650| Universitas Multi Data Palembang
ANALISIS DAN RESTRUKTURISASI DATABASE SISTEM DESA PINTAR DENGAN ACTION RESEARCH
Muhammad Raihan1*), Afriyudi2
1,2 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Darma
1[email protected], 2[email protected]
Kata kunci:
action research; laravel; mvc;
restrukturisasi database
Abstract: The Smart Village System (SIDESPIN) is a website-based application that provides information about villages (village data and village potential) in Indonesia. All village data is managed by admins created by the SIDESPIN team itself. Over time, the data collected on the SIDESPIN website is increasing and every village that will enter the SIDESPIN website must have an account, which is used to fill in village information data and village potential, but the data inputted still does not meet the writing requirements on the SIDESPIN website. Therefore, A research will be carried out on the restructuring of the SIDESPIN database and website system using the Action research method, the author will structure the SIDESPIN database and system so that the SIDESPIN Team can control every information data and potential of each village on the SIDESPIN website. That way, village information data and village potential can be controlled by the SIDESPIN team and can make it easier for the SIDESPIN team to manage each village's data.
Abstrak: Sistem Desa Pintar (SIDESPIN) merupakan sebuah aplikasi berbasis website yang memberikan informasi tentang desa-desa (data desa dan potensi desa) yang ada di Indonesia. Seluruh data desa dikelola oleh admin yang dibuat oleh tim SIDESPIN sendiri. Seiring berjalannya waktu, data yang dikumpulkan pada website SIDESPIN semakin banyak dan setiap desa yang akan masuk ke dalam website SIDESPIN harus memiliki akun, yang digunakan untuk mengisi data informasi desa dan potensi desa, namun data yang diinput masih belum memenuhi syarat penulisan dalam website SIDESPIN. Oleh karena itu, akan dilakukan penelitian restruktur database dan sistem website SIDESPIN dengan menggunakan metode Action research, penulis akan merestuktur database dan sistem SIDESPIN agar Tim SIDESPIN dapat mengendalikan setiap data informasi dan potensi setiap desa pada website SIDESPIN. Dengan begitu, data informasi desa dan potensi desa dapat dikontrol oleh tim SIDESPIN dan dapat mempermudah tim SIDESPIN dalam mengelola data setiap desa.
Raihan & Afriyudi (2023). Analisis dan Restrukturisasi Database Sistem Desa Pintar dengan Action Research. MDP Student Conference 2023
PENDAHULUAN Latar Belakang
Website adalah salah satu contoh teknologi yang setiap hari makin berkembang. Website juga merupakan sebuah teknologi yang bertujuan untuk memberikan informasi dengan media teks, gambar, maupun video. Website adalah salah satu perkembangan teknologi saat ini yang memungkinkan pengguna untuk menerima informasi dari halaman website seperti: Teks, gambar dan video yang dikompresi dalam sebuah domain atau subdomain dan dapat diakses melalui perangkat lunak berupa browser yang diinstal
Universitas Multi Data Palembang | 651 pada sebuah komputer. atau ponsel yang terhubung ke internet melalui Protokol Hypertext [1]. Website memiliki berbagai macam fungsi yaitu, media promosi, media pemasaran, media informasi, media edukasi, dan media komunikasi [2].
Sistem Desa Pintar (SIDESPIN) merupakan sebuah aplikasi berbasis website yang memberikan informasi tentang desa-desa yang ada di Indonesia. SIDESPIN menggunakan kerangka kerja Laravel dalam pembuatan website ini. Laravel merupakan sebuah kerangka kerja yang didasari bahasa pemrograman PHP.
