• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis yuridik atas produk makanan jadi di Rumah Makan dan Restoran yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis yuridik atas produk makanan jadi di Rumah Makan dan Restoran yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

54 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan

Di Indonesia, Rumah Makan seringkali disebut dengan Restoran, namun pada dasarnya kedua hal tersebut berbeda. Perbedaan yang paling mencolok terdapat dalam pengertian yuridis Restoran dan Rumah Makan, di mana Restoran melakukan kegiatan pembuatan sedangkan Rumah Makan tidak melakukan kegiatan pembuatan, hanya penyimpanan dan penyajian. Kemudian dalam penyediaan makanan dan minumannya, setiap hidangan di Rumah Makan pada umumnya telah dipersiapan sebelumnya sedangkan di Restoran harus diolah dan dimasak terlebih dahulu sesuai dengan permintaan pembeli.

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 hanya diatur mengenai sanksi dalam bentuk sanksi administratif terhadap Rumah Makan dan Restoran yang melakukan pelanggaran terhadap keputusan tersebut, tertulis dalam Pasal 13. Namun dalam keputusan menteri tersebut tidak ada pasal yang mengatur mengenai perlindungan terhadap konsumen, sehingga apabila ada konsumen yang mendapatkan produk makanan jadi yang tidak sesuai dengan standar maka konsumen dapat menuntut dan meminta ganti rugi kepada pelaku usaha sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Tuntutan atau permintaan ganti rugi dapat dilakukan melalui pengadilan atau di luar pengadilan seperti yang diatur dalam Pasal 45-Pasal 48 UUPK.

Dalam Pasal 4 huruf h UUPK tertulis bahwa konsumen berhak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau pengggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

Kemudian dalam Pasal 7 huruf d UUPK tertulis bahwa pelaku usaha wajib menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan

(2)

55 berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku. Berkaitan dengan pasal-pasal tersebut pembeli selaku konsumen berhak mendapatkan ganti rugi apabila makanan jadi yang ia terima tidak sesuai dengan standar laik kesehatan dan pemilik restoran atau rumah makan selaku pelaku usaha wajib memberikan ganti rugi.

Dalam pemberian sanksi hukum terhadap pelanggaran persyaratan hygiene sanitasi Rumah Makan dan Restoran, tertulis dalam Pasal 13 ayat (2) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003, yaitu dapat dilakukan sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, sampai dengan pencabutan sertifikat laik hygiene sanitasi Rumah Makan dan Restoran. Sedangkan pemberian sanksi hukum terhadap pelanggaran Sertifikat Usaha Rumah Makan dan Restoran, tertulis dalam Pasal 16 ayat (2) Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 12 Tahun 2014 serta Pasal 18 Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 11 Tahun 2014, yaitu dilakukan sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha Restoran/Rumah Makan, dan pembekuan atau pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Walaupun peraturan hukum sudah disertai sanksi pencabutan sertifikat laik hygiene sanitasi, sayangnya terdapat ketidakserasian dan kurangnya koordinasi yang tegas antar instansi Kesehatan dengan Pariwisata. Hal tersebut dilihat dari praktek yang terjadi, yaitu apabila izin laik sehat suatu Restoran atau Rumah Makan dicabut, belum tentu izin usahanya dicabut, artinya walaupun Restoran atau Rumah Makan terbukti tidak laik sehat, Restoran atau Rumah Makan tersebut tetap saja bisa beroperasi.

2. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan pembahasan bab-bab sebelumnya yang telah diuraikan di atas, maka dalam hal ini penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:

(3)

56 1. Dalam pengawasan, pembinaan, dan penegakannya, penerbit izin sertifikat usaha Rumah Makan dan Restoran seharusnya rutin melakukan pemeriksaan bahwa mereka benar sudah menjalankan persyaratan laik hygiene sanitasi serta Sertifikasi Usaha Rumah Makan dan Restoran. sehingga tujuan meningkatkan mutu produk, pelayanan dan pengelolaan serta daya saing usaha Rumah Makan dan Restoran dapat tercapai.

