• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis perbandingan prosedur kredit dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "analisis perbandingan prosedur kredit dan"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERBANDINGAN PROSEDUR KREDIT DAN PEMBIAYAAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM KONVENSIONAL DAN KOPERASI SYARIAH (Studi Kasus Pada

Koperasi Syariah Rajawali-Loang Balok Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima)

SKRIPSI

Oleh:

Dian Fitrianingsih 180502033

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2022

(2)

ii

ANALISIS PERBANDINGAN PROSEDUR KREDIT DAN PEMBIAYAAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM KONVENSIONAL DAN KOPERASI SYARIAH (Studi Kasus Pada

Koperasi Syariah Rajawali-Loang Balok Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima)

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar

Sarjana Ekonomi (SE)

Oleh:

Dian Fitrianingsih 180502033

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2022

(3)

iv

(4)

v

(5)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Yang bertanda tangan diawah ini : Nama : Dian Fitrianingsih NIM : 180502033

Jurusan : Perbankan Syariah

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam

Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Analisis perbandingan Prosedur Kredit dan Pembiayaan pada Koperasi Simpan Pinjam Konvensional dan Koperasi Syariah (Studi kasus pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima)“ ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian yang dirujuk sumbernya. Jika saya terbukti melakukan plagiat/karya orang lain, siap menerima sanksi yang ditentukan oleh lembaga.

Mataram, 2022 Materai

Dian Fitrianingsih

(6)

vii

(7)

viii MOTTO

“Jadilah Terbaik Dimata Allah, Jadilah Terburuk Dimata Sendiri, Dan Jadilah Sederhana Dimata Manusia”

-Ali Bin Abi Thalib-

(8)

ix

PERSEMBAHAN

“Kupersembahkan skrisi ini untuk diriku yang telah mampu berjuang hingga dititik ini, kupersembahkan untuk Ibuku, Mugni, Ayahku, Ruslan A.

Hamid, abangku yang tertua Ziulrahman, abangku yang kedua Arif Rahman, dan abangku yang terakhir Syarif Hidayatullah, dan terakhir Ci Dian persembahkan untuk keponakanku tercinta Nabil dan Pian, dan para

sahabat yg slalu menyemangatiku”

(9)

x

KATA PENGANTAR

Segala puji beserta syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan berupa ilmu pengetahuan, kesehatan dan petunjuk, sehingga skripsi ini yang berjudul

“Analisis perbandingan Prosedur Kredit dan Pembiayaan pada Koperasi Simpan Pinjam Konvensional dan Koperasi Syariah (Studi kasus pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima“ dapat diselesaikan dengan baik. Salawat serta salam yang senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikut-pengikutnya yang setia.

Penulis menyadari banyak sekali kendala yang telah penulis hadapi selama proses penyusunan dalam skripsi ini. Akan tetapi, karena bimbingan arahan dan bantuan dari berbagai pihak baik dari segi moral maupun material, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat waktu.

Oleh karena itu tak lupa penulis ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan dan motivasi dari semua pihak dalam proses penyelesaian skripsi ini. Oleh karenanya ungkapan terima kasih penulis persembakan setulus-tulusnya kepada yang terhormat:

1. Kepada kedua orang tua tercinta Bapak Ruslan A. Hamid dan Ibu Mugni yang selalu mendoakan penulis dan atas segala pengorbanan yang tidak terbilang selama ini.

2. Kepada Bapak Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. dan Bapak Lalu Suprawan M. E. I, masing-masing selaku Pembimbing I dan Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu dan senantiasa memberikan arahan, bimbingan, serta motivasi hingga proposal skripsi ini selesai.

3. Kepada Dr. Ridwan Mas’ud M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Negeri Mataram yang senantiasa mengayomi mahasiswa/i.

4. Kepada Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang telah memberikan tempat bagi penulis untuk mengembangkan ilmu dan memberikan bimbingannya.

(10)

xi

5. Kepala pimpinan Koperasi Syariah Rajawali Mataram yang memberikan kemudahan dalam memperoleh data dan informasi penelitian.

6. Staf Koperasi Syariah Rajawali Mataram atas segala keramahannya yang senantiasa memberikan kemudahan dalam melakukan penelitian.

7. Kepala pimpinan Koperasi Fajar Terang Bersama kota Bima yang memberikan kemudahan dalam memperoleh data dan informasi penelitian.

8. Staf Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima atas segala keramahannya yang senantiasa memberikan kemudahan dalam melakukan penelitian.

9. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atas ilmu dan petuah dan motivasi yang telah diberikan.

10. Kepada seluruh pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis.

Semoga apa yang telah dilakukan mendapatkan timbal balik dari Allah SWT, Aamiin.

Sekali lagi penulis menyadari bahwa pembuatan skripsi ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Namun demikian diharapkan skripsi yang sederhana ini dapat memberikan sebuah manfaat, Aamiin ya rabbal’alamin.

Mataram, 2022

Dian Fitrianingsih

(11)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv

PENGESAHAN ... v

HALAMAN MOTTO ... vi

PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

ABSTRAK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6

E. Telaah Pustaka ... 6

F. Kerangka Teori ... 10

G. Metode Penelitian ... 19

H. Sistematika Pembahasan ... 24

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 25

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 25

B. Produk Pembiayaan Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram………. ... 28

C. Prosedur Pemberian Pembiayaan Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram………. ... 29

D. Pengembalian Dana Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram……….. ... 31

E. Tanggapan Anggota Tentang Penerapan Prosedur Pembiayaan Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram………. ... 32

F. Sejarah Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima…………..………. ... 35

(12)

xiii

G. Produk pada Koperasi Fajar Terang Bersama Kota

Bima…………. ... 37

H. Prosedur Pemberian Kredit pada Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima………... 37

I. Pengembalian Dana Pada Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima……… ... 40

J. Tanggapan Anggota Tentang Penerapan Prosedur Kredit Pada Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima……….. ... 41

BAB III PEMBAHASAN ... 43

A. Analisis Prosedur Kredit dan Pembiayaan Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima…. ... 43

B. Analisis Cara Pengembalian Dana Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima…………... 47

C. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Prosedur Kredit dan Pembiayaan, Pencairan Dana, Pengembalian Dana Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima…………. ... 50

BAB IV PENUTUP ... 53

A. Kesimpulan ... 53

B. Saran ... 53

DAFTAR PUSTAKA ... 55

LAMPIRAN ... 59

(13)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian………..60

(14)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Deskripsi Jumlah Anggota ... 4

Table 1.2 Deskripsi Jumlah Anggota ... 4

Table 1.3 Struktur Organisasi Koperasi Syariah Rajawali Mataram... 26

Table 1.4 Struktur Organisasi Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima ... 36

(15)

xvi

ANALISIS PERBANDINGAN PROSEDUR KREDIT DAN PEMBIAYAAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH

DAN KONVENSIONAL (Studi Kasus Pada Koperasi Syariah Rajawali Loang-Balok Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama

Kota Bima) Oleh:

Dian Fitrianingsih 180502033

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan prosedur kredit dan pembiayaan yang diterapkan Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima pada anggota maupun calon anggota koperasi.