Laravel merupakan sebuah kerangka kerja pengembangan web MVC untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak dengan mengurangi biaya pengembangan dan pemeliharaan serta meningkatkan produktivitas kerja dengan syntax yang bersih dan fungsional yang dapat mengurangi waktu penerapannya [3]. SIDESPIN menggunakan database MySQL untuk menyimpan informasi yang ada pada website SIDESPIN seperti, data desa dan data potensi desa (produk, wisata dan berita desa). MySQL merupakan sistem database yang berdampingan dengan PHP. MySQL adalah aplikasi server basis data. Perkembangannya disebut juga Sql, yang merupakan singkatan dari Structured Query Language. SQL adalah bahasa terstruktur untuk memproses database [4]. Tim SIDESPIN merancang database sebelumnya menggunakan, perancangan model Basis Data Relasional. Basis data merupakan sekumpulan data pembentuk informasi yang bermanfaat bagi pengelolanya baik dalam suatu instansi maupun organisasi untuk memudahkan proses pengelolaan data agar lebih terjamin keefektifan, dan keamanannya [5]. Model Basis Data Relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data [6]. Seluruh data desa baik itu informasi tentang desa maupun potensi-potensi yang ada disetap desa itu dikelola oleh admin setiap desa yang dibuat oleh tim SIDESPIN sendiri. Seiring berjalannya waktu, data yang dikumpulkan pada website SIDESPIN semakin banyak dan setiap desa yang akan masuk ke dalam website SIDESPIN harus memiliki akun. Setiap desa memiliki satu akun untuk mengisi data informasi desa dan potensi desa yang ingin di tampilkan. Namun, data informasi desa dan potensi desa yang diinput masih belum memenuhi syarat penulisan dalam website SIDESPIN dan karena itu tim SIDESPIN menginginkan untuk menghapus seluruh akun setiap desa, dan mengembalikan setiap kendali kepada tim SIDESPIN agar data informasi desa dan potensi desa dapat diisi oleh tim SIDESPIN. Oleh karena itu, penulis akan melakukan restruktur database dan sistem website SIDESPIN.
Dengan adanya permasalahan tersebut dapat disimpulkan bahwa, tujuan dilakukannya penelitian ini untuk merestructure database dan sistem website SIDESPIN agar tim SIDEPSIN dapat memiliki akses yang penuh untuk mengisi, mengedit dan menghapus informasi yang ada pada website SIDESPIN. Dengan begitu, permasalahan dapat diselesaikan dengan mengubah database Desa (villages) dengan menghapus Admin Desa dan seluruh akses Admin desa akan dipindahkan ke Admin SIDESPIN. Setelah itu relasi antara database User dan Desa (villages) akan dihapus juga.
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode Action Reseach untuk melakukan Restructure Database dan System SIDESPIN, yang memiliki 5 tahapan, 1. Diagnosing yang digunakan untuk mendiagnosa dan meneliti permasalahan yang diambil, 2. Action Planning merupakan tahapan dimana setelah permasalahan ditemukan, maka peneliti akan merencanakan bagaimana dan apa saja yang akan digunakan dan diperlukan untuk melakukan Analisis dan Restrukturisasi Database Sistem Desa Pintar dengan Action Research, 3. Action Taking adalah tahapan dimana penelitian dilakukan hingga selesai, 4.
Evaluating, pada tahap ini, peneliti akan mengevaluasi hasil dari Analisis dan Restrukturisasi Database Sistem Desa Pintar dengan Action Research sebelum di publikasikan pada website SIDESPIN agar tidak terjadi kesalahan dan eror pada sistem yang telah diubah dan 5. Learning, yang pada tahapan ini peneliti akan memberitahukan kepada Tim SIDESPIN bagaimana sistem SIDESPIN telah diubah dan setelah selesai, hasil dari penelitian ini akan langsung diimplementasikan ke website SIDESPIN.
