ANALISIS SOTERIOLOGI: KESELAMATAN
PAPER TEOLOGI SISTEMATIKA
Dosen Pengampu : Dr. Riko Silaen Nama Mahasiswa : Doni Valentino
NIM : 228620046
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI EKUMENE JAKARTA 2022
KATA PENGANTAR
Segala Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada akhirnya paper yang penulis susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Teologi Sistematika yang penulis beri judul:
“Analisis SOTEOROLOGI: KESELAMATAN”, telah dapat diselesaikan.
paper ini disusun dengan mengacu pada beberapa sumber bacaan dan akses internet.
Tulisan ini sebagian besar hanyalah kutipan kutipan dari beberapa sumber sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Pustaka, dengan beberapa ulasan pribadi. Ulasan pribadi sifatnya hanyalah analisis dari beberapa kutipan yang berasal dari bahan bacaan. Tulisan yang amat sederhana ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya peran dan bantuan serta masukan dari berbagai pihak.
Penulis menyadari bahwa penulisan Paper ini jauh dari kata sempurna dan mungkin beberapa pandangan penulis sedikitnya belum teruji kebenarannya. Namun, harapan penulis semoga karya yang sederhana ini ada setitik manfaatnya, terutama untuk pribadi dan teman teman yang telah membaca Paper ini.
Jakarta Utara, 19 November 2023
Doni Valentino
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………
BAB 1 PENDAHULUAN……….
A. latar Belakang……….
B. Permasalahan ………
C. Tujuan………
BAB II PEMBAHASAN………
A. Pengertian Soteorologi ………
B. Teori keselamatan dalam sejarah gereja ……….
C. Penebusan Dalam Keselamatan………..
D. Panggilan Allah dalam Keselamatan ………..
E. Sekali selamat, tetap selamat ………..
F. Lahir baru: Pengalaman keselamatan………..
BAB III PENUTUP……….
A. Simpulan………..
B. Daftar Pustaka………
ANALISIS SOTERIOLOGI: KESELAMATAN
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara singkat soteriologi adalah cabang dari teologi dapat sebagai doktrin (ajaran) tentang keselamatan. Soteriologi merupakan gabungan dari dua kata Yunani yaitu “Soteria” dan kata “logos” yakni firman, perkataan, ajaran yang kemudian diartikan menjadi ilmu
“keselamatan ini sepenuhnya anugerah Allah.” keselamatan yang kita peroleh di dalam Yesus Kristus adalah semata mata karena anugerah. Karena Allah membuat kriteria atau syarat yang beraneka-ragam untuk memperoleh keselamatan, maka tidak seorangpun yang sanggup memenuhi syarat tersebut. Itulah sebabnya bahwa hanya oleh anugerah Allah saja sehingga kita diselamatkan melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Dalam sejarah gereja terdapat berbagai teori dan pemikiran mengenai keselamatan manusia. Mulai dari teori penebusan dosa, teori penebusan yang dikaitkan dengan perbuatan dosa dan pemikiran mengenai keselamatan manusia. Contohnya adalah pengorbanan Yesus dikayu Salib. “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat”(1 ptr. 1:18-19). Dalam era modern ini, banyak orang yang merasa dirinya selamat, namun tidak mencerminkan sifat diselamatkan. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari dengan tekun mengenai rencana keselamatan yang Tuhan berikan melalui Yesus Kristus, rencana keselamatan Allah merupakan rencana yang indah dan penting untuk dipahami, dalam rencana keselamatan ini Allah memilih, memanggil, membenarkan dan menulis setiap orang kristen.
Melalui penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik penebusan dalam keselamatan, panggilan Allah dalam keselamatan,lahir baru dan keselamatan yang tunggal dari Yesus dari Yesus Kristus. Kita tahu bahwa arti “keselamatan”di kalangan kristen banyak diperdebatkan, khususnya mengenai kontribusi manusia dalam mengusahakan
keselamatan, oleh sebab itu makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang soteriologi dan mengapa rencana keselamatan Allah sangat penting bagi kehidupan kita orang percaya, dengan demikian, kita dapat mengamalkan ajaran ajaran in dalam hidup kita sehari hari, serta membagikan kabar baik tentang keselamatan kepada orang lain.