Penelitian ini bertujuan menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta triangulasi dan deduktif sebagai metode analisis data. Penelitian yang bersifat studi komparatif ini fokus membandingkan antara dua koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi simpan pinjam syariah dan koperasi simpan pinjam konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa perbandingan antara prosedur kredit dan pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima mempunyai perbedaan dan persamaan yang signifikan, dapat dilihat dari prosedur keduanya yang berbeda. Prosedur Pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram meliputi: harus menjadi anggota koperasi, memiliki tabungan, mengajukan surat permohonan, memiliki persetujuan dari salah satu pihak keluarga. Sedangkan Prosedur kredit pada Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima meliputi: harus menjadi anggota, memiliki tabungan, mengajukan berkas: KTP, KK, dan lainnya, memiliki jaminan/agunan. Kemudian cara pengembalian dana antara kedua koperasi ini memiliki perbedaan juga, diantaranya ialah, Koperasi

(16)

xvii

Syariah Rajawali Mataram menggunakan sistem bagi hasil sedangkan Koperasi Fajar Terang Bersama menggunakan bunga.

Kata Kunci; Prosedur, Koperasi syariah, Koperasi Konvensional.

(17)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Lembaga keuangan mikro merupakan salah satu badan usaha yang cukup penting untuk mengangkat tingkat perekonomian masyarakat saat ini. Pelaksanaan dan operasional lembaga keuangan mikro selain dilakukan dengan pola simpan pinjam juga dapat dilakukan dengan pola bagi hasil dibawah sistem keuangan syariah. Lembaga yang dapat menjalankan peran sebagai lembaga keuangan mikro syariah saat ini adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dan Baitul Mal Wat Tamwil (BMT)1

Hadirnya lembaga keuangan mikro ini, sangat diharapkan oleh masyarakat untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, contohnya dalam hal permodalan untuk mikro tidak tersentuh oleh lembaga keuangan bank. Lembaga keuangan mikro yang dimaksud ini adalah koperasi, dimana ada 2 jenis koperasi yang kita ketahui saat ini yaitu koperasi konvensional dan koperasi syariah yang selama ini sering kita dengar dengan istilah BMT (Baitul Maal Wat Tamwil).2

Koperasi mempunyai peran penting dalam tercapainya kesejahteraan bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Koperasi dalam kegiatannya memiliki dua karakter yang khas yaitu bersifat ekonomi dan berwatak sosial artinya meskipun dalam pokok usahanya berprinsip ekonomi, koperasi tetap mementingkan pendidikan pengkoperasian bagi anggota dan juga masyarakat.3 Berdasarkan Undang-Undang Koperasi Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 1 “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan

1 Andri soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2018), hlm. 465.

2 Ninik Widiyanti dan Sunindhia, Koperasi dan Perekonomian Indonesia, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2008), hlm. 1.

3 Panji Anoraga, Koperasi Kewirausahaan dan Usaha Kecil, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm. 17.

(18)

2

melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.4

BMT hadir sebagai organisasi baru yang kemunculannya menimbulkan tantangan tersendiri bagi BMT yang mampu dan harus bersaing, karena sebagian besar masyarakat sudah menggunakan lembaga keuangan yang sudah ada sebelumnya.

Ketika pemerintah menetapkan kebijakan tentang pengembangan lembaga keuangan syariah, muncul berbagai pandangan positif terhadap peran aktif lembaga BMT yang telah memberikan prioritas penting bagi perbaikan taraf hidup perekonomian masyarakat. Latar belakang berdirinya BMT bersamaan dengan usaha pendirian bank syariah Indonesia, yakni pada tahun 1990-an.

BMT semakin berkembang tatkala pemerintah mengeluarkan kebijakan hukum ekonomi UU No. 7/1992 tentang perbankan dan PP No. 72/1992 tentang bank pengkreditan rakyat berdasarkan bagi hasil.5

Baitul Maal Wat Tamwil maupun koperasi yang berjenis simpan pinjam menjalankan tugasnya berupa menghimpun dana dan menyalurkan dana. Koperasi menyalurkan dananya melalui kredit sedangkan Baitul Mal Wat Tamwil dalam bentuk pembiayaaan, koperasi konvensional dalam menjalankan kredit menggunakan prinsip bunga. Sedangkan Baitul Mal Wat Tamwil menjalankan pembiayaan mengggunakan prinsip bagi hasil.6

Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima merupakan koperasi yang begerak di bidang konvensional yang memiliki beberapa produk yaitu, Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Berjangka, dan Simpanan Hari Raya.

Berdasarkan hasil observasi awal pada Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima, hanya terdapat 50 orang dari total 200 orang anggota yang membutuhkan pinjaman kredit pada tahun

4 UU No.25 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 1 Diakses Dari https://www.dpr.go.id

5 Peraturan BPK, https://peraturan.bpk.go.id, Diakses Pada Tanggal 31 Januari 2022, Pukul 11.20 WITA.

6 Thamin Abdullah dan Francis Tantric, Bank dan Lembaga Keuangan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002), hlm. 162-163.

(19)

3

2021. Salah satu faktor yang menyebabkan 50 orang yang mengajukan kredit yaitu koperasi menerapkan prosedur yang mudah, akan tetapi terdapat beberapa faktor juga yang mempengaruhi anggota tidak dapat melakukan pencairan dana meskipun prosedur yang diterapkan mudah.7

Koperasi Syariah Rajawali Mataram, merupakan koperasi yang bergerak di bidang syariah yang memiliki beberapa produk yaitu, Mudharabah, Murabahah, Musyarakah, Ijarah, Al Qord Al Hasan.

Berdasarkan hasil observasi awal pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram, hanya terdapat 30 orang dari total 115 orang anggota yang membutuhkan pembiayaan pada tahun 2021. Sama halnya dengan koperasi konvensional koperasi syariah juga memiliki salah satu faktor yang menyebabkan 30 orang yang mengajukan pembiayaan. Karena koperasi syariah menerapkan prosedur yang mudah, akan tetapi terdapat beberapa faktor juga yang mempengaruhi anggota tidak dapat melakukan pencairan dana.

7 http://repo.uinsatu.ac.id Diakses Pada Tanggal 6 Juli 2022, Pukul 17.29 WITA.

(20)

4

Adapun data anggota yang melakukan pembiayaan dan kredit adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1

Data anggota pembiayaan pada tahun 2021 Koperasi Syariah Rajawali Mataram8

Pembiayaan 2021

Mudharabah 20

Musyarakah 0

Murabahah 0

Ijarah 0

Al Qordul Al Hasan 0

Pinjaman 10

Tabel 1.2

Data anggota kredit pada tahun 2021 Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima9

Kredit 2021

Simpanan Pokok 35

Simpanan Wajib 15

Simpanan Berjangka 0 Simpanan Hari Raya 0

Tabel diatas menunjukan bahwa jumlah pembiayaan yang dikeluarkan oleh Koperasi Syariah Rajawali Mataram ditahun 2021 lebih rendah dari kredit yang dikeluarkan oleh Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima. Besarnya jumlah pembiayaan atau

8 Ye Husein, Wawancara, Diliput Pada Tanggal 17 Juni 2022, Pukul 11. 20 WITA.

9 M. Nur Hidayat, Wawancara Diliput Pada Tanggal 29 Maret 2022.

(21)

5

kredit yang terjadi pada koperasi tidak menutup kemungkinan bahwa sulit atau mudahnya prosedur yang diterapkan oleh koperasi berpengaruh pada jumlah pembiayaan atau kredit yang dikeluarkan. Selain itu, sedikit banyaknya pembiayaan atau kredit yang dikeluarkan oleh koperasi juga disebabkan oleh faktor perbedaan letak geografis.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul

“Analisis Perbandingan Prosedur Kredit dan Pembiayaan Pada Koperasi Konvensional dan Koperasi Syariah (Studi Kasus Pada Koperasi Syariah Rajawali Loang-Balok Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan paparan latar belakang di atas, maka disusun rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana perbedaan prosedur pemberian kredit dan pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima.

