UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
ANALISIS PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK BTN CABANG MEDAN
TUGAS AKHIR
Diajukan Oleh :
ADE KARTIKA DAMAYANTI 102101043
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Pendidikan pada Program Diploma III
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
NAMA : ADE KARTIKA DAMAYANTI
NIM : 102101043
PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KEUANGAN
JUDUL : ANALISIS PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK BTN CABANG MEDAN
Tanggal : ……… 2013 DOSEN PEMBIMBING
Fadli, SE, M.Si
NIP: 198106282006041005
Tanggal : ……… 2013 KETUA PROGRAM STUDI
DIPLOMA III KEUANGAN
Dr. Yeni Absah, SE, M.Si
NIP: 197411232000122001
Tanggal : ……… 2013 DEKAN FAKULTAS EKONOMI
Prof. Dr. Azhar Maksum, MEc, Ac, Ak, CA
NIP: 195604071980021001
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah Swt atas rahmat-Nya penulis
dapat menyusun dan menyelesaikan tugas akhir ini yang berjudul “Analisis
Prosedur Pemberian Kredit pada PT. Bank BTN Cabang Medan” sebagai syarat
untuk menyelesaikan Program Diploma III Jurusan Keuangan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
Secara khusus penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tidak
terhingga kepada Ayahanda H. Yayan Priadarma dan Ibunda Hj. Supratmiliyanie,
SE atas seluruh kasih sayang dan dukungannya yang tidak henti kepada penulis,
juga buat adikku Muhammad Farhan Nabil terima kasih banyak atas semangat dan
dukungannya.
Dalam prosedur penulis tugas akhir ini penulis banyak mendapat bantuan
dari berbagai pihak dan pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih
kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ac, Ak, CA selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Yeni Absah, SE, M.si selaku Ketua Program Studi Diploma III
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Syafrizal Helmi, SE, M.Si selaku Sekretaris Program Diploma III
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Fadli, SE, M.Si Selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan
memberikan informasi kepada penulis.
6. Terimakasih untuk yang tersayang sahabat – sahabat saya Afla Triana Setio,
Winda Aulia Siregar, Dwi Atikah Sari, dan Mariatul Kiptia yang juga
membantu penulis dalam pengerjaan tugas akhir ini.
7. Terimakasih untuk teman terbaik yang seangkatan penulis Hafiz Eka Prawira
Siregar, Fitri Chairifa, Irna Arina Nasution, Fathurrahman Nasution, Wan Riza
Azwar Baros dan Fariza Septian Nasution.
8. Terimakasih buat teman – teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu
namanya yang telah memberikan semangat dan dukungan serta doanya untuk
penulis sampai akhir tugas akhir ini dapat terselesaikan.
9. Buat Een Gustinaz terimakasih atas dukungan dan semangatnya.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih terlalu jauh dari sempurna,
oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk perbaikannya. Semoga Allah SWT yang dapat membalas
semua kebaikan yang penulis dapatkan pada waktu mengalami kesulitan
berupa amal di akhirat kelak.
Medan, Juli 2013 Penulis
Ade Kartika Damayanti
DAFTAR ISI
E. Bentuk Jaminan Dalam Penyaluran Kredit ... 29
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 1.1 Jadwal Observasi... 6 Tabel 3.1 Penyaluran Kredit PT. Bank BTN Tahun 2013 ... 33 Tabel 3.2 Jumlah Kredit Macet Pada Bank BTN Tahun 2013 ... 33
A. Latar Belakang
Peranan Bank dalam mendukung kegiatan dunia usaha kecil dan
menengah sangat besar. Perbankan bekerja membantu dan mendorong kegiatan
ekonomi. Perkembangan dunia perbankan merupakan bagian utama dari sisi
keuangan kita yang tidak dapat dipisahan dari kegiatan pemerintah dalam
menggalakkan sistem perkreditan bagi masyarakat. Jasa yang diberikan bank
adalah jasa lalu lintas peredaran uang. Melalui bank kita dapat memperoleh kredit
atau pinjaman uang untuk operasi usaha kecil dan menengah yang dijalankan.
Tujuan daripada Perbankan Indonesia yaitu menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan
ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan dari kesejahteraan rakyat
banyak. Berdasarkan dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa dunia Perbankan
tidak akan terlepas dari pembangunan Nasional Negara kita.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November
1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah “badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan
kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. Dari defenisi tersebut
diketahui bahwa fungsi bank adalah memberikan jasa-jasa dalam lalu-lintas
pembayaran dan peredaran uang dengan cara memberikan kredit.
2
Selanjutnya peran bank dalam mendukung kegiatan bisnis pasti akan
sangat besar pula. Dimana kita ketahui, bahwa bank bekerja dalam menyalurkan
kredit bagi masyarakat. Kredit bank diperlukan bagi pengusaha kecil, pengusaha
menengah, dan juga pengusaha yang telah memiliki modal besar.
Sehubungan dengan usaha pemerintah dalam meningkatkan fungsi dari
dunia bisnis di Indonesia untuk memacu laju perekonomian Negara, maka dalam
hal ini Pemerintah harus memperhatikan peran dan fungsi dari perbankan
Indonesia. Sistem perbankan di Indonesia diatur dalam UU No.7 Tahun 1992
(diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998) Tentang Perbankan di Indonesia terdiri
dari 2 jenis, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.
Semakin besar tingkat atau proporsi penjualanan kredit dari keseluruhan
penjualan, maka semakin besar pula jumlah investasi kredit yang dimiliki
perusahaan. Dengan besarnya volume penjualan kredit setiap tahunnya, berarti
perusahaan tersebut harus menyediakan investasi yang lebih besar lagi. Dengan
adanya penjualan kredit yang dilakukan, maka akan timbul kemungkinan resiko
yang dihadapi seperti munculnya berbagai biaya seperti menambah pegawai yang
mengurus dan mengawasi administrasi kredit. Saat semua masalah ini
bermunculan, maka dapat menghambat kelancaran operasional perusahaan dan
tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, sebelum melakukan penjualan kredit
perusahaan harus memperhatikan unsur “5 C” ( the five c of credit ) yaitu
character, capacity, capital, collateral, dan condition.
Pertama, yang harus diketahui dalam konsep ini dimana perusahaan harus
dalam pemberian kredit. Kedua, perusahaan harus mengetahui kapasitas
(capacity) atau kemampuan dalam pelunasan pembayaran atas kredit yang
diberikan tersebut. Ketiga, perusahaan harus mengetahui jumlah dana atau modal
(capital) yang dimiliki perusahaan yang melakukan pinjaman dalam hal
mengetahui seberapa besar jumlah dana yang dibutuhkan dalam permintaan kredit
dan dalam melakukan pembayaran terhadap kredit yang diberikan. Keempat,
jaminan (collateral) yang dijadikan sebagai pengganti apabila si pelanggan tidak
melakukan pembayaran kredit. Kelima, kondisi (condition) pelanggan yang
melakukan pembeliaan kredit kepada pelanggan (costumer) .
