• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sebaran Air Lindi Terhadap Kualitas Air Sumur di Sekitar TPA Sukosari, Karanganyar

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Sebaran Air Lindi Terhadap Kualitas Air Sumur di Sekitar TPA Sukosari, Karanganyar "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

4084

Analisis Sebaran Air Lindi Terhadap Kualitas Air Sumur di Sekitar TPA Sukosari, Karanganyar

Ravi Mardiyan1, Yuli Pratiwi2*, Paramita Dwi Sukmawati3

1,2,3Jurusan Teknik Lingkungan, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta Indonesia

*Koresponden email: [email protected]

Diterima: 5 Juli 2022 Disetujui: 12 Oktober 2022

Abstract

Landfill activities can produce leachate water that can be infiltrated into the soil so that it can pollute the surrounding well water. This study aims to map the distribution of leachate water to the quality of shallow groundwater around TPA. Sampling of well water owned by residents is 100-700 meters from the TPA and 2 leachate water sample points of the Sukosari TPA. The parameters of leachate water and well water analyzed include, pH, BOD, COD. The quality standard for shallow groundwater quality used is the class I quality standard of Government Regulation No.82 of 2001, while the leachate water quality standard used is the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia No P.59 / Menlhk / Setjen / Kum.1 / 7/2016. The quality of shallow groundwater around the Sukosari TPA is polluted with leachate water judging from the parameters of pH, BOD and COD. The pH parameter does not meet the quality standards, the BOD value that meets the quality standards is only 6.7,8.9. COD value that meets the quality standards is only the location of the well 7. The effect of leachate water derived from the Sukosari TPA on well water quality showed a positive correlation for the pH parameter, namely with a value coefficient of 0.911 and for the BOD and COD parameters showed a negative correlation, namely with a BOD value of -0.657 and a COD value of -0.628 and there was a significant relationship.

Keywords: groundwater, shallow groundwater quality, leachate, litter, landfill Sukosari.

Abstrak

Kualitas air sumur di sekitar TPA dapat tercemar air lindi yang dihasilkan TPA Sukosari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan persebaran air lindi terhadap kualitas air sumur di sekitar TPA.

Jarak antara sumur warga dengan TPA yang digunakan untuk mengambil sampel air sumur adalah 100 – 700 meter, dan pengambil sampel air lindi ada 2 lokasi. BOD, pH dan COD adalah parameter lingkungan yang dianalisis dalam penelitian ini. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomer P.59/Menlhk/Setjen/Kum 1/7/2016 adalah Baku Mutu untuk Air Lindi, sedangkan Baku Mutu Kualitas Air Sumur menggunakan Kelas I menurut PP nomor 82 Tahun 2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air sumur warga yang bermukim di sekitar TPA Sukosari menurut parameter pH, BOD, COD sudah tercemar air lindi. Yang memenuhi Baku Mutu berdasarkan kadar BOD adalah air sumur 6, 7, 8, 9, dan menurut kadar COD yang memenuhi yaitu air sumur nomor 7, sedangkan berdasarkan nilai pH tidak ada yang sesuai baku mutu. Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan regresi linier dari SPSS didapatkan hasil bahwa air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir Sukosari sudah mempengaruhi pH air sumur warga yaitu ditunjukkan dari nilai koefisien korelasi positif yaitu sebesar 0,911 dan juga sudah mempengaruhi BOD, COD air sumur warga dibuktikan dengan besarnya nilai koefisien korelasi negatif sebesar -0,657 dan - 0,628.

Kata Kunci: air tanah, kualitas air tanah dangkal, lindi, sampah, TPA Sukosari

1. Pendahuluan

Kualitas dan kuantitas air tanah dapat mengalami penurunan salah satu sumber penyebabnya adalah adanya pengelolaan sampah yang dilaksanakan di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) sampah. Di sebagian besar negara berpenghasilan rendah hingga menengah, hampir semua sampah yang dihasilkan masuk ke TPA. Bahkan di banyak negara maju, penimbunan TPA adalah metode pembuangan paling popular [1]. Air lindi dan emisi gas di TPA berasal dari sampah yang mengalami proses biokimia dan fisika yang kompleks.

Curah hujan dan karakter sampah yang ditimbun di TPA akan mempengaruhi debit lindi serta kualitasnya.