C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui perbedaan antara prosedur pemberian kredit dan pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima.

2. Manfaat

Secara umum manfaat penelitian ini memiliki 2 manfaat yang difokuskan yaitu, manfaat teoritis dan manfaat praktis.

Adapun manfaat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a. Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis dari penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan terkait koperasi khususnya tentang bagaimana pemberian prosedur kredit dan pembiayaan serta cara pengembalian dana kredit dan

(22)

6

pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima.

b. Manfaat Praktis

Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan agar bermanfaat, serta informasi mengenai prosedur pemberian kredit dan pembiayaan serta cara pengembalian dana kredit dan pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian a. Ruang Lingkup

Pada penelitian ini peneliti bertujuan untuk memfokuskan dalam penelitiannya terkait dengan bagaimana prosedur pemberian kredit dan pembiayaan serta cara pengembalian dana kredit dan pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima.

b. Setting Penelitian

Setting penelitian yang dimaksud adalah tempat penelitian, dimana tempat peneliti melakukan penelitian, yaitu pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram yang beralamat di Jl.

Lingkar Selatan, Tj. Karang, Kec. Sekarbela, Kota Mataram sedangkan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima beralamat Jl. Sonco Kel. Rabadompu Timur Kec. Raba Kota Bima.

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka dilakukan untuk menjelaskan posisi penelitian yang sedang dilaksanakan (State Of Affairs) diantara penelitian yang bertujuan untuk menegaskan orisinilitas dan urgensi penelitian bagi pengembangan keilmuan terkait.10

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan terhadap beberapa sumber kepustakaan, adapun penelitian yang sudah pernah dibahas sebelumnya mengenai:

10 Miftahul Huda, dkk., Pedoman Penulisan Skripsi, (Mataram: UIN Mataram, 2020), hlm. 21.

(23)

7

1. Pada tahun 2020, telah ditulis artikel Penelitian oleh Dwi Agustia Ningsih. Pada jurnalnya mengangkat judul “Analisis perbandingan sistem pemberian kredit pada koperasi syariah dan konvensional” dalam hasil penelitiannya, menunjukan bahwa sistem pemberian kredit pada koperasi syariah dan konvensional memiliki perbedaan yang sangat signifikan yakni pemberian prosedur pada koperasi syariah yaitu meliputi pengumpulan berkas seperti KTP, KK, surat permohonan pengajuan pembiayaan dan harus memiliki persetujuan dari suami jika sudah berkeluarga sedangkan koperasi konvensional pemberian kredit umumnya juga sama terdapat pengumpulan berkas dan lainya namun yang membedakan ialah persetujuan pada pihak suami ataupun keluarga lainnya.11

Adapun persamaan penelitian terdahulu dengan peneliti saat ini yaitu, peneliti dan peneliti terdahulu sama-sama fokus pada prosedur pemberian kredit pada koperasi syariah dan konvensional sedangkan perbedaanya yaitu, pada tempat penelitian dan rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti.

2. Pada tahun 2019, telah ditulis artikel Penelitian oleh Putri Ari Sandi. Pada jurnalnya mengangkat judul “Analisis pemberian kredit konsumtif dalam upaya mendukung pengendalian manajemen kredit” dalam hasil penelitiannya menunjukan bahwa, pengendalian manajemen kredit prosedur pemberian kredit pada umumnya semua lembaga sama hanya bermodalkan pengumpulan berkas, beberapa prosedur pemberian kredit konsumtif yang digunakan KSP Tri Aji Mandiri Kediri telah mendukung teori aspek-aspek pengendalian manajemen kredit yang baik, keadaan tersebut dapat dilihat pada pengendalian manajemen kredit yang baik, hal tersebut dapat terlihat pada permohonan kredit, dan pada saat pemantauan atau monitoring kredit, namun pada saat analisis kredit masih belum mendukung kredit karena adanya

11 Dewi Agustia Ningsih, “Analisis Perbandingan Sistem Pemberian Kredit Pada Koperasi Syariah dan Konvensional”, Jurnal Ekonomi, Vol. 13, No. 3, November 2020, hlm. 58.

(24)

8

tugas yang ganda antara petugas penilai taksiran jaminan dengan petugas analisis.12

Adapun persamaan penelitian terdahulu dengan peneliti saat ini yaitu, peneliti dan peneliti terdahulu sama-sama membahas tentang prosedur pemberian kredit pada koperasi.

Sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada pemabahasan utamanya.

3. Pada tahun 2020, telah ditulis Skripsi oleh Rohayu Anita. Pada skripsinya mengangkat judul “Analisis prosedur pemberian kredit pada koperasi syariah” dalam hasil penelitiannya menunjukan bahwa, penerapan prosedur pemberian kredit pada Koperasi Serba Usaha Jaya masih belum sesuai dengan standart operasional prosedur dinas koperasi yang berlaku. Dan juga kendala yang terdapat di Koperasi Serba Usaha Jaya yaitu ketidakpatuhan pihak manajemen dalam menganalisa jaminan yang dijaminkan oleh calon peminjam.13

Adapun persamaan penelitian terdahulu dengan peneliti saat ini yaitu, peneliti dan peneliti terdahulu sama-sama membahas tentang prosedur pemberian kredit pada koperasi.

Sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada tempat penelitian dan tema utama pada judul.

4. Pada tahun 2020, telah ditulis Skripsi oleh Ulmardiah Aena.

Pada skripsinya yang mengangkat judul “Pengaruh Sistem Pemberian Kredit dan Pembiayaan Mudharabah BMT Ash- Shaff terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah” dalam hasil penelitiannya menunjukan bahwa pembiayaan Mudharabah berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro kecil

12 Putri Ari Sandi, “Analisis Sistem dan Prosedur Pemberian Kredit Konsumtif Dalam Upaya Mendukung Pengendalian Manajemen Kredit”, Jurnal Ekonomi, Vol. 12 No. 3, Desember 2019, hlm. 72.

13 Rohayu Anita, Analisis Prosedur Pemberian Kredit Pada Koperasi Syariah, Skripsi UIN Mataram, Mataram, 2020, hlm. 52.

(25)

9

karena dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain di luar penelitian.14

Adapun persamaan penelitian terdahulu dengan peneliti saat ini yaitu, peneliti dan peneliti terdahulu sama-sama membahas tentang sistem pemberian kredit pada koperasi.

Sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada tempat penelitian, judul dan metode penelitian yang digunakan berbeda.

