan pada lima pilar maqaşid menghasilkan sembilan kriteria yang digunakan untuk mengukur kinerja perbankan Syari’ah. Di Tahun selanjutnya, Mustafa Omar M dan Fauziah Md Taib (2015) membandingkan kinerja perbankan Syari’ah dan perbankan konvensional mengutarakan bahwa pengukuran kinerja dengan menggunakan variabel maqaşid Syari’ah menunjukkan hasil yang lebih sesuai dengan tujuan Syari’ah dibandingkan dengan menggunakan pengukuran kinerja dengan sistem konvensional. Sajjad Zaheer dan Warda Rasol (2017) menjelaskan bahwa maqaşid Syari’ah dapat diterapkan dalam berbagai lini kehidupan manusia terlebih dalam

(37)

8

ekonomi, hal tersebut sesuai dengan kebutuhan manusia berupa Ḥifẓul- mal.

Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini memiliki fokus untuk melakukan pengukuran kinerja perbankan Syari’ah dengan menggunakan Maqaşid Syari’ah Index (MSI), kemudian melakukan perbandingan terhadap beberapa negara seperti Malaysia, Indonesia, dan Bangladesh. Negara tersebut mengalami peningkatan perbankan Syari’ah hingga 40% dan juga termasuk negara dengan mayoritas muslim.

Sehingga peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul ” Analisis Perbandingan Kinerja Perbankan Syari’ah dengan Metode Maqaşid Syari’ah Index (MSI) Periode 2015-2019 Studi Kasus Negara Malaysia, Indonesia Dan Bangladesh”.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditentukan rumusan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimanakah klasifikasi kinerja keuangan Syari’ah di negara Malaysia, Indonesia dan Bangladesh berdasarkan metode Maqaşid Syari’ah periode 2015-2019?

b. Apakah perbedaan utama kinerja perbankan Syari’ah negara Malaysia, Indonesia dan Bangladesh berdasarkan metode Maqaşid Syari’ah periode 2015-2019 ?

(38)

9

C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN

Berdasarkan pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui klasifikasi peringkat kinerja keuangan bank

Syari’ah di negara Malaysia, Indonesia dan Bangladesh berdasarkan metode maqaşid Syari’ah index periode 2015 - 2019.

b. Untuk mengetahui adanya perbedaan kinerja perbankan

Syari’ah antara negara Malaysia, Indonesia, dan Bangladesh berdasarkan metode Maqaşid Syari’ah Index.

D. MANFAAT PENELITIAN

a. Manfaat Teoritis, penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan dan pengetahuan mengenai indikator-indikator yang mempengaruhi kinerja perbankan khususnya perbankan Syari’ah dengan metode Maqaşid Syari’ah index.

b. Manfaat praktis,

1) Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan untuk memahami indikator-indikator yang berkaitan dalam pengukuran kinerja khususnya perbankan Syari’ah.

2) Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengukuran kinerja perbankan Syari’ah yang tepat.

(39)

10 c. Bagi akademisi,

1) Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai indikator-indikator yang mempengaruhi perhitungan kinerja keuangan.

2) Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pembanding untuk penelitian selanjutnya.

E. SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Sistematika pembahasan memuat gambaran keseluruhan isi penelitian. Adapun sistematika pembahasan sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan. Pada bab ini akan diuraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, serta sistematika pembahasan.

BAB II Dasar Teori dan Pengembangan Hipotesis. Pada bab ini berisikan telaah pustaka, kerangka teori, dan pengambangan hipotesis.

Telaah pustaka menjelaskan mengenai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini serta perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu. Kerangka teori menjelaskan mengenai teori yang digunakan dalam penelitian yaitu tentang indikator-indikator kinerja yang berkaitan dengan maqaşid Syari’ah (din, mal, nasab,’aql dan nasb). Pengembangan hipotesis menjelaskan tentang asumsi peneliti mengenai pengaruh indikator- indikator kinerja perbankan sesuai dengan maqaşid Syari’ah.

(40)

11

BAB III Metode penelitian. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, populasi dan sampel, data dan sumber data, definisi operasional variabel, serta pengukuran statistik untuk menjelaskan hasil penelitian.

BAB IV Hasil Penelitian dan Analisis. Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil penelitian beserta interpretasinya. Hasil penelitian menyajikan informasi terkait dengan deskripsi variabel penelitian dan hasil olah data penelitian terkait atas pengukuran variabel yang diteliti.

BAB V Kesimpulan. Pada bab ini akan diuraikan menjadi tiga sub bab, yaitu kesimpulan, keterbatasan dan saran atas hasil penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan memuat singkat mengenai jawaban dari rumusan masalah ...