B. Permasalahan
Menurut penulis rumusan masalah merupakan langkah awal yang penting untuk bisa memfokuskan dan mengarahkan, berikut adalah rumusan masalah dalam paper soteriologi:
1. Apa pengertian soteriologi?
2. Bagaimana teori keselamatan telah berkembang dalam sejarah gereja?
3. Apa yang dimaksud dengan penebusan dalam konteks keselamatan dan bagaimana peran Yesus kristus dalam penebusan tersebut?
4. Bagaimana panggilan Allah terkait dengan keselamatan manusia?
5. Bagaimana pengalaman keselamatan mempengaruhi seseorang dalam mengalami kelahiran baru?
6. Bagaimana rencana keselamatan Allah melalui Yesus kristus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari orang percaya?
C. Tujuan
1. Untuk memahami konsep dan pengertian soteriologi
2. Untuk menjelaskan perkembangan teori keselamatan dalam sejarah gereja
3. Untuk memahami konsep penebusan dalam konteks keselamatan dan menganalisis peran Yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia
4. Untuk menggali pengalaman keselamatan sebagai pengalaman kelahiran baru
5. Untuk menerapkan rencana keselamatan Allah melalui Yesus Kristus dalam kehidupan sehari hari orang percaya.
II. PEMBAHASAN A. Pengertian Soteriologi
Kata soteriologi berasal dari Bahasa Yunani “soteria” yang berarti keselamatan. Kata soteria berasal dari kata “soter” yang artinya juruselamat. Soteriologi adalah doktrin atau pengajaran tentang keselamatan yang dilakukan oleh Allah dalam dan melalui Yesus Kristus.
Disebut rencana keselamatan karena segala sesuatu yang berkaitan dengan karya keselamatan, sudah dirancang bahkan ditetapkan oleh Allah jauh sebelum manusia diciptakan. Rencana dan keputusan Allah mengutus Yesus sebagai penebus dosa.
Diselamatkan adalah menunjukkan seseorang terlepas dari tempat kejatuhannya kembali kedudukan semula, atau seseorang terlepas dari kuasa maut lalu mendapatkan hidup, atau seseorang terlepas dari kedudukannya yang bermusuhan dengan Allah dan mendapatkan kedudukan yang berdamai, atau seseorang terlepas dari kedudukannya sebagai hamba dan mendapat kedudukan sebagai anak. Seseorang dapat diselamatkan atau tidak semuanya tergantung pada sikap pengenalan dan kepercayaannya terhadap juruselamat, selain itu dia juga harus mengenal dengan jelas keadaan nya sendiri serta ketidakmampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Dengan demikian maka barulah dia dapat secara sepenuhnya menyadarkan diri kepada cara yang dipakai juruselamat, sehingga mendapatkan keselamatan.
Diselamatkan bersifat pribadi dan tergantung bagaimana manusia itu menyikapi arti keselamatan, kepercayaan ini berakibat tindakan. Dengan tindakan ini telah membuktikan imannya, kedua saling melengkapi dan berjalan bersama sampai kepada keadaan yang sempurna.
Orang yang diselamatkan pada satu pihak bersandar pada anugerah Tuhan, di lain pihak bersandar pada imannya sendiri. Iman Tersebut juga merupakan anugerah Tuhan yang ditentukan oleh berapa besar penerimaannya. Akibat imannya tersebut ia dibenarkan di hadapan Tuhan, sebab iman ini, maka terhindalah ia dari hukuman, penghakiman serta maut dan lain sebagainya.
Cara memperoleh keselamatan ada 3 sebagai berikut:
● Percaya, ada 5 bentuk percaya 1). Percaya pada karunia Tuhan (Ef. 2:8), 2).percaya pada kuasa Tuhan Yesus (Luk.7:50, 8:12), 3). Percaya pada kuasa Allah (Rom.1:16), 4).
