• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Semiotik Terorisme pada Film Hotel Mumbai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Semiotik Terorisme pada Film Hotel Mumbai"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Makna Konotatif Banteng mempunyai dendam pribadi terhadap orang-orang yang terlibat dalam perang di Afganistan. Makna denotatif politik sebagai faktor maraknya terorisme dalam film ini adalah para pelaku teror mempunyai dendam pribadi terhadap orang-orang yang terlibat dalam konflik Afghanistan.

KAJIAN PUSTAKA

Terorisme

Sudianto menjelaskan dalam Jurnalnya (Jihad dan Terorisme dari Pandangan Islam, hal: 63 & 72-73) bahwa teroris secara bahasa adalah pembuat onar, orang yang melakukan aksi teroris. Penyebaran berita yang memuat pesan-pesan teroris menunjukkan betapa pentingnya peran media dalam mendukung aksi teroris.

Pesan Moral

Agar pesan yang ingin disampaikan dapat memenuhi harapan, maka pesan yang ingin disampaikan harus memenuhi syarat, yaitu: pesan harus terencana dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan orang yang dituju, pesan menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak. pesta, dan pesannya. harus memenuhi kepentingan dan kebutuhan pribadi penerima serta menciptakan kepuasan (Pradana, R, 2018, hal: 55-56). Pembahasan pesan dalam komunikasi tidak lepas dari simbol dan kode, karena pesan yang disampaikan terdiri dari simbol dan kode. Dalam bahasa Indonesia, kata moral berarti sesuai dengan gagasan umum dan diterima mengenai tindakan manusia yang baik dan wajar serta sesuai dengan ukuran umum tindakan dalam pandangan suatu entitas sosial atau lingkungan tertentu.

Singkatnya, moral mengajarkan bagaimana seharusnya manusia hidup, dengan menjadikan moral sebagai ukuran baik buruknya suatu nilai atau layak tidaknya suatu tindakan dalam tatanan sosial. Pesan moral berisi pelajaran hidup yang didapat dari suatu peristiwa, pengalaman atau film yang ditonton. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pesan moral adalah suatu nilai yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan melalui proses komunikasi baik dengan menggunakan kode-kode verbal maupun nonverbal.

Pesan moral adalah nilai-nilai yang dianut suatu kelompok dan dianggap baik dan buruk, pantas dan tidak pantas (Pradana, R, 2018, hal: 58-63).

Semiotika

Konsep dasar ini menghubungkan sekumpulan teori yang berkaitan dengan simbol, bahasa, wacana, dan bentuk nonverbal dengan teori yang menjelaskan bagaimana tanda berhubungan dengan maknanya dan bagaimana tanda distrukturkan. Pembacalah yang menghubungkan tanda dengan apa yang dimaksud sesuai dengan konvensi dalam sistem bahasa yang bersangkutan. Lebih khusus lagi, semiotika adalah suatu disiplin ilmu yang mengkaji segala bentuk komunikasi yang terjadi melalui tanda-tanda dan didasarkan pada sistem tanda.

Penanda ialah bunyi yang bermakna atau goresan yang bermakna, jadi penanda ialah aspek material bahasa, iaitu apa yang diucapkan atau didengar dan apa yang ditulis dan dibaca. Manakala tanda ialah gambaran mental, pemikiran atau konsep, maka tanda ialah aspek mental bahasa (Sobur, 2016, hlm: 46). Teori rujukan (reference theory), menurut Alston dalam (Sobur, 2016, h teori rujukan ialah sejenis teori makna yang mengenali atau mengenal pasti makna sesuatu ungkapan dengan apa yang dirujuknya atau dengan hubungan rujukan.

Tidak mungkin muncul perkumpulan lain, karena bagi yang pernah melihat sungai sangat mudah memahami apa yang dimaksud dengan sungai.

Gambar 2.1. Peta Tanda Roland Barthes  1.  Signifier
Gambar 2.1. Peta Tanda Roland Barthes 1. Signifier

Kerangka Pikir

Misalnya ada yang bilang sungai, maka yang dimaksud dengan simbol ini adalah daratan yang berlubang-lubang lebar dan panjang yang dilalui air dari hulu menuju danau atau laut. Dalam perkembangannya, terorisme lahir dari pemahaman doktrin agama yang sempit, sehingga berujung pada terbunuhnya orang-orang yang tidak bersalah. Dalam film Hotel Mumbai tidak hanya menceritakan aksi teroris yang dilakukan sekelompok pemuda selama 60 jam di beberapa lokasi di Mumbai, namun juga terdapat aksi heroik dan dedikasi yang dilakukan untuk bertahan hidup.