(41)

83

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut:

1. Klasifikasi kinerja keuangan Syari’ah antar negara berdasarkan penyesuaian kinerja perbankan dengan menggunakan Maqaşid Syari’ah indeks Indonesia yang diwakilkan oleh bank Mandiri Syari’ah mendapatkan peringkat tertinggi dengan total nilai 3.16 disusul oleh BTPS 2.63 dan BRIS 2.57 pada peringkat selanjutnya. Negara Malaysia CIMB dengan nilai 1,42 menduduki peringkat ke-5 setelah BMI 1.43. sedangkan Bangladesh EXIM 1.06 berada di peringkat ke-6 setelah CIMB.

2. Menggunakan dasar yang sama (Maqaşid Syari’ah index), akan tetapi tiap negara memiliki keunggulan yang berbeda. Di Indonesia, perbankan Syari’ah lebih mengutamakan indikator pendidikan dan peningkatan keterampilan karyawan yang mampu melampaui indikator rata-rata harga. berbeda dengan Indonesia, negara Malaysia dan Bangladesh memiliki kinerja yang lebih tinggi pada indikator harta. Akan tetapi tingginya indikator tersebut belum diimbangi dengan peningkatan indikator-indikator lainnya.

(42)

84 B. SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diajukan saran sebagai berikut

1. Bagi dunia perbankan, untuk dapat mengevaluasi kinerjanya dengan lebih mengutamakan aspek-aspek Syari’ah, transparansi kegiatan serta anggaran yang digunakan dan meningkatkan / mempertahankan kinerja yang telah sesuai dengan prinsip Syari’ah.

2. Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan menambahkan negara non muslim yang memiliki Bank Syari’ah ataupun membandingkan alat ukur yang berdasarkan prinsip Syari’ah serta memberikan variabel fintech pada rasio perhitungan.

3. Bagi masyarakat umum, agar lebih mempertimbangkan dalam memilih bank dalam melakukan berbagai transaksi baik dari sisi pinjaman maupun investasi.

(43)

85

DAFTAR PUSTAKA

Al-Khodimi, N. A. bin M. (2014). ’Ilmu-l-Maqaşid As-syar’iyyah. Maktabah Al-‘Ubaikan.

Antonio, Muhammad Syafi’i. (2001). Bank Syari’ah: Dari teori ke praktik. Gema Insani.

Antonio, Muhammad Syafii, Sanrego, Y. D., & Taufiq, M. (2012). An Analysis Of Islamic Banking Performance: Maqaşid Syari’ah Index Implementation In Indonesia and Jordania. Journal of Islamic Finance, 1(1), 12–29.

Ascarya, Rahmawati, S., & Sukmana, R. (2016). Measuring The Islamicity of Islamic Bank in Indonesia and Other Countries Based on Shariah Objective. Center for Central Banking Research and Education, Bank Indonesia.

Asutay, M., & Harningtyas, A. F. (2015). Developing Maqaşid Al-Syari’ah Index to Evaluate Social Perormance Of Islamic Bank: A conceptual and Empirical Attempt.

International Journal of Islamic Economics and Finance Studies, 1(1), 5–64.

Bedoui, H. E., & Mansour, W. (2014). Performance and Maqaşid al-Shari’ah’s Pentagon- Shaped Ethical Measurement. Springer Science Business Media Dordrecht, 1–23.

https://doi.org/10.1007/s11948-014-9561-9

Commercial bank branches (per 100,000 adults) | Data. (t.t.). Diambil 1 April 2020, dari https://data.worldbank.org/indicator/FB.CBK.BRCH.P5?most_recent_year_desc=tru e&view=chart

Ghazali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, M., Azmi, M. U., & Nugroho, W. (2019). Perkembangan Bank Syari’ah Di Asia Tenggara: Sebuah Kajian Historis. FALAH Jurnal Ekonomi Syari’ah, 4(1), 44–55.

Gumelar, G. (2019). Rupiah dan Ekonomi RI Bisa “Tumbang” Gara-gara Perang Dagang.

CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190515114517-532- 395047/rupiah-dan-ekonomi-ri-bisa-tumbang-gara-gara-perang-dagang

Hadi, S. (2006). Metodelogi Penelitian Kuantitatif Untuk Akuntansi dan Keuangan.

EKONOSIA.

(44)

86

Hamid, W., Ubud, S., Djumair, & Siti, A. (2016). Trade Principles and Shariah-Adherence Bnking Performance Analysis by Employing Maqaşid Islamic Sharia Index Approach: Study on Indonesia Shariah Bank. Russian Journal Of agricultural and Sosio-Economics Sciences RJOAS, 11(59), 66–75. https://doi.org/DOI https://doi.org/10.18551/rjoas.2016-11.09

Hudefi, F. A., & Noordin, K. (2019). Harmonizing and Constructing an Integrated maqosid al- Syari’ah index for measuring the performance of Islamic Banks. ISRA International Journal of Islamic Finance, 11(2), 282–302.