Percaya pada Tuhan Yesus (Kis.16:31), 5). Berseru pada nama Yesus yang kudus (Rom.10:13-14, Kis.2:21)
● Mengaku (Rom. 10:10), mengaku ini menyatakan pengakuannya terhadap apa yang dipercayainya, juga menyatakan bahwa ini adalah milik-Nya.
● Dibaptiskan (Mark.16:17, 1 Pet.3:21, Kis.2:38) dibaptiskan menyatakan menjadi satu serta mendapatkan hidup yang baru.
Keselamatan semata mata tidak diperoleh melalui usaha atau prestasi manusia, tetapi melalui anugerah Allah. Percaya, mengaku, dibaptiskan adalah respon manusia terhadap anugerah keselamatan yang telah diberikan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Dengan demikian, bagi orang percaya, keselamatan bukan hanya sekedar konsep teologis, tetapi juga memiliki implikasi praktis dalam kehidupan sehari hari, melalui keselamatan yang diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus, seorang diundang untuk hidup dalam kesetiaan kepada-Nya, mengikuti- Nya, dan memperkenalkan-Nya kepada orang lain.
B. Teori keselamatan dalam sejarah gereja
Banyak orang Kristen yang tidak memiliki pengertian tentang keselamatan secara benar, walaupun mereka sudah menjadi kristen sejak kecil. jadi , keselamatan adalah proses dimana rancangan Allah dipenuhi dalam kehidupan umat pilihan. Fokus keselamatan adalah bagaimana
“menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Allah,”jika demikian, maka orang yang berkehendak untuk selamat haruslah memberi dia digarap oleh Tuhan melalui Roh Kudus menjadi manusia seperti rancangan Allah. Inilah keselamatan yang sempurna.
Kodrat dosa dalam diri manusia bukan membuat manusia bermoral bejat seperti binatang, hingga tidak melakukan kebaikan sama sekali. Manusia masih bisa melakukan hukum, tetapi tidak mampu sempurna. Kodrat dosa mengakibatkan manusia tidak dapat mencapai kesempurnaan dalam tingkah laku seperti gambar Allah, inilah yang dimaksud dengan kehilangan kemuliaan Allah.
Irenaeus: 130-202 AD adalah seorang uskup dari Lyons, di Smirna Asia kecil, dia juga seorang murid Polycarpus, dan Polycarpus ini adalah murid rasul yohanes. Beliau adalah seorang penginjil dan pengarang dan dialah yang menetapkan kitab kita PB sebagai Kanon.
Teori tentang keselamatannya:
● Tuhan Yesus dengan darah-Nya sendiri telah menebus kita dari keadaan yang tidak percaya dan menjadikan kita orang saleh atau saint (santo/kudus).
● Tuhan Yesus adalah Anak Allah, oknum Allah Tritunggal, melalui kesengsaraan-Nya, ia mendamaikan manusia dengan Allah. Kemudian ia bangkita dari antara orang mati duduk disebelah kanan Allah, ia pernah disengsarakan namun tanpa membalas dendam. Segala kelakuan-nya, perbuatan-Nya dan kata kata-Nya adalah sempurna adanya. Ia adalah kalam Allah, anak Tunggal bapa, dan Tuhan Yesus Kristus, ia benar benar Anak Allah yang telah menyelamatkan kita melalui diri-Nya sendiri.
● Bila ada seseorang yang tidak taat dan gagal, tidak ia dapat bangkit dan memperoleh kemenangan. Seseorang yang telah jatuh ke dalam kuasa dosa, tak mungkin ia dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan mendapat keselamatan. Dan dua hal ini telah digenapkan oleh anak Allah yang suci untuk kita, sebab ia adalah kalam Allah sebab ia datang dari Allah, telah menjadi daging hingga mati. Perbuatan ini adalah untuk menggenapkan rencana keselamatan Allah.
● Kesengsaraan, kematian dan kebangkitan dan turun ke neraka serta kenaikannya ke surga, adalah demi kita sekalian,
● Karena Yesus mempunyai tubuh dan keadaan seprti kita, maka ia dapat mendamaikan kita dengan Allah di dalam tubuh-Nya ia emndamaikan kita dengan diri-Nya sendiri melalui darah-Nya, menebus kita.
