• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Seni Musik Menurut Ziauddin Sardar dalam Reading The Qur’an

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Seni Musik Menurut Ziauddin Sardar dalam Reading The Qur’an"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Hal ini membuat penulis memilih tafsir Ziauddin Sardar dalam buku Membaca-Al-Qur'an untuk diteliti menggunakan teori hermeneutika Paul Ricoeur. Berdasarkan beberapa permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penulis tertarik untuk mengkajinya dengan membuat karya ilmiah berjudul “Seni Musik Menurut Ziauddin-Sardar-dalam-Membaca-Qur'an”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan pragmatis

Telaah Penelitian Terdahulu

Jurnal yang ditulis oleh Fahrul Husni berjudul “Hukum mendengarkan musik (kajian terhadap pendapat-pendapat fiqh syafi’iyah), Vol. Pada penelitian pertama yang fokus pembahasannya adalah pada aspek makna seni menurut para ahli, seni menurut terhadap Alquran, hadis, dan cara pandang seni menurut Islam.

Metode Penelitian

Berdasarkan sumber data yang diperoleh, penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa buku karya filosof muslim kontemporer Ziauddin-Sardar yang berjudul Membaca-Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan berbagai data yang berkaitan dengan seni musik kemudian mereduksinya dan menyajikannya sebagai bahan analisis.

Sistematika-pembahasan

Bab ketiga memuat berbagai data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain pembahasan biografi Ziauddin-Sardar, profil buku Membaca-Al-Qur'an, dan makna seni musik menurut Ziauddin-Sardar dalam buku - Membaca Alquran. Bab keempat berisi analisis hermeneutika Paul Ricoeur tentang makna seni musik menurut Ziauddin Sardar dalam buku Membaca Al-Qur'an dan pemutakhiran makna seni musik menurut Ziauddin Sardar untuk generasi milenial.

Pengertian-Seni

ف ِءۤاَم َّسلا ى َ

Musik dalam Islam

Awalnya metode seperti nasyid muncul karena sebagian ulama tidak membolehkan penggunaan alat musik selain perkusi. Kota Medina terkenal dengan penelitian seni musik dan nyanyian, yang mengarah pada penemuan notasi musik, atau yang terkait dengan pemberian angka dan huruf pada setiap suara. Alat-alat musik yang biasa dimainkan pada zaman Islam sangat beragam seperti seruling, terompet, gendang, gitar, rebab, dan lain-lain. 25 Nabi pernah memerintahkan Aisyah untuk mengirim gadis-gadis untuk menabuh duff atau genderang di pesta pernikahan kerabat Aisyah.

Dalam hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah membolehkan umatnya memainkan alat musik asalkan tidak mengandung maksiat, jauh dari kemunafikan, dan tidak menjadikan mereka melalaikan kewajiban beribadah kepada Allah (swt)26. Dalam masyarakat, seni musik mempunyai pengaruh yang sangat kuat, sehingga menyebabkan banyak peneliti mengamati perkembangan dunia musik, yang mengakibatkan munculnya berbagai pro dan kontra mengenai hukum musik itu sendiri. Dalam seni musik dan lagu Islam, hukum Islam memperhatikan penyanyi atau orang yang menyanyikan karya seni musik Islam.

Suara-suara yang dihasilkan tidak boleh dibuat-buat, karena penampilan para penyanyi musik religi dihadapan masyarakat umum mempunyai tujuan selain hiburan yaitu untuk menyampaikan pesan-pesan Islami.28.

Hermeneutika Paul Ricoeur

Paul Ricoeur menggagas gagasan hermeneutika ontologis kritis, yang dianggap mengungkapkan keunikan teori penafsirannya dari teori hermeneutika lainnya. Sementara itu, dalam bahasa tulis, Paul Ricoeur menilai teks mempunyai independensi penuh, yang ia cirikan dalam empat hal. Dalam hal ini yang dimaksud dengan rujukan dalam kata adalah apa yang dirujuk oleh penutur ketika ia menerapkan perkataannya pada kenyataan.

Paul Ricoeur membuat asumsi berdasarkan asumsi adanya suatu hal yang dapat diidentifikasi, sehingga sesuatu tersebut harus layak untuk dapat diidentifikasi. Paul Ricoeur menerapkan kondisi ontologis pada ekspresi linguistik karena ekspresi tersebut harus mengatakan sesuatu terlebih dahulu. Meski demikian, Paul Ricoeur berpendapat bahwa dalam deskripsi ia mengungkapkan atau menganalisis pernyataan dan makna, dalam pemahaman Paul Ricoeur ia memperluas beberapa bagian mata rantai makna dalam seni sintesis dan kutipan secara keseluruhan.

Paul Ricoeur ingin menggambarkan dialektika ini, yaitu pertama sebagai pergerakan dari pemahaman ke penjelasan, kemudian dari penjelasan ke perluasan (makna).