Hurayra, M. A. (2015). Achievement of Maqaşid Syari’ah in Islamic Banking: An Evaluation of Islamic Bank Bangladesh Ltd. Global Journal of Computer Science and Technology: A Hardware & Computation, 15(1), 01–08.

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2008). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.

Islamic Finance Country Index—IFCI 2019. (2019). DDAC Group.

Islamic Financial Services Industry Stability Report 2019. (2019). Islamic Finance Services Board. www.ifsb.org

Ismail. (2017). Perbankan Syari’ah. Kencana.

Kara, M. (2012). Pemikiran Al-Syatibi tentang Maslahah dan Implementasinya Dalam Pengembangan Ekonomi Syari’ah. ASSETS, 2(2).

Kariyoto. (2017). Analisan Laporan Keuangan (Pertama, Vol. 1). Universitas Brawijaya Press (UB Press).

Kettell, B. (2011). Introduction to Islamic Banking and Finance. Willey and Finance Publication.

Kusmono, Yunanto. A. (2008). Analisis Kinerja Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 2002 – 2007 (dengan Pendekatan PBI No. 9/1/PBI/2007). Jurnal Ekonomi Islam La-Riba, 2(1), 109–131.

Mangkuto, W. S. (2019). Perang Dagang AS-China Untungkan Malaysia, Kok Bisa? CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20190528154128-4-75566/perang- dagang-as-china-untungkan-malaysia

(45)

87

Mas’ud Yauba, M. S. bin A. (1998). Maqaşid Asy-Syar’iah Al-Islamiyah wa Alaqotuha bi- Adillah Asy-Syar’iah. Jami’u Al-huquq Mahfidzoh.

Mohammed, M. O., & Taib, F. M. (2015). Developing Islamic banking Performance Measure Based on Maqosid Syari’ah Framework: Cases of 24 Selected Banks. Journal Of Islamic Monetary economics and Finance, 55–77.

Muhammad. (2018). Manajemen Bank Syari’ah (Edisi Kedua). UPP STIM YKPN.

Mustafa, M. O., & Syahidawati, S. (2013). The Objective of Islamic Economic and Islamic Banking in Light Of Maqaşid Syari’ah: A critical Review. Middle-East Journal Scientific Research 13 (Research in Contemporary Islamic Finance and Wealth Management), 13, 75–84. https://doi.org/10.5829/idosi.mejsr.2013.13.1885

Musyafaah, A. A. (2019). Perkembangan Perekonomian Islam di Beberapa Negara di Dunia.

Diponegoro Private LAw Review, 4(1), 419–428.

Mutia, E., & Musfirah, N. (2017). Maqaşid Sharia Index Approach as Performance Measurement of Sharia Banking in Southeast Asia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 14(2), 181–201.

Ngalim, S. M., & Ismail, A. G. (2014). An Islamic Vision Development Based Indicators in Analysing the Islamic Banks Performance: Evidence from Malaysia, Indonesia and selected GCC Countries. Islamic Research And Training Institute, 1436(02), 1–33.

Nurul, A., Darminto, & Husaini, A. (2013). PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE RASIO KEUANGAN DAN METODE EVA (Economic Value Added) (STUDI PADA PT. KALBE FARMA TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2009- 2011). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 2(1), 108–118.

OJK. (2019). Snapshot Perbankan Syari’ah Indonesia 2019.

Orniati, Y. (2009). Laporan Keuangan sebagai Alat untuk Menilai Kinerja Keuangan. Jurnal Ekonomi Bisnis., 14(3), 206–213.

Prasetyo, E. W. Z. (2018). Analisis Determinasi Harga Komoditas Pertambangan Terhadap Indeks Mining Di IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Periode Januari 2016- Agustus 2017. Repository UMY, 1–22.

(46)

88

Putra, A., & Saraswati, D. (2020). Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakad Media Publishing.

Ramadhan, R., & Mutia, E. (2016). Analisis Perbandingan Kinerja Perbankan Syari’ah di Indonesia dan Malaysia Ditinjau dari Maqaşid Syari’ah Index. Simposium Nasional Akuntansi XIX Lampung.

Rofi’i, A., Jamal, M., Iskarom, I., Kamaluddin, I., & Awaluddin, I. (2011). Ushulu-l-Fiqh (Kulliyatu-l-Muallimim Al-Islamiyah). Darussalam Press.