Oleh karena kredit yang diberikan oleh bank mengandung banyak resiko,
maka dibutuhkan suatu pengelolaan dan pengaturan dalam pemberian kredit agar
tingkat resiko yang ditanggung oleh bank dapat diminimalkan. Dewasa ini
perbankan Indonesia mengalami kesulitan menghadapi kredit bermasalah sejak
kondisi ekonomi yang belum pulih dari krisis global saat ini. Tentu banyak hal
yang menjadi penyebab masalah-masalah tersebut ditambah dengan perubahan
dalam bentuk kebijaksanaan pemerintah atau justru peraturan bank sendiri yang
telah digariskan sebelumnya, serta pengaruh dari keadaan sosial politik yang
kurang baik dan tidak mendukung keamanan secara nasional, misalnya dalam
menetapkan tingkat suku bunga per periode tentu berdasarkan kondisi yang ada.
Begitupun dengan masalah yang dihadapi para pelaku ekonomi dan masyarakat
yang cukup mengandalkan kredit dalam mengembangkan usaha mereka.
Perkreditan merupakan tulang punggung di dalam usaha bank. Bila
4
asset yang mendominasi sisi aktiva dalam neraca. Oleh karena itu pengolaan
kredit harus sebaik mungkin mengingat kredit merupakan asset utama dan
sekaligus sebagai sumber pendapatan bank.
Kelancaran pemberian kredit sangatlah tergantung pada peranan bank itu
sendiri maupun kesadaran dari pihak nasabah untuk menyelesaikan kreditnya
sebagaimana yang telah disepakati. Dengan adanya prosedur pemberian kredit
yang efesien dan efektif diharapkan dapat terpenuhinya kebutuhan dana yang
dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun masyarakat luas.
Dari uraian diatas terlihat betapa pentingnya peranan kredit yang diberikan
bank untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka atas dasar ini penulis
memilih judul “Analisis Pemberian Kredit Pada PT. Bank BTN Cabang Medan” sebagai tugas akhir.
B. Perumusan Masalah
Permasalahan pokok dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui
“Bagaimana Analisis Prosedur Pemberian kredit yang diterapkan oleh pihak
Bank BTN Cabang Medan”.
C. Maksud dan Tujuan Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui jenis-jenis kredit yang disalurkan dan jaminan yang
b. Untuk mengetahui kebijakan pemberian kredit dan
pertimbangan-pertimbangan atau syarat-syarat pelepasan kredit pada PT. Bank BTN Cabang
Medan.
c. Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan kredit, kualitas kredit yang diberikan.
d. Untuk mengetahui masalah-masalah yang mungkin timbul dalam pemberian
kredit bank.
2. Manfaat Penelitian a. Bagi Penulis
Untuk lebih memperdalam pengetahuan penulis tentang prosedur pemberian
kredit dalam dunia perbankan dan juga berguna untuk memenuhi salah satu
persyaratan akademik dalam menyelesaikan pendidikan di program Diploma
III Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
b. Bagi Lembaga Pendidikan
Penulisan ini duharapkan dapat berguna sebagai salah satu bahan masukan
bagi yang membutuhkannya.
c. Bagi Perusahaan
Penulisan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi
perusahaan agar kiranya dapat menjadi suatu bahan pertimbangan dalam
pemberian kredit bagi nasabah di masa yang akan datang.
d. Bagi pihak lainnya sebagai sumber informasi dan pengetahuan dan dapat
digunakan sebagai bahan referensi agar mengetahui lebih mendalam tentang
6
D. Rencana Penulisan 1. Jadwal survey/observasi
Penelitian ini dilakukan di PT. Bank BTN Cabang Medan. Untuk lebih jelasnya,
jadwal kegiatan ini dapat dilihat pada Tabel 1.1. di bawah ini.
MINGGU KE
NO. KEGIATAN 1 2 3
1. Persiapan
2. Pengumpulan Data
3. Penulisan Laporan
Penelitian dilakukan pada tanggal 25 s/d 29 Juni 2013 di PT. Bank BTN
Cabang Medan Jl. Pemuda.
2. Rencana isi
Agar pembahasan tugas akhir ini dapat dilaksanakan secara sistematis dan terarah
maka penulis membagi luas pembahasan tugas akhir ini dalam empat (4) bab,
yang dianggap cukup memadai untuk mengemukakan hal yang dianggap penting
dan relevan dengan judul tugas akhir yang dimaksud, dengan tujuan agar
penulisan tugas akhir ini dapat lebih terarah dan sistematis. Adapun uraiannya
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisikan antara lain : latar belakang, maksud dan tujuan penelitian,
rencana penulisan yang mencakup jadwal survey dan rencana isi.
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang sejarah singkat PT. Bank BTN
Cabang Medan dan jenis usaha yang dimiliki oleh PT. Bank BTN Cabang Medan.
BAB III : PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis mencoba untuk menguraikan mengenai pengertian kredit,
jenis-jenis kredit, fungsi kredit, syarat-syarat pemberian kredit, bentuk jaminan
dalam penyaluran kredit, analisis kredit, prosedur pemberian kredit, dan
keputusan atas permohonan kredit.