● Yesus disebut juruselamat karena ia menyelamatkan orang dalam keadaan berpenyakit dan menghadapi maut. Terhadap orang yang percaya kepada dia, di kemudia hari setelah Yesus, yaitu percaya iman atau kasih (Yes. 10:22,23; Rom. 9:28).
● Kesimpulan keselamatannya banyak berdasarkan pada pengajaran rasul Yohanes dan surat rasul lainnya, kemungkinan karena ia dipernaruhi oleh gurunya yang adalh murid Yohanes.
John Watson : 1850-1907 AD ia adalah seorang pendeta dari Scotlandia, dari presbyterian Church. Ia mengatakan bahwa “Kristus melalui kematian-Nya menjadi penebusan satu-satunya untuk dosa dosa manusia, di bawah tuntutan keadilan Allah yang suci itu supaya
semua orang yang bertobat dari dosanya dengna sungguh-sungguh hati karena percaya penebusan kristus mendapat eprdamian dengan Allah dan melepaskan/membebaskan dari segala hukuman dosa dan memperoleh hidup yang kekal”.
Walton Conner: abad 20 ia adalah seorang ahli teologi dari Baptist Church, yang mengatakan: “keselamatan itu tidak hanya dibebaskan dari suatu keadaan yang gawat dan buruk tetapi berarti positif, yaitu kita diselamatkan untuk memasuki keadaan yang indah dan sempurna.
“Keselamatan itu meliputi seluruh berkat melimpah limpah, persekutuan dengan Allah di atas anugerah yang diberikan Allah bagi kita. Dan dalam persekutuan itu kita memperoleh hidup berlimpah limpah, juga kekuatan untuk hidup dan pelayaann sehari hari, dan itu berarti bukan hanya melepaskan dari dosa tapi juga kuasa mengalahkan dosa (Kol. 1:13).
C. Penebusan dalam keselamatan
Penebus kata dasarnya “tebus”. Kamus Umum bahasa Indonesia memberi Arti:
● Membeli kembali
● Membayar uang untuk mengambil kembali barang yang tergadai
● Membayar uang dan sebagainya untuk membebaskan (tawanan, sandera , budak belian dan lain sebagainya.
● Menguangkan wesel (cek) ke bank
● Mengambil barang pembagian (distribusi, sdb) dengan bon (kupon dsb).
Penebusan (inggris: redemption) berarti membeli kembali, membayar harganya di pasar.
Tebusan (inggris:ransom) adalah harga yang dibayar dalam transaksi penebusan, harga yang dibayar untuk melepaskan hamba atau orang orang yang terjual.
Gambaran tentang penebusan dapat dilihat dalam perjalanan kehidupan orang israel.
Israel sebagai bangsa yang ditebus dengan darah domba paskah. Darah itulah yang mengadakan penebusan (Kel. 8:22-23; 12:1-28), orang israel sewaktu-waktu ditebus dengan perak dan emas yang disebut sebagai uang tebusan (Kel. 30:11-16; Bil.3:44-51). Orang israel mengalami penebusan saudara, yang meliputi istri, hamba atau warisan yang terjual (Im. 25; Rut 4: Yer. 32 : 6-15). 1 Korintus 6:20 mengatakan, : sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:
karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu”.”mengajarkan bahwa kita harus melayani Kristus karena kita telah ditebus dan dibayar lunas dengan darah-Nya yang mahal (1 Ptr.1:18-
19). Tidak berlebihan jika kita bersedia melayani orang yang telah menebus kita dengan mahal seperti yang dilakukan dan dinyatakan seorang budak perempuan di atas, yang ditebus dan dibebaskan oleh seorang tuan yang bermurah hati membebaskannya. Kita harus memuliakan Tuhan dengan tubuh kiat sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati (Rm. 12:1). Dengan demikian, kita akan menjadi tampil beda dengan dunia ini (Rm. 12:2).
Karena kita sudah ditebus, kita harus menyembah dan memuliakan Kristus. “ dan dari Yesus kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja raja bumi ini. Bagi dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-nya dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan,, menjadi imam imam bagi Allah, Bapa-Nya bagi dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. amin .”