Sumber air yang ada di sekitar TPA dapat mengalami pencemaran akibat pengaruh air lindi ini.

(2)

4085

Salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Karanganyar.

Pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar menyediakan TPS untuk menampung sampah-sampah yang berasal dari masyarakat sebelum dibawa ke TPA Sukosari yang berada sekitar 5 km dari pusat kota. TPA di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono dinilai sudah overload. TPA tersebut menampung sampah 245 meter kubik atau 61 ton per hari. Padahal luas area TPA tersebut hanya 4,4 hektare saja, sehingga mendesak untuk dilakukan penambahan luas lahan TPA. Sistem open dumping digunakan untuk pengelolaan sampah di TPA Sukosari. Pada sistem ini membutuhkan lahan yang luas dan apabila sampah sudah overload, maka bisa menyebabkan longsor sehingga dapat mencemari lingkungan sekitar, oleh karena itu sistem open dumping sudah tidak diperbolehkan lagi.

Penduduk yang bertempat tinggal di sekitar TPA Sukosari menggunakan air tanah sebagai sumber air untuk aktivitas sehari-hari. Kedalaman air tanah atau air sumur penduduk di sekitar TPA berkisar 10 – 20 m dari permukaan tanah. Sumur warga berpotensi mengalami pencemaran akibat penyebaran air lindi yang sulit dikendalikan. Air sumur pada area di sekitar TPA mengalami dampak yang signifikan akibat pengaruh air lindi, akibatnya warga yang tinggal di sekitar TPA Sukosari mengalami gangguan kesehatan.

Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kualitas air sumur di sekitar TPA. Pembuatan sumur yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah merupakan salah satu cara untuk mengambil air tanah, yaitu dengan cara menggali tanah sampai dicapai kedalaman yang lebih rendah dibandingkan muka air tanah.

Ada 2 macam jenis sumur yang dikenal oleh sebagian besar penduduk di Indonesia, diantaranya sumur gali atau perigi dan sumur bor. Jumlah pengambilan air pada sumur gali adalah terbatas [2].

Konstruksi sumur gali atau pergigi adalah dinding sumur, bibir sumur, lantai sumur serta jarak dengan sumber pencemar. Pencemaran melalui rembesan limbah maupun cair lindi dapat dengan mudah masuk ke sumur gali, karena air sumur gali berasal dari lapisan tanah yang relatif dekat dengan permukaan tanah [3].

.

Gambar 1. Peta lokasi TPA Sukosari Sumber: Data penelitian (2021)

Senyawa berbahaya dapat dilarutkan oleh air lindi yang terbentuk dari hasil dekomposisi sampah [4].

Pencemaran lingkungan terutama pencemaran air tanah yang terbentuk adalah akibat sifat toksik dari air lindi [5]. Air lindi dihasilkan dari sampah yang mengalami dekomposisi menghasilkan dimana mengandung senyawa organik maupun anorganik sehingga air lindi mengandung konsentrasi bahan pencemar yang tinggi. Beberapa faktor yang mempengaruhi komposisi cairan lindi adalah jenis sampah, curah hujan dan kondisi spesifik lainnya. Pergerakan air lindi melalui lapisan bawah, karena pada dasarnya air lindi terdapat di dasar landfill yang berasal dari tumpukan sampah. Di dalam tanah cairan lindi juga mengalami gerakan lateral yang tergantung dari cepat atau lambatnya rembesan air lindi dari dasar landfill

(3)

4086

ke air tanah pada permukaan akuifer dan karakteristik penyusun tanah di sekitarnya. Untuk tanah yang bersifat poros dan permeabilitasnya tinggi dapat mempermudah air lindi menyebar ke dalam air tanah, kondisi tanah [6]. Cairan lindi menjadi mudah terbentuk dan jumlahnya sangat banyak apabila wilayahnya memiliki curah hujan tinggi.

2. Metode Penelitian

Penentuan lokasi dan proses pengambilan sampel

Penelitian dilaksanakan di TPA Sukosari Kabupaten. Pengambilan sampel air sumur penduduk meliputi 9 lokasi yang berjarak 100 – 700 m dari TPA Sukosari, sedangkan air lindi diambil dari 2 lokasi yaitu di outlet air lindi. Penentuan titik lokasi disesuaikan dengan arah aliran air tanah, secara regional dari timur ke barat dengan ditandai penurunan landaian topografi dari timur ke barat serta arah luapan air lindi yang mengarah ke barat. SNI 6989-58-2008 tentang metode pengambilan air tanah / air sumur galian digunakan sebagai dasar untuk pengambilan sampel air sumur [7].