BAB IV : PENUTUP
Pada bab yang terakhir, penulis akan memberikan kesimpulan berdasarkan uraian
terdahulu dan memberikan saran-saran yang bertitik tolak dari pengumpulan data
dan pembahasan yang dilakukan dimana diharapkan dapat memberikan masukan
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
A.Sejarah PT.Bank BTN Cabang Medan
Dengan maksud memasyarakatkan giat menabung, Pemerintah Hindia
Belanda melalui Koninklijk Besluit No. 27 Tanggal 16 Oktober 1897 mendirikan
POSTPAARBANK, yang kemudian terus berkembang serta tercatat hingga tahun
1939 telah memiliki 4 (empat) cabang yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, dan
Makasar. Pada tahun 1940 kegiatannya terganggu sebagai akibat penyerbuan
Jerman atas Netherland yang mengakibatkan penarikan tabungan besar-besaran
dalam waktu yang relatif singkat (rush). Namun demikian keadaan keuangan
POSTPAARBANK pulih kembali pada tahun 1941. Tahun 1942 Hindia Belanda
menyerah tanpa syarat kepada Pemerintah Jepang. Jepang membekukan kegiatan
POSTPAARBANK dan mendirikan TYOKIN KYOKU sebuah bank yang
bertujuan untuk menarik dana masyarakat melalui tabungan. Proklamasi
kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 telah memberikan inspirasi kepada Bapak
Darmosoetanto untuk memprakarsai pengambilalihan TYOKIN KYOKU dari
Pemerintah Jepang ke Pemerintah RI dan terjadilah penggatian nama menjadi
KANTOR TABUNGAN POS. Bapak Darmosoentanto ditetapkan oleh
Pemerintah RI menjadi Direktur yang pertama. Tugas pertama KANTOR
TABUNGAN POS adalah melakukan penukaran uang Jepang dengan Oeang
Republik Indonesia (ORI) tetapi kegiatan KANTOR TABUNGAN POS tidak
berumur panjang. Karena agresi Belanda (Desember 1946) mengakibatkan
TABUNGAN POS dibuka kembali (1949). Nama KANTOR TABUNGAN POS
diganti menjadi BANK TABUNGAN RI sejak kelahirannya dan hingga berubah
nama menjadi BANK TABUNGAN POS RI lembaga ini bernaung di bawah
Kementrian Perhubungan. Banyak kejadian bernilai sejarah sejak tahun 1950
tetapi yang substantif bagi sejarah BTN adalah dikeluarkannya Undang-Undang
Darurat no.9 tahun 1950 tanggal 9 Februari 1950 yang mengubah nama
“POSTPAARBANK INDONESIA” berdasarkan staat blat no. 295 tahun 1941
menjadi BANK TABUNGAN POS dan memindahkan induk kementrian dari
Kementrian Perhubungan ke Kementrian Keuangan di bawah Menteri Urusan
Bank Sentral. Walaupun dengan Undang-Undang Darurat tersebut dikukuhkan
deman UU No.36 tahun 1953 tanggal 18 Desember 1953. Perubahan nama dari
BANK TABUNGAN POS menjadi BANK TABUNGAN NEGARA didasarkan
pada PERPU No.4 tahun 1963 tanggal 22 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan
dengan Undang-Undang No.2 tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964. Penegasan status
BANK TABUNGAN NEGARA sebagai bank milik negara ditetapkan dengan
Undang-Undang No.20 tahun 1968 tanggal 19-12-1968 yang sebelumnya (Sejak
Tahun 1964) BANK TABUNGAN NEGARA menjadi BNI unit V. Jika tugas
utama saat pendirian POSTSPARBANK (1897) sampai dengan BANK
TABUNGAN NEGARA (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan
dana masyarakat melalui tabungan, maka sejak tahun 1974 BANK TABUNGAN
NEGARA ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR dan untuk
10
Visi Bank BTN :
Menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan
Misi Bank BTN :
Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri
terkait, pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah.
Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan
produk, jasa dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini.
Menyiapkan dan mengembangkan Human Capital yang berkualitas,
professional dan memiliki integritas tinggi.
Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip
kehati-hatian dan good corporate governance untuk meningkatkan Shareholder
Value.
Memperdulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.
B. Jenis Usaha
Komitmen jajaran manajemen dalam mengembangkan bidang usaha Bank
BTN telah diwujudkan dengan menetapkan berbagai kebijakan, antara lain
meningkatkan dalam bidang teknologi informasi yang diyakini akan mampu
mendukung percepatan dalam mencapai layanan perbankan real-time & on-line.
Sejalan dengan misi Bank BTN, secara berkesinambungan telah dilaksanakan
program-program sebagai upaya dalam mengembangkan produk dan layanan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin luas. Bank BTN tidak
menyalurkan pinjaman. Adapun produk-produk yang diberikan oleh Bank BTN
yaitu :
a. Produk-Produk Pendanaan Bank BTN :
1. Tabungan BTN Batara
2. Tabungan BTN Batara Prima
3. Tabungan BTN Payroll
4. Tabungan BTN junior
5. Tabungan BTN Juara
6. Tabungan BTN e-Batara Pos
7. Tabungan BTN Cermat
8. Tabunganku
9. Tabungan BTN Haji Reguler
10.Tabungan Haji Plus
11.Tabungan BTN Batara Pensiun
12.Giro BTN
13.Giro BTN Valas
14.Deposito BTN
15.Deposito BTN Valas
b. Jasa Dan Layanan Bank BTN
1. Kartu ATM BTN
2. Kartu Debit BTN
3. iMobile BTN
12
5. Western Union
6. Fasilitas Kiriman Uang dilema
7. Inkaso Dalam Negeri
8. Inkaso Luar Negeri (Collection)
9. Payment Point
10. Money Changer
11. BTN Payroll
12. SPP Online BTN
13. Cash Management System BTN
14. Fasilitas Transfer Otomatis
15. Contact Center
16. Safe Deposit Box
17. Bank Garansi
c. Produk Kredit Bank BTN
1. KPR BTN Sejahtera Tapak dan KPR BTN Sejahtera Susun
2. KPR BTN Platinum
3. KP Sarusun Bersubsidi
4. Kredit Pemilikian Apartemen (KPA) BTN
5. Kredit Ruko BTN
6. Kredit Agunan Rumah (KAR) BTN
7. Kredit Bangun Rumah BTN
8. Kredit Swandana BTN
10. Kredit Konstruksi BTN (KYG)
11. Kredit Linkage BTN
12. Pinjaman Lunak Konstruksi BAPERTARUM BTN
13. Kredit Pembelian Lahan BTN
14. Kredit Investasi BTN
15. KMK BTN
16. KUR BTN
17. Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) BTN
18. Kredit Pendukung Perumahan (KPP) BTN
19. Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor BTN
20. Program Kemitraan
C. Struktur Organisasi Perusahaan
Setiap Bank BTN Indonesia masing-masing memiliki struktur organisasi
yang berbeda-beda. Demikian juga dengan PT. Bank BTN Cabang Medan yang
memiliki struktur Organisasi yang melibatkan seluruh sumber daya yang memiliki
struktur Organisasi yang melibatkan seluruh sumber daya yang ada dan
bertanggung jawab terhadap maju mundurnya Organisasi. Hal ini dimaksudkan
14
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Bank BTN Cabang Medan Sumber. Bank Tabungan Negara (BTN) tahun 2013
D. Uraian Tugas (Job Description) a. Branch Manager
1. Branch Manager bertanggung jawab untuk menjamin berlangsungnya
operasional Bank.
2. Menciptakan pengawasan internal yang efektif dan efisien.
3. Memantau serta mengelola resiko yang dihadapi Bank.
4. Memelihara iklim yang mendukung terciptanya produktivitas.
5. Mengelola sumber daya manusia menjaga profesionalisme. BM (Branch
Manager)
DBM Commercia DBM Consumme DBM Suppore
Commercial
6. Menyampaikan laporan tentang kinerja Bank secara menyeluruh kepada
para Direksi.
b. Deputy Branch Manager Commercial
1. Menyusun kebijakan dan strategi dalam pencapaian target dana dan Kredit
Komersial (Lembaga).
