PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Pokok permasalahan penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan apakah pengaruh pembelajaran al-Islam dan Kemuhammadiyahan memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku sosial siswa di SMP Muhammadiyah 12 Makassar.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kami berharap penelitian ini dapat menambah koleksi karya ilmiah dan khususnya menjadi bahan pertimbangan dan refleksi bagi para pemimpin dan simpatisan Muhammad. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan berupa informasi tentang sejarah muhammadiyah dan tokoh-tokoh muhammadiyah yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, sebagai sumbangan bagi para pengambil kebijakan pendidikan nasional, sehingga dalam upaya reformasi pendidikan mereka melakukan hal tersebut. tidak meninggalkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia. Dan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi para peneliti yang sudah ada khususnya yang telah mengkaji dampak pengajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan terhadap perilaku siswa.
Definisi Operasional
Begitu pula Sagala (2011:7) mengatakan bahwa pembelajaran adalah suatu proses belajar siswa dengan menggunakan prinsip-prinsip pedagogi dan teori-teori belajar yang menjadi penentu utama keberhasilan pendidikan. Kemuhammadiyahan adalah suatu sistem sebagai upaya memberikan pemahaman dan wawasan tentang organisasi Muhammadi, tujuan dan cita-cita muhammadiyah kepada kader, anggota dan simpatisan muhammadiyah. Muhammadiyah juga merupakan gerakan Islam yang bergerak dalam bidang dakwah dan peduli pada cara memajukan generasi muda yang bernuansa Islami.
Perilaku sosial merupakan suatu reaksi yang dihasilkan dari interaksi individu dengan lingkungannya dan didukung oleh faktor-faktor yang ada, yang diekspresikan dalam perasaan dan sikap terhadap benda atau ucapan serta seluruh anggota tubuh, baik gerakan sadar maupun tidak sadar. Senada dengan yang diungkapkan Rahmat dalam Azmi (2014), behaviorisme mengartikan bahwa perilaku sosial adalah hasil pengalaman dan tingkah laku.
KAJIAN PUSTAKA
Konsep Pembelajaran
Pembelajaran biasa artinya dikondisikan untuk mampu mendorong kreativitas anak secara menyeluruh, menjadikan siswa aktif. Pembelajaran yang dibuat secara sistematis selain memberikan dampak yang besar bagi pendidik atau guru, juga dapat menjadikan siswa lebih aktif dan dengan belajar maka pembelajaran dapat menjadi menyenangkan. Proses pembelajaran mencakup proses mental siswa secara maksimal, tidak hanya mendengarkan, mencatat, tetapi menuntut siswa aktif dalam berpikir.
Artinya jika guru menguasai materi pelajaran maka diharapkan pula menguasai materi metode pengajaran sesuai kebutuhan materi pelajaran yang mengacu pada prinsip pedagogi yaitu memahami karakteristik siswa. Dalam proses pembelajaran dikembangkan melalui pola pembelajaran yang menggambarkan kedudukan dan peran pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Al-Islam Kemuhammadiyahan
Sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar memungkinkan seluruh warga sekolah mengetahui sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di sekolah tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan, yaitu yang subjeknya adalah analisis sistem pengajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Penerapan sistem pengajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di sekolah ini juga ditonjolkan oleh guru mata pelajaran lainnya.
Salah satu dampak negatif yang muncul pada sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Guru mata pelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan menggunakan sistem pembelajaran yang baik pada mata pelajarannya.
Prilaku Sosial Siswa
Landasan Teori
- Teori pendidikan Progresif
- Teori Behavioristik
- Teori Struktural Fungsional
- Teori Tindakan Rasional
Kaitannya teori ini dengan judul penelitian adalah bahwa perilaku siswa dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Kaitannya dengan judul yang diangkat peneliti adalah guru dan siswa harus mencapai suatu sistem atau tujuan bersama yaitu terselesaikannya program wajib Al-Islam Kemuhammadiyahan dengan baik dan benar. Kaitannya dengan judul peneliti adalah seluruh unsur baik guru, Al-Islam Kemuhammadiyahan, kepala sekolah dan siswa saling mengatur hubungan antar bagian yang menjadi penyusunnya agar saling berhubungan dalam hubungan kerjasama yang baik.
Kaitannya pola laten dengan judul peneliti tersebut adalah seluruh unsur perlengkapan yang ada di sekolah harus saling menjaga atau menopang pola atau sistem norma yang mengatur kehidupan di masyarakat. Senada dengan judul Analisis Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyaan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar, dapat dikatakan bahwa diantara keempatnya, pengajarannya juga berdasarkan pengalaman siswa sehingga siswa mudah memahami materi.
Penelitian Relevan
Judul penelitiannya adalah “Peran Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Dalam Meningkatkan Perilaku Beragama Siswa SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji Jember”. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang mendukung keberhasilan peran pendidikan al-Islam dan Muhammadiyah serta peningkatan perilaku keagamaan peserta didik adalah dengan adanya sistem pendidikan yaitu uswah hasenah, sehingga peserta didik dapat berinteraksi antar peserta didik. . murid dan guru. Judul penelitiannya adalah “Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam pengajaran Al-Islam dan Muhamediyahan di sekolah menengah” dengan metode penelitian kualitatif dengan informan guru dan siswa yang diajar atau dijadikan sampel.
Hasil penelitian adalah: Pertama, nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terdiri dari keimanan, ibadah dan akhlak yang terkandung dalam mata pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Sumenep sudah diterapkan dengan baik dalam aspek kehidupan nyata. Dari ketiga penelitian yang relevan diatas maka peneliti mengangkat judul “Analisis Sistem Pembelajaran Kemuhammadiyahan Al-Islam di SMP Muhammadiyah 12 Makassar”. Peneliti mengangkat judul ini karena penelitian ini yang pertama membahas tentang keberagaman perilaku siswa, yang kedua. mendiskusikan.