652 | Universitas Multi Data Palembang
METODE
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode Action Research, dimana metode ini akan mendeskripsikan dan menjelaskan suatu permasalahan guna melakukan perubahan dengan tujuan perbaikan [7]. Metode ini juga merupakan metode yang praktis karena didasarkan kaidah dari metode penelitian lainnya. Metode ini sangat cocok untuk penelitian teknologi seperti pada penelitian ini, dikarenakan metode ini mengimplemtasikan teori kedalam kenyataan atau Tindakan praktis dan subjek dari penelitian tidak terpisahkan dari konteks penelitian. Adapun metode ini merupakan suatu rancangan tahapan penelitian yang dapat menjelaskan serta menggambarkan kondisi untuk tujuan penyempurnaan [8]. Gambar 1 berikut ini merupakan tahapan dari metode Action Research [9]:
Gambar 1. Metode Action Research[10].
Diagnosing
Pada tahapan ini, peneliti melakukan diagnosa pada website Sistem Desa Pintar (SIDESPIN) terutama pada seluruh system dan database yang bersangkutan dengan user Admin Desa pada website SIDESPIN. Database Admin Desa didasari dengan database user, dimana untuk membedakan Admin Desa, Admin SIDESPIN, dan User Biasa (Pengguna) adalah dengan menggunakan package Spatie yang digunakan pada sistem kerangka kerja Laravel pada website SIDESPIN sebelumnya. Dasbor telah dibuat menggunakan kerangka kerja Laravel dengan paket yang disebut (Spatie) untuk membuat sistem izin dan peran yang sempurna dengan mudah dan cepat [11]. Cara kerja dari package ini adalah dengan menambahkan Role dan Permission pada setiap user yang ditambahkan pada website SIDESPIN. Database yang memiliki hubungan atau relasi pada database user Admin Desa yaitu Database Desa (village). Pada database village ini memiliki relasi lagi ke setiap database potensi desa yaitu, Database Produk Desa (product), Wisata Desa (vacation) dan Berita Desa (news).
Dengan adanya Role pada setiap user, maka tampilan dari dashboard antara Admin SIDESPIN dan Admin Desa berbeda, dimana Admin SIDESPIN hanya dapat menambahkan Admin Desa dan Data Desa yang baru akan dimasukkan kedalam website SIDESPIN dan hanya melihat seluruh potensi dari setiap desa yang ada di website SIDESPIN, dan untuk halaman dashboard Admin Desa berbeda untuk setiap admin, agar admin desa yang ingin mengedit Informasi desa dan Potensi desa tidak keliru. Role Admin Desa memiliki relasi one-to-one dengan Database Desa(village) agar dapat mengedit informasi tentang desa sesuai desa yang telah ditentukan. Pada tahapan ini, sistem SIDESPIN menggunakan struktur Basis Data Relasional dalam membuat database, oleh karena itu untuk mempermudah dalam merestucture Database peneliti juga menggunakan struktur Basis Data Relasional.
Universitas Multi Data Palembang | 653 Action Planning
Setelah mendiagnosa database dan Sistem website SIDESPIN, maka pada tahapan ini peneliti akan merencanakan bagaimana Database akan di restrukturisasi dan bagimana Sistem website SIDEPSIN akan di diubah agar Admin SIDESPIN dapat memiliki kontrol yang penuh pada website SIDESPIN, mulai dari database hingga tampilan. Database User akan dihapus karena sudah tidak memiliki relasi dengan Database Desa (village) seperti sebelumnya dimana, User (Admin Desa) memiliki relasi one to one dengan Database Desa(village) dan Role Admin Desa akan dihapus.
Action Taking
Pada tahap ini, peneliti langsung melakukan restruktur database dan sistem SIDESPIN. Database Desa(village) yang memiliki foreign key User akan dihapus karena Role Admin Desa dihapus. Relasi antara Database User dan Desa akan dihilangkan karena User tidak memiliki Relasi lagi. Untuk melakukan restrukturisasi Database, peneliti menggunakan cara tim SIDESPIN sebelumnya dalam membuat database yaitu, dengan menggunakan struktur Basis Data Relasional. Dibawah ini merupakan database User yang memiliki relasi dengan database Village.