Gambar 2. Peta pola aliran air tanah dan lokasi penelitian Sumber: Data penelitian (2021)

Kemudian dilakukan analisis sampel air sumur dan sampel air yang meliputi parameter pH sesuai SNI 6989.11-2009 tentang metode pengujian pH [8], parameter BOD sesuai SNI 6989.72-2009 tentang metode pengujian BOD [9], parameter COD sesuai SNI 6989.2-2009 tentang metode pengujian COD [10].

Hasil analisis sampel air sumur penduduk sekitar TPA Sukosari yang meliputi pH, BOD, COD kemudian dibandingkan dengan baku mutu kelas I tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air yang tertuang pada Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2001 [11]. Untuk mengetahui pengaruh sebaran air lindi terhadap kualitas air tanah dangkal di sekitar TPA Sukosari menggunakan Software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) [12].

Analisis hubungan sebaran air lindi terhadap kualitas air sumur di sekitar TPA

Analisis regresi linear sederhana merupakan salah satu metode regresi di Software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh pencemaran air lindi TPA Sukosari terhadap kualitas air sumur warga di sekitar TPA Sukosari.

Pembuatan peta profil penyebaran kandungan pH, BOD, COD

Aplikasi software ArcGis dengan metode IDW dan Kriging Profil digunakan untuk menyajikan gambar peta berdasarkan data hasil analisis konsentrasi pH, BOD, COD dalam air sumur di sekitar TPA Sukosari, sebagai gambaran profil penyebaran kandungan pH, BOD, COD. Simbol-simbol tertentu dan diperjelas dengan hasil konsentrasi pH, BOD, COD pada masing-masing daerah pengambilan sampel digunakan untuk membuat profil penyebaran kandungan PH, BOD, COD, untuk menginformasikan kepada

(4)

4087

warga tentang kualitas air di wilayah tersebut dan mengetahui bahayanya bila terkonsumsi. Pada Gambar 3 berisi tentang diagram alir tahapan penelitian.

Gambar 3. Diagram alir penelitian Sumber: Data penelitian (2021) 3. Hasil dan Pembahasan

Hasil analisis kualitas air sumur warga di sekitar TPA Sukosari

Sampah yang mengalami degradasi dan dekomposisi serta akibat air hujan, sehingga terbentuk air lindi di TPA Sukosari, kemudian masuk ke lapisan air tanah dangkal. Air yang terkumpul di lapisan tanah tersebut akan menyatu dengan air lindi, padahal air tanah dangkal tersebut digunakan oleh penduduk sekitar untuk sumber air minum. Air lindi yang dianalisa diambil di outlet air lindi yang ada di TPA Sukosari.

Pengambilan sampel air limbah atau lindi TPA pada kondisi musim hujan. Data hasil uji kualitas air lindi TPA Sukosari seperti tertera di Tabel 1.

Tabel 1. Data kualitas air lindi di TPA Sukosari

No. Parameter Satuan Data hasil uji Metode Baku

mutu * Outlet 1 Outlet 2

1. pH - 5,1 5 SNI 01 2346 - 2006 6-9

2. BOD mg/L 105 659 SNI 6989.72 - 2009 150

3. COD mg/L 332,5 3287,5 SNI 6989.2 - 2019 300

* Permen LHK No.59 tahun 2016

Menurut Permen LHK No.59 tahun 2016 tentang baku mutu lindi bagi usaha dan/atau kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah, parameter pH dan COD air lindi dari outlet 1 seperti tercantum di Tabel 1 ternyata melebihi baku mutu [13], sedangkan air lindi di outlet 2 semua parameter yang meliputi pH, BOD, COD adalah di atas baku mutu. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengolahan cairan lindi yang dihasilkan dari TPA Sukosari tidak berjalan efektif. Air lindi (leachate) yang dihasilkan akibat masuknya air hujan ke dalam tumpukan sampah dapat menghanyutkan komponen-komponen sampah yang telah mengalami dekomposisi, kemudian terinfiltrasi ke dalam tanah. Air lindi dapat menimbulkan