2. Meningkatkan tata kualitas kelola perusahaan khususnya dalam pencapaian
target dana dan kredit komersil / lembaga.
3. Mengevaluasi dan memutus kredit komersial sesuai dengan wewenang
memutus.
Deputy Branch Manager Commercial membawahi :
Commercial Funding Unit (CFU)
Unit ini bertugas menghimpun dana pihak ketiga baik tabungan, giro
ataupun deposit yang bersifat Komersial / Lembaga.
Mortgage Commercial Lending Unit Head (MCLU)
Unit ini bertugas mencari dan merealisasi Kredit Komersial / Lembaga
yang berkualitas sehingga dapat memenuhi target kebutuhan kantor
cabang.
c. Deputy Branch Manager Consumer
1. Menyusun Kebijakan dan strategi dalam mencapai dana dan kredit
consumer (perorangan).
2. Meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan khususnya dalam mencapai
16
3. Mengevaluasi dan memutuskan kredit consumer sesuai dengan batas
wewenang memutus.
4. Mengevaluasi standar pelayanan Dana maupun kredit consumer.
Deputy Branch Manager membawahi :
Commercial Funding Unit (CFU)
Unit ini bertugas menghimpun dana pihak ketiga baik tabungan, giro
ataupun deposit yang bersifat Komersial / Lembaga.
Mortgage Commercial Lending Unit Head (MCLU)
Unit ini bertugas mencari dan merealisasi Kredit Komersial / Lembaga
yang berkualitas sehingga dapat memenuhi target kebutuhan kantor
cabang.
Costumer care
Bertugas me-maintance nasabah baru maupun nasabah lama, memberi
pelayanan terbaik bagi Nasabah dalam hal melayani, Pembukaan
Tabungan, Giro dan Deposito Nasabah.
d. Deputy Branch Support
1. Menyusun kebijakan dan strategi dalam pengelolaan sumber SDM dan
Operasional Bank.
2. Mengevaluasi penempatan sumber SDM sehingga menghasilkan SDM
Deputy Branch Support membawahi :
General Admin
Bertugas untuk melakukan perekrutan karyawan apabila dipelukan,
memonitoring karyawan melalui kehadiran, kinerja, dan
pembayaran gaji karyawan.
Transaction Proseccing
Bertugas melakukan transaksi-transaksi yang bersifat back office
seperti melakukan kliring, maintance ATM, penyediaan Bilyet
Giro dan Cek.
Loan Consumer Work Out
Bertugas melakukan penagihan untuk debitur-debitur bermasalah,
dan melakukan lelang apabila debitur sudah tidak tertagih lagi.
E. Kinerja Usaha Terkini
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia(Increasing the Quality of Human Recource)
Bank BTN menyadari bahwa kualitas sumber daya memiliki peran yang
sangat penting sebagai mitra penunjang keberhasilan kegiatan usaha Bank BTN.
Oleh karena itu pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia dilakukan
secara terencana dan berkesinambungan agar setiap karyawan dapat memberikan
kontribusi yang optimal terhadap kinerja Bank BTN. Sebagai langkah penting
dalam pembinaan sumberdaya manusia adalah dengan menetapkan budaya
18
dilakukan oleh setiap karyawan. Nilai perusahaan yang harus dijadikan landasan
kerja adalah : menjunjung tinggi integritas, bekerja secara professional, serta
memegang amanah tanggung jawab. Dengan trilogi nilai perusahaan yakni
integrity, professionalism & responsibility karyawan akan mampu memberikan
kontribusi yang baik untuk perusahaan. Sedangkan dalam rangka meningkatkan
profesionalisme kerja, maka telah dilaksanakan berbagai pelatihan perbankan
secara intensif sebagai berikut : guna mendukung pertumbuhan usaha terutama
dalam meningkatkan daya saing dalam pengembangan produk serta peningkatan
layanan yang aman, cepat, efektif, akurat dan real-time online, maka Bank BTN
menerapkan 2 (dua) sistem core banking, yakni “Inhouse Aplication SAID
inter-branch” (SAID IB) dan “Core Banking System” (CBS) ini telah diterapkan
sebagai pilot project. Dengan sistem teknologi yang ada data ini, Bank BTN sudah
dapat melayani transaksi dengan menggunakan ATM melalui kerjasama jaringan
ATM Bersama, sehingga nasabah dapat menggunakan ATM dilebih dari 12.600
jaringan ATM bersama. Untuk mempermudah nasabah melakukan transaksi
BAB III PEMBAHASAN
Pada umumnya perbankan di Indonesia telah mengenal sistem analisis
terhadap aplikasi kredit. Pada bank dengan skala kecil, kasir bank jarang memakai
analisis kredit secara lisan. Sedangkan pada bank dengan skala besar, analisis
kredit biasanya melibatkan sistem analisis yang lebih teliti dan kompleks. Semua
permintaan kredit bisa diajukan dalam bentuk tertulis dan catatan-catatan para
pemakai kredit dimasukkan pengawasan yang lebih cermat.
A. Pengertian Kredit
Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1992 pasal 1 ayat 12, kredit
adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan
pihak lain yang mewajibkan pihak yang meminjam untuk melunasi hutangnya
setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil
keuntungan.
Kata kredit berasal dari bahasa latin yaitu “credere” yang berarti
kepercayaan, dan kepercayaanlah yang terkandung di dalam perkreditan antara si
pemberi dan si penerima kredit. Kata kredit juga berasal dari bahasa asing lain,
yaitu kata : Creat yang artinya percaya dan Do yang artinya menempatkan.
Jadi kedua suku kata itu digabung menjadi kata “creatdo” yang berarti
menempatkan kepercayaan.
20
Menurut Drs. OP. Simorangkir, kredit adalah pemberian prestasi
(misalnya uang, barahg) dengan balas prestasi (kontraprestasi) yang akan terjadi
pada waktu yang akan datang.
Pemberian kredit menaruh kepercayaan bahwa penerima kredit akan
memenuhi pembayarannya kembali dan pinjamannya tersebut. Adapun
faktor-faktor kepercayaan dapat dilihat dari dua segi, yaitu:
a. Dari segi debitur
Yaitu si peminjam kredit akan membayar pinjamannya setelah sampai jangka
waktu yang telah ditetapkan.
b. Dari segi kreditur
Yaitu si pemberi kredit yang akan menerima pembayaran atas kredit yang
diberikannya, jika telah sampai masa yang ditetapkan.