5. Pada tahun 2020, telah ditulis Skripsi oleh Iqbal Mandala. Pada skripsinya yang mengangkat judul “Analisis prosedur pemberian kredit pada koperasi konvensional dan syariah”

dalam hasil penelitiannya menunjukan bahwa perbedaan antara koperasi konvensional dan syariah berada pada sudut pandang pengertian, dimana koperasi syariah berdasarkan prinsip-prinsip islam sedangkan koperasi konvensional berdasarkan prinsip ekonomi. Adanya persamaan baik itu koperasi konvensional maupun syariah. Yang mana sama-sama memberikan kemudahan dalam memberikan pembiayaan atau pinjaman kredit, kemudahan yang dalam memberikan pembiayaan atau pinjaman kredit, kemudahan yang diberikan tersebut sesuai dengan ketentuan itu sendiri jadi tidak harus menjadi anggota atau membuka tabungan rekening terdahulu dan memberikan bunga yang rendah. Kemudahan ini yang kemudian menjadi daya tarik koperasi, baik konvensional maupun syariah.15

Adapun persamaan penelitian terdahulu dengan peneliti saat ini yaitu, peneliti dan peneliti terdahulu terdahulu sama- sama membahas koperasi. Sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada tempat penelitian dan judul dan metode penelitian yang digunakan berbeda.

14 Ulmardiah Aena, “Pegaruh Sistem Pemberian Kredit dan Pembiayaan Mudharabah BMT Ash-Shaff Terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM di Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah”, Skripsi UIN Mataram, Mataram, 2020, hlm. 65.

15 Iqbal Mandala, “Analisis prosedur pemberian kredit pada koperasi konvensional dan syariah”, Skripsi UIN Raden Intan Lampung, 2020, hlm. 60.

(26)

10 F. Kerangka Teori

1. Koperasi

a. Pengertian koperasi

Koperasi berasal dari perkataan co dan operation, yang mengandung arti kerja sama untuk mencapai suatu tujuan.

Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang- orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota, dengan bekerja sama secara kekeluargaan dan menjalankan usaha, untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.16

Secara harfiah kata koperasi berasal dari Cooperation (Latin), atau Cooperastion (Inggris), atau Co-orperative (Belanda).

Di dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bekerja sama.

Koperasi yang dimaksudkan dikaitkan dengan demokrasi ekonomi, adalah koperasi sebagai organisasi atau lembaga ekonomi modern yang memiliki tujuan, mempunyai sistem pengelolaan, mempunyai asas dan sendi-sendi dasar.17

Koperasi adalah suatu badan yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi pertumbuhan ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1. Koperasi berkedudukan sebagai sokoguru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya demi memajukan kesejahteraan anggota.18

2. Manfaat dan Tujuan Koperasi

Manfaat koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota apapun bentuk koperasinya karena dasar hukum yang dipakai adalah budaya gotong royong dan senasib sepenanggungan,

16 Ninik Widiyanti dan Sunindhia, Koperasi dan Perekonomian Indonesia, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2008), hlm. 1.

17 Sudarsono dan Edilius, Koperasi Dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hlm. 1.

18 Veithzal Rivai, Financial Instituin Management, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), hlm. 640.

(27)

11

dengan tidak meninggalkan prinsip dasar koperasi serta syarat yang harus dipenuhi. 19

Adapun tujuan dari koperasi yaitu:

1) Membantu keperluan kredit para anggota, yang sangat membutuhkan dengan syarat syarat yang ringan

2) Mendidik kepada para anggota, supaya giat menyimpan secara teratur sehingga membentuk modal sendiri.

3) Mendidik anggota hidup berhemat, dengan menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka.

4) Menambah pengetahuan tentang pengkoperasian 3. Kredit

a. Pengertian kredit

Menurut Rivai, pemberian kredit adalah bentuk penyerahan barang dan jasa atau uang dari suatu pihak kreditur atau pemberi pinjaman atas dasar kepercayaan kepada pihak lain nasabah atau penghutang, dengan janji membayar dari penerima kredit kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak.20

Kredit berasal dari kata “credere” yang berarti, percaya atau to believe atau to trust. Maksud dari kata tersebut bahwa kredit mengandung unsur kepercayaan dari bank kepada nasabah untuk dapat menggunakan kredit sebaik mungkin. Menurut Anwar kredit adalah pemberian prestasi (jasa) dari pihak yang satu (pihak pemberi kredit) kepada pihak yang lain (pihak yang menerima kredit) dan prestasinya akan dikembalikan dalam jangka waktu dan uang yang disepakati sebagai balas jasa. Sedangkan menurut Undang-Undang Perbankan, yaitu UU No.10 Tahun 1998, bahwa kredit adalah “penyediaan uang atau tagihan yang bisa disamakan berdasarkan kesepakatan atau persetujuan pinjam meminjam untuk

19 Pandji Anoraga dan Ninik Widiyanti, Dinamika Koperasi, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2002),

hlm. 23.

20 Rivai Veithzal dan Andria Permata, Credit Management, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan 2006), hlm. 4.

(28)

12

melunasi hutangnya dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasil lainnya dalam jangka waktu yang disepakati.”21

4. Jenis-jenis pemberian kredit

1) Jenis kredit berdasarkan agunan atau jaminanya

Kredit yang didasarkan pada jaminan merupakan jenis kredit yang di dukung oleh jaminan (agunan). Namun juga terdapat jenis kredit yang tidak didasarkan pada agunan atau jaminan. Jadi jenis kredit berdasarkan jenis jaminan terbagi menjadi dua yaitu kredit dengan jaminan (scured loan) dan kredit tanpa jaminan (unscured loan). Kredit dengan jaminan (scured loan) diberikan kepada nasabah dengan terbagi menjadi beberapa golongan yaitu kredit jaminan benda tidak berwujud (seperti obligasi, saham, dan surat berharga lainnya) kredit jaminan benda berwujud (seperti kendaraan bermotor, investasi kantor, mesin dan lainya) kredit jaminan perorangan (seperti ganti rugi apabila terdapat kerugian dan lain sebagainya).22

Kredit tanpa jaminan atau (unscored loan) diberikan kepada nasabah yang dianggap mampu membayar pinjamannya dengan lancar dan tanpa hambatan. Hal tersebut dikarenakan nasabah memiliki sumber pelunasan kedua agar hutang kreditnya dapat terbayar dan sifat dari jenis kredit ini adalah sukarela. Nasabah berhak mengambil jaminan atau tidak.

2) Jenis Kredit Berdasarkan Jangka Waktunya a. Kredit jangka panjang

Merupakan jenis kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan jangka waktu yang lebih dari tiga tahun.

b. Kredit jangka menengah

Merupakan jenis kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan jangka waktu antara satu tahun hingga tiga tahun c. Kredit jangka pendek

21 Adrianto, Manajemen Kredit Teori dan Konsep Bagi Bank Umum, (Jawa Timur:

CV Penerbit Qiara Media, 2020), hlm. 10.

22Ibid, hlm. 11.