(Why.1:5-6). “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa”(Why. 5:9). Makhluk surgawi yang sempurna adanya dan tidak memerlukan penebusan, yaitu malaikat, menyembah dan memuliakan Tuhan. Apalagi kita sebagai umat yang berdosa yang telah ditebus oleh Kristus : sudah sepatutnya menyembah dan memuliakan Kristus.
D. Panggilan Allah dalam keselamatan
Siapa saja yang diselamatkan? Apakah semua manusia atau hanya orang orang tertentu saja? Dalam 2 petrus 3:9 tertulis, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya sekalipun ada orang yang menganggap sebagai kelalaian, tetapi ia sabar terhadap kamu, karena ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” ayar ini berkonotasi bahwa Allah menghendaki supaya manusia memperoleh keselamatan.
Panggilan Allah menurut Alkitab terbagi menjadi 2 bagian:
1. Panggilan untuk keselamatan 2. Panggilan untuk melayani
Panggilan keselamatan Allah menyelamatkan manusia tanpa memandang bagaimana manusia itu dan dengan demikian, hal itu menyatakan keadilan Allah. Juga dibuktikan bahwa keselamatan untuk seluruh manusia dikerjakan didalam kristus, maka ia berkat: “barangsiapa
berlelah…”(Mat. 11:28, You.6:37, 7:38). Yesus juga mengutus murid-murid-Nya pada semua bangsa (Mat. 28:18-20, Mark.16:15, kis. 1;8). Roh kudus senantiasa menggerakkan setiap orang dari setiap bangsa, baik yang percaya atau yang belum percaya atau tak percaya ( You.5:38-39, Kis 8.8:28-34, II tim.3:15-17). Sebab itu banyak cara untuk meluaskan injil kemana-mana.
Panggilan untuk pelayanan, hal ini tak bersangkut-[aut dengan panggilan keselamatan, artinya kalau pelayanan itu sudah selesai, maka sudah selesai pula panggilan Allah. Dan ini berhubungan dengan kedaulatan Allah yang mutlak. Ini adalah panggilan untuk suatu tugas berdasarkan kedaulatan Allah yang mutlak, sebab adalah Tuhan yang mempunyai hak tuan, ia berhak dan dapat melakukan sesuatu menurut kehendakNya. Allah mempunyai rencana memilih orang untuk melakukan pekerjaan itu dengan penetapan-Nya (Ef. 1:3-7), banyak penafsir mengatakan, bahwa hal ini menyatakan keselamatan individu dari seseorang tetapi melihat isi surat efesus yang bertema “jemaat Tuhan adalah tubuh Kristus”, maka sebenarnya hal tersebut menekankan hal tugas gereja untuk menyatakan dan menyaksikan Kristus, dan setiap anggota gereja mempunyai tugas pelayanan bagi Kristus. Maka dalam ayat ini bukan hanya berarti keselamatan untuk perorangan tetapi juga pelayanan anggota tubuh Kristus.
Tugas pelayanan dapat dilaksanakan oleh Umat-Nya yang dipilih-Nya sebab tuhan memberikan karunia, sehingga Umat-Nya mampu melaksanakan (mat 10:1). Contohnya Musa, Esther, Yusuf dan sebagainya. Apakah panggilan khusus dalam pelayanan ini dapat ditolak?
Tentu jawabannya bisa karena Tuhan menghormati kebebasan manusia (frewill), contohnya.
Raja saul, maka panggilan khusus pelayanan dapat ditolak manusia, panggilan kedaulatan Allah dapat ditolak oleh kebebasan masnuia, jika kita mau beroleh anugrah Allah maka kebebasan manusia tak boleh malampaui prinsip kebenaran Allah. Dalam lingkungan kebenaran Allah ini kita pasti akan mendapat berkat dan kebebasan (Yoh.8:32).
E. Sekali selamat, tetap selamat
Domba-Domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak adakn merebut mereka dari tangan- Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan bapa adalah satu”(Yohanes 10:27-
30).