B. Jenis-jenis Kredit
Berdasarkan pengertiannya kredit terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
a. Menurut sifat penggunaan kredit
1. Kredit Konsumtif
Kredit ini dapat membantu seorang dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya karena kredit digunakan peminjam untuk memenuhi kebutuhan
misalnya : makanan, pakaian dan sebagainya.
2. Kredit Produktif
Kredit ini digunakan si peminjam kredit untuk peningkatan usaha
suatu utiliti dari uang dan barang dapat terlihat dengan nyata, misalnya
membeli mesin-mesin, perlengkapan produksi, bahan baku dan lainnya.
b. Menurut Kepercayaan Kredit
1. Kredit Eksploitas
Kredit ini merupakan modal kerja untuk kualitas dan kuantitas
perusahaan.
Kredit ini dipergunakan biasanya untuk membeli bahan-bahan baku dan
biaya distribusi dan lainnya.
2. Kredit Investasi
Yaitu kredit yang dipergunakan untuk penanaman modal misalnya,
untuk membeli mesin dan peralatan.
c. Menurut sektor pengunaan kredit
1. Sektor Pertanian dan Perternakan
2. Sektor Perkebunan
3. Sektor Industri
4. Sektor Perdagangan
5. Sektor Jasa dan Waktu Kredit
d. Menurut jangka waktu kredit
1. Kredit Jangka Pendek
Yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun dan dalam
kredit ini termasuk untuk tanaman musiman berjangka waktu lebih dari
22
2. Kredit tanpa jaminan
Yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu.
Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter serta
loyalitas si calon debitur selama berhubungan dengan bank yang
bersangkutan.
Adapun jenis-jenis kredit yang diberikan oleh Bank BTN Cabang Medan
adalah :
a. KPR BTN Sejahtera Tapak dan KPR BTN Sejahtera Susun
b. KPR BTN Platinum
c. KP Sarusun Bersubsidi
d. Kredit Pemilikian Apartemen (KPA) BTN
e. Kredit Ruko BTN
f. Kredit Agunan Rumah (KAR) BTN
g. Kredit Bangunan Rumah BTN
h. Kredit Swadana BTN
i. Kring BTN
j. Kredit Konstruksi BTN (KYG)
k. Kredit Linkage BTN
l. Pinjaman Lunak Konstruksi BAPERTARUM BTN
m.Kredit Pembelian Lahan BTN
n. Kredit Investasi BTN
o. KMK BTN
q. Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) BTN
r. Kredit Pendukung Perumahan (KPP) BTN
s. Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor NTN
t. Program Kemitraan
C. Fungsi Kredit
Secara garis besar fungsi kredit dalam tata kehidupan perekonomian antara
lain :
1. Kredit pada hakikatnya dapat meningkatkan daya guna uang. Kredit ini
meningkatkan daya guna dari modal/uang, karena penabung yang
mempunyai uang menabungkan uangnya di bank, baik berbentuk
tabungan, maupun simpanan giro dan deposito. Selanjutnya uang tersebut
dipinjamkan kepada para pengusaha dalam bentuk kredit untuk
mrningkatkan produktifitas. Jadi seluruh dana di bank tidaklah pasif,
melainkan akan tersalur kepada usaha-usaha yang berguna, baik terhadap
pengusaha maupun terhadap masyarakat.
2. Kredit dapat meningkatkan daya guna suatu barang, karena :
a. Para pengusaha yang memproduksi barang setengah jadi, dengan
adanya fasilitas-fasilitas kredit produksi diharapkan dapat ditingkatkan
menjadi barang yang siap untuk dipakai.
b. Dengan adanya fasilitas kredit tersebut para pengusaha dapat
mendistribusikan dari daerah berkembang ke daerah maju.
24
Karena pada umumnya kredit yang diberikan oleh para kreditur kepada
debitur adalah berupa rekening Koran. Secara umum para pengusaha yang
melakukan transaksi akan melakukannya dengan menggunakan cek, bilyet
giro atau pemindahan bukuan, sehingga peredaran uang kartal atau giral
secara otomatis akan berkembang.
4. Kredit merupakan alat Hubungan Internasional.
Pada umumnya negara-negara industry maju atau yang lazim kita kenal
dengan perekonomiannya yang kuat, selalu membantu negara-negara
yang sedang berkembang dalam rangka melaksanakan pembangunan di
negara tersebut. Bantuan yang dimaksud adalah berbentuk kredit yang
pada umumnya mempunyai syarat-syarat yang lunak yakni dengan suku
bunga yang relatif rendah dengan jangka aktu pemakaian yang cukup
panjang.
Dengan adanya kredit antar negara, maka hubungan diantara negara
pemberi kredit atau negara maju dengan negara yang sedang berkembang
(penerima kredit) akan bertambah erat, khususnya yang menyangkut
hubungan ekonomi dan perdagangan.
5. Kredit sebagai alat stabilitas ekonomi.
Dalam keadaan ekonomi yang kurang sehat, kebijakan pemberian kredit
dapat diarahkan kepada usaha-usaha antara lain :
a. Pengendalian inflasi,
b. Peningkatan ekspor, dan
D. Syarat-syarat Pemberian Kredit
Dalam pemberian kredit pada nasabah, pihak bank senantiasa melakukan
pertimbangan-pertimbangan dalam pemberian kredit sesuai dengan
peraturan-peraturan yang berlaku. Untuk menimbulkan suatu kepercayaan kepada nasabah,
setelah dilakukan pendekatan antara pihak pemberi dan penerima kredit maka
pihak bank sebagai pemberi kredit perlu untuk meneliti terlebih dahulu tentang
apa dan bagaimana serta siapa calon penerima kredit tersebut. Dalam hal ini
dikenal formulasi yang lazim digunakan dalam menentukan penilaian kredit yaitu
berpedoman pada formulasi 5 “C” yang antara lain adalah :
a. Character (Watak/Kepribadian)
Adalah sifat yang terdapat pada diri seseorang. Pihak-pihak berusaha mencari
data tentang kepribadian dan sifat dari pemohon. Karakter dari seseorang
calon pemohon ini dapat diketahui dari :
1. Riwayat hidup
2. Cara/pola hidup
3. Saudara-saudara pemohon kredit
4. Pergaulan pemohon
5. Sikap, sifat pada masa yang lalu.
Hal ini merupakan ukuran tentang “Willingness to pay” yang artinya
26
b. Capacity (Kemampuan)
Adalah kemampuan si pemohon kredit untuk memperoleh kredit
memanfaatkan dan membayarnya kembali. Kemampuan dalam hal
menjalankan usahanya yang dalam hal ini diteliti tentang :
1. Pengalaman dalam bisnis yang dihubungkan dengan pendidikannya.
2. Pengalaman-pengalaman bisnis dalam menyesuaikan dengan kondisi
perekonomian atau peraturan pemerintah serta dalam mengikuti
perkembangan teknologi dan sistem dari perusahaan modern.