(29)

13

Merupakan jenis kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan jangka waktu yang dekat, maksimal adalah satu tahun.23

3) Jenis Kredit berdasarkan penggunaanya a. Kredit eksploitasi

Eksploitasi yaitu kredit yang digunakan untuk pembiayaan dunia usaha akan modal kerja dan berjangka waktu pendek

b. Kredit investasi

Kredit invesasi yaitu fasilitas kredit yang digunakan untuk membiayai barang modal atau kebutuhan khusus mengenai investasi.24

5. BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) a. Pengertian Baitul Mal Wat Tamwil

Baitul Mal Wat Tamwil adalah balai usaha mandiri terpadu yang isinya berintikan Bay Al-Mal Wa Al-Tamwil dengan kegiatan mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil bawah dan kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. Selain itu, Baitul Mal Wat Tamwil juga bisa menerima titipan zakat, infak, dan sedekah, serta menyalurkannya sesuai dengan peraturan dan amanatnya25

Dengan demikian keberadaan Baitul Mal Wattamwil dapat dipandang memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai media penyalur pendayagunaan harta ibadah, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta dapat pula berfungsi sebagai situasi yang bergerak di bidang investasi yang bersifat produktif sebagaimana layaknya bank. Sebagai lembaga keuangan, Baitul Mal Wat Tamwil bertugas menghimpun dana dari masyarakat (anggota Baitul Mal Wat Tamwil) yang mempercayakan dananya disimpan di Baitul Mal Wat Tamwil dan menyalurkan dana kepada

23 IA Wardhani, “Analisis Kredit Simpan Pinjam Pada Koperasi”, Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Perbanas, 2020, hlm. 12.

24 Wirdyaningsih, Produk Pembiayaan Pada Koperasi Syariah, Jurnal Ekonomi, Vol. 4 No. 1 Januari 2017, hlm. 47.

25 Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Ekonomi Islam, (Solo: PT Era Adicitra Intermedia, 2011), hlm. 45.

(30)

14

masyarakat (anggota Baitul Mal Wat Tamwil) yang diberikan pinjaman oleh Baitul Mal Wat Tamwil. Sedangkan sebagai lembaga ekonomi, Baitul Mal Wat Tamwil berhak melakukan kegiatan ekonomi, seperti mengelola kegiatan perdagangan, industri, dan pertanian

Adapun pengertian Baitul Mal Wat Tamwil menurut beberapa ahli sebagai berikut:

a. Menurut Abdul Aziz Baitul Mal Wat Tamwil adalah suatu lembaga keuangan mikro yang di operasikan dengan prinsip bagi hasil, dan menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dan kecil dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin.26

b. Menurut Karnaen A Perwataatmadja, Baitul Mal Wat Tamwil merupakan pengembangan ekonomi berbasis masjid sebagai sarana untuk memakmurkan masjid.27

6. Tujuan dan Manfaat BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) a. Tujuan Koperasi Syariah (BMT)

Yaitu untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa Baitul Maal Wat Tamwil berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan umat. Sehingga, dengan menjadi anggota Baitul Mal Wat Tamil, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui peningkatan usaha-usahanya.28

b. Manfaat BMT (Baitul Mal Wat Tamwil)

Adapun Manfaat dari Baitul Mal Wat Tamwil antara lain yaitu:

1) Meningkat kualitas SDM anggota, pengurus dan pengelola menjadi lebih profesional.29

26 Abdul Aziz dan Marya Ulfah, Kapita Selekta Ekonomi Islam Kontenporer, (Bandung: Alpabeta, 2010), hlm. 10.

27 Karnaen A Perwataatmadja, Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia, (Depok:

Usaha Kami, 2002), hlm. 17.

28 Muhammad Ridwan, Manajemen Baitul Maal wa Tamwil, (Yogyakarta: UII Press, 2004), hlm. 128.

29 Nurul Huda dan Mohamad Heykal, Lembaga Keunagan Islam Tinjauan Teoretis dan Praktis, (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2010), hlm. 363.

(31)

15

2) Mengorganisasi dan mobilisasi dana sehingga dana yang dimiliki oleh masyarakat dapat termanfaatkan secara optimal di dalam dan di luar porganisasi untuk kepentingan rakyat banyak.

3) Mengembangkan kesempatan anggota dalam mencapai kerja.

4) Mengukukuhkan dan meningkatkan kualitas usaha dan pasar produk-produk anggota. Memperkuat dan meningkatkan kualitas lembaga-lembaga ekonomi dan sosial masyarakat banyak.

7. Pembiayaan

a. Pengertian Pembiayaan

Pengertian pembiayan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam keputusan Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah No. 91 tahun 2004 yang menyatakan bahwasanya pembiayaan adalah kegiataan penyediaan dana untuk investasi atau kerjasama permodalan antara pihak koperasi dengan anggota, yang mana mewajibkan penerima pembiayaan itu wajib untuk melunasi pokok pembiayaan yang diterima kepada pihak koperasi sesuai akad disertai dengan pembiayaan sejumlah bagi hasil dari suatu pendapatan atau laba dari kegiataan yang dibiayai atau penggunaan dana tersebut.30

Pembiayaan disebut juga dengan kredit di lembaga keuangan konvensional, pada dasarnya sebuah kesepakatan antara lembaga keuangan dengan nasabahnya yang memerlukan dana untuk membiayai kegiatan atau aktivitas tertentu.31

Menurut Ahmad Muliadi, pembiayaan adalah perbuatan untuk membiayai baik perorangan maupun bentuk perusahaan.

Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan adalah penyediaan dana oleh pemerintah,

30 Mutiara Ekowati Indriastuti, Prosedur Pemberian Kredit Pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bhina Raharja Cabang Karanganyar, Skripsi, Universitas Sebelas Maret 2019, hlm. 48.

31 Ikatan Bankir Indonesia, Memahami Bisnis Bank Syariah, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2014), hlm. 202.

(32)

16

pemerintah daerah, dari usaha, dan masyarakat melalui bank, koperasi, dan lembaga keuangan bukan bank, untuk mengembangkan dan memperkuat permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah.32

8. Jenis-jenis pembiayaan

1. Pembiayaan dari segi kegunaanya

a. Pembiayaan investasi, yaitu pembiayaan yang biasanya biasa digunakan untuk keperluan kepuasan usaha membangun proyek atau pabrik baru dimana masa pemakaianya untuk satu periode yang lebih lama.

b. Pembiayaan modal kerja, yaitu pembiayaan yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya, biasa digunkaan untuk mebeli bahan baku, membayar gaji karyawan yang berkaitan dengan proses produksi perusahan pembiayaan investasi yang sudah ada33 2. Pembiayaan dari segi jaminan

a. Pembiayaan dengan jaminan, merupakan pembiayaan yang diberikan suatu jaminan tertentu. Jaminan tersebut dapat berupa barang berwujud atau barang tak berwujud. Artinya barang yang dikeluarkan dilindungi senilai jaminan yang diberikan calon debitur.

b. Pembiayaan tanpa jaminan, yaitu pembiayaan yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Pembiayaan ini diberikan dengan cara melihat prospek usaha, serta loyalitas si calon debitur selama hubungan dengan bank yang bersangkutan34

3. Produk-produk pemberian pembiayaan 1) Pembiayaan modal kerja

a. Bagi hasil

Kebutuhan modal kerja usaha yang beragam, seperti untuk membayar tenaga kerja, rekening listrik dan air, bahan

32 Ahmad Muliadi, Hukum Lembaga Pembiayaan, (Jakarta: Akademia Permata, 2013), hlm. 3.

33 Kasmir, Manajemen Perbanka Syariah, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 76.

34 Ibid, hlm. 77.

(33)