Biografi penulis

BIOGRAFI, PROFIL DAN MAKNA MUSIK DALAM KITAB BACAAN AL-QUR'AN.. Pemberontakan Boxer di Tiongkok dan nama keluarga diubah dari Durrani menjadi Sardar.. a) Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan Ziauddin Sardar. Pada tahun 1968, ia mencoba merekrutnya ke dalam kampanye anti-imigrannya, dengan mengklaim bahwa menulis tentang seorang imigran Muslim Pakistan untuk majalah New Times miliknya akan menghilangkan tuduhan rasisme terhadapnya. Juga pada tahun 1999, dia pindah ke City University London di London sebagai profesor tamu studi pascakolonial.

Karya online Sardar mencakup proyek selama setahun untuk Guardian, 'Blogging the Qur'an', yang diterbitkan pada tahun 2008. Pada tahun 2009, Sardar meluncurkan kembali Institut Muslim yang sudah tidak beroperasi sebagai masyarakat terpelajar yang mendukung dan mendorong pertumbuhan pemikiran, pengetahuan, penelitian, kreativitas dan debat terbuka dan menjadi ketua Muslim Institute Trust yang direorganisasi. Pada tahun 2014, Sardar meluncurkan kembali Pusat Studi Kebijakan dan Masa Depan di Universitas East-West sebagai Pusat Studi Masa Depan dan Kebijakan Postnormal Diarsipkan 25 Juli 2014 di Archive.today, dengan fokus yang lebih tajam pada karya terbarunya di Postnormal Times.

Ia telah menerbitkan dua buku terkenal tentang kota ini: Konsumsi Kuala Lumpur (2000) dan Mekah: Kota Suci, yang memenangkan hadiah pertama di Festival Sastra Lahore 2014 dan Penghargaan Ramnath Goenka untuk Keunggulan dalam Jurnalisme untuk karya non-fiksi. buku.

Profil Buku Reading The Qur’an

Buku terbarunya Membaca Al-Qur'an menyajikan pembacaan teks suci Islam yang humanistik dan pluralistik. Buku Bacaan Al-Qur'an merupakan satu-satunya buku karya Zianuddin Sardar yang membahas tentang tafsir Al-Qur'an yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh Oxford University Press dan berjumlah 393 halaman. Hal itu harus dilihat dalam konteks kehidupan Nabi Muhammad SAW, peristiwa apa saja yang menimpanya dan peristiwa apa saja yang diulas Al-Qur’an.

Al-Qur'an hanya dapat ditafsirkan menurut pemahaman masa kini, sehingga sesuai dengan konteks sosial dan budaya. Dengan melihat konsep dasar dan tema tersebut maka dapat disimpulkan pesan universal yang terkandung dalam Al-Qur’an. Ziauddin Sardar membangun salah satu karyanya untuk memahami makna Al-Quran pada abad sekarang dan sebelumnya.

Sebagai kitab suci yang dijadikan panduan, al-Quran sentiasa memberi perhatian terhadap pelbagai masalah yang terdapat dalam kehidupan umat Islam.

Makna Seni Musik Menurut Ziauddin Sardar dalam Buku Reading The Qur’an

Kaji al-Quran dalam konteksnya dan kemudian sesuaikan dengan siri teks al-Quran tanpa prejudis. Nabi Muhammad mengikuti Daud dan diketahui telah memainkan muzik di kedua-dua majlis perkahwinan baginda dan anak perempuannya. Tidak mungkin sebaliknya sebagai umat Islam kita sentiasa mendengar Al-Quran, yang dimensi estetikanya dizahirkan melalui suara—melalui bacaan.

Ornamen melodi maupun vokal tersaji indah dalam bacaan Al-Qur'an; dan, dalam bentuk yang lebih kecil pada adzan, adzan.. 51 . selalu dikelilingi oleh musik sakral. Banyak filsuf besar Islam, termasuk al-Kini, al-Farabi dan ibn-Sina banyak menulis tentang teori musik dan mendorong praktiknya. Dalam seni kreatif, seperti dalam segala hal lainnya, pesan keseluruhan Al-Quran adalah keseimbangan dan moderasi.

Keindahan estetis dan reflektif bukanlah sesuatu yang harus dibatasi pada benda-benda langka yang kita sebut 'seni'.48.

Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur Terhadap Seni Musik dalam Buku Reading The Qur’an

  • Al-Qur’an Tidak Menyebutkan Seni Musik Secara Spesifik
  • Representasi Ayat Tentang Musik Menurut Ziauddin Sardar

Namun mengingat Al-Qur'an adalah landasan Islam, maka tidak mengherankan jika semangat kreatif masyarakat Muslim muncul dan bertumpu pada teks suci tersebut. Seni Islam secara keseluruhan adalah seni Alquran: sebuah ekspresi estetika yang memperoleh landasan dan motivasinya, mencari tujuan dan implementasinya, dari Alquran. Al-Qur'an tidak secara langsung merujuk pada musik; tapi kami menemukan penyebutan tidak langsung dalam musik.