Rozzani, N., & Rahman, R. A. (2013). Camels and Performance Evaluation of Banks in Malaysia: Conventional Versus Islamic. Journal of Islamic Finance and Business Research, 2(2), 36–45.

Rusdiyana, A. S., & Irman, F. (2017). Efficiiency Versus Maqaşid Sharia Index an Application on Indonesia Islamic Banking. Syirkah Journal of ISlamic Econmics, 2(2), 139–166.

Saoqi, A. A. Y. (2017). Analyzing the Performance of Islamic Banking in Indonesia And Malaysia: Maqaşid Index Approach. JURNAL EKONOMI ISLAM, 8(1), 29–50.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2017). Metode Penelitian untuk Bisnis (6 ed., Vol. 2). Penerbit Salemba Empat.

Sistem Keuangan Syari’ah Indonesia Terbaik ke 4 Dunia, Malaysia Nomor 1—Katadata.co.id.

(2019, November 12). https://katadata.co.id/berita/2019/11/12/sistem-keuangan- Syari’ah-indonesia-terbaik-ke-4-dunia-malaysia-nomor-1

Soemitra, A. (2014). Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah (Pertama). Kencana Prenamedia Group.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi. Alfabeta.

Sukardi, B., Wijaya, T., & Wardani, M. M. (2016). Inklusivisme Maqaşid Syari’ah Menuju Pembangunan Berkelanjutan Bank Syari’ah di Indonesia. Tsaqofah Jurnal Peradaban Islam, 12(1), 2019–2230. http://dx.doi.org/10.21111/tsaqofah.v12i1.375

Sutrisno, & Widarjono, A. (2018). Maqaşid Syari’ah Index, Banking Risk and Performance Cases in Indonesia Islamic Banks. Asian Economics and Financial Review, 8(8), 1175–1184. https://doi.org/10.18488/journal.aefr.2018.89.1175.1184

(47)

89

Syaifullah, M., Anwari, K., & Akmal, M. (2020). Kinerja Keuangan Bank Syari’ah dengan Asset Quality, Earnings, Liquidity, dan Shariah Confortomy (1 ed., Vol. 1). Rajawali Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998—Wikisource bahasa Indonesia.

(t.t.). Diambil 22 Juli 2020, dari https://id.wikisource.org/wiki/Undang- Undang_Republik_Indonesia_Nomor_10_Tahun_1998

Wahyuni, S. (2020). Perbankan Syari’ah: Pendekatan Penilaian Kinerja. Penerbit Qiara Media.

Wasyith. (2017). Revitalisasi Maqaşid dalam PErbankan Syari’ah. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 8(1), 1–25. http://dx.doi.org/10.21580/economica.2017.8.1.1823

Weng, W. (2019). Saudi Arabia Tops Islamic Bank Ranking, Malaysia Dominates Share of Asset. theasianbanker.com. https://www.theasianbanker.com/updates-and- articles/saudi-arabia-tops-islamic-bank-ranking,-malaysia-dominates-share-of-assets Zaheer, S., & Rasool, W. (2017). Maqoashid al-Sharı‘ah Index for Islamic Banking Institutions.

Journal of Islamic Business and Management Riphahcenter of Islamic Business, 7(1), 28–38. https://doi.org/10.26501/jibm/2017.0701-003

Zamani, Z. (2017). Urgensi Maqaşid Al-Syari’ah Dalam Manajemen Perbankan Syari’ah.

Jurnal Ekonomi Syari’ah (JES), 1(2), 286–294.

Zczc. (2019). BSS-14 “Zakat Fair 2019” Begin Tomorrow. www.bssnews.net.

Gambar

Grafik 1 Grafik Pertumbuhan Perbankan Syari'ah ........................................................2  Grafik 2 TOP IFDI Market 2019 ....................................................................................4  Grafik 3 Indikator Utama Perbanka
Grafik 1  Grafik Pertumbuhan Perbankan Syari'ah

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Wb Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami berpendapat bahwa skripsi saudari: Nama : Nurul Annisa Sholihati NIM

Wb Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami berpendapat bahwa skripsi saudari: Nama : Eka Sulistiana Putri NIM

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi Saudara: Nama : Risalatun

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudari: Nama : Siti Khanivah

Setelah membaca, meneliti, dan mengoreksi serta menyarankan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudara: Nama : SALIM NIM : 16370044 Judul :

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami berpendapat bahwa skripsi Saudara: Nama : Shelly Andini Putri NIM :

Setelah membaca, meneliti, memberi petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudari : Nama : Adi Masita NIM

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skripsi saudari: Nama : Shofi’ Anna