Sampling air lindi dan air sumur

Data Primer

Data Sekunder

1. Pengujian sampling air lindi dan air sumur warga sekitar TPA Sukosari .

2. Membuat peta sebaran air lindi dengan menggunakan software GIS

Membuat profil persebaran parameter

pH, BOD, COD

1. Peta kawasan TPA Sukosari

2. Data karakteristik tanah sekitar TPA Sukosari

Peta sebaran air lindi

Pengolahan Data dan Analisis Regresi Linier

(5)

4088

5,1 5,1

5,3 5,4 5,5 5,6

5,8 5,8 5,9

4,6 4,8 5 5,2 5,4 5,6 5,8 6

103 150 177 181 324 350 364 497 695

pH air sumur

Jarak sumur dengan TPA (m)

pencemaran air tanah, karena mengandung unsur limbah yang larut, dan tidak tertahan oleh tanah, serta tidak bisa terdegradasi secara kimia ataupun biokimia [14]. Berikut ini hasil pemeriksaan air sumur warga di sekitar TPA Sukosari yang berjarak 100 m sampai 700 m seperti tercantum di Tabel 2.

Tabel 2. Data kualitas air sumur warga di sekitar TPA Sukosari Sumur Jarak sumur

dari TPA (m)

Parameter

pH BOD(mg/L) COD(mg/L)

1. 103 5,1 5,7 24,7

2. 150 5,1 2,8 21,0

3. 177 5,3 3,1 18,0

4. 181 5,4 2,2 13,6

5. 324 5,5 3,3 22,1

6. 350 5,6 1,2 12,1

7. 364 5,8 1,5 8,4

8. 497 5,8 1,5 14,7

9. 695 5,9 1,5 10,6

PP No.82 Th 2001 Baku Mutu Kelas I

6-9 2,0 10

Sumber: Data penelitian (2021)

Pengaruh jarak sumur dengan TPA terhadap pH, BOD, COD air sumur warga sekitar a. Pengaruh jarak sumur dengan TPA terhadap pH air sumur

Pengukuran pH digunakan untuk mengetahui besarnya kadar alkali atau kadar keasaman air, alkalinitas akan semakin tinggi dan kadar karbondioksida semakin rendah, apabila pH semakin tinggi.

Perairan akan bersifat asam dan korosif, kemudian toksisitas logam mengalami peningkatan, serta proses nitrifikasi akan terhambat, jika nilai pH rendah [15]. Berdasarkan gambar 4 menunjukkan nilai pH air sumur warga yang cenderung mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh jarak sumur terhadap TPA. Pada lokasi sumur 1 hingga lokasi 9, air sumur yang mengalami peningkatan pH ke basa disebabkan aktivitas TPA. Berdasarkan pengamatan langsung TPA Sukosari memiliki komposisi jenis sampah yaitu sekitar 63%

adalah sisa makan.

Hal ini mengakibatkan terjadinya proses dekomposisi bahan organik, sehingga banyak karbon yang dilepaskan ke air. Oleh karenanya ketika ada karbon dioksida masuk ke air yang mulanya netral bisa menjadi asam karena kandungan karbon terlarut dapat meningkatkan ion hidrogen sehingga pH akan menurun. Berdasarkan hasil analisis nilai pH pada kedua outlet air lindi yang menunjukkan hasil pH bersifat asam sehingga dapat mempengaruhi kualitas air sumur warga disekitar TPA. Pada lokasi sumur nomor 1 sampai lokasi sumur nomor 9 tersebut memiliki kadar keasaman yang tidak sesuai Peraturan Pemerintah no.82 tahun 2001tentang baku mutu kelas I. Terbentuknya senyawa kimia yang memungkinkan menjadi bersifat toksik dan mengganggu kesehatan, apabila derajat keasaman lebih kecil dari 6.

Gambar 4. Grafik hubungan antara jarak sumur dengan TPA terhadap pH air sumur

Untuk mengetahui pengaruh jarak antara sumur dan TPA terhadap pH air sumur menggunakan analisis regresi linear softwere SPSS. . Adapun hasil output SPSS tersebut disajikan di Tabel 3.