Al-Qur'an tidak secara langsung merujuk pada musik; tapi kami menemukan penyebutan musik secara tidak langsung. Dalam seni kreatif, seperti dalam segala hal lainnya, pesan umum Al-Qur'an adalah keseimbangan dan moderasi. Pada kalimat tabel nomor 1, Sardar menyatakan bahwa Al-Quran tidak secara spesifik menyebutkan seni dan musik.

Sardar mengatakan bahwa penafsiran ini adalah berseluncur di atas es tipis dan menurutnya ayat pertama (31:6) mengacu pada orang-orang yang mengejek Al-Qur'an dengan permainan kata-kata.

Pernyataan Sardar pada kalimat pada tabel nomor 3 menunjukkan seni musik pada zaman Nabi Muhammad SAW, yang mengikuti Nabi Daud AS dan dikenal memainkan musik di pesta pernikahan dirinya dan putrinya. Dalam kehidupan masyarakatnya, musik sakral yang diperdengarkan setiap hari berupa adzan dan lantunan ayat suci Al-Qur'an memberikan dampak emosional yang mendalam. Hukum bermain musik dan mendengarkannya tidak disebutkan dalam Al-Qur'an, namun pernyataan Sardar di atas menunjukkan bahwa ada seorang redaksi hadis yang menjelaskan tentang praktisi seni musik.

Alat musik yang dimainkan pada masa Rasulullah SAW disebut duff atau kendang dan dimainkan dengan cara dipukul. 58 Edwina Sukmasari Yunus, Scoping Review: Pengaruh Mendengarkan Murottal Al-Qur'an Terhadap Tingkat Stres Pada Orang Dewasa, Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains (Jiks), Vol. Kedua pandangan Ziauddin Sardar di atas memberikan penguatan mengenai hukum memainkan alat musik yang tidak dijelaskan secara spesifik dalam Al-Qur'an.

Sardar menegaskan, seni musik, khususnya musik sakral, tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat Islam; setiap hari diperdengarkan dengan suara adzan dan juga bacaan Al Quran yang memberikan dampak emosional yang mendalam.

  • Tren Musik dan Kaitannya dengan Pernyataan Ziauddin Sardar Pada zaman modern seperti sekarang ini, dari kalangan remaja
  • Musik Merupakan Bagian dari Dakwah
  • Pandangan Ulama terhadap Musik Dipengaruhi oleh Perbedaan Fiqih
  • Musik Adalah Keindahan yang Lebih Dekat dengan Kebaikan

Sejarah ini mungkin relevan dengan musik yang berkembang di masa sekarang, seperti yang terdapat pada lirik lagu Islami Maher Zain yang salah satunya diramu dengan musik yang berisi pesan-pesan dakwah yang diambil dari beberapa firman Allah SWT, kitab suci Al-Quran dan dari cerita kehidupan penyanyi itu sendiri. Tren musik yang berkembang di masyarakat saat ini dapat dijawab seperti pernyataan Sardar yang cenderung mengagungkan seni musik dan tidak membatasi gerak seni musik atau bahkan menghentikannya seperti yang dikemukakan sebagian ulama klasik dan puritan. . . Penjelasan di atas memungkinkan kita untuk menyatakan latar belakang tren musik yang sedang terjadi di zaman sekarang sebagaimana adanya.

Dengan semakin maraknya tren musik yang terjadi saat ini khususnya di kalangan generasi muda, maka penting untuk menegaskan posisi musik sebagai media yang jika digunakan untuk maksiat atau beraktivitas maka akan sia-sia. Penyebab terjadinya perbedaan pendapat tentang musik yang terjadi dikalangan ulama adalah tidak adanya ketentuan khusus dalam Al-Qur’an, hadad>th maupun tempat berkumpulnya para ulama. Jika musik ditemukan digunakan untuk kegiatan yang mengandung unsur maksiat, hendaknya dianut dan diarahkan untuk memutar musik untuk tujuan dan manfaat yang baik.

Segala bentuk musik yang mendekatkan pada nilai-nilai luhur seperti kemanusiaan, perdamaian, cinta yang tulus, kesetiaan, dan lain-lain, disebut musik yang bagus.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Tafsir Al-Qur'an Kontemporer: Kajian Tafsir Tematik-Kontekstual Ziauddin Sardar, Al-Quds: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Hadits, Vol. Sebuah Tafsir Al-Qur'an oleh Ziauddin Sardar, Kemajuan Penelitian Ilmu Sosial, Pendidikan dan Humaniora (Assehr), Vol. Ilmu Keislaman Ziauddin Sardar dan Pentingnya Bagi PTKIN, Jurnal Akademik Prinsip dan Filsafat Islam, Vol.

Musik di Dunia Islam, Penelusuran Sejarah Musikologis, Tsaqafa: Jurnal Kajian Seni dan Budaya Islam, Vol.

Referensi

Dokumen terkait