2. Sebaiknya berkaitan dengan pencabutan izin usaha Restoran dan Rumah Makan dilakukan melalui satu pintu agar timbul kepastian hukum. Restoran atau Rumah Makan yang melanggar dan sertifikat laik sehatnya dicabut artinya sudah tidak memenuhi syarat izin usaha lagi sehingga Restoran atau Rumah Makan tersebut seharusnya tidak dapat beroperasi lagi.

3. Untuk permasalahan dalam pengawasan, pengendalian, serta pembinaan Restoran dan Rumah Makan, sebaiknya ada tindakan persuasif kepada Restoran dan Rumah Makan skala kecil, sedangkan untuk Restoran dan Rumah Makan skala besar dengan cara reward & punishment. Kemudian birokrasi pun harus menempatkan diri sebagai pihak yang membina masyarakat. Jadi Restoran dan Rumah Makan yang tidak laik sehat harus dengan tegas diancam untuk ditutup.

Sedangkan apabila Restoran dan Rumah Makan melakukan kesalahan atau memiliki kekurangan, maka harus dijelaskan kesalahan/kekurangannya tersebut untuk kemudian diperbaiki.

4. Pemilik dan pengelola Restoran atau Rumah Makan sebaiknya mematuhi dan melaksanakan peraturan berkaitan dengan syarat hygiene sanitasi serta usaha Restoran dan Rumah Makan agar masyarakat mendapatkan rasa aman dan nyaman mengkonsumsi makanan di Restoran dan Rumah Makan. Selain itu kasus mengenai konsumen yang mengalami kerugian akibat tempat makan yang tidak laik sehat pun berkurang.

(4)

57 5. Masyarakat sebaiknya tetap berhati-hati dan teliti dalam mengkonsumsi makanan dan/atau minuman di Rumah Makan atau Restoran. Masyarakat yang menemukan pelanggaran terhadap syarat laik sehat atau standar usaha Rumah Makan atau Restoran dapat langsung menegur pihak Restoran atau Rumah makan yang bersangkutan karena masyarakat pun berperan penting dalam pelaksanaan peraturan kelaikan hygiene sanitasi Restoran dan Rumah Makan serta peraturan usaha Restoran dan Rumah Makan.

(5)

58 DAFTAR PUSTAKA

Buku

Ahmadi Miru dan Sutarman Yodo, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2004.

Ahmadi Miru, Prinsip-Prinsip Perlindungan Hukum Bagi Konsumen di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, Cetakan Pertama, 2011.

Celina Tri Siwi Kristayanti, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta, Sinar Grafika, 2016.

Eli Wuria Dewi, Hukum Perlindungan Konsumen, Yogyakarta, Graha Ilmu, 2015.

Endar Sugiarto & Sri Sulartiningrum, Pengantar Akomodasi dan Restoran, Jakarta, PT.

Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Happy Susanto, Hak-Hak Konsumen Jika Dirugikan, Jakarta, Visi Media, 2008.

Janus Sidabalok, Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti, Cetakan Ketiga, 2014.

Marsum W., Restoran dan Segala Permasalahannya, Yogyakarta, Andi Publisher, Edisi Keempat, 2005.

Soekresno, Manajemen Food and Beverage Service Hotel, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2000.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudi, Penelitian Hukum Normatif, Jakarta, Rajawali, 1990.

Yayasan Lembaga Konsumen, Segi Keamanan dan Keselamatan Perlindungan Konsumen (Obat, Makanan, Kosmetik, dan Alat Kesehatan), Perlindungan Konsumen Indonesia; Suatu Sumbangan Pemikiran tentang Rancangan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Yayasan Lembaga Konsumen, Buku II, tanpa tahun.

(6)

59 Zumortin K. Susilo, Penyambung Lidah Konsumen, Jakarta, PT. Penebar Swadaya, 1996.

Jurnal

Andri Prasetia, Jogja Resto dan Gallery, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2011.