(6)

4089

Tabel 3. Korelasi antara jarak sumur dengan TPA terhadap pH air sumur

pH Jarak_sumur

Pearson Correlation

pH 1.000 .911

Jarak_sumur .911 1.000

Sig. (1-tailed) pH . .000

Jarak_sumur .000 .

N pH 9 9

Jarak_sumur 9 9

Sumber: Data penelitian (2021)

Nilai korelasi antara jarak TPA terhadap pH air sumur di sekitar TPA Sukosari adalah sebesar 0,911, hal ini seperti tersaji di Tabel 3. Artinya jarak antara sumur dengan TPA terhadap pH air sumur memiliki hubungan yang sangat erat dan positif serta signifikan.

b. Pengaruh jarak sumur dengan TPA terhadap kadar BOD air sumur

Kadar BOD pada air sumur ke 1, 2, 3, 4, dan 5 sekitar TPA Sukosari ternyata di atas baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, kadar BOD pada air pada sumur nomor 1, 2, 3, 4, dan 5 di sekitar TPA Sukosari melewati baku mutu yang telah ditetapkan, sedangkan lokasi sumur nomor 6, 7, 8, 9 sudah memenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa sumur nomor 1, 2, 3, 4, 5 dipengaruhi oleh sebaran air lindi dari TPA Sukosari, melalui proses infiltrasi. Berdasarkan tabel 2, maka dapat dibuat grafik hubungan antara variasi jarak TPA terhadap kadar BOD air sumur warga sekitar TPA Sukosari, seperti terlihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Grafik hubungan antara jarak sumur dengan TPA terhadap kadar BOD air sumur Sumber: Data penelitian (2021)

Berdasarkan Gambar 5, menunjukkan bahwa kadar BOD air sumur warga sekitar cenderung mengalami penurunan hal ini dikarenakan semakin jauh jarak antara sumur warga dengan lokasi TPA Sukosari. Tingginya kadar BOD pada air sumur lokasi ke satu (1) menandakan banyaknya senyawa organik yang dihasilkan dari air lindi dari TPA Sukosari sudah mencemari air sumur yang telah di oksidasi secara biologi. Sebaliknya penurunan kadar BOD dikarenakan sifat bahan organik yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme setelah melalui tanah. Tingginya kadar BOD pada air sumur no.3 disebabkan karena lokasi sumur yang dekat dengan kamar mandi sehingga air limbah dari aktivitas MCK dapat mempengaruhi kualitas air sumur. Nilai BOD pada air sumur no. 5 juga cukup tinggi disebabkan lokasi sumur yang dekat dengan kandang sapi sehingga kotoran sapi dapat mempengaruhi kualitas air sumur dengan cara terinfiltrasi ke dalam tanah dengan bantuan air hujan.

5,7

2,8 3,1

2,2

3,3

1,2 1,5 1,5 1,5

0 1 2 3 4 5 6

103 150 177 181 324 350 364 497 695

Kadar BOD air sumur (mg/l)

Jarak sumur dengan TPA (m)

(7)

4090

Untuk mengetahui hubungan jarak sumur dengan TPA bagi kadar BOD air sumur warga di sekitar TPA Sukosari, maka dilakukan analisis regresi linear menggunakan software SPSS. Adapun hasil output SPSS seperti tertera pada Tabel 4.

Tabel 4. Korelasi antara jarak sumur dengan TPA terhadap kadar BOD air sumur BOD Jarak_sumur Pearson

Correlation

BOD 1.000 -.657

Jarak_sumur -.657 1.000

Sig. (1-tailed) BOD . .027

Jarak_sumur .027 .

N BOD 9 9

Jarak_sumur 9 9

Sumber: Data penelitian (2021)

Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa ada hubungan jarak sumur dengan TPA terhadap nilai BOD pada air sumur sekitar TPA Sukosari adalah sebesar -0,657. Artinya jarak antara sumur dengan TPA terhadap kadar BOD air sumur memiliki hubungan yang sangat erat dan negatif serta signifikan. Jadi jika jarak antara sumur dengan TPA semakin jauh maka kadar BOD air sumur semakin menurun.