3. Bagaimana kekuatan perusahaan sekarang dalam sektor usaha dijalankan.
Kapasitas ini merupakan ukuran dari “Ability to pay” yaitu kemampuan
untuk membayar.
c. Capital ( Modal)
Adalah jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki saat permohonan diajukan.
Penyelidikan terhadap modal dari pemohon kredit tidak hanya dilihat dari
besar kecilnya modal, tetapi bagaimana distribusi modal tersebut ditempatkan
si pemohon, cukuplah modal yang tersedia sehingga segala sumber-sumber
produksi bergerak secara efisien dan efektif, diteliti juga apakah pengaturan
modal itu berjalan baik sehingga perusahaan dapat berjalan dengan lancer.
d. Collateral (Jaminan)
Adalah barang-barang yang digunakan sebagai jaminan atas kredit yang telah
diterima. Jaminan kredit ini diperlukan agar kredit yang diberikan oleh
yang dicairkan bila pemohon kredit tidak mampu mengembalikan pinjamin
kreditnya. Adapun syarat-syarat yang dapat dijadikan jaminan adalah:
1. Memiliki harga pasar
2. Tidak dalam keadaan dijaminkan
3. Memiliki nilai yang cukup untuk jaminan kredit
Harga dari suatu barang jaminan ditentukan oleh :
1. Sifat barang
2. Jenis barang
3. Stabilitas harga barang
4. Luasnya pasar
Suatu kredit yang diberikan dengan jaminan barang sering disebut dengan
Hipotek sedangkan bank yang memberikan kredit jenis itu disebut dengan
Bank Hipotek. Bank Hipotek memiliki kekuatan yuridis dalam menjual
barang yang menjadi jaminan tanpa harus adanya proses pengadilan. Hal
ini berbeda dengan bank umum, dimana bank umum harus melalui proses
pengadilan yang berlaku.
e. Condition of Economic ( Kondisi Ekonomi)
Adalah keadaan perekonomian secara keseluruhan. Dalam hal ini kondisi
ekonomi secara umum dan kondisi pada sektor usaha si pemohon kredit perlu
untuk diteliti. Artinya bank dapat memperkecil resiko yang mungkin timbul
oleh kondisi perekonomian, keadaan perdagangan serta persaingan di
28
kredit yang akan diberikan benar-benar bermanfaat bagi perkembangan
usahanya.
Adapun syarat-syarat kredit yang diberikan oleh Bank BTN cabang Medan
adalah sebagai berikut:
1. Form aplikasi kredit dilengkapi dengan pasfoto terbaru pemohon dan
pasangan.
2. Fotocopy KTP pemohon dan pasangan, fotocopy Kartu Keluarga, fotocopy
Surat Nikah/Cerai.
3. Slip Gaji terakhir/ Surat Keterangan Penghasilan, Fotocopy SK
Pengangkatan Pegawai Tetap/ Surat Keterangan Kerja.
4. Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan berikut Perubahan Terakhir, SIUP,
TDP & Surat Keterangan domisili serta laporan pembukuan/ catatan hasil
usaha ( minimal 3 bulan terakhir ).
5. Fotocopy ijin praktek dan catatan hasil usaha ( minimal 3 bulan terakhir ).
6. Fotocopy NPWP bagi setiap kredit >Rp. 50 Juta.
7. Fotocopy rekening koran tabungan/ giro di Bank BTN/Bank lain.
8. Fotocopy sertifikat tanah ( SHM/SHGB ) dan IMB.
Keuntungan dan kemudahan yang didapatkan :
1. Proses cepat (sesuai dengan standart pelayanan 151 yaitu, 1 hari
pemberkasan, 5 hari proses, 1 hari cair).
2. Persyaratan mudah.
4. Penggunaan bebas sepanjang tidak bertentangan dengan hukum yang
berlaku.
5. Kredit di-cover dengan asuransi kebakaran dan asuransi jiwa kredit.
E. Bentuk Jaminan dalam Penyaluran Kredit
Pada dasarnya yang memberikan kredit tentu menghendaki suatu
jaminan berada ditangannya yang mudah dijadikan uang untuk menutupi
pinjaman bila tidak dapat dilunasi oleh si peminjam kredit untuk dijadikan
jaminan tidak sentiasa dapat memenuhi kehendak si pemberi kredit, baik
karena bentuk atau sifat keyakinan itu maupun jumlah nominal nilai dari
jaminan yang tidak mencukupi, maka timbul lah beberapa macam jaminan
yang dipakai untuk memenuhi syarat pemberian kredit.
Selanjutnya pihak bank sebagai pemberi perlu kiranya untuk melakukan
pengikatan atas barang jaminan itu. Dimana maksud untuk mengikat jaminan
itu adalah kekuatan hukum bagi bank sebagai pemberi kredit untuk dapat
membuat (menjual jaminan) sesuatu yang mudah dijalankan dengan dasar
legalitas hukum yang sah.
Adapun bentuk-bentuk jaminan dapat diterima oleh bank sebagai
jaminan kredit yang disalurkannya, yaitu :
1. Jaminan barang-barang yang tidak bergerak
Peningkatan jaminan yang dilakukan untuk barang-barang tidak bergerak
30
hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, semuanya ini diikat dengan
hipotik.
2. Jaminan barang-barang bergerak
Untuk jaminan yang terdiri dari barang bergerak didalam mengadakan
ikatan dengan cara gadai sesuai dengan KUHP atau berdasarkan hak milik
atau penyerahan hak milik (FEO yaitu Fiducere Eigendomz Overdracht).
Yang dimaksud dengan FEO adalah suatu ikatan berdasarkan kepercayaan.
Penyerahan hak milik misalnya untuk mobil, kendaraan lain yang
legalitasnya dibuktikan dengan surat-surat yang dikeluarkan oleh instansi
kepolisian yang dapat dijadikan jaminan yaitu dengan menahan
surat-suratnya.
3. Jaminan Orang (borgiocht)
Jaminan yang dilakukan dengan orang, orang tersebut haruslah orang
dipercaya sebagai jaminan. Jaminan tersebut berdasarkan faktor
kepercayaan, baik dari pihak peminjam maupun dari pihak terjamin, dan
faktor-faktor bonafiditas.
F. Analisis Kredit
Analisi kredit sering disebut juga dengan kredit memorandum yang
merupakan suatu penilaian tertulis yang berisi segala informasi mengenai
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menganalisi permohonan kredit adalah :
1. Data permohonan atau calon debitur
Terdiri dari nama, alamat, nomor rekening, jenis kredit yang diminta,
plafon kredit dan data-data calon debitur yang bersangkutan.