17

baku, dan sebagainya. Dengan berbagi hasil, kebutuhan modal kerja pihak pengusaha terpenuhi, sementara kedua belah pihak mendapatkan manfaat dari pembagian resiko yang adil.35

Adapun pembiayan yang berprinsip bagi hasil yaitu:

1) Mudharabah

Mudharabah berasal dari kata Dharab, berarti memukul atau berjalan. Pengertian memukul atau berjalan ini lebih tepatnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usahanya. Mudharabah adalah transaksi penanaman dana dari pemilik dana (Shahibul Maal) kepada pengelola dana (Mudharib), untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.36

2) Musyarakah

Musyarakah adalah akad antara orang-orang yang berserikat dalam hal modal dan keuntungan.37 Pada koperasi syariah, Musyarakah adalah suatu bentuk kerja sama antara Baitul Mal Wat Tamwil dengan para anggotanya Baik Baitul Mal Wat Tamwil maupun anggotanya masing-masing menyetorkan sebagaian modal usaha. Baitul Mal Wat Tamwil pembiayaan Musyarakah digunakan Baitul Mal Wat Tamwil untuk memfasilitasi pemenuhan sebagian kebutuhan permodalan anggotanya, guna menjalankan usaha atau proyek yang disepakati.

2) Pembiayaan investasi

Akad pola sewa transaksi non bagi hasil selain yang berpola jual beli adalah transaksi berpola sewa atau Ijarah.

Ijarah, istilah Ijarah lebih sering dikenal dengan sistem sewa, jasa, atau imbalan, adalah akad yang dilakukan atas

35 Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 124-125.

36 Wangsawidjaja, Pembiayaan Bank Syariah, (Jakarta: Kompas Gramedia Building, 2012), hlm. 192.

37 Mervyn K. Lewis dan Latifa M.Algaoud, Perbankan Syariah, Prinsip, Praktik dan Prospek, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2003), hlm. 63.

(34)

18

dasar suatu manfaat dengan imbalan jasa. Ijarah adalah istilah dalam fiqih Islam dan berarti memberikan sesuatu untuk disewakan menurut Sayyid Sabiq, Ijarah adalah suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian38

3) Jual beli

Jual beli (Buyu’, jamak dari Bai’) atau perdagangan atau perniagaan atau trading, secara terminologi fikih Islam berarti tukar menukar harta atas dasar saling ridha (rela) atau memindahkan kepemilikan dengan imbalan pada sesuatu yang diizinkan.

9. Prosedur

Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal atau kerana, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan yang seragam atas transaksi perusahan yang terjadi berulang-ulang.39

Adapun definisi prosedur menurut beberapa ahli yaitu:

1. Narko, prosedur adalah suatu organisasi yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan, serta penggunaan fasilitas-fasilitas proses yang dilakukan oleh orang-orang di dalam organisasi yang merupakan anggota organisasi berjalan efektif, konsisten, standard dan sistematis.

2. Ardios, prosedur adalah suatu bagian sistem yang merupakan rangkaian tindakan yang menyangkut beberapa orang untuk dalam satu atau beberapa bagian yang ditetapkan untuk menjamin agar suatu kegiatan usaha atau transaksi dapat terjadi secara berulang kali dan dilaksanakan secara seragam.

3. Cole, prosedur merupakan suatu urutan-urutan pekerjaan- pekerjaan kerani (clerical) biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih disusun untuk menjamin

38 Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 99.

39 Mulyadi, Sistem Akutansi, ( Jakarta: Salemba Empat, 2008), hlm. 5.

(35)

19

adanya perlakuan yang seragam transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.40

G. Metode Penelitian

Penelitian merupakan salah satu sarana pokok dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Hal ini karena penelitian bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran secara sistmatis, metodologis, dan konsisten.

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian a. Jenis penelitian

1) Data Kualitatif

Data kualitatif merupakan jenis data yang digunakan pada penelitian kualitatif. Data kualitatif diungkapkan dalam bentuk kalimat serta uraian-uraian, bahkan dapat berupa cerita pendek.41

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), yaitu research yang dilakukan secara sistematis mengambil data-data yang ada dilapangan. Dengan tempat penelitian yang diambil oleh peneliti adalah Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima

b. Pendekatan penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena peristiwa, aktivitas sosial sikap, pemikiran orang secara individual atau kelompok. Metode kualitatif yang digunakan dalam rencana penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yakni melukiskan dan menafsirkan keadaan yang pernah ada dan yang ada sekarang.42

40 Wijaya Irawan, “Analisis Kredit Macet Pada Koperasi Simpan Pinjam Bangka belitung”, Skripsi, Universitas Bangka belitung, 2018, hlm. 7

41 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 142.

42 Arif Furchan, Pengantar Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), hlm.

39.

(36)

20 2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam penelitian ini sangatlah dibutuhkan. Hal ini dikarenakan peneliti berperan sebagai penggali data yang terjun langsung ke lapangan untuk melihat, mencermati, meneliti dan menelaah keadaan yang diteliti guna memperoleh data yang akurat terlebih lagi peneliti menganalisis prosedur dan cara pengembalian dana pembiayaan dan kredit pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama.

3. Sumber data

Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden.

Sumber data terdiri dari dua yakni data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang didapat dari sumber informasi yang secara langsung atau pihak pertama baik dari individu atau kelembagaan yang sedang melakukan penelitian.43

Sedangkan data sekunder merupakan data yang sudah diolah terlebih dahulu dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer. Sumber data sekunder berasal dari jurnal, buku, publikasi pemerintah, dan sumber lain yang mendukung serta data sekunder bisa sumbernya berasal dari peneliti sebelumnya.44

a. Dalam penelitian ini data primer yang diperoleh adalah informasi tentang prosedur dan cara pengembalian dana pembiayaan dan kredit pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima Syariah baik bersumber dari pimpinan ataupun staff yang ada disana.

43 Wahyu Purhantara, Metode Penelitian Kualitatif Bisnis (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), hlm. 79.

44 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan R&D, (Jakarta: PT Jaya Abadi, 2019), hlm. 140.

(37)

21

b. Data sekunder akan diambil dari majalah, artikel dan buku- buku yang berkaitan dengan Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima.

4. Metode Pengumpulan data

Metode pengumpulan data ini bertujuan untuk mendapatkan data yang relevan dengan topik penelitian melalui berbagai cara. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), wawancara (interview), dokumentasi dan gabungan keempatnya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

a. Wawancara

Wawancara (interview) adalah percakapan langsung yang dilakukan oleh dua belah pihak dengan maksud dan tujuan tertentu. Wawancara dilakukan dengan tidak terstruktur dan tidak terlalu formal karena untuk menghindari antara peneliti dengan responden dengan wawancara bersifat pribadi. Peneliti berencana untuk melakukan wawancara dalam penelitian ini dengan staff sekaligus salah satu anggota yang ada pada Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima serta Ketua dan salah satu anggota Koperasi Syariah Rajawali Mataram.

b. Metode Observasi

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain yaitu wawancara dan kuesioner, jika wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga objek objek alam yang lain.45 Penulis mengumpulkan data dengan melakukan observasi baik dengan anggota ataupun pimpinan Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama

45 Ibid., hlm. 145.

(38)

22

Kota Bima yang nantinya akan dilakukan oleh peneliti menyesuaikan dengan observasi penelitian selanjutnya.

c. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan suatu metode mengkaji data yang diperoleh dari buku-buku, bahan- bahan referensi, artikel, brosur dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Sebagai sumber informasi tambahan untuk penelitian.

d. Dokumentasi

Dokumentasi berupa data tertulis yang mendukung keterangan dan penjelasan serta pemikiran tentang fenomena yang aktual. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa profil-profil, produk-produk ataupun kegiatan Koperasi Syariah Rajawali Mataram dan Koperasi Fajar Terang Bersama Kota Bima.