c. Pengaruh jarak sumur dengan TPA terhadap kadar COD air sumur

Data kualitas sir sumur yang ada di dekat TPA setelah dianalisis menunjukkan nilai COD di sumur pertama (1) adalah 24,7 mg/L, 21 mg/L pada sumur kedua , 18 mg/L di sumur ketiga, 13,6 mg/L pada sumur keempat, 22,1 mg/L di sumur kelima, 12,1 mg/L pada sumur keenam, 8,4 mg/L di sumur ketujuh, 14,7 mg/L di sumur kedelapan dan 10,6 mg/L di sumur kesembilan. Berdasarkan PP nomor 82 thn 2002 bahwa nilai baku mutu untuk parameter COD yaitu 10 mg/L, dan ternyata hanya satu sumur yang memenuhi baku mutu tersebut yaitu COD di air sumur ke tujuh sebesar 8,4 mg/L.

Hal ini menunjukkan bahwa sumur di lokasi ke 1,2 , 3, 4, 5, 6, 8, 9 dipengaruhi oleh sebaran air lindi TPA Sukosari dikarenakan terjadinya infiltrasi dari air lindi ke tanah sehingga dapat mencemari air sumur.

Kadar COD terendah di air sumur yang ke 7 sedangkan kadar COD tertinggi pada air sumur ke 1. Hal ini disebabkan keberadaan senyawa organik dari air lindi di TPA Sukosari serta jarak antara sumur ke 1 dengan TPA. Berdasarkan tabel 2, diperoleh grafik hubungan antara sumur dan TPA untuk nilai COD air sumur warga sekitar TPA Sukosari seperti tertera di Gambar 6.

Gambar 6. Grafik hubungan antara jarak sumur dengan TPA terhadap kadar COD air sumur

Berdasarkan Gambar 6, kadar COD pada air sumur ke 1 yaitu sebesar 24,7 mg/L dan pada air sumur ke 2 mengalami penurunan menjadi 21 mg/L. Selanjutnya mengalami penurunan pada air sumur ke 3 menjadi 18 mg/L pada lokasi sumur 4 mengalami penurunan menjadi 13,6 mg/L kemudian mengalami peningkatan pada lokasi sumur no 5 menjadi 22,1 mg/L. Lokasi sumur 6 dan lokasi sumur 7 mengalami penurunan konsentrasi sebesar 12,1 mg/L dan 8,4 mg/L selanjutnya mengalami peningkatan pada sumur 8

24,7 21

18

13,6

22,1

12,1 8,4

14,7

10,6

0 5 10 15 20 25 30

103 150 177 181 324 350 364 497 695

Kadar COD air sumur (mg/l)

Jarak sumur dengan TPA (m)

(8)

4091

sebesar 14,7 mg/L selanjutnya pada sumur no. 9 mengalami penurunan menjadi 10,6 mg/L. Kadar COD pada air sumur ke 5 mengalami kenaikan yang cukup tinggi dikarenakan lokasi sumurnya dekat dengan kandang sapi milik warga sehingga kotoran sapi dapat mempengaruhi kualitas air sumur dengan cara terinfiltrasi ke dalam tanah dengan bantuan air hujan sehingga akan menyebabkan nilai COD tinggi.

Tingginya kadar COD pada air sumur lokasi 8 & 9 disebabkan karena air sumur tersebut masih digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Untuk mengetahui hubungan antara jarak dan TPA bagi kadar COD sumur warga sekitar TPA Sukosari, maka dilakukan analisis regresi linear menggunakan softwere SPSS. Adapun hasil output SPSS tercantum di Tabel 5.

Tabel 5. Korelasi antara jarak sumur dan TPA terhadap kadar COD air sumur

COD Jarak sumur

Pearson Correlation

COD 1.000 -.628

Jarak sumur -.628 1.000

Sig. (1-tailed) COD . .035

Jarak sumur .035 .

N COD 9 9

Jarak sumur 9 9

Sumber: Data penelitian (2021)

Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa hubungan jarak TPA dengan sumur terhadap nilai COD air sumur sekitar TPA Sukosari adalah sebesar -0,628. Artinya jarak antara sumur dengan TPA terhadap kadar BOD air sumur memiliki hubungan yang sangat erat dan negatif serta signifikan. Jadi jika jarak antara sumur dengan TPA semakin jauh maka kadar COD air sumur semakin menurun.