Akibat kejadian tersebut, hubungan India dan Pakistan memanas dan citra Islam menjadi buruk sehingga berujung pada berkembangnya Islamofobia di negara tersebut. Film ini menunjukkan bagaimana ideologi, politik dan ekonomi menjadi alasan untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Berdasarkan pendapat di atas, peneliti menggunakan semiotika Roland Barthes tentang cara kerja tanda untuk menganalisis terorisme dalam film Hotel Mumbai.

Dengan menggunakan konsep tanda Roland Barthes di atas diharapkan kita mampu menganalisis aksi teroris dan pesan moral yang tersembunyi dalam dialog atau adegan film Hotel Mumbai.

Gambar 2.2. Kerangka Pikir
Gambar 2.2. Kerangka Pikir

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus Penelitian

Signified Dalam adegan ini kita melihat dua orang pemuda saling tembak dengan orang-orang berpakaian serba hitam. Aksi teror yang ditampilkan dalam film ini dilakukan oleh beberapa pemuda yang diprovokasi atas nama Islam oleh seseorang yang menaruh dendam terhadap orang-orang yang terlibat konflik di berbagai negara Islam, seperti Afghanistan. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan pribadi dengan menyisipkan ajaran agama palsu sebagai alasan untuk membela atau lebih dikenal dengan agama.

Film ini menunjukkan bahwa konflik di Afghanistan mendorong para teroris untuk membalas dendam kepada pihak-pihak yang terlibat konflik, seperti Amerika Serikat. Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah sebagian besar prasangka (prasangka), karena sebagian di antaranya adalah dosa. Konotasinya adalah agama dijadikan oleh mereka yang berkepentingan sebagai alasan untuk melegalkan tindakan teror, karena agama merupakan hal yang sangat sensitif. masalah untuk didiskusikan.

Di era saat ini, orang-orang yang dianggap teroris oleh AS adalah orang-orang terpelajar dan kaya raya.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Tipe Penelitian

Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan dan merangkum berbagai kondisi dan situasi yang muncul dalam film Hotel Mumbai sebagai objek penelitian. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman mengenai perilaku tidak wajar, dalam hal ini tindakan menyakiti dan menyerang orang yang tidak bersalah dengan menggunakan kekerasan.

Sumber Data

Informan Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara, dalam hal ini peneliti menggunakan wawancara mendalam, yang bertujuan untuk mencari informasi secara terstruktur dan terarah agar dapat menghasilkan informasi yang lebih mendalam.

Teknik Analisis Data

Pengabsahan Data

Berdasarkan dialog tersebut, konotasi yang ingin disampaikan adalah para teroris melakukan aksi tersebut sebagai bentuk balas dendam terhadap orang-orang yang mereka anggap musuh karena tidak menyuarakan pendapatnya, dengan keyakinan bahwa tindakan tersebut adalah hal yang benar untuk dilakukan. Makna Konotatif Berdasarkan adegan tersebut, makna konotatif dari penggunaan media oleh teroris adalah teroris ingin menunjukkan eksistensi dan kekuasaannya kepada publik serta berusaha mendapatkan rasa hormat dan simpati dari orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sama. Mereka meyakini bahwa pemerintah adalah orang-orang yang kafir dan meninggalkan Islam, merugikan dan menganiaya mereka, karena mereka mengambil hukum selain yang diturunkan Allah.

Berdasarkan adegan tersebut, penggunaan media yang dilakukan oleh teroris adalah teroris ingin menunjukkan eksistensi dan kekuasaannya kepada publik serta berusaha mendapatkan rasa hormat dan simpati dari orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sama. Artinya, aksi teroris yang dilakukan oleh kelompok umat Islam tidak hanya berdampak pada umat Islam, namun juga masyarakat yang menggunakan simbol-simbol tertentu yang merujuk pada Islam. Bahwa setiap aksi terorisme tidak ada kaitannya dengan agama, namun oknum-oknum yang memiliki kepentingan tertentulah yang memanfaatkan ketidakpahaman seseorang terhadap agama.

Makna konotatifnya, Islamofobia tidak hanya merugikan umat Islam saja, orang-orang yang menggunakan simbol-simbol yang dianggap mewakili Islam juga bisa menjadi korban dari orang-orang yang mengalami Islamofobia itu sendiri.