5. Metode Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara catatan lapangan dan bahan-bahan lain, sehingga dengan mudah dipahami data temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain46

Dari data yang terkumpul di lapangan, kemudian dilakukan analisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan dalam pengambilan keputusan. Maka dalam hal ini, peneliti menggunakan metode deskriptif, di mana analisis deskriptif ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai subyek penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari subyek yang diteliti dengan menginterpretasikan data yang diperoleh dan menyusunnya ke dalam kalimat.47 Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1) Triangulasi

46Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV. Alfabeta, cet. Ke-6, 2010), hlm. 88.

47 Arif Furchan, Pengantar Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), hlm.

39.

(39)

23

Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Triangulasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data dan triangulasi metode titik triangulasi sumber data dilakukan dilakukan dengan crosscek atau kaji silang antara data dari sumber satu dengan sumber data lainnya. Sedangkan triangulasi metode penelitian lakukan dengan membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil observasi atau dokumentasi.

2) Keabsahan data

Tekhnik pemeriksaaan atau menguji keabsahan data atau kredibilitas data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu: uji kredibilitas, dimana peneliti mencari dan mengetahui tingkat kepercayaan terhadap data yang diteliti. Uji transferability, uji ini menunjukan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi dimana sampel itu dimbil. Uji dependabilitas, dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Uji konfirmabilitas, menguji hasil penelitian yang dikaitkan dengan proses yang dilakukan.

3) Deduktif

Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan teknik analisis data deduktif. Metode deduktif adalah cara analisis dari kesimpulan umum atau generalisasi yang diuraikan menjadi contoh-contoh kongkrit atau fakta- fakta untuk menjelaskan kesimpulan. Metode deduktif digunkan dalam sebuah penelitian disaat penelitian berangkat dari sebuah teori yang kemudian dibuktikan dengan pencarian fakta48

48 Saifuddin, dkk., Strategi dan Teknik Penulisan skripsi. (Yogyakarta: CV Budi Utama,2018). Cet ke-1. hlm 33.

(40)

24 H. Sistematika Pembahasan

Secara garis besar sistematika penelitian ini disusun dalam beberapa bab, diantaranya adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Bab ini menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab II Paparan Data Dan Temuan

Pada bab ini menguraikan tentang paparan data dan temuan data, baik itu data primer maupun data sekunder dari penelitian yang sudah dilakukan di lapangan. Pada bagian ini dipaparkan secara deskriptif tentang paparan penelitian dan temuan

Bab III Pembahasan

Bab pembahasan menganalisis tentang data yang ditemukan di lapangan. ini membahas prosedur pemberian kredit dan pembiayaan prespektif konvensional dan syariah

Bab IV Penutup

Bab penutup terdiri dari kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran.

(41)

25 BAB II

PAPARAN DAN TEMUAN DATA

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Koperasi Syariah Rajawali Mataram

Koperasi Syariah Rajawali Mataram pertamakali didirikan pada tahun 2000, dan resmi beroperasi sejak tahun 2002 setelah disahkan oleh pemerintah. Koperasi yang beralamat di Jl. Lingkar Selatan, Tj. Karang Kec. Sekarbela Kota Mataram ini awalnya adalah sebuah koperasi konvensional, koperasi ini pertamakali didirikan oleh Hartanto yang menjabat sebagai Ketua RE Indonesia dan Ir. Nyoman Suhitre dengan anggota sebanyak 30 orang.

Namun sejak didirikan pada tahun 2000 sampai tahun 2002 koperasi ini tidak pernah mengadakan rapat anggota, sehingga koperasi tidak beroperasi dengan baik. Kemudian pada tahun 2003 diambil alih oleh Kepala Dinas Drs. H. Asikin M. Amin S.H M.M beliau merekrut 3 orang anggota yaitu, Pak Omang, Pak Husein, dan Muhamad Ihwan untuk mengambil alih Koperasi Syariah Rajawali Mataram, dan sejak tahun 2003 mereka bertiga sah menjadi pengelola koperasi. Kemudian pada tahun 2016 koperasi ini mengkonversi diri menjadi koperasi syariah yang pada saat itu diketuai oleh Ir. Komang, Ye Husein sebagai bendahara dan Muhamad Ihwan sebagai sekretaris, lalu pada tahun 2016 pak Komang berhenti menjadi anggota dan menjadi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan digantikan oleh Ye Husein hingga sampai saat ini.49

2. Visi dan Misi a. Visi

Visi Koperasi Syariah Rajawali Mataram “Menjadikan koperasi syariah sebagai pilar pembangunan ekonomi umat”

b. Misi

1) Meningkatkan pendapatan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya

49 Ye Husein, Wawancara Diliput Pada Tanggal 17 Juni 2022, Pukul 11.20 WITA.

(42)

26

2) Mensejahterakan anggota khususnya dan masyarakat luas pada umumnya

3) Membangun kesadaran masyarakat akan kehidupan bergotong royong dalam melakukan aktivitas usahanya

3. Struktur organisasi Koperasi Syariah Rajawali Mataram Koperasi Syariah Rajawali Mataram telah melakukan 3 kali pergantian pengelola koperasi, adapun pengelola koperasi pada tahun 2016-2022 sebagai berikut:

Tabel 1.3

Struktur organisasi Koperasi Syariah Rajawali Mataram

d

Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut:

1. Tugas ketua

a. Mengendalikan seluruh kegiatan koperasi

b. Memimpin, mengkoordinator, dan mengontrol jalannya aktifitas koperasi dan bagian-bagian yang ada di dalamnya c. Menerima laporan atas kegiatan yang dikerjakan masing-

masing

d. Menandatangani surat penting

e. Memimpin rapat anggota tahunan dan melaporkan laporan pertanggung jawaban akhir tahun pada anggota

f. Mengambil keputusan atas hal-hal yang dianggap penting bagi kelancaran kegiatan koperasi50

50https://www.diskup.kepuashulukab.go.id Dikases Pada Tanggal 20 Agustus 2022, Pukul 09.58 WITA

KETUA Ye Husein S.H

BENDAHARA Sahrep

DPS Ir. Komang

SEKRETARIS M. Adhar

(43)

27 2. Tugas DPS

a. Memberikan nasihat dan sarat kepada pengurus dan pengawas serta mengawasi kegiatan koperasi agar sesuai dengan prinsip syariah

b. Menilai dan memastikan pemenuhan prinsip syariah atas pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan oleh koperasi

c. Mengawasi pengembangan produk baru

d. Meminta fatwa kepada DSN-MUI untuk produk baru yang belum ada fatwanya

e. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap produk simpanan dan pembiayaan syariah