2. Analisis keuangan
Analisis keuangan merupakan gambaran keuangan dari penghasilan yang
diterima dan juga pengeluarannya sehingga dapat diperoleh gambaran
kemampuan pengembalian kredit yang bersangkutan.
3. Analisis manajemen usaha
Dalam menganalisa manajemen usaha debitur ditujukan untuk mengetahui
jenis usaha, pangsa pasar, pengalaman usaha debitur sehingga accounting
officer dapat memberikan pertimbangan yang akurat berdasarkan analisa
tersebut.
Sebelum melakukan analisis kredit sebaiknya diadakan penyelidikan
terlebih dahulu yang mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Wawancara dengan pemohon kredit atau debitur.
b. Pengumpulan data yang berhubungan dengan permohonan kredit
yang diajukan oleh nasabah, baik data intern ataupun ekstern.
c. Pemeriksaan atas kebenaran dan kewajiban mengenai hal-hal yang
dikemukakan nasabah dan informal lebih laba yang diperoleh.
d. Penyusunan laporan seperlunya mengenai hasil-hasil pemeriksaan
32
Sebagaimana diketahui bahwa tujuan pemberian kredit tidak boleh
terlepas dari tujuan perbankan dalam pelaksanaan pembangunan nasional
dalam rangka peningkatan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas
nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat bank. Bank berusaha
memberikan manfaat seoptimal mungkin untuk memperlancar lalu lintas
perekonomian dengan membantu masyarakat pada sektor riil.
Dapat dikatakan bahwa hal ini telah dicapai PT. Bank BTN
Cabang Medan. Dimana PT. Bank BTN Cabang Medan berusaha
menyalurkan kreditnya kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan
kreditnya. Dalam penyaluran kredit PT. Bank BTN Cabang Medan tidak
mempersulit nasabahnya, hanya dibutuhkan 1-2 hari dalam pencairan
dananya bila berkas sudah diajukan dan tidak ada masalah administrasi
lainnya.
Di dalam penyaluran kredit kepada calon nasabah PT. Bank BTN
Cabang Medan menetapkan target kepada tim marketingnya. Hal ini
digunakan oleh PT. Bank BTN Cabang Medan untuk meningkatkan
penyaluran kredit perusahaan dan juga untuk meningkatkan efektifitas tim
marketing agar serius dalam memprospek calon nasabahnya. Berikut ini
adalah jumlah nasabah PT. Bank BTN Cabang Medan sampai pada bulan
Tabel 3.1
PENYALURAN KREDIT PT. BANK BTN JANUARI – JUNI TAHUN 2013
(RP dalam ribuan)
BULAN TAHUN 2013
PEMOHON NOMINAL
JANUARI 332 30.553.200 FEBRUARI 434 44.279.477
MARET 434 50.192.000 APRIL 355 36.259.000
MEI 403 44.059.988
JUNI 389 40.193.190
JUMLAH 2347 245.536.855 Sumber. Bank tahun Tabungan Negara (BTN) 2013
Pada juni tahun 2013 jumlah debitur pada bank BTN cabang Medan sebanyak
2347 dengan jumlah nominal Rp. 245.536.855.
Tabel 3.2
JUMLAH KREDIT MACET PADA BANK BTN JANUARI - JUNI TAHUN 2013
KETERANGAN TAHUN 2013
REKENING NOMINAL
1.LANCAR 92357 9.737.284.000
2.DALAM PERHATIAN
KHUSUS 2330 225.653.500
3.KURANG LANCAR 340 23.322.000
4.DIRAGUKAN 367 24.572.322
5.MACET 563 35.879.021
Sumber. Bank tahun Tabungan Negara (BTN) 2013
PT. Bank BTN Cabang Medan membagi-bagi golongan penyaluran kredit
ke dalam 5 golongan :
1. Lancar
Merupakan tipe penyaluran kredit yang dibayar secara lancar oleh para
34
Terjadi kredit lancar mulai Januari - Juni 2013 sejumlah Rp. 9.737.284.000
dengan jumlah rekening sebanyak 92.357.
2. Perhatian Khusus
Yaitu tipe kredit yang mendapat perhatian khusus oleh PT. Bank BTN
Cabang Medan karena telah terjadi penunggakan pokok pinjaman selama
90 hari.
Terjadi kredit dalam perhatian khusus pada bulan Januari-Juni 2013 sebesar
Rp. 225.653.500 dengan jumlah rekening sebanyak 2330.
3. Kurang Lancar
Yaitu jika ada penunggakan pokok pinjaman atau bunga artinya bisa jumlah
pokok pinjaman kredit itu sendiri, bunganya saja atau kedua-duanya selama
lebih dari 90 hari sampai dengan 180 hari.
Terjadi kredit kurang lancar pada bulan januari-juni 2013 sebesar Rp.
23.322.000 dengan jumlah rekening sebanyak 340.
4. Diragukan
Yaitu jika ada penunggakan pokok pinjaman atau bunga selama lebih dari
180 hari sampai dengan 270 hari. Pada bulan januari-juni 2013 terdapat 367
rekening yang diragukan oleh PT. Bank BTN Cabang Medan dengan
jumlah nominal sebesar Rp. 24.572.322.
5. Macet
Yaitu jika ada penunggakan pokok pinjaman atau bunga lebih dari 270 hari.
Terjadi kredit macet pada bank BTN cabang Medan di bulan januari-juni
G. Prosedur Pemberian Kredit
Nasabah yang datang ke bank untuk memperoleh kredit, tentu bank tidak
langsung memberikan kreditnya begitu saja. Bank memerlukan informasi tentang
data yang dimiliki calon penerima kredit. Daya yang dimaksud penting bagi bank
untuk menilai keadaan dan kemampuan nasabah, sehingga menumbuhkan
kepercayaan bank untuk memberikan kredit.