Jaminan kekekalan orang percaya, orang orang yang telah menemukan tempat perlindungan di dalam kristus, yang telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, telah dilahirbarukan untuk selama-lamanya, mereka tetap selamat. Mereka akan ada di sorga- jika mereka mereka masuk ke neraka, itu artinya mereka belum diselamatkan. Ketika kita diselamatkan, kita memahami bahwa Allah akan memelihara kita sampai akhir. Dan kita akan menjawab ketika nama kita disebutkan di Sorga. Ketika kita bergabung dengan Kristus melalui man, kita adalah anggota tubuhnya. dan , tubuh tuhan kita yang ada di Sorga tidak akan dirusak, atau kehilangan salah satu anggotanya atau murtad. Ia akan menjadi lengkap dan kita akan menjadi lengkap di dalam Dia - Bergabung dengan Kristus, bukan gereja , nama kita ada di dalam buku kehidupan - tidak perlu tercatat dalam daftar anggota gereja.
Kita memiliki jaminan hidup kekal karena firman dan janji Tuhan. Jika Allah mengatakan itu, jika Tuhan menjanjikan itu, Tuhan akan memelihara firman-nya dan melaksanakan Janji-Nya dengan setia sama seperti yang Ia telah firmankan. Betapapun lemahnya kita, itu tidak akan membatalkan Firmannya dan janji Tuhan. Keselamatan kita tergantung sepenuhnya pada kesetiaan Allah akan janji-nya. Dan jika ia memelihara Firman-Nya jika ia tidak menipu kita, maka Allah akan menyelamatkan kita ketika kita berada di bawah tanda darah, ketika kita percaya di dalam Dia, ketika kita memberrikan jiwa kita dan hidup serta iman kita kepada dia, ketika kita memandang dia, ini tidak tergantung pada kita, ini sepenuhnya tergangung pada Allah. Allah-lah yang menyelamatkan kita dan bukan diri kita sendiri.
F. Lahir baru: pengalaman keselamatan
Lahir baru adalah pengalaman keselamatan orang yang percaya. Lahir baru merupakan pekerjaan roh kudus, supaya manusia beroleh hidup dari Allah yang meliputi seluruh unsur dan sifat Allah. Lahir baru adalah “Gennethe-anothon,” yaitu “lahir dari atas”, lahir dari atas, berarti “kelahiran kembali”, artinya sesudah lahir satu kali, tetapi kemudian dilahirkan kembali untuk kedua kalinya (Yoh. 3:3,5,7, Tit.3:5; 1 Pet.3:23). Adalah “palignesia”kebangkitan pula.
Jika dipakai untuk hal atau peristiwa, maka berarti “kebangunan”, misalnya: kebangunan rohani atau kebangunan moral (Mat.19:28, Kis.3:19-21), adalah suatu situasi dan kondisi yang sangat tenang bagi orang yang hidup didalamnya. (Tit.3:5), suatu kelahiran pula rohani oleh Roh kudus.
Calvin dan Gereja Reformed injili Presbyterian menurut dia pertobatan dan kelahiran baru adalah: 1). Bertobat adalah perubahan hidup manusia dan berpaling kepada Allah, jadi bukan perubahan dalam kelakuan tetapi adalah perubahan dalam hidup. Setelah seseorang mengetahui dosa nya dan merubah konsep terhadap dosa dan Allah, maka ia meninggalkan dosa dan berpaling kepada Allah, menerima hidup yang kekal (Yer.4:1,3,4, Yeh. 18:31), 2). Bertobat adalah takut yang sungguh pada Allah. Orang berdosa yang bertobat harus dapat menyadari tentang hukuman Allah. Kesadaran tentang hukuman Allah menimbulkan pikiran bagaimana menghindari hukuman Allah dan mencari jalan pengampunan. Kesadaran ini membawa dia menuju/mencari hidup yang kekal. Sebab itu, setiap pengkhotbah yang memberitakan tentang pertobatan harus memberitakan pula tentang hukuman Allah. (Ul.29,28:15-68, yer.4:4, you.3:36, Kis 17:30,31).