Kerangka Pikir
Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan juga mempunyai dampak tersendiri bagi siswa yang belajar di SMP Muhammadiyah 12 Makassar, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari pembelajaran ini adalah siswa dapat memperoleh tambahan ilmu keislaman dari organisasi Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan sosial. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari ajaran tersebut adalah para pelajar terkadang tidak terlalu memperhatikan ajaran tersebut karena sebagian dari mereka bukan berasal dari ormas Muhammadiyah.
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian dan Subjek Penelitian
- Informan Penelitian
- Fokus penelitian
- Instrument Penelitian
- Jenis dan Sumber Data Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
Observasi langsung bertujuan mengumpulkan data awal untuk memberikan pengetahuan kepada peneliti mengenai Analisis sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. SMP Muhammadiyah 12 Makassar merupakan salah satu sekolah di bawah lembaga Muhammadiyah yang berusaha semaksimal mungkin menerapkan sistem pembelajaran yang baik khususnya pada mata pelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan. Menurut anda, sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan apa yang tepat diterapkan di sekolah ini?
Bagaimana peran anda di masyarakat setelah mengikuti pelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahn di SMP Muhammadiyah 12 Makassar.
GAMBARAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN
Letak Geografi
Kota Makassar mempunyai letak yang strategis karena berada di persimpangan jalur lalu lintas dari selatan dan utara di provinsi Sulawesi. Kota Makassar merupakan wilayah pesisir datar dengan kemiringan 0 – 5 derajat ke arah barat, diapit oleh dua muara yaitu Sungai Tallo yang mengalir ke bagian utara kota dan sungai Tallo. Luas wilayah Kota Maka kurang lebih 175,77 km2 daratan dan meliputi 11 pulau di Selat Makassar ditambah luas perairan kurang lebih 100 km2.
Amin (2018) menjelaskan lokasinya berada di Kecamatan Rappocini dan mengambil sampel dari 2 desa yang ada di Kecamatan Rappocini Kota Makassar yaitu Desa Ballaparang dan Desa Bontomakkio. Melihat luas wilayah Kecamatan Rappocini yaitu 9,23 km2 atau 923 ha, maka Kabupaten Rappocini membutuhkan 30% luas RTH yaitu 276,9 ha.
Keadaan sosial
Di situs sekolah ini terdapat 3 lembaga pendidikan dalam satu tempat yaitu SMA Muhammadiyah 9 Makassar, SMP Muhammadiyah 12 Makassar dan SD Perumnas. Terlihat saat dilakukan penelitian, warga sekolah dan warga disana masih menyambut baik. Peneliti merasakan kehidupan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar nyaman, hubungan kekerabatan sangat erat dan saling membantu.
Kondisi sosial sarana dan prasarana pendidikan umum di SMP Muhammadiyah 12 Makassar adalah sebagai berikut.
Keadaan Pendidikan
Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti, peneliti banyak menjelaskan tentang dampak positif pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Dari hasil observasi peneliti mengamati bahwa sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di sekolah sudah menggunakan sistem yang baik. Guru mata pelajaran juga mengatakan bahwa sistem pembelajaran Al-Islam sudah baik dan juga mendukung mata pelajaran lainnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sistem Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMP
Dimana data primer merupakan data yang diperoleh melalui observasi atau wawancara terhadap seluruh sekolah menengah muhammadiyah makassar. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data berupa catatan hasil wawancara langsung, rekaman dan foto atau gambar di lapangan, sehingga dapat lebih akurat memberikan data penelitian terkait. dengan Sistem Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. SMP Muhammadiyah 12 Makassar menerima siswa baru dengan melakukan tes seleksi dan yang lolos seleksi akan diterima menjadi siswa baru di SMP Muhammadiyah 12 Makassar.
Kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di SMP Muhammadiyah 12 Makassar dimulai dari kelas yang selalu diawali dengan pembacaan Al-Qur’an (Tadarrus) 5 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, serta di akhir kegiatan belajar mengajar. pelajaran. Jika kita berbicara tentang tujuan pendidikan, khususnya tujuan pendidikan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar, tentunya kita akan berbicara tentang visi dan misi SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Pada hasil observasi peneliti mengamati hal-hal terkait mengenai sistem pembelajaran SMP Muhammadiyah 12 Makassar menerapkan sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan yaitu mengkaji sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam setiap proses pembelajaran.
Seperti masuk sekolah pukul 07.15, tidak membawa senjata tajam, dan masih banyak aturan lain yang diberlakukan di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Selain asumsi yang diberikan oleh kepala sekolah dan guru mata pelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan, guru mata pelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan juga memberikan asumsinya mengenai sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan. “Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan sangat baik, karena dengan adanya pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di sekolah maka pengetahuan siswa tentang agama jauh lebih baik.”
Dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan terlihat bahwa pelaksanaan sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan juga harus sesuai dengan apa yang ada di RPP. Sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di sekolah saya sangat menarik karena guru menggunakan berbagai metode di kelas sehingga pembelajaran tidak membosankan. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa ajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan tidak hanya mengajarkan tentang agama dan Kemuhammadiyahan saja.
Dampak Sistem Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di
Dalam proses pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan terdapat beberapa aspek perubahan yang berdampak pada peserta didik. Salah satu hal yang dapat mendukung semua hal tersebut adalah dengan diterapkannya sistem pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan di sekolah dalam lingkungan lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan baik. Menurut Anda apa kelemahan pendidikan Al-Islam Kemuhammadiyahan dibandingkan dengan mata pelajaran dari pendidikan agama Islam?