Langkah-langkah penyusunan kredit sejak permohonan diajukan sampai
dapat terealisasi tentunya harus melalui proses, syarat dan tata cara penyaluran
kredit untuk dapat menjadi debitur. Adapun proses dan langkah yang dimaksud
adalah :
1. Pengajuan berkas-berkas Data Pribadi
a. Fotocopy KTP Suami / Istri
b. Fotocopy Kartu Keluarga
c. Fotocopy Surat Nikah / Cerai
d. Pass Foto Suami – Istri Ukuran 3x4 (2 lembar)
e. Fotocopy Tabungan Bank BTN
f. NPWP Pribadi
Data Pekerja / Usaha a. Wiraswasta
b. Fotocopy SIUP, SITU, TPD, NPWP, dan Ijin-ijin lainnya
c. Fotocopy Akte Pendirian Perusahaan
36
e.Fotocopy Rekening Koran / Giro / Deposito 3 Bulan Terakhir
f.Daftar Rekanan Perusahaan
Untuk Pegawai Tetap
a. Surat Keterangan tempat bekerja / SK Pertama & Terakhir (PNS)
b. Slip Gaji / Penghasilan Terakhir
c. Rekening Koran Tabungan Bank-bank Lain
d. Surat Kuasa Potong Gaji (khusus Pemohon Yang Potong Gaji)
Data Agunan
a. Fotocopy Sertifikat Tanah (SHM/SHGB)
b. Fotocopy IMB
c. Bukti SPPT PBB Tahun Terakhir
d. Foto Rumah’Bukti Pembayaran Rekening Air, Listrik, Telepon
2. Penyelidikan berkas pinjaman
Disini petugas bank memberikan berkas-berkas yang diajukan oleh
pemohon kredit tidak hanya kelengkapan saja tapi keaslian dokumen juga
harus diperiksa secara teliti.
Tujuan adalah untuk mengetahui apakah berkas pijaman yang diajukan
sudah lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar. Jika menurut
perbankan belum lengkap atau cukup maka nasabah diminta untuk segera
melengkapinya.
3. Wawancara I
Pada PT. Bank BTN Cabang Medan proses wawancara langsung
menyiapkan dokumen serta syarat-syarat untuk meminjam dan proses
penyelidikan kepada calon peminjam dilakukan dengan berhadapan
langsung dengan calon peminjam.
4. On the Spot
Setelah keaslian dokumen dan proses wawancara selesai petugas bank
memerintahkan bagian survey, untuk mengkonfirmasi kebenaran
pekerjaan dan penghasilan pemohon kredit.
Apakah benar pemohon kredit tersebut gajinya dibayarkan di tempat itu
atau tidak.
5. Keputusan Kredit
Keputusan kredit dalam hal ini adalah menentukan apakah kredit akan
diberikan atau ditolak, jika diterima, maka dipersiapkan administrasinya.
Biasanya proses pengajuan kredit pada PT. Bank BTN Cabang Medan
sangat mudah hanya membutuhkan waktu1-2 hari saja.
Jika dokumen sudah lengkap maka petugas akan mengecek keaslian dan
kebenarannya. Keesokan harinya kredit sudah bisa dicairkan.
6. Penandatanganan akad kredit / perjanjian lainnya
Kegiatan ini merupakan kelanjutan diputuskannya kredit, maka sebelum
kredit dicairkan maka terlebih dahulu calon nasabah menandatangani akad
kredit.
7. Realisasi Kredit
Diberikan setelah penandatanganan surat-surat yang diperlukan dengan
38
H. Keputusan atas Permohonan Kredit
Keputusan yang dimaksud setiap tindakan dari pejabat bank berdasarkan
wewenangnya berhak mengambil keputusan berupa tindakan menolak,
menyetujui dan mengusulkan permohonan fasilitas kredit kepada pejabat yang
lebih tinggi. Dalam hal ini pejabat bank akan memberikan tiga keputusan atas
permohonan kredit yang diajukan calon nasabah yaitu :
1. Disetujui oleh bank, dimana dalam hal ini bank mengabulkan sebagian atau
keseluruhan kredit dari calon nasabah atau nasabah.
2. Dipertimbangkan lebih lanjut oleh bank, dalam hal ini bank belum dapat
memberikan jawaban yang pasti atas keputusan pimpinan dalam
mempertimbangkan permohonan kredit yang diajukan oleh nasabah.
3. Ditolak oleh bank, dimana dalam hal ini bank menolak permohonan kredit
yang diajukan oleh nasabah karena mungkin tidak memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan bank setelah dilakukan penyelidikan dan analisa kredit
BAB IV PENUTUP
Dari uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab terdahulu maka sebagai
penutup dari tugas akhir ini penulis mencoba memberikan kesimpulan dan disertai
dengan saran-saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
pengembangan perusahaan yang bersangkutan.
A. Kesimpulan
1. Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasannya prosedur
pemberian kredit yang diterapkan oleh Bank BTN cabang Medan tidak terlalu
sulit karena hanya perlu melengkapi persyaratan yang telah ditentukan dan
persyaratan tersebut juga tidak terlalu memberatkan nasabah dengan proses
pencairan yang cukup cepat yaitu sistem pelayanan 1-5-1 (1 hari pemberkasan,
5 hari proses dan 1 hari cair).
2. Pemberian kredit diberikan kepada nasabah yang sudah melengkapi segala
persyaratan dan dianggap pantas untuk menerima kredit tersebut.
Adapun persyaratan tersebut adalah :
a. Pengajuan berkas-berkas
b. Penyelidikan berkas pinjaman
c. Wawancara 1
d. On the spot
e. Keputusan kredit
f. Penandatanganan akad kredit atau perjanjian lainnya
40
g. Realisasi kredit
3. Keputusan persetujuan kredit ditetapkan oleh pejabat bank dengan bentuk :
a. Disetujui oleh bank
b. Dipertimbangkan oleh bank, dan
c. Ditolak oleh bank
B. Saran
1. Pihak Bank BTN cabang Medan harus mempertahankan dan meningkatkan
kualitas penyaluran kredit sehingga dapat meningkatkan jumlah nasabah pada
Bank BTN cabang Medan.
2. Didalam penyaluran kredit hendaknya pihak Bank BTN cabang Medan juga
mensurvei tempat tinggal pemohon kredit agar dapat mengurangi resiko kredit
macet.
3. PT. Bank BTN untuk dapat mentaati peraturan yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia dalam proses penyeleksin dan persetujuan kredit untuk
41
DAFTAR PUSTAKA
Kasmir, SE, MM, 2000. Analisis Laporan Keuangan, PT. Raja Grafindo Persada,Jakarta,
Kasmir, SE, MM, 2000. Manajemen Perbankan, PT. Raja Grafindo Persada,Jakarta
Suyanto Thomas, 1992. Dasar – Dasar Perkreditan, Cetakan kedua : Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.
Untung Budi,SH, MM, 2000. Kredit Perbankan di Indonesia, Andi, Yogyakarta.
Sinungan Muchdarsyah, 1995. Dasar-Dasar Dan Teknik Manajemen Kredit, Edisi Pertama, Cetakan Kedelapan : Bumi Aksara, Jakarta.
Jopie, Jusuf, 2003. Kiat Jitu Memproleh Kredit Bank,
PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta.
Faried Wijaya, M, MA,. 2001 Perkreditan Bank dan Lembaga – Lembaga Keuangan, Edisi Pertama BPFE, Yogyakarta.
Suyanto, Thomas dkk, 2003. Dasar – DasarPerkreditan, Edisi keempat : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.