Keselamatan tidak hanya membawa perubahan total sedemikian rupa sehingga kita dilahirkan kembali secara spiritual dan dibangkitkan dari antara orang mati, tetapi kita adalah orang-orang yang dijadikan kembali. Hal itu seakan akan Allah sama sekali mengulangi proses penciptaan kita dan menciptakan kita kembali menjadi orang orang yang sama sekali berbeda sehingga segala sesuatu yang kita kenal dan pedulikan sebelum ini sudah tidak ada lagi, dan segala sesuatu sudah baru.
Jadi, lahir baru melibatkan pengertian: ciptaan baru, hidup lagi , pemindahan dari matu, pembaruan, pemberian kodrat baru, yaitu kodrat Allah dan tujuan hidup baru. Ini tentunya lebih dari sekedar emosi indah belaka hal ini adalah pengalaman yang esensial dalam iman kristen.
Adapun proses lahir baru adalah sebagai berikut:
1. Firman Allah yang membuahkan pertobatan yang dilukiskan dengan air yang membersihkan (Yoh.3:5).
2. Pekerjaan roh kudus (Yoh,3:5, 6-12).
3. Iman kepada Yesus Kristus (Yoh.3:13-16).
Hal ini bukan sekadar emosi walupun emosi itu merupakan akibat pengalaman lahir baru.
Fondasi kelahiran baru hanyalah oleh darah Yesus Kristus (1 Ptr. 1:17-23). Dalam semua masa dan budaya, darah Yesus aadalah satu-satunya jalan.
kelahiran baru itu bukanlah perbaikan. Oleh karena perbaikan merupakan usaha manusia,
sedangkan kelahiran baru merupakan pekerjaan Tuhan. Perhatikan perbandingan antara perbaikan dan kelahiran baru:
Perbaikan Kelahiran Baru
Merupakan suatu yang ditempelkan dari luar Merupakan perubahan dari dalam Mempengaruhi kelakuan tanpa mengubah
tabiat
Mempengaruhi kelakuan dengan mengubah tabiat
Merupakan hasil karya Merupakan penjelmaan
Merupakan ikhtiar Merupakan kehidupan yang baru
Merupakan hasil usaha, yang oleh banyak orang dianggap dapat membawa mereka ke dalam kerajaan Surga
Merupakan syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga itu (Yo.3:3-5)
Usaha diri sendiri, tetapi hal itu tidak
berurusan dengan persoalan yang dasar, yaitu dosa dan kematian
Merupakan akibat dari hukum baru yang membebaskan kita (Rm. 8:2)
J. Wesley Brill menambahkan beberapa hal pengalaman dari orang–orang yang dilahirkan kembali, yaitu:
1. Ia mengalami perubahan dalam perasaannya. Dahulu ia adalah seteru Allah (Rm. 8:7), tetapi sekarang ia mengasihi Allah (Rm.5:5, 1 Yoh.4:9). Dahulu ia membenci sesamanya manusia (Tit.3:3), tetapi sekarang ia mengasihi mereka (Rm.5:5; Yoh.3:14).
2. Ia mengalami perubahan dalam kehidupannya dan kelakuannya. Kehidupan yang lama, yaitu hidup dalam dosa, telah berlalu (1 Yoh.3:9, 5:18). Dan sebagai gantinnya, ia hidup dalam kebenaran (1 Yoh. 2:29).
3. Ia menerima kuasa untuk mengalahkan dunia ini dan mengalahkan dosa-dosanya (1 Yoh.5:4) namun rahasia kemenangannya, yaitu kuasa roh kudus yang patut disambut (Gal. 5:16) dan dalam hal tetap tinggal dalam Yesus Kristus ( 1 Yoh. 3:6).
Kelahiran baru menghasilkan hidup baru,dan kehidupan itu harus bertumbuh. Ironis bahwa kita mengklaim beberapa peran yang tidak kita miliki tatkala dilahirkan, tetapi kemudian kita menjadi terbiasa mengacu pada peran dirinya, tetapi kemudian tidak melakukan apapun yang diperlukan untuk bertumbuh, harus ada bukti bukti bahwa kita sudah mengalami hidup
yang baru, yaitu adanya buah roh dalam diri kita (Gal.5:22-23).