Pemetaan sebaran pH, BOD, COD air sumur warga sekitar TPA Sukosari a. Pemetaan sebaran pH air sumur warga sekitar TPA Sukosari

Hasil pengukuran pH pada 9 titik lokasi sampel sumur di sekitar TPA Sukosari yang telah didapat kemudian dilakukan pemetaan sebaran pH dengan metode interpolasi menggunakan Kriging Exponential dan IDW serta software Arcgis, seperti tercantum di Gambar 7.

Gambar 7. Peta persebaran pH air sumur di sekitar TPA Sukosari Sumber: Data penelitian (2021)

(9)

4092

Dari Gambar 7, TPA Sukosari yang memiliki tanah berjenis latosol coklat kemerahan yang memiliki nilai permeabilitas sebesar 10-6 – 10-9 cm/detik sehingga cukup baik untuk melindungi air tanah karena memiliki kategori sangat lambat. Nilai pH sesuai baku mutu untuk semua sumur yang diteliti, sehingga pada peta persebaran pH air sumur dekat TPA Sukosari wilayah tersebut terdiri 10 skala dengan dibedakan dengan 10 warna berbeda pada peta yang semua memiliki interval nilai pH berbeda-beda. Hasil luaran peta persebaran pH air sumur di sekitar TPA Sukosari tersebut, secara umum jika jarak sumur penduduk dan TPA Sukosari semakin jauh menyebabkan pH meningkat atau mendekati baku mutu, dan semakin dekat dengan TPA maka nilai pH semakin rendah atau bersifat asam.

b. Pemetaan sebaran BOD air sumur warga sekitar TPA Sukosari

Data hasil analisis konsentrasi BOD di 9 sumur sekitar TPA Sukosari yang telah didapat kemudian dilakukan pemetaan sebaran BOD dengan metode interpolasi menggunakan Kriging Exponential dan IDW serta software Arcgis, seperti tersaji di Gambar 8. Peta persebaran BOD pada air sumur di sekitar TPA Sukosari ternyata memiliki 2 zona warna yaitu zona warna kuning dan warna merah. Zona warna kuning menandakan kualitas air sumur yang memenuhi standar baku menurut PP nomor 82 tahun 2001, sedangkan untuk zona warna merah memiliki kualitas air sumur yang tidak memenuhi standar baku tersebut yaitu sebesar 2 mg/L.

Hasil luaran peta persebaran BOD air sumur di sekitar TPA Sukosari tersebut, secara umum semakin jauh jarak antara sumur penduduk dengan TPA Sukosari maka n kadar BOD semakin rendah, dan semakin dekat dengan TPA maka kadar BOD semakin tinggi. Hanya pada sumur ke 5 mengalami kenaikan kadar BOD yang cukup tinggi dikarenakan lokasi sumur yang dekat dengan kandang sapi milik.

Gambar 8. Peta persebaran BOD air sumur sekitar TPA Sukosari Sumber: Data penelitian (2021)

c. Pemetaan sebaran COD air sumur warga di sekitar TPA Sukosari

Data hasil pemeriksaan konsentrasi COD terhadap 9 sumur sekitar TPA Sukosari yang telah didapat kemudian dilakukan pemetaan sebaran COD dengan metode interpolasi menggunakan Kriging Exponential dan IDW serta software Arcgis, seperti tersaji di Gambar 9. Peta persebaran COD pada sumur di sekitar TPA Sukosari tersebut memiliki 10 zona. Hanya 1 zona warna putih yang menandakan kadar COD air sumur yang memenuhi standar baku menurut PP nomor 82 Tahun 2001, sedangkan untuk 9 zona warna lainya memiliki kadar COD yang tidak memenuhi standar baku tersebut yaitu sebesar 10 mg/L.

Hasil luaran peta persebaran COD air sumur di sekitar TPA Sukosari tersebut, secara umum semakin jauh jarak antara sumur penduduk dengan TPA Sukosari maka kadar COD semakin rendah, dan semakin dekat dengan TPA maka kadar COD semakin tinggi. Kadar COD pada sumur ke 5 mengalami kenaikan yang cukup tinggi dikarenakan lokasi sumur dekat dengan kandang sapi milik warga.