Dewa Gede Ari Yudha Brahmanta dan Anak Agung Sri Utari, Hubungan Hukum Antara Pelaku Usaha dengan Konsumen, Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Udayana, 2016.

Uraian Teoritis Restoran, Universitas Sumatera Utara, diakses dari repository.usu.ac.id/bitstream/handle/.../Chapter%20II.pdf?sequenc..., diunduh pada 9 Oktober 2017, pukul 14.45.

Universitas Mercu Buana, diakses dari http://digilib.mercubuana.ac.id/, yang diunduh pada 17 Oktober 2017, pukul 16.20.

Prabu, Higiene dan Sanitasi Makanan, Jakarta, 2008, http//gmpg.org yang diakses dari http://www.landasanteori.com/2015/08/pengertian-higiene-sanitasi-makanan.html, diunduh pada 12 Oktober 2017, pukul 14.37.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1098//MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran.

Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 11 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Restoran.

(7)

60 Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 12 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Rumah Makan.

Peraturan Menteri Pariwisata No. 18 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Usaha Pariwisata.

Sumber Lainnya

Johannes Gunawan, bahan matakuliah Hukum Perlindungan Konsumen, Bandung, Univesitas Katolik Parahyangan, Bandung, 12 Mei 2017.

Johannes Gunawan dan Bernadette Waluyo, Diktat Hukum Perlindungan Konsumen, Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, 2015.

Kamus Besar Bahas Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 2002.

Internet

Canada Food Inspection Agency, 2013, Peraturan Produk Olahan, http://laws- lois.justice.gc.ca/eng/regulations/C.R.C.,_c._291/FullText.html yang diakses dari http://inatrims.kemendag.go.id/en/product/detail/produk-makanan-

olahan_1590/?market=ca, diunduh pada 2 Juli 2017, pukul 17.44.

http://www.indonesian-publichealth.com/laik-sehat-rumah-makan-dan-restoran/, diunduh pada 23 September 2017, pukul 02.14.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/05/20/11322701/makan.tiramisu.di.holyco w.dikira.chocolate.flakes.tta.tahunya.cicak, diakses pada 17 Maret 2017, pukul 03.33.

https://news.detik.com/berita/d-3393002/viral-kisah-vyna-yang-gigit-kecoak-saat- makan-holycow, diakses pada 17 Maret 2017, pukul 04.07.

(8)

61 https://www.foody.id/jakarta/sushi-tei-central-park/review, diunduh pada 28 September 2017, pukul 14.50.

https://www.youtube.com/watch?v=D87Y1Id6sKw, diunduh pada 28 September 2017, pukul 14.49.

http://www.indonesian-publichealth.com/standar-keamanan-rumah-makan-dan- restoran/, diunduh pada 24 September 2017, pukul 12.08.

http://www.tappdf.com/read/190667-bab-i-pendahuluan-1-1-latar-belakang-masalah- rumah-makan, diakses pada 17 Oktober 2017, pukul 13.20

https://www.rumahreview.com/glossary/pengertian-restoran-atau-rumah-makan.html, diakses pada 9 Oktober 2017, pukul 15.12

Definisi Restoran, 2016, hlm. 1, diakses dari http://karyatulisilmiah.com, diunduh pada 5 Oktober 2017, pukul 07.14.

https://prolegal.id/2017/05/26/langkah-langkah-perizinan-untuk-membuka-usaha- restoran/, diakses pada 18 Oktober 2017, pukul 00.19.

https://news.detik.com/berita/d-3393280/penjelasan-holycow-soal-serangga-di- makanan-pesanan-vyna, diakses pada 18 Oktober 2017, pukul 09.15.

http://foodservicetoday.co.id/page/content/mengawasi_kebersihan_restoran_bagai_ko mpor_kehabkeha_minyak/Point-Out, diakses pada 19 Oktober 2017, pukul 07.07.

http://www.jurnalhukum.com/hukum-perlindungan-konsumen-di-indonesia/, diakses pada 19 Oktober 2017, pukul 10.11.

Referensi

Dokumen terkait