III. KESIMPULAN
Dalam Paper ini, telah dibahas beberapa aspek penting dalam soteriologi dan teologi keselamatan dalam sejarah gereja. Berikut adalah kesimpulan yang mencakup berbagai topik yang telah dibahas:
1. Soteriologi adalah cabang dalam teologi yang mempelajari keselamatan manusia sebagai anugerah sepenuhnya dari Allah. Hal ini melibatkan pemahaman tentang rencana keselamatan yang Tuhan berikan melalui Yesus Kristus.
2. keselamatan dalam sejarah gereja telah berkembang seiring waktu, menghasilkan berbagai teori dan pemikiran mengenai keselamatan manusia. Konsep penebusan dosa melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib menjadi salah satu aspek yang sentral dalam teori keselamatan.
3. Penebusan dalam keselamatan adalah konsep yang menekankan bahwa Yesus Kristus adalah penebus dosa manusia melalui pengorbanan-Nya yang tak bernoda dan tak bercacat. Melalui pengorbanan-Nya, manusia dapat ditebus dan memperoleh keselamatan.
4. Panggilan Allah dalam keselamatan adalah upaya-Nya untuk memilih, memanggil, dan membenarkan setiap orang Kristen ke dalam rencana-Nya. Keselamatan manusia diperoleh semata-mata melalui anugerah Allah, dan panggilan-Nya memainkan peran penting dalam mengarahkan kehidupan orang percaya.
5. Konsep sekali selamat tetap selamat menegaskan bahwa keselamatan yang diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus adalah kekal dan tidak dapat dicabut. Ini didasarkan pada keyakinan bahwa keselamatan manusia tidak didasarkan pada usaha atau prestasi manusia, tetapi sepenuhnya pada anugerah dan karya Allah.
6. Pengalaman keselamatan melibatkan proses lahir baru, di mana seseorang mengalami transformasi rohani melalui iman kepada Yesus Kristus. Melalui pengalaman ini, seseorang diberikan hidup yang baru dalam Kristus dan memiliki hubungan yang baru dengan Allah.
Keseluruhan, pemahaman tentang soteriologi keselamatan dalam sejarah gereja mengajarkan bahwa keselamatan manusia adalah anugerah dan karya Allah melalui Yesus Kristus. Konsep penebusan, panggilan Allah, sekali selamat tetap selamat, dan pengalaman lahir baru adalah bagian integral dari pemahaman ini. Dalam kehidupan sehari-hari, penting bagi orang percaya untuk hidup dalam pengertian dan penerapan rencana keselamatan Allah, serta membagikan kabar baik tentang keselamatan kepada orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
“DOKTRIN KESELAMATAN KRISTEN (SOTERIOLOGI) REFORMED.”
TEOLOGIA REFORMED,
https://teologiareformed.blogspot.com/2019/01/doktrin-keselamatan-kristen- soteriologi.html. Accessed 21 November 2023.
Dr. Peter Wongso. Soteriologi (Dokrin Keselamatan). malang, Seminari Alkitab Asia Tenggara.
Dr. W.A Criswell, and Dr, Eddy Peter Purwanto. Diselamatkan oleh Anugerah:
Soteriologi. Kutai bumi-Tangerang, SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI PHILADELPHIA, 2006.
Historisitas Pantekostalisme: soteriologi dari era apostolik ke gerka pantekosta di
Indonesia. Jejak Pustaka, 2022.
Manase Gulo. “Soteriologi: sebuah Kajian Teologi Reformed.” April 2015, https://teologiareformed.blogspot.com/2019/01/doktrin-keselamatan-kristen- soteriologi.html.
Mengenal Paulus dan Teologinya. Penerbit Lindan Bestari, 2020.
Mengenal Tema-Tema Pokok Agama Kristen. Academia Publication, 2022.
Pengantar Teologi Sistematika. Andi Offset, 2023.
Situmorang, Jonar T.H. Soteriologi ( Dokrin keselamatan). Yogyakarta, Andi, 2015.
“SOTERIOLOGI - Studi Kamus.” Alkitab SABDA,
https://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=SOTERIOLOGI. Accessed 21 November 2023.