users PK PK PK PK idididid namenamenamename emailemailemailemail passwordpasswordpasswordpassword
villages PK
PKPK PK idididid FK1 FK1FK1
FK1 user_iduser_iduser_iduser_id province_idprovince_idprovince_idprovince_id namenamenamename
slug addressaddressaddressaddress aboutaboutaboutabout
imgleader leader structure vision mission history tradition map
users PK PK PK PK idididid namenamenamename emailemailemailemail passwordpasswordpasswordpassword
villages PK
PKPK PK idididid
province_idprovince_idprovince_idprovince_id namenamenamename
slug addressaddressaddressaddress aboutaboutaboutabout
imgleader leader structure vision mission history tradition map
Gambar 2. Database User dan Village Sebelum dan Sesudah Direstructure
Setelah database diristrukturisasi, selanjutnya tampilan sidebar dari dashboard website SIDESPIN akan berubah dimana halaman yang hanya bisa diakses oleh Admin Desa kini dapat digunakan dan di akses oleh Admin SIDESPIN. Karena, pada bagian Potensi Desa sebelumnya tim SIDESPIN hanya dapat melihat, mengedit dan menghapus seluruh potensi desa dan tidak bisa menambahkan Potensi Desa, begitu juga pada bagian Informasi Sekolah. Hal ini terjadi karena data informasi desa hanya dikelola oleh Admin Desa yang telah dibuat oleh Tim SIDESPIN.
Evaluating
Pada Tahapan ini, Peneliti melakukan evaluasi terhadap restrukturisasi database dan sistem SIDESPIN yang telah dilakukan sebelumnya, agar saat dipublikasikan pada website SIDESPIN tidak ada kesalahan dan tidak ada error.
654 | Universitas Multi Data Palembang Learning
Setelah mengevaluasi, peneliti akan menjelaskan kepada tim SIDESPIN bagaimana sistem SIDESPIN yang telah diubah, dan bagaimana cara menggunakannya. Kemudian, peneliti menjelaskan apa saja kelebihan dari perubahan ini yang mana, tim SIDESPIN dapat memiliki control yang full terhadap informasi yang digunakan dan apa saja kekurangan dari restructure database dan sistem SIDESPIN.
HASILDANPEMBAHASAN
Setelah melakukan penelitian dengan metode Action Research dihasilkan bahwa sistem dari website SIDESPIN sekarang dapat digunakan sepenuhnya oleh tim SIDESPIN, yang mana setelah database direstructure dengan metode Action Research dan menggunakan Basis Data Relasional, Tim SIDESPIN dapat mengelola seluruh informasi tentang desa baik itu informasi tentang desa maupun informasi tentang potensi desa yang ada disuatu desa tanpa harus khawatir akan terjadinya kesalahan dalam penginputan data.
Dengan distrukturisasi database ini juga dapat mengurangi pekerjaan tim SIDESPIN dalam membuat Admin Desa untuk setiap desa yang akan dimasukkan ke dalam website SIDESPIN yang dapat memenuhi atau mengurangi kapasitas dari website SIDEPSIN. Namun, sebelum database yang baru ini dimasukkan kedalam website SIDEPSIN yang telah dihosting, perlu diingat bahwa seluruh data desa yang telah masuk ke dalam website SIDESPIN harus di-backup terlebih dahulu, mengingat dimana terdapat kolom pada database Desa (villages) yang dihapus yaitu, kolom user_id. Sedangkan data yang ada di website SIDESPIN masih memiliki value atau isi dari kolom tersebut, sehingga perlu di-backup isi dari database tersebut, baru kemudian database yang telah direstrukturisasi akan dimasukkan kedalam website SIDESPIN yang telah dihosting.
Gambar 3. Tampilan Dashboard Setelah Database Telah di Restructure.
SIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian Analisis dan Restrukturisasi Database Sistem Desa Pintar dengan Action Research ini adalah membantu Tim SIDESPIN untuk mengelola seluruh informasi tentang desa dan potensi
Universitas Multi Data Palembang | 655 desa yang terdaftar di SIDESPIN, kemudian, dengan dihapusnya Admin Desa, Tim SIDESPIN kini tidak perlu menambahkan Admin baru untuk setiap desa yang akan dimasukkan kedalam website SIDESPIN, dengan begitu informasi yang dikelola akan lebih baik dan jelas sesuai format atau syarat dari website SIDEPSIN. Namun, pada penelitian ini ada hal yang perlu diperhatikan sebelum database yang telah
direstructure dimasukkan kedalam website SIDESPIN yang telah dihosting, dimana seluruh value atau isi dari database desa (villages) harus di-backup terlebih dahulu, agar tidak terjadi eror pada dashboard Admin. Dengan begitu, peneliti mengharapkan untuk data yang telah ada di website dimasukkan kedalam Excel atau Spreadsheet, agar pada saat tim akan menginput data kembali jadi mudah.
DAFTARPUSTAKA
[1] Afriyudi and Marini, “Pengukuran Kualitas Layanan Website pada Pemkab Oki Menggunakan Usability Testing,” Repository Bina Darma, 2020.
[2] Adelin, M. Izman Herdiansyah, And Afriyudi, “Implementation Felder Silverman Learning Style Model for Content Support Based on Ontology in Indonesia Learning Management System,” 2022.
[3] F. Luthfi, “Penggunaan Framework Laravel Dalam Rancang Bangun Modul Back-End Artikel Website Bisnisbisnis.Id,” 2017.
[4] M. Saed Novendri, A. Saputra, And C. E. Firman, “Aplikasi Inventaris Barang pada Mts Nurul Islam Dumai Menggunakan PHP dan Mysql,” Jurnal Lentera Dumai, 2019.
[5] O. M. I. Tavares, S. M. Rangkoly, S. B. D. Bawan, K. B. Ahmad, E. Utami, And M. S. Mustafa,
“Analysis of Query Restructurization Models in Optimizing Data Execution Response Time on Mysql Php 7.2.27 Relational Databases,” Jurnal Komputer Dan Informatika, Vol. 9, No. 1, Pp. 1–10, Feb.
2021, Doi: 10.35508/Jicon.V9i1.3598.
[6] N. Ketut Dewi Ari Jayanti and N. Kadek Sumiari, Teori Basis Data. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2018.
[7] R. Novrianda Dasmen, “Implementasi Raspberry Pi 3 Sebagai Wireless Access Point pada Stiper Sriwigama Palembang,” Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan It, Vol. 3, No. 3, Pp. 387–393, Oct. 2018, Doi: 10.30591/Jpit.V3i3.943.
[8] R. Novrianda Dasmen, “Implementasi Raspberry Pi 3 Sebagai Wireless Access Point pada Stiper Sriwigama Palembang,” Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan It, Vol. 3, No. 3, Pp. 387–393, Oct. 2018, Doi: 10.30591/Jpit.V3i3.943.
[9] R. Novrianda Dasmen, A. Putra, And T. Ibadi, “Pelatihan Online Penerapan Teknologi Radius pada PT. Taspen (Persero) Palembang,” Vol. 2, No. 1, 2021, Doi: 10.29408/Ab.V2i1.3581.
[10] R. Novrianda Dasmen and J. A. Jenderal Yani No, “Jepin (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Implementasi Raspberry Pi 3 pada Sistem Pengontrol Lampu Berbasis Raspbian Jessie,” 2019.
[11] O. M. A. Al-Atraqchi, “A Proposed Model for Build a Secure Restful Api to Connect Between Server Side and Mobile Application Using Laravel Framework with Flutter Toolkits,” Cihan University-Erbil Scientific Journal, Vol. 6, No. 2, Pp. 28–35, Aug. 2022, Doi: 10.24086/Cuesj.V6n2y2022.Pp28-35.