Tabel 4.1. Daftar Aktor Film Hotel Mumbai  AKTOR
Tabel 4.1. Daftar Aktor Film Hotel Mumbai AKTOR

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Makna Denotatif dan Konotatif Terorisme pada Film Hotel Mumbai

Makna Konotatif Makna konotatif yang ingin penulis tunjukkan dalam film ini adalah bahwa para teroris dihasut oleh seseorang bernama Bull untuk melakukan aksi teroris sebagai bentuk balas dendam yang dilakukan oleh orang-orang kafir yang dalam pandangan mereka adalah orang Amerika dan Inggris, yang membuat umat Islam mengalami keterbelakangan. Kesalahpahaman terhadap makna jihad inilah yang mendorong orang melakukan aksi bom bunuh diri. Alhasil, para pemuda Muslim ini mempunyai pemahaman bahwa Islam membenci non-Muslim, sehingga mereka harus berjihad dengan membunuh mereka.

Syekh Zaid bin Muhammad bin Hady Al-Madkhaly menyatakan bahwa orang yang ekstrim dalam menilai terorisme adalah mereka yang terpengaruh oleh aturan rahasia kelompok tertentu untuk menentang semua pemerintahan di dunia Islam. Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika ada orang jahat yang datang kepadamu membawa kabar, selidikilah baik-baik, agar kamu tidak menimbulkan bencana pada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang akan membuatmu menyesali perbuatanmu.” Makna denotatif dari dampak terorisme yang ditampilkan dalam film ini adalah Islamophobia atau ketakutan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Islam.

Film ini juga mengajarkan kita untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang lain, itulah makna denotatif yang ditampilkan. Faktanya, para teroris ini, orang-orang di abad 19 dan 20, memiliki gerakan Islam yang mengatakan kita harus mengembalikan kejayaan Islam yang dulu, hanya saja gerakan teroris radikal menganggap gerakan ini salah. Nah, orang-orang seperti itu juga bisa terkena Islamophobia, karena cara pandang masyarakat Islam itu seperti itu, dan ujung-ujungnya misalnya mau masuk pelayanan publik, bisa jadi korban, karena mengira kamu berpakaian. . jilbab, misalnya, dan secara otomatis.

Tabel 4.3. Analisis Bentuk Tindakan Terorisme (Adegan Pilihan 1)
Tabel 4.3. Analisis Bentuk Tindakan Terorisme (Adegan Pilihan 1)

Makna Denotatif dan Konotatif Pesan Moral Film Hotel Mumbai

PENUTUP

Saran

Secara keseluruhan, film Hotel Mumbai berhasil menggambarkan dan mendramatisasi kisah nyata serangan teroris dari sudut pandang para korban. Kerangka siapa teroris dan sebagainya, baik di masa lalu maupun masa sekarang, diciptakan oleh siapa yang berkuasa pada saat itu, oleh karena itu jika kita melihatnya. Yang terjadi pada 9/11 kenapa muncul konstruksi sosial terorisme dan Islam karena masyarakat kemudian terkait dengan siapa/kelompok mana yang menunggangi momen itu, lalu.

Nah muncullah kedua organisasi ini, Organisasi Ihwan Al.Muslimin yang saat itu sukses di Mesir, sebelumnya organisasi ini hanya bergerak dibidang sosial saja. Akhirnya pada pemilu, partai ini menang di Mesir dan menjadi salah satu penguasa. Dampaknya tentu saja masuk ke ranah sosial budaya, dari sisi pelaku pasti akan dikucilkan, namun dari sisi korban pasti akan menimbulkan trauma psikologis yang panjang dan mendalam, yang ada dua kemungkinannya, mereka bisa menahan rasa sakit dengan menjadi balas dendam, namun bisa juga ada orang yang bisa melakukan hal tersebut.

Isu Islamophobia “Sebenarnya semua orang bisa dirugikan dengan isu Islamophobia, karena saat ini cara pandang masyarakat adalah sebuah simbol, sehingga terkadang orang yang beragama Kristen berhijab, menjaga janggut, dan sebagainya. Film ini memang berdasarkan kisah nyata, tapi kita kesampingkan dulu, mari kita lihat konteks filmnya, narasi yang ingin disampaikan sesuai dengan maksud awal penulis, yang jelas pesannya adalah sampai mereka mendapat untung, itulah Memang, meski film ini diangkat dari kisah nyata, namun ketika masuk ke dunia perfilman orientasinya adalah mencari keuntungan.

Gambar

Gambar 2.1. Peta Tanda Roland Barthes  1.  Signifier
Gambar 2.2. Kerangka Pikir
Tabel 3.1. Informan Pendukung
Tabel 4.1. Daftar Aktor Film Hotel Mumbai  AKTOR
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jurnal Ilmu Hukum REUSAM: Volume 10 Nomor 2 (November 2022) | 221 Pemahaman yang cukup komprehensif tentang makna kekerasan seksual pernah dirumuskan oleh Komnas