(10)

4093

Gambar 9. Peta persebaran COD air sumur sekitar TPA Sukosari Sumber: Data penelitian (2021)

4. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa kualitas air sumur warga sekitar TPA Sukosari sudah tercemar oleh air lindi. Hal ini disebabkan karena nilai pH di atas standar baku kelas 1, hanya air sumur yang ke 6,7,8 dan 9 yang nilai parameter BOD sesuai dan untuk nilai parameter COD hanya sumur ke 7 yang sesuai. Selain itu terdapat korelasi positif dan signifikan dengan nilai korelasi 0,911antara air lindi TPA Sukosari dengan kualitas air sumur penduduk sekitar TPA untuk parameter pH. Sedangkan untuk parameter BOD dan COD memiliki korelasi negatif dan signifikan dengan nilai korelasi -0,657 untuk BOD dan -0,628 untuk COD.

Pemetaan sebaran pH, COD dan BOD air sumur penduduk sekitar TPA Sukosari merupakan interpolasi dengan menggunakan Kriging Exponential dan IDW serta software Arcgis

5. Saran

Agar air sumur warga sekitar TPA Sukosari tidak tercemar air lindi, m a k a drainase air lindi serta sistem pengolahan air lindi perlu diperbaiki. Untuk saat ini masyarakat di sekitar TPA Sukosari sebaiknya menggunakan sumber air yang lain seperti air PDAM. Perlu dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar TPA Sukosari tentang kualitas air sumur akibat sebaran air lindi dan bahayanya apabila dikonsumsi.

6. Daftar Pustaka

[1] Aljaradin, M. Persson, KM. “Environmental Impact of Municipal Solid Waste Landfills in Semi- Arid Climates - Case Study Jordan,” Open Waste Manag. Journal., vol. 5, pp. 28–37, 2012.

[2] Asdak, C. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Air Sungai, Edisi Revisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010.

[3] Rodriguez, J., Heo J., and Kim, KH. “The Impact of Hydraulic Fracturing on Groundwater Quality in the Permian Basin, West Texas, USA,” Water, vol. 12, no. 3, pp. 1–16, 2020.

[4] Prihastini, L. “Dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Winongo terhadap Kualitas Lingkungan Hidup,” Jurnal. Penelitian Kesehatan Suara Forikes, vol. 2, no. 1, pp. 6–15, 2011.

[5] Fitri LH., Sembiring, E. “Assessment Of Groundwater Contamination By Leachate Around Supit Urang Landfill, Malang,” Jurnal Teknik Lingkungan ITB, vol. 23, no. 1, pp. 41–50, 2017.

[6] Alslaibi TM., Mogheir Yunes K., “Assesment of Gro Afifi, S. undwater Quality Due to Municipal Solid Waste Landfills Leachate,” Journal of Environmental Science and Technology., vol. 4, no. 4, pp. 419–436, 2011.

[7] Badan Standarisasi Nasional, SNI 6989-58-2008 tentang metode pengambilan air tanah / air sumur galian,. 2008.

[8] Badan Standardisasi Nasional, SNI 6989.11-2009 tentang metode pengujian pH, 2009.

[9] Badan Standardisasi Nasional, SNI 6989.72-2009 tentang metode pengujian BOD. 2009.

(11)

4094

[10] Badan Standardisasi Nasional, SNI 6989.2-2009 tentang metode pengujian COD. 2009.

[11] Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

[12] Santoso, S. Menguasai SPSS 21 di Era Informasi. PT Elex Media Komputindo Jakarta, 2013.

[13] Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 tentang baku mutu lindi bagi usaha dan/atau kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah.

[14] Mojiri, A., Zhou, JL., Ratnaweera, H., Ohashi, A., Ozaki, N., Kindaichi, Asakura, H. “Treatment of landfill leachate with different techniques: an overview,” Journal of Water Reuse and Desalination., vol. 11, no. 1, pp. 66–96, 2021.

[15] Stanley E Manahan, Environmental Chemistry, Ninth Edit. Boca Raton CRC Press, 2010.

Referensi

Dokumen terkait

1) Dalam air sumur warga sekitar TPA Piyungan terbukti terkandung logam berat, baik yang masih dibawah angka baku mutu dan masih ada yang melebihi angka baku mutu. 2) Aliran air

Graphic of Supporting Staff’s Understanding on the Number of Credits of the MBKM Policy The understanding of the supporting staffs in Universitas Islam Malang about the MBKM policy is