3. Tugas sekretaris

a. Melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan surat menyurat dan ketatausahaan di koperasi

b. Membantu pekerjaan atau kegiatan ketua koperasi dalam melaksanakan tugas dan juga tanggung jawabnya sehari- hari jika memang diperlukan

c. Melakukan pendataan koperasi

d. Membantu memanage investaris koperasi baik itu peralatan ataupun perlengkapan

e. Menyampaikan berbagai hal penting dan informasi terkait koperasi kepada ketua koperasi

f. Mencatat semua history penting yang berkaitan dengan kemajuan kepengurusan koperasi

g. Bersama dengan bendahara mengajukan rancangan rencana kerja dan rancangan anggaran pendapatan serta belanja koperasi

h. Bersama-sama ketua menyusun rancangan proram dan rencana kerja koperasi

4. Tugas bendahara

a. Merencanakan anggaran belanja dan pendapatan koperasi b. Memelihara semua harta kekayaan koperasi

c. Pembukuan transaksi ke supplier > Rp1 juta d. Pengisian saldo

(44)

28

e. Melakukan cash opname yang ada di kasir51

4. Produk Pembiayaan Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram

Setelah mengkonversi diri menjadi syariah, koperasi ini memiiki beberapa produk pembiayaan, diantaranya:

a. Mudharabah

Pembiayaan Mudharabah dimana KJKS/UJKS sebagai pemodal menyediakan seluruh modal yang dibutuhkan usaha (100%). Sedangkan pengelola menyediakan tenaga dan keahliannya. Bagi hasilnya ditentukan secara proporsional di awal kesepakatan kedua pihak. Apabila terjadi kerugian, sepanjang kerugian tersebut bukan di akibatkan oleh kecurangan pengelola, maka kerugian menjadi tanggungan KJKS/UJKS.

Kerugian diakibatkan oleh pengelola maka pengelola tidak memperoleh apapun.

b. Musyarakah

Akad antara 2 pemilik modal untuk diinvestasikan pada suatu jenis usaha tertentu, sedangkan pelaksananya ditunjuk dengan kesepakatan para pemilik modal. Dalam prakteknya, KJKS/UJKS dengan salah satu atau lebih anggota penyimpan dapat bersepakat untuk membiayai suatu kegiatan usaha. Praktek yang lain untuk jenis musyarakah adalah sindikasi antar KJKS/UJKS untuk membiayai suatu usaha tertentu.

c. Murabahah

Jual-beli dimana harga pokok dan keuntungan disepakati antara KJKS/UJKS sebagai penjual dan anggota pembiayaan sebagai pembeli. Adapun cara pembayarannya bisa dilakukan secara sekaligus atau secara cicilan.52

51 https://reposity.une.ac.id Diakses Pada Tanggal 20 Agustus Tahun 2022 Pukul 10.05

52 Zaenoel Arifin Housein dkk, Pengelolaan Profil dan Sejarah BMT Gumarang Akbar Syariah Mataram, 2014, hlm. 3.

(45)

29 d. Ijarah

Pemilikan hak atas manfaat dari penggunaan sebuah aset sebagai ganti dari pembayaran. Pengertian Ijarah adalah sewa atas manfaat dari sebuah aset, sedangkan sewa beli (Ijarah Wa Iqtina) atau disebut juga Ijarah Muntahiya Bit Tamlik adalah sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan.

e. Al- qordul Al-Hasan

Pembiayaan pinjaman sebuah dana yang didalamnya tidak dikenakan biaya tambahan sama sekali kecuali biaya pokok pinjamannya itu.

5. Deskripsi Hasil Penelitian Pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram

a. Prosedur pemberian pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram

Dalam bab II ini akan membahas tentang prosedur pemberian pembiayaan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram, prosedur ialah suatu urutan kegiatan klerikal atau kerana biasanya beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan atas transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.53 Data hasil penelitian akan diperoleh melalui wawancara yang dilakukan pada informan penelitian, kemudian hasil data hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk deskriptif sesuai dengan jenis penelitian dan diolah sehingga menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 6 Juni 2022 pada informan bernama Ye Husein menyatakan bahwa:

“Pemahaman saya tentang prosedur ialah suatu urutan atau sistematika yang ditetapkan oleh sebuah organisasi atau perusahaan sebelum memberikan kredit atau pembiayaan”

53 Muliyadi, Sistem Akuntasi, (Jakarta: Salemba Empat, 2008), hlm. 5.

(46)

30

Selanjutnya informan menambahkan bahwa prosedur pemberian pembiayaan yang diterapkan pada Koperasi Syariah Rajawali Mataram cukup mudah:

“Saya selaku ketua koperasi, saya betul-betul tidak ingin memberatkan para anggota koperasi yang ingin mengajukan pembiayaan, maka dari itu koperasi kami menetapkan prosedur yang cukup mudah bagi para anggota”

Selanjutnya informan menambahkan tentang rangkaian prosedur pemberian pembiayaan yang berlaku pada koperasi Syariah Rajawali Mataram:

“Prosedur pemberian pembiayaan pada koperasi kami ada 4 tahap yaitu, 1. Harus menjadi anggota Koperasi Syariah Rajawali Mataram, menjadi anggota pada koperasi kami adalah sebuah hal yang wajib sebelum mengajukan pembiayaan 2. Harus memiliki tabungan, memiliki tabungan atau simpanan pada koperasi kami juga adalah hal yang wajib, dan minimal tabungan sebelum mengajukan pembiayaan senilai 1 juta keatas, 3. Penggunaan dana harus jelas dan sesuai dengan kentuan syariah, sebelum memberikan pembiayaan biasanya kami akan mensurvei para anggota yang mengajukan pembiayaan untuk alur dan penggunaan dana pembiayaanya nanti akan disalurkan kemana saja, asal penggunaanya sesuai dengan syariah maka akan kami verikasi.4. harus memiliki ijin dari pihak keluarga, memiliki ijin dari pihak keluarga juga hal yang wajib di koperasi kami, minimal satu dari anggota baik istri, suami, anak dan lainya

Referensi

Dokumen terkait

Revi Fitriani S.: Analisis sistem pemberian dan penagihan kredit pada koperasi..., 2006... Revi Fitriani S.: Analisis sistem pemberian dan penagihan kredit pada

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Karanganyar terdiri dari beberapa tahap yaitu : permohonan kredit, penelitian berkas, analisis kredit, keputusan

BPR BKK Demak Kota Kantor Pusat Operasional telah dilaksanakan dengan baik mulai dari pengajuan permintaan kredit, analisis berkas jaminan, melakukan survey, mempelajari

Menganalisis pengawasan kredit yang sudah diterapkan pada BRI Unit Sukun diataranya mengetahui jumlah plafond kredit yang diberikan, jaminan kredit yang dijaminkan

Pada saat proses analisis kredit account officer (AO) melakukan analisis berdasarkan data permohonan kredit yang selanjutnya melakukan peninjauan lapangan ketempat usaha

Pengendalian kredit pada bagian ini kurang berjalan dengan baik karena pihak yang menangani permohonan kredit adalah Administrasi Kredit (ADK). Bagian Administrasi

Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi yang berhubungan dengan mekanisme pemberian kredit produktif dan pembiayaan mudharabah khususnya pada produk koperasi

Tabel di atas menunjukan bahwa jumlah pembiayaan yang dikeluarkan oleh Koperasi Kredit Mekar Sai jauh lebih besar dibandingkan dengan BTM BiMU, dimana perbedaan